SDN MEKARJAYA 20
Modul Ajar
(Rencana Pembelajaran Mendalam)
A. Identitas Penulis
Nama Penyusun: Chips Abdi Pratama,[Link]
Satuan Pendidikan: SDN Mekarjaya 20
Tahun Ajaran: 2025/2026
Mata Pelajaran: PJOK
Fase: A
Kelas/Semester: 1/1 (Ganjil)
Alokasi Waktu: 16 JP (Jam Pelajaran)
B. 8 Dimensi Profil Kelulusan
Pilihlah dimensi yang sesuai dengan memberi tanda centang pada kotak:
[x] Kesehatan: Peserta didik memiliki kesadaran dan
kemampuan untuk menjaga kesehatan fisik dan mental.
[x] Kemandirian: Peserta didik mampu mengambil inisiatif dan
bertanggung jawab atas pilihan-pilihan mereka.
[x] Kreativitas: Peserta didik mampu menghasilkan gagasan-
gagasan baru dan inovatif dalam memecahkan masalah.
[x] Kolaborasi: Peserta didik mampu bekerja sama dengan orang
lain untuk mencapai tujuan bersama.
[x] Komunikasi: Peserta didik mampu menyampaikan ide dan
informasi dengan jelas dan efektif.
C. 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat
Berikut adalah cara guru menanyakan tentang pelaksanaan 7 kegiatan
anak Indonesia hebat:
[ ] 1) Bangun tidur: "Anak-anak hebat, siapa yang tadi pagi
bangun tidur langsung merapikan tempat tidurnya sendiri?
Angkat tangan!"
[ ] 2) Beribadah: "Setelah bangun tidur, apakah kalian sudah
melaksanakan ibadah sesuai keyakinan masing-masing?
Bagaimana perasaanmu setelah beribadah?"
[ ] 3) Berolahraga: "Wah, hari ini kita mau berolahraga seru! Siapa
yang di rumah suka bergerak, lari-lari, atau bermain? Gerakan apa
yang paling kamu suka?"
[ ] 4) Gemar Belajar: "Apakah kalian suka belajar hal-hal baru?
Apa yang paling membuatmu penasaran saat belajar?"
[ ] 5) Makan sehat dan Bergizi: "Coba tunjuk tangan siapa yang tadi
pagi sarapan dengan makanan sehat dan bergizi? Apa saja yang
kalian makan? Mengapa penting makan makanan sehat?"
SDN MEKARJAYA 20
[ ] 6) Bermasyarakat: "Pernahkah kalian membantu teman atau
orang di sekitar rumah? Ceritakan pengalamanmu!"
[ ] 7) Tidur Cepat: "Agar badan kita kuat dan tidak mudah sakit,
kita harus tidur yang cukup. Siapa yang tadi malam tidurnya
tidak terlalu larut dan bangun pagi dengan semangat?"
D. Tujuan Pembelajaran
Peserta didik menunjukkan kemampuan dalam:
Mengetahui dan mempraktikkan gerakan jalan, lari, dan lompat
sebagai aktivitas gerak dasar lokomotor dengan benar.
Mengetahui dan mempraktikkan gerakan memutar,
mengayun, dan menekuk sebagai aktivitas gerak dasar non-
lokomotor dengan benar.
Mengetahui dan mempraktikkan gerakan melempar dan menangkap
bola
sebagai aktivitas gerak dasar manipulatif dengan benar.
E. Sarana dan Prasarana
1. Lapangan atau area terbuka yang aman untuk bergerak.
2. Cone atau penanda.
3. Bola berukuran kecil (bola plastik/bola kain).
4. Gambar atau poster gerak dasar lokomotor, non-lokomotor, dan
manipulatif.
5. Musik ceria untuk aktivitas fisik.
F. Target Peserta Didik
Peserta didik kelas 1 SD (umur 6-7 tahun) reguler.
Jumlah peserta didik disesuaikan dengan kapasitas kelas.
G. Model Pembelajaran
Model Pembelajaran: Project-Based Learning (PBL)
Metode: Demonstrasi, Permainan, Diskusi Kelompok, Penemuan
Terbimbing, Refleksi.
Pendekatan Deep Learning: Pembelajaran yang berfokus pada pemahaman
mendalam, koneksi antar konsep, pengembangan keterampilan berpikir
kritis, kreativitas, kolaborasi, dan komunikasi, serta relevansi dengan
kehidupan nyata.
H. Pertanyaan Pemantik
Mindful Learning: "Anak-anak hebat, coba rasakan denyut
jantungmu setelah kita bergerak. Bagaimana rasanya? Apakah
SDN MEKARJAYA 20
kalian bisa merasakan
SDN MEKARJAYA 20
otot-otot di kakimu bergerak saat berjalan dan berlari? Mengapa
penting untuk merasakan gerakan tubuh kita?"
Meaningful Learning: "Menurut kalian, mengapa kita perlu
belajar cara berjalan, berlari, melompat, atau melempar dan
menangkap bola? Apa manfaatnya dalam kehidupan sehari-
hari kita? Kapan kita menggunakan gerakan-gerakan ini?"
Joyful Learning: "Siapa yang merasa senang dan bersemangat saat
bergerak dan bermain? Gerakan apa yang paling membuatmu
gembira? Apa yang paling seru dari pelajaran PJOK hari ini?"
I. Kegiatan Pembelajaran
Alokasi Waktu Total: 16 JP (Jam Pelajaran)
Setiap JP diasumsikan 35 menit. Jadi, total waktu sekitar 560 menit atau 9
jam 20 menit. Modul ini akan dibagi menjadi beberapa pertemuan.
Pertemuan 1-2 (2 JP / 70 menit): Pengenalan Gerak Dasar Lokomotor
(Jalan dan Lari)
Pendahuluan (15 menit)
Guru menyapa peserta didik dengan antusias. Mengajak peserta
didik melakukan gerakan peregangan dinamis sederhana diikuti
dengan musik ceria untuk membangun suasana joyful learning.
Guru mengajukan pertanyaan pemantik (mindful learning): "Coba
rasakan denyut jantungmu. Bagaimana rasanya?"
Guru menjelaskan tujuan pembelajaran hari ini: "Hari ini kita
akan belajar bagaimana cara berjalan dan berlari yang benar
agar tubuh kita sehat dan kuat!"
Guru menanyakan kegiatan anak Indonesia hebat: "Siapa yang
tadi pagi sudah berolahraga atau bergerak di rumah?"
Inti (40 menit)
Eksplorasi Gerakan: Peserta didik diminta untuk bergerak bebas
di lapangan/area yang aman. Guru mengamati berbagai cara
jalan dan lari peserta didik.
Demonstrasi dan Penjelasan: Guru mendemonstrasikan cara
berjalan yang benar (langkah seimbang, ayunan tangan,
pandangan ke depan) dan cara berlari yang benar (langkah
panjang, ayunan tangan, condongkan badan sedikit ke depan).
Guru menggunakan gambar atau poster untuk visualisasi.
Latihan Terpimpin: Peserta didik berlatih berjalan dan berlari dalam
berbagai variasi (jalan cepat, jalan lambat, lari pelan, lari cepat)
mengikuti instruksi guru.
Permainan "Kereta Api": Peserta didik membentuk barisan seperti
kereta api dan berjalan/berlari mengikuti ritme musik, melatih
koordinasi dan kekompakan (kolaborasi). Guru memberikan
umpan balik langsung.
Penutup (15 menit)
Refleksi: Guru bertanya: "Apa saja yang sudah kita pelajari hari
ini? Apa manfaatnya berjalan dan berlari untuk tubuh kita?"
(meaningful learning).
Guru memberikan apresiasi atas partisipasi peserta didik.
SDN MEKARJAYA 20
Pendinginan dan doa.
Pertemuan 3-4 (2 JP / 70 menit): Pengenalan Gerak Dasar Lokomotor
(Lompat)
Pendahuluan (15 menit)
Mengulang peregangan dinamis.
Guru mengajak peserta didik mengingat kembali gerakan jalan
dan lari. "Siapa yang masih ingat bagaimana cara berjalan dan
berlari yang benar?"
Pertanyaan pemantik (joyful learning): "Siapa yang suka
melompat-lompat saat bermain? Kenapa melompat itu
menyenangkan?"
Guru menyampaikan tujuan: "Hari ini kita akan belajar cara
melompat yang benar!"
Inti (40 menit)
Eksplorasi: Peserta didik mencoba melompat bebas. Guru
mengamati.
Demonstrasi dan Penjelasan: Guru mendemonstrasikan berbagai
jenis lompatan (lompat dengan dua kaki, lompat satu kaki,
lompat ke depan/samping) dengan teknik yang benar (tekuk
lutut, ayun tangan untuk keseimbangan).
Latihan Bertahap: Peserta didik berlatih melompat melewati
rintangan rendah (misal: tali yang diletakkan di lantai), melompati
cone, atau melompat di tempat.
Permainan "Kodok Melompat": Peserta didik berlomba melompat
dari satu titik ke titik lain seperti kodok, melatih kekuatan kaki dan
koordinasi. Peserta didik dapat bekerja secara berpasangan atau
kelompok kecil untuk saling menyemangati (kolaborasi).
Penutup (15 menit)
Refleksi: "Bagaimana perasaanmu setelah melompat? Apa yang
perlu diingat saat melompat agar tidak jatuh?"
Guru memberikan motivasi untuk terus aktif bergerak.
Pendinginan dan doa.
Pertemuan 5-8 (4 JP / 140 menit): Pengenalan Gerak Dasar Non-
Lokomotor (Memutar, Mengayun, Menekuk)
Pendahuluan (20 menit)
Peregangan statis dan dinamis.
Guru mengajukan pertanyaan pemantik (mindful learning): "Ketika
kita membungkuk mengambil pensil yang jatuh, bagian tubuh
mana yang bergerak? Ketika kita bertepuk tangan, bagian tubuh
mana yang bergerak?"
Guru memperkenalkan gerak non-lokomotor: "Hari ini kita akan
belajar gerakan yang membuat badan kita lebih luwes tanpa
berpindah tempat."
Inti (100 menit)
Eksplorasi Gerakan: Peserta didik diminta untuk mencoba gerakan
memutar badan, mengayunkan lengan, dan menekuk lutut/siku
secara bebas.
Demonstrasi dan Penjelasan: Guru mendemonstrasikan gerakan
memutar (badan, kepala, pergelangan tangan), mengayun (lengan,
SDN MEKARJAYA 20
kaki), dan menekuk (lutut, siku) dengan penjelasan fungsi dan
manfaatnya.
Latihan Berbasis Cerita/Imajinasi:
SDN MEKARJAYA 20
o Memutar: "Ayo kita meniru baling-baling bambu! Putar
tanganmu perlahan, lalu cepat." "Ayo kita seperti penari,
memutar badan dengan indah."
o Mengayun: "Kita seperti pohon yang ditiup angin,
mengayunkan tangan ke kanan dan ke kiri." "Ayo kita
ayunkan tanganmu seperti gajah!"
o Menekuk: "Ayo kita seperti katak yang siap melompat, tekuk
lututmu. Sekarang seperti robot, tekuk lenganmu!"
Permainan "Patung Bergerak": Guru menyebutkan satu gerakan
(misal: "putar tangan!"), peserta didik melakukan gerakan
tersebut, lalu berhenti seperti patung. Melatih kecepatan reaksi
dan pemahaman gerakan.
Proyek Mini: "Rangkaian Gerakan Tubuhku": Peserta didik dibagi
dalam kelompok kecil (3-4 orang). Setiap kelompok berdiskusi
untuk menciptakan rangkaian gerakan sederhana yang
menggabungkan gerak memutar, mengayun, dan menekuk
(kolaborasi, kreativitas). Mereka berlatih dan menampilkan di
depan kelas. Guru memberikan umpan balik positif.
Penutup (20 menit)
Refleksi Kelompok: Masing-masing kelompok menceritakan
tantangan dan keseruan saat membuat rangkaian gerakan. "Apa
yang paling sulit? Apa yang paling menyenangkan?"
Guru menekankan pentingnya menjaga kelenturan tubuh.
Pendinginan dan doa.
Pertemuan 9-12 (4 JP / 140 menit): Pengenalan Gerak Dasar
Manipulatif (Melempar dan Menangkap Bola)
Pendahuluan (20 menit)
Peregangan.
Guru mengajukan pertanyaan pemantik (meaningful learning):
"Siapa yang suka bermain bola? Mengapa kita perlu bisa
melempar dan menangkap bola?"
Guru menyampaikan tujuan: "Hari ini kita akan belajar
bagaimana cara melempar dan menangkap bola dengan
benar."
Inti (100 menit)
Eksplorasi dengan Bola: Peserta didik mencoba melempar dan
menangkap bola secara bebas. Guru mengamati gaya masing-
masing.
Demonstrasi dan Penjelasan: Guru mendemonstrasikan teknik
melempar (melambung, mendatar, memantul) dan menangkap
bola (mengikuti arah bola, menangkap dengan kedua tangan,
menyerap benturan). Menggunakan bola plastik/kain agar aman.
Latihan Berpasangan: Peserta didik berlatih melempar dan
menangkap bola dengan teman berpasangan, secara bertahap
menambah jarak dan variasi lemparan (kolaborasi).
Permainan "Tangkap Bola Bertingkat": Peserta didik dibagi
menjadi kelompok. Setiap kelompok berusaha melempar dan
menangkap bola sebanyak mungkin tanpa menjatuhkannya. Jika
berhasil, tingkat kesulitan ditambah (misal: menangkap dengan
satu tangan, melempar sambil bergerak). Melatih ketepatan dan
koordinasi.
SDN MEKARJAYA 20
Proyek Mini: "Kreasi Permainan Bola": Setiap kelompok berdiskusi
untuk menciptakan permainan sederhana menggunakan teknik
melempar dan
SDN MEKARJAYA 20
menangkap bola (kreativitas, kolaborasi). Mereka mempresentasikan
aturan permainannya dan mempraktikkan.
Penutup (20 menit)
Refleksi: "Apa yang paling sulit saat melempar dan menangkap
bola? Bagaimana cara agar kita bisa melempar dan menangkap
bola dengan lebih baik?"
Guru memberikan apresiasi atas usaha dan semangat peserta didik.
Pendinginan dan doa.
