0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
6 tayangan10 halaman

Inovasi Pemerintah Kota Batu Dalam Pengembangan Sektor Pariwisata Di Masa Pandemi Covid 19

Dokumen ini membahas dampak pandemi Covid-19 terhadap sektor pariwisata di Kota Batu dan kebijakan pemerintah untuk pemulihan sektor tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif untuk mengeksplorasi inovasi dan peran stakeholder dalam mengembangkan pariwisata di tengah tantangan pandemi. Hasil penelitian menunjukkan pentingnya adaptasi terhadap kebiasaan baru dan penerapan protokol kesehatan untuk mendukung pemulihan ekonomi pariwisata.

Diunggah oleh

larumdwi867
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
6 tayangan10 halaman

Inovasi Pemerintah Kota Batu Dalam Pengembangan Sektor Pariwisata Di Masa Pandemi Covid 19

Dokumen ini membahas dampak pandemi Covid-19 terhadap sektor pariwisata di Kota Batu dan kebijakan pemerintah untuk pemulihan sektor tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif untuk mengeksplorasi inovasi dan peran stakeholder dalam mengembangkan pariwisata di tengah tantangan pandemi. Hasil penelitian menunjukkan pentingnya adaptasi terhadap kebiasaan baru dan penerapan protokol kesehatan untuk mendukung pemulihan ekonomi pariwisata.

Diunggah oleh

larumdwi867
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Inovasi Pemerintah Kota Batu Dalam Pengembangan

Sektor Pariwisata di Masa Pandemi Covid 19

Rika Ayu Purnama Sari1, Muhammad Salim2, Nenty Maurina Melia


Gessy3
123
Fakultas Ilmu Sosial dan Politik,ProdiIlmu Pemerintahan
Universitas Muhammadiyah Malang
e-mail : 1 rikaaayupurnamasari67@[Link],
2
salimmuhammad219@[Link], 3maurinameliagessy@[Link].

Abstrak

Covid-19 sudah ditetapkan sebagai pandemi oleh WHO. Tak terkecuali, di Indonesia virus
ini juga sudah mewabah dan telah merubah tatanan kehidupan masyarakat. Dampak
yang disebabkan oleh penyebaran Covid-19 ini juga melibatkan beberapa aspek
diantaranya yakni aspek ekonomi, sosial, budaya, pariwisata dan lain sebagainya.
Adapun kebiasaan baru yang harus diikuti oleh masyarakat yakni New Normal guma
mencegah penyebaran virus Covid-19. Dampak yang paling terasa berat di Kota Batu
sendiri yakni dampak dari segi perekonomian pariwisata dimana Kota Batu
mengandalkan dan bertumpu pada perekonomian dalam sektor pariwisata. Penelitian ini
bertujuan untuk melihat bagaimana kebijakan-kebijakan pemerintah dalam
pengoptimalisasian pemulihan pariwisatanya, serta melihat bagaimana peran
stakeholder dan pemerintah dalam membangkitkan pariwisata di Kota Batu. Metodologi
yang digunakan yakni menggunakan metode kualitatif deskriptif.
Kata Kunci: Pariwisata, pemulihan, covid-19

