Final Production
Final Production
Vol 17 No 1 Tahun
Abstrak
Info Artikel Latar Belakang: Gangguan muskuloskeletal akibat kerja (MSDs) merupakan kumpulan gangguan nyeri
pada otot, tendon, sendi, dan saraf yang dapat mengenai seluruh bagian tubuh, seperti leher, ekstremitas
Sejarah Artikel: atas, dan punggung merupakan area yang paling umum terjadi. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk
Diterima: April 2024 mengurangi gangguan muskuloskeletal adalah dengan melakukan exercise. Metode: metode yang
Disetujui: April 2024 digunakan dalam penelitian ini adalah studi literatur dengan menggunakan 4 database (Proquest, scopus,
Di Publikasi: Mei 2024 Pubmed dan Embase) dengan tahun terbitan 2019-2023. Analisis dan penyajian data yaitu denagn membaca
dan menganalisis kritis literatur yang relevan. Menyusun temuan berdasarkan jenis latihan Data yang
diekstraksi kemudian dianalisis untuk melihat kesesuaian dengan tujuan penelitian dan untuk mengevaluasi
Keywords: efektivitas stretching exercise terhadap musculoskeletal disorder Hasil: Penelusuran artikel pada empat
Effectiveness AND databse diperoleh 124 artikel, kemudian pada seleksi awal artikel di temukan 72 artikel, selanjutnya
workplace exercise diseleksi berdasarkan judul, abstrak, didapatkan 14 artikel dan memilih 10 artikel ilmiah dengan tahun
interventions AND terbitan 2019-2023 Kesimpulan: latihan peregangan atau stretching signifikan menurungkan nyeri pada
musculoskeletal disorders gangguan muskuloskeletal seperti nyeri pada leher, punggung atas, punggung bawah, bahu, siku,
tangan/pergelangan tangan, pinggul, lutut, dan pergelangan kaki/ [Link] peregangan atau stretching
DOI : 10.32763/6cn3rv24 Exercise efektif digunakan sebagai manajemen nonfarmakologis untuk menurunkan gejalah gangguan
muskuloskeletal seperti nyeri punggung, leher, ekstermitas atas dan bawah pada intensitas nyeri akut pada
pekerja yang bekerja yang memiliki keluhan gangguan muskuloskeletal
.
Abstract
Background: Occupational musculoskeletal disorders (MSDs) are a collection of pain disorders in muscles,
tendons, joints and nerves that can affect all parts of the body, such as the neck, upper extremities and back
which are the most common areas. One effort that can be made to reduce musculoskeletal disorders is by
doing exercise. Method: The method used in this research is a literature study using 4 databases (Proquest,
Scopus, Pubmed and Embase) with publication years 2019-2023. Analysis and presentation of data is by
reading and critically analyzing relevant literature. Organizing the findings based on the type of exercise. The
extracted data was then analyzed to see its suitability to the research objectives and to evaluate the
effectiveness of stretching exercise on musculoskeletal disorders. Results: Searching articles in four
databases obtained 124 articles, then in the initial selection of articles 72 articles were found, then selected
based on the title , abstract, found 14 articles and selected 10 scientific articles with publication years 2019-
2023 Conclusion: stretching exercises significantly reduce pain in musculoskeletal disorders such as pain in
the neck, upper back, lower back, shoulders, elbows, hands/wrists, hips , knees, and ankles/feet. Stretching
exercises or stretching Exercises are effectively used as non-pharmacological management to reduce
symptoms of musculoskeletal disorders such as back, neck, upper and lower extremity pain at acute pain
intensity in workers who have complaints of musculoskeletal disorders
✉
Alamat korespondensi:
FIK Universitas Indonesia, Kampus FIK UI, Jl. Prof. Dr. Bahder Djohan, Depok, Jawa Barat -16424, Indonesia ISSN 2597-7520
Email: anyongsaid01@[Link]
Vol 17 No 1/2024| 89
Pendahuluan statis dan melibatkan gerakan berulang dalam
Gangguan muskuloskeletal akibat jangka waktu yang lama. Tingginya
kerja atau Work-related Musculoskeletal prevalensi keluhan tersebut dapat
Disorder (WMSD) adalah gangguan pada mengurangi produktivitas pekerja, sehingga
struktur muskuloskeletal pada leher, penting untuk menyelidiki faktor risiko yang
punggung, ekstremitas atas dan bawah yang terkait untuk mengembangkan strategi
disebabkan oleh mikro-trauma kumulatif pengendalian yang efektif (Hijami L. &
akibat biomekanikal atau pajanan lain dari Kurniawidjaja, 2022)
pekerjaan. Gangguan ini muncul bila Gangguan muskuloskeletal (MSDs)
kapasitas adaptif dan reparasi dari struktur sering terjadi di kalangan tenaga kesehatan.
