POLRI DAERAH KALIMANTAN UTARA
RESOR NUNUKAN
SEKTOR LUMBIS
Jalan Maharaja Dinda 01, Mansalong 77457
HUBUNGAN TATA CARA KERJA
DILINGKUNGAN POLSEK LUMBIS
Lumbis, Januari 2024
POLRI DAERAH KALIMANTAN UTARA
RESOR NUNUKAN
SEKTOR LUMBIS
Jalan Maharaja Dinda 01, Mansalong 77457
SURAT PERINTAH KAPOLSEK LUMBIS
Nomor : Sprin / / I / 2024 / Sek Lbs
Tentang
HUBUNGAN TATA KERJA ( HTCK )
DILINGKUNGAN POLSEK LUMBIS
Menimbang : bahwa dalam rangka mewujudkan kenierja Polsek Lumbis yang
Akuntabel, Transparan, Profesional, Sistimatis yang Optimal serta
dalam hubungannya terhadap sub Satuan kerja ( Sub sector )
dilingkungan Polsek Lumbis, Maka dipandang perlu untuk
menetapkan Surat Perintah ini tentang Hubungan Tata Cara Kerja
( HTCK )
Mengingat : 1. Undang – Undang Republik Indonesia Nomor 02 tahun 2002
tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia
2. Keputusan Kapolres Nunukan Nomor : Kep / 22 / XII / 2010,
Tanggal 23 Desember 2010 tentang Hubungan Tatat Cara Kerja
( HTCK ) Dilingkungan Polsek Lumbis
Mempertimbangkan : Pertimbangan dan saran Staf Polsek Lumbis
MEMUTUSKAN
Menetapkan : 1. Hubungan Tata Cara Kerja ( HTCK ) Dilingkungan Polsek Lumbis
disusun dalam rangka meningkatkan kineja yang disusun melalui
Perencanaan, Penataan, Pola Hubungan Vertical, Hubungan
Horizontal, Hubungan Diagonal maupun Hubungan Lintas
Sektoral
2. Hubungan Tata Cara Kerja dilingkungan Polsek Lumbis ini
bersifat Naskah sementara yang berlaku selama 2 ( dua ) tahun,
Lumbis, 01 Januari 2024
untuk mendapatkan masukan guna penyempurnaan.
KAPOLSEK LUMBIS POLRES NUNUKAN POLDA KALTARA
3. Surat Perintah ini berlaku sejak tanggal ditetapkan.
ADRIANUS TALIK
INSPEKTUR POLISI SATU NRP 69010065
POLRI DAERAH KALIMANTAN UTARA
RESOR NUNUKAN
SEKTOR LUMBIS
Jalan Pembangunan 01, Mansalong 77457
LAMPIRAN SURAT KEPUTUSAN KAPOLSEK LUMBIS
NOMOR : SPRIN / / I / 2024
TANGGAL : 01 JANUARI 2024
HUBUNGAN TATA CARA KERJA ( HTCK )
DILINGKUNGAN
POLSEK LUMBIS DAN JAJARANNYA
BAB I : PENDAHULUAN
1. Umum :
a. Polsek Lumbis bertugas menyelenggarakan tugas Pokok Polri dalam
memelihara keamanan dan ketertiban Masyarakat, Penegakan Hukum
dan Pemberian Perlindungan, Pengayoman dan Pelayanan kepada
Masyarakat dan melaksanakan tugas – tugas Polri lainnya dalam Daerah
Hukum Polres Nunukan, sesuai dengan ketentuan Peraturan Perundang
Undangan.
b. Didalam melaksanakan tugas, Fungsi dan Pedoman tersebut diatas perlu
didukung dengan Peranti Lunak yang mengatur Hubungan Tata Cara
Kerja ( HTCK ) antara Kapolsek Lumbis dengan Unit Kerja lainnya dan
Pulsubsektor, baik dalam rangka pembinaan maupun fungsi dengan
Instansi samping lainnya diluar Polri dalam rangka koordinasi lintas
Sektoral.
c. Adapun hubungan ini diatur dalam bentuk Vertical, Horizontal, Diagonal
dan Lintas Sektoral, Hubungan Tata Cara Kerja ( HTCK ) Dilingkungan
Polsek Lumbis disusun sebagai penjabaran tugas pokok dan fungsi dari
Unit – unit organisasi dilingkungan Polsek Lumbis, sehingga tugas –
tugas baik dibidang operasional maupun pembinaan dapat terselenggara
dengan baik.
d. Pelaksanaan tugas dapat berhasil dengan maksimal apabila ada suatu
mekanisme kerja yang terukur dan tertib guna mendinamisir organisasi
secara efektif dan efisien.
2. Dasar :
a. Undang – undang Nomor 02 tahun 2002 tentang kepolisian Negara
Republik Indonesia.
b. kep…..
-2-
b. Kep / 22 / XII / 2010, tanggal 23 Desember 2010 tentang Hubungan
Tata Cara Kerja ( HTCK ) Polres Nunukan dan Jajarannya.
