0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan74 halaman

Pra RK3K

Dokumen ini adalah pra-rencana keselamatan dan kesehatan kerja (K3) untuk proyek Supervisi Pengendalian Banjir di Kabupaten Ponorogo oleh PT. Antusias Raya. Terdapat identifikasi bahaya, pengendalian risiko, serta pemenuhan perundang-undangan yang harus diikuti untuk memastikan keselamatan kerja. Sasaran K3 mencakup zero accident dan penerapan elemen SMK3 minimal 80%.

Diunggah oleh

Hendrik Dwi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan74 halaman

Pra RK3K

Dokumen ini adalah pra-rencana keselamatan dan kesehatan kerja (K3) untuk proyek Supervisi Pengendalian Banjir di Kabupaten Ponorogo oleh PT. Antusias Raya. Terdapat identifikasi bahaya, pengendalian risiko, serta pemenuhan perundang-undangan yang harus diikuti untuk memastikan keselamatan kerja. Sasaran K3 mencakup zero accident dan penerapan elemen SMK3 minimal 80%.

Diunggah oleh

Hendrik Dwi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

PRA-RENCANA KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA

KONTRAK (PRA-RK3K)

A. Kebijakan K3
Direktur Perusahaan atas nama PT. Antusias Raya (KSO) PT. Segoro Kidul, Manajemen
Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dalam melaksanakan kegiatan Pekerjaan di Balai Besar
Wilayah Sungai Bengawan Solo pada pekerjaan Supervisi Pengendalian Banjir 3 (Tiga) Sungai
di Kab. Ponorogo dan Anak Sungainya Tahap I tahun anggaran 2021.

B. Perencanaan
01. Identifikasi Bahaya & Pengendalian Risiko Bahaya
No Uraian Kegitan Identifikasi Bahaya Dampak / Resiko Pengendalian Resiko
1 Mobilisasi Perjalanan ke lokasi Kecelakaan lalu lintas - Pengaturan waktu yang cukup
personil dan Proyek diperjalanan sehingga tidak terburu-buru
peralatan - Pengemudi disediakan waktu
istirahat
- Kelengkapan dan fungsi kendaraan
dipenuhi sesuai standar, seperti
ban tidak boleh aus, rem dan
mesin berfungsi baik, elektrikal
berfungsi baik.
2 Survey Perjalanan ke lokasi Kecelakaan lalu lintas - Pengaturan waktu yang cukup
pendahuluan proyek diperjalanan sehingga tidak terburu-buru
inventarisasi dan - Pengemudi disediakan waktu
identifikasi istirahat
lapangan - Kelengkapan dan fungsi kendaraan
dipenuhi sesuai standar, seperti
ban tidak boleh aus, rem dan
mesin berfungsi baik, elektrikal
berfungsi baik.
3 Penyusunan Sedang terjadi - Personil tertular virus yang - Pengaturan jarak tempat duduk di
laporan-laporan pandemi virus covid- sedang mewabah yang kantor,
awal 19 mengakibatkan sakit dan tidak - Penggunaan masker,
Diskusi-diskusi dan bisa bekerja; - Menyediakan sanitizer, sabun dan
pembahasan - Pekerjaan terhambat dan tempat cuci tangan di kantor,
beresiko keterlambatan - Secara periodik melakukan
penyelesaian pekerjaan penyemprotan disinfektan di
tempat kerja dan lingkungannya,
- Memeriksa secara rutin suhu
tubuh karyawan dan tamu yang
masuk kantor.
Bekerja dengan - Kelelahan fisik dan psikis atau - Pengaturan jam kerja dan jam
jam kerja melebihi stress istirahat yang cukup.
batas - Produktifitas kerja menurun - Pengaturan program kerja dan
- Pekerjaan terlambat metode kerja yang efektif,
- Penyediaan vitamin dan suplemen
4 Pengukuran Survey penelusuran - Terkilir atau cidera kaki akibat - Menggunakan sepatu safety dan
Topografi lokasi rencana tertusuk benda tajam APD lengkap
dinding penahan - Jatuh, terpeleset, tergelincir - Penyediaan perlengkapan P3K
tanah/perkuatan dari ketinggian selama di lapangan
tebing - Tenggelam/hanyut di sungai - Menggunakan tali pengaman
- Digigit/disengat hewan melata pada saat bekerja di ketinggian
- Menggunakan pelampung pada
saat bekerja di sungai,
- Tidak memuat penumpang di
perahu melebihi kapasitas,

Hal >> 1
No Uraian Kegitan Identifikasi Bahaya Dampak / Resiko Pengendalian Resiko
- Menggunakan tali pengaman
pada saat berada di sungai
dangkal yang berarus deras
5 Supervisi Supervisi pekerjaan - Terkena swing dari bucket - Berada posisi swing dan posisi alat
Pengawasan dinding penahan excavator yang aman Penambahan rambu-
lapangan tanah/perkuatan - Terkena longsoran dari bekas rambu dan pagar pengaman di
tebing galian pekerjaan. lokasi
- Tertabrak/terlindas truck - Penambahan lampu dan pembatas
mixer pada saat pengecoran yang aman pada saat pengecoran
- Tertimpa Triangular Piles pada malam
saat pemasangan - Memakai APD yang lengkap
- Tertimbun galian
- Terperosok
- Tertimpa material/alat

