0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
12 tayangan9 halaman

Perdes RKPDes 2024

Peraturan Desa Kajoran Nomor 2 Tahun 2023 menetapkan Rencana Kerja Pemerintah Desa untuk tahun 2024, sebagai penjabaran dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJM Desa). Proses penyusunan RKP Desa melibatkan tim penyusun, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), dan masyarakat melalui musyawarah desa. Peraturan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat desa melalui pembangunan yang terencana dan partisipatif.

Diunggah oleh

kajoran pemdes
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
12 tayangan9 halaman

Perdes RKPDes 2024

Peraturan Desa Kajoran Nomor 2 Tahun 2023 menetapkan Rencana Kerja Pemerintah Desa untuk tahun 2024, sebagai penjabaran dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJM Desa). Proses penyusunan RKP Desa melibatkan tim penyusun, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), dan masyarakat melalui musyawarah desa. Peraturan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat desa melalui pembangunan yang terencana dan partisipatif.

Diunggah oleh

kajoran pemdes
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PERATURAN DESA KAJORAN

NOMOR 2 TAHUN 2023

TENTANG
RENCANA KERJA PEMERINTAH DESA
TAHUN 2024

DESA KAJORAN
KECAMATAN KARANGGAYAM KABUPATEN KEBUMEN
TAHUN 2023
KEPALA DESA KAJORAN
KECAMATAN KARANGGAYAM
KABUPATEN KEBUMEN

PERATURAN DESA KAJORAN


NOMOR 2 TAHUN 2023
TENTANG
RENCANA KERJA PEMERINTAH DESA TAHUN 2024
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

KEPALA DESA KAJORAN,


Menimbang : a Bahwa sesuai dengan ketentuan Pasal 4 Peraturan Menteri
Dalam Negeri Nomor 114 Tahun 2014 tentang Pedoman
Pembangunan Desa, bahwa Perencanaan Pembangunan
Desa disusun secara berjangka meliputi Rencana
Pembangunan Tahunan Desa atau yang disebut Rencana
Kerja Pemerintah Desa, merupakan penjabaran dari RPJM
Desa untuk jangka waktu 1 (satu) tahun;
b. Bahwa sesuai dengan ketentuan Pasal 22 Peraturan Menteri
Desa PDTT Nomor 22 Tahun 2020 tentang Pedoman
Perencanaan Pembangunan Desa, bahwa ketentuan
mengenai RPJM Desa dan RKP Desa sebagaimana dimaksud
padaayat (1), ditetapkan dengan Peraturan Desa;
c. bahwa Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKP Desa)
dilakukan oleh tim penyusun RKP Desa, dibahas dan
disepakati secara resmi oleh Badan Permusyawaratan
Desa (BPD) melalui Musyawarah Desa Pembahasan dan
Penetapan RKP Desa;
d. Bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud
diatas perlu menetapkan Peraturan Desa tentang Rencana
Kerja Pemerintah Desa Kajoran Kecamatan Pejagoan
Kabupaten Kebumen Tahun Anggaran 2023;
Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem
Perencanaan Pembangunan Nasional;
2. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang
Pembentukan Peraturan Perundang-undangan
sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor
13 Tahun 2022 tentang Perubahan Kedua atas Undang-
Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan
Peraturan Perundang-undangan;
3. Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa
sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor
11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja;
4. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang
Pemerintahan Daerah sebagaimana telah diubah beberapa
kali, terakhir dengan Undang-Undang Nomor 11 Tahun
2020 tentang Cipta Kerja;
5. Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2020 tentang Penetapan
Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1
Tahun 2020 tentang Kebijakan Keuangan Negara dan
Stabilitas Sistem Keuangan Untuk Penanganan Pandemi
Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) dan/atau Dalam
Rangka Menghadapi Ancaman yang Membahayakan
Perekonomian dan/atau Stabilitas Sistem Keuangan
Menjadi Undang-Undang;
6. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan
Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah
Daerah;
7. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang
Tahapan Tata Cara Penyusunan Pengendalian dan Evaluasi
Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah;
8. Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 2014 tentang
Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 6 Tahun
2014 tentang Desa sebagaimana telah diubah beberapa
kali, terakhir dengan Peraturan Pemerintah Nomor 11
Tahun 2019 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan
Pemerintah Nomor 43 Tahun 2014 tentang Peraturan
Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014
tentang Desa;
9. Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2014 tentang Dana
Desa yang Bersumber dari Anggaran Pendapatan belanja
Negara sebagaimana telah diubah beberapa kali, terakhir
dengan Peraturan pemerintah Nomor 8 Tahun 2016
tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Pemerintah
Dengan Kesepakatan Bersama
BADAN PERMUSYAWARATAN DESA
dan
KEPALA DESA KAJORAN
MEMUTUSKAN :