3. Maksud dan Tujuan :
a. Maksud
Sebagaimana Pedoman dalam melaksanakan tugas pokok Polsek lumbis
Sehingga mekanisme dan pelaksanaan kinerja dapat terlaksana dengan
baik serta menghindari terjadinya tumpang tindih atau penyalahgunaan
wewenang dalam melaksanakan tugas.
b. Tujuan
Untuk melancarkan pelaksanaan tugas antar Unsur – unsur pengemban
fungsi dalam organisasi Polsek Lumbis dan tercipta hubungan kerja yang
kondusif tertib dan harmonis.
4. Ruang Lingkup :
Penyusun Hubungan Tata Cara Kerja Dilingkungan Polsek Lumbis
memiliki ruang lingkup mengatur tata cara / mekanisme / metode dalam
penyusunan HTCK pada Unit – unit fungsi dilingkungan Polsek Lumbis
disesuaikan dengan kebutuhan organisasi.
5. Tata Urut :
BAB I : PENDAHULUAN
BAB II : TUGAS POKOK DAN FUNGSI
BAB III : POKOK – POKOK HUBUNGAN TATA CARA KERJA
BAB IV : PENGAWAS DAN PENGENDALIAN
BAB V : PENUTUP
6. Pengertian :
a. Hubungan adalah perwujudan yang saling berkaitan antar komponen /
unsur – unsur pengemban fungsi dalam suatu organisasi.
b. Tata cara kerja adalah aturan – aturan yang harus diikuti dalam
melaksanakan kerja dilingkungan organisasi, sesuai dengan struktur dan
hubungan fungsional antar komponen / unsur – unsure dalam organisasi
tersebut.
c. Hubungan Tata Cara Kerja yang disebut HTCK adalah suatu Prosedur
yang mengatur tentang mekanisme hubungan kerja antar komponen /
unsur…..
-3-
unsur – unsur pengemban fungsi dilingkungan organisasi Polri dengan
unsur – unsur pengemban fungsi dilingkungan organisasi atau lembaga
pemerintah Non Polri yang dilaksanakan secara sistematis, transaparan,
Profesional, koordinatif serta sesuai dengan ketentuan yang berlaku guna
mencapai tujuan diinginkan.
d. Kepolisian Negara Republik Indonesia yang selanjutnya disingkat Polri
adalah suatu Instansi Pemerintah atau aparatur pemerintah setingkat
departemen, yang berkedudukan dibawah dan bertanggung jawab
kepada Presiden serta mempunyai tugas memelihara keamanan dan
ketertiban masyarakat, penegakan hokum dan memberikan perlindungan,
pengayoman dan pelayanan masyarakat.
e. Unit Organisasi adalah Polsek Lumbis dan Jabatan oleh Kapolsek.
f. Unit kerja Polsek Lumbis adalah Unit pengguna anggaran, pengguna
barang yang berada dilingkungan Polsek Lumbis.
g. Tugas adalah sekelompok kegiatan yang dikerjakan oleh suatu
organisasi.
h. Kegiatan, adalah penjabaran dan atau bagaian dari pada program yang
dilaksanakan oleh satu atau beberapa Unit satuan fungsi dilingkungan
polsek lumbis.
i. Tugas Pokok adalah sekumpulan kegiatan yang ada dan menjadi
tanggung jawab dalam suatu organisasi.
j. Peran adalah aturan main, dalam hal ini terkait dengan organisasi polri
dalam menata hubungan koordinasi antara satu satuan polsek lumbis
dengan satuan diatas maupun dilingkungannya.
k. Wewenang adalah hak dan kekuasaan setiap pejabat dilingkungan polsek
lumbis untuk mengambil sikap atau tindakan tertentu dalam rangka
kelancaran pelaksaan tugas yang menjadi tanggung jawab dibidangnya
masing – masing.
l. Tanggung jawab, adalah suatu kewajiban atau keharusan bagi setiap
pejabat atau staf dilingkungan polsek lumbis untuk mempertanggung
jawabkan atas segala sesuatu yang diemban dan mendaji tanggung
jawabnya sesuai dengan tugas poko dan fungsi pada unit atau fungsi
masing – masing.
m. Bentuk adal wujud ( lurus / sejajar / mendatar / horizontal, tegak lurus /
berjenjang dari atas ke bawah / dari bawah ke atas / vertical diagonal ).
Hubungan…..
-4-
n. Hubungan vertical, adalah keterkaitan antara fungsi dalam rangka
pelaporan dan pengendalian yang bersifat tegak lurus / berjenjang dari
atas kebawah / dari bawah keatas.
o. Hubungan Horizontal, adlah keterkaitan antar Unit dalam rangka
koordinasi yang bersifat lurus / sejajar / mendatar atau setingkatnya.
p. Hubungan Diagonal adalah keterkaitan antar sifatnya tidak vertical / tidak
Horizontal dan dapat menjangkau yang lain yang lebih tinggi maupun
anatar unit di lingkungan polsek lumbis.
q. Hubungan Lintas sektoral adalah kerja sama dengan instansi / lembaga
diluar polri dalam rangka kegiatan dan pelaksanaan fungsi tehnis yang
menjadi tanggung jawabnnya.