02. Pemenuhan Perundang-Undangan & Persyaratan Lainnya


Daftar Peraturan Perundang-Undangan dan Persyaratan K3 yang wajib dipunyai dan
dipenuhi dalam melaksanakan paket pekerjaan ini adalah:

 UU No. 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja;


 UU No. 18 Tahun 1999 tentang Jasa Konstruksi;
 Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 09/PRT/M/2008 tentang Pedoman Sistem
Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) Konstruksi Bidang Pekerjaan
Umum;
 UU Uap Tahun 1930 (Stoom Ordonnantie);
 UU Republik Indonesia No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan;
 Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi R.I. No. Per.03/MEN/1978 tentang
Penunjukan dan Wewenang serta Kewajiban Pegawai Pengawas Keselamatan dan
Kesehatan Kerja dan Ahli Keselamatan Kerja;
 Peraturan Menteri Tenaga Kerja R.I. No. Per-04/MEN/1987 tentang Panitia Pembina
Keselamatan dan Kesehatan Kerja;
 Peraturan Menteri Tenaga Kerja R.I. No. Per.02/MEN/1992 tentang Tata Cara
Penunjukan, Kewajiban dan Wewenang Ahli Keselamatan dan Kesehatan Kerja;
 Peraturan Menteri Tenaga Kerja R.I. No. Per.01/MEN/1998 tentang Penyelenggaraan
Pemeliharaan Kesehatan Bagi Tenaga Kerja dengan Manfaat Lebih dari Paket
Jaminan Pemeliharaan Dasar Jaminan Sosial Tenaga Kerja;
 Peraturan Menteri Tenaga Kerja R.I. No. Per.03/MEN/1998 tentang Tata Cara
Pelaporan dan Pemeriksaan Kecelakaan;
 UU Republik Indonesia No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan;

Hal >> 2
 Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi R.I. No. Per.01/MEN/1980 tentang
Keselamatan dan Kesehatan Kerja pada Konstruksi Bangunan;
 Keputusan Bersama Menteri Tenaga Kerja dan Menteri Pekerjaan Umum No.
Kep.174/MEN/1986 dan No. 104/KPTS/1986 tentang Keselamatan dan Kesehatan
Kerja pada Tempat Kegiatan Konstruksi; dan
 Peraturan Menteri Tenaga Kerja R.I. No. Per.01/MEN/1989 tentang Kualifikasi dan
Syarat-syarat Operator Keran Angkat.
C. Sasaran K3 & Program K3
01. Sasaran K3
 Tidak ada kecelakaan kerja yang berdampak korban jiwa (Zero Fatal Accindent);
 Tingkat penerapan elemen SMK3 minimal 80%;
 Semua pekerja wajib memakai APD yang sesuai bahaya dan risiko pekerjaannya
masing-masing;
 Dapat meminimalisir terjadinya kecelakaan; dan
 Mengurangi kecelakaan yang berakibat fatal.
02. Program K3

 Memastikan semua pekerja untuk mematuhi peraturan yang telah ditetapkan; dan
 Membuat peraturan tentang keselataman dan kesehatan kerja.
03. Organisasi K3

Menyediakan petugas K3 sesuai dengan struktur organisasi yang diusulkan

Penanggung Jawab (K3)

(Manager Lapangan)

Pertolongan Darurat Pertolongan Pertama Pada Jenis Kegiatan Survey Lapangan

Kecelakaan (P3K) Kerja  Pengawasan


(Emergency)  Survey

Jenis Resiko

 Tenggelam
 Tertimpa Benda Tajam
 Jenis Kecelakaan Lainnya

Hal >> 3
RENCANA KESELAMATAN KONSTRUKSI (RKK) KONSULTANSI
KONSTRUKSI PENGAWASAN/ MANAJEMEN
PENYELENGGARAAN KONSTRUKSI

Supervisi Pemeliharaan Berkala Bengawan Solo Hulu


a. Pemeliharaan Berkala Tanggul Sungai
Bengawan Solo Hulu di Kabupaten Klaten
Lokasi Pekerjaan :
b. Pemeliharaan Berkala Sungai Bengawan Solo
Hulu di Kabupaten Sukoharjo
Nomor Kontrak :
210 (dua ratus sepuluh) hari Kalender terhitung
Waktu Pelaksanaan : sejak dikeluarkannya Surat Perintah Mulai Kerja
(SPMK)

DISUSUN OLEH:
PT. Antusias Raya (KSO) PT. Segoro Kidul

Wahjoe Setyohadi
Ketua KSO

Hal >> 4
Lembar Pengesahan
RENCANA KESELAMATAN KONSTRUKSI (RKK) KONSULTANSI KONSTRUKSI
PENGAWASAN/ MANAJEMEN PENYELENGGARAAN KONSTRUKSI
Supervisi Pengendalian Banjir 3 (Tiga) Sungai di Kab. Ponorogo dan Anak Sungainya
Tahap I
Waktu pelaksanaan pekerjaan ini adalah 270 (dua ratus tujuh puluh) hari kalender terhitung
sejak dikeluarkannya Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK).

Pihak Penyedia Jasa Pihak Pengguna Jasa


Dibuat Oleh: Disetujui Oleh: Pejabat Pembuat Komitmen
PT. Antusias Raya (KSO) PT. Segoro Kidul
Ketua KSO
ttd
……………………..
(Nama Lengkap)
NIP: ……………
(Diisi oleh Pengguna Jasa setelah
Wahjoe Setyohadi memberikan persetujuan pada rapat
persiapan pelaksanaan pekerjaan
konstruksi (pre construction meeting).

