STANDARD OPERATING PROCEDURE (SOP) PROSES FORMULASI SUSU
Tanggal
24 November 2025
Pembuatan
PROSES FORMULASI
Tanggal Revisi -
SUSU
Kepala Produksi, QC, Petugas Gudang,
Pihak Terkait
Operator/Formulator
No. 008/024/SOP/FRM/H/XI/2025
Prosedur ini berlaku untuk seluruh operator produksi dalam melakukan persiapan bahan
Ruang Lingkup
formulasi susu kambing bubuk dan bahan tambahan pendukung lainnya.
Memastikan seluruh bahan baku formulasi susu siap digunakan, ditimbang akurat, bersih, dan
Tujuan
memenuhi standar keamanan pangan serta keselamatan kerja.
A. PERALATAN DAN BAHAN
A.1 Peralatan
1. Timbangan digital
2. Wadah stainless steel tertutup
3. Scoop stainless
4. Alat sanitasi
5. Meja stainless
6. Form log pemeriksaan dan penimbangan bahan
A.2 Bahan
1. Susu kambing bubuk hasil pengayakan
2. Bahan tambahan sesuai formula
3. Pengemas sementara (wadah food grade)
B. PROSEDUR KERJA
B.1 Persiapan Area dan Kebersihan
1. Pastikan ruang produksi bersih & disanitasi sebelum mulai kerja.
2. Operator wajib menggunakan APD lengkap, termasuk:
- Sarung tangan
- Masker
- Penutup kepala
- Apron/seragam kerja bersih
3. Cuci dan sanitasi tangan sebelum menangani bahan.
4. Pastikan meja, timbangan, dan wadah sudah disemprot sanitizer food-grade
B.2 Pemeriksaan Bahan Baku
1. Ambil bahan dari gudang sesuai Batch & Kode Lot.
2. QC melakukan pengecekan:
- Warna, bau, dan tekstur bahan
- Expired date dan kondisi kemasan
- Tidak terdapat jamur, serangga atau kontaminan
3. Bila bahan tidak layak → ditolak dan dikarantina.
B.3 Penimbangan dan Persiapan Formula
1. Siapkan daftar formula yang akan diproduksi pada batch tersebut.
2. Timbang setiap bahan sesuai takaran formulasi dengan presisi tinggi.
3. Gunakan wadah stainless steel tertutup untuk setiap bahan.
4. Tempelkan label pada tiap wadah berisi:
- Nama bahan
- Berat bahan
- Batch number
- Tanggal persiapan
- Inisial operator
5. Simpan bahan pada rak staging khusus dengan kondisi bersih & tertutup.
C. HIGIENITAS DALAM PROSES
1. Bahan tidak boleh bersentuhan langsung dengan tangan (gunakan alat).
2. Sarung tangan diganti bila kotor, robek, basah, atau menyentuh permukaan tidak steril.
3. Bahan harus ditutup rapat untuk menghindari debu dan kontaminasi udara.
4. Tidak diperbolehkan makan, minum atau merokok di area persiapan formula.
D. KESELAMATAN KERJA (K3)
1. Gunakan APD Lengkap.
2. Timbangan dan alat listrik harus berada pada posisi aman dan kering.
3. Hindari posisi tubuh membungkuk terlalu lama (gunakan ergonomi kerja).
4. Tumpahan bahan harus segera dibersihkan untuk mencegah terpeleset.
E. OUTPUT
Bahan formula tersedia dalam kondisi:p
1. Bersih dan bebas kontaminasi
2. Tertakar sesuai formulasi batch
3. Siap masuk tahap mixing
F. PENCATATAN
Operator/Formulator wajib mengisi Form Log Persiapan Bahan ini
Batch Berat Operator/
Tanggal Nama Bahan Exp. Date QC Status
No. (kg) Formulator
*Ini adalah sampel Form Log Persiapan Bahan
Dibuat Oleh Diperiksa Oleh Disetujui Oleh
HUZAIFAH AL HASAN
LEGAL STAF KEPALA PRODUKSI DIREKTUR
FORM LOG PERSIAPAN BAHAN
No. 001/024/WI.004/[Link]/H/XI/2025
PERSIAPAN BAHAN Tanggal Pembuatan 24 November 2025
Kepala Produksi, QC, Petugas
Pihak Terkait
Gudang, Operator/Formulator
Batch Berat Operator/
Tanggal Nama Bahan Exp. Date QC Status
No. (kg) Formulator
STANDARD OPERATING PROCEDURE (SOP) PROSES MIXING
Tanggal
24 November 2025
Pembuatan
PROSES MIXING Tanggal Revisi -
Kepala Produksi, QC, Operator Mesin
Pihak Terkait
Mixing, Teknisi
No. 009/024/SOP/MIX/H/XI/2025
Prosedur ini berlaku bagi seluruh operator produksi dalam melakukan proses mixing susu
Ruang Lingkup
kambing bubuk dan bahan tambahan lain sesuai formulasi yang telah ditetapkan.
