0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
25 tayangan27 halaman

Programa 2026

Programa Penyuluhan Kehutanan Tingkat UPTD KPH Malinau Tahun 2026 disusun untuk mencapai pengelolaan hutan yang lestari dengan melibatkan berbagai pihak dalam proses perumusan kebijakan dan implementasinya. Program ini bertujuan untuk menjadi acuan bagi penyuluh kehutanan dan sebagai bahan pertimbangan dalam penyusunan anggaran kegiatan. Penyusunan program ini juga didasarkan pada kondisi sumber daya manusia dan alam yang ada serta peraturan yang berlaku.

Diunggah oleh

Abdullah Husin
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
25 tayangan27 halaman

Programa 2026

Programa Penyuluhan Kehutanan Tingkat UPTD KPH Malinau Tahun 2026 disusun untuk mencapai pengelolaan hutan yang lestari dengan melibatkan berbagai pihak dalam proses perumusan kebijakan dan implementasinya. Program ini bertujuan untuk menjadi acuan bagi penyuluh kehutanan dan sebagai bahan pertimbangan dalam penyusunan anggaran kegiatan. Penyusunan program ini juga didasarkan pada kondisi sumber daya manusia dan alam yang ada serta peraturan yang berlaku.

Diunggah oleh

Abdullah Husin
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

PROGRAMA PENYULUHAN KEHUTANAN TINGKAT

UPTD KPH MALINAU

TAHUN 2026

UPTD KPH MALINAU DINAS KEHUTANAN


PEMERINTAH PROVINSI KALIMANTAN UTARA
MALINAU, F E B R U A R I 2 0 2 5

i
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, atas rahmat
dan karunia-Nya sehingga Programa Penyuluhan Kehutanan Tingkat UPTD
KPH Malinau Tahun 2026 ini dapat tersusun. Programa penyuluhan ini
disusun berdasarkan kondisi terkini sumber daya manusia, sumber daya
alam, sumber daya penunjang serta analisa permasalahan dan tujuan yang
ingin dicapai.

Ucapan terima kasih disampaikan kepada semua pihak yang telah


berperan aktif dalam penyusunan Programa Penyuluhan Kehutanan UPTD
KPH Malinau Tahun 2026 ini. Semoga program ini dapat terealisasi dan
menjadi acuan bagi Penyuluh Kehutanan dalam menyusun Rencana Kerja
Tahunan Penyuluh Kehutanan.

Malinau, Februari 2025


Kepala
UPTD KPH Malinau

Antonius Mangiwa, [Link]., [Link]


NIP.197105142005021002
HALAMAN PENGESAHAN
PROGRAMA PENYULUH KEHUTANAN TINGKAT UPTD
TAHUN 2026

Koordinator Kepala
Penyuluh Kehutanan UPTD KPH Malinau

Rizal, [Link] Antonius Mangiwa, [Link]., [Link]


NIP. 198203012014031001 NIP.197105142005021002

iii
PENYUSUN

No Nama Jabatan Tandatangan


1 Rizal, [Link]. Penyuluh
NIP.198203012014031001 Kehutanan

2 Unjuk Perbina, [Link]. Penyuluh


NIP.199404152020122021 Kehutanan
Ahli Pertama
3 Keny Arton Laudi, [Link]. Penyuluh
NIP.199612072020121011 Kehutanan
Ahli Pertama
4 Haeruddin, [Link]. Penyuluh
NIP.198710102022031002 Kehutanan
Ahli Pertama
5 Anderi Hasan, [Link]. Penyuluh
NIP.199111112022031005 Kehutanan
Ahli Pertama
6 Bayu Pramu Sinto, [Link]. Penyuluh
NIP.199310172022031002 Kehutanan
Ahli Pertama
7 Novita Oktaviana, [Link]. Penyuluh
NIP.199410062022032005 Kehutanan
Ahli Pertama
8 Eki Aprilia Resdiyanti Devung, Penyuluh
[Link]. Kehutanan
NIP.199504182022032008 Ahli Pertama
9 Ali Muhammad Akbar, [Link]. Penyuluh
NIP.199612232022031004 Kehutanan
Ahli Pertama

10 Indah Wahyuni Madila, [Link]. Penyuluh


NIP.199706232022032005 Kehutanan
Ahli Pertama
11 Robby Wardhana Penyuluh
NIP.199405072020121014 Kehutanan
Pelaksana
Pemula
12 Ivan Roson Sirappa Penyuluh
NIP.199809112020121002 Kehutanan
Pelaksana
Pemula
13 Abdul Majid Penyuluh
NIP.199905222022031002 Kehutanan Pemula
14 Yuli Violinita Thoyib Penyuluh
NIP.199908012022032006 Kehutanan Pemula
15 Muhammad Rico Sadewa NIP. Penyuluh
200010082022031001 Kehutanan Pemula
16 Cyntia Rahmawati Penyuluh
NIP. 200105052022032002 Kehutanan Pemula
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ....................................................................................................................... i