Menetapkan : PERATURAN DESA TENTANG RENCANA KERJA PEMERINTAH DESA


TAHUN 2024

BAB I
KETENTUAN UMUM

Pasal 1

Dalam Peraturan Desa ini yang dimaksud :


1. Desa adalah Desa Kajoran.
2. Pemerintah Desa adalah penyelenggaraan urusan Pemerintahan dan
kepentingan masyarakat setempat dalam sistem pemerintahan Negara
Kesatuan Republik Indonesia.
3. Pemerintahan Desa adalah Kepala Desa atau yang disebut dengan nama lain
dibantu Perangkat Desa sebagai unsur penyelenggara Pemerintahan Desa.
4. Badan Permusyawaratan Desa adalah yang selanjutnya disebut BPD adalah
lembaga yang melaksanakan fungsi pemerintahan yang anggotanya
merupakan wakil dari penduduk Desa berdasarkan keterwakilan wilayah dan
ditetapkan secara demokratis.
5. Pemerintah adalah Pemerintah Pusat.
6. Daerah adalah Kabupaten Kebumen.
7. Pemerintah Daerah adalah Pemerintah Kabupaten Kebumen.
8. Bupati adalah Bupati Kebumen.
9. Kecamatan adalah Wilayah Kerja Camat sebagai Perangkat Daerah.
10. Peraturan Desa adalah peraturan perundang-undangan yang ditetapkan oleh
Kepala Desa setelah dibahas dan disepakati bersama Badan
Permusyawaratan Desa.
11. SDGs Desa adalah upaya terpadu Pembangunan Desa untuk percepatan
pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan.
12. Pendataan Desa adalah proses penggalian, pengumpulan, pencatatan,
verifikasi dan validasi data SDGs Desa, yang memuat data objektif
kewilayahan dan kewargaan Desa berupa aset dan potensi aset Desa yang
dapat didayagunakan untuk pencapaian tujuan Pembangunan Desa,
masalah ekonomi, sosial, dan budaya yang dapat digunakan sebagai bahan
rekomendasi penyusunan program dan kegiatan Pembangunan Desa, serta
data dan informasi terkait lainnya yang menggambarkan kondisi objektif
Desa dan masyarakat Desa.
13. Sistem Informasi Desa adalah sistem pengolahan data kewilayahan dan data
kewargaan di Desa yang disediakan Kementerian Desa, Pembangunan
Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi serta dilakukan secara terpadu dengan
mendayagunakan fasilitas perangkat lunak dan perangkat keras, jaringan,
dan sumber daya manusia untuk disajikan menjadi informasi yang berguna
dalam peningkatan efektivitas dan efisiensi pelayanan publik serta dasar
perumusan kebijakan strategis Pembangunan Desa.
14. Peta Jalan SDGs Desa adalah dokumen rencana yang memuat kebijakan
strategis dan tahapan pencapaian SDGs Desa sampai dengan tahun 2030.
15. Keuangan Desa adalah semua hak dan kewajiban Desa yang dapat dinilai
dengan uang serta segala sesuatu berupa uang dan barang yang
berhubungan dengan pelaksanaan hak dan kewajiban Desa.
16. Aset Desa adalah barang milik Desa yang berasal dari kekayaan asli Desa,
dibeli atau diperoleh atas beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa
atau perolehan hak lainnya yang sah.
17. Pembangunan Desa adalah upaya peningkatan kualitas hidup dan
kehidupan untuk sebesar-besarnya kesejahteraan masyarakat Desa.
18. Kawasan Perdesaan adalah kawasan yang mempunyai kegiatan utama
pertanian, termasuk pengelolaan sumber daya alam dengan susunan fungsi
kawasan sebagai tempat permukiman perdesaan, pelayanan jasa
pemerintahan, pelayanan sosial, dan kegiatan ekonomi.
19. Pemberdayaan Masyarakat Desa adalah upaya mengembangkan
kemandirian dan kesejahteraan masyarakat dengan meningkatkan
pengetahuan, sikap, keterampilan, perilaku, kemampuan, kesadaran, serta
memanfaatkan sumber daya melalui penetapan kebijakan, program,
kegiatan, dan pendampingan yang sesuai dengan esensi masalah dan
prioritas kebutuhan masyarakat Desa.
20. Musyawarah Desa atau yang disebut dengan nama lain adalah musyawarah
antara Badan Permusyawaratan Desa, Pemerintah Desa, dan unsur
masyarakat yang diselenggarakan oleh Badan Permusyawaratan Desa untuk
menyepakati hal yang bersifat strategis.
21. Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa dan selanjutnya disingkat
Musrenbang Desa adalah forum musyawarah tahunan yang dilaksanakan
secara partisipatif oleh para pemangku kepentingan desa dan kelurahan
(pihak berkepentingan untuk mengatasi permasalahan dan pihak yang akan
terkena dampak hasil musyawarah).
22. Musyawarah Perencanaan Pembangunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah
Kabupaten di Kecamatan yang selanjutnya disingkat Musrenbang RKPD
Kabupaten di Kecamatan adalah forum musyawarah stakeholders Tingkat
Kecamatan untuk mendapatkan masukan prioritas kegiatan dari Desa serta
menyepakati kegiatan lintas Desa di wilayah Kecamatan tersebut, sebagai
dasar penyusunan Rencana Kerja Satuan Kerja Perangkat Daerah
Kabupaten.
23. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa yang selanjutnya disingkat
(RPJM Desa) adalah Rencana Kegiatan Pembangunan Desa untuk jangka
waktu 6 (enam) tahun yang memuat visi dan misi Kepala Desa, rencana
penyelenggaraan pemerintahan Desa, pelaksanaan pembangunan Desa,
pembinaan kemasyarakatan, pemberdayaan masyarakat dan arah kebijakan
pembangunan Desa;
24. Rencana Kerja Pemerintah Desa yang selanjutnya disebut RKP Desa
merupakan penjabaran dari RPJM Desa untuk jangka waktu 1 (satu) tahun
yang memuat rencana penyelenggaraan Pemerintahan Desa, pelaksanaan
pembangunan, pembinaan kemasyarakatan, dan pemberdayaan masyarakat
Desa.
25. Kondisi Obyektif Desa adalah kondisi yang menggambarkan situasi yang ada
di Desa, baik mengenai sumber daya manusia, sumber daya alam, maupun
sumber daya lainnya, serta dengan mempertimbangkan, antara lain,
keadilan gender, pelindungan terhadap anak, pemberdayaan keluarga,
keadilan bagi masyarakat miskin, warga disabilitas dan marginal, pelestarian
lingkungan hidup, pendayagunaan teknologi tepat guna dan sumber daya
lokal, pengarusutamaan perdamaian, serta kearifan lokal.
26. Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa yang selanjutnya disingkat APBDesa
adalah rencana keuangan tahunan Pemerintahan Desa, yang dibahas dan
disepakati bersama oleh Pemerintah Desa dan Badan Permusyawaratan
Desa, yang ditetapkan dengan Peraturan Desa.
27. Dana Desa adalah dana yang bersumber dari anggaran pendapatan dan
belanja negara yang diperuntukkan bagi Desa yang ditransfer melalui
anggaran pendapatan dan belanja daerah kabupaten/kota dan digunakan
untuk membiayai penyelenggaraan pemerintahan, pelaksanaan
pembangunan, pembinaan kemasyarakatan, dan pemberdayaan
masyarakat.
28. Alokasi Dana Desa, selanjutnya disingkat ADD, adalah dana perimbangan
yang diterima kabupaten/kota dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja
Daerah kabupaten/kota setelah dikurangi Dana Alokasi Khusus.
29. Badan Usaha Milik Desa, yang selanjutnya disebut BUM Desa, adalah badan
hukum yang didirikan oleh Desa dan/atau bersama Desa-Desa guna
mengelola usaha, memanfaatkan aset, mengembangkan investasi dan
produktivitas, menyediakan jasa pelayanan, dan/atau menyediakan jenis
usaha lainnya untuk sebesarbesarnya kesejahteraan masyarakat Desa.
30. Pihak Ketiga adalah lembaga swadaya masyarakat, perguruan tinggi,
organisasi kemasyarakatan, atau perusahaan, yang sumber keuangan dan
kegiatannya tidak berasal dari anggaran pendapatan dan belanja negara,
anggaran pendapatan dan belanja daerah provinsi, anggaran pendapatan
dan belanja daerah kabupaten/kota, dan/atau APB Desa.
31. Pelaksana Kegiatan adalah pelaksana kegiatan Pembangunan Desa dan
Pemberdayaan Masyarakat Desa, terdiri dari unsur perangkat Desa,
Lembaga Kemasyarakatan Desa, dan unsur masyarakat.
32. Pendampingan Desa adalah upaya meningkatkan kapasitas, efektivitas, dan
akuntabilitas pemerintahan Desa, Pembangunan Desa, Pemberdayaan
Masyarakat Desa, pembentukan dan pengembangan badan usaha milik
Desa dan/atau badan usaha milik Desa bersama, peningkatan sinergitas
program dan kegiatan Desa, dan kerja sama Desa untuk mendukung
pencapaian SDGs Desa.
33. Kader Pemberdayaan Masyarakat Desa adalah anggota masyarakat Desa
yang memiliki prakarsa dan/atau yang dipilih oleh Desa untuk
menumbuhkan, mengembangkan, dan menggerakkan prakarsa, partisipasi,
swadaya, dan gotong royong di kalangan masyarakat Desa.
34. Profil Desa adalah gambaran menyeluruh mengenai karakter desa yang
meliputi data dasar keluarga, potensi sumber daya alam, sumberdaya
manusia, kelembagaan, prasarana dan sarana, serta perkembangan
kemajuan dan permasalahan yang dihadapi di desa.
35. Visi adalah Gambaran tentang Kondisi Ideal Desa yang diinginkan.
36. Misi adalah pernyataan tentang sesuatu yang harus dilaksanakan sehingga
Visi dapat terwujud secara efektif dan efisien.