Menghasilkan campuran susu bubuk yang homogen sesuai formulasi, higienis, aman, dan
Tujuan
konsisten.
A. PERALATAN DAN BAHAN
A.1 Peralatan
1. Mesin Mixer
2. Timbangan digital
3. Wadah stainless steel tertutup
4. Scoop stainless
5. Alat sanitasi
A.2 Bahan
1. Susu kambing bubuk hasil formulasi
2. Pengemas sementara (wadah food grade)
3. Label batch mixing
B. PROSEDUR KERJA
B.1 Persiapan
1. Pastikan operator dalam kondisi bersih:
Sudah mencuci tangan
Menggunakan APD lengkap (masker, sarung tangan, penutup kepala, apron)
2. Bersihkan area kerja dengan sanitizer.
3. Cek kondisi mesin mixer:
Pastikan bebas residu dan sudah disanitasi.
Periksa baut, seal, dan mata pisau untuk mencegah bahaya mekanik.
4. Timbang bahan-bahan sesuai formulasi yang telah ditentukan.
5. Catat berat setiap bahan pada Form Log Mixing
B.2 Proses Mixing
1. Masukkan bahan dasar (susu kambing bubuk) ke dalam mixer.
2. Masukkan bahan tambahan sesuai urutan formulasi.
3. Tutup rapat mixer untuk mencegah kontaminasi.
4. Jalankan mesin sesuai pengaturan standar:
- Waktu pencampuran 30 – 60 menit
5. Pastikan operator tidak membuka penutup selama proses berlangsung.
6. Setelah mixing selesai, ambil sampel dan serahkan ke QC untuk cek homogenitas.
7. Jika hasil belum homogen → lakukan re-mixing dengan durasi tambahan hingga merata.
C. KEBERSIHAN DAN HIGIENITAS
1. Mesin dan area kerja wajib disanitasi sebelum dan sesudah proses.
2. Gunakan wadah stainless steel agar susu tidak terkontaminasi.
3. Dilarang makan, minum, merokok di area mixing.
4. Operator wajib mengganti sarung tangan jika jatuh atau kotor.
D. KESELAMATAN KERJA (K3)
1. Pastikan tangan dan pakaian tidak masuk terlalu dekat dengan mixer.
2. Mesin hanya boleh dibuka ketika sudah benar-benar berhenti.
3. Gunakan masker untuk mencegah inhalasi debu saat menuang bahan.
4. Kabel listrik dan saklar mesin wajib dalam kondisi aman & kering.
E. OUTPUT
1. Susu bubuk tercampur homogen sesuai formulasi.
2. Siap diproses untuk tahap berikutnya.
F. PENCATATAN
Setiap proses mixing wajib didokumentasikan pada Log Produksi Harian
Batch Waktu Nama
Tanggal Formula Merek Hasil QC Keterangan
No. Mixing Operator
*Ini adalah sampel Form Log Produksi Harian
Dibuat Oleh Diperiksa Oleh Disetujui Oleh
HUZAIFAH AL HASAN
LEGAL STAF KEPALA PRODUKSI DIREKTUR
FORM LOG PRODUKSI HARIAN
No. 001/024/WI.005/PRD/H/XI/2025
PRODUKSI HARIAN Tanggal Pembuatan 24 November 2025
Kepala Produksi, QC, Operator
Pihak Terkait
Mesin Mixing
Batch Waktu Nama
Tanggal Formula Merek Hasil QC Keterangan
No. Mixing Operator
STANDARD OPERATING PROCEDURE (SOP) PROSES PACKING
Tanggal
24 November 2025
Pembuatan
PROSES PACKING Tanggal Revisi -
Kepala Produksi, QC, Operator Mesin
Pihak Terkait
Packing, Teknisi
No. 0010/024/SOP/PCK/H/XI/2025
SOP ini berlaku untuk semua operator packaging pada proses:
1. Pengemasan susu bubuk menggunakan mesin sachet
2. Pengemasan susu bubuk menggunakan standing pouch
Ruang Lingkup
3. Pengemasan susu bubuk menggunakan paper zak / curah
4. Penataan produk dalam kemasan sekunder (box)
5. Pengemasan akhir karton (tersier) untuk distribusi
Menghasilkan produk susu bubuk dalam kemasan rapi, higienis, aman, sesuai standar berat
Tujuan
dan mutu.
