Programa 2026
Programa 2026
TAHUN 2026
i
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, atas rahmat
dan karunia-Nya sehingga Programa Penyuluhan Kehutanan Tingkat UPTD
KPH Malinau Tahun 2026 ini dapat tersusun. Programa penyuluhan ini
disusun berdasarkan kondisi terkini sumber daya manusia, sumber daya
alam, sumber daya penunjang serta analisa permasalahan dan tujuan yang
ingin dicapai.
Koordinator Kepala
Penyuluh Kehutanan UPTD KPH Malinau
iii
PENYUSUN
v
I. PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
C. PENGERTIAN - PENGERTIAN
1. Bimbingan Teknis adalah pelatihan yang biasanya dilaksanakan
oleh lembaga resmi dengan tujuan untuk meningkatkan
kompetensi peserta yang dimana materi yang diberikan meliputi
membangun tim kerja efektif, teknik komunikasi dalam konteks
pelayanan prima, survey indeks kepuasan masyarakat dan
5
penanganan keluhan pelanggan, tata pemerintahan yang baik
dan profesionalisme aparatur, kepemimpinan, dan lain-lain;
2. Demonstrasi Percontohan (Demplot) adalah suatu metode
penyuluhan kehutanan kepada petani dengan cara membuat
lahan percontohan, agar petani bisa melihat dan membuktikan
terhadap objek yang didemontrasikan;
3. Dinas Daerah Provinsi yang selanjutnya disebut Dinas adalah
organisasi perangkat daerah provinsi yang melaksanakan
urusan pemerintahan di bidang kehutanan;
4. Gabungan Kelompok Tani Hutan yang selanjutnya disebut
GAPOKTANHUT adalah gabungan dari beberapa KTH untuk
meningkatkan usaha;
5. Hutan adalah suatu kesatuan ekosistem berupa hamparan lahan
berisi sumber daya alam hayati yang didominasi pepohonan
dalam persekutuan alam lingkungannya, yang satu
dengan lainnya tidak dapat dipisahkan;
6. Hutan Adat adalah hutan yang berada di dalam wilayah
Masyarakat Hukum Adat;
7. Hutan Desa yang selanjutnya disingkat HD adalah kawasan
hutan yang belum dibebani izin, yang dikelola oleh desa dan
dimanfaatkan untuk kesejahteraan desa;
8. Hutan Kemasyarakatan yang selanjutnya disingkat HKm adalah
kawasan hutan yang pemanfaatan utamanya ditujukan untuk
memberdayakan masyarakat;
9. Hutan Tanaman Rakyat yang selanjutnya disingkat HTR adalah
hutan tanaman pada Hutan Produksi yang dibangun oleh
kelompok Masyarakat untuk meningkatkan potensi dan kualitas
Hutan Produksi dengan menerapkan sistem silvikultur dalam
rangka menjamin kelestarian sumber daya hutan;
10. Hutan Rakyat yang selanjutnya disingkat HR adalah hutan yang
tumbuh di atas tanah yang dibebani hak milik maupun hak
lainnya dengan ketentuan luas minimum 0,25 (nol koma dua
lima) hektar, penutupan tajuk tanaman kayu-kayuan dan
tanaman lainnya lebih dari 50% (lima puluh perseratus);
11. Kelompok Tani Hutan yang selanjutnya disingkat KTH adalah
kumpulan petani warga negara Indonesia yang mengelola usaha
di bidang kehutanan di dalam dan di luar kawasan hutan;
12. Kelompok Usaha Perhutanan Sosial yang selanjutnya disingkat
KUPS adalah kelompok usaha yang dibentuk oleh KPS yangakan
dan/atau telah melakukan usaha;
13. Kesatuan Pengelolaan Hutan yang selanjutnya disingkat KPH
adalah wilayah pengelolaan hutan sesuai fungsi pokok dan
peruntukannya, yang dapat dikelola secara efisien, efektif dan
lestari;
14. Kemitraan Kehutanan adalah kerja sama antara masyarakat
setempat dengan pengelola hutan, pemegang izin usaha
pemanfaatan hutan/jasa hutan, izin pinjam pakai kawasan
hutan, atau pemegang izin usaha industri primer hasil hutan;
7
mengelola usaha kehutanan dan yang berkaitan dengan bidang
kehutanan;
19. Pelaku Utama Kegiatan Kehutanan (pelaku utama) adalah
masyarakat di dalam dan di sekitar kawasan hutan beserta
keluarga intinya;
20. Pendampingan adalah kegiatan yang dilakukan kepada
