BAB I
PENDAHULUAN
Latar Belakang Masalah
Tenaga kerja ialah salah satu faktor yang harus diperhatikan dalam
perusahaan dalam mencapai tujuannya. Oleh karena itu perusahaan
harus memiliki kemampuan untuk mengelola sumber daya secara
terencana, terutama dalam sumber daya manusia. Dalam setiap
kegiatan, sumber daya manusia digunakan sebagai tenaga kerja
operasional untuk menghasilkan daya guna dan hasil yang optimal
akan tujuan yang direncanakan oleh perusahaan tersebut. Sumber daya
manusia yaitu semua manusia yang dijadikan sebuah tim dan
diberikan tugas oleh atasan dari sebuah organisasi untuk menjalankan
pekerjaan tertentu, yang memiliki manfaat dari pelaksanaan tugas
tersebut yaitu mereka mendapatkan imbalan jasa berupa sebuah ganti
rugi dalam bentuk kompensasi, tunjangan, bonus atau insentif atau
bentuk lainya (Sinambela & Aksara, 2021). Sumber daya manusia ini
faktor penting yang dimiliki oleh perusahaan sebagai kemampuan
penentu berkembangnya keberhasilan kinerja perusahaan dalam jangka
panjang.
Kinerja merupakan sebuah capaian kerja pegawai berdasarkan
kualitas maupun kuantitas sebagai sebuah prestasi kerja dalam waktu
yang ditentukan dan sesuai dengan tugas serta tangung jawab yang
diberikan (Farisi et al., 2020). Dalam melaksanakan tugasnya organisasi
1
2
pasti akan memerlukan karyawan yang mempunyai kinerja yang
besar. Konsep pengukuran kinerja ialah salah satu ukuran keahlian
pegawai dalam melakukan kewenangannya. Banyak perihal yang bisa
mempengaruhi kinerja karyawan yang baik antara lain merupakan
motivasi, disiplin kerja, pelatihan, pengawasan, style kepemimpinan
serta lain sebagainya (Sedarmayanti, 2020). Hasil kinerja karyawan
bisa dilihat dari pertumbuhan kinerjanya. Kinerja karyawan ialah hasil
dari aktivitas yang dilaksanakan. Kinerja muncul bukan saja
bersumber dari pembelajaran resmi, tetapi dalam praktek kerjanya
dilapangan. Dalam tingkatkan kinerja pegawai tersebut, sangat
diperlukan motivasi serta pelatihan karyawan yang besar. Motivasi
serta pelatihan akan membagikan kegigihan seorang untuk bekerja
secara baik cocok dengan prosedur, standar serta sasaran yang sudah
diresmikan.
Kinerja karyawan organisasi pada khususnya karyawan Pt. Adhi
Karya Tbk. Proyek Tol Yogya-Solo merupakan sebuah pencapaian
dari jerih hasil pekerjaan yang dilakukan oleh karyawan tersebut
dalam mengemban dan melaksanakan suatu tugas atau tanggung
jawab yang diberikan kepada mereka. Dalam rangka membangun
sebuah kualitas kerja yang optimal, efektif, dan juga efisien perlu
dilakukan sebuah rancangan cara bekerja agar menumbuhkan kinerja
yang optimal sehingga mampu memberikan pencapaian tujuan baik
tujuan internal maupun eksternal perusahaan, selain itu juga
diperlukan dorongan dari sumber daya manusia yang mumpuni serta
berkualitas agar mampu
3
meningkatkan kualitas kinjera karyawan yang ada dalam lingkungan
Pt. Adhi Karya. Tbk Proyek Tol Jogja-Solo.
Kelancaran dari proses kinerja dan pengabdian yang dilakukan Pt. Adhi
Karya. Tbk Proyek Tol Jogja-Solo bergantung dari kesempurnaan kinerja
karyawan yang berada di dalamnya. Hal ini tentunya harus di dorong
oleh perusahaan dalam menciptakan karyawan yang memiliki kontribusi
besar terhadap pencapaian tujuan perusahaan dan tidak hanya sekedar
bekerja saja. Oleh karena itu diperlukan sebuah upaya untuk
meningkatkan kualitas kinerja yang baik.
Faktor yang dapat mempengaruhi kinerja diantaranya adalah
motivasi. Pada dasarnya motivasi merupakan dorongan seseorang buat
bekerja, misalnya merupakan pendapatan yang besar, pimpinan yang
mengayomi, sarana kerja mencukupi, area kerja yang aman dan rekan
kerja yang mengasyikkan serta lain- lain. Motivasi merupakan sesuatu
yang dapat memberikan gerakan kepada seseorang, memberikan arah
untuk mencapai tujuan atau sebuah reaksi yang diakibatkan oleh
adanya sebuah hal yang ingin dicapai sehingga terbentuklah upaya
yang mendorong ke arah tersebut (Bahri, 2018). Motivasi akan
memberikan dampak positif untuk karyawan dan juga kinerja bagi
perusahaan atau organisasi tempat mereka bekerja. Kurangnya
motivasi dalam bekerja akan berpengaruh terhadap kualitas hasil
pekerjaan mereka, tanpa motivasi seseorang tidak dapat memperoleh
semangat atau dorongan
4
untuk penyelesaian tugas atau tanggung jawab secara maksimal.
Dengan motivasi yang tinggi maka seseorang karyawan akan memiliki
intensitas serta ketekunan yang tinggi dalam pencapaian tujuan, oleh
karena itu motivasi menjadi salah satu hal yang mampu mendorong
peningkatan kinerja karyawan.
Motivasi yang diterapkan pada sebuah organisasi dapat
mempengaruhi kinerja karyawan dan keberhasilan organisasi. Hal ini
berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Candana [Link],
(2020),Tupti & Arif, (2020),Jufrizen & Sitorus, (2021) hasil penelitian
mereka menyebutkan bahwa motivasi kerja memiliki pengaruh positif
terhadap kinerja. Dengan adanya motivasi kerja yng tinggi dari
seorang karyawan maka dapat memicu peningkatan kinerja yang
dihasilkan. Sedangkan menurut penelitian yang dilakukan oleh
Abdullah, (2018), Hidayat, (2021), dan Syafruddin [Link]., (2021)
menyatakan bahwa hasil dari penelitian mereka motivasi berpengaruh
negatif atau tidak mempengaruhi kinerja seorang karyawan. Jadi dapat
disimpulkan bahwa motivasi kerja dapat mempengaruhi dan tidak
mempengaruhi kinerja seorang karyawan. Sehingga menurut
penelitian sebelumnya bahwa motivasi kerja yang dari seorang
karyawan mampu memberikan dampak pada kinerja yang dihasilkan.
Kualitas motivasi kerja yang diterapkan pada jiwa seseorang dapat
memberikan rasa positif yaitu peningkatan kedisiplinan karyawan. Hal
ini di dukung oleh penelitian yang dilakukan oleh Rizal & Radiman,
5
(2019),Mahendra & Sadiartha, (2021), dan Hasibuan & Silvya, (2019)
yang menyatakan bahwa terdapat pengaruh positif antara motivasi
kerja terhadap disiplin kerja. Sedangkan menurut penelitian yang
dilakukan oleh Andry, (2018), Rizal & Radiman, (2019) menyatakan
bahwa motivasi kerja berpengaruh negatif terhadap disiplin kerja.
Maka dapat disimpulkan jika penerapan motivasi dari diri seseorang
tinggi maka dapat memberikan dampak positif terhadap penerapan
kedisiplinan yang dilakukan.
Selain itu banyak faktor yang mempengaruhi keberhasilan kinerja
diantarannya pelatihan kerja. Pelatihan kerja merupakan kegiatan yang
dilakukan guna untuk meningkatkan skill, komptensi, pengetahuan,
pengalaman serta perubahan sikap seseorang yang diselenggarakan
oleh sebuah organisasi untuk tujuan agar karyawan yang berada di
bawahnya dapat mengalami peningkatan dalam hal tersebut (Nugroho
& Manalu, 2019). Pelatihan yang akan dilakukan memiliki sasaran
sesuai dengan kebutuhan karyawan hal ini dirancang untuk mengatasi
masalah-masalah yang terjadi dalam lingkungan kerja yang
menimbulkan penurunan produktivitas. Pelatihan kerja akan efektif
mengatasi masalah karena dengan pelatihan kerja maka dapat
memperbaiki proses-proses kerja atau teknik yang diterapkan sehingga
dapat menyelesaikan tugas dan tanggung jawab secara lebih efektif
dan juga efisisen sehingga kinerja dapat ditingkatkan.
Pelatihan kerja yang gencar diterapkan oleh perusahaan mampu
6
meningkatkan kinerja dari karyawan yang berada di dalam
lingkupnya. Hal ini sesuai dengan penelitian terdahulu yang dilakukan
oleh Fathurahman & Ahman, (2020), Dewangga & Rahardja, (2022),
dan Pratama & Wismar’ein, (2018) dari penelitian yang telah
dilakukan menyatakan bahwa pelatihan kerja memiliki pengaruh
positif terhadap kinerja karyawan, pelatihan kerja yang sering
diterapkan dan digeneralisasi untuk peningkatan kemampuan
karyawan akan mampu menunjang keberhasilan kinerja mereka.
Sedangkan penelitian yang dilakukan oleh Wahyudi, (2021) dan
Arika, (2020) bahwa terdapat pengaruh negatif antara pelatihan kerja
terhadap kinerja karyawan. Sehingga berdasarkan penelitian terdahulu
diatas bahwa penerapan pelatihan kerja maka akan berdampak pada
kinerja karyawan dari perusahaan mereka.
Pelatihan kerja dapat mempengaruhi disiplin kerja karyawan. Hal
ini berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Wahyudi, (2021), Sari
et, al., (2021), dan Margawati et. al., (2021) menyatakan bahwa
pelatihan kerja mampu mempengaruhi disiplin kerja karyawan artinya
pelatihan kerja yang diterapkan pada suatu organisasi mampu
meningkatkan kemampuan seseorang untuk mencipatkan kedisiplinan.
Sedangkan penelitian yang dilakukan oleh Safriady & Iskandar (2018)
dan Mazidah, (2018) menyatakan bahwa pelatihan tidak berpengaruh
terhadap disiplin kerja karyawan. Faktor disiplin kerja juga menjadi
faktor yang penting terhadap keberhasilan suatu kinerja karyawan.
7
disiplin yaitu langkah yang dirancang guna melawan perkara dari
tingkat kinerja yang melibatkan atasan dalam mengidentifikasikan
juga mengkomunikasikan permasalahan kinerja pada anggota
organisasi (Maarif & Kartika, 2021). Kedisiplinan akan membawa
dampak positif bagi kemajuan organisasi, semakin pegawai memiliki
tingkat kedisiplinan yang tinggi maka tinggi juga produktivitas yang
dihasilkan dari kinerja pegawainya. Kurangnya disiplin waktu dan
disiplin sikap dalam bekerja berpengaruh terhadap kualitas pekerjaan
mereka, karyawan yang tidak optimal melaksanakan kedisiplinan
dalam bekerja mengakibatkan beberapa dampak untuk pekerjaan
mereka sendiri seperti citra buruk dari masyarakat yang memberikan
penilaian negatif terhadap kinerja mereka, dan hasil pekerjaan yang
tidak maksimal dalam melakukan pelayanan.
Penelitian akan ditunjukan kepada karyawan Pt. Adhi Karya. Tbk
Proyek Tol Jogja-Solo. Pt. Adhi Karya. Tbk Proyek Tol Yogya-Solo
merupakan Badan Usaha Milik Negara yang bergerak di bidang konstruksi
dan Infrastruktur lini bisnis yang menangani proyek pembangunan Tol
Yogya-Solo tepatnya pada tahun 2025 ini yang sedang dibangun.
Proyek ini merupakan kelanjutan pembangunan infrastuktur
pemerintah dan Pt. Adhi Karya. Tbk menjadi kontraktor utama
sehigga tentunya memiliki karyawan dengan paket pekerjaan yang
memiliki beragam spesifik sehingga sesuai dengan hal tersebut maka
tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan jawaban atas
pengaruh dari Motivasi, dan Pelatihan Kerja Terhadap Kinerja Dengan
Disiplin Kerja sebagai Variabel Intervening pada seluruh karyawan
yang bekerja pada Pt. Adhi Karya Tbk. Proyek Tol Yogya-Solo.
8
Rumusan Masalah
Berdasarkan permasalahan yang telah diutarakan pada latar
belakang di atas, maka dibuat sebuah perumusan masalah sebagai
berikut:
1.1.1 Apakah Motivasi berpengaruh terhadap kinerja karyawan Pt.
Adhi Karya. Tbk Proyek Tol Jogja-Solo?
1.1.2 Apakah Pelatihan berpengaruh terhadap kinerja karyawan
Pt. Adhi Karya. Tbk Proyek Tol Jogja-Solo?
1.1.3 Apakah Motivasi Berpengaruh Terhadap disiplin kerja
karyawan Pt. Adhi Karya. Tbk Proyek Tol Jogja-Solo?