Batu City Government Innovation in the Development of the


Tourism Sector during the Covid Pandemic 19

Abstract

Covid-19 has been declared a pandemic by WHO. No exception, in Indonesia this virus
has also become epidemic and has changed the fabric of people's lives. The impact
caused by the spread of Covid-19 also involves several aspects including economic,
social, cultural, tourism and so on. There are new habits that must be followed by the
community, namely New Normal to prevent the spread of the Covid-19 virus. The most
severe impact in Batu City itself is the impact from the perspective of the tourism
economy where Batu City relies and relies on the economy in the tourism sector. This
study aims to see how government policies in optimizing tourism recovery, as well as
seeing how the roles of stakeholders and government in generating tourism in Batu City.
The methodology used is using descriptive qualitative methods.
Keywords: Tourism, recovery, covid-19
1. PENDAHULUAN dengan adanya dampak dari Pandemi
Tahun 2020 lebih tepatnya pada COVID-19 bukan hanya pemerintah dan
bulan Maret, tersebarnya virus yang juga privat sector, tetapi juga termasuk
sangat cepat keseluh Indonesia. Virus ini pedagang kaki lima atau penduduk Kota
merupakan virus jenis baru yang diberi Batu yang terdampak. Masyarakat Kota
nama Corona Virus Disease 2019 atau Batu sangat bertumpu pada sekor
sering disebut dengan COVID-19. Virus pariwisata yang ada dan terus
ini berasal dari Wuhan, China. Provinsi dikembangkan, namun dengan adanya
Hubei, Tiongkok pada bulan Desember pandemi yang terjadi saat ini dirasa
2019. Kemudian Organisasi Kesehatan sangat berat untuk pemerintahan,
Dunia (WHO) menetapkan COVID-19 stakeholder, maupun masyarakat Kota
sebagai pandemi pada tanggal 11 Maret Batu itu sendiri. Pemerintah Kota Batu
[Link] ini bisa menyebar melalui terpaksa harus memberhentikan
percikan pernapasan (droplet) yang pariwisata yang ada karena tuntutan
dihasilkan dari batuk, percikan ini juga kebijakan dari pemerintah terkait
dapat dihasilkan dari bersin dan Pembatasan Sosial Berskala Besar
pernapasan normal. Maka dari itu (PSBB). Tak hanya pusat perbelanjaan,
masyarakat dihimbau untuk selalu destinasi wisata bahkan hingga UMKM
menggunakan masker, menjaga jarak disekitaran alun-alun juga merasakan
dan juga tidak berjabat tangan atau dampak yang signifikan sejak adanya
melakukan kontak fisik dengan orang pandemi Covid 19 yang telah mengubah
lain dan membatasi kegiatan diluar kondisi Kota Batu yang biasanya ramai
rumah. Pandemi Covid 19 telah wisatawan berlibur, namun keadaan saat
mengguncang perekonomian seluruh ini Kota Batu mengalami penurunan
negara di dunia yang mengakibatkan pengunjung. Perubahan sosial dan juga
angka kemiskinan, kelaparan bahkan ekonomi ini tentu dirasakan oleh
kematian semakin meningkat ,tak hanya masyarakat yang mengandalkan
itu, Covid 19 juga berpotensi perekonomiannya dalam pemanfaatan
meningkatkan limbah baik limbah medis sektor pariwisata. Kota Batu sempat
maupun nonmedis. Pemerintah menutup seluruh tempat wisata di Kota
Indonesia dalam menyikapi munculnya Batu sehingga hal ini mengakibatkan
COVID-19 sangat meyakini bahwa para investor banyak mengalami
COVID-19 tidak akan menyebar ke kerugian material/penurunan
Indonesia dan hal itulah yang membuat pendapatan. Selain itu, hal ini tentu juga
pemerintah Indonesia tetap membuka sangat berdampak pada pendapatan asli
sektor pariwisata agar mampu daerah (PAD) Kota Batu yang sebagian
meningkatkan kunjungan wisatawan besar dihasilkan dari sektor pariwisata,
asing ke Indonesia meskipun negara- terutama PAD yang didapat dari pajak
negara ASEAN yang lainnya mulai perhotelan dan tempat wisata.
menerapkan pembatasan kunjungan Berdasarkan data dari Badan Pusat
wisatawan ke negaranya (Sugianto, Statistik, jumlah kunjungan wisatawan
2020) mancanegara Februari 2020 mengalami
konstraksi hingga 30,42% dibandingkan
Pandemi Covid 19 sangat Januari 2020, dan turun 28,85%
berdampak pada sector pariwisata di dibandingkan dengan periode yang
seluruh dunia termasuk Indonesia. sama tahun [Link] untuk itu
Dampak dari virus ini mencakup dalam Pemerintah melalui Kementerian
berbagai hal mulai dari segi sosial Pariwisata dan Ekonomi Kreatif telah
maupun ekonomi. Indonesia terkenal mempersiapkan sejumlah langkah-
dengan pesona alamnya yang indah dan langkah mitigasi dalam menangani krisis
menjadiknnya sebagai destinasi pariwisata di Indonesia. Setidaknya,
pariwisata manca negara. Salah satunya terdapat tiga tahapan pengelolaan
yakni Kota Batu yang berada di provinsi mitigasi krisis pariwisata. Pertama, tahap