BAB II : TUGAS POKOK DAN FUNGSI
1. Unsur Pimpinan
a. Kapolsek Lumbis
1). Tugas Pokok :
a. Memimpin, membina, mengawasi dan menggendalikan satuan,
organisasi dilingkungan polsek lumbis dan unsure pelaksana
dalam jajaran.
b. Memberikan saran dan pertimbangan kepada Kapolres Nunukan
yang terkait dengan pelaksanaan tugas.
2). Fungsi :
a. Memberikan pelayanan Kepolisian kepada masyarakat. Dalam
bentuk penerimaan dan penanganan laporan / pengaduan,
pemberian bantuan dan perolongan termasuk pengamanan
kegiatan masyarakat dan instansi pemerintah dan pelayanan
surat izin/keterangan, serta pelayanan pengaduan atas tindakan
anggota polri sesuai dengan ketentuan peraturan perundang
undangan.
b. Melaksanakan fungsi intelijen dalam bidang keamanan guna
terselenggaranya deteksi dini ( early detection ) dan peringatan
dini ( early warning ).
Penyelidikan…..
-5-
c. Penyelidikan dan penyidikan tindak pidana dan koordinasi.
d. Pembinaan masyarakat yang meliputi pemberdayaan masyarakat
melalui perpolisian masyarakat, pembinaan dan pengembangan
bentuk – bentuk pengamanan swakarsa dalam rangka
peningkatan kesadaran dan ketaatan warga warga masyarakat
terhadap hokum dan ketentuan peraturan perundang undangan,
terjalinnya hubungan anatar polri dengan masyarakat.
e. Melaksanakan fungsi unit shabara, meliputi kegiatan pengaturan,
penjagaan, pengawalan, patrol, ( turjawali), serta pengamanan
kegiatan masyarakat dan pemerintah, termasuk penindakan
tindak pidana ringan ( tipiring ) pengamanan obyek vital dan
tempat keramaian umum.
2. Unsur pengawas dan pembantu pimpinan
a. UNIT PROVOS
1). Tugas Pokok :
Melaksanakan Pembinaan dan pemeliharaan disiplin,
pengamanan internal, pelayanan pengaduan masyarakat yang
diduga dilakukan oleh anggota polri dan atau PNS Polri,
melaporkan hasil pengaduan ke sei Propam Polres Nunukan.
2). Fungsi :
a. Pelayanan pengaduan masyarakat tentang penyimpangan
perilaku dan tindakan personil polri.
b. Menegakkan disiplin, ketertiban dan pengamanan internal
Personil Polsek Lumbis.
c. Pengawasan dan penilaian terhadap personil polsek lumbis yang
sedang dan telah menjalani hukuman disiplin dan atau kode etik
profesi dan.
d. Penertiban rehabilitas personil polsek lumbis yang telah
melaksanakan hukuman dan yang tidak terbukti melakukan
pelanggaran disiplin dan atau kode etik profesi.
3). Unsur pelayan dan pembantu pimpinan
Ka. Sium…..
-6-
a. KA SIUM
1). Tugas Pokok :
Melaksanakan pelayanan administrasi umum dan ketatausahaan
serta pelayanan markas dilingkungan polsek lumbis.
2). Fungsi :
a. Pelayanan administrasi umum dan ketatausahaan antara lain
kesektrariatan dan kearsipan di polsek lumbis.
b. Pelayanan mako anatar lain pelayanan fasilitas kantor, rapat,
angkutan, perumahan dan urusan dalm dilingkungan polsek
lumbis.
4). Unsur pelaksana tugas pokok
a. KA SPKT
1). Tugas Pokok :
Memberikan pelayanan kepolisian secara terpadu terhadap
laporan/pengaduan masyarakat, memberikan bantuan dan
pertolongan saat memberikab pelayanan informasi.
2). Fungsi :
a. Pelayanan kepolisian kepada masyarakat secara terpadu, antara
lain dalam bentuk laporan polisi (LP) Surat Tanda Penerimaan
Laporan (STPL), Surat pemberitahuan perkembangan hasil
penyidikan (SP2HP), Surat tanda kehilangan barang (STPLKB),
Surat Keterangan Catatan Kepolisian ( SKCK), Surat Tanda
Terima Pemberitahuan (STTP), Surat Ijin Keramaian (SIK) Dan
kegiatan masyarakat lainnya, surat ijin mengemudi (SIM) dan
surat tanda nomor kendaraan bermotor.
b. Pengkoordinasian dan pemberian bantuan serta pertolongan
anatara lain tindakan pertama ditempat kejadian perkara
(TPTKP), Turjawali dan pengamanan kegiatan masyarakat dan
instansi pemerintah.
c. Pelayanan masyarakat melalui surat dan alat komunikasi anatara
lain, telepon, pesan singkat, faksmile, jejaring social (internet).