1.1.4 Apakah Pelatihan kerja berpengaruh terhadap disiplin kerja
karyawan Pt. Adhi Karya. Tbk Proyek Tol Jogja-Solo?
1.1.5 Apakah disiplin kerja berpengaruh terhadap kinerja
karyawan Pt. Adhi Karya. Tbk Proyek Tol Jogja-Solo?
1.1.6 Apakah disiplin kerja dapat memediasi pengaruh motivasi
kerja terhadap kinerja karyawan Pt. Adhi Karya. Tbk
Proyek Tol Jogja-Solo?
1.1.7 Apakah disiplin kerja dapat memediasi pelatihan kerja
terhadap kinerja karyawan Pt. Adhi Karya. Tbk Proyek Tol
Jogja-Solo?
9
Tujuan Penelitian
Sesuai dengan rumusan masalah di atas, maka tujuan dari penelitian ini
yaitu :
Untuk mengetahui apakah pengaruh motivasi terhadap kinerja
karyawan Pt. Adhi Karya. Tbk Proyek Tol Jogja-Solo.
Untuk mengetahui pengaruh pelatihan kerja terhadap
kinerja karyawan Pt. Adhi Karya. Tbk Proyek Tol Jogja-Solo.
Untuk mengetahui pengaruh motivasi terhadap
disiplinkerja karyawan Pt. Adhi Karya. Tbk Proyek Tol Jogja-Solo..
Untuk mengetahui pengaruh pelatihan kerja terhadap
kinerja karyawan Pt. Adhi Karya. Tbk Proyek Tol Jogja-Solo.
Untuk mengetahui pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja
karyawan Pt. Adhi Karya. Tbk Proyek Tol Jogja-Solo.
Untuk mengetahui pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja yang
dimediasi oleh disiplin kerja karyawan Pt. Adhi Karya. Tbk Proyek
Tol Jogja-Solo.
Untuk mengetahui pengaruh pelatihan kerja terhadap kinerja
karyawan yang dimediasi oleh disiplin kerja karyawan Pt. Adhi
Karya. Tbk Proyek Tol Jogja-Solo.
10
Manfaat Penelitian
Peneliti mengharapkan penelitian yang dilakukan dapat
membagikan kegunaan sebagai berikut :
Bagi Peneliti :
Guna mendapatkan pemahaman dan pengalaman dalam melakukan
penelitian baik secara teori dan secara praktis yang dapat digunakan
dalam mengembangkan ilmu yang diperoleh selain itu untuk
memperdalam pengalaman di bidang sumber daya manusia serta
implementasi atas teori yang diperoleh selama melakukan penelitian.
Bagi Karyawan Pt. Adhi Karya. Tbk Proyek Tol Jogja-Solo:
Penelitian ini semoga menjadi rujukan untuk melaksanakan fungsi
dan tugasnya dan menentukan strategi untuk meningkatkan kinerja
yang tepat sehingga akan memperoleh kinerja yang lebih baik dan
optimal di masa depan.
Bagi Pihak Lain :
Penelitian ini di semoga dapat digunakan sebagai bacaan juga
landasan referensi untuk penelitian yang akan datang selain itu
diharapkan dapat menjadi sumber informasi untuk pihak yang
berkepentingan.
Sistematika Penulisan
Penelitian ini di semoga dapat digunakan sebagai bacaan juga
landasan referensi untuk penelitian yang akan datang selain itu
11
diharapkan dapat menjadi sumber informasi untuk pihak yang
berkepentingan khususnya dalam proses peningkatan kinerja.
Sistematika penulisan yang disusun oleh peneliti
sebagai berikut :
BAB 1 PENDAHULUAN
Pada bab 1 akan dijelaskan tentang latar belakang masalah
penelitian, rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian,
dan juga sistematika penulisan dalam penyusunan penelitian.
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
Pada bab ini terdiri dari landasan teori yang berisikan kajian-kajian
teori tentang objek penelitian yang akan diteliti, referensi
penelotian terdahulu, pengembangan hipotesis penelitian dan juga
kerangka berpikir.
BAB III METODE PENELITIAN
Pada bab ini akan menjelaskan tentang sifat penelitian, definisi
operasional dan indikator variabel penelitian, populasi, sampel, dan
teknik pengambilan sampel, sumber dan metode pengumpulan
data, tempat dan waktu pengambilan data, pengembangan
instrumen penelitian, uji kualitas data,dan teknik analisis data.
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
Bab ini akan menjelaskan mengenai gambaran organisasi objek
penelitian, data penelitian berisi tentang data variabel yang
diperoleh
12
dan siap dianalisis, analisis data dan pembahasan.
BAB V PENUTUP
Pada bagian penutup akan dijelaskan kesimpulan dari bab 1 sampai
bab 4, dan juga berisikan saran dari penelitian yang telah
dilakukan. DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
Teori 2 Faktor Herzberg
Penelitian ini menggunakan Teori Dua Faktor Herzberg atau sering
disebut Two-Factor Theory yang dikembangkan oleh Frederick Herzberg
pada tahun 1959. Teori ini menjelaskan bahwa ada dua kelompok faktor
yang mempengaruhi kepuasan dan ketidakpuasan kerja karyawan, yaitu
faktor motivator (motivating factors) dan faktor higienis (hygiene factors)
(Herzberg, Mausner, & Snyderman, 1959). Dalam teorinya, Herzberg
mengemukakan bahwa terdapat sejumlah faktor pendorong seperti
pencapaian, penghargaan, sifat pekerjaan itu sendiri, tanggung jawab,
perkembangan karier, dan peluang untuk bertumbuh. Faktor-faktor ini
berperan penting dalam meningkatkan kepuasan kerja karyawan. Bahkan
jika tidak ada rasa tidak puas, karyawan tetap dapat merasakan
peningkatan kepuasan kerja apabila faktor-faktor tersebut terpenuhi, yang
pada akhirnya mendorong motivasi tinggi untuk bekerja secara optimal.
Sebaliknya, faktor hygiene berkaitan dengan aspek lingkungan
kerja eksternal, seperti kebijakan dan cara manajemen dijalankan,
supervisi teknis, hubungan antar rekan kerja, kondisi kerja, kompensasi,
kehidupan pribadi, status, dan jaminan pekerjaan. Faktor-faktor ini tidak
secara langsung meningkatkan kepuasan, tetapi keberadaannya dapat
mencegah munculnya ketidakpuasan dalam bekerja. Herzberg (1966)
menyatakan bahwa karyawan yang merasa puas terhadap kedua jenis
faktor ini—
13
14
motivator dan hygiene—cenderung menunjukkan kinerja optimal.
Sebaliknya, jika kedua faktor tersebut tidak terpenuhi, kinerja karyawan
cenderung menurun. Teori dua faktor ini terpilih karena isi dan asumsinya
sesuai dengan pembahasan yang akan peneliti bahas dalam penelitian ini.
Kinerja
a. Pengertian Kinerja
Kinerja menjadi salah satu prasyarat yang paling penting dalam
hal pengembangan sumber daya manusia. Menurut Payaman
Simanjuntak dalam Winata (2022) kinerja merupakan tingkat
pencapaian hasil atas pelaksanaan tugas tertentu. Orgnaisasi akan
dikatakan menjadi sebuah organisasi yang berhasil jika di
dalamnya terdapat sumber daya manusia yang memiliki andil besar
dan berkualitas untuk mengendalikan segala aktivitas pencapaian
tujuan yang ada dalam ruang lingkup organisasi tersebut.
Kinerja dapat berjalan lancar disesuaikan dengan visi dan misi
dari suatu organisasi yang dibawahi sehingga dapat mengetahui
dampak positive dan negative yang dapat dicapai. Kinerja
karyawan dalam sebuah instansi merupakan hal yang bersifat
pribadi, karena diantara satu karyawan dengan karyawan lainya
akan memiliki tingkat keterampilan yang berbeda dalam
menyelesaikan tugasnya.
Dari beberapa teori di atas maka dapat disimpulkan jika kinerja
yaitu pencapaian pekerjaan yang dapat digapai karyawan terhadap
tugas dan kewajiban yang diserahkan dengan tanggung jawab dan
15
ditentukan untuk mencapai tujuan, visi dan misi perusahaan atau
organisasi ditempat mereka bekerja.
b. Faktor-Faktor Kinerja
Kinerja pegawai dapat dievaluasi secara akurat melalui
pengukuran tingkat kinerja dari pengukuran tersebut akan
memberikan manfaat bagi pegawai untuk mengetahui tingkat
kinerja mereka. Menurut Kasmir dalam Jufrizen dan Sari (2022)
menerangkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja
adalah :
1) Keahlian dan keterampilan
Keahlian atau keterampilan seseorang yang
dimiliki dalam melakukan pekerjaannya.
2) Pengetahuan
Seseorang yang memiliki penguasaan
pengetahuanyang mumpuni akan memberikan
kinerja yang baik.
3) Rancangan kerja
Sebuah rancangan yang disusun untuk
mempermudah penyelesaian pekerjaan.
4) Sikap
Sikap oleh masing-masing karyawan yang
dimilki secara individu.
16
5) Motivasi kerja
Sebuah desakan untuk menyelesaikan tugas dan
tanggung jawab.
6) Leadership
Sikap untuk memimpin dan mengurus bawahanya
agar dapat menyelesaikan kewajiban yang telah
dibebankan.
7) Gaya kepemimpinan
Gaya manajer pada saat mengurus bawahannya.
8) Budaya organisasi
Kebiasaan yang digunakan dalam organisasi atau perusahaan.
9) Kepuasan kerja
Rasa gembira di saat mampu menyelesaikan pekerjaan.
10) Lingkungan kerja
Keadaan di sekitar lokasi yang digunakan untuk
melakukan pekerjaan.
11) Loyalitas
Sikap seorang karyawan yang mencerminkan
kesetiaan untuk menjaga organisasi dimana tempat
bekerja.
12) Komitmen
Ketertiban karyawan pada saat melakukan
peraturan organisasi dalam bekerja.
17
13) Disiplin kerja
Sikap seseorang untuk berusaha menyelesaikan
tugas dengan bersungguh-sungguh dan seimbang
dengan waktu yang ditentukan.
c. Indikator Kinerja Karyawan
Indikator kinerja karyawan menurut Busro (2018) diantaranya
adalah sebagai berikut:
1) Perolehan kerja dengan penilaian indikator diantaranya:
a) kapasitas hasil kerja
b) Keungulan kerja
c) Ketepatan waktu pada saat menyelesaikan pekerjaan.
2) Perilaku kerja dengan indikator:
a) Disiplin kerja
Disiplin kerja merupakan usaha untuk
meningkatkan kepatuhan karyawan dalam
melaksanakan tugas dan kewajibanya
Motivasi
a. Pengertian Motivasi
Menurut Silitonga, (2020) motivasi merupakan sebuah
dorongan untuk melakukan tindakan terhadap sekumpulan proses
perilaku seseorang dengan beberapa pertimbangan seperti arah,
intensitas, dan keuletan dalam mencapai [Link]
dorongan tersebut dapat memberikan dampak kepada seseorang
untuk bersemangat
18
dan dapat mencapai hasil dari apa yang di harapakan oleh
seseorang tersebut.
Selanjutnya menurut Sastrohadiwiryo & Syuhada, (2021)
motivasi diartikan sebagai sebuah keadaan dari jiwa manusia
beserta sikap mental yang dimilikinya yang akan memberikan
energi, memberikan dorongan atau menggerakan dan memberikan
pengarahan dalam penyaluran perilaku ke arah pencapaian
kebutuhan yang akan memberikan kepuasan dan mengurangi
ketidakseimbangan yang terjadi.
Maka dari beberapa pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa
motivasi merupakan sebuah dorongan baik berasal dari dalam atau
luar yang akan memberikan semangat, antusias dan juga arahan
kepada seseorang agar memiliki kinerja yang baik dalam rangka
pencapain tujuan yang diharapkan.
b. Faktor-faktor Motivasi
Motivasi merupakan faktor psikologi yang dimiliki oleh
seseorang dan dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor. Faktor
yang mendorong motivasi dapat berasal dari luar ataupun dalam
diri seseorang itu sendiri.
Seperti yang dikemukakan oleh Soetrisno,(2011) faktor-
faktor yang mendorong motivasi diantaranya sebagai berikut :
1). Faktor eksternal yaitu faktor yang berasal dari luar diri
seseroang yang dapat menjadi pengaruh dari motivasi
19
tersebut:
a). Lingkungan kerja yang menyenangkan.
b). Kompensasi yang adil
c). Perawatan yang baik
d). Jaminan pekerjaan yang tersedia
e). Status dan tanggung jawab
f). Aturan yang fleksibel
2). Faktor internal yaitu faktor yang berasal dari dalam diri
seseorang yang dapat mempengaruhi motivasi:
a). Kemauan untuk hidup
b). Kemauan untuk memperoleh apresiasi
c). Kemauan untuk memperoleh pengakuan
d). Kemauan berkuasa
c). Indikator-Indikator Motivasi Kerja
Indikator motivasi menurut Mangkunegara, (2018) diantaranya
sebagai berikut:
1) Kebutuhan Fisiologis
Kebutuhan fisiologis yaitu kebutuhan yang bersangkutan dengan
kebutuhan primer manusia seperti makan, minum, bernafas,
lindungan diri dll. Pada kebutuhan ini keterkaitan dengan
pemimpin adalah memberikan intensif atau imbalan yang
layak terhadap pegawai.