KATA PENGANTAR ....................................................................................................ii
HALAMAN PENGESAHAN… ................................................................................... iii
PENYUSUN................................................................................................................ iv
DAFTAR ISI................................................................................................................. v
I. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang ................................................................................................... 1
B. Landasan Hukum .............................................................................................. 4
C. Pengertian – Pengertian...........................................................................................5
II. MATRIKS .......................................................................................................11
III. PENUTUP ...................................................................................................... 17

v
I. PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Program Kehutanan Nasional atau PKN merupakan kerangka kebijakan kehutanan


yang bersifat menyeluruh yang dibuat dalam rangka mencapai tujuan pengurusan hutan suatu
negara, yaitu tercapainya pengelolaan hutan lestari atau PHL di negara tersebut. NFP dibuat
dengan berlandaskan kepada pendekatan lintas sektoral pada setiap tingkat
(nasional, provinsi, kabupaten/kota), dan bersifat partisipatif dengan melibatkan berbagai
pihak yang terkait, dalam keseluruhan proses mencakup: perumusan kebijakan, penetapan
strategi, penyusunan rencana kegiatan, implementasi, pemantauan, dan evaluasinya. Proses
pembentukan NFP bersifat dinamis, disesuaikan dengan keadaan faktor-faktor yang
berpengaruh dalam proses pengurusan hutan yang akan berkembang menurut waktu.
PKN dibuat dalam rangka tercapainya tingkat pengelolaan hutan lestari dalam suatu
negara, sehingga pelaksanaan kegiatan konservasi, pengelolaan, dan pembangunan hutan. Hal
tersebut dimaksudkan untuk memenuhi berbagai kebutuhan atau barang dan jasa dari hutan
pada tingkat lokal, nasional, regional, dan global dapat terjamin dan sesuai dengan aturan-
aturan yang bersifat universal serta keadaan khusus disetiap negaranya.
Program PKN di Indonesia yaitu sebagai berikut :
1. Pengembangan Hutan Rakyat di Tanah Pemilik
2. Hutan Serbaguna dan Kemasyarakatan
3. Perhutanan Sosial

Jangka Menengah Provinsi Kalimantan Utara yaitu: mewujudkan


pemanfaatan dan pengelolaan Sumber Daya Alam dengan nilai tinggi dan
berwawasan lingkungan yang berkelanjutan, secara efisien, terencana,
menyeluruh, terarah, terpadu, dan bertahap dengan berbasiskan Ilmu
Pengetahuan dan Teknologi.

Perwujudan misi ke 4 (empat) tersebut dirumuskan ke dalam


kebijakan peningkatan pelaksanaan rehabilitasi hutan dan lahan dan
konservasi peningkatan pelaksanaan perhutanan sosial dalam pembangunan
daerah selama lima tahun.

Meningkatnya laju deforestasi, meluasnya dampak degradasi lingkungan serta


meningkatnya konflik sosial di berbagai belahan dunia, menyebabkan keprihatinan para
pihak yang terdiri dari kalangan bisnis di bidang perkayuan dan kehutanan, perwakilan
asosiasi dan organisasi hak asasi manusia dan lingkungan. Hal ini memicu terjadinya
pertemuan para pihak dan menyepakati adanya kebutuhan untuk membangun sistem
yang dapat mengidentifikasi hutan yang dikelola secara bertanggung jawab sehingga
menghasilkan produk yang dapat dipertanggungjawabkan pula secara lingkungan,
sosial,dan ekonomi.

Dengan adanya pergeseran kebijakan pembangunan kehutanan dan


tata pemerintahan yang melimpahkan sebagian kewenangan kepada
Pemerintah Daerah, secara administrasi pemerintahan Unit Pelaksana Teknis
Daerah - Kesatuan Pengelolaan Hutan (UPTD- KPH) Malinau berada di
wilayah Kabupaten Malinau Provinsi Kalimantan Utara yang telah
ditetapkan melalui Peraturan Gubernur Kalimantan Utara Nomor 66
Tahun 2018 tentang Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis
Daerah pada Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Utara. Dan ini sesuai
dengan pemberian akses hukum dalam penyelenggaraan perhutanan
sosial, penyusunan program, sistem informasi, pengawasan dan
pengendalian, evaluasi, dan penegakan hukum dalam pelaksanaan
perhutanan sosial yang tercantum pada Peraturan Gubernur Kalimantan
Utara Nomor 46 Tahun 2018.