A. PERALATAN
1. Mesin pengemas Sachet Automatic Filler
2. Mesin shrink
3. Mesin sealer
4. Heat gun
5. Scoop Stainless food grade
6. Timbangan digital
7. Box & karton pengiriman
8. Printer Batch coding / tinta food grade
9. Lembaran plastik metallized sachet dan atau aluminium foil roll
10. Standing pouch food-grade
11. Karung kertas / Paper zak
12. Plastik food grade
13. Plastik shrink
14. APD operator (masker, sarung tangan, penutup kepala, apron)
B. PROSEDUR KERJA
B.1 Persiapan dan Higienitas Area
1. Sanitasi area packing & meja kerja sebelum produksi dimulai.
2. Operator memakai APD lengkap:
- Masker
- Sarung tangan
- Penutup kepala
- Apron kerja steril
3. QC memastikan susu bubuk lolos inspeksi mutu.
4. Bersihkan hopper mesin dari sisa produk sebelumnya.
5. Pastikan kelembaban ruang tidak tinggi untuk mencegah penggumpalan bubuk.
B.2 Pengemasan Menggunakan Mesin Sachet
1. Nyalakan mesin sachet dan pastikan temperatur sealing sesuai standar plastik.
2. Isi hopper dengan susu bubuk yang sudah melalui proses mixing.
3. Atur setting weight sesuai gramasi produk (misal 25g per sachet).
4. Jalankan mesin dan lakukan pengisian otomatis.
5. QC melakukan pemeriksaan berkala:
- Berat isi sachet (± toleransi)
- Kerapatan segel (tidak bocor)
- Kebersihan permukaan kemasan
6. Susun sachet rapi dalam tray atau wadah steril sebelum lanjut ke proses box.
B.3 Pengemasan Menggunakan Standing Pouch
1. Pastikan pouch dalam kondisi kering & bebas kontaminasi.
2. Tempelkan label produk & tanggal kadaluarsa.
3. Isi susu bubuk menggunakan filling funnel / corong food grade.
4. Segel menggunakan Mesin sealer, cek tekanan & suhu sealing.
5. QC memeriksa:
- Tidak ada tumpahan residu pada bibir pouch
- Seal kuat & rapi
- Berat sesuai standar batch
B.4 Pengemasan Menggunakan Paper Zak / Curah
1. Timbang susu sesuai ukuran per- pack.
2. Masukkan ke plastik food grade, lakukan sealing rapat dan higienis.
3. Setelah dikemas plastik, lanjutkan dengan outer pack berupa karung kertas.
4. Pastikan penataan rapi, seragam dan tanpa kebocoran.
5. Setiap kemasan wajib diberi Nomor Batch sebagai identitas produksi.
B.5 Pengemasan Sekunder (Box)