2) Kebutuhan rasa aman
20
Kebutuhan yang berkaitan dengan perlindungan diri dari
berbagai serangan atau ganguan untuk memperoleh rasa
aman dan keselamatan. Keterkaitanya dengan kebutuhan ini
pemimpin harus memberikan asuransi bagi pegawai baik
asuransi kesehatan, kecelakaan, dan pension.
3) Kebutuhan sosial atau rasa memiliki
Kebutuhan yang berkaitan dengan lingkungan kehidupan untuk
dapat diterima dalam kelompok agar dapat saling
menghargai, bekerja sama dan berinteraksi. Hubunganya
dengan kebutuhan ini pemimpin memberikan fasilitas untuk
hubungan dan entitas kerja yang lebih harmonis.
4) Kebutuhan harga diri
Kebutuhan yang berkaitan dengan pengakuan, penghormatan,
dan penghargaan dari pihak lain. Pada hubunganya dengan
kebutuhan ini pemimpin harus memberikan keadilan yang
merata tidak bertindak sewenang-wenang dan memberikan
reward terhadap karyawan yang berprestasi.
5) Kebutuhan aktualisasi diri
Kebutuhan untuk dapat meningkatkan keterampilan dan
kompetensi yang dimiliki. Hubungan dengan kebutuhan ini
pemimpin harus memberikan tempat dan juga kesempatan
agara pegawai dapat mengaktualisasikan diri.
21
Pelatihan Kerja
a) Pengertian Pelatihan Kerja
Pelatihan merupakan tahap yang sistematis sebagai cara untuk
mengubah perilaku karyawan dalam rangka pencapain tujuan.
Pelatihan kerja akan berkaitan dengan keterampilan dan
kemampuan pegawai dalam melaksanakan tugas-tugas yang
diwenangkan dan juga dalam menjalin kerja sama terhadap sesama
rekan kerja untuk mencapai tujuan yang diharapkan dari sebuah
organisasi di tempat mereka bekerja. Menurut Paramarta [Link].,
(2021) pelatihan merupakan proses yang digunakan untuk
mengubah perilaku karyawan-karyawan dalam suatu arah yang
berfungsi untuk memaksimalkan tujuan-tujuan organisasi.
Sedangkan menurut Nainggolan [Link]., (2022) pelatihan kerja
dilaksanakan guna memberikan bekal, meninggikan serta
memberikan pengembangan kompetesi kerja untuk dapat
memaksimalkan kemampuan, tingkat produktivitas, dan juga
kesejahteraan dengan cara diselenggerakan berdasarkan program
pelatihan yang sesuai dengan prosedur kompotensi kerja dan dapat
dilaksnakan secara bertahap.
Dari beberapa pendapat diatas maka dapat disimpulkan bahwa
pelatihan kerja merupakan suatu usaha yang dilakukan untuk
meninggikan kualitas sumber daya yang dimiliki oleh organisasi
yang berkaitan dengan pekerjaan yang diberikan guna mencapai
22
sasaran organisasi itu sendiri.
b) Faktor-Faktor Pelatihan Kerja
Menurut (Rivai, 2009) terdapat beberapa faktor yang
mempengaruhi pelatihan kerja yaitu: pelatih, peserta, materi yang
dimuat, metode yang digunakan, tujuan pelatihan,dan lingkungan
yang mendukung sehingga hal- hal yang perlu diperhatikan dalam
pelatihan diantaranya:
1) Efisiensi biaya
2) Materi program yang diperlukan
3) Prinsip belajar
4) Ketepatan dan kesesuaian lokasi
5) Keterampilan dan tingkat preferensi peserta pelatihan
6) Keterampilan dan tingkat preferensi pelatih
a) Indikator-Indikator Pelatihan Kerja
Indikator pelatihan kerja menurut Mangkunegara, (2013) dalam
Sudaryo [Link]., (2018) diantaranya adalah:
1) Instruktur
Pelatihan kerja memiliki sifat untuk berorientasi
untuk meningkatkan keahlian, maka para instruktur
yang memberikan materi harus mampu dan benar
memiliki kualitas yang memungkinkan sesuai
dengan bidang, personal, dan kompetensi, selain itu
23
pendidikan instruktur juga harus sesuai dengan
pelatihan yang akan dibimbingnya.
2) Peserta
Peserta pelatihan harus benar-benar diseleksi sesuai
dengan syarat dan kualfikasi yang telah ditentukan,
selain itu peserta pelatihan diharapkan memiliki
motivasi yang tinggi untuk melaksanakan pelatihan.
3) Materi
Materi pelatihan kerja harus sesuai dengan tujuan
pelatihan sumber daya manusia yang diharapkan
oleh organisasi serta materi pelatihan harus terbaru
dan mengikuti perubahan zaman sehingga peserta
pelatihan dapat mampu memahami masalah yang
terjadi pada keadaan saat ini.
4) Metode
Metode pelatihan akan berkaitan dengan
berlangsungya kegiatan pelatihan sumber saya
manusia yang efektif sehingga disesuaikan dengan
jenis materi serta kompetensi peserta pelatihan.
5) Tujuan
Pelatihan kerja adalah tujuan yang ditentukan,
khususnya yang berkaitan dengan penyusunan
action play serta penetapam tujuan dan hasil yang
24
diperoleh. Tujuan pelatihan ini juga harus
disosialisasikan terlebih dahulu kepada peserta,
agar dapat dipahami.
6) Sasaran
Sasaran pelatihan ditentukan dengan kriteria yang
rinci dan juga terstruktur.
Disiplin
a) Pengertian Disiplin Kerja
Disiplin secara umum merupakan sikap untuk mematuhi
berbagai aturan yang ditetapkan oleh suatu organisasi dan dengan
secara sadar melaksanakan suatu tugas yang diberikan secara
maksimal untuk mencapai tujuan dari organisasi. Menurut
Sastrohadiwiryo dan Syuhada (2021) menjelaskan disiplin kerja
yaitu sikap yang dapat bersikap segan, menghargai serta mentaati
segala aturan-aturan yang ditetapkan secara lisan maupun tulisan
juga memiliki kesanggupan dalam melaksanakannya dan tidak
menolak untuk menerima hukuman jika melakukan pelanggaran
tugas dan kewajiban yang diberikan [Link] dan
kewajiban yang diberikan kepadanya. Menurut Soetrisno (2017)
disiplin kerja merupakan sikap yang dapat menghormati terhadap
aturan dan kebijakan perusahaan, yang ada di dalam pribadi
karyawan, yang mengakibatkan dia dapat beradaptasi dengan
sukarela pada aturan
25
dan kebijakan perusahaan.
Disiplin merupakan suatu langkah yang diambil guna
menyelesaikan permasalahan kinerja langkah tersebut akan
menyertakan pemimpin dalam mendefinisikan dan juga
melaporkan masalah-masalah tersebut kepada pegawai (Sinambela
& Aksara, 2021).
Dilihat dari beberapa pendapat para ahli maka dapat
diambil kesimpulan bahwa disiplin merupakan suatu tindakan
yang dilakukan dengan penuh kesadaran dan digunakan untuk
mematuhi segala peraturan kerja yang ditetapkan oleh organisasi
tempat bekerja dengan berupaya bekerja secara maksimal untuk
mencapai tujuan organisasi.
b) Faktor-faktor Disiplin Kerja
Disiplin kerja merupakan satu cara yang ditempuh untuk
membentuk suatu sikap perilaku dan juga menata kepribadian agar
dapat menciptakan suasan kerja yang kondusif dan juga dapat
mencapai tujuan. Menurut Hasibuan, (2016) dalam Purba et. al.,
(2023) terdapat faktor-faktor yang mempengaruhi disiplin
diantaranya :
26
1) Tujuan dan Keahlian
Tujuan dan Keahlian dapat menjadi pengaruh
tingkat kedsiplinan yang diterapkan oleh pegawai,
karena pada dasaranya tugas yang diberikan kepada
setiap pegawai harus sesuai dengan keahlian yang
dimiliki sehingga pegawai tersebut dapat secara
disiplin dan penuh kesadaran dalam mencapai
tujuan atau sasaran pekerjaanya.
2) Leadership
Leadership atau kepemimpinan menjadi salah satu
faktor yang penting dalam menentukan sikap
disiplin dari seorang pegawai, karena seorang
pemimpin akan menjadi teladan dari para
bawahanya.
3) Pemberian Kompensasi
Kompensasi memiliki peranan yang penting
terhadap kedisiplinan pegawai, karena hal ini
berkaitan dengan seberapa besar kompensasi yang
diberikan oleh perusahaan maka akan
mempengaruhi tingkat kedisiplinan dari pegawai
tersebut, apabila kompensasi tinggi maka karyawan
akan semakin baik dalam melaksanakan
27
kedisiplinan dan juga sebaliknya.
4) Sanksi Hukum
Sanksi hukum berkaitan dengan hukuman yang
diterima oleh seorang pegawai apabila terbukti
melakukan tindak indispliner, berlakunya sanksi
yang tegas akan membawa kebaikan terhadap
pegawai karena mereka akan semakin kuat dalam
menjalankan kedisiplinan begitu juga sebaliknya.
5) Pengawasan
Pengawasan yaitu hal yang paling baik dilakukan
untuk memantau pegawai dan mewujudkan
kedisiplinan tingkat tinggi.
c) Tujuan Disiplin Kerja
Disiplin dapat menjadi pendorong tingkat produktivitas karena
dengan adanya disiplin maka akan membantu para pegawai
melakukan kepatuhan dan juga ketaatan terhadap aturan yang
diterapkan sehingga mengarahkan terhadap kewajiban-kewajiban
dalam pencapaian tujuan.
Seperti yang dikemukakan oleh Hamsinah, (2021) disiplin kerja
memiliki beberapa tujuan diantaranya :
1) Membentuk sebuah kendali diri.
Sebuah perusahaan akan memiliki harapan untuk
para pegawainya agar memiliki sikap pengendalian
28
untuk diri mereka sendiri-sendiri, sehingga mereka
diharapkan dapat melakukan kedisiplinan dengan
didasari kesadaran diri pribadi tanpa paksaan
sehingga akan memberikan kontribusi yang penuh
bagi perusahaan dan meghasilkan produktivitaa
yang maksimal.
2) Pengendalian kerja
Pengendalian kerja dimaksudkan untuk
menciptakan suasana kerja yang efektif dan sesuai
dengan tujuan awal perusahaan sehingga
dibentuklah sebuah pengendalian kerja melalui
sebuah peratutan atau tata tertib.
3) Perbaikan Sikap
Perbaikan sikap berkaitan dengan perubahan sikap
yang dilakukan oleh pegawai dari adanya sebuah
pelatihan, pemberian sanksi, atau orientasi kepada
pegawai sehingga akan memberikan dampak positif
pegawai diantaranya perbaikan efektivitas dan
meningkatkan keahlian pegawai dalam pencapaian
tujuan yang telah ditentukan oleh perusahaan sejak
awal.
d) indikator Disipli Kerja
Disiplin kerja merupakan alat yang berfungsi untuk
29
menumbuhkan sikap kepatuhan pegawai secara sadar
agar dapat melaksanakan kewajiban dan tugas mereka
sesuai dengan peraturan yang telah ditetapkan.
Menurut Rivai (2009), dimensi penilaiaan disiplin kerja meliputi:
1) Indikator taat waktu
a) Waktu masuk kerja : pegawai hadir sesuai
jam yang ditentukan.
2) Indikator taat peraturan
a) Sikap bekerja : harus melakukan tugas sesuai
dengan cara kerja yang ada
b) Ketaatan bekerja : mentaati setiap peraturan
yang ada
3) Indikator taat perilaku bekerja
a) tanggung jawab kerja : bekerja dengan
tanggung jawab terhadap kewajiban yang
dilimpahkan
b) Kesusaian pekerjaan dengan keahlian :
menjalankan tugas yang berimbang dengan
kemampuanya
30
Penelitian Terdahulu
Penelitian ini dilakukan bedasarkan pada penelitian-penelitian
terdahulu mengenai Motivasi, Pelatihan Kerja, Kinerja Karyawan dan
Displin Kerja.