Pertemuan 13-16 (4 JP / 140 menit): Integrasi dan Penerapan Gerak
Dasar
Pendahuluan (20 menit)
Peregangan dinamis.
Guru mengingatkan kembali semua gerak dasar yang sudah
dipelajari (lokomotor, non-lokomotor, manipulatif).
Pertanyaan pemantik (mindful learning, joyful learning): "Bagaimana
perasaanmu sekarang setelah tubuhmu sudah bisa bergerak
dengan berbagai cara? Bisakah kita menggabungkan semua
gerakan yang sudah kita pelajari dalam satu kegiatan?"
Inti (100 menit)
Stasiun Gerak: Guru menyiapkan beberapa "stasiun" di area
lapangan.
o Stasiun 1 (Lokomotor): Rintangan untuk berjalan cepat,
berlari zig- zag, dan melompati ban/simpai.
o Stasiun 2 (Non-Lokomotor): Gerakan senam ringan dengan
memutar badan, mengayun lengan, dan menekuk lutut
mengikuti irama musik.
o Stasiun 3 (Manipulatif): Melempar bola ke sasaran
(keranjang/ember), menangkap bola yang dilemparkan
teman/guru.
Peserta didik bergerak dari satu stasiun ke stasiun lain secara
bergantian (kolaborasi, kemandirian). Guru mendampingi dan
memberikan umpan balik.
"Petualangan Gerak Dasar": Peserta didik dibagi dalam kelompok.
Setiap kelompok menerima kartu tugas yang berisi instruksi
untuk menyelesaikan "petualangan" yang menggabungkan
semua gerak dasar (misal: "berjalan maju 5 langkah, lalu lompat
ke samping 2 kali, kemudian ambil bola dan lempar ke keranjang,
lalu berputar 3 kali sambil mengayun tangan, dll."). Kegiatan ini
mendorong pemikiran kritis dalam memahami instruksi dan
kreativitas dalam menyelesaikannya.
Diskusi Akhir: Masing-masing kelompok berbagi pengalaman
dalam menyelesaikan "petualangan". "Bagian mana yang paling
mudah? Bagian mana yang paling menantang? Gerakan apa
yang paling sering kalian gunakan dalam petualangan ini?"
Penutup (20 menit)
Refleksi Menyeluruh: Guru dan peserta didik berdiskusi tentang
manfaat belajar gerak dasar bagi kesehatan dan aktivitas sehari-
hari. "Apa saja yang sudah kita pelajari selama beberapa
pertemuan ini? Apakah sekarang kamu merasa lebih percaya diri
saat bergerak? Bagaimana perasaanmu saat bisa melakukan
semua gerakan ini?" (meaningful learning).
SDN MEKARJAYA 20
Guru memberikan apresiasi kepada seluruh peserta didik atas
semangat belajar dan kerja kerasnya.
SDN MEKARJAYA 20
Pendinginan dan doa penutup.
J. Asesmen Formatif dan Sumatif
Asesmen Formatif (dilakukan selama proses pembelajaran)
1. Observasi Guru: Guru mengamati partisipasi aktif, usaha, dan
penguasaan teknik dasar gerak lokomotor, non-lokomotor, dan
manipulatif oleh peserta didik selama kegiatan berlangsung. Guru
dapat menggunakan lembar observasi sederhana atau catatan
anekdot.
2. Penilaian Diri (Self-Assessment): Peserta didik mengisi lembar
penilaian diri sederhana tentang seberapa yakin mereka dapat
melakukan gerakan yang diajarkan (contoh: "Aku bisa berjalan
lurus: ya/belum").
3. Umpan Balik Teman Sebaya: Dalam kegiatan berpasangan atau
kelompok, peserta didik dapat saling memberikan umpan balik
positif tentang gerakan teman mereka.
Asesmen Sumatif (dilakukan di akhir unit pembelajaran)
1. Penilaian Keterampilan Praktik: Guru meminta peserta didik untuk
mendemonstrasikan serangkaian gerakan yang menggabungkan
lokomotor, non-lokomotor, dan manipulatif (misal: berjalan lurus,
melompat 3 kali, memutar badan, lalu melempar dan menangkap
bola). Guru menggunakan rubrik penilaian untuk mengukur
ketepatan gerakan dan koordinasi.
2. Proyek Akhir "Aku Jago Bergerak!": Peserta didik secara individu
atau berpasangan diminta membuat sebuah video singkat (misal:
30-60 detik) atau fotostory yang menunjukkan mereka sedang
melakukan berbagai gerak dasar yang sudah dipelajari dalam
aktivitas sehari-hari atau permainan. Mereka juga menjelaskan
mengapa gerakan itu penting. (Ini mendorong kreativitas,
komunikasi, dan pemahaman bermakna).
3. Kuis Lisan Sederhana: Guru mengajukan pertanyaan lisan terkait
manfaat gerak dasar dan contoh penggunaannya dalam
kehidupan sehari-hari.
K. Pemahaman Bermakna
Melalui pembelajaran ini, peserta didik akan memahami bahwa gerakan
tubuh adalah bagian penting dari kehidupan sehari-hari, bukan hanya untuk
olahraga. Setiap gerakan dasar (jalan, lari, lompat, memutar, mengayun,
menekuk, melempar, menangkap) memiliki fungsi dan manfaatnya
sendiri dalam membantu kita beraktivitas, bermain, dan menjaga
kesehatan tubuh. Dengan menguasai gerak dasar, mereka akan merasa
lebih percaya diri, mandiri, dan mampu berpartisipasi aktif dalam
berbagai kegiatan fisik.
L. Materi Bahan Ajar
Gerak Dasar Lokomotor, Non-Lokomotor, dan Manipulatif: Pondasi Gerak Tubuh
Kita
Tubuh kita dirancang untuk bergerak, dan ada tiga jenis gerakan dasar
yang sangat penting untuk kita ketahui dan latih: lokomotor, non-
SDN MEKARJAYA 20
lokomotor, dan manipulatif.
Gerak lokomotor adalah gerakan yang membuat kita berpindah tempat,
seperti berjalan, berlari, dan melompat. Gerakan-gerakan ini membantu
kita pergi ke
SDN MEKARJAYA 20
sekolah, bermain kejar-kejaran, atau melompati genangan air. Dengan
menguasai gerak lokomotor, kita bisa bergerak dengan lincah dan aman di
mana saja.
Selanjutnya adalah gerak non-lokomotor, yaitu gerakan yang tidak
membuat kita berpindah tempat, tetapi tetap menggerakkan anggota
tubuh. Contohnya adalah memutar badan, mengayunkan tangan atau kaki,
dan menekuk lutut atau siku.
Gerakan non-lokomotor membantu tubuh kita menjadi lebih lentur, kuat,
dan seimbang. Kita menggunakannya saat menari, melakukan peregangan,
atau bahkan saat meraih benda di tempat yang tinggi.
Terakhir adalah gerak manipulatif, yaitu gerakan yang menggunakan alat
atau benda, seperti melempar dan menangkap bola. Gerakan ini
membutuhkan koordinasi yang baik antara mata dan tangan kita. Dengan
menguasai gerak manipulatif, kita bisa bermain bola, melempar kantong
sampah ke tempatnya, atau bahkan membantu ibu menangkap barang
yang jatuh. Semua gerak dasar ini sangat penting untuk kesehatan tubuh,
koordinasi, dan kemampuan kita berinteraksi dengan lingkungan sekitar.
M. Refleksi
Refleksi Peserta Didik (Pilih maksimal 3)
1. Apa bagian paling menyenangkan dari pelajaran PJOK hari ini?
2. Gerakan apa yang paling mudah kamu lakukan? Mengapa?
3. Gerakan apa yang paling menantang bagimu? Bagaimana
kamu akan berlatih agar lebih baik?
Refleksi Pendidik (Pilih maksimal 3)
1. Apakah semua peserta didik terlibat aktif dalam kegiatan
pembelajaran? Jika tidak, bagaimana cara memotivasi mereka di
pertemuan selanjutnya?
2. Apakah model pembelajaran dan metode yang digunakan sudah
efektif dalam mencapai tujuan pembelajaran? Apa yang perlu
disesuaikan?
3. Bagian mana dari pembelajaran yang paling menunjukkan
pemahaman mendalam (deep learning) peserta didik
terhadap materi?
N. LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik)
LKPD: Aku Jago Bergerak!
Nama: Kelas:
A. Ayo Beri Tanda Centang ( ) pada Gerakan yang Bisa Kamu Lakukan
dengan Baik!
[ ] Berjalan lurus
[ ] Berlari cepat
[ ] Melompat dengan dua kaki
[ ] Memutar badan
[ ] Mengayunkan tangan
[ ] Menekuk lutut
SDN MEKARJAYA 20
[ ] Melempar bola ke sasaran
[ ] Menangkap bola
B. Mari Berdiskusi dan Presentasi Kelompok!
Bersama kelompokmu, buatlah satu rangkaian gerakan sederhana yang
menggabungkan gerakan:
Berjalan/Berlari/Melompat (pilih 1)
Memutar/Mengayun/Menekuk (pilih 1)
Melempar/Menangkap (pilih 1)
Setelah itu, presentasikan rangkaian gerakan kalian di depan kelas!
Rubrik Penilaian Analitik untuk Tugas Diskusi Kelompok dan Presentasi
Siswa Tema: Rangkaian Gerakan Tubuhku
4 (Sangat
Aspek Penilaian 1 (Kurang) 2 (Cukup) 3 (Baik)
Baik)
Diskusi Kelompok:
Sebagian
Semua
besar
Semua anggota
Hanya 1-2 anggota
anggota berpartis
anggota berpartisi
1. Partisipasi Anggota berpartis ip asi
yang p asi,
i pasi aktif dan
berpartisi namun
aktif saling
p asi. ada yang
dalam menduku
kurang
diskusi. ng
aktif.
dalam
diskusi.
Ide
Ide Ide
rangkaia Ide
rangkaia rangkaian
n gerak rangkaia
2. Ide dan n gerak gerak
cukup n gerak
Kreativitas kurang sangat
jelas, jelas
Rangkaian Gerak orisinal orisinal,
namun dan
atau kreatif,
kurang cukup
tidak dan
variatif. kreatif.
jelas. bervariasi
.
Terlihat Kelompok Kelompok
Ada kerja
sedikit bekerja bekerja
sama,
kerja sama sama
3. Kolaborasi dalam namun
sama, dengan dengan
Pembuatan masih
cenderun baik, sangat
Rangkaian perlu
g bekerja saling baik,
bimbinga
sendiri- memban efektif,
n
sendiri. t u. dan
.
saling
SDN MEKARJAYA 20
4
Aspek Penilaian 1 (Kurang) 2 (Cukup) 3 (Baik)
(Sangat
Baik)
menginsp
ir asi.
Presentasi Siswa:
Gerakan Gerakan
Gerakan Gerakan
yang yang
cukup yang
ditampilk ditampilk
4. Kejelasan jelas, ditampil
an an
Gerakan yang namun ka n
kurang sangat
Ditampilkan ada jelas dan
jelas jelas,
beberapa sesuai
atau tepat,
kesalaha instruksi.
tidak dan
n.
sesuai mudah
instruksi. diikuti.
Kelompok Kekompa Kelompo
Kelompok
terlihat k an k cukup
sangat
tidak masih kompak
5. kompak
kompak kurang, dan
Kekompakan/Koor dan
saat ada terkoordi
dinasi Kelompok terkoordi
menampi beberapa n asi
na si
lk an gerakan dengan
sempurna
gerakan. yang baik.
.
tidak
sinkron.
Penjelas Penjelasa
Penjelasa
an n cukup Penjelas
n sangat
tentang jelas, a n jelas
6. Komunikasi jelas,
rangkaia namun dan
Lisan (Penjelasan) percaya
n gerak kurang mudah
diri, dan
tidak percaya dipaham
menarik.
jelas diri. i.
atau
tidak
ada.
O. Pengayaan dan Remedial
Pengayaan:
Bagi peserta didik yang sudah menguasai materi dengan
baik, dapat diberikan tantangan tambahan seperti:
o Menciptakan rangkaian gerak yang lebih kompleks
dengan variasi gerakan yang lebih banyak.
o Menjadi "mentor" bagi teman sebaya yang masih kesulitan.
o Mencari dan mendemonstrasikan contoh-contoh gerak dasar
di cabang olahraga tertentu (misal: lari estafet, lempar
tangkap dalam basket).
SDN MEKARJAYA 20
Remedial:
SDN MEKARJAYA 20
Bagi peserta didik yang masih kesulitan, diberikan bimbingan
individual atau kelompok kecil.
Mengulang demonstrasi dan latihan gerak dasar yang belum
dikuasai dengan lebih intensif.
Menggunakan media visual yang lebih bervariasi (video,
animasi) untuk menjelaskan gerakan.
Memberikan kesempatan lebih banyak untuk praktik dengan
umpan balik langsung dari guru.
P. Bahan Bacaan
Pendidik:
1. Pemerintah Pusat. (2022). Panduan Pembelajaran dan Asesmen
Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK). Badan Standar,
Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Kementerian Pendidikan,
Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
2. Fullan, M., Quinn, J., & McEachen, A. (2018). Deep Learning:
Engage the World Change the World. Corwin.
3. Webinar atau Jurnal Ilmiah tentang Pembelajaran PJOK di
Sekolah Dasar dengan Pendekatan Aktif dan Menyenangkan.
Peserta Didik:
1. Buku Teks PJOK Kelas 1 SD.
2. Buku cerita bergambar tentang aktivitas fisik dan olahraga anak.
3. Video edukasi atau animasi tentang gerak dasar di platform
edukasi anak (misal: YouTube Kids dengan pengawasan orang
tua).
Q. Glosarium
1. Lokomotor: Gerakan yang menyebabkan perpindahan posisi tubuh
dari satu tempat ke tempat lain.
2. Non-Lokomotor: Gerakan yang dilakukan di tempat tanpa
menyebabkan perpindahan posisi tubuh.
3. Manipulatif: Gerakan yang melibatkan penggunaan alat atau objek
dengan anggota tubuh.
R. Daftar Pustaka
1. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2017). Pendidikan
Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan Buku Guru Kelas I. Jakarta: Pusat
Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemendikbud.
2. Graham, G., Holt/Hale, S. A., & Parker, M. (2013). Children Moving:
A Reflective Approach to Teaching Physical Education (9th ed.).
McGraw-Hill Education.