Masyarakat/kelompok Persetujuan Pengelolaan Perhutanan
Sosial untuk pengelolaan hutan lestari dan peningkatan
kesejahteraan Masyarakat;
21. Penyuluh Kehutanan adalah pegawai negeri sipil yang diberi
tugas, tanggung jawab, wewenang dan hak secara penuh oleh
pejabat yang berwenang untuk melakukan kegiatan teknis di
bidang penyuluhan kehutanan;
22. Penyuluh Kehutanan Swasta yang selanjutnya disebut PKS
adalah Penyuluh yang berasal dari dunia usaha dan/atau
Lembaga yang mempunyai kompetensi dalam bidang
penyuluhan;
23. Penyuluh Kehutanan Swadaya Masyarakat yang selanjutnya
disebut PKSM adalah pelaku utama yang berhasil dalam
usahanya dan warga masyarakat lainnya yang dengan
kesadarannya sendiri mau dan mampu menjadi penyuluh;
24. Perhutanan Sosial adalah sistem pengelolaan hutan lestari yang
dilaksanakan dalam kawasan hutan negara atau Hutan
Hak/Hutan Adat yang dilaksanakan oleh Masyarakat Setempat
atau Masyarakat Hukum Adat sebagai pelaku utama untuk
meningkatkan kesejahteraannya, keseimbangan lingkungan dan
dinamika sosial budaya dalam bentuk Hutan Desa, Hutan
Kemasyarakatan, Hutan Tanaman Rakyat, Hutan Adat dan
kemitraan kehutanan;
25. Prasarana penyuluhan adalah barang atau benda tidak bergerak
yang dimanfaatkan oleh Penyuluh Kehutanan sebagai alat dalam
menunjang kegiatan operasional penyuluhan kehutanan;
26. Programa Penyuluhan adalah rencana tertulis kegiatan
penyuluhan kehutanan dalam satu tahun yang disusun secara
sistematis sebagai bahan perencanaan pembangunan
kehutanan;
27. Rencana Kelola Perhutanan Sosial yang selanjutnya disingkat
RKPS adalah dokumen yang memuat rencana penguatan
kelembagaan, rencana Pemanfaatan Hutan, rencana kerja
usaha, dan rencana monitoring dan evaluasi;
28. Rencana Kerja Tahunan Penyuluh Kehutanan (RKTPK) adalah
rencana kegiatan yang disusun oleh Penyuluh Kehutanan PNS
secara perorangan berdasarkan Programa Penyuluhan
Kehutanan yang berisi kegiatan Penyuluhan Kehutanan yang
akan dilakukan dalam satu tahun;
29. Sarana penyuluhan adalah barang atau benda bergerak yang
dimanfaatkan oleh Penyuluh Kehutanan sebagai alat dalam
menunjang kegiatan operasional penyuluhan kehutanan;
30. Sasaran Antara adalah pemangku kepentingan yang tidak
secara langsung menerima manfaat Penyuluhan Kehutanan,
antara lain kelompok atau lembaga pemerhati kehutanan serta
generasi muda dan tokoh masyarakat;
31. Sasaran Utama adalah pelaku utama dan pelaku usaha dalam
bidang kehutanan yang menerima manfaat langsung
Penyuluhan Kehutanan;
32. Sistem informasi pendampingan kegiatan pembangunan
kehutanan (SIMPING) adalah aplikasi berbasis daring/online
yang berfungsi untuk memonitor dan mengevaluasi kinerja
pendamping dan hasil penyelenggaraan kegiatan
pendampingan;
9
33. Sistem informasi manajemen penyuluhan (SIMLUH) adalah
aplikasi berbasis daring/online yang berisi keterpaduan data
kelembagaan, Penyuluh Kehutanan Pegawai Negeri Sipil,
Penyuluh Kehutanan Swadaya Masyarakat, Penyuluh
Kehutanan Swasta, Kelompok Tani Hutan, dan sarana
prasarana penyuluhan kehutanan;
34. Temu Karya adalah pertemuan sesama pelaku utama dan
pelaku usaha untuk tukar menukar informasi, pengalaman dan
gagasan dalam kegiatan pembangunan kehutanan;
35. Unit Pelaksana Teknis Daerah yang selanjutnya disingkat UPTD
adalah organisasi yang melaksanakan kegiatan teknis
operasional dan/atau kegiatan teknis penunjang tertentu pada
Dinas;
33. Wanawiyata Widyakarya adalah model usaha bidang kehutanan
dan atau lingkungan hidup yang dimiliki dan dikelola oleh
kelompok masyarakat atau perorangan yang ditetapkan oleh
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan sebagai percontohan,
tempat pelatihan dan magang bagi masyarakat lainnya.