Jawa Timur, dimana Kota Batu tanggap darurat yang telah terlaksana
merupakan salah satu tujuan wisata sejak Maret hingga akhir Mei 2020.
unggulan yang ada di Jawa Timuk Kedua, tahap pemulihan pasca pandemi
khususnya. Sebagai kota yang bertumpu COVID-19 yang diprediksi pada semester
pada pariwisata, Kota Batu sangat kedua tahun ini mulai Juni hingga
merasakan keterpurukan dibidang Desember 2020. Ketiga, tahap
ekonomi maupun soisal budaya. Karena
normalisasi yang diprediksi dapat restoran, nelayan yang menjual hasil
terlaksana pada Januari hingga tangkapan ikannya ke hotel,Maka dari
Desember 2021. (Andriani 2020) itu para penulis ini menjelaskan apa saja
upaya-upaya yang dapat dilakukan
Pemberlakuan Pembatasan Sosial untuk pemulihan pariwisata dalam
Berskala Besar (PSBB) dimana segala upaya memulihkan perkonomian
jenis aktivitas pariwisata secara tegas masyarakat Bali agar masyarakat Bali
dilarang sebagaimana diatur dalam dapat melanjutkan kehidupan seperti
Surat Keputusan Menteri Kesehatan sediakala.
Nomor HK.01.07/MENKES/259/2020.
Keluarnya kebijakan PSBB tersebut Penelitian lainya dilakukan oleh
mengharuskan beberapa pihak terutama Kadarisman (2021) Pada penelitiannya
di sector pariwisata terpaksa harus yang berjudul ”Government public
memberhetikan seluruh kegiatan. relations dalam pengembangan
Namun dengan seiring berjalannya pariwisata masa pandemi COVID-19 di
waktu, pemerintah berusaha untuk Geopark Ciletuh” mengemukakan peran
membangun kembali perekonomian government public relations dalam
melalui sektor pariwisata dimana saat ini menyampaikan kebijakan-kebijakan
destinasi wisata di Kota Batu sudah untuk menanggulangi dan melakukan
mulai beroprasi walaupun masih belum pengembangan pariwisata Geopark
secara optimal. Namun, wisata yang Ciletuh telah dilakukan yaitu dengan
dibangkitkan lagi tetap harus memberikan informasi mengenai
menyesuaikan dengan kebijakan yang protokol kesehatan dalam kegiatan
telah ditetapkan oleh pemerintah terkait pariwisata di Geopark Ciletuh meskipun
ketentuan protokol kesehatan yang informasi yang diberikan belum merata
harus dijaga dan dipatuhi. diketahui oleh masyarakat, khususnya
masyarakat di sekitar Geopark Ciletuh.
Penelitian kali ini akan melihat Selain itu, pemerintah telah memetakan
apa saja inovasi atau upaya yang hubungan sosio-ekologi di kawasan
dilakukan oleh pemerintah dalam Geopark Ciletuh dan kebijakan
mengembangkan atau membangkitkan pembukaan tempat wisata di era new
kembali pariwisata yang telah terkena normal. Bagi pemerintah daerah yang
imbas dari Pandemi Covid 19 membawahi Geopark Ciletuh, informasi
menggunakan metode penelitian mengenai protokol kesehatan di wilayah
deskriptif kualitatif dan sumber data Ciletuh perlu disosialisasikan kepada
berasal dari data primer dan skunder seluruh stakeholder. Penyebaran
serta Teknik pengumpulan data yang informasinya bisa dibagi kepada 8
dilakukan oleh peneliti adalah observasi stakeholder kecamatan dan komunitas-
dan wawancara pihak terkait Penelitian komunitas setempat. Sehingga,
deskriptif kualitatif ini menggambarkan informasi mengenai protokol kesehatan
keadaan yang sebenarnaya terjadi pada di wilayah wisata Ciletuh bisa diterapkan
saat penelitian. Selain itu peneliti juga secara maksimal, sebagai upaya
melakukan studi literatur. Teori yang mencegah persebaran virus COVID-19.
digunakan pada penelitian ini adalah
teori Inovasi menurut Luecke Penelitian lainnya dilakukan oleh
(2003:2),Zimmerer dan Hardvard’s Unggul, Arjuna, No, Jeruk, & Barat (2019)
Theodore Levit yang mengatakan bahwa Pada penelitiannya yang berjudul
Inovasi adalah melakukan suatu hal “Perkembangan dan Dampak Pariwisata
yang baru dan kreatif. di Indonesia Masa Pandemi Covid19”
mengemukakan bahwa pemerintah telah
Melalui penelitian terdahulu yakni memberikan kebijakan khusus dalam
yang dilakukan oleh Sutrisnawati, Gusti, rangka meningkatkan sektor pariwisata,
Nyoman, & Ardiasa (2020) yang berjudul dan berbagai daerah destinasi wisata
“UPAYA PEMULIHAN SEKTOR juga telah menerapkan strategi dan
PARIWISATA DI TENGAH PANDEMI COVID program yang mampu beradaptasi
19” mengemukakan bahwa Ambruknya dengan kondisi yang disebut era new
sektor pariwisata di Bali menyebabkan normal, serta terdapat perubahan
merosotnya perekonomian Bali disektor perilaku wisatawan. Oleh karena itu
pariwisata, para petani yang memasok dapat digambarkan model pariwisata di
hasil pertaniannya ke hotel maupun
era new normal ini yaitu, tourism program pembangunan strategis di
behavior. bidang pariwisata.
Penelitian lainya dilakukan oleh Dampak yang ditimbulkan dari