Hal >> 5
1. KEPEMIMPINAN DAN PARTISIPASI PEKERJA DALAM KESELAMATAN KONSTRUKSI
1.1 Lembar Pakta Komitmen Keselamatan Konstruksi
Memuat Lembar Pakta Komitmen Keselamatan Konstruksi yang ditandatangani oleh Kepala
Pengawas Pekerjaan Konstruksi dan Pengguna Jasa.

Format Lembar Pakta Komitmen Keselamatan Konstruksi

KOMITMEN RENCANA AKSI KESELAMATAN KONSTRUKSI

PT. Antusias Raya (KSO) PT. Segoro Kidul


PT. Antusias Raya (KSO) PT. Segoro Kidul sebagai Badan Usaha Jasa Konstruksi
berkomitmen melaksanakan pengawasan pelaksanaan pekerjaan konstruksi berkeselamatan
pada pelaksanaan Paket Pekerjaan Pembangunan Supervisi Pengendalian Banjir 3 (Tiga)
Sungai di Kab. Ponorogo dan Anak Sungainya Tahap I demi terciptanya Zero Accident,
dengan memastikan:
a. Pemenuhan ketentuan Keselamatan Konstruksi telah sesuai dengan Dokumen RKK;
b. Pengawasan mengacu kepada Kerangka Acuan Kerja (KAK);
c. Pengawasan pelaksanaan berdasarkan kesesuaian standar dan desain;
d. Pengawasan pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP);
e. Menggunakan tenaga kerja yang berkompeten dan bersertifikat.
…[kota], …………. 20xx
Kepala Pengawas Pekerjaan Kepala Pengawas Pekerjaan

……………………….. ………………………..
(Nama Lengkap) (Nama Lengkap)

*Diisi oleh pengguna jasa setelah memberikan persetujuan pada rapat persiapan
pelaksanaan pekerjaan konstruksi (preconstruction meeting)

Hal >> 6
PERENCANAAN KESELAMATAN KONSTRUKSI
2.1 Identifikasi Bahaya dan Pengendalian Risiko
Memuat tabel identifikasi bahaya dan pengendalian risiko terhadap aktivitas
pengawasan pelaksanaan konstruksi sesuai tahapan pekerjaan konstruksi yang dibuat
oleh Penanggung Jawab Keselamatan Konstruksi (Penyedia Jasa Konsultansi
Konstruksi Pengawasan/Konsultansi Konstruksi MK) dan disetujui oleh Pimpinan
Konsultan Pengawas/MK Pekerjaan Konstruksi.
Tabel 1 Contoh Format Tabel Identifikasi Bahaya dan Pengendalian Risiko*.

Uraian Identifikasi Dampak / Pengendalian


No
Kegiatan Bahaya Risiko Risiko

Dibuat Oleh Pengawas/MK Disetujui Oleh

Pimpinan Pengawas/MK

Ttd Ttd

(Nama Lengkap) (Nama Lengkap)

*format tabel dapat mengikuti contoh

Hal >> 7
Tabel 2 Penjelasan Tabel Contoh Format Tabel Identifikasi Bahaya dan Pengendalian
Resiko
Uraian Kegiatan : Tahapan kegiatan pelaksanaan pekerjaan
sesuai dengan pekerjaan rutin dan non- rutin.
Identifikasi Bahaya : Menetapkan karakteristik kondisi bahaya
/ tindakan bahaya terhadap aktivitas
pengawasan pelaksanaan konstruksi sesuai
dengan peraturan terkait.
Dampak / Risiko : Paparan /konsekuensi yang timbul akibat kondisi
bahaya dan tindakan bahaya terhadap aktivitas
pengawasan pelaksanaan konstruksi.
Pengendalian Risiko : Kegiatan yang dapat mengendalikan baik
mengurangi maupun menghilangkan
dampak bahaya yang timbul.

2.2 Peraturan Perundang-undangan dan Standar


Identifikasi peraturan perundangan dan persyaratan lainnya diuraikan menurut
identifikasi bahaya dan pengendalian risiko terhadap aktivitas pengawasan
pelaksanaan konstruksi sesuai tahapan pekerjaan konstruksi.*

Tabel 3 Contoh Format Peraturan Perundang-undangan dan Standar

Peraturan Perundangan & Persyaratan Lainnya


No Metode Pelaksanaan
Yang Menjadi Acuan

2.3 Sasaran dan Program Pengawasan


Memuat tabel sasaran dan program berdasarkan identifikasi bahaya dan
pengendalian risiko terhadap aktivitas pengawasan pelaksanaan konstruksi sesuai
tahapan pekerjaan konstruksi.