Dengan terbentuknya UPTD KPH Malinau di Kabupaten Malinau,


maka diharapkan dapat menciptakan implementasi desentralisasi yang
lebih nyata, kemudahan dan kepastian investasi di wilayah kerja, optimalisasi
akses masyarakat terhadap sumberdaya hutan sebagai salah satu jalan
resolusi konflik tertanganinya wilayah tertentu yang belum ada
pengelolanya yaitu areal yang belum dibebani izin, karhutla, serta upaya
untuk meningkatkan keberhasilan Perhutanan Sosial di wilayah kerja UPTD
KPH Malinau.
Programa Penyuluhan Kehutanan adalah rencana tertulis kegiatan
penyuluhan kehutanan dalam satu tahun yang disusun secara sistematis
sebagai bahan perencanaan pembangunan kehutanan (Nomor
P.14/MENLHK/SETJEN/KUM.1/4/2019). Programa Penyuluhan
Kehutanan disusun setiap tahun yang memuat rencana penyuluhan tahun
berikutnya dengan memperhatikan siklus anggaran pada masing-masing
tingkatan dengan cakupan pengorganisasian, pengelolaan sumberdaya
sebagai pelaksanaan penyuluhan.

Programa Penyuluhan Kehutanan disusun dengan memperhatikan


keterpaduan dan kesinergian programa Penyuluhan pada setiap tingkatan.
Dengan demikian semua Programa Penyuluhan Kehutanan selaras dan tidak
bertentangan antara programa penyuluhan kehutanan dalam berbagai
tingkatan dan Rencana Pengelolaan Hutan Jangka Panjang (RPHJP) yang ada
di KPH.

Maksud dari penyusunan programa Penyuluhan Kehutanan UPTD KPH


Malinau ini adalah sebagai rencana tertulis kegiatan penyuluhan kehutanan
dalam satu tahun yang disusun secara sistematis sebagai bahan perencanaan
pembangunan kehutanan yang menggambarkan keadaan sekarang dan yang
akan dicapai, masalah -masalah serta alternatif pemecahannya ataupun
bagaimana cara mencapai tujuan. Adapun tujuan programa penyuluh
kehutanan disusun adalah:

1. Menjadi acuan dalam penyelenggaraan penyuluhan kehutanan dan


penyusunan rencana kerja tahunan penyuluh kehutanan.

2. Sebagai bahan pertimbangan penyusunan anggaran rencana


kegiatan Penyuluhan UPTD KPH Malinau.
B. LANDASAN HUKUM
Landasan Hukum yang terkait dengan penyelenggarakan
penyuluh kehutanan adalah :

1. Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan;


2. Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja;
3. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 23 Tahun
2021 tentang Penyelenggaraan Kehutanan;
4. Peraturan Menteri Kehutanan Nomor : P.6/Menhut-II/2009
tentang Pembentukan Wilayah Kesatuan Pengelolaan Hutan
(KPH);
5. Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik
Indonesia Nomor: P.89/Menlhk/Setjen/Kum.1/8/2018, tentang
Pedoman Kelompok Tani Hutan;
6. Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor :
P.14/Menlhk/Setjen/Kum.1/3/2019 tentang Pedoman
Penyusunan Programa Penyuluhan Kehutanan;
7. Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik
Indonesia Nomor: P.13/Menlhk/Setjen/Kum.1/3/2019, tentang
Pendampingan Kegiatan Pembangunan Kehutanan;
8. Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan
Reformasi Birokrasi Republik Indonesia, Nomor 73 Tahun 2020
tentang Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan;
9. Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik
Indonesia No 4 Tahun 2022 tentang Petunjuk Pelaksanaan dan
Petunjuk Teknis Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan;
10. Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan
Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2022
tentang Pengelolaan Kinerja Pegawai Aparatur Sipil Negara;
11. Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik
Indonesia Nomor: 9 Tahun 2021, Tentang Pengelolaan
Perhutanan Sosial.
12. Peraturan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM
Nomor: P.4/P2SDM/SET/KUM.1/10/2018 Tentang Petunjuk
Teknis Penilaian Kelompok Tani Hutan.
13. Peraturan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan
Sumber Daya Manusia Kehutanan Nomor:
P.5/P2SDM/SET/KUM.1/7/ 2020 tentang Perubahan Atas
Peraturan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM
Nomor: P.4/P2SDM/SET/KUM.1/10/2018 Tentang Petunjuk
Teknis Penilaian Kelompok Tani Hutan.
14. Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 2016 tentang Pembentukan
dan Susunan Perangkat Daerah Provinsi Kalimantan Utara
(Lembaran Daerah Provinsi Kalimantan Utara Tahun 2016
Nomor 5, Tambahan Lembaran Daerah Provinsi Kalimantan
Utara Nomor 5);
15. Peraturan Gubernur Kalimantan Utara Nomor 46 Tahun 2018
Tentang Penyelanggaran Perhutanan Sosial Provinsi Kalimatan
Utara
16. Peraturan Gubernur Kalimantan Utara Nomor 66 Tahun 2018
Tentang Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis
Daerah pada Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Utara.