BAB II
TATA CARA PENYUSUNAN DAN PENETAPAN RKP DESA

Pasal 2

1. Rencana RKP Desa dapat disusun oleh Pemerintahan Desa dengan


membentuk Tim Penyusun RKP Desa berdasarkan Keputusan Kepala Desa;
2. Dalam menyusun rancangan. RKP-Desa, Tim Penyususn RKP Desa harus
memperhatikan dengan sungguh-sungguh aspirasi yang berkembang di
masyarakat yang diwadahi oleh Lembaga Kemasyarakatan Desa;
3. Rancangan RKP Desa yang berasal dari Tim Penyusunan RKP Desa
disampaikan pada Kepala Desa untuk selanjutnya disampaikan pada BPD
untuk dibahas dan disepakati dalam musyawarah desa penyusunan RKP
Desa
4. Setelah membahas dan menyepakati rancangan RKP Desa, dalam
Musyawarah Desa penyusunan RKP Desa, maka Kepala Desa
mengeluarkan Peraturan Desa tentang RKP Desa dalam bentuk Dokumen
RKP Desa;
5. BPD menyelenggarakan musyawarah DesaPenyusunan RKP Desa yang
dihadiri oleh BPD dan Pemerintah Desa serta Unsur Masyarakat;
6. Setelah dibahas dan disepakati makaKepala Desa maka menetapkan RKP
Desa dalam peraturan desa serta memerintahkan Sekretaris Desauntuk
mengundangkan dalam Lembaran Desa

BAB III
MEKANISME PENGAMBILAN KEPUTUSAN PENETAPAN
RKP DESA TAHUN 2023

Pasal 3

1. BPD, Pemerintah Desa dan unsur masyarakat wajib mengembangkan nilai-


nilai demokrasi dalam membahas dan menyepakati Musyawarah Desa
Penyusunan RKP Desa dalam mengambil keputusan;
2. Mekanisme pengambilan keputusan dalam Musyawarah Desa Penyusunan
RKP Desa berdasarkan musyawarah dan mufakat.

BAB IV
VISI DAN MISI

Pasal 4
Visi :
Terwujudnya Desa yang sehat, aman, nyaman, serta pemerintahan yang terbuka
transparan dan akuntabel, pelayanan yang maksimal, sarana dan prasarana yang
memadai, kehidupan masyarakat yang layak, sejahtera, berdaulat dan
bermartabat.

