Jurnal Nasional Teknologi Komputer
Vol.5; No: 2; April 2025
Website: [Link]/[Link]/jnastek
E-ISSN: 2808-4845; P-ISSN: 2808-7801
Makalah Penelitian
Sistem Monitoring Smart Greenhouse Berbasis IoT pada Budidaya
Bawang Merah
Muhammad Taher Jufri1, Fathia Alisha Fauzia2, An-Nisa Aina Nurwaida3, Azriel N. Ilhami4, Riefki
Nugraha5
1
Rekayasa Sistem Komputer, Fakultas Komunikasi dan Informasi, Universitas Garut
2
Jurusan, Rekayasa Perangkat Lunak, Fakultas Komunikasi dan Informasi, Universitas Garut
3
Rekayasa Perangkat Lunak, Fakultas Komunikasi dan Informasi, Universitas Garut
4
Teknologi Informasi, Fakultas Komunikasi dan Informasi, Universitas Garut
5
Rekayasa Perangkat Lunak, Fakultas Komunikasi dan Informasi, Universitas Garut
1
jufri@[Link] *(tanda korensponding author)
Corresponding Author: Muhammad Taher Jufri
ABSTRACT
Modern agriculture faces major challenges, including climate change, land limitations and the need to increase productivity to
meet global food demand. Shallots, as a high-value horticultural commodity, require controlled environmental conditions for
optimal growth, especially regarding temperature, air humidity, and soil moisture. This research develops an Internet of Things
(IoT)-based smart greenhouse system model to automate the monitoring and management of the shallot growing environment
in real-time. The system integrates Soil Moisture sensors to measure soil moisture, DHT11 sensors for air temperature and
humidity, and ultrasonic sensors to monitor the water level in the storage tank. The collected data is processed to activate
watering, ventilation, or cooling automatically, without intensive manual intervention. The results show that the system is able
to maintain environmental parameters within an optimal range, increase plant productivity, and significantly reduce water
consumption. With this approach, the IoT-based smart greenhouse is an innovative solution to support onion farming that is
more efficient, sustainable, and resilient to environmental variability.
Keywords: Smart Greenhouse, IoT, Shallot, Environmental Monitoring, Watering Automation
ABSTRAK
Pertanian modern menghadapi tantangan besar, termasuk perubahan iklim, keterbatasan lahan, dan kebutuhan peningkatan
produktivitas untuk memenuhi permintaan pangan global. Bawang merah, sebagai komoditas hortikultura bernilai ekonomi
tinggi, memerlukan kondisi lingkungan yang terkontrol untuk pertumbuhan optimal, khususnya terkait suhu, kelembapan
udara, dan kelembapan tanah. Penelitian ini mengembangkan model sistem smart greenhouse berbasis Internet of Things (IoT)
untuk mengotomatiskan monitoring dan pengelolaan lingkungan tanam bawang merah secara real-time. Sistem ini
mengintegrasikan sensor Soil Moisture untuk mengukur kelembapan tanah, sensor DHT11 untuk suhu dan kelembapan udara,
serta sensor ultrasonik untuk memantau ketinggian air dalam tangki penampungan. Data yang dikumpulkan diolah untuk
mengaktifkan penyiraman, ventilasi, atau pendinginan secara otomatis, tanpa intervensi manual yang intensif. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa sistem ini mampu menjaga parameter lingkungan dalam kisaran optimal, meningkatkan produktivitas
tanaman, dan mengurangi konsumsi air secara signifikan. Dengan pendekatan ini, smart greenhouse berbasis IoT menjadi
solusi inovatif untuk mendukung pertanian bawang merah yang lebih efisien, berkelanjutan, dan tangguh terhadap variabilitas
lingkungan.
Kata Kunci: Smart Greenhouse, IoT, Bawang Merah, Monitoring Lingkungan, Otomasi Penyiraman.
1. Pendahuluan
Indonesia merupakan Negara yang dikenal sebagai negara agraris yang mengandalkan sektor
pertanian baik sebagai mata pencaharian maupun sebagai penopang pembangunan. Salah satu
hasil pertanian di Indonesia adalah bawang merah [1]. Bawang merah memiliki peran penting
sebagai komoditas hortikultura yang sangat berharga, dikenal atas manfaatnya yang beragam,
Lisensi
Lisensi Internasional Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0.