C. PENGERTIAN - PENGERTIAN
1. Bimbingan Teknis adalah pelatihan yang biasanya dilaksanakan
oleh lembaga resmi dengan tujuan untuk meningkatkan
kompetensi peserta yang dimana materi yang diberikan meliputi
membangun tim kerja efektif, teknik komunikasi dalam konteks
pelayanan prima, survey indeks kepuasan masyarakat dan

5
penanganan keluhan pelanggan, tata pemerintahan yang baik
dan profesionalisme aparatur, kepemimpinan, dan lain-lain;
2. Demonstrasi Percontohan (Demplot) adalah suatu metode
penyuluhan kehutanan kepada petani dengan cara membuat
lahan percontohan, agar petani bisa melihat dan membuktikan
terhadap objek yang didemontrasikan;
3. Dinas Daerah Provinsi yang selanjutnya disebut Dinas adalah
organisasi perangkat daerah provinsi yang melaksanakan
urusan pemerintahan di bidang kehutanan;
4. Gabungan Kelompok Tani Hutan yang selanjutnya disebut
GAPOKTANHUT adalah gabungan dari beberapa KTH untuk
meningkatkan usaha;
5. Hutan adalah suatu kesatuan ekosistem berupa hamparan lahan
berisi sumber daya alam hayati yang didominasi pepohonan
dalam persekutuan alam lingkungannya, yang satu
dengan lainnya tidak dapat dipisahkan;
6. Hutan Adat adalah hutan yang berada di dalam wilayah
Masyarakat Hukum Adat;
7. Hutan Desa yang selanjutnya disingkat HD adalah kawasan
hutan yang belum dibebani izin, yang dikelola oleh desa dan
dimanfaatkan untuk kesejahteraan desa;
8. Hutan Kemasyarakatan yang selanjutnya disingkat HKm adalah
kawasan hutan yang pemanfaatan utamanya ditujukan untuk
memberdayakan masyarakat;
9. Hutan Tanaman Rakyat yang selanjutnya disingkat HTR adalah
hutan tanaman pada Hutan Produksi yang dibangun oleh
kelompok Masyarakat untuk meningkatkan potensi dan kualitas
Hutan Produksi dengan menerapkan sistem silvikultur dalam
rangka menjamin kelestarian sumber daya hutan;
10. Hutan Rakyat yang selanjutnya disingkat HR adalah hutan yang
tumbuh di atas tanah yang dibebani hak milik maupun hak
lainnya dengan ketentuan luas minimum 0,25 (nol koma dua
lima) hektar, penutupan tajuk tanaman kayu-kayuan dan
tanaman lainnya lebih dari 50% (lima puluh perseratus);
11. Kelompok Tani Hutan yang selanjutnya disingkat KTH adalah
kumpulan petani warga negara Indonesia yang mengelola usaha
di bidang kehutanan di dalam dan di luar kawasan hutan;
12. Kelompok Usaha Perhutanan Sosial yang selanjutnya disingkat
KUPS adalah kelompok usaha yang dibentuk oleh KPS yangakan
dan/atau telah melakukan usaha;
13. Kesatuan Pengelolaan Hutan yang selanjutnya disingkat KPH
adalah wilayah pengelolaan hutan sesuai fungsi pokok dan
peruntukannya, yang dapat dikelola secara efisien, efektif dan
lestari;
14. Kemitraan Kehutanan adalah kerja sama antara masyarakat
setempat dengan pengelola hutan, pemegang izin usaha
pemanfaatan hutan/jasa hutan, izin pinjam pakai kawasan
hutan, atau pemegang izin usaha industri primer hasil hutan;

15. Koperasi Kelompok Tani Hutan (KKTH) adalah koperasi yang


bergerak di bidang usaha kehutanan dan didirikan oleh pelaku
utama kehutanan.;
16. Materi Penyuluhan adalah bahan yang akan disampaikan oleh
para penyuluh kepada pelaku utama dan pelaku usaha dalam
berbagai bentuk yang meliputi informasi, teknologi, rekayasa
sosial, manajemen, ekonomi, hukum dan kelestarian
lingkungan;
17. Metode penyuluhan adalah cara atau teknik penyampaian
materi penyuluhan oleh Penyuluh Kehutanan;
18. Pelaku Usaha adalah perorangan warga negara Indonesia atau
korporasi yang dibentuk menurut hukum Indonesia yang