3. Woolfolk, A. (2016). Educational Psychology (13th ed.). Pearson
Education.
SDN MEKARJAYA 20
Kepala Sekolah Guru PJOK
RETNO DAMAYANTI, M. Pd MAS ACHMAD FUAD I, S. Pd
NIP. 19771118 200902 2 001 NIP.
SDN MEKARJAYA 20
Modul Ajar
(Rencana Pembelajaran Mendalam)
A. Identitas Penulis
Nama Penyusun: Chips Abdi Pratama,[Link]
Satuan Pendidikan: SDN Mekarjaya 20
Tahun Ajaran: 2025/2026
Mata Pelajaran: PJOK
Fase: A
Kelas/Semester: 1/1 (Ganjil)
Alokasi Waktu: 16 JP (Jam Pelajaran)
B. 8 Dimensi Profil Kelulusan
Pilihlah dimensi yang sesuai dengan memberi tanda centang pada kotak:
[x] Kesehatan: Peserta didik memiliki kesadaran dan
kemampuan untuk menjaga kesehatan fisik dan mental.
[x] Kemandirian: Peserta didik mampu mengambil inisiatif dan
bertanggung jawab atas pilihan-pilihan mereka.
[x] Kreativitas: Peserta didik mampu menghasilkan gagasan-
gagasan baru dan inovatif dalam memecahkan masalah.
[x] Kolaborasi: Peserta didik mampu bekerja sama dengan orang
lain untuk mencapai tujuan bersama.
[x] Komunikasi: Peserta didik mampu menyampaikan ide dan
informasi dengan jelas dan efektif.
C. 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat
Berikut adalah cara guru menanyakan tentang pelaksanaan 7 kegiatan
anak Indonesia hebat:
[ ] 1) Bangun tidur: "Anak-anak hebat, siapa yang tadi pagi
bangun tidur sudah langsung tersenyum dan semangat siap
belajar?"
[ ] 2) Beribadah: "Setelah bangun tidur, apakah kalian sudah
melaksanakan ibadah sesuai kepercayaan masing-masing?
Bagaimana perasaanmu setelahnya?"
[ ] 3) Berolahraga: "Hari ini kita akan bergerak dengan irama
yang seru! Siapa yang di rumah juga suka bergerak mengikuti
lagu?"
[ ] 4) Gemar Belajar: "Apakah kalian suka belajar hal baru,
termasuk belajar gerakan yang asyik? Apa yang membuatmu
penasaran hari ini?"
[ ] 5) Makan sehat dan Bergizi: "Coba tunjuk tangan siapa yang tadi
pagi sudah sarapan dengan makanan sehat agar tubuh kuat
bergerak? Apa saja menu sarapanmu?"
SDN MEKARJAYA 20
[ ] 6) Bermasyarakat: "Ketika kita bergerak bersama teman-teman,
apa yang paling penting untuk kita lakukan agar semua senang?"
[ ] 7) Tidur Cepat: "Agar badan kita segar dan bertenaga untuk
beraktivitas, kita harus tidur yang cukup. Siapa yang tadi malam
tidurnya tidak terlalu larut dan bangun pagi dengan semangat?"
D. Tujuan Pembelajaran
Peserta didik menunjukkan kemampuan dalam mengetahui dan mempraktikkan
gerak dasar lokomotor dan non-lokomotor sesuai dengan irama (ketukan)
tanpa/dengan musik dalam aktivitas gerak berirama dengan benar.
E. Sarana dan Prasarana
1. Ruangan atau area terbuka yang cukup luas dan aman.
2. Alat musik sederhana (misal: tamborin, marakas) atau pemutar
musik dan
speaker.
3. Matras atau alas lantai (opsional).
4. Gambar atau video contoh gerakan berirama sederhana.
5. Bendera atau syal kecil untuk variasi gerakan.
F. Target Peserta Didik
Peserta didik kelas 1 SD (umur 6-7 tahun) reguler.
Jumlah peserta didik disesuaikan dengan kapasitas kelas.
G. Model Pembelajaran
Model Pembelajaran: Project-Based Learning (PBL)
Metode: Demonstrasi, Permainan, Eksplorasi Gerak, Diskusi Kelompok,
Penemuan Terbimbing, Refleksi.
Pendekatan Deep Learning: Pembelajaran yang menekankan
pemahaman mendalam tentang konsep gerak berirama, koneksi antara
gerak dan irama, pengembangan keterampilan berpikir kritis (memilih
gerakan yang sesuai irama), kreativitas (menciptakan kombinasi
gerakan), kolaborasi (bekerja dalam kelompok), dan komunikasi
(mempresentasikan hasil).
H. Pertanyaan Pemantik
Mindful Learning: "Anak-anak hebat, coba dengarkan musik ini.
Bagaimana perasaanmu saat mendengarnya? Apa yang ingin
kamu lakukan dengan tubuhmu ketika mendengar irama ini?
Bisakah kamu merasakan ketukan musik di kakimu?"
SDN MEKARJAYA 20
Meaningful Learning: "Menurut kalian, mengapa kita suka
bergerak mengikuti musik? Apa manfaatnya bagi tubuh kita? Di
mana saja kita bisa melihat orang bergerak mengikuti irama
atau musik?"
Joyful Learning: "Siapa yang merasa gembira saat menari atau
bergerak bebas mengikuti lagu kesukaanmu? Gerakan apa yang
paling membuatmu senang dan ingin terus bergerak?"
I. Kegiatan Pembelajaran
Alokasi Waktu Total: 16 JP (Jam Pelajaran)
Setiap JP diasumsikan 35 menit. Jadi, total waktu sekitar 560 menit atau 9
jam 20 menit. Modul ini akan dibagi menjadi beberapa pertemuan.
Pertemuan 1-2 (2 JP / 70 menit): Mengenal Irama dan Gerak Lokomotor
Berirama (Jalan & Lari)
Pendahuluan (15 menit)
Guru menyapa peserta didik dengan antusias. Ajak mereka
melakukan peregangan dinamis ringan sambil mendengarkan musik
berirama ceria untuk membangun suasana joyful learning.
Guru mengajukan pertanyaan pemantik (mindful learning):
"Dengarkan baik- baik ketukan musik ini. Bisakah kamu menepuk
tangan atau menghentakkan kaki mengikuti ketukannya?"
Guru menjelaskan tujuan pembelajaran: "Hari ini kita akan bergerak
jalan dan lari mengikuti irama musik. Tubuh kita akan sehat dan
bergerak semakin lincah!"
Guru menanyakan kegiatan anak Indonesia hebat: "Siapa yang di
rumah suka bergerak mengikuti musik atau lagu anak-anak?"
Inti (40 menit)
Eksplorasi Irama: Guru memutarkan berbagai jenis musik
sederhana dengan tempo berbeda (cepat, sedang, lambat).
Peserta didik mencoba menepuk tangan, menjentikkan jari,
atau menghentakkan kaki mengikuti irama (mindful learning).
Demonstrasi dan Penjelasan: Guru mendemonstrasikan cara
berjalan dan berlari dengan menyesuaikan langkah kaki sesuai
irama musik. Guru menjelaskan pentingnya keseimbangan dan
koordinasi.
Latihan Terpimpin: Peserta didik berlatih berjalan lurus, berjalan
zig-zag, berlari pelan, dan berlari cepat, semuanya mengikuti
irama musik yang berbeda. Guru memberikan aba-aba dan
umpan balik langsung.
Permainan "Irama Bergerak": Guru memutarkan musik. Ketika
musik lambat, peserta didik berjalan pelan. Ketika musik
cepat, mereka berlari pelan. Melatih kepekaan terhadap irama
dan koordinasi gerak.
Penutup (15 menit)
Refleksi: Guru bertanya: "Apa yang paling seru saat berjalan
atau berlari mengikuti musik? Mengapa penting untuk bergerak
sesuai irama?" (meaningful learning).
Guru memberikan apresiasi dan motivasi.
SDN MEKARJAYA 20
Pendinginan dan doa.
SDN MEKARJAYA 20
Pertemuan 3-4 (2 JP / 70 menit): Gerak Lokomotor Berirama (Lompat)
dan Kombinasinya
Pendahuluan (15 menit)
Mengulang peregangan dinamis dengan musik.
Guru mengajak peserta didik mengingat kembali gerakan
jalan dan lari berirama. "Siapa yang masih ingat bagaimana
cara berjalan dan berlari sesuai ketukan?"
Pertanyaan pemantik (joyful learning): "Siapa yang suka
melompat-lompat mengikuti lagu? Gerakan apa yang bisa kita
lakukan saat melompat?"
Guru menyampaikan tujuan: "Hari ini kita akan belajar melompat
sesuai irama musik, lalu menggabungkannya dengan gerakan lain!"
Inti (40 menit)
Eksplorasi Gerakan Lompat: Peserta didik mencoba melompat
bebas mengikuti irama musik.
Demonstrasi dan Penjelasan: Guru mendemonstrasikan lompat
dua kaki dan lompat satu kaki (engklek) sesuai irama. Tekankan
pada pendaratan yang aman.
Latihan Kombinasi: Peserta didik berlatih menggabungkan
gerakan jalan- lompat, lari-lompat, atau lompat-lompat berulang
mengikuti irama.
Permainan "Kereta Gerak Irama": Peserta didik membentuk barisan.
Guru memberikan instruksi kombinasi gerakan (misal: "jalan 4
langkah, lompat 2 kali, lari kecil 4 langkah"). Mereka
melakukannya bersama mengikuti irama musik (kolaborasi). Guru
dapat bergiliran menunjuk ketua kereta untuk memberikan
instruksi.
Penutup (15 menit)
Refleksi: "Apa yang paling menantang saat menggabungkan
gerakan? Bagaimana kamu bisa melompat dengan lebih
seimbang?"
Guru mengingatkan pentingnya menjaga keselamatan saat bergerak.
Pendinginan dan doa.
Pertemuan 5-8 (4 JP / 140 menit): Mengenal Gerak Non-Lokomotor
Berirama (Memutar & Mengayun)
Pendahuluan (20 menit)
Peregangan dinamis dengan irama musik.
Guru mengajukan pertanyaan pemantik (mindful learning): "Ketika
kita menari, apakah kita selalu berpindah tempat? Ada gerakan apa
lagi yang bisa kita lakukan tanpa berpindah tempat?"
Guru memperkenalkan gerak non-lokomotor berirama: "Hari ini
kita akan membuat badan kita lebih luwes dengan bergerak
memutar dan mengayun mengikuti musik!"
Inti (100 menit)
Eksplorasi Gerakan: Peserta didik mencoba memutar tubuh,
memutar tangan, mengayunkan lengan, dan mengayunkan
kaki secara bebas mengikuti irama musik.
Demonstrasi dan Penjelasan: Guru mendemonstrasikan gerakan
memutar (badan, tangan, kaki) dan mengayun (lengan ke
SDN MEKARJAYA 20
depan/belakang, kaki ke samping) sesuai irama musik.
SDN MEKARJAYA 20
Latihan Berbasis Musik:
o Memutar: Peserta didik memutar bagian tubuh (kepala, bahu,
pinggang, pergelangan tangan, pergelangan kaki) mengikuti
irama lagu yang berbeda.
o Mengayun: Peserta didik mengayunkan lengan seperti kincir
angin, mengayunkan kaki seperti pendulum jam, semuanya
sesuai ketukan musik.
Proyek Mini: "Patung Irama": Peserta didik dibagi dalam kelompok
kecil (3- 4 orang). Guru memutarkan musik. Setiap kelompok
diminta untuk membuat rangkaian gerakan non-lokomotor sederhana
(memutar dan mengayun) selama beberapa detik, lalu berhenti
menjadi "patung" saat musik berhenti. Mereka berlatih dan
menampilkan di depan kelas (kreativitas, kolaborasi).
Penutup (20 menit)
Refleksi Kelompok: Masing-masing kelompok menceritakan ide
rangkaian gerak mereka. "Apa yang paling kamu suka dari
gerakan non-lokomotor ini? Di mana kamu bisa menggunakan
gerakan ini di kehidupan sehari-hari?"
Guru memberikan apresiasi atas kreativitas dan kekompakan
kelompok.
Pendinginan dan doa.
Pertemuan 9-12 (4 JP / 140 menit): Gerak Non-Lokomotor Berirama
(Menekuk) dan Kombinasinya
Pendahuluan (20 menit)
Peregangan statis dan dinamis dengan musik.
Guru mengajak mengingat kembali gerak memutar dan mengayun.
Pertanyaan pemantik (meaningful learning): "Mengapa lutut
kita bisa ditekuk? Apa yang terjadi jika lutut kita tidak bisa
ditekuk?"
Guru menyampaikan tujuan: "Hari ini kita akan belajar menekuk
bagian tubuh kita sesuai irama, lalu menggabungkannya dengan
gerakan lain!"
Inti (100 menit)
Eksplorasi Gerakan: Peserta didik mencoba menekuk lutut,
siku, dan anggota tubuh lain mengikuti irama musik.
Demonstrasi dan Penjelasan: Guru mendemonstrasikan gerakan
menekuk lutut (jongkok-berdiri), menekuk siku (angkat benda),
menekuk pinggang (membungkuk), semuanya disesuaikan dengan
irama.
Latihan Kombinasi Gerak Non-Lokomotor: Peserta didik berlatih
mengombinasikan gerakan memutar-mengayun-menekuk
sesuai irama. Contoh: "putar tangan, ayun kaki, tekuk lutut,
semuanya ikuti ketukan!"
Permainan "Simon Says Berirama": Guru (Simon) memberikan
instruksi gerakan (misal: "Simon Says tekuk lutut dengan irama
lambat!") dan peserta didik mengikutinya. Melatih pendengaran,
kecepatan reaksi, dan pemahaman gerak.
Proyek Kolaborasi "Tarian Sederhana Kelas 1": Dalam kelompok
kecil, peserta didik diminta untuk menciptakan tarian sederhana
yang menggabungkan minimal 1 gerak lokomotor dan 2 gerak
non-lokomotor (memutar, mengayun, menekuk) mengikuti irama
SDN MEKARJAYA 20
musik pilihan mereka (kreativitas, kolaborasi, komunikasi). Mereka
berlatih dan menampilkan tarian mereka.