Penelitian-penelitian tersebut sebagai berikut:
Tabel 2.1
Penelitian
Terdahulu
No. Nama Peneliti Judul Penelitian Jurnal Hasil
Publikasi
1. Candana dkk., Pengaruh Motivasi JEMSI (Jurnal Dari penelitian
(2020) Dan Ekonomi tersebut
Lingkungan Manajemen ditemukan hasil
Kerja Terhadap Sistem diantaranya
Kinerja Informasi) sebagai berikut:
Karyawan Variabel
Dengan Disiplin motivasi (X1)
Kerja Sebagai memiliki
Variabel pengaruh
Intervening Pada terhadap kinerja
PT Batang Hari karyawan,
Barisan variabel
motivasi (X1)
juga
berpengaruh
terhadap
disiplin kerja,
variabel
lingkungan
kerja (X2) tidak
berpengaruh
terhadap
variabel kinerja
dan disiplin
kerja, lalu
untuk variabel
disiplin
(Z) tidak
berpengaruh
31
No. Nama Peneliti Judul Penelitian Jurnal Hasil
Publikasi
terhadap kinerja
karyawan.
2. Tupti & Arif, The Influence of INJECTS The disciplinary
(2020) Discipline and (International variable (X1)
Motivation on Journal of has a partial
Employee Economic, significant
Performance Technology and effect between
Social Sciences) the Discipline
variable against
the
Employee
Performance
variable 2.
Motivation
variable (X2)
Partially
positive and
significant
effect between
motivational
variables to
employee
performance
variables
3. Disciplinary
variables (X1)
and Motivation
(X2)
simultaneously
have a
significant
effect on
employee
performance
32
3. Jufrizen & Pengaruh Jurnal variabel
Sitorus, (2021) Motivasi Kerja Ceredindonesia kepuasan kerja
dan Kepuasan berpengaruh
Kerja Terhadap positif terhadap
Kinerja Dengan disiplin kerja,
Disiplin Motivasi
Kerja Sebagai kerja
Variabel bepengaruh
Intervening positif terhadap
kinerja, dan
kepuasan kerja
tidak
berpengaruh
terhadap
kinerja, disiplin
kerja tidak
dapat
memediasai
pengaruh
motivasi
kerja terhadap
kinerja
sedangkan
variabel disiplin
kerja
dapat
memediasai
antara variabel
kepuasan kerja
dengan
kinerja
33
No. Nama Peneliti Judul Penelitian Jurnal Hasil
Publikasi
4. Sugiarti, (2022) The Influence of International Training has a
Training, Work Journal of positive and
Environment and Artificial significant
Career Intelegence effect on work
Development on Research motivation with
Work Motivation a determination
That Has an of 31.0%. The
Impact on work
Employee environment
Performance at PT. has a positive
Suryamas Elsindo and significant
Primatama In West effect on work
Jakarta motivation with
a determination
value of
41.1%. Career
development
has a positive
and significant
effect on work
motivation with
a determination
value of 29.6%.
34
5. Fathurahman & Pengaruh JEMSI (Jurnal Hasil penelitian
Ahman, (2020) Pelatihan SDM Ekonomi tersebut
Dan Manajemen diantaranya
Budaya Sistem adalah terdapat
Organisasi Informasi ) pengaruh positif
Terhadap Kinerja dari dari
Karyawan pelatihan
Dengan Disiplin terhadap kinerja,
Kerja tidak terdapat
Sebagai Variabel pengaruh dari
Intervening Pada variabel
Attarakha budaya
Photography organisasi
Bandung dengan kinerja,
terdapat
pengaruh positif
dari varaibel
pelatihan
terhadap disiplin
dan terdapat
pengaruh positif
dari variabel
budaya
organisasi
terhadap disiplin
kerja dan
terdapat
pengaruh positif
dari varaibel
disiplin kerja
terhadap
kinerja.
35
No. Nama Peneliti Judul Penelitian Jurnal Hasil
Publikasi
6. Dewangga & Pengaruh Diponegoro Dari penelitian
Rahardja, (2022) Pelatihan, Journal Of ini
Disiplin Kerja, Manageme terdapat
Dan Kompetensi nt pengaruh positif
Terhadap dan signifikan
Kinerja dari variabel
Karyawan (Studi pelatihan
Pada Pegawai dengan kinerja,
Dinas lalu
Komunikasi Dan terdapat
Informatika pengaruh positif
Provinsi Jawa dan signifikan
Tengah ) dari disiplin
terhadap kinerja
dan kompetensi
berpengaruh
terhadap
varaibel kinerja.
36
No. Nama Peneliti Judul Penelitian Jurnal Hasil
Publikasi
7. Arika, (2020) Pengaruh Jurnal Ilmiah Hasil pengujian
Pelatihan Dan FEB dari penelitian
Motivasi Kerja ini adalah
Terhadap variabel
Kinerja pelatihan
Karyawan Pada berpengaruh
PT. BPR Insumo negatif terhadap
Sumberarto Kota kinerja dan
Kediri variabel
Motivasi
berpengaruh
positif terhadap
kinerja.
8. Fatthurahman, Pengaruh JEMSI (Jurnal terdapat
Fikri (2020) Pelatihan SDM Ekonomi pengaruh positif
dan Budaya Manajemen signifikan dari
Organisasi Sistem pelatihan SDM
Terhadap Informasi) terhadap kinerja
Kinerja karyawan, tidak
Karyawan terdapat
dengan Disiplin pengaruh positif
Kerja Sebagai signifikan dari
Variabel Pada budaya
Attarakha organisasi
Photography terhadap kinerja
Bandung karyawan,
terdapat
pengaruh positif
signifikan dari
pelatihan SDM
terhadap
disiplin kerja,
terdapat
pengaruh positif
signifikan dari
budaya
organisasi
terhadap
disiplin kerja,
37
No. Nama Peneliti Judul Penelitian Jurnal Hasil
Publikasi
kemudian
terdapat
pengaruh positif
signifikan dari
disiplin kerja
terhadap kinerja
karyawan.
9. Farisi et. al., Pengaruh Jurnal Terdapat
(2020) Motivasi dan Humaniora: pengaruh positif
Disiplin Kerja Jurnal Ilmu dan signifikan
Terhadap Sosial antara variabel
Kinerja motivasi dan
Karyawan disiplin dengan
kinerja
karyawan.
10. Harahap & Pengaruh Jurnal Ilmiah Motivasi
Tirtayasa, 2020) Motivasi , Magister berpengaruh
Disiplin dan positif dan
Kepuasan Kerja signifikan
Terhadap terhadap kinerja
Kinerja , disiplin kerja
Karyawan Pada berpengaruh
PT. Angkasa positif terhadap
Pura II (Persero) variabel kinerja
Kantor Cabang dan variabel
Kualanamu kepuasan
berpengaruh
poistif terhadap
kinerja.
38
11. Wahyudi, (2021) Pengaruh Jurnal KDI Hasil penelitian
Pelatihan menunjukan
Terhadap bahwa pelatihan
Kinerja berdampak
Karyawan Yang negatif terhadap
Dimediasi Oleh kinerja
Disiplin Kerja karyawan,
pelatihan
berpengaruh
signifikan
terhadap
disiplin, disiplin
berpengaruh
signifikan
terhadap kinerja
dan disiplin kerja
dapat memediasi
antara pelatihan
dan kinerja
karyawan
secara penuh.
39
No. Nama Peneliti Judul Penelitian Jurnal Hasil
Publikasi
12. Mahendra & Pengaruh Jurnal Hasil penelitian
Sadiartha, (2021) Motivasi Manajemen, menunjukan
terhadap Kinerja Kewirausahaan bahwa motivasi
Karyawan dan Pariwisata kerja memiliki
dengan Disiplin pengaruh yang
Kerja sebagai signifikan
Variabel Mediasi terhadap
pada PT. Pos kinerja,
Indonesia motivasi kerja
(Persero) Kota memiliki
Denpasar pengaruh
signifikan
terhadap
disiplin
kerja
disiplin
kerja memiliki
pengaruh
signifikan
terhadap kinerja
dan disiplin
kerja berperan
positif dan
signifikan
dalam
memediasi
pengaruh
motivasi kerja
terhadap
peningkatan
kinerja
karyawan
40
Pengembangan Hipotesis
Hipotesis dari penelitian yang akan dilakukan bedasarkan
permasalahan dan tujuan yang ingin dicapai, yaitu sebagai berikut:
Pelatihan terhadap kinerja karyawan
Pelatihan merupakan sebuah proses yang dilakukan dengan
tujuan untuk mendapatkan peningkatan kemampuan bekerja
maupun meningkatkan kompetensi yang diperlukan saat
bekerja agar pekerjaan menjadi terorganisir dan dapat tepat
sesuai sasaran. Pelatihan kerja dilaksanakan guna memberikan
bekal, meninggikan serta memberikan pengembangan
kompetesi kerja untuk dapat memaksimalkan kemampuan,
tingkat produktivitas, dan juga kesejahteraan dengan cara
diselenggerakan berdasarkan program pelatihan yang sesuai
dengan prosedur kompotensi kerja dan dapat dilaksnakan
secara bertahap (Nainggolan [Link]., 2022). Pelatihan kerja dapat
menjadi kunci utama dalam peningkatan kinerja karyawan
dengan adanya pelatihan kerja maka karyawan dapat
terintegrasi dengan kemampuan atau skill baru dan dengan
segala upayanya untuk dapat mencapai tujuan. Hal ini sejalan
dengan penelitian yang dilakukan oleh Fathurahman &
Ahman, (2020) dengan judul “Pengaruh Pelatihan SDM Dan
Budaya Organisasi Terhadap Kinerja Karyawan Dengan
Disiplin Kerja Sebagai Variabel Intervening Pada
Attarakha Photography
41
Bandung” dan memiliki hasil penelitian bahwa pelatihan
memiliki pengaruh positif terhadap kinerja karyawan.
Penelitian dengan judul “The Influence of Training, Work
Environment and Career Development on Work Motivation
That Has an Impact on Employee Performance at PT.
Suryamas Elsindo Primatama In West Jakarta” yang
dilakukan oleh Sugiarti, (2022) juga juga menunjukan hasil
bahwa pelatihan berpengaruh terhadap kinerja. Oleh karena
itu, hipotesis yang diajukan peneliti adalah :
H1 : Pelatihan kerja berpengaruh positif signifikan
terhadap kinerja karyawan.
Motivasi terhadap kinerja karyawan
Motivasi menurut Soetrisno, (2019) merupakan sebuah
penyebab yang membantu memberikan dorongan untuk seseorang
dalam melakukan segala kegiatan tertentu, maka motivasi juga
sering dikatakan sebagai faktor yang mendorong tingkah laku
seseorang. Dengan motivasi seseorang dapat memeperoleh
semangat, arahan dan juga niat untuk menyelesaikan atau mencapai
suatu tujuan. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh
(Candana [Link]., 2020) dengan judul “Pengaruh Motivasi Dan
Lingkungan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Dengan Disiplin
Kerja Sebagai Variabel Intervening Pada PT Batang Hari Barisan”
penelitian tersebut menyimpulkan bahwa terdapat pengaruh positif
42
antara motivasi dan kinerja karyawan. Selain itu penelitian dari
Tupti & Arif, (2020) dengan judul “The Influence of Discipline
and Motivation on Employee Performance” juga mendukung
bahwa motivasi memiliki pengaruh positif terhadap kinerja
karyawan. Oleh karena itu, Hipotesis yang diajukan peneliti
adalah :
H2 : Motivasi berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan
Pelatihan terhadap Disiplin
Pelatihan menurut Paramarta [Link]., (2021) merupakan proses yang
digunakan untuk mengubah perilaku karyawan-karyawan dalam suatu
arah yang berfungsi untuk memaksimalkan tujuan-tujuan organisasi
sedangkan disiplin merupakan suatu langkah yang diambil guna
menyelesaikan permasalahan kinerja langkah tersebut akan
menyertakan pemimpin dalam mendefinisikan dan juga melaporkan
masalah-masalah tersebut kepada pegawai (Sinambela & Aksara,
2021). Penelitian yang dilakukan oleh Fathurahman & Ahman, (2020)
dengan judul “Pengaruh Pelatihan SDM Dan Budaya Organisasi
Terhadap Kinerja Karyawan Dengan Disiplin Kerja Sebagai Variabel
Intervening Pada Attarakha Photography Bandung” menyimpulkan
bahwa terdapat pengaruh positif dari pelatihan terhadap kinerja, tidak
terdapat pengaruh dari variabel budaya organisasi dengan kinerja,
terdapat pengaruh positif dari varaibel pelatihan terhadap disiplin dan
terdapat pengaruh positif dari variabel budaya organisasi terhadap
disiplin kerja dan terdapat pengaruh positif dari varaibel disiplin kerja
43
terhadap kinerja. Hal ini memiliki kesimpulan bahwa terdapat
pengaruh antara pelatihan dengan disiplin kerja. Oleh karena itu,
hipotesis yang diajukan peneliti adalah :
H3 : Pelatihan berpengaruh positif signifikan terhadap disiplin
kerja
Motivasi terhadap disiplin kerja
Penelitian yang dilakukan oleh Jufrizen & Sitorus, (2021)
dengan judul “Pengaruh Motivasi Kerja dan Kepuasan Kerja
Terhadap Kinerja Dengan Disiplin Kerja Sebagai Variabel
Intervening” pada penelitian tersebut menggunakan teori dari
Bintaro [Link]., (2017) mengatakan bahwa disiplin adalah suatu
usaha untuk mengembangkan pegawai secara kosntruktif karena
disiplin kerja berkaitan dengan tindakan bukan dari orangnya.
Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat pengaruh antara
variabel motivasi terhadap variabel disiplin kerja, motivasi juga
berpengaruh terhadap kinerja, variabel kepuasan kerja memiliki
pengrauh positif terhadap disiplin kerja dan berpengaruh negatif
terhadap kinerja.
Menurut Silitonga, (2020) motivasi merupakan sebuah
dorongan untuk melakukan tindakan terhadap sekumpulan proses
perilaku seseorang dengan beberapa pertimbangan seperti arah,
intensitas, dan keuletan dalam mencapai tujuan. Seperti penelitian
yang dilakukan oleh Candana [Link]., (2020) dengan judul “Pengaruh
44
Motivasi Dan Lingkungan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan
Dengan Disiplin Kerja Sebagai Variabel Intervening Pada PT
Batang Hari Barisan” menyimpulkan bahwa variabel motivasi
memiliki pengaruh terhadap kinerja karyawan, variabel motivasi
juga berpengaruh terhadap disiplin kerja, variabel lingkungan kerja
tidak berpengaruh terhadap variabel kinerja dan disiplin kerja, lalu
untuk variabel disiplin tidak berpengaruh terhadap kinerja
karyawan. Oleh karena itu, hipotesis yang diajukan peneliti adalah:
H4 : Motivasi berpengaruh positif signifikan terhadap
disiplin kerja
Disiplin terhadap kinerja karyawan
Disiplin merupakan sebuah keadaan yang menunjukan sikap
patuh terhadap peraturan dan kebijakan yang dibuat oleh
perusahaan. Menurut Sastrohadiwiryo dan Syuhada (2021)
menjelaskan disiplin kerja yaitu sikap yang dapat bersikap segan,
menghargai serta mentaati segala aturan-aturan yang ditetapkan
secara lisan maupun tulisan juga memiliki kesanggupan dalam
melaksanakannya dan tidak menolak untuk menerima hukuman
jika melakukan pelanggaran tugas dan kewajiban yang diberikan
kepadanya. Disiplin dapat menjadi peluang keberhasilan karena
dengan disiplin yang tinggi di setiap organisasi maka diharapkan
akan semakin mudah tujuan yang akan dicapai. Hal ini tentunya
sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Farisi et. al., (2020)
45
dengan judul “Pengaruh Motivasi dan Disiplin Kerja Terhadap
Kinerja Karyawan” menyimpulkan bahwa terdapat pengaruh
positif dan signifikan antara variabel motivasi dan disiplin dengan
kinerja karyawan. Penelitian dari Harahap & Tirtayasa, (2020)
dengan judul “Pengaruh Motivasi , Disiplin dan Kepuasan Kerja
Terhadap Kinerja Karyawan Pada PT. Angkasa Pura II (Persero)
Kantor Cabang Kualanamu” memperoleh hasil penelitian bahwa
motivasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja ,
disiplin kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja,
disiplin kerja berpengaruh positif terhadap variabel kinerja dan
variabel kepuasan berpengaruh positif terhadap kinerja. Oleh
karena itu, Hipotesis yang diajukan peneliti adalah :
H5 : Disiplin berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja
karyawan.
Disiplin kerja memediasi Motivasi dan Kinerja karyawan
Penelitian yang dilakukan oleh Mahendra & Sadiartha, (2021)
dengan judul “Pengaruh Motivasi terhadap Kinerja Karyawan
dengan Disiplin Kerja sebagai Variabel Mediasi pada PT. Pos
Indonesia (Persero) Kota Denpasar” menyimpulkan bahwa disiplin
kerja berperan positif dan signifikan dalam memediasi pengaruh
motivasi kerja terhadap kinerja karyawan. Disiplin kerja dapat
dilakukan dengan melakukan tindakan tegas terhadap pegawai
yang melakukan pelanggaran kebijakan sehingga dapat
memotivasi
46
karyawan untuk semangat dalam bekerja dan mencapai target yang
ditetapkan. Hal ini juga didukung oleh penelitian dari Pahlevi,
(2019) dengan judul “Pengaruh Motivasi Terhadap Kinerja
Karyawan Dengan Disiplin Kerja Sebagai Variabel Mediasi (Studi
Pada Karyawan Hotel Royal Senyiur)” dengan hasil penelitian
bahwa disiplin kerja berperan positif dan signifikan dalam
memediasi pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja karyawan.
Oleh karena itu, hipotesis yang diajukan peneliti adalah:
H6 : Terdapat pengaruh motivasi terhadap kinerja karyawan yang
dimediasi oleh disiplin kerja
Disiplin kerja memediasi pelatihan dan kinerja karyawan
Penelitian yang dilakukan oleh Wahyudi, (2021) dengan judul
“Pengaruh Pelatihan Terhadap Kinerja Karyawan Yang Dimediasi
Oleh Disiplin Kerja” mendapatkan hasil penelitian bahwa Disiplin
kerja dapat memedisai antara pelatihan dan kinerja karyawan
secara penuh. Disiplin kerja yang baik diterapkan oleh suatu
organisasi maka dapat mendorong peningkatan kemampuan
dengan pelatihan kerja selain itu dengan tingkat disiplin yang
maksimal dapat mendorong peningkatan kinerja pegawai. Oleh
karena itu, hipotesis yang diajukan peneliti adalah:
H7: Terdapat pengaruh pelatihan terhadap kinerja karyawan yang
dimediasi oleh disiplin kerja
47
Kerangka Berpikir
Berikut merupakan kerangka penelitian dengan variabel
independen Pelatihan dan Motivasi, variabel intervening Disiplin kerja
dan variabel dependen Kinerja:
Gambar 2.1
Kerangka Pikir Penelitian
BAB III
METODE
PENELITIAN
3.1 Sifat Penelitian
Penelitian ini bersifat kuantitaif. Penelitian kuantitatif merupakan
metode peneilitian yang melakukan pengujian dengan menggunakan
teori-toeri tertentu dengan cara meneliti hubungan antara satu variabel
dengan variabel lainya. Data data yang dikumpulkan dalam bentuk
angka yang kemudian akan diolah menjadi sebuah kesimpulan yang
benar dan akurat. Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner
yang terstuktur dalam pengambilan data pokok untuk mendapatkan
data yang spesifik.
3.2 Definisi Operasional dan Indikator Variabel Penelitian
Variabel merupakan sebuah karakteristik yang terukur dan
memiliki variasi (Sudarmanto et. al., 2021). Pada penelitian ini
terdapat 3 variabel yaitu variabel dependen, variaben independen, dan
juga variabel moderating. Variabel dependen pada penelitian ini yaitu
kinerja pegawai (Y), variabel independen Motivasi (X1), Pelatihan
kerja (X2), serta variabel intervening yaitu disiplin kerja (Z).
Adapun penjelasan untuk masing-masing variabel adalah sebagai berikut:
48
49
3.2.1 Definisi Operasional Variabel
a. Variabel dependen
Variabel dependen merupakan variabel terikat, yaitu
variabel yang tergantung oleh variabel independen yang memiliki
arti bahwa variabel yang dimaksud adalah hasil atau sebab dari
variabel independen (Supratiknya, 2022) Variabel dependen yang
terjadi pada penelitian ini yaitu kinerja pegawai. Kinerja pegawai
menurut Payaman Simanjuntak dalam Winata (2022) kinerja
merupakan tingkat pencapaian hasil atas pelaksanaan tugas
tertentu.
Variabel independen
Variabel independen merupakan variabel bebas, yaitu variabel
yang memiliki kemungkinan manejadi penyebab , pengaruh atau
yang memiliki dampak pada hasil tyang memiliki arti bahwa varian
di dalam variabel independen dapat menndetailkan sebagaian atau
seluruh varian di dalam variabel dependen (Supratiknya, 2022).
Variabel independen untuk penelitian ini yaitu :
1) Motivasi
Menurut Silitonga, (2020) motivasi merupakan sebuah dorongan
untuk melakukan tindakan terhadap sekumpulan proses perilaku
seseorang dengan beberapa pertimbangan seperti arah, intensitas,
dan keuletan dalam mencapai tujuan.
2) Pelatihan kerja
Menurut Paramarta [Link]., (2021) pelatihan merupakan
50
proses yang digunakan untuk mengubah perilaku
karyawan-karyawan dalam suatu arah yang berfungsi
untuk memaksimalkan tujuan-tujuan organisasi.
Pelatihan dapat membantu karyawan untuk lebih
terampil, tekun, dan juga menguasai pekerjaan yang
harus dilakukan sehingga dengan adanya pelatihan
maka produktivitas pekerjaan dapat dimaksimalkan.
b. Variabel Intervening
Variabel intervening merupakan variabel yang menjadi
perantara antara variabel dependen dan juga variabel independen
atau variabel intervening disebut juga dengan variabel
penghubung. Variabel intervening pada penelitian ini adalah
disiplin. Disiplin menurut Soetrisno (2017) disiplin kerja
merupakan sikap yang dapat menghormati terhadap aturan dan
kebijakan perusahaan, yang ada di dalam pribadi karyawan, yang
mengakibatkan dia dapat beradaptasi dengan sukarela pada aturan
dan kebijakan perusahaan.
51
Indikator Variabel Penelitian
Indikator untuk masing-masing variabel penelitian adalah sebagai berikut:
Tabel 3.1
Indikator Variabel
Penelitian
No. Variabel Indikator Penelitian
1. Motivasi Menurut Mangkunegara (2018)
a. Kebutuhan Fisiologis
b. Kebutuhan Rasa Aman
c. Kebutuhan Sosial
d. Kebutuhan Harga Diri
e. Kebutuhan Aktualisasi Diri
2. Pelatihan kerja Menurut Mangkunegara (2013)
a. Instruktur
b. Peserta
c. Materi
d. Metode
e. Tujuan
f. Sasaran
3. Disiplin Menurut Rivai (2009)
a. Indikator taat waktu
b. Indikator taat peraturan
c. Indikator taat perilaku kerja
4. Kinerja Menurut Busro (2018)
a. Kapasitas hasil kerja
b. Keungulan kerja
c. Ketepatan waktu pada saat
menyelesaikan pekerjaan.
d. Disiplin kerja
52
Populasi, Sampel dan Teknik Pengambilan Sampel
Populasi
Populasi merupakan daerah yang digeneralisasi yang termasuk di
dalamnya adalah objek atau subjek yang memiliki kuantitas serta ciri-
ciri tertentu yang ditentukan oleh peneliti yang diteliti dan setelah itu
akan ditarik kesimpulan (Cendekia dkk., 2019). Dalam penelitian ini
yang menjadi populasi adalah seluruh karyawan dengan seluruh paket
spesifik pekerjaan yang bekerja di [Link] Karya Tbk. Proyek Tol
Yogya-solo.
Sampel
Sampel merupakan sebagian atau wakil dari populasi yang
akan diteliti menurut Arikunto dalam Yuliani et al., (2023).
Jumlah sampel ditentukan berdasarkan metode Slovin dengan
tingkat kesalahan yang ditoleransi sebesar 5% dengan rumus
sebagai berikut:
keterangan :
n = sampel
N=
populasi a =
nilai
presisi 95% atau sig 0,05
Sehingga sampel untuk penelitian ini adalah:
𝑁
1+𝑁(𝑎
n=
)2
N = 1+182(0.05)2
53
181
N = 1+182(0,0025)
182
N = 1+0,455
182
N = 1,455
N = dibulatkan menjadi
Sehingga, sampel diperoleh sebanyak responden.
3.3.3 Teknik Pengambilan Sampel
Penelitian ini menggunakan teknik atau metode sensus. Menurut
(Yulianto, Maskan, dan Utaminingsih 2018) penelitian metode sensus
yaitu metode penelitian yang mengambil satu kelompok poupulasi
sebagai sampel secara keseluruhan. Pada penelitian ini menggunakan
kuesioner yang testrukutur dalam pengambilan data pokok untuk
memperoleh data yang spesifik. Berdasarkan hal tersebut maka peneliti
menggunakan responden yaitu jumlah keseluruhan karyawan yang
bekerja di [Link] Karya Tbk. Proyek Tol Yogya-solo..
54
Sumber dan Metode Pengumpulan Data
Sumber Data
Pada penelitian ini peneliti menggunakan dua jenis sumber
data diantaranya:
a. Data Primer
Data primer yaitu data yang diperoleh secara langsung
dari sumber utama dengan cara penyebaran kuesioner
disertai skala linkert sebagai pengukuran mengenai
Analisis Pengaruh Motivasi Kerja Dan Pelatihan Kerja
Terhadap Kinerja Melalui Disiplin Kerja Sebagai
Variabel Intervening.
b. Data Sekunder
Data sekunder merupakan data yang telah ada
sebelumnya dan dikumpulkan untuk tujuan melengkapi
penelitian yang dilakukan. Data sekunder pada
penelitian ini diantaranya informasi mengenai jumlah
pegawai, sejarah organisasi, struktur organisasi, visi,
misi, dan tujuan organisasi.