muskuloskeletal telah terlampaui (Salsabila Prevalensi MSDs telah diteliti di beberapa
& Wartono, 2020). profesi kesehatan, dengan lebih dari 80%
Gangguan muskuloskeletal umumnya prevalensi dilaporkan di antara fisioterapis,
ditandai dengan timbulnya sensasi nyeri yang tukang pijat, perawat, bidan, dokter gigi, dan
seringkali berlangsung secara kronis, ahli bedah. Tingginya risiko MSDs ini terkait
penurunan mobilitas dan kelincahan, serta langsung dengan latihan mereka, yang
berkurangnya kemampuan seseorang untuk melibatkan tugas-tugas bervariasi dan beban
bekerja dan berpartisipasi dalam kegiatan fisik yang tinggi. Banyak penelitian
masyarakat. Nyeri yang muncul pada struktur menyoroti penggunaan postur canggung
otot dan kerangka tulang merupakan jenis berulang yang sering statis, terutama di
nyeri yang paling umum (WHO, 2022). kalangan ahli bedah dan fisioterapis. Perawat
Gangguan muskuloskeletal Disorder dan fisioterapis juga menghadapi risiko saat
(MSDS) yang terjadi karena pekerjaan menangani atau memindahkan pasien.
merupakan salah satu isu kesehatan utama di Akurasi juga merupakan faktor yang
lingkungan kerja, memerlukan perhatian dan berkontribusi pada MSDs, seperti yang
tindakan pencegahan agar tidak diamati pada dokter gigi dan ahli bedah.
memengaruhi produktivitas kerja. Selain Untuk memahami mekanisme terjadinya
penurunan produktivitas, penyakit pada MSDs, diperlukan pemahaman tentang area
sistem muskuloskeletal juga dapat tubuh yang paling rentan (Bret & Gorce,
menyebabkan penurunan kualitas hidup 2023)
pekerja dan meningkatkan biaya kesehatan. Menurut statistik yang dirilis oleh
Selain merugikan bagi pekerja, kejadian WHO pada tahun 2019, gangguan
MSDs juga merugikan perusahaan karena muskuloskeletal merupakan penyebab
menjadi salah satu penyebab utama absensi kecacatan kedua terbesar di seluruh dunia,
karyawan (Tunang & Utama, 2022) diukur dengan tahun-tahun produktivitas
Gangguan Muskuloskeletal (MSDs) yang hilang akibat disabilitas. Hasil
adalah keluhan pada bagian otot rangka yang penelitian yang melibatkan 408 pekerja
dapat dirasakan oleh seseorang mulai dari rumah tangga di India menunjukkan bahwa
keluhan ringan hingga berat. Biasanya, ini gangguan muskuloskeletal umumnya
disebabkan oleh peregangan otot yang termanifestasi dalam bentuk nyeri pada
berlebihan dan penempatan beban yang berbagai bagian tubuh, dengan presentasi
berlangsung terlalu lama, yang dapat tertinggi termasuk nyeri lutut (38,2%), nyeri
mengakibatkan kerusakan pada sendi, punggung atas (31,9%), nyeri punggung
ligamen (jaringan yang menghubungkan bawah (27,5%), nyeri pergelangan kaki
tulang satu dengan yang lain), dan tendon (26,0%), nyeri bahu (23,8%), dan nyeri leher
(jaringan yang menghubungkan otot dengan (19,6%) (Tunang & Utama, 2022)
tulang) (Jatmika , Fachrin , & Sididi, 2022) Untuk mengurangi dan mencegah
Keluhan musculoskeletal adalah gangguan musculoskeletal disoredr (MSD)
gangguan atau cidera pada jaringan lunak salah satunya dengan melakukan stretching
seperti otot, tendon, sendi, ligamen serta exercise hal ini sejalan dengan Penelitian
sistem saraf. Paling sering terjadi pada bagian yang dilakukan oleh Hartvigsen et al. (2021)
lengan dan punggung. Keluhan menunjukkan bahwa latihan peregangan
musculoskeletal merupakan keluhan yang (stretching exercise) dapat membantu
terjadi pada otot rangka yang dialami oleh mengurangi keluhan Musculoskeletal
seseorang mulai dari keluhan yang ringan Disorders (MSD). Musculoskeletal Disorders
sampai dengan keluhan yang sangat berat adalah gangguan yang mempengaruhi sistem
(Rahayu et al., 2020). otot, tulang, dan jaringan lunak lainnya, yang
Keluhan yang sering terjadi pada sering kali terjadi akibat aktivitas fisik yang
pekerja di kantor disebabkan oleh berlebihan, posisi tubuh yang tidak
keterlibatan dalam pekerjaan yang bersifat ergonomis, atau stres fisik berkepanjangan
Vol 17 No 1/2024| 90
Menurut penelitian yang dilakukan Data yang diekstraksi kemudian dianalisis
oleh Garcia et al. (2023), melakukan latihan untuk melihat kesesuaian dengan tujuan
peregangan saat istirahat dapat mengurangi penelitian dan untuk mengevaluasi efektivitas
ketidaknyamanan yang terkait dengan stretching exercise terhadap musculoskeletal
tegangan otot dan tekanan pada sendi akibat disorder. Pencarian data menggunakan 4 basis
aktivitas kerja berulang-ulang. Hasil data yaitu Proquest, Scopus, Pubmed,Embase
penelitian tersebut menunjukkan bahwa dengan menggunakan dengan menggunakan
pekerja yang melibatkan diri dalam program kata kunci “Effectiveness AND Exercise
peregangan selama waktu istirahat mereka AND work-related musculoskeletal
mengalami tingkat ketidaknyamanan yang disorders.