Penutup (20 menit)
SDN MEKARJAYA 20
Refleksi Kelompok: Setiap kelompok menceritakan kesulitan dan
keseruan saat membuat tarian. "Apa yang paling kamu banggakan
dari tarian kelompokmu?"
Guru memberikan umpan balik positif dan apresiasi atas usaha
mereka.
Pendinginan dan doa.
Pertemuan 13-16 (4 JP / 140 menit): Proyek Akhir: Pertunjukan "Irama
Tubuhku"
Pendahuluan (20 menit)
Peregangan dinamis dengan musik yang beragam.
Guru mengingatkan kembali semua gerak dasar lokomotor
dan non- lokomotor yang sudah dipelajari.
Pertanyaan pemantik (mindful learning, joyful learning):
"Bagaimana perasaanmu saat bergerak bebas mengikuti musik?
Bisakah kita membuat pertunjukan seru yang menunjukkan
semua gerakan yang sudah kita kuasai?"
Inti (100 menit)
Perencanaan Proyek (Project-Based Learning):
o Guru menjelaskan proyek akhir: setiap kelompok akan
membuat sebuah pertunjukan gerak berirama pendek (sekitar 1-
2 menit) yang menggabungkan gerak lokomotor (jalan, lari,
lompat) dan non- lokomotor (memutar, mengayun, menekuk)
sesuai dengan irama musik pilihan mereka.
o Peserta didik dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil (4-5
orang).
o Setiap kelompok memilih satu jenis musik dan mulai
merencanakan urutan gerakan mereka. Mereka dapat
menggambar urutan gerakan atau menuliskannya dengan
bantuan guru. Ini melatih penalaran kritis dalam memilih
gerakan yang cocok dan kreativitas dalam menyusunnya.
Latihan dan Bimbingan:
o Kelompok berlatih secara mandiri. Guru berkeliling
memberikan bimbingan, saran, dan umpan balik untuk
membantu mereka menyempurnakan gerakan dan koordinasi
(kolaborasi, kemandirian).
o Guru mendorong peserta didik untuk saling memberikan
umpan balik positif dalam kelompoknya.
Gladi Resik: Setiap kelompok melakukan gladi resik di depan
guru untuk mendapatkan masukan terakhir.
Penutup (20 menit)
Refleksi persiapan: Guru bertanya: "Apa yang paling sulit saat
menyusun dan melatih pertunjukan ini? Apa yang paling kamu
suka dari pertunjukan kelompokmu?"
Guru memotivasi peserta didik untuk menampilkan yang terbaik di
pertemuan berikutnya.
Pendinginan dan doa.
Pertemuan 16 (tambahan waktu/lanjutan dari Pertemuan 15):
Pertunjukan "Irama Tubuhku" dan Refleksi Akhir
SDN MEKARJAYA 20
Inti (100 menit)
Pertunjukan "Irama Tubuhku": Setiap kelompok menampilkan
pertunjukan gerak berirama mereka di depan kelas. Guru dan
peserta didik lain memberikan apresiasi tepuk tangan.
Diskusi dan Umpan Balik Positif: Setelah setiap pertunjukan, guru
memfasilitasi diskusi singkat: "Gerakan apa yang paling kamu
suka dari kelompok ini? Apa yang membuat penampilan mereka
terlihat indah atau kompak?" Ini melatih komunikasi dan
kemampuan memberikan apresiasi.
Penutup (40 menit)
Refleksi Menyeluruh: Guru memimpin diskusi tentang pengalaman
belajar gerak berirama secara keseluruhan. "Apa saja yang sudah
kita pelajari tentang gerak lokomotor dan non-lokomotor?
Bagaimana perasaanmu saat bisa bergerak indah mengikuti
musik? Mengapa penting untuk terus bergerak?" (meaningful
learning).
Guru mengapresiasi kerja keras, kreativitas, dan kolaborasi
seluruh peserta didik.
Pendinginan, doa penutup, dan yel-yel kebersamaan.
J. Asesmen Formatif dan Sumatif
Asesmen Formatif (dilakukan selama proses pembelajaran)
1. Observasi Guru: Guru mengamati partisipasi aktif, usaha, dan
penguasaan teknik gerak lokomotor dan non-lokomotor sesuai
irama selama kegiatan berlangsung. Guru dapat menggunakan
lembar observasi sederhana atau catatan anekdot.
2. Penilaian Diri (Self-Assessment): Peserta didik mengisi lembar
penilaian diri sederhana tentang seberapa yakin mereka dapat
melakukan gerakan berirama (contoh: "Aku bisa berjalan sesuai
ketukan lagu: ya/belum").
3. Umpan Balik Langsung: Guru memberikan umpan balik verbal
secara langsung dan konstruktif selama praktik dan latihan
kelompok.
Asesmen Sumatif (dilakukan di akhir unit pembelajaran)
1. Penilaian Keterampilan Praktik (Melalui Proyek Akhir): Guru menilai
pertunjukan gerak berirama setiap kelompok menggunakan rubrik
penilaian (lihat bagian N). Penilaian mencakup ketepatan gerakan,
kesesuaian dengan irama, kreativitas, dan kekompakan kelompok.
2. Kuis Lisan Sederhana: Guru mengajukan pertanyaan lisan terkait
jenis-jenis gerak (lokomotor/non-lokomotor) dan contoh
penggunaannya dalam gerak berirama, serta manfaatnya bagi
kesehatan.
K. Pemahaman Bermakna
Melalui pembelajaran ini, peserta didik akan memahami bahwa gerakan
tubuh dapat menjadi ekspresi diri yang indah dan menyenangkan ketika
dilakukan sesuai irama atau musik. Mereka akan menyadari bahwa gerak
dasar lokomotor (berpindah tempat) dan non-lokomotor (gerak di tempat)
memiliki keterkaitan dengan irama dalam berbagai aktivitas, seperti
menari, senam, atau bahkan aktivitas sehari- hari yang membutuhkan
SDN MEKARJAYA 20
ritme. Pemahaman ini akan mendorong mereka untuk lebih
SDN MEKARJAYA 20
aktif bergerak, percaya diri, dan menghargai koordinasi tubuh serta
keindahan gerak.
L. Materi Bahan Ajar
Gerak Berirama: Menari dengan Tubuh dan Hati
Gerak berirama adalah gerakan tubuh yang dilakukan mengikuti ketukan
atau irama, baik dari musik maupun ketukan sederhana seperti tepukan
tangan. Dalam gerak berirama, kita menggunakan dua jenis gerakan
utama: gerak lokomotor dan gerak non-lokomotor. Gerak lokomotor adalah
gerakan yang membuat kita berpindah tempat, seperti berjalan, berlari,
atau melompat mengikuti irama lagu. Bayangkan kita sedang marching
atau menari sambil melompat mengikuti musik yang riang!
Sementara itu, gerak non-lokomotor adalah gerakan yang tidak membuat
kita berpindah tempat, tetapi tetap menggerakkan anggota tubuh.
Contohnya adalah memutar, mengayun, dan menekuk bagian tubuh kita
sesuai dengan ketukan musik. Kita bisa memutar tangan, mengayunkan
kaki, atau menekuk lutut sambil tetap berdiri di tempat. Menggabungkan
gerakan-gerakan ini dengan irama membuat kita bergerak lebih luwes,
seimbang, dan ekspresif.
Melakukan gerak berirama itu sangat menyenangkan dan memiliki banyak
manfaat. Selain membuat tubuh kita sehat dan kuat, gerak berirama juga
melatih koordinasi tubuh, meningkatkan kelenturan, dan membuat kita
lebih peka terhadap musik.
Dengan latihan, kita bisa menciptakan berbagai kombinasi gerakan yang
indah dan unik, bahkan membuat tarian sederhana sendiri! Jadi, ayo
bergerak dan menari sesuai irama, karena tubuh kita adalah alat musik
yang paling indah.
M. Refleksi
Refleksi Peserta Didik (Pilih maksimal 3)
1. Apa yang paling kamu sukai dari kegiatan gerak berirama hari ini?
2. Gerakan apa yang paling mudah kamu lakukan saat
mengikuti irama? Mengapa?
3. Bagian mana dari pelajaran ini yang membuatmu merasa paling
kreatif atau bersemangat?
Refleksi Pendidik (Pilih maksimal 3)
1. Apakah peserta didik menunjukkan pemahaman tentang
hubungan antara gerak dan irama?
2. Bagaimana saya bisa lebih memfasilitasi kreativitas dan
kolaborasi peserta didik dalam menciptakan gerakan?
3. Bagian mana dari rencana pembelajaran yang perlu
disesuaikan untuk pertemuan selanjutnya agar lebih menarik
dan efektif?
N. LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik)
LKPD: Kreasi Gerak Iramaku!
SDN MEKARJAYA 20
Nama: Kelas:
SDN MEKARJAYA 20
A. Ayo Beri Tanda Centang ( ) pada Gerakan Berirama yang Sudah Kamu
Lakukan!
[ ] Berjalan sesuai irama musik
[ ] Berlari kecil sesuai irama musik
[ ] Melompat sesuai irama musik
[ ] Memutar badan sesuai irama
[ ] Mengayun tangan sesuai irama
[ ] Menekuk lutut sesuai irama
B. Mari Rencanakan Pertunjukan Iramamu!
Bersama kelompokmu, diskusikan dan gambar atau tuliskan urutan
gerakan berirama yang akan kalian tampilkan. Ingat, harus ada gerak
lokomotor (jalan/lari/lompat) dan gerak non-lokomotor
(memutar/mengayun/menekuk) yang disesuaikan dengan irama lagu
pilihanmu!
(Ruang untuk menggambar atau menuliskan urutan gerakan)
Rubrik Penilaian Analitik untuk Tugas Diskusi Kelompok dan Presentasi
Siswa Tema: Pertunjukan "Irama Tubuhku"
4
Aspek Penilaian 1 (Kurang) 2 (Cukup) 3 (Baik)
(Sangat
Baik)
Diskusi Kelompok:
Sebagian
Semua
besar
Semua anggota
Hanya 1- anggota
anggota berpartis
2 berpartisi
1. Partisipasi berpartisi ip asi
anggota p asi,
Anggota p asi aktif aktif dan
yang namun
dalam saling
berpartisi ada yang
diskusi. menduku
p asi kurang
ng
aktif. aktif.
dalam
diskusi.
Ide Ide
rangkaia rangkaia
Ide
Ide n gerak n gerak
rangkaian
rangkaia cukup sangat
gerak
2. Ide dan n gerak jelas, orisinal,
jelas,
Kreativitas kurang namun kreatif,
cukup
Rangkaian Gerak orisinal kurang dan
kreatif,
atau variatif sangat
dan
tidak dan sesuai
relevan
jelas. sesuai dengan
dengan
irama. irama.
irama.
SDN MEKARJAYA 20
4
Aspek Penilaian 1 (Kurang) 2 (Cukup) 3 (Baik)
(Sangat
Baik)
Kelompo
k bekerja
Ada
Terlihat Kelompok sama
kerja
sedikit bekerja dengan
sama,
kerja sama sangat
3. Kolaborasi namun
sama, dengan baik,
dalam masih
cenderun baik efektif,
Perencanaan perlu
g bekerja dalam dan
bimbinga
sendiri- merencan saling
n dalam
sendiri. a kan mengins
menyusu
gerakan. pi rasi
n
dalam
.
perencan
a an.
Presentasi/Pertunj
ukan Siswa:
Gerakan
Gerakan
Geraka sangat
sering Gerakan
n sesuai
tidak kadang
4. Kesesuaian sebagia dengan
sesuai sesuai
Gerak dengan n besar irama
dengan irama,
Irama sesuai dan
ketukan/ tapi
dengan ketukan
ir ama sering
irama musik
musik. lepas.
musik. secara
konsiste
n.
Gerakan Gerakan
Gerakan cukup Gerakan yang
yang jelas, yang ditampilk
5. Kejelasan dan
ditampilk namun ditampilk an
Ketepatan
an ada an jelas sangat
Gerakan
kurang beberap dan jelas,
jelas a cukup tepat,
atau kesalaha tepat. dan
salah. n mudah
. diikuti.
Kelompo
Kekompa
Kelompo Kelompok k sangat
k an
k terlihat cukup kompak
masih
6. tidak kompak dan
kurang,
Kekompakan/Koor kompak dan terkoordi
ada
dinasi Kelompok dan terkoordi n asi
beberapa
tidak na si sempurn
gerakan
terkoordi dengan a,
yang
n asi. baik. terlihat
tidak
harmonis
SDN MEKARJAYA 20
.
sinkron.
SDN MEKARJAYA 20
O. Pengayaan dan Remedial
Pengayaan:
Bagi peserta didik yang sudah menguasai materi dengan
baik, dapat diberikan tantangan tambahan seperti:
o Menciptakan rangkaian gerak berirama yang lebih
panjang dan kompleks dengan variasi tempo.
o Mencoba gerak berirama dengan alat bantu (misal: syal, bola
kecil).
o Mencari tahu tentang jenis-jenis tarian daerah yang
menggunakan gerak lokomotor dan non-lokomotor.
Remedial:
Bagi peserta didik yang masih kesulitan, diberikan bimbingan
individual atau kelompok kecil.
Mengulang demonstrasi dan latihan gerak dasar berirama dengan
irama yang lebih lambat atau dengan hitungan verbal terlebih
dahulu.
Menggunakan media visual (video) yang lebih sederhana dan
berulang.
Memberikan kesempatan lebih banyak untuk praktik dengan
umpan balik langsung dari guru.
P. Bahan Bacaan
Pendidik:
1. Pemerintah Pusat. (2022). Panduan Pembelajaran dan Asesmen
Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK). Badan Standar,
Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Kementerian Pendidikan,
Kebudayaan, Riset dan Teknologi.
2. Fullan, M., Quinn, J., & McEachen, A. (2018). Deep Learning:
Engage the World Change the World. Corwin.
3. Jurnal atau buku tentang Pendidikan Gerak Berirama untuk Anak Usia
Dini.
Peserta Didik:
1. Buku Teks PJOK Kelas 1 SD.
2. Buku cerita bergambar tentang tarian atau senam.
3. Video edukasi atau animasi tentang gerakan tari anak-anak di
platform edukasi anak (misal: YouTube Kids dengan
pengawasan orang tua).
Q. Glosarium
1. Irama: Pola keteraturan bunyi atau gerak yang berulang secara
teratur.
2. Lokomotor: Gerakan yang menyebabkan perpindahan posisi tubuh
dari satu tempat ke tempat lain.
3. Non-Lokomotor: Gerakan yang dilakukan di tempat tanpa
menyebabkan perpindahan posisi tubuh.
SDN MEKARJAYA 20
R. Daftar Pustaka
1. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2017). Pendidikan
Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan Buku Guru Kelas I. Jakarta: Pusat
Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemendikbud.
2. Pane, S. & Darwisy, M. (2020). Gerak dan Irama dalam Pembelajaran
Pendidikan Jasmani. Jurnal Pendidikan Jasmani dan Olahraga, 5(1),
45-54.
3. Payne, V. G., & Isaacs, L. D. (2017). Human Motor Development: A
Lifespan Approach (9th ed.). Routledge.
Kepala Sekolah Guru PJOK
RETNO DAMAYANTI, M. Pd MAS ACHMAD FUAD I, S. Pd
NIP. 19771118 200902 2 001 NIP.
SDN MEKARJAYA 20
Modul Ajar
(Rencana Pembelajaran Mendalam)
A. Identitas Penulis
Nama Penyusun: Chips Abdi Pratama,[Link]
Satuan Pendidikan: SDN Mekarjaya 20
Tahun Ajaran: 2025/2026
Mata Pelajaran: PJOK
Fase: A
Kelas/Semester: 1/1 (Ganjil)
Alokasi Waktu: 16 JP (Jam Pelajaran)
B. 8 Dimensi Profil Kelulusan
Pilihlah dimensi yang sesuai dengan memberi tanda centang pada kotak:
[x] Kesehatan: Peserta didik memiliki kesadaran dan
kemampuan untuk menjaga kesehatan fisik dan mental,
termasuk keselamatan di air.
[x] Kemandirian: Peserta didik mampu bertanggung jawab atas
keselamatan diri dan teman.
[x] Penalaran Kritis: Peserta didik mampu memahami dan
menerapkan aturan keselamatan di air.
[x] Kreativitas: Peserta didik mampu menemukan cara untuk
beradaptasi dan bergerak di air.
[x] Kolaborasi: Peserta didik mampu bekerja sama dalam kegiatan air.
[x] Komunikasi: Peserta didik mampu menyampaikan
informasi terkait keselamatan di air.
C. 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat
Berikut adalah cara guru menanyakan tentang pelaksanaan 7 kegiatan
anak Indonesia hebat:
[ ] 1) Bangun tidur: "Anak-anak hebat, siapa yang pagi ini sudah
bangun tidur dengan semangat dan siap berpetualang di air?"
[ ] 2) Beribadah: "Sebelum kita beraktivitas di air, apakah
kalian sudah berdoa dan bersyukur atas nikmat air yang
bersih?"
[ ] 3) Berolahraga: "Hari ini kita akan belajar berenang! Siapa
yang suka bermain air dan ingin tahu cara bergerak di dalam
air?"
[ ] 4) Gemar Belajar: "Apakah kalian penasaran bagaimana cara
tangan dan kaki kita bergerak saat berenang? Apa yang membuat
kalian ingin belajar berenang?"
[ ] 5) Makan sehat dan Bergizi: "Agar badan kita kuat dan tidak
mudah lelah saat berenang, apa yang sudah kalian makan pagi
ini?"
[ ] 6) Bermasyarakat: "Ketika kita belajar di kolam renang bersama
teman- teman, apa yang penting kita lakukan agar semua aman
SDN MEKARJAYA 20
dan senang?"
SDN MEKARJAYA 20
[ ] 7) Tidur Cepat: "Supaya badan kita segar dan bertenaga untuk
berenang, siapa yang tadi malam tidurnya tidak terlalu larut dan
bangun pagi dengan semangat?"
D. Tujuan Pembelajaran
Peserta didik menunjukkan kemampuan dalam mengetahui dan
mempraktikkan pengetahuan gerakan kaki, gerakan lengan, pengambilan
napas, dan koordinasi gerakan renang gaya dada serta bentuk-bentuk
keselamatan penyelamatan dan keselamatan di air dengan koordinasi yang
baik.
E. Sarana dan Prasarana
1. Kolam renang dangkal yang aman dan bersih (kedalaman
sesuai tinggi peserta didik).
2. Pelampung (papan pelampung, pull buoy, pelampung lengan).
3. Pakaian renang dan kacamata renang.
4. Peluit dan pengeras suara.
5. Gambar/video demonstrasi gerakan renang gaya dada dan
skenario keselamatan di air.
F. Target Peserta Didik
Peserta didik kelas 1 SD (umur 6-7 tahun) reguler.
Jumlah peserta didik disesuaikan dengan rasio guru-murid yang
aman di air. Guru pendamping/penjaga kolam sangat disarankan.
G. Model Pembelajaran
Model Pembelajaran: Project-Based Learning (PBL) dan Direct Instruction
(untuk aspek keselamatan).
Metode: Demonstrasi, Latihan Berulang (Drill), Permainan Air, Simulasi,
Diskusi Kelompok, Refleksi.
Pendekatan Deep Learning: Pembelajaran yang fokus pada pemahaman
mendalam tentang prinsip gerakan renang dan keselamatan, koneksi
antara teori dan praktik, pengembangan keterampilan berpikir kritis
(mengambil keputusan cepat di air), kreativitas (mengadaptasi gerakan),
kolaborasi (latihan berpasangan/kelompok), dan komunikasi (melaporkan
kondisi darurat).
H. Pertanyaan Pemantik
SDN MEKARJAYA 20
Mindful Learning: "Ketika kita ada di dalam air, bagaimana
rasanya tubuh kita? Apa yang kamu rasakan saat air menyentuh
kulitmu? Bisakah kamu merasakan bagaimana kakimu
mendorong air?"
Meaningful Learning: "Mengapa penting bagi kita untuk belajar
berenang? Apa saja bahaya yang bisa terjadi di air jika kita tidak
hati-hati? Bagaimana kita bisa menjaga diri dan teman kita agar
tetap aman di kolam renang?"
Joyful Learning: "Siapa yang merasa gembira dan bersemangat
saat bermain air? Gerakan apa yang paling ingin kamu coba di
dalam air? Apa yang membuatmu senang saat belajar hal baru
tentang air?"
I. Kegiatan Pembelajaran
Alokasi Waktu Total: 16 JP (Jam Pelajaran)
Setiap JP diasumsikan 35 menit. Total waktu sekitar 560 menit atau 9 jam
20 menit. Materi ini akan dibagi menjadi beberapa pertemuan. Setiap
pertemuan sebaiknya dilakukan di kolam renang atau area simulasi yang
aman.
Pertemuan 1-2 (2 JP / 70 menit): Pengenalan Air dan Keselamatan Dasar
Pendahuluan (15 menit)
Guru menyambut peserta didik. Memulai dengan ice breaking
ringan dan senam pemanasan di luar kolam.
Guru mengajukan pertanyaan pemantik (mindful learning):
"Bagaimana rasanya kulitmu saat terkena air? Apakah air
terasa dingin atau segar?"
Guru memperkenalkan tujuan: "Hari ini kita akan berkenalan
dengan air dan belajar cara aman di kolam renang."
Guru menanyakan kegiatan anak Indonesia hebat: "Siapa yang
sudah makan makanan sehat agar kuat beraktivitas hari ini?"
Inti (40 menit)
Peraturan Keselamatan di Air: Guru menjelaskan dan
mendemonstrasikan peraturan dasar di kolam renang (jangan lari di
pinggir kolam, jangan mendorong teman, tidak boleh buang air kecil
di kolam, dilarang masuk kolam tanpa pengawasan guru, masuk ke
kolam secara perlahan). Ini adalah instruksi langsung yang vital.
Peserta didik dapat berdiskusi singkat tentang mengapa peraturan
itu penting (penalaran kritis, komunikasi).
Adaptasi dengan Air: Peserta didik melakukan adaptasi di bagian
dangkal kolam:
o Berjalan di air (melatih keseimbangan dan rasa air).
o Membasahi muka, meniup gelembung di air (latihan
pernapasan).
o Mencoba mengapung telentang dengan bantuan guru atau
pelampung.
Permainan "Kapal Karam": Peserta didik berjalan di air dangkal,
ketika guru meniup peluit, mereka harus segera memegang pinggir
kolam atau memegang tangan teman. Melatih kecepatan reaksi
SDN MEKARJAYA 20
dan kesiapsiagaan (kolaborasi).
Penutup (15 menit)
SDN MEKARJAYA 20
Refleksi: Guru bertanya: "Apa yang paling penting kita ingat saat
berada di kolam renang? Apa yang membuatmu merasa aman di
dalam air?" (meaningful learning).
Pendinginan dan doa.
Pertemuan 3-6 (4 JP / 140 menit): Pengenalan Gerakan Kaki Renang
Gaya Dada
Pendahuluan (20 menit)
Pemanasan dan pengulangan peraturan keselamatan.
Guru mengajukan pertanyaan pemantik (mindful learning):
"Bagaimana kakimu bisa mendorong air ke belakang agar kamu
bisa maju? Coba rasakan kekuatan di kakimu!"
Guru menyampaikan tujuan: "Hari ini kita akan belajar gerakan
kaki renang gaya dada seperti katak!"
Inti (100 menit)
Demonstrasi di Darat: Guru mendemonstrasikan gerakan kaki gaya
dada di darat (posisi duduk di pinggir kolam atau di lantai). Fokus
pada gerakan menendang keluar dan merapatkan kaki (seperti
gunting atau katak).
Latihan di Air (dengan pegangan): Peserta didik memegang pinggir
kolam atau papan pelampung, lalu melatih gerakan kaki gaya
dada. Guru memberikan umpan balik individu.
Latihan Berpasangan: Peserta didik berlatih gerakan kaki gaya dada
sambil memegang tangan teman yang berdiri di depan (sebagai
penahan). Ini melatih kolaborasi dan kepercayaan.
Permainan "Katak Melompat di Air": Peserta didik berlomba
menggerakkan kaki gaya dada dari satu titik ke titik lain di air
dangkal menggunakan papan pelampung. Melatih koordinasi kaki
dan kecepatan.
Penutup (20 menit)
Refleksi: "Bagaimana rasanya kakimu setelah menendang air?
Apa yang perlu diingat agar gerakan kakimu semakin kuat?"
Pendinginan dan doa.
Pertemuan 7-10 (4 JP / 140 menit): Pengenalan Gerakan Lengan dan
Pengambilan Napas Gaya Dada
Pendahuluan (20 menit)
Pemanasan dan pengulangan gerakan kaki gaya dada.
Guru mengajukan pertanyaan pemantik (meaningful learning):
"Kalau tangan kita bergerak di air, apa yang terjadi? Mengapa kita
perlu mengambil napas saat berenang?"
Guru menyampaikan tujuan: "Sekarang kita akan belajar gerakan
tangan dan cara mengambil napas saat berenang gaya dada!"
Inti (100 menit)
Demonstrasi di Darat: Guru mendemonstrasikan gerakan lengan
gaya dada (mendorong air ke samping dan merapatkan tangan ke
depan) dan cara mengambil napas (mengangkat kepala saat
tangan mendorong air ke samping).
Latihan di Air (dengan bantuan):
SDN MEKARJAYA 20
o Gerakan Lengan: Peserta didik berlatih gerakan lengan gaya
dada sambil berdiri atau menggunakan pull buoy. Guru fokus
pada bentuk dan kekuatan dorongan.
o Pengambilan Napas: Peserta didik berlatih mengambil napas
dengan mengangkat kepala saat berdiri di air, meniup
gelembung saat kepala masuk air.
o Kombinasi Lengan dan Napas: Latihan mengombinasikan
gerakan lengan dan pengambilan napas secara perlahan.
Permainan "Mengambil Harta Karun": Peserta didik meniru gerakan
lengan dan pernapasan untuk "mengambil" benda ringan yang
mengapung di permukaan air. Melatih koordinasi tangan dan napas.
Penutup (20 menit)
Refleksi: "Apa yang paling sulit saat menggerakkan tangan dan
mengambil napas bersamaan? Bagaimana cara agar kita tidak
kemasukan air saat mengambil napas?"
Pendinginan dan doa.
Pertemuan 11-14 (4 JP / 140 menit): Koordinasi Gerakan Renang Gaya
Dada
Pendahuluan (20 menit)
Pemanasan, pengulangan semua gerakan dasar (kaki, lengan,
napas).
Guru mengajukan pertanyaan pemantik (joyful learning):
"Bayangkan kamu seekor katak yang sedang berenang dengan
lincah! Apa yang membuat katak berenang dengan baik?"
Guru menyampaikan tujuan: "Hari ini kita akan
menggabungkan semua gerakan menjadi satu, agar bisa
berenang gaya dada!"
Inti (100 menit)
Latihan Koordinasi Bertahap:
o Kaki + Lengan (tanpa napas): Peserta didik mencoba
mengombinasikan gerakan kaki dan lengan dengan papan
pelampung.
o Kaki + Napas (tanpa lengan): Peserta didik fokus pada
tendangan kaki dan pengambilan napas.
o Lengan + Napas (tanpa kaki): Peserta didik fokus pada
kayuhan tangan dan pengambilan napas.
Latihan Gaya Dada Lengkap (dengan bantuan): Peserta didik
mencoba melakukan gerakan renang gaya dada lengkap dengan
bantuan pelampung atau guru yang menopang. Guru memberikan
umpan balik untuk memperbaiki koordinasi.
Proyek Mini: "Menjadi Katak Penyelamat": Peserta didik secara
berpasangan atau kelompok kecil (dengan pengawasan guru
yang ketat):
o Berlatih cara memegang tangan teman dan menariknya ke
pinggir kolam (simulasi penyelamatan).
o Belajar melempar pelampung kepada teman
(simulasi penyelamatan).
o Guru memberikan skenario sederhana (misal: "Temanmu
terjatuh di pinggir kolam, apa yang harus kamu lakukan?").
Peserta didik mendiskusikan dan memerankan respons yang
benar (kolaborasi, penalaran kritis, komunikasi).
SDN MEKARJAYA 20
Penutup (20 menit)
Refleksi: "Bagaimana perasaanmu saat berhasil menggerakkan
kaki dan tangan bersamaan? Apa yang akan kamu lakukan jika
melihat teman kesulitan di air?"
Pendinginan dan doa.
Pertemuan 15-16 (2 JP / 70 menit): Simulasi Keselamatan dan Evaluasi
Praktik
Pendahuluan (15 menit)
Pemanasan ringan.
Guru mengulang kembali pentingnya keselamatan di air.
Guru mengajukan pertanyaan pemantik (meaningful learning):
"Mengapa kita harus tahu cara menyelamatkan diri sendiri dan
menolong orang lain di air? Apa yang akan kamu lakukan jika
melihat bahaya?"
Inti (40 menit)
Simulasi Keselamatan dan Penyelamatan:
o Prosedur Darurat: Guru mempraktikkan dan peserta didik
menirukan prosedur darurat di kolam renang (misal: cara
berteriak minta tolong, cara mencari bantuan, tidak
melompat langsung).
o Penyelamatan Tanpa Sentuh: Latihan cara menolong korban
dari pinggir kolam tanpa ikut masuk air (mengulurkan
tangan, tongkat, atau pelampung).
o Permainan "Detektif Keamanan Air": Guru menyembunyikan
beberapa "bahaya" buatan di sekitar kolam (misal: botol
bekas, mainan yang bukan untuk air). Peserta didik
berkelompok untuk menemukan dan melaporkan potensi
bahaya tersebut kepada guru. Melatih penalaran kritis dan
komunikasi.
Praktik Renang Gaya Dada Individu: Setiap peserta didik mencoba
berenang gaya dada sejauh beberapa meter dengan pengawasan
ketat. Guru melakukan penilaian formatif pada kemampuan
koordinasi mereka.
Penutup (15 menit)
Refleksi Akhir: Guru bertanya: "Apa yang paling penting kamu
pelajari tentang keselamatan di air? Apa yang akan kamu
ceritakan pada orang tuamu tentang pelajaran renang hari
ini?"
Guru memberikan apresiasi atas keberanian dan usaha peserta didik.
Pendinginan dan doa penutup.
J. Asesmen Formatif dan Sumatif
Asesmen Formatif (dilakukan selama proses pembelajaran)
1. Observasi Guru: Guru mengamati partisipasi aktif, keberanian
beradaptasi dengan air, penguasaan gerakan kaki, lengan,
pengambilan napas, dan koordinasi renang gaya dada, serta
pemahaman dan penerapan keselamatan. Guru dapat
menggunakan daftar cek atau catatan anekdot.
2. Penilaian Diri (Self-Assessment): Peserta didik dapat menggunakan
lembar penilaian diri sederhana tentang kepercayaan diri mereka di
SDN MEKARJAYA 20
air dan kemampuan melakukan gerakan dasar.
SDN MEKARJAYA 20
3. Umpan Balik Langsung: Guru memberikan umpan balik verbal
secara langsung dan konstruktif selama praktik di air.
Asesmen Sumatif (dilakukan di akhir unit pembelajaran)
1. Penilaian Keterampilan Praktik: Guru menilai kemampuan peserta
didik dalam:
o Melakukan gerakan kaki gaya dada dengan benar.
o Melakukan gerakan lengan gaya dada dengan benar.
o Mengambil napas dengan baik.
o Mengkoordinasikan gerakan kaki, lengan, dan napas
dalam renang gaya dada sederhana.
o Mendemonstrasikan 1-2 bentuk penyelamatan dasar (misal:
melempar pelampung ke target, menarik tangan teman dari
pinggir kolam).
Guru menggunakan rubrik penilaian (lihat bagian N).
2. Kuis Lisan/Gambar: Guru menanyakan secara lisan atau meminta
peserta didik menunjuk gambar terkait aturan keselamatan di air
atau urutan gerakan gaya dada.
K. Pemahaman Bermakna
Melalui pembelajaran ini, peserta didik akan memahami bahwa air adalah
lingkungan yang menyenangkan namun memerlukan kewaspadaan dan
keterampilan khusus. Mereka akan menginternalisasi pentingnya
keselamatan di air sebagai prioritas utama. Selain itu, mereka akan
memahami bahwa berenang adalah keterampilan hidup yang penting,
bukan hanya olahraga, dan penguasaan gerakan dasar seperti gaya dada
dapat membuka pintu untuk aktivitas air yang lebih luas, sekaligus
meningkatkan kebugaran dan kepercayaan diri.
L. Materi Bahan Ajar
Renang Gaya Dada dan Keselamatan di Air: Bersahabat dengan Air!
Air adalah tempat yang menyenangkan untuk bermain dan bergerak, tapi
kita harus selalu ingat untuk aman di air. Sebelum berenang, kita harus
tahu aturan penting, seperti tidak berlari di pinggir kolam, tidak
mendorong teman, dan selalu berenang di bawah pengawasan orang
dewasa. Kita juga belajar bagaimana cara menolong teman jika ada yang
kesulitan, yaitu dengan mengulurkan benda dari pinggir kolam, bukan
langsung ikut melompat. Ingat, keselamatan adalah yang utama!
Salah satu cara berenang yang paling populer dan sering disebut gaya
katak adalah renang gaya dada. Gerakan renang gaya dada itu unik dan
seru! Kita menggunakan gerakan kaki seperti katak yang sedang berenang:
kedua kaki ditekuk, dibuka lebar, lalu ditendang lurus dan dirapatkan
kembali. Gerakan ini sangat kuat untuk mendorong tubuh kita maju di air.
Semakin kuat tendangan kaki katakmu, semakin cepat kamu melaju!
Selain gerakan kaki, gerakan lengan dan cara mengambil napas juga
penting dalam gaya dada. Gerakan lengan seperti sedang "menggaruk"
air dari depan dada ke samping, lalu dirapatkan lagi ke depan. Saat
tangan mendorong air ke samping, kepala kita keluar dari air untuk
SDN MEKARJAYA 20
mengambil napas, lalu kembali masuk ke air saat
SDN MEKARJAYA 20
tangan merapat. Dengan melatih koordinasi antara gerakan kaki, lengan,
dan pengambilan napas ini, kita bisa berenang gaya dada dengan lancar
dan menikmati serunya bergerak di air!
M. Refleksi
Refleksi Peserta Didik (Pilih maksimal 3)
1. Apa hal terpenting yang kamu pelajari tentang keselamatan di
kolam renang hari ini?
2. Gerakan renang gaya dada mana yang paling kamu sukai atau
yang paling mudah kamu lakukan?
3. Apa yang akan kamu lakukan untuk terus berlatih agar bisa
berenang lebih baik?
Refleksi Pendidik (Pilih maksimal 3)
1. Apakah peserta didik menunjukkan peningkatan keberanian dan
kepercayaan diri di air?
2. Apakah instruksi keselamatan dan teknik renang disampaikan
dengan jelas dan dipahami oleh mayoritas peserta didik?
3. Bagaimana saya bisa lebih efektif dalam memberikan umpan balik
individual kepada setiap peserta didik saat praktik di air?
N. LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik)
LKPD: Aku Penyelamat Cilik dan Perenang Hebat!
Nama: Kelas:
A. Ayo Beri Tanda Centang ( ) pada Hal yang Harus Kita Lakukan di Kolam
Renang!
[ ] Berlari di pinggir kolam
[ ] Berenang dengan pengawasan guru
[ ] Mendorong teman ke kolam
[ ] Memakai pelampung jika belum bisa berenang
[ ] Minta tolong jika ada bahaya
[ ] Melompat ke kolam tanpa melihat
B. Mari Praktikkan Gerakan Renang Gaya Dada dan Keselamatan!
Tunjukkan pada Pak Umar bagaimana kamu bisa melakukan gerakan-
gerakan ini di air!
1. Gerakan kaki gaya dada.
2. Gerakan lengan gaya dada.
3. Cara mengambil napas saat berenang.
4. Menolong teman dari pinggir kolam (misal: mengulurkan
tangan/tongkat).
SDN MEKARJAYA 20
Rubrik Penilaian Analitik untuk Penilaian Keterampilan Praktik Renang dan
Keselamatan
Tema: Pengetahuan dan Praktik Renang Gaya Dada serta Keselamatan Air
Aspek 1 (Belum 2 (Mulai 3 4 (Menguasai
Penilaian Menguasai) Menguasai) (Menguasai) Penuh)
Gerakan kaki Gerakan kaki Gerakan kaki Gerakan kaki
A. belum mulai sudah sangat
Gerakan terbentuk terlihat, terbentuk baik, kuat,
Kaki atau tidak namun dan cukup dan
Gaya efektif belum efektif konsisten
Dada mendorong konsisten mendorong dalam
air. dan kurang air. mendorong
kuat. air.
Gerakan Gerakan Gerakan
B. Gerakan
lengan lengan lengan
Gerakan lengan
mulai cukup sangat
Lengan belum
terlihat, terbentuk baik, kuat,
Gaya terbentuk
namun dan dan
Dada atau salah
kurang terkoordina terkoordina
arah.
terkoordina si dengan si
si. baik. sempurna.
Mengambil
Mengambil
C. Kesulitan napas
napas
Pengam mengambil dengan Mengambil
sangat
bilan napas, usaha, napas
baik,
Napas sering terkadang cukup baik
teratur, dan
Gaya kemasukan masih dan
efisien
Dada air, atau kemasukan teratur.
tanpa
tidak air.
kemasukan
teratur.
air.
Mampu
D. Belum mampu Mampu Mampu
mengkoordi
Koordin mengkoordi mengkoordi mengkoordi
n asikan
asi n asikan n asikan n asikan
gerakan
Gerak gerakan beberapa gerakan
dengan
(Kaki, secara gerakan, dengan
sangat
Lengan, bersamaan. namun cukup baik
Napas) baik,
belum dan lancar.
lancar, dan
lancar.
berirama.
Tidak Memahami Memahami
E. Menunjukkan
menunjukk dan cukup dengan
Pemaha sedikit
an konsisten sangat baik
man & pemahama
pemahama memprakti dan selalu
Praktik n, namun
n aturan kk an mempraktik
Keselam belum
keselamata aturan ka n aturan
atan Air konsisten
n atau keselamata keselamata
bersikap n dasar. n
SDN MEKARJAYA 20
ceroboh.
SDN MEKARJAYA 20
Aspek 1 (Belum 2 (Mulai 3 4
Penilaian Menguasai) Menguasai) (Menguasai) (Menguasai
Penuh)
dalam serta
prakti mampu
k. mendemon
str asikan
penyelamat
a n dasar.
O. Pengayaan dan Remedial
Pengayaan:
Bagi peserta didik yang sudah menguasai gerakan dan aspek
keselamatan dengan baik, dapat diberikan tantangan tambahan
seperti:
o Mencoba kombinasi gerakan renang gaya dada dengan
jarak yang lebih jauh.
o Belajar mengapung tanpa alat bantu dalam waktu yang lebih
lama.
o Memperkenalkan variasi gerakan dasar renang
gaya bebas (tendangan kaki).
o Menjadi "teman bantu" bagi teman sebaya yang masih
kesulitan, di bawah pengawasan guru.
Remedial:
Bagi peserta didik yang masih kesulitan, diberikan bimbingan
individual atau kelompok kecil.
Mengulang latihan adaptasi air dan pengenalan gerakan
dasar di darat terlebih dahulu, lalu di air dangkal.
Menggunakan pelampung yang lebih banyak atau
bervariasi untuk meningkatkan rasa aman dan membantu
gerakan.
Memberikan instruksi yang lebih sederhana dan berulang, fokus
pada satu aspek gerakan pada satu waktu.
P. Bahan Bacaan
Pendidik:
1. Pemerintah Pusat. (2022). Panduan Pembelajaran dan Asesmen
Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK). Badan Standar,
Kurikulum dan Asesmen Pendidikan Kementerian Pendidikan,
Kebudayaan, Riset dan Teknologi.
2. Buku atau panduan Pelatihan Renang Dasar untuk Pemula dan
Keselamatan Air.
3. Artikel atau jurnal tentang pengajaran renang untuk anak usia dini.
Peserta Didik:
1. Buku Cerita Bergambar tentang Renang atau Keselamatan di Air.
SDN MEKARJAYA 20
2. Video Edukasi tentang Gerakan Renang Gaya Dada dan Aturan
Keselamatan Air (dengan pengawasan orang tua/guru).
3. Poster atau infografis tentang "Aturan Aman di Kolam Renang".
Q. Glosarium
1. Gaya Dada: Salah satu gaya renang yang gerakannya
menyerupai katak berenang.
2. Koordinasi: Kemampuan menggerakkan beberapa anggota
tubuh secara bersamaan dan teratur.
3. Penyelamatan Air: Tindakan atau prosedur untuk membantu
seseorang yang mengalami kesulitan di dalam atau sekitar air.
R. Daftar Pustaka
1. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2017). Pendidikan
Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan Buku Guru Kelas I. Jakarta: Pusat
Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemendikbud.
2. American Red Cross. (2014). Swimming and Water Safety. Washington,
D.C.: The American National Red Cross.
3. Maglischo, E. W. (2003). Swimming Fastest: The Essential Steps to
Peak Performance. Human Kinetics.
Kepala Sekolah Guru PJOK
RETNO DAMAYANTI, M. Pd MAS ACHMAD FUAD I, S. Pd
NIP. 19771118 200902 2 001 NIP.
SDN MEKARJAYA 20
Modul Ajar
(Rencana Pembelajaran Mendalam)
A. Identitas Penulis
Nama Penyusun: Chips Abdi Pratama,[Link]
Satuan Pendidikan: SDN Mekarjaya 20
Tahun Ajaran: 2025/2026
Mata Pelajaran: PJOK
Fase: A
Kelas/Semester: 1/1 (Ganjil)
Alokasi Waktu: 16 JP (Jam Pelajaran)
B. 8 Dimensi Profil Kelulusan
Pilihlah dimensi yang sesuai dengan memberi tanda centang pada kotak:
[x] Kesehatan: Peserta didik memiliki kesadaran dan
kemampuan untuk menjaga kesehatan fisik dan mental,
termasuk menjaga kebugaran dan kebersihan diri.
[x] Kemandirian: Peserta didik mampu menjaga kebersihan
diri dan mengambil inisiatif untuk berperilaku hidup sehat.
[x] Penalaran Kritis: Peserta didik mampu memahami
mengapa suatu perilaku (misalnya menjaga kebersihan) itu
penting.
[x] Kolaborasi: Peserta didik mampu bekerja sama dalam kegiatan
menjaga kebersihan lingkungan.
[x] Komunikasi: Peserta didik mampu menyampaikan pentingnya
menjaga kebersihan dan kesehatan tubuh.
C. 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat
Berikut adalah cara guru menanyakan tentang pelaksanaan 7 kegiatan
anak Indonesia hebat:
[ ] 1) Bangun tidur: "Anak-anak hebat, siapa yang tadi pagi
bangun tidur sudah merasa segar dan siap beraktivitas?"
[ ] 2) Beribadah: "Setelah bangun tidur, apakah kalian sudah
melaksanakan ibadah sesuai keyakinan masing-masing?
Bagaimana perasaanmu setelahnya, lebih tenang?"
[ ] 3) Berolahraga: "Hari ini kita akan belajar bagaimana tubuh kita
tetap kuat dan sehat. Siapa yang suka bergerak dan bermain agar
tubuhnya bugar?"
[ ] 4) Gemar Belajar: "Apakah kalian penasaran mengapa kita harus
menjaga kebersihan tubuh dan pakaian? Apa yang membuat kalian
ingin tahu lebih banyak tentang tubuh sehat?"
[ ] 5) Makan sehat dan Bergizi: "Agar tubuh kita kuat dan bugar,
makanan apa saja yang sudah kalian makan hari ini? Mengapa
makanan sehat itu penting?"
SDN MEKARJAYA 20
[ ] 6) Bermasyarakat: "Ketika kita menjaga kebersihan diri, apakah
itu juga berdampak baik untuk teman-teman dan lingkungan
sekitar kita?"
[ ] 7) Tidur Cepat: "Supaya badan kita segar dan bertenaga untuk
belajar dan bermain, siapa yang tadi malam tidurnya tidak terlalu
larut dan bangun pagi dengan semangat?"
D. Tujuan Pembelajaran
Peserta didik mengenal dan mampu mempraktikkan aktivitas kebugaran
jasmani untuk kesehatan di antaranya: sikap tubuh dalam keadaan diam,
sikap tubuh dalam keadaan bergerak, sikap tubuh dalam posisi berdiri, bagian
tubuh yang boleh dan tidak boleh disentuh orang lain, cara menjaga
kebersihannya, dan kebersihan pakaian sesuai dengan pola perilaku hidup
sehat.
E. Sarana dan Prasarana
1. Lapangan atau area terbuka yang aman.
2. Poster/gambar contoh sikap tubuh yang benar (berdiri, duduk,
berjalan).
3. Boneka atau gambar tubuh manusia (untuk area sensitif).
4. Sabun, sikat gigi, pasta gigi, handuk (untuk demonstrasi kebersihan
diri).
5. Video/animasi pendek tentang pentingnya menjaga
kebersihan diri dan bagian tubuh pribadi.
F. Target Peserta Didik
Peserta didik kelas 1 SD (umur 6-7 tahun) reguler.
Jumlah peserta didik disesuaikan dengan kapasitas kelas.
G. Model Pembelajaran
Model Pembelajaran: Inquiry-Based Learning (Pembelajaran Berbasis
Penemuan) dan Direct Instruction (untuk aspek kebersihan dan
keamanan tubuh).
Metode: Demonstrasi, Latihan Terpimpin, Diskusi Kelompok, Permainan
Peran (Role Play), Penemuan, Refleksi.
Pendekatan Deep Learning: Pembelajaran yang menekankan pemahaman
mendalam tentang mengapa kebugaran dan kebersihan itu penting,
koneksi antara sikap tubuh dan kesehatan, pengembangan keterampilan
berpikir kritis (memilih sikap tubuh yang benar), komunikasi
(menyampaikan tentang bagian tubuh pribadi), dan kemandirian
(menerapkan pola hidup sehat).
SDN MEKARJAYA 20
H. Pertanyaan Pemantik
SDN MEKARJAYA 20
Mindful Learning: "Anak-anak, coba duduk tegak sekarang.
Bagaimana rasanya punggungmu? Coba berdiri lurus. Bisakah
kamu merasakan kekuatan di kakimu? Mengapa penting untuk
merasakan bagaimana tubuh kita berdiri atau bergerak?"
Meaningful Learning: "Menurut kalian, mengapa tubuh kita harus
bugar dan sehat? Apa yang terjadi kalau kita tidak menjaga
kebersihan tubuh? Mengapa ada bagian tubuh kita yang tidak boleh
disentuh orang lain?"
Joyful Learning: "Siapa yang merasa gembira kalau tubuhnya
sehat dan kuat? Kegiatan apa yang paling kamu suka lakukan
agar badanmu bugar? Bagaimana perasaanmu saat bisa
menjaga kebersihan diri sendiri?"
I. Kegiatan Pembelajaran
Alokasi Waktu Total: 16 JP (Jam Pelajaran)
Setiap JP diasumsikan 35 menit. Total waktu sekitar 560 menit atau 9 jam
20 menit. Materi ini akan dibagi menjadi beberapa pertemuan.
Pertemuan 1-2 (2 JP / 70 menit): Kebugaran Jasmani: Sikap Tubuh
dalam Keadaan Diam
Pendahuluan (15 menit)
Guru menyapa peserta didik dengan semangat. Ajak mereka
melakukan peregangan ringan dan mengambil napas dalam-
dalam untuk membangun kesadaran tubuh (mindful learning).
Guru mengajukan pertanyaan pemantik: "Coba rasakan badanmu
saat duduk. Apakah sudah tegak? Mengapa penting badan kita
tegak?"
Guru menjelaskan tujuan: "Hari ini kita akan belajar tentang sikap
tubuh yang benar saat diam agar tubuh kita sehat dan tidak mudah
pegal."
Guru menanyakan kegiatan anak Indonesia hebat: "Siapa yang
tadi pagi sudah bangun tidur dan merasa segar?"
Inti (40 menit)
Eksplorasi Sikap Tubuh: Peserta didik diminta mencoba berbagai
posisi diam (duduk, berdiri, berbaring) dan merasakan
perbedaannya. Guru mengamati.
Demonstrasi dan Penjelasan: Guru mendemonstrasikan sikap tubuh
yang benar dalam keadaan diam:
o Sikap Berdiri Tegak: Kaki rapat, bahu rileks, pandangan ke
depan.
o Sikap Duduk Tegak: Punggung lurus, kaki menapak lantai,
bahu tidak tegang.
o Sikap Tidur yang Baik: Posisi tubuh rileks.
Latihan Terpimpin: Peserta didik menirukan sikap-sikap
tersebut. Guru memberikan umpan balik langsung.
Permainan "Patung Sehat": Guru menyebutkan posisi (misal: "patung
berdiri tegak!"), peserta didik langsung mengambil posisi tersebut
dan mempertahankannya beberapa detik. Melatih konsentrasi dan
pemahaman sikap tubuh.
SDN MEKARJAYA 20
Penutup (15 menit)
SDN MEKARJAYA 20
Refleksi: Guru bertanya: "Apa yang membuat sikap tubuh kita
terlihat baik? Apa manfaatnya bagi kesehatan kita jika kita selalu
bersikap tegak?" (meaningful learning).
Guru memberikan apresiasi dan motivasi.
Pendinginan dan doa.
Pertemuan 3-4 (2 JP / 70 menit): Kebugaran Jasmani: Sikap Tubuh
dalam Keadaan Bergerak
Pendahuluan (15 menit)
Pemanasan ringan dan pengulangan sikap tubuh diam.
Guru mengajukan pertanyaan pemantik (joyful learning): "Siapa
yang suka berlari atau melompat? Bagaimana agar kita tidak
mudah jatuh saat bergerak?"
Guru menyampaikan tujuan: "Hari ini kita akan belajar tentang
sikap tubuh yang benar saat bergerak, seperti berjalan dan
berlari."
Inti (40 menit)
Eksplorasi Gerakan: Peserta didik diminta berjalan dan berlari
bebas. Guru mengamati sikap tubuh mereka.
Demonstrasi dan Penjelasan: Guru mendemonstrasikan sikap tubuh
yang benar saat bergerak:
o Sikap Berjalan yang Benar: Badan tegak, langkah seimbang,
ayunan tangan.
o Sikap Berlari yang Benar: Badan sedikit condong, ayunan
tangan, langkah kaki teratur.
Latihan Praktik: Peserta didik berlatih berjalan dan berlari dengan
sikap tubuh yang benar dalam berbagai variasi (jalan cepat, lari
pelan, lari zig-zag).
Permainan "Maju Jalan! Mundur Jalan!": Peserta didik berjalan
sesuai instruksi guru dengan sikap tubuh yang benar. Guru
memberikan instruksi bervariasi (misal: "maju jalan dengan
pandangan lurus!"). Melatih koordinasi dan kontrol tubuh.
Penutup (15 menit)
Refleksi: "Apa yang perlu kita ingat agar badan kita tetap tegak
saat berjalan dan berlari? Mengapa penting menjaga sikap tubuh
yang benar saat bergerak?"
Guru mengingatkan untuk selalu berhati-hati saat bergerak.
Pendinginan dan doa.
Pertemuan 5-8 (4 JP / 140 menit): Kebersihan Diri dan Pakaian
Pendahuluan (20 menit)
Peregangan ringan.
Guru mengajukan pertanyaan pemantik (meaningful learning):
"Mengapa kita harus mandi setiap hari? Apa yang terjadi kalau
kita tidak sikat gigi?"
Guru menyampaikan tujuan: "Hari ini kita akan belajar cara
menjaga kebersihan diri dan pakaian agar selalu sehat dan
harum!"
Inti (100 menit)
Diskusi Awal: Guru memancing diskusi tentang pentingnya
kebersihan diri (mandi, sikat gigi, cuci tangan, potong kuku,
SDN MEKARJAYA 20
keramas).
SDN MEKARJAYA 20
Demonstrasi dan Penjelasan: Guru mendemonstrasikan cara
mencuci tangan yang benar (dengan sabun dan air mengalir), cara
menyikat gigi yang benar (menggunakan model gigi), dan cara
membersihkan kuku. (Guru dapat menggunakan gambar atau video
untuk ini).
Aktivitas Praktik (Simulasi):
o Peserta didik membuat poster sederhana tentang langkah-
langkah mencuci tangan atau menyikat gigi secara
berkelompok (kolaborasi, kreativitas, komunikasi).
o Peserta didik mempraktikkan cara mencuci tangan yang
benar di wastafel atau wadah air yang disediakan.
o Diskusi Kebersihan Pakaian: Guru menjelaskan pentingnya
mengganti pakaian bersih setiap hari dan menjaga
kebersihan pakaian (misal: tidak bermain di tempat kotor).
Proyek Mini: "Agen Kebersihan Sekolah": Peserta didik dibagi dalam
kelompok. Setiap kelompok diberikan tugas mengamati kebersihan
diri (misal: kuku) atau kebersihan pakaian teman kelompoknya
(bukan untuk mengolok, tapi sebagai latihan pengamatan), lalu
saling mengingatkan dengan bahasa yang baik. Atau, mereka bisa
membuat yel-yel/lagu tentang kebersihan.
Penutup (20 menit)
Refleksi Kelompok: "Apa yang paling sulit dari menjaga
kebersihan diri? Mengapa penting untuk selalu memakai
pakaian bersih?"
Guru memberikan apresiasi atas partisipasi dan kesadaran peserta
didik.
Pendinginan dan doa.
Pertemuan 9-12 (4 JP / 140 menit): Bagian Tubuh yang Boleh dan Tidak
Boleh Disentuh Orang Lain
Pendahuluan (20 menit)
Peregangan ringan.
Guru mengajukan pertanyaan pemantik (mindful learning,
meaningful learning): "Apakah semua bagian tubuh kita boleh
disentuh orang lain? Mengapa tidak semua bagian tubuh boleh
disentuh?"
Guru menyampaikan tujuan: "Hari ini kita akan belajar tentang
bagian tubuh mana yang boleh disentuh dan mana yang tidak
boleh disentuh oleh orang lain, serta cara menjaganya."
Inti (100 menit)
Pengenalan Bagian Tubuh Pribadi: Guru menggunakan boneka
atau gambar tubuh manusia untuk menunjukkan bagian tubuh
umum (kepala, tangan, kaki) dan bagian tubuh pribadi/sensitif
(mulut, dada, alat kelamin, pantat) yang tertutup pakaian
renang. Guru menjelaskan dengan bahasa yang sangat
sederhana dan aman.
Aturan Sentuhan "Rahasia":
o Guru menjelaskan bahwa ada bagian tubuh yang bersifat
pribadi dan tidak boleh disentuh oleh orang lain, kecuali
orang tua saat mandi, dokter saat memeriksa dengan
didampingi orang tua, atau guru PJOK saat membantu
gerakan fisik (dengan batasan dan izin).
SDN MEKARJAYA 20
o Guru menekankan bahwa tidak ada orang yang boleh
menyentuh bagian pribadi tanpa izin kita, dan kita harus berani
berkata "TIDAK!" atau melapor kepada orang dewasa yang
dipercaya.
SDN MEKARJAYA 20
Permainan Peran "Berani Bilang Tidak!": Guru membuat skenario
sederhana (misal: "Ada orang tidak dikenal mencoba memegang
tanganmu dengan erat." atau "Temanmu ingin menyentuh bagian
pribadi.") Peserta didik berlatih berkata "TIDAK!" dengan tegas dan
melarikan diri atau mencari bantuan (komunikasi, kemandirian).
Diskusi Kelompok: "Siapa yang Bisa Kupercaya?": Peserta didik
berdiskusi dalam kelompok kecil tentang siapa saja orang dewasa
yang bisa mereka percaya untuk meminta bantuan jika ada
masalah (orang tua, guru, paman/bibi yang dikenal). Guru
mendampingi dan memastikan diskusi berjalan positif.
Penutup (20 menit)
Refleksi: "Bagian tubuh mana yang tidak boleh disentuh orang
lain? Kepada siapa kamu akan bercerita jika ada orang yang
mencoba menyentuh bagian tubuh pribadimu? Mengapa berani
bilang 'tidak' itu penting?"
Guru menegaskan kembali pentingnya menjaga tubuh dan berani
bicara.
Pendinginan dan doa.
Pertemuan 13-16 (4 JP / 140 menit): Pola Perilaku Hidup Sehat dan
Proyek Akhir
Pendahuluan (20 menit)
Peregangan ringan.
Guru mengulang kembali pentingnya kebugaran,
kebersihan, dan perlindungan diri.
Pertanyaan pemantik (joyful learning, meaningful learning):
"Bagaimana perasaanmu kalau badanmu selalu sehat dan bersih?
Apa saja yang bisa kita lakukan setiap hari agar selalu sehat?"
Inti (100 menit)
Diskusi Pola Hidup Sehat: Guru memimpin diskusi tentang
berbagai kebiasaan baik yang mendukung hidup sehat:
o Makan makanan bergizi.
o Minum air putih yang cukup.
o Tidur yang cukup.
o Berolahraga/bergerak setiap hari.
o Menjaga kebersihan diri dan lingkungan.
Proyek Akhir: "Buku Saku Anak Sehat Hebat" / "Pertunjukan
Anak Sehat":
o Peserta didik dibagi dalam kelompok. Setiap kelompok
membuat buku saku bergambar atau pertunjukan singkat
(misal: drama mini, pantomim, lagu) yang berisi pesan
tentang cara menjaga kebugaran, kebersihan, dan
melindungi diri (kreativitas, kolaborasi, komunikasi, penalaran
kritis).
o Contoh isi: "Ini cara berdiri yang benar!", "Ini cara cuci
tangan yang bersih!", "Bagian tubuh ini tidak boleh
disentuh!", dll.
o Kelompok bekerja sama mendesain, menggambar/membuat
skrip, dan berlatih. Guru memberikan bimbingan dan
dukungan.
SDN MEKARJAYA 20
Presentasi/Pertunjukan Kelompok: Setiap kelompok
mempresentasikan buku saku atau menampilkan pertunjukan
mereka di depan kelas. Guru dan teman-teman memberikan
apresiasi.
Penutup (20 menit)
Refleksi Akhir: Guru bertanya: "Apa saja perilaku hidup sehat yang
sudah kalian pelajari? Apa yang akan kalian lakukan setiap hari agar
tetap sehat dan aman? Bagaimana perasaanmu saat bisa berbagi
pengetahuan tentang hidup sehat kepada teman-teman?"
Guru memberikan apresiasi atas semua usaha, kreativitas, dan
pembelajaran yang telah dilakukan peserta didik.
Pendinginan dan doa penutup.
J. Asesmen Formatif dan Sumatif
Asesmen Formatif (dilakukan selama proses pembelajaran)
1. Observasi Guru: Guru mengamati partisipasi aktif, usaha, dan
pemahaman peserta didik terhadap sikap tubuh, praktik
kebersihan, dan pemahaman tentang bagian tubuh pribadi. Guru
dapat menggunakan lembar observasi atau catatan anekdot.
2. Penilaian Diri (Self-Assessment): Peserta didik mengisi lembar
penilaian diri sederhana tentang kebiasaan sehat mereka (misal:
"Saya sudah mandi hari ini: ya/tidak").
3. Umpan Balik Lisan: Guru memberikan umpan balik langsung secara
verbal selama diskusi dan praktik.
Asesmen Sumatif (dilakukan di akhir unit pembelajaran)
1. Penilaian Keterampilan Praktik: Guru menilai kemampuan peserta
didik dalam:
o Mendemonstrasikan sikap tubuh yang benar (diam dan
bergerak).
o Mendemonstrasikan cara mencuci tangan/menyikat gigi yang
benar.
o Mengidentifikasi bagian tubuh yang boleh dan tidak boleh
disentuh (melalui gambar atau boneka).
o Mempresentasikan atau menampilkan proyek "Buku Saku
Anak Sehat Hebat" / "Pertunjukan Anak Sehat" (lihat rubrik di
bagian N).
2. Kuis Lisan Sederhana: Guru mengajukan pertanyaan lisan
terkait pentingnya menjaga kebugaran, kebersihan, dan
keamanan tubuh.
K. Pemahaman Bermakna
Melalui pembelajaran ini, peserta didik akan memahami bahwa kesehatan
dan kebugaran jasmani adalah harta yang sangat berharga dan harus dijaga
dengan baik. Mereka akan menginternalisasi bahwa sikap tubuh yang
benar, kebersihan diri, dan pemahaman tentang batasan sentuhan orang lain
adalah bagian integral dari perilaku hidup sehat yang harus dipraktikkan
setiap hari secara mandiri. Pemahaman ini akan membangun fondasi
kemandirian dan rasa percaya diri dalam menjaga diri sendiri.
SDN MEKARJAYA 20
L. Materi Bahan Ajar
Tubuhku Sehat, Bersih, dan Aman: Kunci Hidup Bugar!
Tubuh kita adalah anugerah yang harus kita jaga dengan baik. Salah satu
caranya adalah dengan menjaga kebugaran jasmani kita. Kebugaran
jasmani berarti tubuh kita kuat dan tidak mudah lelah untuk bergerak dan
beraktivitas. Ini termasuk bagaimana kita bersikap, baik saat diam
maupun bergerak. Saat berdiri atau duduk, tubuh kita harus tegak lurus
agar tidak pegal dan tidak sakit punggung. Saat berjalan dan berlari, kita
juga harus menjaga sikap tubuh yang baik agar tidak mudah jatuh dan
bergerak dengan lincah.
Selain bugar, tubuh kita juga harus bersih setiap hari. Kita mandi dua kali
sehari menggunakan sabun agar kuman hilang. Kita sikat gigi setelah
makan dan sebelum tidur agar gigi tidak berlubang. Kita juga harus
mencuci tangan dengan sabun sebelum makan dan setelah bermain atau
dari kamar mandi. Jangan lupa, rambut juga perlu keramas, dan kuku
harus dipotong agar tidak ada kotoran di dalamnya.
Pakaian kita juga harus bersih dan diganti setiap hari agar badan tidak
gatal dan bau.
Yang tak kalah penting adalah memahami bahwa ada bagian tubuh pribadi
yang hanya boleh kita sentuh dan tidak boleh disentuh orang lain. Bagian
ini biasanya tertutup oleh pakaian renang, yaitu mulut, dada, dan area
kemaluan. Jika ada orang yang mencoba menyentuh bagian pribadi kita
tanpa izin, kita harus berani berkata "TIDAK!" dengan tegas dan segera
melapor kepada orang dewasa yang kita percaya, seperti orang tua atau
guru. Dengan menjaga kebugaran, kebersihan, dan memahami
perlindungan diri, kita akan menjadi anak Indonesia yang sehat, kuat, dan
hebat!
M. Refleksi
Refleksi Peserta Didik (Pilih maksimal 3)
1. Apa yang paling kamu pahami tentang pentingnya menjaga
kebersihan diri?
2. Gerakan atau sikap tubuh apa yang menurutmu paling mudah
atau paling sulit untuk kamu praktikkan?
3. Apa yang akan kamu lakukan setiap hari mulai sekarang untuk
menjadi anak yang lebih sehat dan aman?
Refleksi Pendidik (Pilih maksimal 3)
1. Apakah peserta didik menunjukkan pemahaman yang
mendalam tentang konsep kebersihan pribadi dan batas
sentuhan tubuh?
2. Bagaimana saya bisa lebih efektif dalam menyampaikan
materi sensitif seperti bagian tubuh pribadi dengan cara yang
tepat untuk usia ini?
3. Bagian mana dari kegiatan pembelajaran yang paling berhasil
dalam melatih kemandirian dan komunikasi peserta didik terkait
kesehatan?
N. LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik)
SDN MEKARJAYA 20
LKPD: Aku Anak Sehat, Bersih, dan Aman!
Nama: Kelas:
SDN MEKARJAYA 20
A. Beri Tanda Centang ( ) pada Perilaku Hidup Sehat yang Sudah Kamu
Lakukan Hari Ini!
[ ] Mandi pagi
[ ] Sikat gigi
[ ] Cuci tangan pakai sabun
[ ] Memakai baju bersih
[ ] Berdiri tegak
[ ] Berjalan lurus
B. Mari Membuat Proyek "Buku Saku Anak Sehat Hebat" / "Pertunjukan
Anak Sehat"!
Bersama kelompokmu, buatlah buku saku bergambar atau pertunjukan
singkat
yang menceritakan tentang:
Cara menjaga tubuh tetap bugar (sikap tubuh yang baik).
Cara menjaga kebersihan diri (mandi, sikat gigi, cuci tangan).
Bagian tubuh yang tidak boleh disentuh orang lain dan cara berkata
"TIDAK!". Presentasikan hasil karyamu di depan kelas!
Rubrik Penilaian Analitik untuk Tugas Diskusi Kelompok dan
Presentasi/Pertunjukan Siswa
Tema: Pola Perilaku Hidup Sehat (Kebugaran, Kebersihan, Keamanan Diri)
Aspek 4 (Sangat
1 (Kurang) 2 (Cukup) 3 (Baik)
Penilaian Baik)
Diskusi
Kelompok:
Semua
Sebagian
Semua anggota
Hanya 1-2 besar
anggota berpartisip
1. anggota anggota
berpartisip a si aktif
Partisipasi yang berpartisip
a si aktif dan saling
Anggota berpartisip a si,
dalam mendukun
a si aktif. namun
diskusi. g dalam
ada yang
diskusi.
kurang
aktif.
Ide
Ide proyek Ide
Ide proyek proyek
2. Ide dan cukup proyek
kurang sangat
Kreativitas jelas, jelas dan
orisinal orisinal,
Proyek namun cukup
atau tidak kreatif,
kurang kreatif
jelas. dan
variatif. dalam
inovatif
dalam
SDN MEKARJAYA 20
Aspek 4 (Sangat
1 (Kurang) 2 (Cukup) 3 (Baik)
Penilaian Baik)
menyampai menyamp
kan pesan. ai kan
pesan.
Kelompok
Terlihat bekerja
Kelompok
3. sedikit Ada kerja sama
bekerja
Kolaborasi kerja sama, dengan
sama
dalam sama, namun sangat
dengan
Pembuatan cenderung masih baik,
baik,
Proyek bekerja perlu efektif,
saling
sendiri- bimbingan dan saling
membant
sendiri. . menginspi
u.
ra si.
Presentasi/P
ertunjukan
Siswa:
Pesan Pesan Pesan
Pesan
tentang cukup sangat
4. Kejelasan tentang
hidup jelas, jelas,
Pesan yang hidup
sehat namun mudah
Disampaika sehat
tidak jelas ada dipahami,
n jelas dan
atau bagian dan
mudah
membingu yang menginspir
dipahami.
n gkan. kurang a si.
tersampai
ka n.
Praktik
Praktik sikap
Praktik
5. Praktik Praktik sikap tubuh/keb
sikap
Sikap sikap tubuh/keb er sihan
tubuh/keb
Tubuh/Kebe tubuh/keb er sihan sangat
er sihan
rsihan (jika er sihan cukup tepat,
tepat dan
ditampilkan) tidak tepat, tapi sempurna,
konsisten.
tepat. kurang dan
konsisten. menjadi
teladan.
Penjelasan Penjelasan
Penjelasan
6. / Penjelasan/ /
/
Komunikasi penampila penampilan penampila
penampila
Lisan/Pena n cukup jelas dan n sangat
n tidak
mpilan jelas, menarik. jelas,
jelas atau
namun percaya
kurang
kurang diri, dan
percaya
menarik. memukau.
diri.
SDN MEKARJAYA 20
O. Pengayaan dan Remedial
Pengayaan:
SDN MEKARJAYA 20
Bagi peserta didik yang sudah menguasai materi dengan
baik, dapat diberikan tantangan tambahan seperti:
o Mencari informasi lebih lanjut tentang berbagai jenis
makanan sehat atau cara berolahraga ringan di rumah.
o Menjadi "duta kesehatan cilik" di kelas atau sekolah
untuk mengampanyekan pentingnya hidup sehat
dan menjaga diri.
o Membuat cerita bergambar tentang petualangan anak yang
menjaga kesehatan dan kebersihan.
Remedial:
Bagi peserta didik yang masih kesulitan, diberikan bimbingan
individual atau kelompok kecil.
Mengulang demonstrasi dan latihan praktik kebersihan diri
dengan lebih intensif.
Menggunakan media visual dan audio yang lebih sederhana dan
berulang untuk menjelaskan konsep.
Memberikan kesempatan lebih banyak untuk praktik dengan
umpan balik langsung dari guru.
P. Bahan Bacaan
Pendidik:
1. Pemerintah Pusat. (2022). Panduan Pembelajaran dan Asesmen
Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK). Badan Standar,
Kurikulum dan Asesmen Pendidikan Kementerian Pendidikan,
Kebudayaan, Riset dan Teknologi.
2. Buku atau panduan tentang Pendidikan Kesehatan Reproduksi dan
Pencegahan Kekerasan Seksual untuk Anak Usia Dini (dengan
bahasa yang sesuai).
3. Jurnal atau artikel tentang pentingnya kebugaran jasmani dan
pola hidup sehat pada anak-anak.
Peserta Didik:
1. Buku Teks PJOK Kelas 1 SD.
2. Buku Cerita Bergambar tentang "Aku Sayang Tubuhku" atau
"Ayo Hidup Sehat".
3. Video Edukasi atau Animasi tentang Kebersihan Diri dan
Bagian Tubuh Pribadi yang Aman untuk Anak-anak.
Q. Glosarium
1. Kebugaran Jasmani: Kemampuan tubuh untuk melakukan aktivitas
sehari- hari tanpa merasa lelah berlebihan.
2. Sikap Tubuh: Posisi atau postur tubuh seseorang saat diam
maupun bergerak.
SDN MEKARJAYA 20
3. Bagian Tubuh Pribadi: Area tubuh yang tertutup pakaian renang
(mulut, dada, alat kelamin, pantat) yang harus dijaga dari
sentuhan tidak diinginkan.
R. Daftar Pustaka
1. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2017). Pendidikan
Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan Buku Guru Kelas I. Jakarta: Pusat
Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemendikbud.
2. Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). (2019). Panduan
Perlindungan Anak dari Kekerasan Seksual. Jakarta: KPAI.
3. Corbin, C. B., Welk, G. J., Corbin, W. R., & Welk, K. A. (2016).
Concepts of Fitness and Wellness: A Comprehensive Lifestyle Approach.
McGraw-Hill Education.
Kepala Sekolah Guru PJOK
Viptri, S. Pd Chips Abdi Pratama, S. Pd
NIP. 198406302011012006 NIP. 199107292020121010