55
3.4.2 Metode Pengumpulan Data
Pada penelitian ini metode pengumpulan data dilakukan dengan cara
penyebaran kuesioner disertai skala linkert sebagai pengukuran
mengenai Analisis Pengaruh Motivasi Kerja Dan Pelatihan Kerja
Terhadap Kinerja Melalui Disiplin Kerja Sebagai Variabel Intervening.
Pada penelitian ini menggunakan kuesioner yang testrukutur dalam
pengambilan data pokok untuk memperoleh data yang spesifik.
Berdasarkan hal tersebut maka peneliti menggunakan responden yaitu
jumlah keseluruhan pegawai pada [Link] Karya Tbk. Proyek Tol
Yogya-solo..
3.5 Tempat Dan Waktu Pengambilan Data
Pengambilan data pada penelitian ini dilakukan pada Oktober 2025
bertempat di [Link] Karya Tbk. Proyek Tol Yogya-solo. yang
berlokasi di Ring Road Utara, Trihanggo, Kec. Gamping, Kab. Sleman.
Daerah Istimewa Yogyakarta.
Pengembangan Instrumen Penelitian
Pengukuran jawaban pada penelitian ini yaitu dengan
penyebaran kuesioner disertai skala likert sebagai pengukuran
mengenai Analisis Pengaruh Motivasi Kerja Dan Pelatihan
Kerja Terhadap Kinerja Melalui Disiplin Kerja Sebagai
Variabel Intervening. Skala yang berisikan pengukuran
interval 1 sampai dengan 5 dengan rincian sebagai berikut :
Tabel 3.2
Skala likert
56
Persepsi Karyawan Bobot
Sangat Tidak Setuju 1
Tidak Setuju 2
Netral 3
Setuju 4
Sangat Setuju 5
Penjelasan untuk skala linkert pada penelitian ini yaitu apabila
responden menjawab sanagt setuju maka akan diberikan skor 5,
apabila responden menjawab setuju akan diberikan skor 4, apabila
responden menjawab netral akan diberikan skor 3, apabila responden
menjawab tidak setuju diberikan skor 2, dan apabila responden
menjawab sangat tidak setuju maka akan diberikan skor 1.
57
Penjelasan untuk skala linkert pada penelitian ini yaitu apabila
responden menjawab sanagt setuju maka akan diberikan skor 5,
apabila responden menjawab setuju akan diberikan skor 4, apabila
responden menjawab netral akan diberikan skor 3, apabila responden
menjawab tidak setuju diberikan skor 2, dan apabila responden
menjawab sangat tidak setuju maka akan diberikan skor 1.
Tabel 3.3
Instrumen Penelitian
No. Variabel Indikator Pertanyataan
Penelitian
Menurut Mangkunegara (2018)
a. Kebutuhan 1. Gaji yang diberikan telah mampu
Fisiologis memenuhi kebutuhan hidup saya
1.
Motivasi b. Kebutuhan
2. Lingkungan kerja anda aman dan nyaman
Rasa Aman
c. Kebutuhan 3. Hubungan anda dengan atasan terjalin
Sosial baik dan harmonis
d. Kebutuhan 4. Kinerja Anda diakui dan dihargai oleh
Harga diri atasan baik secara kuantitas dan kualitas
e. Kebutuhan 5. Atasan akan memberikan pujian jika anda
Aktualisasi diri dapat menyelesaikan pekerjaan tepat waktu
Menurut Mangkunegara (2013)
[Link] pendidikan isntruktur sangat
a. Instruktur Penting
2. 7. Instruktur harus menguasai materi yang
Diberikan
8. Peserta memiliki motivasi mengikuti
b. Peserta Pelatihan
9. Peserta memenuhi kriteria
Pelatihan untuk mengikuti pelatihan
10. Materi yang diberikan sesuai dengan
c. Materi Tujuan
11. Materi yang diberikan sesuai dengan
Pekerjaan
12. Metode yang diterapkan sesuai dengan
d. Metode
materi yang diberikan
58
13. Metode yang diterapkan sesuai dengan
dengan sasaran
14. Peserta telah memahami tujuan
e. Tujuan
pelatihan
15. Tujuan pelatihan sudah jelas dan tepat
f. Sasaran
sasaran
Menurut Rivai (2009)
3.
a. Waktu masuk 16. Saya harus datang sebelum jam masuk
kerja kerja
b. Perilaku 17. Saya melaksanakan pekerjaan sesuai
bekerja dengan prosedur kerja yang ada
c. Ketaatan 18. Saya mematuhi semua aturan dalam
Disiplin bekerja bekerja
[Link] 19. Saya bertanggung jawab atas semua
jawab bekerja pekerjaan yang diberikan pimpinan
e. Kesesuaian
20. Saya melaksanakan pekerjaan sesuai
pekerjaan dengan
dengan kemampuan
kemampuan
Menurut Busro (2018)
a. Kapasitas
21. Saya bekerja sesuai dengan target
hasil kerja
b. Keunggulan
22. Saya bekerja dengan teliti
kerja
Kinerja
c. Ketepatan
4. 23. Ketepatan dalam menyelesaikan
dalam
pekerjaan
menyelesaikan
pekerjaan
24. Saya disiplin dalam menghadiri rapat
d. Disiplin kerja
atau acara tertentu
3.7 Uji Kualitas Data
3.7.1 Uji Validitas
Uji Validitas berguna untuk menguji sah atau tidaknya suatu kuesioner.
Menurut Gumilar (2007), uji validitas digunakan untuk menunjukkan
kemampuan item–item pertanyaan dalam menjelaskan suatu variabel
yang diteliti.
Pengujian validitas dalam penelitian ini dilakukan dengan
menggunakan bantuan program SPSS melalui nilai Corrected Item-
Total Correlation.
59
Kriteria pengujian validitas adalah sebagai berikut:
a. Jika r hitung > r tabel dan bernilai positif, maka item pertanyaan
dinyatakan valid.
b. Jika r hitung < r tabel, maka item pertanyaan dinyatakan tidak valid.
c. Nilai r hitung dapat dilihat pada kolom Corrected Item-Total
Correlation pada output SPSS.
3.7.2 Uji Reliabilitas
Menurut Gumilar (2007), uji reliabilitas merupakan ukuran untuk
mengetahui konsistensi jawaban responden terhadap item-item
pertanyaan dalam kuesioner. Uji reliabilitas bertujuan untuk memastikan
bahwa instrumen penelitian dapat dipercaya sebagai alat pengumpul data.
Dalam penelitian ini, pengujian reliabilitas menggunakan metode
Cronbach’sAlpha dengan bantuan program SPSS.
Kriteria pengujian reliabilitas adalah sebagai berikut:
a. Jika nilai Cronbach’s Alpha > 0,60 maka variabel dinyatakan reliabel.
b. Jika nilai Cronbach’s Alpha < 0,60 maka variabel dinyatakan tidak
reliabel.
Semakin besar nilai Cronbach’s Alpha, maka semakin tinggi tingkat
konsistensi instrumen penelitian.
3.8 Uji Asumsi Klasik
Sebelum dilakukan analisis regresi, terlebih dahulu dilakukan uji asumsi
klasik untuk memastikan model regresi memenuhi asumsi dasar statistik.
a. Uji Normalitas
Uji normalitas dilakukan untuk mengetahui apakah data berdistribusi
normal. Pengujian dilakukan menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov
dan grafik Normal P-Plot pada SPSS.
Kriteria pengambilan keputusan:
Jika nilai signifikansi > 0,05 maka data berdistribusi normal.
60
Jika nilai signifikansi < 0,05 maka data tidak berdistribusi normal.
b. Uji Multikolinearitas
Uji multikolinearitas bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat
korelasi antar variabel independen dalam model regresi.
Kriteria pengambilan keputusan:
Jika nilai Tolerance > 0,10 dan nilai VIF < 10, maka tidak terjadi
multikolinearitas.
Jika nilai Tolerance < 0,10 dan nilai VIF > 10, maka terjadi
multikolinearitas.
c. Uji Heteroskedastisitas
Uji heteroskedastisitas dilakukan untuk mengetahui apakah terjadi
ketidaksamaan varians residual dalam model regresi.
Pengujian dilakukan dengan:
Melihat grafik Scatterplot, atau
Menggunakan Uji Glejser pada SPSS.
Kriteria pengambilan keputusan:
Jika tidak terdapat pola tertentu pada grafik Scatterplot, maka tidak
terjadi heteroskedastisitas.
Jika nilai signifikansi uji Glejser > 0,05, maka tidak terjadi
heteroskedastisitas.
3.9 Analisis Statistik Deskriptif
Analisis statistik deskriptif digunakan untuk memberikan gambaran
umum mengenai data penelitian. Analisis ini meliputi nilai minimum,
maksimum, mean (rata-rata), dan standar deviasi.
Menurut Ghozali (2018), analisis statistik deskriptif bertujuan untuk
memberikan deskripsi atau gambaran suatu data yang dilihat dari nilai
rata-rata (mean), standar deviasi, maksimum, minimum, dan sum.
61
Melalui analisis ini diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai
variabel:
Motivasi Kerja (X1)
Pelatihan Kerja (X2)
Disiplin Kerja (Z)
Kinerja Karyawan (Y)
3.10 Analisis Regresi Linear Berganda
Analisis regresi linear berganda digunakan untuk mengetahui pengaruh
variabel independen terhadap variabel dependen, serta untuk menguji
variabel intervening.
Model persamaan regresi dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
Model 1
Z = α + β1X1 + β2X2 + e
Model 2
Y = α + β1X1 + β2X2 + β3Z + e
Keterangan:
Y= Kinerja Karyawan
X1 = Motivasi Kerja
X2 = Pelatihan Kerja
Z = Disiplin Kerja
α = Konstanta
β = Koefisien Regresi
e = Error
3.11 Koefisien Determinasi (R²)
Koefisien determinasi (R²) digunakan untuk mengetahui seberapa
besar
kemampuan variabel independen dalam menjelaskan variabel
dependen.
Nilai R² berkisar antara 0 sampai 1:
Jika R² mendekati 0, maka kemampuan variabel independen dalam
62
menjelaskan variabel dependen sangat terbatas.
Jika R² mendekati 1, maka variabel independen mampu
menjelaskan variabel dependen secara kuat.
3.12 Uji Hipotesis
Pengujian hipotesis dalam penelitian ini dilakukan menggunakan
bantuan program SPSS melalui uji t dan uji F.
a. Uji t (Parsial)
Uji t digunakan untuk mengetahui pengaruh masing-masing variabel
independen secara parsial terhadap variabel dependen.
Kriteria pengambilan keputusan:
Jika nilai signifikansi < 0,05 maka Ha diterima dan Ho ditolak.
Jika nilai signifikansi > 0,05 maka Ha ditolak dan Ho diterima.
b. Uji F (Simultan)
Uji F digunakan untuk mengetahui apakah variabel independen secara
bersama-sama berpengaruh terhadap variabel dependen.
Kriteria pengambilan keputusan:
Jika nilai signifikansi < 0,05 maka model regresi signifikan.
Jika nilai signifikansi > 0,05 maka model regresi tidak signifikan.
c. Uji Mediasi (Sobel Test)
Untuk mengetahui apakah variabel Disiplin Kerja (Z) memediasi
pengaruh Motivasi (X1) dan Pelatihan (X2) terhadap Kinerja (Y),
digunakan Uji Sobel.
Kriteria pengambilan keputusan:
Jika nilai signifikansi < 0,05 maka variabel intervening mampu
memediasi.
63
Jika nilai signifikansi > 0,05 maka variabel intervening tidak
memediasi.
BAB 4
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Gambaran Umum Lokasi Penelitian
Pt. Adhi Karya Tbk. Proyek Tol Yogya-Solo terletak di Jalan Ring Road
Utara, Trihanggo, Kec. Gamping, Kab. Sleman, Daerag Istimewa
Yogyakarta. Pt. Adhi Karya Tbk. Sebagai kontraktor utama pada
pelaksana ruas proyek tol yogya-solo paket 2.2 memiliki ruas sekitar 3.25
Km, membentang dari Trihanggo hingga Junction Sleman, melewati
beberapa kalurahan diantaranya Trihanggo, Tlogodadi, dan Tirtodadi,
ruas pada pembangunan ini akan terhubung langsung dengan junction
sleman yang akan menghubungkan dengan jaringan tol lainya oleh
karena itu dilakukan secara evelated terutama yang melewati jalur utama
ring road utara agar tidak mengganggu aktivitas lalu lintas dan jalur
existing.
4.2 Deskripsi Data Penelitian
Penelitian ini menggunakan data primer yang dikumpulkan
menggunakan instrumen kuesioner yang disebarkan kepada karyawan Pt.
Adhi Karya Tbk. Proyek Tol Yogya-Solo berjumlah. Variabel dependen
yang digunakan adalah Motivasi Kerja, Pelatihan Kerja sedangkan
variabel dependen adalah kinerja pegawai dan variabel intervening
64
adalah disiplin kerja.