lebih rendah dan tingkat produktivitas yang
lebih tinggi
Selain hal tersebut, sebuah studi yang Hasil
dilakukan oleh Mikkonen et al (2020) Penelusuran artikel dengan
menemukan bahwa program latihan, menggunakan empat database Proquest,
termasuk latihan peregangan, dapat Scopus, Pubmed, danEmbase diperoleh 124
mengurangi keluhan MSD dan meningkatkan artikel, kemudian pada seleksi awal artikel di
kualitas hidup para pekerja. Temuan ini temukan 72 artikel, selanjutnya diseleksi
menunjukkan bahwa intervensi latihan dapat berdasarkan judul, abstrak, kriteria inklusi
memberikan manfaat yang besar bagi didapatkan 14 artikel dan memilih 10 artikel
kesehatan dan kesejahteraan pekerja di ilmiah dengan tahun terbitan 2019-2023
tempat kerja.
Metode penelusuran
Metode dalam penelitian ini adalah studi
literatur dengan memilih jurnal ilmiah, dan
artikel yang relevan dengan menggunakan
referensi 5 tahun terakhir menggunakan 4
basis data yaitu Proquest, Scopus, Pubmed,
Embase dengan menggunakan sumber
referensi 5 tahun terakhir. Analisis dan
penyajian data yaitu denagn membaca dan
menganalisis kritis literatur yang relevan.
Vol 17 No 1/2024| 91
Tabel 1 : Hasil Telusuran Literatur
No Judul Penulis Metode Hasil
1 Efects of a workplace Roberta,at al (2021), uji coba terkontrol secara acak (RCT) memberikan Latihan peregangan ditempat kerja menunjukkan bahwa terdapat
exercise program Heidelberg kontribusi pada bidang Kesehatan Kerja sebagai peningkatan kekuatan otot feksor batang tubuh (p=0.002; ukuran efek:
on physical capacity program latihannya diterapkan menghasilkan hasil 0.77), peningkatan ambang tekanan untuk dorsal longissimus (p=0.001;
and lower back symptoms yang relevan secara klinis untuk mengurangi gejalah ukuran efek>0.8), dan penurunan gejala nyeri pinggang (p=0.002;
in hospital nursing muskuloskeletal asisten perawat OR=6.25). dengan demikian bahwa Efects of a workplace exercise dapat
assistants: a randomized menurunkan gejalah nyeri pinggang dan meningkatkan kekuatan otot
controlled trial feksor batang tubuh dan gejala punggung bawah kontrol di antara asisten
perawat.
2 The effects of walking Sitthipornvorakul [Link] Pekerja kantoran yang sehat dengan risiko tinggi nyeri Setelah dilakukan perlakukan peregangan dengan jalan kaki pada
intervention on preventing (2019) leher dilibatkan dalam uji coba prospektif cluster- kelompok intervensi dan kelompok kontrol, 22% dan 34% masing-
neck pain in office workers randomized controlled trial selama 6 bulan. Peserta masing melaporkan kejadian nyeri leher berkurang
ditugaskan secara acak di tingkat cluster, ke dalam
kelompok intervensi (n = 50) atau kontrol (n = 41).
Peserta dalam kelompok intervensi diinstruksikan untuk
meningkatkan langkah berjalan kaki harian mereka ke
tingkat yang ditentukan selama 6 bulan. Peserta dalam
kelompok kontrol tidak menerima intervensi
3 Effects of Whole-Body Alqhtani ,at al Metode : Percobaan single-blinded prospektif acak
Stretching Exercise during (2023), Heidelberg dengan kelompok paralel Whole-Body Stretching Exercise dan program pendidikan mempunyai
Lunch Break for Reducing dampak menguntungkan terhadap nyeri dan aktivitas fisik (p <0,001).