1
Muhammad Taher Jufri1, Fathia Alisha Fauzia2, An-Nisa Aina Nurwaida3, Azriel N. Ilhami4, Riefki Nugraha5
Jurnal Nasional Teknologi Komputer (JNASTEK) Vol. 5 No. 2 (2025)
nilai ekonomis yang tinggi, dan prospek pasar yang menjanjikan. Selain itu bawang merah
dikenal atas manfaatnya yang beragam, nilai ekonomisnya yang tinggi, dan prospek pasar yang
menjanjikan [2]. Pada tahun 2021 total produksi tanaman bawang merah di Kabupaten Garut
sebesar 357.933 Kuintal. Sehingga sejak tahun 2021 Kabupaten Garut ditetapkan sebagai salah
satu lokasi pelaksanaan program food estate holtikultura, salah satunya fokus komoditinya
yaitu bawang merah [3].
Seperti tanaman lainnya, tanaman bawang merah dapat menghadapi berbagai masalah
pertanian. Beberapa permasalahan umum yang sering terjadi pada tanaman bawang merah
adalah Gangguan Iklim, Masalah Pembibitan dan Penyiraman air yang mana pada umumnya
masih dilakukan menggunakan peralatan yang sederhana dan mengandalkan tenaga manusia
[4]. Dalam menghadapi tantangan tersebut petani dapat membangun Greenhouse sehingga
dapat meningkatkan pemeliharan dan perlindungan tanaman bawang merah dari ganngguan
iklim serta mengoptimalkan pemeliharaan, dan pemupukan tanaman bawang merah. Sehingga,
mampu meningkatkan produksi tanaman yang berkualitas tanpa tergantung dengan gangguan
iklim [5].
Untuk mendapatkan hasil yang optimal, diperlukan teknologi yang mendukuk pengelolaan
tanaman bawang merah yang lebih efektif dan efisien serta mampu beradaptasi dengna iklim.
Teknologi Internet of Things (IoT) menawarkan solusi inovatif melalui sistem monitoring
Smart Greenhouse. Pemantauan kelembapan tanah pada tanaman bawang merah dapat
dilakukan dengan menggunakan sensor soil moisture FC-28. Sensor ini dapat mendeteksi
kelembapan pada tanah yang dimana kemampuannya dapat mendeteksi dari 4%-100%. Selain
itu pemantauan suhu dan kelembapan udara dapat dilakukan dengan menggunakan sensor
DHT11. Sensor ini umumya memiliki fitur kalibrasi nilai pembacaan suhu dan kelembapan
yang cukup akurat.
Dalam menghadapi masalah tersebut, diperlukan sistem pengelolaan pertanian yang lebih
presisi dan efisien. Teknologi Internet of Things (IoT) menawarkan solusi inovatif melalui
sistem monitoring Smart Greenhouse. Dengan teknologi ini, petani dapat memantau kondisi
lingkungan tanaman secara real-time dan melakukan kontrol otomatis terhadap faktor-faktor
yang mempengaruhi pertumbuhan bawang merah, seperti suhu dan kelembapan [6].
2. Tinjauan Pustaka
2.1. Greenhouse
Green house atau rumah kaca adalah bangunan yang berfungsi untuk melindungi tanaman dari
cuaca ekstrem dan menciptakan lingkungan yang optimal untuk pertumbuhannya. Greenhouse
dapat melindungi tanaman dari efek sinar langsung dari matahari dan mencegah luapan air
yang berlebihan akibat curah hujan yang tinggi. Greenhouse merupakan tempat yang baik
untuk budidaya tanaman karena mengurangi hama dan cuaca ekstrim [7]. Greenhouse
merupakan media yang digunakan untuk mengendalikan cahaya yang ada didalamnya,
menjaga suhu dan kelembaban agar tanaman yang dibudidayakan dapat tumbuh dan
berkembang dengan baik. Sehingga besarnya suhu, tingkat kelembaban dan kadar asam dalam
tanah di dalam rumah kaca tersebut akan berbeda dengan kondisi suhu, kelembaban dan tanah
diluarnya [6].
2.2. Internet Of Things (IoT)
Lisensi
Lisensi Internasional Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0.
2
Muhammad Taher Jufri1, Fathia Alisha Fauzia2, An-Nisa Aina Nurwaida3, Azriel N. Ilhami4, Riefki Nugraha5
Jurnal Nasional Teknologi Komputer (JNASTEK) Vol. 5 No. 2 (2025)
Internet of Things (IoT) adalah menghubungkan berbagai objek untuk melakuakn kegiatan
komputasi secara cerdas memanfaatkan jaringan internet [8]. Internet of Things (IoT) adalah
struktur dimana objek, orang, disediakan dengan identitas eksklusif dan kemampuan untuk
pindah data melalui jaringan tanpa memerlukan dua arah antara manusia ke manusia yaitu
sumber ke tujuan atau interaksi manusia ke computer [9].