Populasi yang digunakan pada penelitian ini adalah seluruh pegawai Pt.
Adhi Karya Tbk. Proyek Tol Yogya-Solo paket 2.2.
4.3 Karakteristik Responden
Penelitian ini memiliki tujuan untuk menjelaskan mengenai pengaruh
dari Pelatihan Kerja, Motivasi kerja terhadap kinerja karyawan dengan
disiplin kerja sebagai variabel intervening, Pada penelitian ini mengambil
seluruh karyawan yang berjumlah sebagai sampel penelitian.
Karakteristk responden berguna untuk mendeskripsikan identitas
responden sesuai dengan sampel penelitian ini yang kemudian
dikelompokan berdasarkan usia, jenis kelamin, pendidikan, terakhir dan
jenis jabatan. Untuk menejelaskan karakteritik, masing-masing
responden, berikut disajikan gambar diagram dan tabeldari informasi
yang diberikan oleh responden
4.2.2 Uji Instrumen
Instrumen yang digunakan untuk mengukur semua variabel dalam
penelitian ini adalah kuisioner, kuesioner diberikan kepada responden
agar mereka dapat membuat penyataan berdasarkan dengan pegentahuan
dan pengalamanya. Sebagai alat maka kuesioner harus memenuhi syarat
yang paling utama yaitu validitas dan juga realibilitas. berikut adalah
hasi uji validitas dan realibilitas kuesioner penelitian:
1. Uji Validitas
Uji validitas merupakan pengujian untuk menguji sah atau tidaknya suatu
variabel dari sebuah kuesioner. Jika nilai dari r hitung > dari nilai nilai r
tabel dan memiliki nilai positif maka data akan dinyatakan valid.
Berikut hasil uji validitas pada penelitian ini:
65
NAMA ITEM R R
VARIABEL PERTANYAAN HITUNG TABEL KETERANGAN
X1.1 0,712
X1.2 0,466
MOTIVASI X1.3 0,585 0,312 VALID
X1.4 0,637
X1.5 0,375
X2.1 0,479
X2.2 0,668
PELATIHAN X2.3 0,839 0,312 VALID
KERJA X2.4 0,761
X2.5 0,673
X2.6 0,753
Z.1 0,734
Z.2 0,826
DISIPLIN Z.3 0,811 0,312 VALID
Z.4 0,871
Z.5 0,415
Y.1 0,706
KINERJA Y.2 0,767 0,312 VALID
Y.3 0,861
Y.4 0,848
Berdasarkan hasil pengujian validitas pada Tabel , diketahui bahwa seluruh item
pernyataan pada variabel Motivasi Kerja (X1), Pelatihan Kerja (X2), Disiplin Kerja
(Z), dan Kinerja (Y) memiliki nilai r hitung lebih besar dari r tabel sebesar 0,312
pada taraf signifikansi α = 0,05 dengan df = (N – 2).
Nilai r hitung masing-masing item berada di atas 0,312 sehingga dapat
disimpulkan bahwa seluruh indikator pada setiap variabel dalam
penelitian ini dinyatakan valid. Hal ini menunjukkan bahwa seluruh
item kuesioner mampu mengukur variabel yang diteliti secara tepat
dan layak digunakan dalam analisis selanjutnya.
2. Uji Realibilitas
Uji realibilitas memiliki tujuan untuk mengukur komposisi jawaban atas
pertanyaan-pertanyaan yang diajukan dalam kuesioner. Seperti yang
dijelaskan oleh
66
Cronbach's
Variabel Kode Alpha r tabel Keterangan
Motivasi X1 0,731 0,6 Reliabel
Pelatihan Kerja X2 0,806 0,6 Reliabel
Disiplin Z 0,795 0,6 Reliabel
Kinerja Y 0,814 0,6 Reliabel
Berdasarkan hasil uji reliabilitas pada Tabel 4, diketahui bahwa variabel
Motivasi Kerja (X1) memiliki nilai Cronbach’s Alpha sebesar 0,731,
variabel Pelatihan Kerja (X2) sebesar 0,806, variabel Disiplin Kerja (Z)
sebesar 0,795, dan variabel Kinerja (Y) sebesar 0,814.
Karena seluruh variabel memiliki nilai Cronbach’s Alpha lebih besar dari
0,60, maka dapat disimpulkan bahwa seluruh variabel dalam penelitian ini
dinyatakan reliabel. Hal ini menunjukkan bahwa instrumen penelitian
memiliki tingkat konsistensi yang baik dan dapat dipercaya untuk
digunakan dalam pengujian selanjutnya.
UJI MULTIKOLINEARITAS
Uji multikolinearitas bertujuan untuk mengetahui apakah dalam model
regresi terdapat korelasi yang tinggi antar variabel independen (variabel
bebas). Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi yang
tinggi di antara variabel independen. Jika terjadi multikolinearitas, maka
akan menyebabkan ketidakstabilan koefisien regresi dan menyulitkan
dalam menginterpretasikan pengaruh masing-masing variabel independen
terhadap variabel dependen (Ghozali, 2018).
Menurut Imam Ghozali (2018), untuk mendeteksi ada atau tidaknya
multikolinearitas dapat dilihat dari nilai Tolerance dan Variance
Inflation Factor (VIF). Model regresi dinyatakan tidak mengalami
multikolinearitas apabila nilai Tolerance > 0,10 dan nilai VIF < 10.
Interpretasi Hasil Uji Multikolinearitas
1. Sub Struktural I
67
Cofficientsa*
Model Collinearity Satistics Keterangan
Toleranc
e VIF
1. (Constant)
Tidak Terdapat
X1 0,806 1,240 Multikolinearitas
Tidak Terdapat
X2 0,806 1,240 Multikolinearitas
Berdasarkan tabel uji multikolinearitas pada Sub Struktural I, diperoleh
hasil sebagai berikut:
Variabel X1 memiliki nilai Tolerance sebesar 0,806 dan VIF sebesar
1,240.
Variabel X2 memiliki nilai Tolerance sebesar 0,806 dan VIF sebesar
1,240.
Nilai Tolerance seluruh variabel lebih besar dari 0,10 dan nilai VIF lebih
kecil dari 10. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pada model
regresi Sub Struktural I tidak terdapat gejala multikolinearitas,
sehingga model regresi layak digunakan untuk pengujian lebih lanjut.
2. Sub Struktural II
Cofficientsa*
Model Collinearity Satistics Keterangan
Toleranc
e VIF
1. (Constant)
Tidak Terdapat
X1 0,820 1,219 Multikolinearitas
Tidak Terdapat
X2 0,731 1,368 Multikolinearitas
Tidak Terdapat
Z 0,866 1,155 Multikolinearitas
Berdasarkan tabel uji multikolinearitas pada Sub Struktural II, diperoleh
hasil sebagai berikut:
Variabel X1 memiliki nilai Tolerance sebesar 0,820 dan VIF sebesar
68
1,219.
Variabel X2 memiliki nilai Tolerance sebesar 0,731 dan VIF sebesar
1,368.
Variabel Z memiliki nilai Tolerance sebesar 0,866 dan VIF sebesar
1,155.
Seluruh variabel memiliki nilai Tolerance > 0,10 dan nilai VIF < 10. Hal
ini menunjukkan bahwa pada model regresi Sub Struktural II tidak
terjadi multikolinearitas antar variabel independen.
Berdasarkan hasil pengujian pada kedua model (Sub Struktural I dan Sub
Struktural II), dapat disimpulkan bahwa seluruh variabel independen
dalam penelitian ini tidak mengalami multikolinearitas. Dengan
demikian, model regresi memenuhi salah satu asumsi klasik dan dapat
digunakan untuk analisis regresi selanjutnya.
UJI NORMALITAS
Uji normalitas bertujuan untuk mengetahui apakah dalam model regresi,
variabel pengganggu atau residual memiliki distribusi normal. Model
regresi yang baik adalah model yang memiliki nilai residual yang
berdistribusi normal atau mendekati normal. Jika asumsi normalitas tidak
terpenuhi, maka hasil pengujian statistik dapat menjadi tidak akurat
(Ghozali, 2018).
Menurut Imam Ghozali (2018), pengujian normalitas dapat dilakukan
dengan menggunakan uji statistik non-parametrik Kolmogorov-Smirnov.
Dasar pengambilan keputusan dalam uji ini adalah sebagai berikut:
Jika nilai Asymp. Sig. (2-tailed) > 0,05, maka data berdistribusi normal.
Jika nilai Asymp. Sig. (2-tailed) < 0,05, maka data tidak berdistribusi
normal.
69
Asymp. Sig. (2-
Model tailed) α= 0,05 Keterangan
Unstandardized
Residual 0,200 0,05 Normal
Berdasarkan tabel hasil uji normalitas, diketahui bahwa nilai Asymp.
Sig. (2-tailed) untuk Unstandardized Residual sebesar 0,200 dengan
tingkat signifikansi (α) sebesar 0,05.
Nilai signifikansi sebesar 0,200 lebih besar dari 0,05 (0,200 > 0,05),
sehingga dapat disimpulkan bahwa data residual dalam model regresi
penelitian ini berdistribusi normal.
UJI HETEROSKESDASITAS
Uji heteroskedastisitas bertujuan untuk mengetahui apakah dalam model regresi
terjadi ketidaksamaan varians dari residual satu pengamatan ke pengamatan lainnya.
Model regresi yang baik adalah yang tidak terjadi heteroskedastisitas atau disebut
homoskedastisitas. Jika terjadi heteroskedastisitas, maka hasil estimasi menjadi
kurang efisien dan dapat memengaruhi keakuratan pengujian hipotesis (Ghozali,
2018).
SUB STRUKTURAL 1
Variabe Kriteri
l Signifikasi a Hasil
Tidak Terjadi
X1 0,447 >0,05 Heterokedastisitas
Tidak Terjadi
X2 0,457 >0,05 Heterokedastisitas
Berdasarkan tabel hasil uji heteroskedastisitas pada Sub Struktural I diperoleh hasil:
Variabel X1 memiliki nilai signifikansi sebesar 0,447 (> 0,05).
Variabel X2 memiliki nilai signifikansi sebesar 0,457 (> 0,05).
Karena seluruh nilai signifikansi lebih besar dari 0,05, maka dapat disimpulkan
70
bahwa pada model regresi Sub Struktural I tidak terjadi heteroskedastisitas.
SUB STRUKTURAL 2
Variabe Kriteri
l Signifikasi a Hasil
Tidak Terjadi
X1 0,450 >0,05 Heterokedastisitas
Tidak Terjadi
X2 0,890 >0,05 Heterokedastisitas
Tidak Terjadi
Z 0,082 >0,05 Heterokedastisitas
Berdasarkan tabel hasil uji heteroskedastisitas pada Sub Struktural II
diperoleh hasil:
Variabel X1 memiliki nilai signifikansi sebesar 0,450 (> 0,05).
Variabel X2 memiliki nilai signifikansi sebesar 0,890 (> 0,05).
Variabel Z memiliki nilai signifikansi sebesar 0,082 (> 0,05).
Seluruh variabel memiliki nilai signifikansi lebih besar dari 0,05. Dengan
demikian, dapat disimpulkan bahwa pada model regresi Sub Struktural II
tidak terjadi heteroskedastisitas.
UJI HIPOTESIS
71
DAFTAR PUSTAKA
Abdullah, I. D. P. (2018). Pengaruh motivasi dan lingkungan kerja
terhadap kinerja karyawan di PT. Bama Berita Sarana
Televisi (BBSTV Surabaya). BIMA: Journal of Business and
Innovation Management, 1(1), 82–94.
Akbar, S. (2018). Analisa Faktor—Faktor Yang
Mmepengaruhi Kinerja Karyawan.
3(2), 17. [Link] Karya Tbk. Proyek Tol Yogya-solo.
Andry, A. (2018). Pengaruh Motivasi Terhadap Disiplin dan Kinerja
Pegawai pada Dinas Pendapatan Daerah Pekanbaru. Jurnal
Wira Ekonomi Mikroskil, 8(2), 117–126.
Arika, F. P. (2020). Pengaruh Pelatihan Dan Motivasi Kerja
Terhadap Kinerja Karyawan Pada PT. BPR Insumo
Sumberarto Kota Kediri. Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB, 9(1).
Busro, M. (2018). Teori-teori Manajemen Sumber Daya
Manusia. Prenada Media. Candana, D. M., Putra, R. B., &
Wijaya, R. A. (2020). Pengaruh Motivasi Dan Lingkungan
Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Dengan Disiplin Kerja
Sebagai Variabel Intervening Pada Pt Batang Hari Barisan.
Jurnal Ekonomi
Manajemen Sistem Informasi, 2(1), 47–60.
Cendekia, M. S., Dr. Drs. Ismail Nurdin, M. S., Dra. Sri Hartati, M.
S., & 228/JTI/2019, A. I. (2019). Metodologi Penelitian
Sosial. MEDIA SAHABAT CENDEKIA.