7
mengelola usaha kehutanan dan yang berkaitan dengan bidang
kehutanan;
19. Pelaku Utama Kegiatan Kehutanan (pelaku utama) adalah
masyarakat di dalam dan di sekitar kawasan hutan beserta
keluarga intinya;
20. Pendampingan adalah kegiatan yang dilakukan kepada
Masyarakat/kelompok Persetujuan Pengelolaan Perhutanan
Sosial untuk pengelolaan hutan lestari dan peningkatan
kesejahteraan Masyarakat;
21. Penyuluh Kehutanan adalah pegawai negeri sipil yang diberi
tugas, tanggung jawab, wewenang dan hak secara penuh oleh
pejabat yang berwenang untuk melakukan kegiatan teknis di
bidang penyuluhan kehutanan;
22. Penyuluh Kehutanan Swasta yang selanjutnya disebut PKS
adalah Penyuluh yang berasal dari dunia usaha dan/atau
Lembaga yang mempunyai kompetensi dalam bidang
penyuluhan;
23. Penyuluh Kehutanan Swadaya Masyarakat yang selanjutnya
disebut PKSM adalah pelaku utama yang berhasil dalam
usahanya dan warga masyarakat lainnya yang dengan
kesadarannya sendiri mau dan mampu menjadi penyuluh;
24. Perhutanan Sosial adalah sistem pengelolaan hutan lestari yang
dilaksanakan dalam kawasan hutan negara atau Hutan
Hak/Hutan Adat yang dilaksanakan oleh Masyarakat Setempat
atau Masyarakat Hukum Adat sebagai pelaku utama untuk
meningkatkan kesejahteraannya, keseimbangan lingkungan dan
dinamika sosial budaya dalam bentuk Hutan Desa, Hutan
Kemasyarakatan, Hutan Tanaman Rakyat, Hutan Adat dan
kemitraan kehutanan;
25. Prasarana penyuluhan adalah barang atau benda tidak bergerak
yang dimanfaatkan oleh Penyuluh Kehutanan sebagai alat dalam
menunjang kegiatan operasional penyuluhan kehutanan;
26. Programa Penyuluhan adalah rencana tertulis kegiatan
penyuluhan kehutanan dalam satu tahun yang disusun secara
sistematis sebagai bahan perencanaan pembangunan
kehutanan;
27. Rencana Kelola Perhutanan Sosial yang selanjutnya disingkat
RKPS adalah dokumen yang memuat rencana penguatan
kelembagaan, rencana Pemanfaatan Hutan, rencana kerja
usaha, dan rencana monitoring dan evaluasi;
28. Rencana Kerja Tahunan Penyuluh Kehutanan (RKTPK) adalah
rencana kegiatan yang disusun oleh Penyuluh Kehutanan PNS
secara perorangan berdasarkan Programa Penyuluhan
Kehutanan yang berisi kegiatan Penyuluhan Kehutanan yang
akan dilakukan dalam satu tahun;
29. Sarana penyuluhan adalah barang atau benda bergerak yang
dimanfaatkan oleh Penyuluh Kehutanan sebagai alat dalam
menunjang kegiatan operasional penyuluhan kehutanan;
30. Sasaran Antara adalah pemangku kepentingan yang tidak
secara langsung menerima manfaat Penyuluhan Kehutanan,
antara lain kelompok atau lembaga pemerhati kehutanan serta
generasi muda dan tokoh masyarakat;
31. Sasaran Utama adalah pelaku utama dan pelaku usaha dalam
bidang kehutanan yang menerima manfaat langsung
Penyuluhan Kehutanan;
32. Sistem informasi pendampingan kegiatan pembangunan
kehutanan (SIMPING) adalah aplikasi berbasis daring/online
yang berfungsi untuk memonitor dan mengevaluasi kinerja
pendamping dan hasil penyelenggaraan kegiatan
pendampingan;

9
33. Sistem informasi manajemen penyuluhan (SIMLUH) adalah
aplikasi berbasis daring/online yang berisi keterpaduan data
kelembagaan, Penyuluh Kehutanan Pegawai Negeri Sipil,
Penyuluh Kehutanan Swadaya Masyarakat, Penyuluh
Kehutanan Swasta, Kelompok Tani Hutan, dan sarana
prasarana penyuluhan kehutanan;
34. Temu Karya adalah pertemuan sesama pelaku utama dan
pelaku usaha untuk tukar menukar informasi, pengalaman dan
gagasan dalam kegiatan pembangunan kehutanan;
35. Unit Pelaksana Teknis Daerah yang selanjutnya disingkat UPTD
adalah organisasi yang melaksanakan kegiatan teknis
operasional dan/atau kegiatan teknis penunjang tertentu pada
Dinas;
33. Wanawiyata Widyakarya adalah model usaha bidang kehutanan
dan atau lingkungan hidup yang dimiliki dan dikelola oleh
kelompok masyarakat atau perorangan yang ditetapkan oleh
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan sebagai percontohan,
tempat pelatihan dan magang bagi masyarakat lainnya.
D. MATRIKS PROGRAMA PENYULUHAN KEHUTANAN