Pelayanan…..
-7-
d. Pelayanan informasi yang berkaitan dengan kepentingan
masyarakat sesuai dengan ketentuan peraturan perundang
undangan.
e. Penyiapan registrasi pelaporan, penyusunan dan penyampaian
laporan harian kepada Kapolsek Lumbis.
b. KANIT INTEL
1). Tugas Pokok :
Melaksanakan Penyelidikan kedalam serta Menyelenggarakan dan
membina fungsi Intelijen bidang keamanan, pelayanan yang
berkaitan dengan ijin keramain umum dan penerbitan SKCK,
menerima pemberitahuan kegiatan masyarakat dan atau kegiatan
politik.
2). Fungsi :
a. Pembianaan kegiatan Intelijen dalam bidang keamanan antara
lain produk intelijen dilingkungan polsek lumbis.
b. Pelaksana kegiatan operasional intelijen keamanan guna
terselenggaranya deteksi dini ( early detection) dan peringatan
dini ( early warning ), pengembangan jaringan informasi melalui
pemberdayaan personil pengemban fungsi intelijen.
c. Pengumpula, penyimpangan dan pemuktahiran biodata tokoh
formal atau informal organisasi social, masyarakat, poltik dan
pemerintah tingkat kecamatan.
d. Pendokumentasian dan penganalisian terhadap perkembangan
lingkungan strategis serta penyusunan produk intelijen untuk
mendukung kegiatan polsek lumbis.
e. Penyususnan prakiraan intelijen keamanan dan menyajikan hasil
analisis setiap perkembangan yang perlu mendapat perhatian
pimpibnan.
f. Penerbitan Surat Ijin Keramain dan kegiatan masyarakat maupun
kegiatan organisasi masa dan parpol.
g. Pelayanan Surat Keterangan Catatan Kepolisian ( SKCK ).
Kanit…...
-8-
c. KANIT RESKRIM
1). Tugas Pokok :
Melaksanakan Penyelidikan, Penyidikan dan Pengawasan
penyidikan tindak pidana dan koordinasi lintas sektoral.
2). Fungsi :
a. Pembinaan teknis terhdap administrasi penyelidikan dan
penyidikan, serta berkoordinasi lintas sektoral dengan instansi
penegak hukum lainnya ( Jaksa dan Pengadilan ).
b. Pelayanan dan perlindungan khusus kepada remaja, anak dan
wanita baik sebagai pelaku maupun korban.
c. Pengindentifikasian untuk kepentingan penyidikan dan pelayanan
umum.
d. Penganalisisan kasus beserta penanganannya, serta mengkaji
efektifitas pelaksanaan tugas unit reskrim.
e. Penyelidikan dan penyidikan tindak pidanan umum dan khusus,
antara lain tindak pidana ekonomi, korupsi dan tindak pidana
tertentu didaerah hokum Polres Nunukan.
d. KANIT SABHARA
1). Tugas Pokok :
Melaksanakan Turjawali dan Pengamanan kegiatan masyarakat dan
Instansi pemerintah, Objek vital, TPTKP, Penanganan Tipiring dan
ketertiban masyarakat serta pengamanan markas.
2). Fungsi :
a. Pemberian arahan, pengawasan, dan pengendalian pelaksanaan
tugas unit sabhara.
b. Pemberian bimbingan, arahan dan pelatihan keterampilan dalam
pelaksanaan tugas dilingkungan Unit sabhara.
c. Perawatan dan pemeliharaan peralatan serta kendaraan Unit
Sabhara.
Penyiapan…..
-9-
d. Penyiapan kekuatan personil dan peralatan untuk kepentingan
tugas turjawali, pengamanan obyek vital serta pencarian dan
penyelamatan.
e. Pembinaan teknis pemeliharaan ketertiban umum berupa
penegakan hokum tipiring dan A TPTKP dan.
f. Pengamanan markas dan melaksanakan pengaturan penjagaan.
e. KANIT BINMAS
1). Melaksanakan Pembinaan masyarakat yang meliputi kegiatan
penyuluhan masyarakat, pemberdayaan perpolisian masyarakat
(Polmas), melaksanakan koordinasi, pengawasan dan pembinaan
terhadap bentuk bentuk swakarsa serta kegiatan kerja sama dengan
organisasi lembaga, instansi dan atau tokoh masyarakat guna
peningkatan kesadaran dan ketaatan masyarakat terhadap hukum
dan ketentuan perundang undangan serta terpeliharanya keamanan
dan ketertiban masyarakat.
2). Fungsi
a. Pembinaan dan pengembangan bentuk bentuk pengamanan
swakarsa dalam rangka peningkatan kesadaran dan ketaatan
masyarakat terhadap hokum dan ketentuan peraturan perundang
– undangan.
b. Pengembangan peran serta masyarakat dalam pembinaan
keamanan, ketertiban dan perwujudan kerja sama polsek lumbis
dengan masyarakat.
c. Pembinaan dibidang ketertiban masyarakat terhadap komponen
masyarakat antara lain remaja, pemuda, wanita dan anak.
d. Pemberdayaan kegiatan Polmas dan Bhabinkamtibmas yang
meliputi pengembangan kemitraan dan kerja sama antara Polsek
Lumbis dengan masyarakat, organisasi, lembaga instansi dan
atau tokoh masyarakat.