Hal >> 8
Tabel 4 Contoh Format Sasaran dan Program Pengawasan
No Uraian Kegiatan Sasaran Program Pengawasan
1. Pekerjaan galian 1. Galian dengan 1. Memastikan metode
tanah kedalaman kedalaman 2 m, dengan pelaksanaan yang
2m kondisi tanah berpasir disepakati dengan
tdk terjadi longsor, menggunakan dinding
penahan tanah
2. Pekerja tidak tertimbun dilaksanakan,
longsor, 2. Memastikan pekerja
mengikuti prosedur yang
sudah ditetapkan,
3. Memastikan metode
3. Galian sesuai dengan pelaksanaan galian
spesifikasi teknis. sesuai dengan spesifikasi
teknis,
2 Dst, Dst, Dst,

3. DUKUNGAN KESELAMATAN KONSTRUKSI


3.1 Kompetensi
a. Daftar
Personel
Memuat daftar personel yang ikut dalam Pengawasan Pelaksanaan Pekerjaan
Konstruksi.
Tabel 5 Contoh Daftar Personel Pengawasan Pelaksana Pekerjaan Konstruksi
Jumlah
No Jabatan Nama Personel
Personel
Ahli K3 Konstruksi/Petugas
1
Keselamatan Konstruksi
Ahli Teknik Terkait / Ahli Teknik Sesuai
2
bidangnya

b. Sertifikat Personel
Memuat sertifikat Personel yang ikut dalam Pengawasan Pelaksanaan Pekerjaan Konstruksi
pada Tabel 5 Contoh Daftar Personel Pengawas Pelaksana Pekerjaan Konstruksi.
Contoh:
1. Sertifikat Ahli Muda K3
2. Sertifikat Ahli Jalan dan Jembatan Dst.

Hal >> 9
4. OPERASI KESELAMATAN KONSTRUKSI
4.1 Struktur Organisasi Pengawasan Pekerjaan Konstruksi
Memuat bagan struktur organisasi Pengawas Pekerjaan Konstruksi beserta tugas dan tanggung
jawabnya.

Tabel 6 Contoh Tugas dan Tanggung Jawab Terhadap Keselamatan


Konstruksi
No Jabatan Tugas Dan Tanggung Jawab
1 Pimpinan
Pengawasan

2 Penanggung
Jawab
Keselamatan
Konstruksi
Pengawas

Hal >> 10
3 Inspeksi
Engineer

Dst.

4.2 Pengelolaan Keselamatan Konstruksi


Memuat prosedur dan/atau instruksi kerja pengawasan pada proses pelaksanaan
konstruksi yang ditandatangani oleh Pimpinan Pengawas Pekerjaan Konstruksi dan
Pengguna Jasa untuk dilaksanakan.

5. Evaluasi Kinerja Keselamatan Konstruksi


Memuat Laporan Hasil Pengawasan Pelaksanaan Pekerjaan terkait Penerapan SMKK. Isi
Laporan Hasil Pengawasan Pelaksanaan Pekerjaan sekurang-kurangnya mencakup lembar
pengawasan dan formulir izin kerja yang telah ditandatangan.

RENCANA KESELAMATAN KONSTRUKSI (RKK)

Supervisi Pemeliharaan Berkala Bengawan Solo Hulu


Pemberi Tugas : Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo
a. Pemeliharaan Berkala Tanggul Sungai
Bengawan Solo Hulu di Kabupaten Klaten
Lokasi Pekerjaan :
b. Pemeliharaan Berkala Sungai Bengawan Solo
Hulu di Kabupaten Sukoharjo
Nomor Kontrak :
Waktu pelaksanaan pekerjaan ini adalah 270
(dua ratus tujuh puluh) hari kalender terhitung
Waktu Pelaksanaan :
sejak dikeluarkannya Surat Perintah Mulai Kerja
(SPMK).

Disusun Oleh
PT. Antusias Raya (KSO) PT. Segoro Kidul

Hal >> 11
Lembar Pengesahan
RENCANA KESELAMATAN KONSTRUKSI (RKK)
Supervisi Pemeliharaan Berkala Bengawan Solo Hulu

Pihak Penyedia Jasa Pihak Pengawas Pekerjaan Pihak Pengguna Jasa


Disetujui Oleh:
Dibuat Oleh: Diperiksa Oleh: Pengguna Jasa
(Pejabat Pembuat Komitmen)
PT. Antusias Raya ……………………
(KSO) PT. Segoro (Nama Jabatan)
Kidul ttd
(Ketua KSO) ttd ………………………
(Nama Lengkap)
……………………… NIP: ……………
(Nama Lengkap) (Diisi oleh Pengguna Jasa
setelah memberikan
Wahjoe Setyohadi (Ditandatangi oleh Pimpinan tertinggi persetujuan pada rapat
(Ditandatangi oleh Penyedia Jasa Konsultansi persiapan pelaksanaan
Pimpinan tertinggi Konstruksi Pengawasan) pekerjaan konstruksi (pre
Penyedia Jasa construction meeting).
Konstruksi)