Musculoskeletal Pain and Ketika membandingkan kedua kelompok, kelompok Whole-Body
Stretching (WBS) mengalami penurunan intensitas nyeri yang jauh lebih
Physical Exertion among besar ( perbedaan rata-rata 3,6 vs. 2,5) dan aktivitas fisik (perbedaan rata-
Healthcare Professionals rata 5,6 vs. 4,0) dibandingkan dengan program pendidikan saja. Dengan
demikian bahwa melakukan latihan Whole body Stretching Exercise
(WBS) saat makan siang dapat membantu mengurangi nyeri
muskuloskeletal dan kelelahan, sehingga lebih mudah menjalani hari
kerja
Penelitian ini menunjukkan bahwa melakukan latihan WBS saat makan
siang dapat membantu mengurangi nyeri muskuloskeletal dan kelelahan,
sehingga lebih mudah menjalani hari kerja
(p <0,001). Penurunan intensitas nyeri (rata-rata perbedaan 3,6 vs. 2,5)
dan aktivitas fisik (perbedaan rata-rata 5,6 vs. 4,0) dibandingkan dengan
pendidikan hanya program
4 Effects of Corrective Exercises Tahermanesh ,at al Quasy Eksperimental Study
on Work-Related Penelitian ini dirancang untuk mengevaluasi efek Latihan korektif selama 1 tahun mengurangi rata-rata berapa kali warga
Musculoskeletal Disorders and
(2023),) mengonsumsi analgesik sebesar 0,77 per minggu (p = 0,03). Di akhir
latihan korektif terhadap kualitas hidup dan gangguan
Quality of Life in Surgical muskuloskeletal terkait pekerjaan pada residen bedah intervensi, intensitas nyeri berkurang di 9 bagian tubuh (leher,
Residents: A Pilot, Quasi- punggung atas, punggung bawah, bahu, siku, tangan/pergelangan
Experimental Study tangan, pinggul, lutut, dan pergelangan kaki/ kaki). intervensi terhadap
kualitas hidup sambil mengontrol jenis kelamin, status perkawinan,
spesialisasi bedah, usia. dan BMI. Latihan korektif mempunyai
pengaruh yang signifikan kesehatan fisik (p = 0,001), kesehatan
psikologis (p = 0,02), hubungan sosial (p = 0,04) dan subskala kualitas
hidup
5 Corrective exercises Yaghoubitajani at al Metode uji coba terkontrol secara acak (RCT)
Vol 17 No 1/2024| 92
administered online vs at the (2022). Menunjukkan perbedaan yang signifikan untuk mengurangi nyeri
workplace for pain and leher-bahu NSP pada kelompok yang diawasi secara online (P =
function in the office workers 0,007) dibanding dengan kelompok kontrol. Dengan demikian
with upper crossed syndrome bahawa latihan korektif dapat memperbaiki nyeri leher-bahu (NSP)
serta dapat memperbaiki postur tubuh
6 The Influence of Workplace Mardiani at al (2022) metode pengambilan sampel adalah konsekutif Berdasarkan hasil penelitian, mayoritas perawat yang berusia 31-40
Stretching Exercise on Nurse's sampling. Sebanyak 60 responden dibagi menjadi dua tahun adalah perempuan dengan latar belakang pendidikan diploma
Musculoskeletal Complaints at kelompok yaitu kelompok intervensi (30 responden) dan 3. Analisis statistik menunjukkan nilai p p-value sebesar 0,0005,
Health Services in Bengkulu, kelompok kontrol (30 responden). Teknik pengambilan menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara kelompok
Indonesia sampel secara acak sederhana berdasarkan kriteria kontrol dan intervensi. Ditemukan bahwa intervensi Latihan
inklusi. Data dianalisis menggunakan uji pair t test Peregangan di Tempat Kerja pada kelompok perlakuan lebih efektif
dengan nilai p 0,05.
daripada latihan pada kelompok kontrol. Secara khusus, kelompok
yang menjalani latihan peregangan otot mengalami keluhan
muskuloskeletal yang lebih sedikit dibandingkan dengan kelompok
kontrol.
7 Eftifitas Latihan Stretching Purwantini at al (2021) penelitian ini menggunakan one group pre test-post test
Terhadap Penurunan Nyeri Akibat design. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan Hasil uji statistic didapatkan nilai p=0,00 maka dapat disimpulkan
Musculoskeletal Disorder (MSDS) di observasi dan perlakuan latihan stretching. Contoh latihan ada perbedaan yang signifikan antara nilai VDS sebelum dan sesudah
Tempat Kerja stretching dalam bentuk video latihan stretching leher dan latihan stretching. Hasil uji statistic dengan uji Paired sample T Test
shoulder serta stretching punggung bawah. Supaya latihan didapatkan nilai p=0,00 (p<0,05) yang berarti Ho ditolak dan Ha
efektif harus memenuhi beberapa kriteria, meliputi: diterima sehingga hipotesis penelitian menyatakan latihan stretching
pemanasan selama 5 menit sebelum melakukan latihan memberikan pengaruh terhadap penurunan nyeri terhadap
stretching, stretching dilakukan rutin 2-3x/ minggu, dan Musculoskeletal Disorder ditempat kerja
setiap gerakan ditahan 10-15 detik, diulang 2-3x. Latihan
stretching dilakukan selama 2 minggu, kemudian responden
mengisi kembali di lembar observasi skala nyeri dengan
VDS (Łęcka, 2013). Pengambilan sample dilakukan secara
total sampling dari pegawai PT Naka Tujuh Gemilang
sejumlah 30 pegawai. Penelitian ini dilakukan selama bulan
pertengahan Januari-Februari 2021.