BAB III : POKOK – POKOK HTCK POLSEK LUMBIS
a. Hubungan Vertikal
1). Hubungan Polsek Lumbis dengan Kanit Provos
Memberikan…..
-10-
a. Memberikan arahan dan petunjuk teknis dalam rangka
melaksanakan pembinaan dan pemeliharaan disiplin, pelayanan
pengaduan masyarakat yang diduga dilakukan oleh anggota Polri
atau Pns Polri.
b. Memberikan perintah untuk mengkompulir / merekap seluruh
program dan kegiatan yang berkaitan dengan pelaksanaan
pembinaan dan pemeliharaan disiplin, pelayanan pengaduan
masyarakat yang diduga dilakukan oleh anggota polri atau pns
polri.
c. Memberikan perintah untuk melaporkan segala kegiatan
administrative yang berkaitan dengan pelaksanaan pembinaan
dan pemeliharaan displin, pelayanan pengaduan masyarakat
yang diduga dilakukan oleh anggota polri atau pns polri.
2). Hubungan antara Kasium dan Kapolsek Lumbis.
a. Menerima arahan dan petunjuk dalam melaksanakan pelayanan
administrasi umum dan ketatausahaan serta pelayanan markas
dilingkungan polsek.
b. Mengkompulir / merekap seluruh program dan kegiatan yang
berkaitan dengan pelaksanaan pelayanan administrasi umum dan
ketatausahaan serta pelayanan markas dilingkungan polsek.
c. Melaporkan seluruh kegiatan administrative yang berkaitan
dengan pelaksanaan pelayanan administrasi umum dan
ketatausahaan serta pelayanan markas dilingkungan polsek.
3). Hubungan antara Ka SPKT dengan Kapolsek.
a. Menerima arahan dan petunjuk dalam memberikan pelayanan
kepolisian secara terpadu terhadap laporan/pengaduan
masyarakat, memberikan bantuan dan pertolongan serta
memberikan pelayanan informasi.
b. Mengkompulir/merekap seluruh program dan kegiatan yang
berkaitan dengan pelaksanaan pelayanan kepolisian secara
terpadu terhadap laporan/pengaduan masyarakat, memberikan
bantuan dan pertolongan serta memberikan pelayanan informasi.
c. melaporkan seluruh kegiatan administrative yang berkaitan
dengan pelaksanaan pelayanan kepolisian secara terpadu
terhadap laporan/pengaduan masyarakat, memberikan bantuan
dan pertolongan serta memberikan pelayanan informasi.
-11-
4). Hubungan antara Kapolsek dengan Ka. SPKT
a. Memberikan arahan dan petunjuk teknis dalam rangka
memberikan pelayanan kepolisian secara terpadu terhadap
laporan/pengaduan masyarakat, memberikan bantuan dan
pertolongan, serta memberikan pelayanan informasi.
b. Memberikan perintah untuk mengkompulir / merekap seluruh
program dan kegiatan yang berkaitan dengan pelaksanaan
pelayanan kepolisian secara terpadu terhadap
laporan/pengaduan masyarakat, memberikan bantuan dan
pertolongan, serta memberikan pelayanan informasi.
c. Memberikan perintah untuk melaporkan seluruh kegiatan
administratif yang berkaitan dengan pelayanan kepolisian secara
terpadu terhadap laporan/pengaduan masyarakat, memberikan
bantuan dan pertolongan, serta memberikan pelayanan informasi.
5). Hubungan Kanit Intel dengan Kapolsek
a. Menrima arahan dan petunjuk dalam rangka menyelenggarakan
dan membina fungsi intelijen bidang keamanan, pelayanan yang
berkaitan dengan ijin keramain umum dan perbitan SKCK,
menerima pemberitahuan kegiatan masyarakat atau kegiatan
politik.
b. Mengkompulir/merekap seluruh program dan kegiatan yang
berkaitan dengan penyelenggaraan dan pembinaan fungsi
intelijen bidang keamanan, pelayanan yang berkaitan dengan ijin
keramaian umum dan penerbitan SKCK dan menerima
pemberitahuan kegiatan masyarakat atau kegiatan politik.
c. Melaporkan seluruh kegiatan administratif yang berkaitan dengan
pelaksanaan penyelenggaraan dan pembinaan fungsi intelijen
bidang keamanan, pelayanan yang berkaitan dengan ijin
keramaian umum dan penerbitan SKCK, menerima
pemberitahuan kegiatan masyarakat atau kegiatan partai politik.
6). Hubungan antara Kapolsek dengan Kanit Intel
a. Memberikan arahan dan petunjuk teknis dalam rangka
menyelenggarakan dan membina fungsi intelijen bidang
keamanan, pelayanan yang berkaitan dengan ijin keramaian
umum dan penerbitan SKCK, menerima pemberitahuan kegiatan
masyarakat atau partai politik.