D. MATRIKS PROGRAMA PENYULUHAN KEHUTANAN
Tahun 2026
Tingkat : UPTD KPH Malinau
SASARAN PENYULUHAN CARA MEMECAHKAN MASALAH
N KEADAAN TUJUAN MASALAH KET.
O Deskripsi Jumlah Lokasi Kegiatan Metode Materi Biaya (sumber Pelaksana Penan-
& Waktu dan jumlah) ggung
Jawab
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14
Peningkatan Kapasitas dan Kompetensi Penyuluh Kehutanan dan SDM Bidang Kehutanan
1 Penyusunan Sebagai acuan Belum Penyuluh 16 orang Malinau Penyusunan FGD PermenLHK - Penyuluh Ka. KPH Output :
Programa dalam tersusunn Kehutana programa No 14 Kehutanan Malinau 1
Penyuluhan membuat ya n (Januari – Tahun UPTD KPH Dokumen
Kehutanan Rencana Kerja Programa Februari) 2019 Malinau Programa
merupakan Penyuluh Penyuluha Penyuluha
kewajiban dari Kehutanan n n
Penyuluh Kehutanan Kehutana
Kehutanan yang tahun n Tahun
harus disiapkan 2026 2026
paling lambat
Bulan Februari
satu tahun sebelum
pelaksanaan
Program
2 Penyusunan Sebagai acuan Belum Penyuluh 16 orang Kab. Penyusunan Diskusi PermenLHK Mandiri Penyuluh Output :
rencana Malinau dan No Ka. KPH
dalam tersusunnya Kehutanan RKTP Kehutana 16 Dokumen
Malinau
kerja masing masing pelaksanaan rencana kerja (Februari) Temu 14 Tahun n UPTD
Penyuluh Kehutanan tugas pokok penyuluh Teknis 2019 KPH
tahunan kehutanan Malinau
pejabat tahun 2025
fungsional
3 Terdapat Meningkatn Kompetensi Penyuluh 16 Pulau Jawa Peningkata Studi Syarat dan APBD/DBH- Penyuluh Ka. KPH Output :
penyuluh orang Laporan
Penyuluh ya Kehutana n ketentuan DR Kehutanan, Malinau
kehutanan
Kegiatan
Kehutanan Kompetensi yang masih n Kompetens dalam (200.000.00 SDMKPH
minim atau
Lingkup UPTD SDM i Penyuluh melakukan 0) Malinau
kurang dalam
KPH Malinau Lingkup melakukan (Juni) studi lapang
pendampingan
yang perlu UPTD KPH mengenai
di bidang
ditingkatkan dalam minyak atsiri Minyak Atsiri
dan Teknik
kompetensinya melakukan dan Teknik
Perhitungan
pendamping Karbon Perhitungan
andi bidang Karbon
Minyak
Atsiri dan
Teknik
Perhitungan
Karbon
Penguatan dan Pendampingan Kelembagaan Kelompok Tani Hutan
4 Adanya KPS Menyusun Administrasi 3 KPS berada 45 Malinau Penyusunan Diskusi Penyusunan APBD/ DBH- Penyuluh Ka. KPH Output:
orang dokumen Dokumen
yang belum administrasi AD/ART di wilayah dokumen Kelompok DR Kehutanan Malinau
AD/ART
menyusun AD/ART kelompok kerja KPH AD/ART KPS kelompok 100.000000 UPTD KPH AD/ART
13
6 Terlaksananya Mengevaluasi Monitoring dan Semua KPS binaan KPS di Kab. Malinau Monev RKT KPS (Mei) FGD P. 89 tahun 2018 APBD/ Penyuluh Ka. KPH Output :
kegiatan penyusunan
tingkat Evaluasi RKT KPH Malinau Malinau dan PermenLHK DBH-DR Kehutanan UPTD Malinau Laporan Monev
RKT
keberhasilan yang disusun No 9 Tahun 2021 20.000.000 KPH Malinau RKT
penyusunan RKT KPS
7 Adanya Meningkatkan Belum a. KUPS 3 KUPS Desa a. Koordinasi Diskusi - APBD/ Penyuluh Ka. KPH Output:
DBH-DR Laporan
Kawasan Pengelolaan adanya HHBK Setulang dengan KUPS dan dan Kehutanan Malinau
50.000.000
Usaha Kawasan KUPS penandaan b. KUPS Desa (April) Survei UPTD KPH
Perhutanan Kawasan Agroforestry b. Pengecekan Lokasi Malinau,
Sosial usaha c. KUPS Lokasi (April) Tenaga
perhutanan Ekowisata c. Pemasangan Teknis
sosial Plang Kawasan Kehutanan
Usaha (Mei)
8 Terdapat Meningkatkan Belum a. KUPS 3 KUPS Desa FGD (Februari- Sosialisasi Penyusunan APBD/ DBH-DR Penyuluh Ka KPH Output:
Desember) 50.000.000 Laporan
potensi usaha kinerja adanya HHBK Setulang dan Diskusi Rencana Kerja Kehutanan Malina u.
KUPS HHBK, anggotaKUPS rencana b. KUPS Usaha (dalam UPTD KPH
KUPS HHBK, KUPS kerja dari Agroforestry bentuk power Malinau,
Ekowisata Ekowisata dan anggota c. KUPS point, Tenaga
Ekowisata
dan KUPS KUPS kelompok poster/booklet) Teknis
Agroforestry Agroforestry Kehutanan
9 Terdapat Meningkatkan Desa Penyusunan SOP Anjangkary 1. Penyusunan APBD/ DBH- Dinas Ka KPH Output:
Belum Anggota LPHD LPHD
sasaran dalam produktifitas dan Laban Penyulingan a dan SOP DR Kehutanan, Malinau Laporan
adanya dan KUPS di dan
kawasan hutan ekonomi KUPS Nyarit Gaharu dan Diskusi penyulingan 20.000.000 UPTD KPH Kegiatan
produk Desa Laban KUPS
yang memiliki yang memiliki Ragam produk Kelompok gaharu dan Malinau dan
yang di Nyarit Laban
potensi gaharu potensi gaharu turunan HHBK ragam produk Tenaga
diversifikas Nyarit
melalui Gaharu. turunan gaharu Teknis
i
pengenalan tata (April, Juli) dan tata usaha Kehutanan
usaha dan Diskusi bersama gaharu
diversifikasi aturan dan tata
produk usaha penjualan
komoditas gaharu di
Indonesia
(Juli)
10 Terdapat KPS Meningkatkan Desa Menyebarluaskan Anjangsana Upaya DBH-DR Penyuluh Ka KPH Laporan
Masyarakat Masyarakat LPHD
Kegiatan
baru yaitu pemahaman Long Informasi Melalui pemecahan (5.000.000) Kehutanan Malinau
sekitar sekitar Long
LPHD Metut masyarakat Pada Komunikasi masalah dan KPH
hutan Kawasan Pada
yang masuk ke terutama Langsung secara program Malinau
seringkali Hutan,
dalam Wilayah Kelompok Perorangan pembangunan
membutuh terutama KPS
Kerja UPTD Perhutanan dengan Metode lingkungan
kan solusi di Wilayah
KPH Malinau Sosial terkait Anjangsana hidup dan
untuk Kerja UPTD
solusi (Februari- kehutanan
memecahk KPH Malinau
penyelesaian November)
an
masalahnya serta
permasala
program
hannya
pembangunan
serta
lingkungan hidup
edukasi
dan kehutanan
dalam
mengemba
ngkan
usahanya
11 Terdapat Meningkatkan Desa Melakukan Diskusi Pemberdayaan DBH-DR Penyuluh Ka KPH Laporan
Belum LSM yang 1 LSM
Kegiatan
lembaga keterlibatan Long konsultasi masyarakat Kehutanan Malinau
optimalnya berkegiatan
swadaya lembaga swadaya Pada penyuluhan serta program Malinau
keterlibata pada Desa
masyarakat masyarakat kehutanan pembangunan
n lembaga Long Pada
sekitar lingkup desa dengan lembaga lingkungan