8 Effects of Static and Dynamic Sebanyak 46 pasien (25, peregangan statis; 21, peregangan Peserta yang melakukan peregangan statis menunjukkan
Stretching With Strengthening (Lee, Jang, Kim, Rhim, dinamis) berpartisipasi. Fleksibilitas hamstring dinilai peningkatan fleksibilitas hamstring, kekuatan otot lutut, dan hasil
Exercises in Patients With & Kim, 2020) berdasarkan sudut popliteal selama ekstensi lutut aktif. klinis yang signifikan pada lutut yang terkena (semuanya
Patellofemoral Pain Who Have Kekuatan otot dan waktu aktivasi otot diukur menggunakan Ps <0,01) untuk fleksibilitas hamstring, kekuatan hamstring dan paha
Inflexible Hamstrings: A alat isokinetik. Hasil klinis dievaluasi menggunakan skala depan, VAS, dan AKPS) (Gambar 3a), tetapi tidak menunjukkan
Randomized Controlled Trial analog visual (VAS) untuk nyeri dan skala nyeri lutut peningkatan yang signifikan dalam pengujian isokinetik-AT
anterior (AKPS). (hamstring, P = 0,53; paha depan, P = 0,69).
Peserta yang melakukan peregangan dinamis menunjukkan
peningkatan yang signifikan dalam fleksibilitas hamstring,
kekuatan otot lutut, pengujian isokinetik-AT, dan hasil klinis pada
lutut yang terkena (semua Ps <0,01) untuk fleksibilitas hamstring,
kekuatan hamstring dan paha depan, pengujian isokinetik-AT, VAS,
dan AKPS)
9 Effect of Home Exercise (Quentin at all 2021) Latihan olahraga di rumah menurun pada kelompok olahraga
Training in Patients with Random-effect meta-analyses and meta-regressions di rumah secara eksklusif (Ukuran efek = -0.89.95% CI -0.99
Nonspecific Low-Back Pain were conducted. hingga -0.80) dan pada kelompok yang melakukan olahraga
baik di rumah maupun di tempat lain (-0.73. -0.86 hingga -
0,59). Demikian pula, keterbatasan fungsional juga menurun
pada kedua kelompok (masing-masing -0,75, -0,91 hingga -
Vol 17 No 1/2024| 93
0,60, dan -0,70, -0,92 hingga -0,48). Relaksasi dan latihan
postural tampaknya tidak efektif dalam mengurangi intensitas
nyeri, sedangkan peregangan batang tubuh, panggul atau
tungkai menurunkan intensitas nyeri. Yoga meningkatkan
keterbatasan fungsional. Pelatihan yang diawasi adalah metode
paling efektif untuk meningkatkan intensitas nyeri. Data yang
tidak memadai menghalangi kesimpulan yang kuat mengenai
durasi dan frekuensi sesi dan program.
10 Effects of Corrective Exercises on (Maleki at all 2023) Quasi-Experimental Study Pengaruh latihan korektif terhadap intensitas nyeri pada bahu
Work- Related Musculoskeletal (p=0.002), tangan/pergelangan tangan (p=0.001), punggung atas
Disorders and Quality of Life in (p=0.03), punggung bawah (p = 0.02) dan lutut (p = 0.01) sangat
Surgical Residents: A Pilot, Quasi- signifikan. Latihan korektif juga menyebabkan peningkatan skor
Experimental Study kualitas hidup yang signifikan (p <0,019).
Vol 17 No 1/2024| 94
Pembahasan melakukan latihan Whole body Stretching Exercise
(WBS) saat makan siang dapat membantu mengurangi
Berdasarkan hasil analisis beberapa artikel nyeri muskuloskeletal dan kelelahan, sehingga lebih
dapat dilihat bahwa strtching exercise dapat mudah menjalani hari kerja (Raee Saeed Alqhtani,
meningkatkan kekuatan oto, menurunkan gejala nyeri 2023)
musculosceletal disorder seperti nyeri leher, punggung Corrective exercises yang diberikan secara
atas, punggung bawah, bahu, siku, tangan/pergelangan online dan di tempat kerja untuk mengunrangi nyeri dan
tangan, pinggul, lutut, dan pergelangan kaki/ kaki fungsi pada pekerja kantor dengan sindrom silang atas
(Tahermanesh et al 2023). menunjukan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan
Musculoskeletal disorder, atau dikenal perbedaan yang signifikan untuk mengurangi nyeri
sebagai gangguan muskuloskeletal, merujuk pada leher-bahu NSP pada kelompok yang diawasi secara
sekelompok kondisi patologis yang memengaruhi online (P = 0,007) dibanding dengan kelompok kontrol.
fungsi normal jaringan lunak dalam sistem Dengan demikian bahawa latihan korektif dapat
muskuloskeletal, termasuk otot, tendon, saraf, dan memperbaiki nyeri leher-bahu (NSP) serta dapat
struktur pendukung seperti discus invertebral memperbaiki postur tubuh (Yaghoubitajani at al 2022).
