0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan3 halaman

Demonic 2

Mo XuanYu diusir dari klan karena skandal homoseksual dan prestasi kultivasi yang buruk, menyebabkan keluarganya terpecah dan Nyonya Kedua Mo meninggal karena trauma. Mo ZiYuan, sepupunya, terus mempermalukan Mo XuanYu dan menganggap dirinya lebih berpotensi, sementara Mo XuanYu merasa tertekan dan terpaksa menggunakan teknik terlarang untuk membalas dendam. Wei WuXian menyadari bahwa Mo XuanYu berpotensi melakukan tindakan ekstrem terhadap keluarganya sebagai bentuk balas dendam.

Diunggah oleh

Ipunk
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan3 halaman

Demonic 2

Mo XuanYu diusir dari klan karena skandal homoseksual dan prestasi kultivasi yang buruk, menyebabkan keluarganya terpecah dan Nyonya Kedua Mo meninggal karena trauma. Mo ZiYuan, sepupunya, terus mempermalukan Mo XuanYu dan menganggap dirinya lebih berpotensi, sementara Mo XuanYu merasa tertekan dan terpaksa menggunakan teknik terlarang untuk membalas dendam. Wei WuXian menyadari bahwa Mo XuanYu berpotensi melakukan tindakan ekstrem terhadap keluarganya sebagai bentuk balas dendam.

Diunggah oleh

Ipunk
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Akan tetapi, sebelum Mo XuanYu meraih kesuksesan di bidang

kultivasi dan mewarisi posisi ayahnya, dia sudah diusir pulang.

Terlebih lagi dia diusir dengan cara yang memalukan.

Mo XuanYu homoseksual. Dia bahkan berani melecehkan murid

lain di sekte itu. Skandal itu terungkap ke publik dan, karena

prestasinya di bidang kultivasi hanya sedikit, tidak ada alasan lain untuk

membiarkannya tetap tinggal di klan tersebut.

Seperti menambahkan minyak ke dalam api, begitu Mo XuanYu

kembali, dia sering berkelakuan gila, seolah-olah tak punya jiwa.

Ceritanya nyaris terlalu rumit untuk dituliskan dalam kata-kata.

Kedua alis Wei WuXian berkedut.

Bukan hanya orang gila, tetapi juga orang gila yang homo*.Itulah sebabnya ada banyak
bedak dan celak di wajahnya hingga

membuatnya terlihat seperti hantu gantung, dan juga kenapa tidak ada

yang kaget melihat pola darah yang besar di tanah. Bahkan kalau Mo

XuanYu mengecat seisi ruangan ini dengan darah, tidak akan ada yang

terkejut dan terperangah. Kepalanya kan memang tidak waras!

Setelah diusir pulang, Mo XuanYu dikecam terus-menerus.

Situasinya tidak bisa diselamatkan, bahkan Nyonya Kedua Mo begitu

terpukul sampai meninggal karena trauma.

Saat ini, kakek Mo XuanYu telah meninggal. Nyonya Besar Mo

yang memimpin keluarga, tapi sejak kecil dia tidak pernah menyukai

saudari ataupun keponakannya itu. Dia punya anak lelaki semata

wayang yang tadi menggeledah dan menghancurkan tempat ini. Saat

Mo XuanYu dijemput ayahnya, Nyonya Besar begitu iri sehingga ingin

menjalin hubungan dengan sekte kultivasi lain. Dia berharap ada utusan

yang datang menjemput Mo ZiYuan untuk belajar berkultivasi juga.

Tentu saja dia ditolak. Lebih tepatnya diabaikan.


Hal ini tentu tidak sama dengan menjual kubis. Tidak ada tawar

menawar, apalagi berharap beli satu gratis satu.

Keluarga ini anehnya percaya saja kalau Mo ZiYuan punya bakat

dan potensi. Mereka percaya kalau seandainya dulu Mo ZiYuan yang

dijemput, pemuda itulah yang akan mendapat pengakuan dari sekte itu,

tidak seperti sepupunya yang mengecewakan. Walaupun saat Mo

XuanYu pergi, Mo ZiYuan masihlah muda, dia tetap saja ngotot. Setiap dua atau tiga hari, dia
akan mencari Mo XuanYu dan

mempermalukannya, mengutuknya karena telah merampas jalannya

berkultivasi. Pada saat bersamaan, dia semakin tertarik pada benda

benda seperti jimat, ramuan, dan alat sihir, serta menganggap semua itu

miliknya dan melakukan apa pun sesukanya.

Meskipun Mo XuanYu dianggap orang gila, dia paham kalau

dirinya direndahkan orang-orang. Dia menerima itu, tetapi kelakuan

Mo ZiYuan semakin menjadi-jadi sampai rumahnya hampir kosong.

Kesabarannya habis dan dia pun mengadu ke paman dan bibinya,

memancing keributan dengan Mo ZiYuan sejak pagi tadi.

Tulisan di kertas itu kecil dan padat hingga menyakitkan mata Wei

WuXian. Dia membatin, "Seberapa kacau hidup orang ini?"

Wajar saja Mo XuanYu sampai rela menggunakan teknik terlarang

untuk mengorbankan tubuhnya dan meminta arwah jahat untuk

membalaskan dendamnya.

Rasa sakit di matanya mengalir ke kepala. Seharusnya si pemanggil

merapalkan permintaannya saat melakukan teknik terlarang ini. Wei

WuXian sebagai arwah jahat yang dipanggil akan bisa mendengar

permintaannya dengan terinci.

Namun sepertinya Mo XuanYu menyalin kutipan teknik ini dari

suatu tempat dan melewati bagian itu. Meskipun Wei WuXian menduga
Mo XuanYu ingin membalas dendam pada keluarga Mo, tapi lewat cara apa? Sampai
seberapa jauh? Mengambil kembali barang-barang

miliknya? Atau memukuli mereka?

Atau... menghabisi semua anggota keluarga ini?

Sepertinya menghabisi keluarga ini adalah alasan yang paling

masuk akal. Apalagi setiap orang di dunia kultivasi tahu benar kata-kata

apa yang sering mendeskripsikan dirinya—tidak tahu diuntung, sinting,

lupa keluarga, dikutuk Dewa, dan banyak lainnya. Apa ada orang yang

lebih 'jahat' dari dirinya? Kalau Mo XuanYu berani memanggil jiwanya,

itu berarti permintaannya tidaklah main-main.

Wei WuXian berkata tak berdaya, "Kau memilih orang yang

salah..."

Anda mungkin juga menyukai