swadaya
Kawasan dalam upaya swadaya hidup dan
masyaraka
Hutan yang pemberdayaan masyarakat kehutanan
t lingkup
masuk ke masyarakat serta (Mei-November)
desa dalam
dalam Wilayah program upaya
Kerja UPTD pembangunan
pemberday
KPH Malinau lingkungan hidup
aan
dan kehutanan
masyaraka
t di wilyah
kerja UPTD
KPH
Malinau
12 Komoditas Meningkatkan Desa Anjangsana Ceramah, Penggunaan APBD/DBH- Penyuluh Ka KPH Laporan
Anggota Kelompok 32
Kegiatan
usaha pengetahuan dan Punan (April-Desember) Diskusi, Media Sosial DR Kehutanan Malinau
KUPS Usaha orang
kerajinan keterampilan Mirau Tanya Facebook dan 5.000.000
belum Perhutanan
rotan KUPS anggota KUPS Jawab dan Instagram
mengetahu Sosial (KUPS)
Anyaman dalam melakukan Demonstra sebagai sarana
i cara Gaharu dan
HHBK dan pemasaran si promosi untuk
melakukan Anyaman
KUPS Gaharu secara online penjualan
pemasaran HHBK
sudah dengan produk usaha
produk
dipasarkan menggunakan kelompok
usaha
secara offline media sosial
secara
seperti Facebook
online
dan Instagram
13 Perlunya Mencapai Pendampingan Anjangsana Materi APBD/DBH- Penyuluh Ka KPH Laporan
Belum KPS Binaan 12 KPS
Kegiatan
dilaksanakan rencana kerja 12 KPS rutin di lapangan Diskusi Penyuluhan DR Kehutanan Malinau
optimal KPH Malinau
pendampingan KPS yang telah Binaan (Februari- Kunjungan 200.000.000
nya
rutin di setiap disusun KPH November) ke lapangan
pelaksanaa
KPS binaan Malinau Pertemuan
n kegiatan
KPH Malinau Rutin
yang telah
disusun
dalam RKT
Penyiapan dan Pengembangan Perhutanan Sosial
14 Penyusunan Sebagai acuan Belum Masyarakat 1 Desa Berdasarkan Juni Survei PermenLHK APBD/DBH- Penyuluh Ka Output :
PIAPS
dokumen dalam adanya Desa lapangan, No 9 Tahun DR Kehutanan, SDM KPH Tersusunnya
identifikasi potensi pelaksanaan dokumen pengumpu 2021 5.000.000 Bidang Malina 1 Dokumen
Perhutanan sosial fasilitasi potensi lan data Kehutanan u Identifikasi
usulan izin Perhutanan primer & Potensi PS
Perhutanan Sosial sekunder Tahun 2026
Sosial
15 Sosialisasi Penyampaia Belum Masyarakat 2 Desa Belayan Ari Mei dan Juli Pertemuan, PermenLHK APBD/DBH- Penyuluh Ka Output :
2026 Sosialiasasi No 9 Tahun
Perhutanan n informasi diadakannya Desa dan Gong DR Kehutanan, SDM KPH Laporan
2021
Sosial dilakukan kebijakan & Sosialisasi PS Solok 100.000.000 Bidang Malinau Kegiatan
di tingkat program di tingkat Kehutanan Pelaksanaa
tapak/desa Perhutanan tapak/desa n sosialisasi
Sosial PS
kepada
masyarakat
di
Desa.
16 Terdapat potensi Fasilitasi usulan Usulan izin PS Penyuluh 1 Desa Berdasarkan Agustus- Pertemuan PermenLHK APBD/DBH-DR Penyuluh Ka Output :
pengajuan usulan izin PS perlu Kehutanan PIAPS September /FGD & No 9 Tahun 100.000.000 Kehutanan, SDM KPH Laporan
perhutanan sosial difasilitasi 2026 Survei 2021 Bidang Malinau Kegiatan
Penyuluh lapanga Kehutanan fasilitasi
Kehutanan. n usulan
PS
15
E. PENUTUP
17