Memberikan…..
-12-
b. Memberikan perintah untuk mengkompulir/merekap seluruh
program dan kegiatan yang berkaitan dengan penyelenggaraan
dan pembinaan fungsi intelijen bidang kemananan, pelayanan
yang berkaitan dengan ijin keramaian umum dan penerbitan
SKCK, Menerima pemberitahuan kegiatan masyarakat atau
kegiatan politik.
c. Memberikan perintah untuk melaporkan seluruh kegiatan
administratif yang berkaitan dengan penyelenggaraan fungsi
intelijen bidang keamanan, pelayanan yang berkaitan dengan ijin
keramaian umum dan penerbitan SKCK, menerima
pemberitahuan kegiatan masyarakat atau kegiatan poltik.
7). Hubungan antar Kanit Reskrim dengan Kapolsek
a. Menerima arahan dan petunjuk dalam melaksanakan
penyelidikan, penyidikan dan pengawasan penyidikan tindak
pidana.
b. Mengkompulir/merekap seluruh program yang berkaitan dengan
penyelenggaraan yang berkaitan dengan pelaksanaan
penyelidikan, penyidikan dan pengawasan penyidikan tindak
pidana.
c. Melaporkan seluruh kegiatan administratif yang berkaitan dengan
pelaksanaan penyelidikan, penyidikan dan pengawasan
penyidikan tindak pidana.
8). Hubungan antara Kapolsek dengan Kanit Reskrim.
a. Memberikan arahan dan petunjuk teknis dalam rangka
melaksanakan penyelidikan, penyidikan dan pengawasan
penyidikan tindak pidana.
b. Memberikan perintah untuk mengkompulir/merekap seluruh
program dan kegiatan yang berkaitan dengan pelaksanaan
penyelidikan, penyidikan dan pengawasan penyidikan tindak
pidana.
c. Memberikan perintah untuk melaporkan seluruh kegiatan
administratif yang berkaitan dengan pelaksanaan penyelidikan,
penyidikan dan pengawasan penyidikan tindak pidana.
Hubungan…..
-13-
9). Hubungan antara Kanit Binmas dengan Kapolsek.
a. Menerima arahan dan petunjuk untuk melaksanakan pembinaan
masyarakat yang meliputi kegiatan penyuluhan masyarakat,
pemberdayaan perpolisian masyarakat (Polmas), melaksanakan
koordinasi pengawasan dan pembinaan terhadap bentuk bentuk
pengamanan swakarsa (Pam swakarsa) serta kegiatan kerjasama
dengan organisasi, lembaga, instansi dan / atau tokoh masyarakat
guna peningkatan kesadaran dan ketaatan masyarakat terhadap
hukum dan ketentuan peraturan perundang undanganserta
terpeliharanya keamanan dan ketertiban masyarakat.
b. Mengkompulir seluruh program dan kegiatan yang berkaitan
dengan pelaksanaan pembinaan masyarakat yang meliputi
kegiatan penyuluhan masyarakat, pemberdayaan perpolisian
masyarakat, melaksanakan koordinasi, pengawasan dan
pembianan terhadap bentuk bentuk pengamanan swakarsa serta
kegiatan kerjasama dengan organisasi, lembaga instansi, dan
tokoh masyarakat guna peningkatan kesadaran dan ketaatan
masyarakat terhadap ketentuan dan peraturan perundang
undangan serta terpeliharanya keamanan dan ketertiban
masyarakat.
c. Melaporkan seluruh kegiatan administratif yang berkaitan dengan
pelaksanaan pembiunaan masyarakat.
10). Hubungan antara Kapolsek dengan Kanit Binmas.
a. Memberikan arahan dan petunjuk teknis dalam rangka untuk
melaksanakan pembinaan masyarakat yang meliputi kegiatan
penyuluhan masyarakat pemberdayaan polmas, melaksanakan
koordinasi pengawasan dan pembianan terhadap bentuk bentuk
pengamanan swakarsa serta kegiatan kerjasama dengan
organisasi, lembaga instansi, dan tokoh masyarakat guna
peningkatan kesadaran dan ketaatan masyarakat terhadap
ketentuan dan peraturan perundang undangan serta
terpeliharanya keamanan dan ketertiban masyarakat.
b. Menberikan perintah untuk mengkompulir seluruh program dan
kegiatan yang berkaitan dengan pelaksanaan pembinaan
masyarakat.
c. Memberikan perintah untuk melaporkan seluruh program dan
kegiatan yang berkaitan dengan pelaksanaan pembinaan
Masyarakat…..
-14-
masyarakat yang meliputi kegiatan penyuluhan masyarakat,
pemberdayaan perpolisian masyarakat, melaksanakan koordinasi,
pengawasan dan pembianan terhadap bentuk bentuk
pengamanan swakarsa serta kegiatan kerjasama dengan
organisasi, lembaga instansi, dan tokoh masyarakat guna
peningkatan kesadaran dan ketaatan masyarakat terhadap
ketentuan dan peraturan perundang undangan serta
terpeliharanya keamanan dan ketertiban masyarakat.