Hal >> 12
KEPEMIMPINAN DAN PARTISIPASI PEKERJA DALAM KESELAMATAN KONSTRUKSI
A.1 Kepedulian Pimpinan Terhadap Isu Eksternal dan Internal
1. Daftar Identifikasi Isu Internal dan Eksternal
Memuat daftar isu internal dan eksternal yang mempengaruhi pelaksanaan pekerjaan
konstruksi dan ditandatangani oleh ahli teknik terkait dan Penanggung Jawab
Keselamatan Konstruksi.
Daftar isu, terdiri
atas:
1. Identifikasi isu internal yang akan dihadapi saat pelaksanaan pekerjaan konstruksi
dan pengaruhnya terhadap penerapan Keselamatan Konstruksi di antaranya:
a. Tata kelola, struktur organisasi, peran dan akuntabilitas;
b. Kebijakan, tujuan, dan strategi untuk mencapainya;
c. Kemampuan dan pemahaman dalam hal sumber daya, pengetahuan, dan
kompetensi (seperti modal, waktu, sumber daya manusia, proses, sistem, dan
teknologi);
d. Hubungan dengan, serta persepsi dan nilai-nilai dari, pekerja;
e. Pengaturan waktu kerja;
f. Kondisi kerja; dan
g. Perubahan dan lain-lain yang terkait dengan hal-hal di atas.
2. Identifikasi isu eksternal yang akan dihadapi saat pelaksanaan pekerjaan konstruksi
dan pengaruhnya terhadap penerapan Keselamatan Konstruksi di antaranya:
a. Lokasi pekerjaan, sosial, budaya, teknologi, dan alam;
b. Subkontraktor, pemasok, mitra dan penyedia, teknologi baru, dan
munculnya pekerjaan baru;
c. Pengetahuan baru tentang produk dan pengaruhnya terhadap kesehatan dan
keselamatan;
d. Hubungan dengan kepentingan pengguna jasa terkait dengan pekerjaan
konstruksi;
e. Perubahan dan lain-lain yang terkait dengan hal-hal di atas.

Hal >> 13
Tabel A-1. Contoh Identifikasi dan Penetapan Isu Eksternal dan Internal

DAFTAR IDENTIFIKASI ISU EKSTERNAL DAN INTERNAL PAKET PEKERJAAN: INSTALASI SPAM
KATEGORI JENIS KEINGINAN DAN HARAPAN
NO ISU DAMPAK JENIS ISU SUMBER ISU
ISU SWOT INTERNAL EKSTERNAL
1 Jadwal Pekerja bekerja Kinerja Eksternal Threat Surat Kebutuhan: Keinginan:
Pekerjaan lebih dari 1 shif Perintah - sesuai jadwal - Tidak mengganggu
dipercepat, Kerja - sesuai metode kerja aktifitas Harapan:
(SPK) Harapan: - metode kerja aman
- Tidak terjadi kecelakaan terhadap lingkungan
& penyakit akibat kerja
- proyek tdk dihentikan /
tdk didemo
2 Struktur Penambahan Kinerja Internal Strength Struktur Keinginan : Keinginan:
organisasi personil Organisasi - Penambahan Personil - Tidak mengganggu
Keselamatan diharapkan penerapan aktifitas
Konstruksi dalam SMKK lebih efektif;
pekerjaan Harapan Harapan:
- tidak terjadi kecelakaan & - metode kerja aman
penyakit akibat kerja terhadap lingkungan
3 dst. dst. dst. dst. dst. dst. dst. dst.

Ahli Teknik Terkait Penanggung Jawab Keselamatan Konstruksi

Ttd Ttd

(Nama Lengkap) (Nama Lengkap)

Hal >> 14
Unit Keselamatan Konstruksi/UKK (Organisasi Pengelola SMKK)
a. Memuat bagan struktur organisasi yang dapat menjelaskan hubungan koordinasi
antara Pelaksana Konstruksi, Kantor Pusat dan pengelola SMKK.

Diagram A-1 Contoh Struktur Organisasi Pengelola SMKK*


*Format struktur organisasi dapat mengikuti contoh.

b. Memuat prosedur dan/atau petunjuk kerja yang menggambarkan hubungan kerja antara
Pelaksana Pekerjaan Konstruksi dengan Kantor Pusat Penyedia Jasa. Prosedur dan/atau
petunjuk kerja ditandatangani oleh Direktur Utama Penyedia Jasa. Isi prosedur dan/atau
petunjuk kerja sekurang-kurangnya meliputi:

1. Tugas, tanggung jawab dan wewenang Tim Pelaksana Pekerjaan

Konstruksi dan Kantor Pusat Penyedia Jasa;

2. Hubungan kerja antara Tim Pelaksana Pekerjaan Konstruksi dan


Kantor Pusat Penyedia Jasa;

3. Jadwal pelaporan kinerja pelaksanaan pekerjaan khususnya terkait Keselamatan


Konstruksi pada pimpinan puncak Penyedia
Jasa di Kantor Pusat;

Hal >> 15
4. Kendala yang dihadapi terkait pelaksanaan pekerjaan khususnya terkait masalah
Keselamatan Konstruksi dan alternatif solusi pemecahan masalah tersebut yang
membutuhkan bantuan dukungan dari pimpinan puncak Penyedia Jasa di Kantor Pusat.

Diagram A-2. Contoh Tugas dan Tanggung Jawab Organisasi Unit Keselamatan
Konstruksi

A.2 Tabel Tugas dan Tanggung Jawab UKK

Jabatan Tugas dan Tanggung Jawab


Menetapkan kebijakan Keselamatan Konstruksi
Memastikan dipenuhinya persyaratan SMKK
pada pelaksanaan kegiatan
Direktur HSE Memastikan terlaksananya pelaksanaan Keselamatan
Konstruksi pada proyek konstruksi
Menetapkan Sasaran Program Keselamatan Konstruksi
Melaporkan Kinerja Penerapan SMKK kepada pengguna jasa
Mengkoordinir penerapan SMKK di tempat
kegiatan konstruksi
Menyiapkan dokumen-dokumen yang dipersyaratkan dalam
penerapan SMKK
Pimpinan UKK
Memastikan kegiatan Keselamatan Konstruksi di tempat kerja
terlaksana dengan baik
Melakukan inspeksi Keselamatan Konstruksi di tempat kerja
Melakukan Koordinasi dengan pihak-pihak terkait
Melaksanakan induksi Keselamatan Konstruksi
Melaksanakan konsultasi dan komunikasi Keselamatan
Petugas Keselamatan Konstruksi di tempat kerja
Konstruksi Melakukan inspeksi Keselamatan Konstruksi di tempat kerja
Melaporkan kejadian baik berupa insiden maupun accident
kepada Manajer/Koordinator Keselamatan Konstruksi

