0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
12 tayangan17 halaman

Static & Dynamic Routing

Dokumen ini adalah tugas praktikum tentang static dan dynamic routing dalam jaringan komputer, disusun oleh Bondan Banuaji. Tugas mencakup rancangan topologi jaringan, konfigurasi perangkat, dan pengujian koneksi antar PC dan router menggunakan metode routing statis dan dinamis seperti RIP, EIGRP, dan OSPF. Selain itu, dokumen ini juga menjelaskan langkah-langkah konfigurasi CLI dan pengaturan hak akses untuk router.

Diunggah oleh

Bondan Banuaji
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
12 tayangan17 halaman

Static & Dynamic Routing

Dokumen ini adalah tugas praktikum tentang static dan dynamic routing dalam jaringan komputer, disusun oleh Bondan Banuaji. Tugas mencakup rancangan topologi jaringan, konfigurasi perangkat, dan pengujian koneksi antar PC dan router menggunakan metode routing statis dan dinamis seperti RIP, EIGRP, dan OSPF. Selain itu, dokumen ini juga menjelaskan langkah-langkah konfigurasi CLI dan pengaturan hak akses untuk router.

Diunggah oleh

Bondan Banuaji
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

TUGAS II

STATIC & DYNAMIC ROUTING

Disusun Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Mata Kuliah

PRAKTEK JARINGAN KOMPUTER

Disusun Oleh
Nama : Bondan Banuaji
NIM : 231351030
Prodi/Kelas : Teknik Informatika/Pagi A
Dosen : M. Agus Sunandar , S.T., [Link].

PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA


SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI WASTUKANCANA
PURWAKARTA 2024
A. STATIC ROUTING
1. Rancangan Topologi
Soal: Rancanglah skema jaringan di bawah ini

Berikut konfigurasi masing-masing devicenya:

Device Property Device IP Adress


Router 1 Serial0 0/2/0 [Link]/8
Feth 0/0 [Link]/24
Router2 Serial0 0/2/0 [Link]/8
Srial0 0/3/0 [Link]/16
Feth 0/0 [Link]/24
Router3 Serial0 0/3/0 [Link]/16
Feth 0/0 [Link]/16
PC(Personal Computer) Feth PC0-1 : 192.168.1.x/24
PC2-3 : 28.168.1.x/24
PC4-5 : 172.168.x.x/16

a. rancang Table routing manualnya !


b. buatlah konfigurasi secara CLI (Command line interface)
c. lakukan konfigurasi hak akses untuk tiap-tiap router nya, laporkan konfigurasinya ?
d. test koneksi antar PC (segmen jaringan berbeda), maupun remote akses via telnet antar
router.
2. Persiapan
Buka terlebih dahulu Cisco Packet Tracer yang sudah terinstal untuk memulai simulasi
jaringan. Kemudian Rancang dan Siapkan device-device yang perlu di siapkan.

a. Gunakan 3 Router type 2811


b. Gunakan 3 Hub type PT
c. Gunakan 6 PC untuk masing masing 1 Router (2 PC)
Setelah sudah, tambahkan port “WIC-2T” pada masing-masing router, caranya masuk ke
menu pyshical > matikan terlebih dahulu router > lalu masukkan port > nyalakan kembali
router jika sudah
Router 1 & 3 Router 2
Setelah sudah di tambahkan port, masukkan ke masing-masing port yang sudah di tentukan
a. Hubungkan Router 1 dengan Kabel DCE > Router 2 (Interface serial0/2/0 > interface
serial 0/2/0)
b. Hubungkan Router 1 dengan Kabel Straight > Hub 1 (Interface ethernet0/0 > Fast
ethernet0/0)
c. Hubungkan Hub 1 dengan kabel straight > PC 1 & 2 (Fast ethernet1&2 > Fast
ethernet0)
d. Hubungkan Router 2 dengan Kabel DCE > Router 3 (Interface serial0/3/0 > interface
serial 0/3/0)
e. Hubungkan Router 2 dengan Kabel Straight > Hub 2 (Interface ethernet0/0 > Fast
ethernet0/0)
f. Hubungkan Hub 2 dengan kabel straight > PC 3 & 4 (Fast ethernet1&2 > Fast
ethernet0)
g. Hubungkan Router 3 dengan Kabel Straight > Hub 3 (Interface ethernet0/0 > Fast
ethernet0/0)
h. Hubungkan Hub 3 dengan kabel straight > PC 5 & 6 (Fast ethernet1&2 > Fast
ethernet0)

3. Rancangan Tabel Routing


Router Network Subnet Mask Next-Hop IP Interface
Router_1 [Link]/24 [Link] [Link] Serial 0/2/0
[Link]/16 [Link] [Link] Serial 0/2/0
Router_2 [Link]/24 [Link] [Link] Serial 0/2/0
[Link]/16 [Link] [Link] Serial 0/3/0
Router_3 [Link]/24 [Link] [Link] Serial 0/3/0
[Link]/24 [Link] [Link] Serial 0/3/0
4. Konfigurasi Cli Pada Router
a. Router 1