(Maksuk, 2021) Latihan peregangan dan modifikasi ergonomis
Gangguan muskuloskeletal merujuk pada terhadap ketidaknyamanan muskuloskeletal pekerja
berbagai masalah pada otot rangka yang dapat mempunyai pengaruh yang signifikan (p <0,05) pada
dirasakan seseorang sebagai ketidaknyamanan, leher, bahu dan punggung bawah, skor
termasuk ketegangan otot dan nyeri otot, mulai dari ketidaknyamanan. Perbandingan berpasangan antar
keluhan ringan hingga keluhan yang sangat berat. waktu untuk semua kelompok kontrol (tanpa
Pada situasi di mana otot mengalami beban statis yang pengobatan) dan kelompok intervensi ditunjukkan
berulang dalam waktu yang lama, masalah dapat Terdapat perbedaan skor nyeri yang signifikan pada
berkembang dan mencakup cedera pada sendi, leher antara latihan gabungan dan kelompok
ligamen, dan tendon. Keluhan yang muncul dari jenis modifikasi dan kontrol ergonomis. Peningkatan yang
cedera ini umumnya dikategorikan sebagai gangguan signifikan dari bulan 4 sampai 6, hanya terlihat pada
muskuloskeletal (Pratiwi A. P., et al., 2019) kelompok olahraga (p <0,05).
Gangguan muskuloskeletal karena pekerjaan Perlu diketahui bahwa tidak terdapat
adalah permasalahan umum yang memiliki dampak peningkatan yang signifikan pada kelompok modifikasi
besar pada kesehatan pekerja dan ekonomi global. ergonomis dan kelompok modifikasi olahraga dan
Gangguan yang terjadi pada ekstremitas atas yang ergonomis dari bulan ke-4 hingga bulan ke-6. Namun,
terkait dengan pekerjaan (WRULDs) menyumbang peningkatan ini signifikan pada kelompok latihan yang
sekitar 20% hingga 45% dari semua gangguan berhubungan dengan bahu dan punggung bawah. Hal
muskuloskeletal yang terkait dengan pekerjaan. ini menunjukkan bahwa modifikasi latihan lebih efektif
Latihan peregangan yang terarah dan mengurangi nyeri dibandingkan dengan modifikasi
terencana dapat mencegah cedera karena aktivitas ergonomis setelah 4 bulan.
fisik yang berulang atau postur yang tidak ergonomis stretching exercise training dan modifikasi
di tempat kerja. Penelitian oleh Li et al (2021) ergonomis pada ketidaknyamanan muskuloskeletal
menunjukkan bahwa memasukkan program pekerja kantoran memberikan pengaruh yang
peregangan ke dalam rutinitas kerja dapat secara signifikan untuk mengurangi nyeri pada pekerja
signifikan mengurangi risiko cedera pada otot dan kantoran seperti nyeri leher, bahu, dan punggung
tulang. bawah. Dengan hasil RM-ANCOVA menunjukkan
bahwa intervensi mempunyai pengaruh yang signifikan
Selain aspek fisiknya, melakukan latihan
(p <0,05) pada leher, bahu dan punggung bawah
peregangan juga dapat berkontribusi dalam (Shariat [Link] 2017).
mengurangi tingkat stres dan meningkatkan
Whole-Body Stretching Exercise dan program
kesejahteraan psikologis para pekerja. Penelitian yang pendidikan mempunyai dampak menguntungkan
dilakukan oleh Kim et al (2022) menyatakan bahwa
terhadap nyeri dan aktivitas fisik (p <0,001). Ketika
memasukkan latihan peregangan ke dalam program membandingkan kedua kelompok, kelompok Whole-
kesehatan dan keselamatan kerja dapat memberikan
Body Stretching (WBS) mengalami penurunan
manfaat yang signifikan bagi kesejahteraan intensitas nyeri yang jauh lebih besar ( perbedaan rata-
keseluruhan para pekerja. rata 3,6 vs. 2,5) dan aktivitas fisik (perbedaan rata-rata
Whole-Body Stretching Exercise dan 5,6 vs. 4,0) dibandingkan dengan program pendidikan
program pendidikan mempunyai dampak saja. Dengan demikian bahwa melakukan latihan
menguntungkan terhadap nyeri dan aktivitas fisik (p Whole body Stretching Exercise (WBS) saat makan
<0,001). Ketika membandingkan kedua kelompok, siang dapat membantu mengurangi nyeri
kelompok Whole-Body Stretching (WBS) mengalami muskuloskeletal dan kelelahan, sehingga lebih
penurunan intensitas nyeri yang jauh lebih besar (
perbedaan rata-rata 3,6 vs. 2,5) dan aktivitas fisik
(perbedaan rata-rata 5,6 vs. 4,0) dibandingkan dengan
mudah menjalani hari kerja (Raee Saeed Alqhtani,
program pendidikan saja. Dengan demikian bahwa
2023).