Hal >> 16
Jabatan Tugas dan Tanggung Jawab
Melaporkan kejadian tanggap darurat kepada
Petugas Tanggap Manajer/Koordinator Keselamatan Konstruksi
Darurat Mengumumkan kondisi darurat di tempat kerja, kepada
seluruh pekerja
Melakukan tindakan pertolongan pertama pada kecelakaan di
tempat kerja
Petugas P3K
Memastikan peralatan P3K dalam kondisi baik
Memastikan isi kotak P3K sesuai dengan peraturan

A.3 Komitmen Keselamatan Konstruksi


1. Lembar Pakta Komitmen Keselamatan Konstruksi
Memuat Lembar Pakta Komitmen Keselamatan Konstruksi yang ditandatangani oleh
pimpinan tertinggi badan usaha.

[Contoh Pakta Integritas Badan Usaha Tanpa KSO]


PAKTA KOMITMEN KESELAMATAN KONSTRUKSI
Saya yang bertanda tangan di bawah ini:

Nama : Wahjoe Setyohadi


Jabatan : Ketua KSO
Bertindak untuk : PT. Antusias Raya (KSO) PT. Segoro Kidul

dalam rangka pekerjaan Supervisi Pengendalian Banjir 3 (Tiga) Sungai di Kab. Ponorogo dan
Anak Sungainya Tahap I berkomitmen melaksanakan konstruksi berkeselamatan demi
terciptanya Zero Accident, dengan memastikan bahwa seluruh pelaksanaan konstruksi:
1. Memenuhi ketentuan Keselamatan Konstruksi;
2. Menggunakan tenaga kerja kompeten bersertifikat;
3. Menggunakan peralatan yang memenuhi standar kelaikan;
4. Menggunakan material yang memenuhi standar mutu;
5. Menggunakan teknologi yang memenuhi standar kelaikan; dan
6. Melaksanakan Standar Operasi dan Prosedur (SOP);
7. Memenuhi 9 (sembilan) komponen biaya penerapan SMKK.

Hal >> 17
Samarinda, 24 Januari 2021
PT. Antusias Raya (KSO) PT. Segoro Kidul

Wahjoe Setyohadi
Ketua KSO

Hal >> 18
[Contoh Kebijakan Keselamatan Konstruksi]

KEBIJAKAN KESELAMATAN
KONSTRUKSI

Kami berkomitmen untuk:

1. Menjalankan pakta komitmen Keselamatan Konstruksi yang telah ditandatangani oleh


Pimpinan perusahaan.

2. Menjamin Keselamatan Konstruksi tenaga kerja, tamu, masyarakat sekitar di sekitar tempat
kerja.

3. Melakukan perbaikan keberlanjutan terhadap sistem Manajemen dan Kinerja Keselamatan


Konstruksi guna meningkatkan budaya Keselamatan Konstruksi yang baik di tempat kerja.

Untuk mencapainya, kami akan:

1. Membangun dan memelihara sistem manajemen Keselamatan Konstruksi, serta sumber


daya yang relevan.

2. Membangun tempat kerja dan pekerjaan sesuai dengan peraturan perundang-


undangan dan persyaratan lainnya terkait Keselamatan Konstruksi.

3. Memberikan pendidikan ataupun pelatihan terkait Keselamatan Konstruksi kepada tenaga


kerja untuk meningkatkan kinerja Keselamatan Konstruksi perusahaan.

Kebijakan Penghentian Pekerjaan Konstruksi

1. Dalam rangka menjaga lingkungan kerja pekerjaan konstruksi yang aman dan
berkeselamatan terhadap risiko bahaya cidera ringan, sedang dan berat pada
pekerja, kerusakan aset/properti, publik dan lingkungan, setiap personil berhak untuk
memberhentikan pekerjaan apabila melihat perilaku tidak selamat atau kondisi tidak aman
dalam melakukan pekerjaan.

2. Pekerjaan Konstruksi yang telah diberhentikan karena perintah penghentian pekerjaan tidak
akan dilanjutkan sampai semua aspek keselamatan konstruksi dipenuhi sesuai dengan
persyaratan yang telah ditetapkan.

3. Pemimpin tertinggi Penyedia Jasa memberikan kewenangan kepada Pimpinan Unit

Hal >> 19
Keselamatan Konstruksi untuk melakukan verifikasi penghentian pekerjaan.

4. Perintah penghentian pekerjaan konstruksi harus diterapkan dengan itikad baik dan
bertanggungjawab.

5. Personil yang menyerukan perintah penghentian pekerjaan tidak boleh dan tidak akan
dikenai sanksi apabila setelah diverifikasi bahwa perintah penghentian tersebut dianggap tidak
perlu atau bahkan berdampak mengganggu kemajuan pekerjaan.