11). Hubungan antara Kanit Shabara dengan Kapolsek
a. Menerima arahan dan petunjuk untuk melaksanakan turjawali dan
pengamanan kegiatan masyarakat dan instansi pemerintah, objek
vital dan TPTKP, penanganan tipiring dan pemeliharaan
keamanan dan ketertiban masyarakat.
b. Mengkompulir seluruh program dan kegiatan yang berkaitan
dengan pelaksanaan turjawali dan pengamanan, kegiatan
masyarakat dan instansi pemerintah, objek vital, TPTKP,
Penanganan tipiring dan pemeliharaan keamanan dan ketertiban
masyarakat dan pengamanan markas.
c. Melaporkan seluruh kegiatan administratif yang berkaitan dengan
pelaksanaan turjawali dan pengamanan, kegiatan masyarakat dan
instansi pemerintah, objek vital, TPTKP, Penanganan tipiring dan
pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat dan
pemngamanan markas.
12). Hubungan antara Kapolsek dengan Kanit Shabara
a. Memberikan arahan dan petunjuk teknis dalam rangka untuk
melaksanakan turjawali dan pengamanan kegiatan masyarakat
dan instansi pemerintah, objek vital dan TPTKP, penanganan
tipiring dan pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat.
b. Memberikan perintah untuk mengkompulir seluruh program dan
kegiatan yang berkaitan dengan pelaksanaan turjawali dan
pengamanan kegiatan masyarakat dan instansi pemerintah, objek
vital dan TPTKP, penanganan tipiring dan pemeliharaan
keamanan dan ketertiban masyarakat.
c. Memberikan perintah untuk melaporkan seluruh kegiatan
adminstratif yang berkaitan dengan pelaksanaan turjawali dan
pengamanan kegiatan masyarakat dan instansi pemerintah, objek
vital dan TPTKP, penanganan tipiring dan pemeliharaan
keamanan dan ketertiban masyarakat.
-15-
b. Hubungan Horizontal
1). Hubungan antara Kanit Provos dengan Kasium.
a. Berkoordinasi dalam rangka penyusunan pelaksanaan monitoring
dan pengawasan umum baik secara rutin maupun insidentil
terhadap pelaksanaan kebijakan pimpinan Polri dibidang
pembinaan dan operasional yang dilakukan oleh semua unit kerja
mulai dari proses perencanaan, pelaksanaan dan pencapaian
kinerja memberikan saran tindak terhadap penyimpangan yang
ditemukan.
b. Berkoordinasi dalam rangka penyusunan pelaksanaan pembinaan
dan pemeliharaan disiplin, pelayanan pengaduan masyarakat
yang diduga dilakukan oleh anggota Polri atau PNS Polri.
2). Hubungan antara KA SPKT dengan Kanit Intel. Kanit Reskrim, Kanit
Binmas dan Kanit Sabhara.
a. Berkoordinasi dalam rangka pelayanan kepolisian secara terpadu
terhadap laporan / pengaduan masyarakat, memberikan bantuan
dan pertolongan serta memberikan pelayanan informasi.
b. Berkoordinasi dalam rangka menyelenggarakan dan pelayanan
berkaitan dengan surat ijin SKCK, SIK, STPLKB dan
Pemberitahuan kegiatan masyarakat.
c. Berkoordinasi dalam rangka penyelidikan, penyidikan dan
pengawasan penyidikan tindak pidana.
d. Memberikan masukan dan saran administrative yang diperlukan
terhadap pelaksanaan pembinaan fungsi penyelidikan, penyidikan
dan penyidikan tindak pidana.
3). Hubungan antar Kapolsek dengan jajaran Polres Nunukan
a. Berkoordinasi dalam rangka penyelenggaraan tugas pokok polri
dalam rangka pemeliharaan keamanan dan ketertiban
masyarakat, penegakan hukum, pemberian perlindungan,
pengayoman dan pelayanan kepada masyarakat serta tugas –
tugas polri lain di daerah hukum sesuai dengan ketentuan
peraturan perundang – undangan.
b. Berkoordinasi dalam memberikan masukan dan saran
administrative yang diperukan terhadap penyelenggaraan tugas
pokok…..