Konfigurasi Routing:

Penjelasan:
Router 1 memiliki dua rute statis yang digunakan untuk menghubungkan jaringan yang
tidak langsung terhubung dengannya. Untuk jaringan [Link]/24 (di Router 2) dan
[Link]/16 (di Router 3), Router 1 meneruskan paket ke next-hop [Link], yaitu IP
Serial 0/2/0 milik Router 2. Hal ini karena Router 2 adalah penghubung langsung antara
Router 1 dan kedua jaringan tujuan tersebut. Dengan konfigurasi ini, Router 1 tahu bahwa
semua lalu lintas ke jaringan-jaringan tersebut harus diarahkan melalui Router 2.
b. Router 2

Konfigurasi Routing:

Sebagai penghubung antara Router 1 dan Router 3, Router 2 memiliki rute statis untuk
jaringan [Link]/24 (di Router 1) dengan next-hop [Link], yaitu IP Serial 0/2/0
Router 1, dan untuk jaringan [Link]/16 (di Router 3) dengan next-hop [Link],
yaitu IP Serial 0/3/0 Router 3. Konfigurasi ini memastikan bahwa Router 2 dapat
meneruskan paket dari dan ke jaringan yang terhubung ke Router 1 dan Router 3.
c. Router 3

Konfigurasi Routing:

Router 3 memiliki rute statis untuk jaringan [Link]/24 (di Router 1) dan
[Link]/24 (di Router 2), keduanya diarahkan melalui next-hop [Link], yaitu
IP Serial0/0/3/0 milik Router 2. Karena Router 3 tidak memiliki koneksi langsung
dengan Router 1 atau jaringan di Router 2, semua lalu lintas untuk jaringan tersebut
diarahkan melalui Router 2 sebagai perantara.
5. Konfigurasi Hak Akses Router
Untuk mengamankan router, dapat dilakukan dengan mengatur usernmae dan password
untuk akses Telnet.
Contoh, Router 1

Router 2 & Router 3, konfigurasi nya masih sama, hanya sesuaikan dengan nama router
dan passwordnya saja.
6. Tes Koneksi Antar PC dan Remote Telnet
a. Tes ping antar PC
Sebelum tes koneksi masukkan ip pada masing masing pc secara static/manual
terlebih dahulu.
Contoh:

PC 1
Untuk pc selanjutnya sesuaikan sesuai pada ip tabel routing/ketentuan pada soal.
Setelah sudah lakukan pengetesan koneksi. Misal contoh, Ping PC 1 (Router 1) ke PC
5 (Router 3)

Ini artinya sudah sukses.

b. Telnet Remote antar Router:

Misal contoh, dari Router 1, lakukan telnet ke Router 2

Untuk gambar disamping ini adalah


contoh perumpamaan ketika saya pertama
kali saya mencoba meremote router 2
menggunakan router 1, tetapi jika
passwordnya salah maka dia akan
membatalkan telnet. Tetapi di percobaan
kedua, jika password yang dimasukkan
sesuai dengan yang sudah di konfigurasi
maka router 1 bisa meremote router 2.
Ini adalah gambaran konfigurasi akhirnya:

Lanjut ke soal Dynamic Routing.


B. Dynamic Routing
1. Rancangan Topologi
rancanglah routing RIP, EIGRP dan OSPF untuk gambar skema static routing yang baru
saja dikerjakan dan cantumkan konfigurasi CLI nya serta pengecekkan koneksi antar router
nya.
2. Persiapan
Hanya melanjutkan dari Static Routing yang baru saja dikerjakan.
3. Routing dengan RIP
a. Router 1
Masuk ke konfigurasi CLI pada Router 1:
b. Router 2
Masuk ke konfigurasi CLI pada Router 2:

c. Router 3
Masuk ke konfigurasi CLI pada Router 3:
d. Tes Routing RIP
Pada setiap router, gunakan perintah berikut untuk melihat tabel routing, dan lakukan
ping dari satu router ke IP di jaringan router lainnya, contoh:

Router 1:

Jika sudah success, maka Tes Routing RIP berhasil.


4. Routing Dengan EIGRP
a. Router 1
b. Router 2

c. Router 3
d. Tes Routing EIGRP
Pada setiap router, gunakan perintah berikut untuk melihat tabel routing, dan lakukan
ping dari satu router ke IP di jaringan router lainnya untuk memastikan konektivitas,
contoh:

Router 2:

Jika sudah success, maka Tes Routing EIGRP berhasil.


5. Routing dengan OSPF
a. Router 1
b. Router 2

c. Router 3
d. Tes Routing OSPF
Lakukan ping dari satu router ke IP di jaringan Router lainnya, contoh:

Router 3:

Jika sudah success, maka Tes Routing OSPF berhasil.

Anda mungkin juga menyukai