Maharani & Mahalika, (2020) Pada pandemi Covid-19 khususnya pada
penelitiannya yang berjudul “NEW sektor pariwisata membuat kunjungan
NORMAL TOURISM SEBAGAI PENDUKUNG turis menjadi berkurang drastis,
KETAHANAN EKONOMI NASIONAL PADA keuangan untuk konservasi, tenaga
MASA PANDEMI” mengemukakan bahwa kerja, barang dan layanan mengalami
Perubahan yang signifikan pada tatanan defisit dan memaksa bisnis pariwisata
negara akibat munculnya pandemi harus mencari strategi dalam menangani
Coronavirus (Covid-19) memberikan efek hal tersebut. Penelitian yang dilakukan
besar pada kebiasaan dan perilaku Spenceley et al., (2021) memiliki strategi
negara, termasuk dalam sektor ekonomi, dalam menghadapi tantangan pada
maka dari itu Indonesia perlu sektor pariwisata di masa pandemi ialah
meningkatkan upaya melalui terobosan dengan merencanakan jenis pariwisata
ekonomi dan industri kreatif. Dengan yang sedikit eksploitatif dan berbeda
optimalisasi jaringan internet, dari sebelumnya, lebih berkelanjutan,
pengembangan digitalisasi ekonomi dan dan selaras dengan kebutuhan
tren pariwisata normal baru dapat masyarakat yakni memanfaatkan wisata
menjadi jembatan penghubung dalam alam. Pariwisata akan tetap menjadi
sektor pariwisata nasional. Pariwisata kegiatan ekonomi yang mendukung
yang berbasis partisipasi masyarakat konservasi alam dengan tetap
dan pemanfaatan sumber daya domestik mempertahankan pengelolaan kawasan
sebagai lokasi wisata juga akan lindung. Dengan begitu, prinsip-prinsip
mendukung ketahanan ekonomi nasional pembangunan berkelanjutan akan tetap
yang proaktif terhadap elemen memperhatikan keseimbangan alam
masyarakat. Oleh karena itu, adaptasi dengan inklusivitas dan integrasi yang
kebiasaan pariwisata normal baru perlu lebih baik.
didukung dengan penerapan regulasi
dan penegakan hukum yang tegas, Terdapat banyak cara dan inovasi
pengembangan pariwisata digital, dalam menghadapi suatu permasalahan
mengenalkan tren pariwisata baru dan dalam pengembangan pariwisata, salah
kolaborasi antar stakeholder guna satunya ialah dengan memanfaatkan
mempercepat normalisasi perekonomian teknologi dalam pelaksanaannya. Hal ini
Indonesia akibat dampak dari pandemi selaras dengan penelitian yang
Covid-19. dilakukan oleh Ivan (2020) yang
menjelaskan bahwa inovasi digital
Masa pandemi Covid-19 berarti membuat perubahan cepat
membuat pemerintah di seluruh dunia dengan menggunakan teknologi digital
untuk sigap dalam menangani berbagai untuk meningkatkan layanan, produk,
dampak yang ditimbulkan, termasuk dan proses dalam pelaksanaannya.
juga pada sektor pariwisata. Hal ini Dengan memahami kebutuhan
selaras dengan penelitian yang pengguna, inovasi digital dapat
dilakukan Polukhina et al., (2021) yang mempermudah kerja sama dengan klien
mengemukakan bahwa konsep dan pemangku kepentingan.
pembangunan berkelanjutan dalam Penggunaan digital dalam pelayanan
menyelesaikan masalah pengembangan juga dapat menemukan solusi baru,
pariwisata lokal terutama pada masa konsep kreatif agar memuaskan dan
pandemi sangat penting untuk dilakukan mudah digunakan. Terutama pada masa
bagi pemerintah dan stakeholder terkait. pandemi seperti ini, penggunaan
Hasil penelitian ini memaparkan teknologi akan sangat bergantung pada
pariwisata pedesaan dapat menjadi masyarakat dalam mendapatkan
salah satu sektor yang paling informasi. Hasil temuan dari penelitian
menjanjikan untuk pengembangan ini memaparkan bahwa terdapat 6 hal
pariwisata domestik dengan yang bisa didapatkan dari pemanfaatan
mementingkan keterlibatan antara tiga teknologi dalam pemberdayaan hotel di
aktor yakni pemerintah, perusahaan masa pandemi yaitu 1) Internet of
(swasta), dan komunitas lokal untuk Things (IoT); 2) Big data; 3) Artificial
memantau efektivitas pelaksanaan Intelligence (AI); 4) Augmented Reality
(AR); Recognition Technology; dan 6) Menurut Tim Penyusun Departemen
Chatbot. Pendidikan Nasional (2008:1787),
“upaya adalah usaha, akal atau ikhtiar
Penelitian selanjutnya yang untuk mencapai suatu maksud,
dilakukan oleh Shin & Kang (2020) juga memecahkan persoalan, mencari jalan
menjelaskan bahwa inovasi teknologi keluar, dan sebagainya”. Sedangkan
merupakan strategi penting dan kunci menurut Poerwadarminta (1991 : 574),
utama dalam upaya pemulihan industri “Upaya adalah usaha untuk me
pariwisata khususnya industri hotel di nyampaikan maksud, akal dan
masa pandemi. Inovasi teknologi dapat ikhtisar. Upaya merupakan segala
mengurangi interaksi secara langsung sesuatu yang bersifat mengusahakan
antara pegawai hotel dengan klien yang terhadap sesuatu hal supaya dapat lebih