Tahun 2026
Tingkat : UPTD KPH Malinau
SASARAN PENYULUHAN CARA MEMECAHKAN MASALAH
N KEADAAN TUJUAN MASALAH KET.
O Deskripsi Jumlah Lokasi Kegiatan Metode Materi Biaya (sumber Pelaksana Penan-
& Waktu dan jumlah) ggung
Jawab
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14
Peningkatan Kapasitas dan Kompetensi Penyuluh Kehutanan dan SDM Bidang Kehutanan
1 Penyusunan Sebagai acuan Belum Penyuluh 16 orang Malinau Penyusunan FGD PermenLHK - Penyuluh Ka. KPH Output :
Programa dalam tersusunn Kehutana programa No 14 Kehutanan Malinau 1
Penyuluhan membuat ya n (Januari – Tahun UPTD KPH Dokumen
Kehutanan Rencana Kerja Programa Februari) 2019 Malinau Programa
merupakan Penyuluh Penyuluha Penyuluha
kewajiban dari Kehutanan n n
Penyuluh Kehutanan Kehutana
Kehutanan yang tahun n Tahun
harus disiapkan 2026 2026
paling lambat
Bulan Februari
satu tahun sebelum
pelaksanaan
Program
2 Penyusunan Sebagai acuan Belum Penyuluh 16 orang Kab. Penyusunan Diskusi PermenLHK Mandiri Penyuluh Output :
rencana Malinau dan No Ka. KPH
dalam tersusunnya Kehutanan RKTP Kehutana 16 Dokumen
Malinau
kerja masing masing pelaksanaan rencana kerja (Februari) Temu 14 Tahun n UPTD
Penyuluh Kehutanan tugas pokok penyuluh Teknis 2019 KPH
tahunan kehutanan Malinau
pejabat tahun 2025
fungsional
3 Terdapat Meningkatn Kompetensi Penyuluh 16 Pulau Jawa Peningkata Studi Syarat dan APBD/DBH- Penyuluh Ka. KPH Output :
penyuluh orang Laporan
Penyuluh ya Kehutana n ketentuan DR Kehutanan, Malinau
kehutanan
Kegiatan
Kehutanan Kompetensi yang masih n Kompetens dalam (200.000.00 SDMKPH
minim atau
Lingkup UPTD SDM i Penyuluh melakukan 0) Malinau
kurang dalam
KPH Malinau Lingkup melakukan (Juni) studi lapang
pendampingan
yang perlu UPTD KPH mengenai
di bidang
ditingkatkan dalam minyak atsiri Minyak Atsiri
dan Teknik
kompetensinya melakukan dan Teknik
Perhitungan
pendamping Karbon Perhitungan
andi bidang Karbon
Minyak
Atsiri dan
Teknik
Perhitungan
Karbon
Penguatan dan Pendampingan Kelembagaan Kelompok Tani Hutan
4 Adanya KPS Menyusun Administrasi 3 KPS berada 45 Malinau Penyusunan Diskusi Penyusunan APBD/ DBH- Penyuluh Ka. KPH Output:
orang dokumen Dokumen
yang belum administrasi AD/ART di wilayah dokumen Kelompok DR Kehutanan Malinau
AD/ART
menyusun AD/ART kelompok kerja KPH AD/ART KPS kelompok 100.000000 UPTD KPH AD/ART

AD/ART kelompok yang perlu Malinau (April) Malinau dan


Kelompok disusun anggota
kelompok
LPHD dan
KTH
5 Terdapat Menyusun Penyusunan Penyusun FGD P. 89 tahun APBD/DBH-DR Penyuluh Ka. KPH Output:
LPHD Tane KPS di KPS di
KPS yang RKT/RKPS RKT/RKPS Malinau Malinau an 2018 dan (150.000.000) Kehutanan Malinau Dokumen RKT
O’len Setulang
belum - Laban Nyarit kelompok AD/ART PermenLHK KPH Malinau
LPHD Punan
menyusun - Punan Mirau yang belum Kelompok No 9 Tahun dan anggota
Mirau
RKT/RKPS - LPHD Tane maksimal (Maret) 2021 KPS
Olen Setulang LPHD Laban
- Bela Sa’an Nyarit
Baru HKm Bela
- KTH Bie Nang Sa’an Baru,
Mandiri KTH Bie Nang
Setulang Mandiri
- Long Jalan, Setulang, Long
Long Lake, Jalan, Long
Long Nyau dan Lake, Long
Long Pada Nyau dan Long
- LPHD Metut Pada
Nahakramo