-16-
pokok polri dalam pemeliharaan keamanan dan ketertiban
masyarakat, penegakan hukum pemberian perlindungan,
pengayoman dan perlindungan masyarakat serta tugas – tugas
polri dalam daerah hukumnya sesuai dengan ketentuan
perundang – undangan.
c. Hubungan Diagonal
1). Hubungan antar Kanit, Kasi dengan Kapolsek
a. Melakukan koordinasi dalam penyusunan perencanaan dan
pengendalian administrative operasi kepolisian, pengamanan
kegiatan masyarakat dan/ atau instansi pemerintah, menyajikan
informasi dan Dokumentasi kegiatan Polsek Serta pengendalian
markas.
b. Melakukan Koordinasi dalam penyusunan rencana operasi
kepolisian.
c. Melakukan koordinasi dalam penyusunan program dan kegiatan
yang berkaitan dengan pelaksanaan operasi kepolisian.
d. Hubungan Eksternal
1). Hubungan antara Kapolsek dengan Kapolres dan Para Kabag dan
Kasat Polres Nunukan.
a. Menerima arahan dan petunjuk teknis dalam rangka memberikan
pelayanan kepolisian kepada masyarakat, dal;am bentuk
penerimaan dan penanganan laporan / pengaduan, pemberian
bantuan dan pertolongan termasuk pengamanan kegiatan
masyarakat dan instansi pemerintahan dan pelayanan surat izin /
keterangan, serta pelayanan pengaduan atas tindakan anggota
polri sesuai dengan ketentuan peraturan perundang – undangan.
b. Menerima arahan dan petunjuk teknis dalam rangka pelaksanaan
fungsi intelijen dalam bidang keamanan guna terselenggaranya
deteksi dini dan peringatan dini.
c. Meneriman arahan dan petunjuk teknis dalam rangka penyelidikan
dan penyidikan tindak pidana fungsi identifikasi.
d. Menerima arahan dan petunjuk teknis dalam rangka pembinaan
masyarakat, yang meliputi pemberdayaan masyarakat melalui
pemberdayaan masyarakat, pembinaan pengembangan bentuk –
bentuk…..
-17-
bentuk pengamanan swakarsa dalam rangka peningkatan
kesadaran dan ketaatan warga masyarakat terhadap hukum dan
ketentuan perundang – undangan.
e. Menerima arahan dan petunjuk teknis dalam rangka pelaksanaan
fungsi sabhara, meliputi kegiatan pengaturan, penjagaan,
pengawalan, patroli serta pengamanan kegiatan masyarakat dan
penerima, termasuk penindakan tindak pidana ringan ( Tipiring ).
f. Menerima arahan dan petunjuk teknis dalam rangka pelaksanaan
fungsi – fungsi lain, sesuai dengan ketentuan peraturan perundang
– undangan.
g. Memimpin, membina, mengawasi dan mengendalikan satuan
organisasi dilingkungan Polsek Lumbis dan unsure pelaksana
dalam jajaran.
h. Memberikan sarang pertimbangan kepada Kapolres Nunukan
yang terkait dengan pelaksanaan tugasnya.
e. Hubungan Lintas Sektoral
1). Hubungan antara Kapolsek dengan Camat Lumbis
a. Berkoordinasi dalam penyusunan rencana operasi yang akan di
gelar oleh Polsek Lumbis.
b. Berkoordinasi dalam pelaksanaan tugas pembantuan kemanan
dari unsure Polsek.
c. Bekerjasama dalam penanggulangan berbagai tindak kejahatan /
kriminalitas, harkamtibmas, serta upaya – upaya penegakan
hukum diwilayah Kecamatan Lumbis.
2). Hubungan antara Kapolsek dan Koramil
a. Berkoordinasi dalam pelaksanaan / mekanisme bantuan perkuatan
dari TNI kepada Polri.
b. Berkoordinasi dalam rangka memelihara keharmonisan antara
Personil TNI dan Polri.
c. Berkoordinasi dalam rangka bersama – sama menjaga dan
memelihara siskamtibmas Kecamatan Lumbis tetap Kondusif.
BAB IV……
-18-
BAB IV : PENGAWASAN DAN PENGEDALIAN
1. Pengawasan dan pengendalian terhadap HTCK Polsek lumbis dilaksanakan
oleh Kapolsek Lumbis.
2. Pengawasan dan Pengendalian pelaksanaan HTCK Polsek Lumbis diarahkan
untuk menjamin agar pelaksanaan HTCK dapat berjalan sesuai dengan
tujuan dan arah kebijakan pimpinan Polri yang telah ditetapkan.
3. Tujuan Pengawasan dan pengendalian pelaksanaan HTCK dilingkungan
Polsek Lumbis adalah untuk mengatur hubungan kerja yang kondusif,
integratif dan sinkronitif didalam penyusunan suatu perencanaan, sehingga
tidak terjadi tumpang tindih dalam pelaksanaan tugas, wewenang dan
tanggung jawab dilingkungan kerja Polsek Lumbis.
BAB V : PENUTUP
Demikian Hubungan Tata Cara Kerja ( HTCK ) dilingkungan Polsek Lumbis ini
disusun untuk dapat dijadikan pedoman bagi para satuan unit polsek lumbis
dalam melakukan koordinasi atau hubungan kerja antara satuan kerja
dilingkungan polsek lumbis, serta antara polsek lumbis dengan instansi terkait
diluar polsek lumbis.
Dikeluarkan di : Lumbis
Pada tanggal : 01 Januari 2024
KAPOLSEK LUMBIS POLRES NUNUKAN POLDA KALTARA
ADRIANUS TALIK
INSPEKTUR POLISI SATU NRP 69010065