Pasal 5

Misi :
1. Mewujudkan Keamanan Dan Ketertiban Lingkungan Desa.
2. Meningkatkan Kesehatan Masyarakat bekerjasama dengan Program Dinas
Kesehatan Serta Mengusahakan Jaminan Masyarakat Melalui Program
Kesehatan.
3. Mewujudkan dan Meningkatkan Tata Kelola Pemerintahan Desa yang lebih
baik amanah dan transparan dan akuntabel.
4. Memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat.
5. Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Desa dengan mewujudkan dan
meningkatkan usaha kecil dan menengah melalui badan usaha Milik Desa dan
Program lain Untuk membuka lapangan kerja bagi masyarakat desa.
6. Meningkatkan Sarana dan Prasana infrastruktur desa, untuk menunjang sektor
ekonomi, Pendidikan, Kesehatan, Olahraga, dan Kebudayaan.
7. Meningkatkan Kehidupan yang harmonis, toleran, saling menghormati dalam
kehidupan berbudaya dan beragama dengan tetap menjunjung tinggi adat
istiadat desa.
8. Mengedepankan musyawarah dan gotong royong dalam kehidupan sehari hari
baik dalam pemerintahan maupun dengan masyarakat desa.

BAB V
STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN

Pasal 6

Strategi Pembangunan Desa :


1. Meningkatkan kwalitas dan kwantitas pemerintahan desa dan BPD.
2. Meningkatkan pembangunan desa dengan memenuhi kebutuhan dasar
masyarakat desa
3. Melaksanakan program pemberdayaan masyarakat Desa.
4. Meningkatkan partisipasi masyarakat didalam pembangunan desa agar desa
menjadi berkembang dan mandiri;
5. Terciptanya lingkungan yang berkualitas, sehat dan lestari
6. Terwujudnya pelayanan masyarakat yang prima didasarkan pada
pemerintahan yang baik, bersih dan berwibawa.

Pasal 7

Arah Kebijakan Keuangan Desa :


1. Meningkatkan daya dukung terhadap peningkatan pendapatan masyarakat
2. Tersedianya sarana dan prasarana kebutuhan dasar masyarakat
3. Terlaksananya program-program yang melibatkan partisipasi masyarakat
4. Terwujudnya perubahan desa menuju sejahtera dan mandiri dengan
meningkatkan pemberdayaan masyarakat desa;
5. Terwujudnya kualitas pemerintahan desa dan BPD dalam melaksanakan
penyelenggaraan pembangunan di desa.

Pasal 8

Arah Kebijakan Pembangunan Desa :


1. Belanja Kepala desa dan perangkat desa;
2. Intensif RT dan RW;
3. Operasional Lembaga kemasyarakatan Desa;
4. Tunjangan operasional BPD;
5. Program operasional Pemerintahan Desa;
6. Program Pelayanan Dasar;
7. Program pelayanan dasar infrastruktur;
8. Program kebutuhan primer pangan;
9. Program pelayanan dasar pendidikan;
10. Program pelayanan kesehatan;
11. Program kebutuhan primer Sandang;
12. Program Penyelenggaraan Pemerintahan Desa;
13. Program Ekonomi produktif;
14. Program peningkatan kapasitas sumberdaya aparatur desa;
15. Program penunjang peringatan hari-hari besar;
16. Program dana bergulir.
17. Belanja Tak Terduga
BAB VI
KETENTUAN PENUTUP

Pasal 9

Hal-hal lain yang belum cukup diatur dalam Peraturan Desa tentang RKPDesa ini
akan diatur dalam Peraturan Kepala Desa dan Keputusan Kepala Desa.

Pasal 10

Peraturan Desa tentang RKPDesa ini mulai berlaku pada saat diundangkan.
Agar setiap orang dapat mengetahuinya, memerintahkan pengundangan
peraturan Desa ini dengan menempatkan dalam lembaran Desa .

Ditetapkan di : Kajoran
Pada tanggal : 07 September
2023
KEPALA DESA KAJORAN

ARIYANTO

Ditetapkan di : Kajoran
Pada tanggal : 07 September 2023
SEKRETARIS DESA

SURATMAN
LEMBARAN DESA KAJORAN TAHUN 2023 NOMOR 2.

Anda mungkin juga menyukai