SOP Quality Control (QC)
1. Tujuan
Memastikan seluruh produk mainan balon dan tas yang dihasilkan memenuhi
standar kualitas perusahaan, spesifikasi buyer, serta memenuhi regulasi keamanan
produk (seperti SNI untuk mainan anak atau ISO).
2. Ruang Lingkup
Meliputi pemeriksaan bahan baku (IQC), pengawasan proses produksi (IPQC),
hingga pemeriksaan produk jadi (FQC).
3. Alur Kerja Quality Control
Tahapan Jenis Inspeksi Parameter Utama
Pre- Incoming Quality Kualitas kain, kekuatan resleting, ketahanan
Production Control (IQC) warna, dan keamanan zat pewarna.
In-Process Quality Kerapihan jahitan, presisi pola, dan
In-Process
Control (IPQC) pemasangan aksesori.
Final Quality Control Kebersihan produk (trimming), fungsi mekanis,
Final Stage
(FQC) dan tes kebocoran (khusus balon).
Outgoing Quality Kesesuaian label, barcode, dan kuantitas per
Packaging
Control (OQC) karton.
4. Prosedur Kerja Detail
A. Pemeriksaan Bahan Baku (IQC)
1. Tekstil: Lakukan fabric inspection untuk mengecek cacat tenun, lubang, atau
perbedaan lot warna (shading).
2. Aksesori: Cek kelancaran resleting (min. 10x buka-tutup) dan kekuatan tarik
kancing/gesper tas.
3. Safety Check: Pastikan bahan untuk mainan balon tidak memiliki bau kimia
menyengat dan bebas dari tepi yang tajam.
B. Pengawasan Produksi (IPQC)
1. First Piece Inspection: QC harus mengecek 3 output pertama dari setiap
line sebelum produksi massal dilanjutkan.
2. Stitch Quality: Pastikan kerapatan jahitan (SPI - Stitches Per Inch) sesuai
standar (umumnya 10-12 SPI untuk tas).
3. Symmetry Check: Untuk mainan balon, pastikan bentuk simetris saat belum
diisi dan saat sudah berbentuk.
C. Pemeriksaan Produk Jadi (FQC) - Spesifik Produk
Untuk Mainan Balon (Garment-based):
o Leakage Test: Jika balon memiliki bladder di dalamnya, lakukan tes
pompa dan diamkan selama 2 jam untuk memastikan tidak ada
kebocoran udara.
o Seam Strength: Tarik sambungan jahitan untuk memastikan tidak ada
"jebol" saat ditekan.
Untuk Tas:
o Load Test: Uji beban pada tali bahu (shoulder strap) sesuai kapasitas
tas.
o Functional Check: Cek semua kantong, kompartemen, dan fungsi
velcro/resleting.
D. Penanganan Produk Cacat (Reject)
1. Produk yang tidak lolos sensor harus dipisahkan ke dalam keranjang merah
bertanda "REJECT/REPAIR".
2. Jika cacat bisa diperbaiki (minor), kembalikan ke bagian produksi.
3. Jika cacat permanen (major/fatal), produk harus dimusnahkan agar tidak
beredar di pasar sebagai produk gagal.
5. Standar Keamanan (Penting!)
Peringatan Metal Detector: Khusus untuk mainan anak dan tas ekspor, seluruh
produk wajib melewati mesin Metal Detector untuk memastikan tidak ada patahan
jarum yang tertinggal di dalam produk.
6. Dokumentasi
Setiap petugas QC wajib mengisi laporan harian yang meliputi:
Total output yang diperiksa.
Persentase tingkat kecacatan (Defect Rate).
Jenis cacat yang paling sering ditemukan (untuk bahan evaluasi mingguan).