13
6 Terlaksananya Mengevaluasi Monitoring dan Semua KPS binaan KPS di Kab. Malinau Monev RKT KPS (Mei) FGD P. 89 tahun 2018 APBD/ Penyuluh Ka. KPH Output :
kegiatan penyusunan
tingkat Evaluasi RKT KPH Malinau Malinau dan PermenLHK DBH-DR Kehutanan UPTD Malinau Laporan Monev
RKT
keberhasilan yang disusun No 9 Tahun 2021 20.000.000 KPH Malinau RKT
penyusunan RKT KPS
7 Adanya Meningkatkan Belum a. KUPS 3 KUPS Desa a. Koordinasi Diskusi - APBD/ Penyuluh Ka. KPH Output:
DBH-DR Laporan
Kawasan Pengelolaan adanya HHBK Setulang dengan KUPS dan dan Kehutanan Malinau
50.000.000
Usaha Kawasan KUPS penandaan b. KUPS Desa (April) Survei UPTD KPH
Perhutanan Kawasan Agroforestry b. Pengecekan Lokasi Malinau,
Sosial usaha c. KUPS Lokasi (April) Tenaga
perhutanan Ekowisata c. Pemasangan Teknis
sosial Plang Kawasan Kehutanan
Usaha (Mei)
8 Terdapat Meningkatkan Belum a. KUPS 3 KUPS Desa FGD (Februari- Sosialisasi Penyusunan APBD/ DBH-DR Penyuluh Ka KPH Output:
Desember) 50.000.000 Laporan
potensi usaha kinerja adanya HHBK Setulang dan Diskusi Rencana Kerja Kehutanan Malina u.
KUPS HHBK, anggotaKUPS rencana b. KUPS Usaha (dalam UPTD KPH
KUPS HHBK, KUPS kerja dari Agroforestry bentuk power Malinau,
Ekowisata Ekowisata dan anggota c. KUPS point, Tenaga
Ekowisata
dan KUPS KUPS kelompok poster/booklet) Teknis
Agroforestry Agroforestry Kehutanan