Vol 17 No 1/2024| 95
Corrective exercises yang dilakukan selama Jurnal Biomedika dan Kesehatan Vol. 3 No. 4
1 tahun dapat mengurangi intensitas nyeri di 9 bagian Desember 2020, 169-175.
tubuh berikut: leher, punggung atas, punggung bawah, Rahayu, P. T., Setiyawati, M. E., Arbitera, C., &
bahu, siku, tangan/pergelangan tangan, pinggul, lutut, Amrullah, A. A. (n.d.). Hubungan Faktor
dan pergelangan kaki/ kaki. intervensi terhadap Individu dan Faktor Pekerjaan terhadap Keluhan
kualitas hidup sambil mengontrol jenis kelamin, status Musculoskeletal Disorders pada Pegawai
perkawinan, spesialisasi bedah, usia. dan BMI. Relationship of Individual and Occupational
Latihan korektif mempunyai pengaruh yang signifikan Factors to Complaints of Musculoskeletal
kesehatan fisik (p = 0,001), kesehatan psikologis (p = Disorders among Employees. 2020, 11, 449–
0,02), hubungan sosial (p = 0,04) dan subskala kualitas 456.
hidup (Tahermanesh, Maleki, & Mog, 2023).
pada pasien dengan parkison disease dapat Mardiani, M., Maksuk, Husni, Widia Lestari, & Aishath
meningkatkan kemampuan kognitif seperti fungsi Hamid. (2022). "The Influence of Workplace
eksekutif, kemampuan visuospasia dan jarak kaki Stretching Exercise on Nurse's Musculoskeletal
kedepan saat berjalan serta mengurangi tingkat insiden Complaints at Health Services in Bengkulu,
resiko jatuh (Pelosin, et al., 2022) Indonesia." International Journal of Advanced
Health Science and Technology, 2(6), 371-376.
Kesimpulan DOI: [Link]
Berdasarkan hasil analsis studi literatur menunjukkan Aanesen, F., Grotle, M., Rysstad, T. L., Tveter, A. T.,
bahwa berbagai jenis intervensi fisik, mulai dari Tingulstad, A., Oiestad, B. E., & K Storheim.
latihan peregangan hingga latihan korektif, dapat (2022). Effectiveness of adding motivational
memberikan manfaat yang signifikan dalam interviewing or a stratified vocational advice
mengurangi gangguan muskuloskeletal dan intervention to usual case management on return
meningkatkan kualitas hidup pada berbagai kelompok to work for people with musculoskeletal
pekerja. Selain itu juga memberikan informasi tentang disorders: the MI-NAV randomised controlled
berbagai intervensi fisik yang bertujuan untuk trial. Aanesen F, Grotle M, Rysstad TL, et al.
mengurangi gangguan muskuloskeletal pada berbagai
Occup Environ Med, 42-50.
populasi, termasuk pekerja kantor, asisten perawat, Gasibat, Q., Bin Simbak, N., & Abd Aziz, A. (2017).
dan residen bedah. Dengan demikian hasil ini
Stretching Exercises to Prevent Workrelated
menunjukan bahwa latihan peregangan atau strtching Musculoskeletal Disorders – A Review Article.
exercise memiliki peran yang penting dalam American Journal of Sports Science and
mengurangi gejalah musculoskeletal disorder dan Medicine, 5(2), 27–37.
meningkatkan kesehatan fisik serta kualitas hidup [Link]
pada berbagi kelompok populas Faujiyah, F. (2020). Studi prevalensi keluhan
muskuloskeletal pada petani indonesia.
Saran Technical Education Development Center,
Adapun saran dan rekomendasi dari pembahasan ini 14(2), 113–119.
bahwa latihan peregangan dapat di terapkan pada Li, X., et al. (2021). The effectiveness of workplace
pekerja yang bekerja di rumah sakit, buru pabrik, stretching exercise programmes on
perkantoran dan lain lain agar dapat mengurangi musculoskeletal complaints: a systematic
masalah gangguan muskulokeletal. review and meta-analysis. Occupational and
Diharapkan agar terapis fisik dan terapis okupasi Environmental Medicine, 78(3), 176-183.
menggunakan latihan olahraga untuk pengobatan Raee Saeed Alqhtani, H. A. (2023). Effects of Whole-
jangka panjang ketimbang hanya modifikasi Body Stretching Exercise during Lunch Break
ergonomis. Disarankan agar penelitian di masa depan for Reducing Musculoskeletal Pain and Physical
harus menguji protokol terapi nonfarmako stretching Exertion among Healthcare Professionals.
exercise di kombinasikan dengan hipnotis lima jari Medicina 2023, 59, 910.
atau stretching exercise di kombinasikan dengan terapi [Link]
imajinasi terbimbing [Link] 100-
115.
Tahermanesh, K., Maleki, M., & Mog, F. R. (2023).