6. Semua personil bertanggung jawab atas pencegahan kecelakaan.

Samarinda, 24 Januari 2021

PT. Antusias Raya (KSO) PT. Segoro Kidul

Wahjoe Setyohadi

Direktur

Disahkan,

Tempat, … [tanggal / bulan] …. [tahun]

[Nama Pengguna Jasa]

[tanda tangan], [nama lengkap]

Hal >> 20
3. Tinjauan Pelaksanaan Komitmen

Memuat jadwal kunjungan Pimpinan Penyedia Jasa Pekerjaan Konstruksi (level dari direktur
hingga ke tingkat 1 level di bawah direktur) ke proyek. Kunjungan Pimpinan Penyedia Jasa
Pekerjaan Konstruksi ke proyek sekurang-kurangnya 3 bulan sekali selama waktu pelaksanaan
proyek. Kunjungan Pimpinan Penyedia Jasa Pekerjaan Konstruksi dilakukan untuk melihat
konsistensi penerapan kebijakan yang ditetapkan oleh perusahaan secara berkesinambungan,
dengan melakukan di antaranya:

a. Kegiatan berdiskusi dengan pekerja tentang masalah-masalah Keselamatan Konstruksi di


Lapangan;
b. Memberikan solusi pemecahan terhadap masalah-masalah Keselamatan Konstruksi di
Lapangan;
c. Menegakkan kedisiplinan dengan melihat atas pelanggaran- pelanggaran yang terjadi;
Tabel A-2 Contoh Format Jadwal Kunjungan Pimpinan Penyedia Jasa

Pekerjaan Konstruksi*

Bulan ke-
No Elemen Kegiatan PIC
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
1 kepemimpinan Kunjungan Direktur
dan partisipasi Pimpinan
pekerja dalam Penyedia
keselamatan Jasa
konstruksi Pekerjaan
Konstruksi
dst. dst. dst. dst. dst. dst. dst. dst. dst. dst. dst. dst. dst. dst. dst. dst.
*Format tabel dapat mengikuti contoh.

4. Konsultasi dan Partisipasi Pekerja

a. Penyedia Jasa harus secara berkesinambungan melakukan konsultasi dengan pekerja


dan/atau perwakilan/serikat pekerja, diantaranya :
b. Konsultasi mencakup kegiatan perencanaan, pelaksanaan, evaluasi kinerja dan
tindakan perbaikan SMKK.
c. Konsultasi dilakukan dengan:
i. menyediakan mekanisme, waktu, dan sumber daya yang diperlukan untuk konsultasi;
ii. menyediakan informasi SMKK yang valid dan dapat diakses setiap saat;
iii. menghilangkan dan/atau meminimalkan hal-hal yang menghambat pekerja untuk
berpartisipasi;

Hal >> 21
iv. melakukan konsultasi dengan pekerja lain yang berkepentingan terkait dengan:
 kebijakan, kebutuhan, program dan kegiatan SMKK;
 susunan, peran, tanggung jawab dan wewenang organisasi;
 pemenuhan ketentuan peraturan perundang-undangan dan peraturan lainnya;
 tujuan keselamatan konstruksi dan perencanaan pencapaian;
 pengendalian terhadap alihdaya dan pengadaan barang dan jasa;
 pemantauan dan evaluasi;
 program audit;
 perbaikan berkelanjutan;
v. mendorong partisipasi pekerja dalam hal:
 menentukan mekanisme partisipasi pekerja;
 mengidentifikasi bahaya dan menilai risiko dan peluang;
 menentukan tindakan untuk menghilangkan bahaya dan mengurangi risiko
keselamatan konstruksi;
 menentukan persyaratan kompetensi, kebutuhan pelatihan, pelaksanaan
pelatihan dan evaluasi pelatihan;
 menentukan hal-hal yang perlu dikomunikasikan dan bagaimana bentuk
komunikasi yang akan dilakukan:
 menentukan langkah-langkah pengendalian dan penerapannya secara berhasil
guna efektif;
 menyelidiki kejadian, ketidaksesuaian dan menentukan tindakan perbaikan.

PERENCANAAN KESELAMATAN KONSTRUKSI

B.1 Identifikasi Bahaya, Penilaian Risiko, Pengendalian dan Peluang


Jadwal Pelaksanaan Pekerjaan
Memuat uraian seluruh item pekerjaan yang akan dilaksanakan sesuai dengan
kontrak dan menampilkan jangka waktu yang dibutuhkan setiap pekerjaanya.

Hal >> 22
Identifikasi Bahaya, Penilaian Risiko dan Peluang (IBPRP)

Risiko yang dimaksud adalah Risiko Keselamatan Konstruksi untuk menentukan


kebutuhan Ahli K3 Konstruksi dan/atau Petugas Keselamatan Konstruksi, tidak untuk
menentukan kompleksitas atau segmentasi pasar Jasa Konstruksi. IBPRP memuat
hal-hal terkait pelaksanaan pekerjaan konstruksi yang dibuat oleh Penanggung Jawab
Keselamatan Konstruksi dan disetujui oleh Kepala Pelaksana Pekerjaan Konstruksi.
Tahapan aktivitas dalam IBPRP sesuai dengan pekerjaan rutin (sesuai dengan Work
Breakdown Structure) dan pekerjaan non-rutin (pekerjaan yang tidak terdapat pada
Work Breakdown Structure)

Format IBPRP sekurang-kurangnya memuat:

a. Deskripsi Resiko
b. Persyaratan Pemenuhan Kebutuhan
c. Pengendalian awal
d. Penilaian resiko keselamatan konstruksi
e. Pengertian lanjutan
f. Penilaian Sisa Resiko
g. Keterangan

