0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan5 halaman

Script My Project

Naskah ini menggambarkan konflik emosional antara dua saudara, Tata dan Dio, di tengah ketegangan rumah tangga yang disebabkan oleh pertengkaran orang tua mereka. Tata, yang awalnya marah dan egois, akhirnya menyadari kesalahannya dan berusaha memperbaiki hubungannya dengan Dio. Momen akhir menunjukkan kedekatan mereka saat menggambar bersama, menandakan harapan untuk masa depan yang lebih baik meskipun situasi di sekitar mereka masih sulit.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan5 halaman

Script My Project

Naskah ini menggambarkan konflik emosional antara dua saudara, Tata dan Dio, di tengah ketegangan rumah tangga yang disebabkan oleh pertengkaran orang tua mereka. Tata, yang awalnya marah dan egois, akhirnya menyadari kesalahannya dan berusaha memperbaiki hubungannya dengan Dio. Momen akhir menunjukkan kedekatan mereka saat menggambar bersama, menandakan harapan untuk masa depan yang lebih baik meskipun situasi di sekitar mereka masih sulit.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Yang Tersisa dari Kita

PJBL Naskah Kreatif

Arinda Tiara Putri (2420202076)


Aulia Dinda Ivani Putri (2420202078)
INT. RUMAH - DAY

Hujan tipis membasahi kaca jendela. Suara hujan terdengar.

Tata berdiri mematung di balik jendela, sorot wajahnya redup


diterangi cahaya alami dari luar. Diselimuti atmosfer
melankolis.

POV TATA

Sebuah keluarga tetangga sedang bersenda gurau di halaman.


Ayah menggendong putranya, ibu memotret.

Kontras dengan suasana yang sedang terjadi di dalam rumah


Tata.

CLOSE UP - MATA TATA BERKACA-KACA

CUT TO

INT. RUANG TAMU - CONTINUOUS

Suara pertengkaran orang tua Tata memenuhi ruangan.

IBU (O.S.)
(berteriak dengan keras)
Kamu tuh nggak pernah ngerti aku!

AYAH (O.S.)
(balik teriak)
Kamu juga sama aja!

Bentakan saling bersaut sautan. Pintu dibanting keras.

Tata yang hendak berjalan lewat pun terhenti sejenak ketika


melihat adiknya dengan wajah murung.

Di sofa, adiknya sedang bermain game di handphone dengan


volume keras. Dio berusaha tidak peduli tapi tangannya
gemetar.

Tata menatap adiknya lama. Ada lelah, ada marah, ada juga
rasa iri. Ia mendekat perlahan.

TATA
(ketus, menahan amarah)
Itu punyaku, Dio!

Dio memeluk handphonenya kuat-kuat.


2.

DIO
Tapi aku cuma-

Karena sudah geram, Tata langsung merampas HP-nya dari tangan


Dio. Gerakannya terburu-buru menyebabkan HP itu hampir
terjatuh ke lantai. Dio terpaku lalu menangis keras tak
terbendung, bukan hanya sedih yang ia rasakan tapi rasa takut
menyelimutinya.

CLOSE UP - WAJAH TATA MENEGANG, MENYESAL TAPI TERTUTUP AMARAH

Ia masuk ke kamar tanpa sepatah kata dan menutup pintu dengan


keras. Suara tangisan Dio menggema di seluruh ruangan.

CUT TO

INT. KAMAR TATA - LATER

Hening, hanya ada suara hujan dan detik jarum jam.

Tata duduk di lantai, punggung bersandar di sisi kasur. HP


yang ia rebut tergeletak di pangkuannya dengan keadaan layar
mati. Ia mengusap wajah dengan gusar, napasnya berat.

Pandangannya jatuh pada sebuah figura foto di atas meja.


Perlahan Tata bangkit dan mengambilnya.

INSERT FOTO - Tata dan Dio saat kecil, tertawa lepas di pesta
ulang tahun Dio. Wajah mereka berbinar-binar.

Tata menatap foto itu lama. Matanya mulai memerah dan


tangannya gemetar menggengam figura itu.

TATA
(napas patah, hampir tanpa suara)
Maaf...

Air matanya jatuh perlahan, membasahi ujung bingkai foto yang


masih ia genggam. Tata memejamkan mata, mencoba menahan rasa
bersalah.

Perlahan ia meletakkan figura itu kembali ke meja. Ia menarik


napas panjang, mencoba mencerna sikapnya. Dalam hening, Tata
meyakinkan diri untuk menemui adiknya.

CUT TO

INT. RUANG TAMU - CONTINUOUS

Dio masih di sofa. Tangisannya sudah mereda, berubah jadi


isakan kecil. Ia mengusap hidungnya lalu memeluk lutut dengan
3.

badan meringkuk.

Tata berjalan pelan mendekatinya dengan hati-hati. Ia


berlutut di depan Dio. Wajahnya mencerminkan rasa takut,
ragu, dan rasa bersalah.

TATA
(pelan, lembut)
Dio...

Dio tidak mau menoleh.

TATA (CONT'D)
(suaranya terbata-bata)
Kakak minta maaf ya. Kakak salah,
nggak seharusnya marah kayak tadi.

Dio mengangkat wajahnya perlahan dengan matanya sembab dan


pipinya basah.

DIO
(lirih)
Kakak jangan gitu lagi...

Tata luluh hatinya melihat Dio ketakutan. Ia menarik Dio ke


dekapannya. Dio langsung membalas pelukan itu dengan erat
seolah olah takut kehilangan.

CUT TO

INT. RUANG TAMU - LATER

Di lantai ruang tamu, kertas gambar dan spidol warna


berserakan.

Tata dan Dio duduk berdampingan, menggambar sebuah rumah.


Tapi rumah itu mereka gambar dengan dua orang yang tersenyum
lebar di depan pintu.

Tata tertawa kecil ketika melihat hasil gambar Dio. Dio pun
ikut tersenyum bahagia.

DIO
(memperhatikan gambarnya)
Kita belum bisa kayak gitu ya?

Tata menatapnya lembut.

TATA
(nada pelan)
Kita bisa.. kalau sama-sama.
4.

Tata mengusap kepala adiknya dengan lembut.

DOLLY OUT

Memperlihatkan momen hangat dua saudara itu di tengah rumah


yang retak, tapi kini memiliki satu ruang kecil yang utuh
yaitu hubungan mereka.

FADE OUT

THE END.

Anda mungkin juga menyukai