dimana hal tersebut melaksanakan berdaya guna dan berhasil guna sesuai
kebijakan physical distancing. dengan maksud, tujuan dan fungsi serta
Rendahnya tingkat interaksi secara manfaat suatu haltersebut
langsung yang digantikan dengan sistem dilaksanakan”.Upaya sangat berkaitan
mediasi melalui teknologi juga untuk erat dengan penggunaan sarana dan
meminimalisir resiko penularan Covid- prasarana dalam menunjang kegiatan
19. Selain itu, pihak hotel juga dapat yang dilakukan agar berhasil dengan
memanfaatkan teknologi canggih yang menggunakan suatu cara, metode dan
tersedia saat ini dalam melakukan alat penunjang yang lain. Dari beberapa
pembersihan hotel guna menjaga pengertian di atas, maka peneliti dapat
sterilisasi kebersihan hotel agar menyimpulkan bahwa pengertian dari
customer tertarik dengan pelayanan upaya adalah suatu kegiatan atau usaha
yang diberikan, bagaimanapun dari seseorang maupun kelompok
kebersihan adalah suatu hal yang sangat organisasi dengan menggunakan segala
dibutuhkan untuk masa seperti saat ini. kekuatan dan fasilitas yang dimiliki
Oleh karena itu, penting untuk pelaku dengan tujuan mengatasi suatu
bisnis pariwisata maupun pemerintah masalah.
dalam menerapkan mekanisme
mementingkan resiko secara efektif  Pemulihan Bencana
terhadap skenario pasca-pandemi. Bencana menurut Priambodo (2009)
diartikan sebagai kejadian alam, buatan
manusia atau perpaduan antara
keduanya yang terjadi secara tiba-tiba
2. LANDASAN TEORI sehingga menimbulkan dampak negatif
 Inovasi yang dahsyat bagi kelangsungan
Menurut Luecke (2003:2) Inovasi kehidupan. Berdasarkan kepada
merupakan suatu proses untuk pemahaman tersebut di atas maka
mewujudkan, mengkombinasikan, atau terdapat tiga unsur dalam bencana,
mematangkan suatu pengetahuan atau yaitu: Pertama, adanya peristiwa baik itu
gagasan ide yag kemudian disesuaikan yang ditimbulkan oleh alam maupun
guna mendapat nilai baru suatu proses oleh manusia. Kedua, waktu terjadinya
dan jasa. Sedangkan Inovasi menurut tiba-tiba. Ketiga, adanya
Zimmerer dalam Suryana (2014 :11) keberlangsungan hidup yang terganggu,
diartikan sebagai kemampuan ketiga unsur tersebut saling berkaitan
menerapkan kreativitas dalam rangka antara satu dengan yang lainnya. Lebih
memecahkan persoalan dan peluang lanjut Priambodo (2009)menjelaskan
untuk meningkatka atau memperkaya bahwa bencana dikelompokan kedalam
kehidupan . Selain itu, Hardvard’s 3 (tiga) jenis, yaitu: bencana alam,
Theodore Levit dalam Suryana (2014:43) bencana sosial dan bencana kompleks.
mengemukakan definisi dari inovasi Sedangkan menurut Undang-Undang
yaitu kemampuan mengaplikasikan Nomor 24 Tahun 2007 tentang
solusi yang kreatif terhadap Penanggulangan Bencana dijelaskan
permasalahan dan peluang yang ada bahwa bencanaadalah peristiwa atau
untuk lebih memakmurkan kehidupan rangkaian peristiwa yang mengancam
masyarakat. Jadi, inovasi adalah dan mengganggu kehidupan dan
melakukan sesuatu yang baru. penghidupan masyarakat yang
 Upaya disebabkan, baik oleh faktor alam
dan/atau faktor non-alam maupun faktor atau bepergian. Jadi pariwisata berarti
manusia sehingga mengakibatkan perjalanan yang dilakukan secara
timbulnya korban jiwa manusia, berulang-ulang atau berkali-kali
kerusakan lingkungan, kerugian harta (Musanef, 1996 : 8). Menurut Undang-
benda, dan dampak psikologis. Bencana Undang Nomor 10 Tahun 2009 tentang
dikelompokan menjadi 3 (tiga) jenis, Kepariwisataan, Pariwisata adalah
yaitu: bencana alam, bencana non-alam berbagai macam kegiatan wisata dan
dan bencana sosial (Pemerintah didukungberbagai fasilitas serta layanan
Indonesia, 2007).Dari kedua definisi yang disediakan oleh masyarakat,
tersebut maka dapat disimpulkan bahwa pengusaha, Pemerintah, dan Pemerintah
bencana adalah suatu peristiwa yang [Link] kepariwisataan Indonesia
dapat mengancam atau mengganggu menurut Undang-Undang Republik
keberlangsungan kehidupan manusia Indonesia Nomor 10 Tahun 2009 tentang
baik yang disebabkan oleh faktor alam Kepariwisataan, adalah untuk: a).
maupun non-alam hingga menimbulkan meningkatkan pertumbuhan ekonomi;
kerugian mulai dari segi materi, b). meningkatkan kesejahteraan rakyat;
kerusakan lingkungan, psikologis c). menghapus kemiskinan; d).
manusia, bahkan hingga korban jiwa. mengatasi pengangguran; e).
melestarikan alam, lingkungan, dan
Pemulihan bencana menurut Coppola sumber daya; f). memajukan
dalam Herdiana (2020) diartikan sebagai kebudayaan; g). mengangkat citra
“the emergency management function bangsa; h). memupuk rasa cinta tanah
by which country, communities, families, air; i). memperkukuh jati diri dan