Effects of Corrective Exercises on Work-
Related Musculoskeletal Disorders and Quality
of Life in Surgical Residents: A Pilot, Quasi-
Experimental Study.
Roberta F. C. Moreira, C. S. (2019). Effects of a
workplace exercise program on physical
Daftar Pustaka capacity and lower back symptoms in hospital
nursing assistants: a randomized controlled trial.
Salsabila , Q. R., & Wartono, M. (2020). Hubungan International Archives of Occupational and
sikap tubuh saat bekerja dengan keluhan Environmental Health (2021) 94:275–284
muskuloskeletal akibat kerja pada karyawan. [Link]
Vol 17 No 1/2024| 96
275-284. Stretching With Strengthening Exercises in
Salsabila , Q. R., & Wartono, M. (2020). Hubungan Patients With Patellofemoral Pain Who Have
sikap tubuh saat bekerja dengan keluhan Inflexible Hamstrings: A Randomized
muskuloskeletal akibat kerja pada karyawan. Controlled Trial. SPORTS HEALTH Vol 13
Jurnal Biomedika dan Kesehatan Vol. 3 No. 4 no.1, 49-56.
Desember 2020, 169-175. Bret , J. J., & Gorce, P. (2023). Prevalence of Body Area
Utami, U., Karimuna, S. R., & Ju, N. (2017). Work-Related Musculoskeletal Disorders
HUBUNGAN LAMA KERJA, SIKAP KERJA among Healthcare Professionals: A Systematic
DAN BEBAN KERJA DENGAN Review. International Journal of
MUSKULOSKELETAL DISORDERS Environmental Research and Public Health, 10-
(MSDs) PADA PETANI PADI DI DESA 26.
AHUHU KECAMATAN MELUHU Jatmika , L., Fachrin , S., & Sididi, M. (2022). FAKTOR
KABUPATEN KONAWE. JURNAL ILMIAH YANG BERHUBUNGAN DENGAN
MAHASISWA KESEHATAN MASYARAKAT KELUHAN MSDS PADA PEKERJA BURUH
VOL. 2/NO.6/Mei 2017; ISSN 2502-731X. DI PELABUHAN YOS SUDARSO TUAL.
Heidari , M., Borujeni, M. G., rezaei, P., & Byaneh, S. Window of Public Health Journal, Vol. 3 No. 3,
K. (2019). Work-Related Musculoskeletal 563-574.
Disorders and Their Associated Factors in Kim, S., et al. (2022). Integrating stretching exercises into
Nurses: A Cross-Sectional Study in Iran. workplace health and safety programs: Effects
Malays J Med Sci. Mar–Apr 2019; 26(2): on employee well-being and productivity.
[Link] © Penerbit Universiti Journal of Occupational Rehabilitation, 32(4),
Sains Malaysia, 2019, 122-130. 589-601.
Pratiwi, A. P., Diah, T., Bausad, A. A., Allo , A. A.,
Mustakim, M., Muhlisa, N., . . . Ratnaningsih, Tunang , I. P., & Utama, W. T. (2022). Gangguan
M. (2019). Masalah KesehatanMasyarakat: Muskuloskeletal Akibat Kerja: Epidemiologi,
Pekerja dan Remaja Putri. Ponorogo: Uwais Faktor Risiko, Gejala Klinis, Tatalaksana dan
Inspirasi Indonesia. Pencegahan. Agromedicine | Volume 9 | Nomor
Maksuk. (2021). Cara Mudah Menilai Resiko 2, 109-115.
Kesehatan Pada Penenun Ruangan Kamar Hijami L. , A. N., & Kurniawidjaja, M. (2022). FAKTOR
Bedah. Kediri: Lebaga Chakra Brahmanda RISIKO GANGGUAN OTOT DAN TULANG
Lentera . RANGKA AKIBAT KERJA PADA PEKERJA
Mikkonen, P., Heikkala, E., Paananen, M., Remes, J., PERKANTORAN : A SYSTEMATIC
Taimela, S., Auvinen, J., & Karppinen, J. REVIEW. Jurnal Kesehatan Masyarakat
(2020). The Effect of Workplace Physical Volume 6, Nomor 1, 251-266.([Link].).
Activity Intervention on Musculoskeletal Pain
and Physical Performance: A Randomized
Controlled Study. Journal of Occupational and
Environmental Medicine, 62(9), e546-e551.
doi: 10.1097/JOM.0000000000001915
Zohreh Yaghoubitajani, M. G. (2022). Corrective
exercises administered online vs at the
workplace for pain and function in the office
workers with upper crossed syndrome:
randomized controlled trial. International
Archives of Occupational and Environmental
Health (2022) 95:1703–1718 [Link]
10.1007/s00420-022-01859-3.
Hartvigsen, J., Hancock, M. J., Kongsted, A., et al.
(2021). What low back pain is and why we need
to pay attention. The Lancet, 398(10389), 78-
92. doi:10.1016/S0140-6736(21)01392-0.
Vol 17 No 1/2024| 97