1. Susun produk dalam box sesuai layout kapasitas (misal 10 sachet/pouch per box).
2. Pastikan susunan tidak merusak kemasan primer.
3. Cantumkan label "Batch/Expired Date" pada box.
4. Tutup dan segel dengan lem/perekat.
B.6 Pemasangan Plastik Shrink
1. Potong plastik shrink sesuai dengan ukuran box dan masukkan box kedalam plastik shrink.
2. Atur suhu dan kecepatan conveyor pada mesin shrink.
3. Masukkan box yang sudah terlapisi plastik shrink kedalam mesin.
4. QC memeriksa:
- Seluruh bagian box terlapisi plastik shrink
- Lapisan plastik rapi dan kuat
5. Apabila ada bagian plastik yang kurang melapisi box, bisa dilakukan pemanasan menggunkan heat gun.
B.7 Pengemasan Tersier (Karton)
1. Tempatkan beberapa box ke dalam karton luar (jumlah mengikuti standar distribusi).
2. Pastikan karton dalam kondisi kuat dan tidak lembab.
3. Berikan stiker pengiriman berisi:
- Nama Produk
- Jumlah Box
- Batch Number
- Tanggal Produksi
4. Karton siap dipindahkan ke gudang penyimpanan atau pengiriman.
C. ASPEK HIGIENITAS
1. Dilarang menyentuh bahan/kemasan tanpa sarung tangan.
2. Area harus bebas serangga, debu, dan kontaminasi silang.
D. KESELAMATAN KERJA (K3)
1. Jauhkan tangan dari bagian pemanas sealer (risiko luka bakar).
2. Hindari posisi tidak ergonomis saat penyusunan box dan karton.
3. Jika bubuk tumpah, bersihkan segera agar tidak licin.
4. Stop operasi mesin bila terdengar suara abnormal.
E. OUTPUT
1. Produk susu bubuk terkemas rapi (Sachet / Pouch)
2. Sudah masuk box sekunder → kemudian karton tersier
3. Siap distribusi atau penyimpanan
FORM CHECK QC DAN PACKING
No. 001/024/WI.006/[Link]/H/XI/2025
CHECK QC DAN
PACKING Tanggal Pembuatan 24 November 2025
Pihak Terkait Kepala Produksi, QC
Merek : .......................................................................
Tanggal : .......................................................................
A. CHECK POINT QC KEMASAN PRIMER (SACHET / POUCH)
HASIL
NO. PARAMETER STANDAR CATATAN
MS TMS
1. Kondisi kemasan bersih, Bersih, tidak berlubang /
tidak cacat keriput
2. Berat isi per sachet/pouch
Sesuai gramasi produk
3. Kerapatan dan kekuatan seal
Tidak mudah robek /
retak
4. Isi tidak menggumpal Bubuk halus
5. Label produk jelas dan benar Tidak buram / terhapus
6. Tanggal dan batch coding Terbaca dan tidak salah
tulis
B. PACKING LOG KEMASAN SEKUNDER
JUMLAH ISI PER
NO. JENIS KEMASAN MS TMS CATATAN
BOX
1. Sachet Pcs/box
2. Standing Pouch Pcs/box
C. PACKING LOG KEMASAN TERSIER
HASIL QC /
NO. ISI BOX PER KARTON JUMLAH KARTON MS TMS
KETERANGAN
1. Box/karton Karton
2. Box/karton Karton
3. Box/karton Karton
4. Box/karton Karton
D. TINDAK LANJUT
TINDAKAN STATUS PIC / PENANGGUNG
TEMUAN TMS/REJECT
PERBAIKAN SELESAI PROSES JAWAB
E. PERSETUJUAN
QC CHECKER OPERATOR PACKING KEPALA PRODUKSI
Nama: Nama: Nama:
Paraf: Paraf: Paraf:
*Checklist salah satu; MS: Memenuhi Standar, TMS: Tidak Memenuhi Standar
STANDARD OPERATING PROCEDURE (SOP)
PENDISTRUBUSIAN & PENYIMPANAN PRODUK
Tanggal
24 November 2025
Pembuatan
DISTRIBUSI &
PENYIMPANAN Tanggal Revisi -
PRODUK
Petugas Gudang, QC, Admin Logistik,
Pihak Terkait
Driver / Tim Pengiriman
No. 011/024/SOP/DST/H/XI/2025
SOP ini berlaku untuk seluruh kegiatan:
1. Penyimpanan (storage) produk jadi susu bubuk
Ruang Lingkup
2. Penataan dan kontrol stok gudang
3. Pengiriman dan distribusi barang ke konsumen/mitra
Menjamin produk susu kambing bubuk disimpan dan didistribusikan dalam kondisi aman,
Tujuan
higienis, tetap berkualitas, tertelusur, dan sampai kepada konsumen tanpa kerusakan.