and individual repairs, reconstruct, or kesatuan bangsa; dan j. mempererat
regain what has lost as a result od persahabatan antarbangsa.
disaster”. Dapat diartikan bahwa
pemulihan bencana fungsi-fungsi
manajemen darurat dimana negara,
masyarakat, keluarga, dan individu
memperbaiki, merekonstruksi, atau 3. METODE PENELITIAN
mendapatkan kembali apa yang telah Penelitian ini dilakukan dengan
hilang sebagai akibat dari bencana”. Hal metode penelitian deskriptif kualitatif
ini sejalan dengan pendapat dari Haas, dengan pendekatan yang digunakan
Kates, & Bowden (1977) dalam Herdiaia yaitu studi literatur. Penelitian deskriptif
2020, yang menyatakan menggambarkan keadaan sebenarnya
bahwapemulihan dapat diprediksi, terdiri yang terjadi pada saat penelitian. Dalam
dari bagian-bagian yang dapat penelitian ini akan tergambarkan
diidentifikasi terjadi secara berurutan; dampak dari pandemi COVID-19 pada
pilihan dan keputusan didorong oleh nilai sektor wisata di Kota Batu dan upaya
dan hasil menekankan kembali ke atau inovasi yang dilakukan oleh
keadaan normal atau penggabungan Pemerintah Kota Batu untuk
tindakan-tindakan yang baru-baru ini menanggulangi permasalahan yang
dikaitkan dengan keberlanjutan. Dari terjadi akibat pandemi COVID-19. Data
kedua pendapat tersebut dapat yang disajikan dalam penelitian dengan
disimpulkan bahwa pemulihan bencana menggunakan metode diskriptif yaitu
merupakan suatu kegiatan usaha atau uraian mengenai masalah yang benar-
upaya dari pemerintah, kelompok benar terjadi di lapangan dalam bentuk
masyarakat, maupun dari individu untuk deskriptif bukan disajikan dalam bentuk
mengoptimalkan kembali kehidupan dan angka-angka. Menurut Muhadjir (1992:
keadaan normal seperti sedia kala 24) penelitian kualitatif adalah penelitian
melalui kebijakan maupun program yang yang menghasilkan deskripsi berupa
dijalankan. kata-kata tertulis atau lisan dari orang
dan pelaku yang dapat diamati
 Pariwisata berdasarkan fenomena pendekatan
Secara etimologis, istilah holistik (utuh). Metode pengumpulan
pariwisata berasal dari bahasa data dalam penelitian ini adalah studi
sansekerta yang terdiri dari dua suku literatur. Dengan data sekunder yakni
kata yaitu “pari” dan “wisata”. Pari data atau informasi yang diambil dari
berarti berulang-ulang atau berkali-kali, buku, internet, jurnal, arsip dan lain-lain
sedangkan wisata berarti perjalanan yang dapat menunjang penelitian ini.
mengembangkan potensi pariwisata
karna hal ini menjadi modal dasar
4. HASIL DAN PEMBAHASAN kesuksesan Kota Batu dalam
Kota Batu berada di Provinsi Jawa mengembangkan sektor pariwisata. Kota
Timur yang sebelumnya merupakan Batu telah menjadi salah satu destinasi
bagian dari Kabupaten Malang, yang wisata nasional dan kini sudah mulai
kemudian ditetapkan menjadi kota merambah ke tingkat internasional.
administratif pada 6 Maret 1993. Dengan dukungan infrastruktur jalan dan
Kemudian pada tanggal 17 Oktober jembatan, serta sarana dan prasaran
2001, Batu ditetapkan sebagai kota akomodasi lebih dari 500 hotel berbagai
otonom yang terpisah dari Kabupaten kelas, menjadi daya dukung kuat dalam
Malang. Kota Batu berupa perbukitan mengembangkan Kota Pariwisata.
dan pegunungan, dengan ketinggian ±
800 meter di atas permukaan laut Diberlakukannya UU No 32 tahun
berada di lingkungan gunung Panderman 2004 tentang pemerintahan daerah
(2.010 m) dan gunung Welirang atau serta Perda No. 1 tahun 1996 yang
Kemukus (3.156 m). Desa Oro-Oro Ombo berisikan tentang rancangan induk
dan kelurahan Songgokerto Kecamatan pengembangan pariwisata menjadi
Batu,Desa Tlekung dan Desa Torongrejo landasan pemerintah daerah Kota Batu
Kecamatan Junrejo serta hampirseluruh dalam mengembangkan obyek wisata di
desa di Kecamatan Bumiaji merupakan daerahnya. Pariwisata dikembangkan
areal perbukitan. Desa Bumiaji, Bersama oleh pemerintah dan rakyat
Bulukerto, Gunungsari, Punten, sehingga diharapkan menjadi sektor
Tulungrejo, Sumber Brantas, andalan yang mampu mendorong
Sumbergondo, Pandanrejo, dan ekonomi daerah dan menambah
Giripurno berelief terjal. Sedangkan pendapatan daerah. Dinas Pariwisata
desa/kelurahan lainnya relatif datar. Kota Batu adalah instansi yang
Kondisi demikian, menjadikan Kota Batu berwenang dalam memberikan informasi
berhawa sejuk dengan suhu udara mengenai keberadaa potensi dan daya
berkisar antara 17 – 25 0C. Kondisi tarik wisata Kota Batu sekaligus
hidrologis Kota Batu banyak di pengaruhi memasarkannya. Dinas Kebudayaan Dan
oleh sungai-sungai yang mengalir di Pariwisata. Kota Batu memiliki kantor
bagian pusat kota, sehingga akan yang terletak di Jl Sultan Agung 7B, Desa
berpengaruh juga terhadap Sisir, Kecamatan Batu. Tugas pokok dan
perkembangan kota. Hidrologi di Kota fungsi dari Dinas Kebudayaan dan
Batu dibedakan menjadi 3jenis yaitu air pariwisata yaitu sebagai unsur pelaksana
permukaan, air tanah dan sumber mata otonomi Daerah di bidang Kebudayaan
air. Kota Batu mengalami perubahan dan Pariwisata. Dinas Kebudayaan dan
iklim yaitu musim hujan dan musim Pariwisata dipimpin oleh seorang Kepala
kemarau. Dinas yang berada di bawah dan
bertanggungjawab langsung kepada
Kota Batu memiliki potensi dan Walikota melalui Sekretaris
peluang yang dapat menyerap tenaga Daerah .Dinas Kebudayaan dan
kerja dan mendatangkan tambahan PAD Pariwisata Kota Batu mempunyai tugas
(Pendapatan Asli Daerah). Ikon Kota sebagai pelaksana urusan pemerintahan
Batu sendiri menempatkan pariwisata bidang kebudayaan dan pariwisata
sebagai potensi unggulan daerah yang berdasarkan azas otonomi dan tugas
diharapkan sebagai pendorong membanyu pemerintah untuk
perkembangan sektor-sektor lain. melaksanakan tugas-tugas lain yang
Sebagai daerah tujuan wisata, maka diberikan oleh Walikota sesuai dengan
sektor wisata mampunyai sumbangan bidang tugasnya. Apalagi dengan
yang cukup besar terhadap adanya otonomi daerah dimana segala
pertumbuhan PDRB. Pariwisata kewenangan ada di daerah sehingga
merupakan salah satu potensi Kota Batu Dinas Pariwisata Kota Batu dituntut
selain pertanian, Industri, Pariwisata untuk bisa lebih efektif dalam
tumbuhpesat yang didukung dengan memasarkan potensi – potensi wisata
ketersediaan sarana penginapan/hotel Kota Batu sebagai aset daerah untuk
dan sarana akomodasi lainnya. meningkatkan pendapatan asli daerah
Pemerintah Kota Batu terus berupaya dan mempertahankan citra Kota Batu
untuk membangun dan sebagai kota pariwisata. Untuk itu pihak
Dinas Pariwisata Kota Batu harus Instagram khususnya Pemerintah Kota
mempunyai kemmapuan untuk Batu membuat reklame “Ayo Ke Batu”.
menciptakan dan meningkatkan suatu Artinya pemerintah sudah siap untuk
strategi promosi yang jitu untuk dapat memulihkan pariwisata yang ada namun
menarik lebih banyak wisatawan dan dengan tetap mematuhi protokol
mempertahankan citra Kota Batu kesehatan yang ada. Hubungan yang
sebagai kota pariwisata. terjalin juga harus baik misalkan Dinas
Pariwisata yang bekerja sama dengan
Kondisi Pariwisata Kota Batu dimasa
Dinas Kesehatan untuk menggelar
Pandemi Covid 19
sebuah event dimana diharapkan
Pada akhir Desember 2020,
dengan adanya event tersebut bisa
pendapatan di sektor wisata melebihi
membawa dampak yang positif kepada
target yang telah ditentukan. Capaian
pelaku pariwisata termasuk juga
pendapatannya sekitar Rp 123,6 miliar
penduduk Kota Batu yang
atau naik 113,91 persen. "Sejak terjadi
menggantungkan hidupnya dengan
pandemi Covid-19, sebenarnya (capaian)
memanfaatkan pariwisata yang ada.
bisa lebih banyak lagi," kata Wakil Wali
Untuk pencegahan lainnya,
KotLebih detail, pajak hotel berhasil
contohnya seperti JTP Group
terealisasi Rp 17,1 miliar dari target Rp
menetapkan jam oprasionalnya yang
15,2 miliar. Pajak resto dari target Rp 9,2
hanya buka di weekend. Kegiatan privat
miliar, setidaknya tercapai Rp 11 miliar.
sector ini tetap diawas oleh pemerintah
Menurut Arief, Kota Batu biasanya ramai
melalui edara yang telah diberikan
dikunjungi wisatawan pada libur akhir
kepada para pemilik wisata. Fungsi
tahun. Sayangnya, target ini gagal
pengawasan juga dijalankan khususnya
terealisasi karena adanya pembatasan
oleh Dinas Pariwisata dan Dinas
aktivitas sosial yang ditetapkan
Kesehatan. Sebagai pelayan masyarakat
pemerintah pusat. Bahkan, jumlah
dibidang wisata dinas-dinas terkait
kunjungan wisatawan pada liburan akhir
diturunkan ke lapangan untuk
tahun lalu tidak sampai 200 ribuan
memastikan bahwa protokol kesehatan
orang. Peran Pemerintah dalam
dan ketentuan-ketentuan yang
meningkatkan pariwisata dimasa
ditetapkan telah dijalankan. Sehingga
pandemi Covid 19 Seluruh aspek yang
pariwisata tetap bisa berjalan ditengah-
terkait dalam sektor pariwisata di Kota
tengah pandemi ini.
Batu terkena imbas dari pandemic Covid
19 terutama pelaku industri kecil di
sektor pariwsata. Kondisi ini menjadi
5. PENUTUP
perhatian serius bagi pemerintah untuk
Adanya virus Covid-19 sangat
menghidupkan kembali sektor
bedampak kepada daerah-daerah yang
pariwisata. Peran pemerintah dalam
bergantung perekonomiannya dibidang
industri pariwisata sangat perlu apalagi
pariwisata. Sangat nampak jelas jumlah
sektor pariwisata kota Batu sangat
pengunjung yang datang ke Kota Batu
memberikan dampak positif serta
sebelum dan sesudah adanya virus ini.
pemasukan bagi kemajuan daerah Kota
Tak hanya pemeerintha namun juga
Batu.
termasuk penduduk Kota Batu yang
Inovasi menggantungkan hidupnya dengan
Pemerintah terkait harus tetap mencari nafkah dibidang pariwisata ini,
menjalin hubungan yang baik dengan termasuk juga UMKM yang ada. Selain
stakae holder maupun privat sector yang itu privat sektor juga sangat merasakan
ada. Karena tanpa adanya dukungan dampak dari adanya kebijakan-
dari pihak lain maka pemerintah akan kebijakan yang dibuat pemerintah untuk
kesulitan untuk mencapai tujuannya menanggulai covid-19 ini.
yakni mengoptimalkan lagi pariwisata Oleh karena itu, saat ini sudah
yang ada di Kota Batu. Maka dari itu mulai dibangun kembali minat kunjung
Dinas Pariwisata Kota Batu terus wisatawan untuk berlibur ke Kota Batu.
melakukan usaha-usaha untuk Hal ini dibuktikan dengan adanya
mengundang para wisatawan promosi-promosi yang dilakukan oleh
berkunjung ke Kota Batu. dinas-dinas terkait seperti
Dengan memanfaatkan teknologi DinasPariwisata untuk berlibur ke Kota
yang ada saat ini yakni melalui platfrom Batu dengan memanfaatkan media
sosial yang ada misalnya Instagram, Unggul, U. E., Arjuna, J., No, U., Jeruk, K.,
spanduk dan lain sebagainya. Reklame & Barat, J. (2019). Perkembangan
“Ayo Ke atu” membuktikan bahwa Kota Dan Dampak Pariwisata Di Indonesia
Batu sudah siap untuk membangun Masa Pandemi Covid-19. 1177(9).
kembali pariwisatanya namun dengan
tetap mematuhi protokol kesehatan Lestari, A. W., & Firdausi, F. (2017).
yang ada. Peran pemerintah Kota Batu dalam
Peran pemerintah dan stake holder implementasi kebijakan
harus dibangun sebaik mungkin agar pembangunan pariwisata
tidak ada dinamika dalam berdasarkan paradigma
pengembangan pariwisata ini. Saling pembangunan berkelanjutan
bersinerginya pemerintah dan stake ( sustainable development ) The role
hpolder ini akan membantu pemerintah of Government of Batu on the
dalam melakukan pengawasan pariwista implementation of tourism policy
yang aman dan nyaman. based on sustainable developm.
Masyarakat, Kebudayaan Dan
Politik, 30(3), 260–265.
6. DAFTAR PUSTAKA
Attar, M., Hakim, L., & Yanuwiadi, B. Shin, H., & Kang, J. (2020). Reducing
(2013). Analisis potensi dan arahan perceived health risk to attract hotel
strategi kebijakan pengembangan customers in the COVID-19
desa ekowisata di Kecamatan pandemic era: Focused on
Bumiaji–Kota Batu. Journal of technology innovation for social
Indonesian Tourism and distancing and cleanliness.
Development Studies, 1(2), 68-78. International Journal of Hospitality
Management, 91(August), 102664.
Sunaryo, B. (2013). Kebijakan [Link]
pembangunan destinasi pariwisata: 02664
konsep dan aplikasinya di
Indonesia (No. 1). Penerbit Gava
Media Kebijakan Pembangunan Ivan, I. (2020). Effects of Dynamic
Destinasi Pariwisata:Konsep dan Organization and Digital Innovation
Aplikasinya di Indonesia. on the Hotel Tourism Industry during
the Coronavirus Pandemic Period.
SSRN Electronic Journal.
Sutrisnawati, N. K., Gusti, N., Nyoman, [Link]
A., & Ardiasa, I. K. (2020). Upaya 8
Pemulihan Sektor Pariwisata Di
Tengah Pandemi Covid 19. Jurnal
Kajian Dan Terapan Pariwisata, 1(1), Spenceley, A., McCool, S., Newsome, D.,
39–57. Báez, A., Barborak, J. R., Blye, C.-J.,
… Zschiegner, A.-K. (2021). Tourism
in protected and conserved areas
Kadarisman, A. (2021). Government amid the COVID-19 pandemic. Parks,
public relations dalam 27(27), 103–118.
pengembangan pariwisata masa [Link]
pandemi COVID-19 di Geopark .[Link]
Ciletuh. 5(2), 270–290.
Polukhina, A., Sheresheva, M., Efremova,
Maharani, A., & Mahalika, F. (2020). New M., Suranova, O., Agalakova, O., &
Normal Tourism Sebagai Pendukung Antonov-Ovseenko, A. (2021). The
Ketahanan Ekonomi Nasional Pada Concept of Sustainable Rural
Masa Pandemi ( New Normal Tourism Development in the Face of
Tourism As a Support of National COVID-19 Crisis: Evidence from
Economic Resistance in the Russia. Journal of Risk and Financial
Pandemic Period ). Jurnal Kajian Management, 14(1), 38.
LEMHANNAS RI, 8, 14. Retrieved [Link]
from 8
[Link]
hp/jkl/article/view/87
ZA, Safrizal, dkk. 2020. Pedoman Umum batu alami penurunan/4, di akses
Menghadapi Covid-19 Bagi 23/03/2020).
Pemerintah Daerah. Jakarta:
Kementrian Dalam Negeri Undang Yasin, fitri. 2020. Dampak Covid 19
Undang No. 10/2009 tentang Terhadap Pembangunan Pariwisata
Kepariwisataan Di Kota Batu, di akses 23 juli 2020).

Ramadana, alfi. 2020. Efek Virus


KoronaPariwisata Kota Batu Alami
Penurunan.([Link]
m/travel/destination/alfiramadana/
efek virus-coronapariwisata di kota

Anda mungkin juga menyukai