9 Terdapat Meningkatkan Desa Penyusunan SOP Anjangkary 1. Penyusunan APBD/ DBH- Dinas Ka KPH Output:
Belum Anggota LPHD LPHD
sasaran dalam produktifitas dan Laban Penyulingan a dan SOP DR Kehutanan, Malinau Laporan
adanya dan KUPS di dan
kawasan hutan ekonomi KUPS Nyarit Gaharu dan Diskusi penyulingan 20.000.000 UPTD KPH Kegiatan
produk Desa Laban KUPS
yang memiliki yang memiliki Ragam produk Kelompok gaharu dan Malinau dan
yang di Nyarit Laban
potensi gaharu potensi gaharu turunan HHBK ragam produk Tenaga
diversifikas Nyarit
melalui Gaharu. turunan gaharu Teknis
i
pengenalan tata (April, Juli) dan tata usaha Kehutanan
usaha dan Diskusi bersama gaharu
diversifikasi aturan dan tata
produk usaha penjualan
komoditas gaharu di
Indonesia
(Juli)
10 Terdapat KPS Meningkatkan Desa Menyebarluaskan Anjangsana Upaya DBH-DR Penyuluh Ka KPH Laporan
Masyarakat Masyarakat LPHD
Kegiatan
baru yaitu pemahaman Long Informasi Melalui pemecahan (5.000.000) Kehutanan Malinau
sekitar sekitar Long
LPHD Metut masyarakat Pada Komunikasi masalah dan KPH
hutan Kawasan Pada
yang masuk ke terutama Langsung secara program Malinau
seringkali Hutan,
dalam Wilayah Kelompok Perorangan pembangunan
membutuh terutama KPS
Kerja UPTD Perhutanan dengan Metode lingkungan
kan solusi di Wilayah
KPH Malinau Sosial terkait Anjangsana hidup dan
untuk Kerja UPTD
solusi (Februari- kehutanan
memecahk KPH Malinau
penyelesaian November)
an
masalahnya serta
permasala
program
hannya
pembangunan
serta
lingkungan hidup
edukasi
dan kehutanan
dalam
mengemba
ngkan
usahanya
11 Terdapat Meningkatkan Desa Melakukan Diskusi Pemberdayaan DBH-DR Penyuluh Ka KPH Laporan
Belum LSM yang 1 LSM
Kegiatan
lembaga keterlibatan Long konsultasi masyarakat Kehutanan Malinau
optimalnya berkegiatan
swadaya lembaga swadaya Pada penyuluhan serta program Malinau
keterlibata pada Desa
masyarakat masyarakat kehutanan pembangunan
n lembaga Long Pada
sekitar lingkup desa dengan lembaga lingkungan
swadaya
Kawasan dalam upaya swadaya hidup dan
masyaraka
Hutan yang pemberdayaan masyarakat kehutanan
t lingkup
masuk ke masyarakat serta (Mei-November)
desa dalam
dalam Wilayah program upaya
Kerja UPTD pembangunan
pemberday
KPH Malinau lingkungan hidup
aan
dan kehutanan
masyaraka
t di wilyah
kerja UPTD
KPH
Malinau
12 Komoditas Meningkatkan Desa Anjangsana Ceramah, Penggunaan APBD/DBH- Penyuluh Ka KPH Laporan
Anggota Kelompok 32
Kegiatan
usaha pengetahuan dan Punan (April-Desember) Diskusi, Media Sosial DR Kehutanan Malinau
KUPS Usaha orang
kerajinan keterampilan Mirau Tanya Facebook dan 5.000.000
belum Perhutanan
rotan KUPS anggota KUPS Jawab dan Instagram
mengetahu Sosial (KUPS)
Anyaman dalam melakukan Demonstra sebagai sarana
i cara Gaharu dan
HHBK dan pemasaran si promosi untuk
melakukan Anyaman
KUPS Gaharu secara online penjualan
pemasaran HHBK
sudah dengan produk usaha
produk
dipasarkan menggunakan kelompok
usaha
secara offline media sosial
secara
seperti Facebook
online
dan Instagram
13 Perlunya Mencapai Pendampingan Anjangsana Materi APBD/DBH- Penyuluh Ka KPH Laporan
Belum KPS Binaan 12 KPS
Kegiatan
dilaksanakan rencana kerja 12 KPS rutin di lapangan Diskusi Penyuluhan DR Kehutanan Malinau
optimal KPH Malinau
pendampingan KPS yang telah Binaan (Februari- Kunjungan 200.000.000
nya
rutin di setiap disusun KPH November) ke lapangan
pelaksanaa
KPS binaan Malinau Pertemuan
n kegiatan
KPH Malinau Rutin
yang telah
disusun
dalam RKT
Penyiapan dan Pengembangan Perhutanan Sosial
14 Penyusunan Sebagai acuan Belum Masyarakat 1 Desa Berdasarkan Juni Survei PermenLHK APBD/DBH- Penyuluh Ka Output :
PIAPS
dokumen dalam adanya Desa lapangan, No 9 Tahun DR Kehutanan, SDM KPH Tersusunnya
identifikasi potensi pelaksanaan dokumen pengumpu 2021 5.000.000 Bidang Malina 1 Dokumen
Perhutanan sosial fasilitasi potensi lan data Kehutanan u Identifikasi
usulan izin Perhutanan primer & Potensi PS
Perhutanan Sosial sekunder Tahun 2026
Sosial
15 Sosialisasi Penyampaia Belum Masyarakat 2 Desa Belayan Ari Mei dan Juli Pertemuan, PermenLHK APBD/DBH- Penyuluh Ka Output :
2026 Sosialiasasi No 9 Tahun
Perhutanan n informasi diadakannya Desa dan Gong DR Kehutanan, SDM KPH Laporan
2021
Sosial dilakukan kebijakan & Sosialisasi PS Solok 100.000.000 Bidang Malinau Kegiatan
di tingkat program di tingkat Kehutanan Pelaksanaa
tapak/desa Perhutanan tapak/desa n sosialisasi
Sosial PS
kepada
masyarakat
di
Desa.
16 Terdapat potensi Fasilitasi usulan Usulan izin PS Penyuluh 1 Desa Berdasarkan Agustus- Pertemuan PermenLHK APBD/DBH-DR Penyuluh Ka Output :
pengajuan usulan izin PS perlu Kehutanan PIAPS September /FGD & No 9 Tahun 100.000.000 Kehutanan, SDM KPH Laporan
perhutanan sosial difasilitasi 2026 Survei 2021 Bidang Malinau Kegiatan
Penyuluh lapanga Kehutanan fasilitasi
Kehutanan. n usulan
PS

15
E. PENUTUP

Dengan tersusunnya Programa Penyuluhan Kehutanan UPTD KPH


Malinau Tahun 2026 ini diharapkan seluruh Penyuluh Kehutanan UPTD
KPH Malinau dapat menjalankan tugas pokok dan fungsinya secara
optimal. Keberhasilan dari pelaksanaan kegiatan penyuluhan kehutanan
akan dapat tercapai bila terjalin kesamaan persepsi dan kerjasama yang
baik antara semua pihak (stake holder) yang terkait sehingga
pembangunan kehutanan di setiap aspek dan tahapan dapat dilaksanakan
secara terkoordinir dengan baik dan terpadu untuk mewujudkan satu
tujuan yang sama yaitu peningkatan pendapatan dan kesejahteraan
masyarakat melalui pengelolaan dan pemanfaatan hutan dan lahan secara
optimal dan lestari berazaskan keadilan.

17

Anda mungkin juga menyukai