A. PERALATAN DAN MATERIAL
1. Rak penyimpanan (food-grade / tidak lembab)
2. Palet kayu/plastik
3. Troli (bila dibutuhkan)
4. Thermo-hygrometer (monitor suhu & kelembaban)
5. Form stok keluar masuk produk
6. Kendaraan distribusi tertutup & bersih
B. PROSEDUR KERJA
B.1 Penerimaan Produk ke Gudang
1. Pastikan produk yang masuk sudah lolos QC akhir packaging.
2. Catat informasi batch, tanggal produksi, dan jumlah box/karton.
3. QC memeriksa kondisi kemasan:
- Tidak rusak
- Tidak basah/lembab
- Tidak terkontaminasi debu atau serangga
4. Produk diterima jika sesuai standar → lanjut penyimpanan.
B.2 Prosedur Penyimpanan Produk
1. Produk disimpan di rak dengan sistem FIFO / FEFO:
- FIFO (First In First Out) untuk rotasi biasa
- FEFO (First Expired First Out) untuk kedaluwarsa mendekat
2. Jarak penyimpanan:
- Tidak bersentuhan langsung dengan lantai (gunakan palet)
- Beri jarak minimal 10–15 cm dari dinding
3. Kondisi ruangan:
- Bersih, kering, suhu terkontrol
- Kelembaban ideal < 60% untuk mencegah penggumpalan
4. Gudang tidak boleh digunakan untuk menyimpan bahan kimia atau barang non-pangan.
5. Lakukan pengecekan kebersihan gudang setiap hari & catat hasilnya.
B.3 Prosedur Pendistribusian Produk
1. Pastikan order sudah diverifikasi admin dan sesuai dokumen pengiriman.
2. QC memeriksa kembali kondisi fisik karton sebelum diambil.
3. Ambil produk sesuai batch & ekspedisi berdasarkan sistem FEFO.
4. Admin Logistik / Gudang membuat surat jalan untuk diserahkan pada Driver / Tim Pengiriman / Pihak
Ekspedisi.
5. Catat barang keluar pada Log Distribusi Produk.
6. Gunakan kendaraan pengiriman yang:
- Bersih
- Tertutup
- Kering & bebas bau menyengat
7. Jaga posisi karton agar tidak rusak selama pengiriman.
8. Saat bongkar muat, hindari benturan & jatuhnya karton.
C. ASPEK KEBERSIHAN
1. Petugas gudang wajib menggunakan APD (masker, sarung tangan, penutup kepala).
2. Area penyimpanan dibersihkan rutin dan inspeksi hama dilakukan berkala.
3. Produk yang rusak/terkontaminasi → dipisahkan & karantina.
D. KESELAMATAN KERJA (K3)
1. Gunakan troli dengan benar dan sesuai kapasitas angkut.
2. Hindari mengangkat karton terlalu tinggi untuk mencegah cedera punggung.
3. Rak penyimpanan harus kuat dan tidak overload.
4. Bila terjadi kecelakaan kerja → laporan langsung ke Kepala Produksi.
E. KETELITIAN KERJA
1. astikan pencatatan stok teliti dan akurat setiap keluar-masuk barang.
2. Pengiriman harus sesuai dokumen & tujuan pengiriman.
3. Perbedaan stok harus diinvestigasi dan dilaporkan.
F. OUTPUT
1. Produk tersimpan dengan aman & higienis
2. Mutu tetap terjaga hingga masa edar
3. Distribusi berjalan aman, tepat dokumen dan alamat
Dibuat Oleh Diperiksa Oleh Disetujui Oleh
HUZAIFAH AL HASAN
LEGAL STAF KEPALA PRODUKSI DIREKTUR
FORM LOG STOK GUDANG & DISTRIBUSI
No. 001/024/WI.007/[Link]/H/XI/2025
STOK GUDANG &
Tanggal Pembuatan
DISTRIBUSI
Kepala Produksi, QC, Petugas
Pihak Terkait
Gudang, Logistik
A. LOG STOK GUDANG (INVENTORY STOCK CONTROL)
NAMA JENIS BATCH STOK STOK STOK
NO. TANGGAL
PRODUK KEMASAN NO. MASUK KELUAR AKHIR
B. LOG DISTRIBUSI PRODUK (OUTGOING DELIVERY RECORD)
TANGGAL NAMA JENIS BATCH JUMLAH TUJUAN NAMA
NO.
KIRIM PRODUK KEMASAN NO. DIKIRIM DISTRIBUSI PENERIMA
Disusun Oleh Dicek QC Mengetahui Kepala Produksi
Tanggal: Tanggal: Tanggal: