0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan2 halaman

Modul DNS Server

Modul ini menjelaskan tentang DNS Server, fungsinya dalam jaringan internet, dan cara kerjanya dalam menerjemahkan IP Address menjadi nama host. Selain itu, modul ini mencakup konfigurasi DNS Server, struktur hierarkinya, jenis DNS Record, serta kelebihan dan keamanan yang terkait dengan penggunaan DNS. Mahasiswa diharapkan dapat memahami dan menguji konfigurasi DNS Server setelah mempelajari materi ini.

Diunggah oleh

abidohafz80
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan2 halaman

Modul DNS Server

Modul ini menjelaskan tentang DNS Server, fungsinya dalam jaringan internet, dan cara kerjanya dalam menerjemahkan IP Address menjadi nama host. Selain itu, modul ini mencakup konfigurasi DNS Server, struktur hierarkinya, jenis DNS Record, serta kelebihan dan keamanan yang terkait dengan penggunaan DNS. Mahasiswa diharapkan dapat memahami dan menguji konfigurasi DNS Server setelah mempelajari materi ini.

Diunggah oleh

abidohafz80
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

MODUL 9

DNS SERVER

9.1 Tujuan
1. Mahasiswa dapat menjelaskan konsep DNS Server dan fungsinya dalam jaringan
internet.
2. Mahasiswa dapat meningkatkan kemampuan dalam mengonfigurasi DNS Server.
3. Mahasiswa dapat menguji hasil konfigurasi DNS Server.
9.2 Pengenalan DNS Server

DNS server adalah server yang digunakan sebagai penerjemah IP Address menjadi
nama host agar lebih efisien dan mudah diingat. Selain itu juga, DNS digunakan untuk
mengidentifikasi komputer, layanan, dan sumber daya lain yang dapat dijangkau melalui
Internet atau jaringan Internet Protocol (IP) lainnya.
9.3 Cara Kerja DNS Server
1. DNS server meminta informasi domain atau nama situs web yang akan dikunjungi.
2. DNS server kemudian mencocokkan nama tersebut dengan angka berupa alamat IP.
3. DNS lokal kemudian akan mencari alamat IP tersebut di cache lokal yang tersimpan
dalam komputer.
4. Jika situs web pernah dibuka sebelumnya, maka cache akan tersimpan dan DNS tinggal
menampilkannya.
9.4 Konfigurasi DNS Server

Konfigurasi DNS Server adalah bagian penting dalam pengaturan perangkat server.
Fungsinya adalah memastikan bahwa setiap request dari klien akan diarahkan ke server yang
sesuai, sehingga dapat meminimalisir error pada sistem yang sedang Anda gunakan1. DNS
(Domain Name Server) adalah sistem untuk mengubah IP address ke dalam bentuk URL
website agar pengguna dapat lebih mudah mengaksesnya.
9.5 Struktur DNS Server
1. DNS root server adalah server paling atas dalam hierarki DNS yang bertugas
mengatur domain TLD (Top Level Domain) seperti .org, .net, dan lain-lain.
2. DNS TLD server bertugas untuk mengatur domain di bawah TLD seperti
[Link], [Link], dan sebagainya.
3. DNS authoritative server bertugas untuk mengatur informasi yang terkait dengan
domain tertentu, seperti alamat IP, MX record, dan lain-lain.
9.6 Contoh Kasus DNS Server
1. Contoh penggunaan DNS Server dalam setting Access Point untuk Client Hotspot.
2. Contoh penggunaan DNS Server dalam setting Web Proxy Mikrotik.
9.7 Fungsi DNS

DNS server berfungsi sebagai sebuah database server yang menyimpan alamat IP, yang
digunakan untuk penamaan sebuah hostname. Fungsi utama dari sebuah DNS Server adalah:
1. Memetakan hostname dan IP Address yang ada secara global.
2. Menerjemahkan suatu hostname ke IP address. Berlaku juga sebaliknya.
3. Mencari alamat host untuk memenuhi request client.
9.8 Jenis DNS Record
1. DNS root server: Server paling atas dalam hierarki DNS yang mengatur domain TLD
(Top Level Domain).
2. DNS TLD server: Bertanggung jawab untuk menyediakan informasi DNS yang benar
dan akurat pada sebuah domain.
3. DNS authoritative server: Menjaga informasi tentang nama domain.
4. DNS publik: Digunakan oleh umum.
5. DNS privat: Digunakan secara internal dalam suatu organisasi.
6. Dynamic DNS (DDNS): Memungkinkan perubahan alamat IP secara otomatis.
7. DNS filtering: Melakukan filtrasi terhadap konten yang diakses melalui DNS.
9.9 Kelebihan Menggunakan DNS Server
1. Meminta informasi IP Adress sebuah website, sehingga bisa diakses lebih mudah
menggunakan domain.
2. Meminta informasi URL website berdasarkan IP Adress yang digunakan atau
dimasukkan.
3. Mencari server yang tepat, sehingga proses pengiriman email bisa dilakukan dengan
minim kesalahan.

9.10 Keamanan DNS


DNS memiliki beberapa kelemahan yang dapat dieksploitasi, seperti:
1. DNS Spoofing/Poisoning: Memasukkan data palsu ke dalam cache DNS.
2. Man-in-the-Middle (MitM): Mengintersep komunikasi antara pengguna dan server
DNS.
Mitigasi:
• DNSSEC (DNS Security Extensions): Menambahkan tanda tangan digital untuk
memverifikasi keaslian data.
• Penggunaan DNS Over HTTPS (DoH): Mengenkripsi permintaan DNS untuk
melindungi privasi.

Anda mungkin juga menyukai