Chaerudin, A. (2018). Manajemen Pendidikan dan Pelatihan
SDM. CV Jejak (Jejak
Dewangga, T. A., & Rahardja, E. (2022). PENGARUH
PELATIHAN, DISIPLIN KERJA, DAN KOMPETENSI
TERHADAP KINERJA KARYAWAN (STUDI PADA
PEGAWAI DINAS KOMUNIKASI DAN
INFORMATIKA PROVINSI JAWA TENGAH. Diponegoro
Journal of Management, 11(2).
Dr. Edy Soetrisno, M. S. (t.t.-a). Manajemen Sumber Daya
Manusia. Kencana. Dr. Fajar Saranani, S. E. M. S., Prof. Dr.
Drs. Margono Setiawan, S. U., Dr. Asraf,
72
S. E. M. M., Rerung, R. R., & Indonesia, M. S. (2022). Stres
Kerja. Media Sains Indonesia.
Dr. H. Moh. Saiful Bahri, S. E. M. M. (2018). Pengaruh
kepemimpinan lingkungan kerja, budaya organisasi dan
motivasi terhadap
73
kepuasan kerja yang berimplikasikan terhadap kinerja dosen.
Jakad Media Publishing.
Dr. H. Vip Paramarta, D. M. M., Dr. Drs. Kosasih, M., &
Denok Sunarsi, S. P. M.
M. C. H. (t.t.). Manajemen Sumber Daya Manusia Teori & Praktik. Cipta
Media Nusantara (CMN). h
Dr. Ir. Hj. Hamsinah. B, M. S. (t.t.). MANAJEMEN SUMBER
DAYA [Link] Media Nusantara.
Dr. Jufrizen, S. E. M. S., & Dr. Maya Sari, S. E. A. M. S. C. A. (2022).
Komitmen Organisasi Dan Kinerja Karyawan Dengan Etika
Kerja Sebagai Variabel Moderating. umsu press.
Dr. P. Eddy Sanusi Silitonga, S. E. M. M. (t.t.). Peningkatan Kinerja
SDM Melalui Motivasi, Kepemimpinan, Komitmen, dan
Lingkungan Kerja. Penebar Media Pustaka.
Fadli, R. (2022). Manajemen Sumber Daya Manusia Di
Dalam Perusahaan.
Farisi, S., Irnawati, J., & Fahmi, M. (2020a). Pengaruh Motivasi dan
Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Karyawan. Jurnal
Humaniora, 1, 19.
Farisi, S., Irnawati, J., & Fahmi, M. (2020b). Pengaruh Motivasi dan
Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Karyawan. Jurnal
Humaniora: Jurnal Ilmu Sosial, Ekonomi Dan Hukum, 4(1),
15–33.
Fathurahman, F. M., & Ahman, E. (2020). Pengaruh Pelatihan Sdm
Dan Budaya Organisasi Terhadap Kinerja Karyawan Dengan
Disiplin Kerja Sebagai Variabel Intervening Pada Attarakha
Photography Bandung. Jurnal Ekonomi Manajemen Sistem
Informasi, 2(1), 35–46.
Ghozali. (2016). Aplikasi Analisis Multivariate dengtan Program
IBM SPSS. Universitas Diponegoro.
Gumilar, I. (t.t.). Metode Riset Untuk Bisnis & Manajemen.
utamalab.
Harahap, S. F., & Tirtayasa, S. (2020). Pengaruh Motivasi, Disiplin,
Dan Kepuasan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Di PT.
Angkasa Pura II (Persero) Kantor Cabang Kualanamu.
Maneggio: Jurnal Ilmiah Magister Manajemen, 3(1), 120–135.
Hasibuan, J. S., & Silvya, B. (2019). Pengaruh disiplin kerja dan
motivasi terhadap kinerja karyawan. 2(1), 134–147.
Hatta, H., Umiyati, H., Amane, A. P. O., Santosa, S., Novianti, R.,
Nasution, R. S. A., Kalsum, E. U., Mulyadi, M., & Ismainar,
H. (2023). MODEL-MODEL PELATIHAN DAN
74
PENGEMBANGAN SDM. Penerbit Widina.
Hidayat, R. (2021). Pengaruh motivasi, kompetensi dan
disiplin kerja
terhadap kinerja. Widya Cipta: Jurnal Sekretari Dan Manajemen,
5(1), 16–23.
Jufrizen, J., & Sitorus, T. S. (2021). Pengaruh Motivasi Kerja dan
Kepuasan Kerja Terhadap Kinerja Dengan Disiplin Kerja
Sebagai Variabel Intervening. 1(1), 844–859.
Lewaherilla, N. C., Wardhana, A., Kurdi, M., Rismanty, V. A.,
Kurniawati, D., Sari, E. J., Pratiwi, E. A., Firmansyah, H., &
Abrar, U. (2021). MSDM (Kunci Keberhasilan Organisasi).
Media Sains Indonesia.
Maarif, M. S., & Kartika, L. (2021). Manajemen Kinerja
Sumber Daya Manusia. PT Penerbit IPB Press.
Mahendra, I. G. B., & Sadiartha, A. N. G. (2021). Pengaruh Motivasi
terhadap Kinerja Karyawan dengan Disiplin Kerja sebagai
Variabel Mediasi pada PT. Pos Indonesia (Persero) Kota
Denpasar. WidyaAmrita: Jurnal Manajemen, Kewirausahaan
dan Pariwisata, 1(3), 1043–1056.
Mangkunegara, A. A. A. P. (2000). Manajemen sumber daya
manusia [Link] Rosdakarya.
Margawati, Y., Minarsih, M. M., & Seputra, A. (2021). PENGARUH
PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA DAN
PELATIHAN KERJA YANG BERDAMPAK TERHADAP
KINERJA KARYAWAN DENGAN DISIPLIN KERJA
SEBAGAI VARIABEL INTERVENING.
Journal of Management, 7(1).
Mazidah, N. N. (2018). Pengaruh Pelatihan dan Motivasi Terhadap
Kinerja Karyawan dengan Disiplin Kerja sebagai Variabel
Intervening (Studi kasus di Fakultas Ekonomi Universitas
Islam Indonesia).
Nainggolan, H., Erdiansyah, R., Ratri, W. S., Gorda, A. A. N.
E. S., Prastiwi, N. L.
P. E. Y., Kadiman, S., Adnyana, I. P. A., & Siska, A. J.
(2022). Ekonomi Sumber Daya Manusia. Pradina Pustaka.
Nugroho, Y. A. B., & Manalu, S. F. (2019). Pelatihan dan
75
Pengembangan SDM: Teori dan Aplikasi. Penerbit Unika Atma Jaya
Jakarta.
Pahlevi, F. (2019). Pengaruh Motivasi Terhadap Kinerja Karyawan
Dengan Disiplin Kerja Sebagai Variabel Mediasi (Studi Pada
Karyawan Hotel Royal Senyiur).
Pratama, Y. F., & Wismar’ein, D. (2018). Pengaruh pelatihan dan
lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan. Business
Management Analysis Journal (BMAJ), 1(1), 37–48.
Purba, S., Fauzan, R., Gozali, I., Febrina, A., Rasmani, R., Hanum,
F., Jaya, R. K., & Martha, D. (2023). Manajemen Sumber
Daya Manusia: Konsep dan Teori. Global Eksekutif
Teknologi.
Rivai, V. (2009). Manajemen sumber daya manusia untuk
perusahaan: Dari teori ke praktik. Rajawali Pers.
Pengembangan SDM: Teori dan Aplikasi. Penerbit Unika Atma Jaya
Jakarta.
Pahlevi, F. (2019). Pengaruh Motivasi Terhadap Kinerja Karyawan
Dengan Disiplin Kerja Sebagai Variabel Mediasi (Studi Pada
Karyawan Hotel Royal Senyiur).
Pratama, Y. F., & Wismar’ein, D. (2018). Pengaruh pelatihan dan
lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan. Business
Management Analysis Journal (BMAJ), 1(1), 37–48.
Purba, S., Fauzan, R., Gozali, I., Febrina, A., Rasmani, R., Hanum,
F., Jaya, R. K., & Martha, D. (2023). Manajemen Sumber
Daya Manusia: Konsep dan Teori. Global Eksekutif
Teknologi.
Rivai, V. (2009). Manajemen sumber daya manusia untuk
perusahaan: Dari teori ke praktik. Rajawali Pers.
izal, S. M., & Radiman, R. (2019b). Pengaruh Motivasi, Pengawasan,
dan Kepemimpinan Terhadap Disiplin Kerja Pegawai.
Maneggio: Jurnal Ilmiah Magister Manajemen, 2(1), 117–
128.
Sari, S. Y., Sari, D. P., & Zefriyenni, Z. (2021). PENGARUH
PELATIHAN, PERCEIVED ORGANIZATIONAL
SUPPORT (POS) TERHADAP PRESTASI KERJA
KARYAWAN DENGAN DISIPLIN KERJA SEBAGAI
VARIABEL INTERVENING PADA PT. BANK RAKYAT
INDONESIA (BRI) CABANG BATUSANGKAR. Jurnal
Ilmu
Manajemen Terapan, 2(6), 830–848.
Sastrohadiwiryo, S., & Syuhada, A. H. (2021a). Manajemen Tenaga
Kerja Indonesia. Bumi Aksara.
Sastrohadiwiryo, S., & Syuhada, A. H. (2021b). Manajemen Tenaga
Kerja Indonesia. Bumi Aksara.
Sinaga, O. S., Hasibuan, A., Efendi, E., Priyojadmiko, E., Butarbutar,
M., Purba, S., Karwanto, K., Silalahi, M., Hidayatulloh, A.
N., & Muliana, M. (2020). Manajemen Kinerja dalam
Organisasi.
76
Yayasan Kita Menulis.
Sinambela, L. P., & Aksara, B. (2021). Manajemen Sumber Daya
Manusia: Membangun Tim Kerja yang Solid untuk
Meningkatkan Kinerja. Bumi
Sudarmanto, E., Kurniullah, A. Z., Revida, E., Ferinia, R.,
Butarbutar, M., Abdilah,
L. A., Sudarso, A., Purba, B., Purba, S., & Yuniwati, I.
(2021). Desain Penelitian Bisnis: Pendekatan Kuantitatif.
Yayasan Kita Menulis.
Sudaryo, Y., Aribowo, A., & Sofiati, N. A. (t.t.). Manajemen
Sumber Daya Manusia: Kompensasi Tidak Langsung Dan
Lingkungan Kerja Fisik. Penerbit Andi.
Sugiarti, E. (2022). The Influence of Training, Work Environment
and Career Development on Work Motivation That Has an
Impact on Employee Performance at PT. Suryamas Elsindo
Primatama In West Jakarta. International Journal of Artificial
Intelligence Research, 6(1.2).
Supratiknya, A. (2022). Metodologi Penelitian Kuantitatif &
Kualitatif dalam Psikologi. universitas Sanata Dharma.
Surajiyo, S. E. M. M., Nasruddin, S. E. M. M., & Herman Paleni, S. H. I. S. E.
M.
S. (2020). Penelitian Sumber Daya Manusia, Pengertian, Teori Dan
Aplikasi (Menggunakan Ibm Spss 22 For Windows). Deepublish.
Syafruddin, S., Intang, S. N., & Selvia, S. (2021).
Pengaruh Kepemimpinan, Motivasi Kerja, Kompetensi
Terhadap Kinerja Karyawan Stikes Salewangang Maros.
Jurnal Ilmiah Manajemen Dan Bisnis, 6(1), 1–12.
Tupti, Z., & Arif, M. (2020). The Influence of Discipline and
Motivation on Employee Performance. International Journal of
Economic, Technology and Social Sciences (Injects), 1(2), 61–
69.
Wahyudi, W. (2021). Pengaruh pelatihan terhadap kinerja karyawan
yang dimediasi oleh disiplin kerja. eCo-Buss, 4(2), 265–273.
Winata, E. (2022). Manajemen Sumberdaya Manusia Lingkungan
Kerja: Tinjauan dari Dimensi Perilaku Organisasi dan Kinerja
Karyawan. Penerbit P4I.
Yulianto, N. A. B., Maskan, M., & Utaminingsih, A. (2018). Metode
Penelitian Bisnis: Metode Penelitian Bisnis. UPT Percetakan
dan Penerbitan Polinema.
77
Tupti, Z., & Arif, M. (2020). The Influence of Discipline and
Motivation on Employee Performance. International Journal of
Economic, Technology and Social Sciences (Injects), 1(2), 61–
69.
Wahyudi, W. (2021). Pengaruh pelatihan terhadap kinerja karyawan
yang dimediasi oleh disiplin kerja. eCo-Buss, 4(2), 265–273.
Winata, E. (2022). Manajemen Sumberdaya Manusia Lingkungan
Kerja: Tinjauan dari Dimensi Perilaku Organisasi dan Kinerja
Karyawan. Penerbit P4I.
Yulianto, N. A. B., Maskan, M., & Utaminingsih, A. (2018). Metode
Penelitian Bisnis: Metode Penelitian Bisnis. UPT Percetakan dan
Penerbitan Polinem.
72