2.3. Bawang Merah
Bawang merah (Allium cepa L. var. aggregatum) adalah salah satu tanaman hortikultura
penting yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Bawang merah digunakan sebagai bahan baku
dalam industri makanan, obat-obatan, dan rempah-rempah [10].
3. Bahan & Metode
Penelitian ini dilakukan dalam skala laboratorium dengan membangun Prototipe Smart
Greenhouse yang dilengkapi dengan berbagai perangkat IoT.
Gambar 1. Prototipe Greenhouse dari bahan Akrilik
Sistem ini menggunakan sensor DHT11 untuk mendeteksi suhu dan kelembapan udara. System
ini juga menggunakan Soil moisture untuk menteksi kelembapan tanah yang di jalankan
menggunakan mikrokontroler ESP32 dan Arduino R3. Data yang diperoleh akan dikirimkan
ke dashboard berbasis aplikasi mobile (Blynk) untuk pemantauan dan analisis. Prototipe ini
juga dilengkapi dengan pompa air yang terhubung ke relay dan akan aktif ketika kelembapan
tanah bawang merah turun pada ambang batas tertentu. Untuk melihat skema rangkaian dari
penelitian ini dapat di lihat pada gambar 2 berikut.
Lisensi
Lisensi Internasional Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0.
3
Muhammad Taher Jufri1, Fathia Alisha Fauzia2, An-Nisa Aina Nurwaida3, Azriel N. Ilhami4, Riefki Nugraha5
Jurnal Nasional Teknologi Komputer (JNASTEK) Vol. 5 No. 2 (2025)
Gambar 2. Skema Rangkaian Smart Greenhouse
Sistem ini dirancang dengan menggunakan Aplikasi Blynk, dan pemrogramannya dilakukan
dengan bahasa C/C++ melalui Visual Studio Code. Library khusus digunakan untuk membaca
data dari sensor serta mengontrol komunikasi ESP8266. Untuk meningkatkan efisiensi
penyiraman. Gambar berikut adalah tangkapan layar dari smart phone yang tekoneksi melalui
interent dengan perangkat ESP8266.
Gambar 3. Aplikasi Blynk di Smartphone
4. Hasil
Hasil pengamatan menunjukkan bahwa sistem berhasil memantau dan mengontrol kelembapan
tanah dan udara secara real-time. Untuk melihat hasil pengamatan dapat di lihat pada tabel 1
berikut.
Tabel 1. Hasil Pengamatan Sensor Soil Moisture dan Sensor DHT
Parameter Nilai
Kelembapan Tanah (%) 85
Lisensi
Lisensi Internasional Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0.
4
Muhammad Taher Jufri1, Fathia Alisha Fauzia2, An-Nisa Aina Nurwaida3, Azriel N. Ilhami4, Riefki Nugraha5
Jurnal Nasional Teknologi Komputer (JNASTEK) Vol. 5 No. 2 (2025)
Suhu Udara (°C) 25
Kelembapan Udara (%) 71
Gambar 4. Halis pengukuran Kelembapan Tanah dan Suhu Udara
Sensor soil moisture mampu mendeteksi kadar kelembapan tanah dengan akurasi hingga 100%.
Ketika kelembapan tanah mencapai 85%, water pump otomatis berhenti menyiram, sementara
saat turun di bawah 40%, pompa aktif kembali dalam waktu respons 3 detik. Sensor DHT
mampu mendeteksi suhu udara dengan akurasi 100%. Ketika suhu dan kelembapan udara
mencapai 76 %, blower otomatis berhenti bekerja, sementara saat turun dibawah 70% , blower
akan aktif kembali dalam waktu respon 2 detik.
Hasil pengamatan berikutnya menunjukkan bahwa sistem berhasil memantau dan mengontrol
penampuang air pada tangki. Untuk melihat hasil pengamatan dapat di lihat pada tabel 1
berikut.
Tabel 2. Hasil Pengamatan Ultrasonic
Parameter Nilai
Ketinggian Air Tanki 14
Ketinggian Air Pembuangan 7
Gambar 5. Pengukuran Ketinggian Air Tanki dan Pembuangan
Sensor ultrasonik memantau ketinggian air dalam tangki, memberikan kontrol terhadap
kapasitas air yang digunakan. Air pembuangan setinggi 7 cm ini dapat disalurkan untuk
mengairi tanaman lain, sehingga meningkatkan efisiensi penggunaan air dan menjadi nilai
tambah sebagai kebaruan dalam penelitian ini.
5. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian, implementasi sistem Smart Greenhouse berbasis IoT telah
menunjukkan efektivitas dalam meningkatkan produktivitas dan efisiensi pertanian bawang
merah. Sistem ini mampu memberikan pemantauan lingkungan yang akurat, mengoptimalkan
penggunaan air dan pupuk, serta mengurangi biaya operasional. Selain itu, sistem irigasi
otomatis berbasis sensor juga membantu petani dalam mengelola pertanian secara lebih efisien
dan presisi.
Lisensi
Lisensi Internasional Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0.
5
Muhammad Taher Jufri1, Fathia Alisha Fauzia2, An-Nisa Aina Nurwaida3, Azriel N. Ilhami4, Riefki Nugraha5
Jurnal Nasional Teknologi Komputer (JNASTEK) Vol. 5 No. 2 (2025)
Namun, tantangan seperti keterbatasan akses internet, biaya awal yang cukup tinggi, dan
kurangnya pemahaman teknologi di kalangan petani masih menjadi kendala utama dalam
adopsi teknologi ini. Oleh karena itu, diperlukan dukungan dari berbagai pihak, termasuk
pemerintah dan institusi pendidikan, untuk menyediakan pelatihan, pendanaan, serta
infrastruktur yang mendukung implementasi lebih luas dari Smart Greenhouse berbasis IoT.
Dengan demikian, penerapan teknologi ini tidak hanya bermanfaat bagi petani dalam
meningkatkan hasil pertanian, tetapi juga mendukung pertanian yang lebih berkelanjutan dan
berbasis data di Indonesia.
REFERENSI
[1] M. P. Shania Octari, Krisnatalia R Pasaribu, “KELEMBABAN TANAH BERBASIS IOT
DENGAN MENGGUNAKAN JARINGAN LORA MULTI-HOP,” Konf. Nas. Sos. dan Eng.
Politek. Negeri Medan Tahun 2022, pp. 889–897, 2022.
[2] I. Marina, S. A. Andayani, D. Dinar, and A. A. Gimnastiar, “Optimasi Pertanian Bawang Merah:
Studi Tentang Pengaruh Faktor Produksi,” J. Sustain. Agribus., vol. 2, no. 2, pp. 6–12, 2023,
doi: 10.31949/jsa.v2i2.8457.
[3] Humas Pemdakab Garut, “Bupati Garut Lakukan Panen Raya Bawang Merah dan Resmikan
Jalan Usaha Tani,” Humas Pemkab Garut, 2022. [Link]
lakukan-panen-raya-bawang-merah-dan-resmikan-jalan-usaha-tani-7954 (accessed Mar. 21,
2025).
[4] R. Doni, F. A. Putri, and F. P. Nasution, “Perancangan Sistem Berkelanjutan Untuk Budidaya
Bawang Merah,” UNES J. Inf. Syst., vol. 8, no. 2, pp. 91–104, 2023, [Online]. Available:
[Link]
[5] F. Malinda, N. Sultan, and E. Hasibuan, “Perancangan Sistem Mitigasi Smart Greenhouse untuk
Hidroponik Pendahuluan,” vol. 20, pp. 247–258, 2021.
[6] G. M. Putra and D. Faiza, “CAHAYA PADA GREENHOUSE UNTUK TANAMAN
BAWANG MERAH MENGGUNAKAN INTERNET OF THINGS ( IOT ),” J. Pendidik.
Tambusai, vol. 5, pp. 11404–11419, 2021, [Online]. Available:
[Link]
[7] B. Priyonggo et al., “Perancangan dan Uji Kinerja Sistem Kendali Iklim Mikro di Smart
Greenhouse Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor,” J. Teknotan, vol. 17, no. 3, p. 161,
2023, doi: 10.24198/jt.vol17n3.1.
[8] A. Y. Rangan, A. Yustina, and M. Awaludi, “Jurnal E-KOMTEK ( Elektro-Komputer-Teknik
),” J. E-Komtek (Elektro-Komputer Tek., vol. 4, no. 2, pp. 168–183, 2020, [Online]. Available:
[Link]
[9] N. Azizah and Tharmin, “Penyiraman dan Pemupukan Tanaman Bawang Merah Secara
Otomatis Pada Greenhouse Menggunakan Internet of Things (IoT),” J. Vocat. Tek. Elektron.
dan Inform., vol. 9, no. 4, 2021.
[10] M. A. Y. Marwondo, Sardjono, “Automation Watering System Berbasis IoT Cerdas pada
Bawang Merah,” Intern. (Information Syst. Journal), vol. 6, no. 2, pp. 167–175, 2023.
[11] P. Medica et al., Buku Metode Penelitian Kualitatif & Kuantitatif, no. March. 2020.
******
Lisensi
Lisensi Internasional Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0.