Hal >> 23
Tabel B-3 Penjelasan Tabel Contoh Format IBPRP

Tahapan kegiatan pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan


Uraian Kegiatan :
pekerjaan rutin dan non- rutin

Identifikasi Bahaya / Menetapkan karakteristik kondisi bahaya / tindakan


:
Tipe Kecelakaan bahaya sesuai dengan peraturan terkait

Paparan /konsekuensi yang timbul akibat kondisi bahaya dan


Dampak Bahaya :
tindakan bahaya

Tingkat frekuensi terjadinya peristiwa bahaya Keselamatan


Kekerapan :
Konstruksi (Skala 1 – 5)

Tingkat keparahan / kerugian / dampak kerusakan yang ditimbulkan


Keparahan :
oleh bahaya Keselamatan Konstruksi (Skala 1 – 5)

Tingkat Risiko : Perpaduan Nilai Tingkat Kekerapan dan Nilai Tingkat Keparahan

Urutan pelaksanaan pengendalian yang menjadi prioritas


Skala Prioritas :
berdasarkan tingkat risiko (besar, sedang, dan kecil)

Perundangan atau
: Acuan dalam melakukan pengendalian risiko
Persyaratan Lain

Pengendalian Risiko : Kegiatan yang dapat mengendalikan baik mengurangi maupun


menghilangkan dampak bahaya yang timbul
Nilai positif yang dapat dikembangkan berdasarkan dampak bahaya
Peluang Perbaikan :
yang timbul

Tabel B-4 Penetapan Tingkat Kekerapan


Tingkat
Deskripsi Definisi
Kekerapan
• Besar kemungkinan terjadi kecelakaan saat melakukan pekerjaan
5 Hampir pasti terjadi
• Kemungkinan terjadinya kecelakaan lebih dari 2 kali dalam 1 tahun
• Kemungkinan akan terjadi kecelakaan saat melakukan pekerjaan pada hampir
4 Sangat mungkin terjadi semua kondisi
• Kemungkinan terjadinya kecelakaan 1 kali dalam 1 tahun terakhir
• Kemungkinan akan terjadi kecelakaan saat melakukan pekerjaan pada beberapa
3 Mungkin terjadi kondisi tertentu
• Kemungkinan terjadinya kecelakaan 2 kali dalam 3 tahun terakhir
• Dapat terjadi kecelakaan saat melakukan pekerjaan pada beberapa kondisi tertentu
2 Hampir tidak pernah terjadi
• Kemungkinan terjadinya kecelakaan lebih dari 3 tahun terakhir
• Kecil kemungkinan terjadi kecelakaan saat melakukan pekerjaan pada beberapa
1 Kecil kemungkinan terjadi
kondisi tertentu

Hal >> 24
Tabel B-6 Penetapan Tingkat Risiko
Keparahan
Kekerapan 1 2 3 4 5
1 1 2 3 4 5
2 2 4 6 8 10
3 3 6 9 12 15
4 4 8 12 16 20
5 5 10 15 20 25
Keterangan
1-4 : Tingkat risiko kecil
5-12 : Tingkat risiko sedang
15-25 : Tingkat risiko besar

* Risiko yang dimaksud adalah Risiko Keselamatan Konstruksi


untuk menentukan kebutuhan Ahli K3 Konstruksi dan/atau
Petugas Keselamatan Konstruksi, tidak untuk menentukan
kompleksitas atau segmentasi pasar Jasa Konstruksi.

B.2 Rencana Tindakan (Sasaran dan Program)

1. Sasaran Umum dan Program Umum

Memuat tabel Sasaran Umum dan Program Umum berdasarkan identifikasi bahaya,
penilaian risiko yang bersifat umum. Sasaran umum terdiri dari Sasaran Kinerja

Hal >> 25
Keselamatan Kerja, Sasaran Kinerja Kesehatan Kerja, Sasaran Kinerja Keamanan
Lingkungan Kerja dan Sasaran Kinerja Pengelolaan Lingkungan Kerja. Program umum
adalah program kerja yang bersifat umum untuk mencapai sasaran umum. Sasaran
Umum dan Program Umum sekurang-kurangnya berisi sebagai berikut:

Tabel B-7 Contoh Format Sasaran Umum dan Program Umum*

No Sasaran Umum Program Umum


A Kinerja Keselamatan Kerja
- Severity Rate (SR) / Tingkat Komunikasi:
Keparahan = 0 - Induksi Keselamatan Konstruksi
SR = Jumlah hari hilang x 1.000.000 (construction safety induction)
Jumlah jam orang kerja tercapai - Pertemuan pagi hari (safety
(Perhitungan SR mengikuti peraturan morning)
terkait)
- Pertemuan kelompok kerja
(toolbox meeting)
- Penilaian Indikator Kunci Kinerja
- Rapat Keselamatan Konstruksi
Keselamatan Konstruksi (Construction
Safety KPI) = 85/100 (construction safety meeting)
- .................
Pelatihan / Sosialisasi
.......

B Kinerja Kesehatan Kerja

Pemeriksaan Kesehatan:
- Tidak ada Penyakit Akibat Kerja (PAK) - Pemeriksaan kesehatan (awal &
berkala)
- .............
Peningkatan kesegaranjasmani
- .............
.......
C Kinerja Pengelolaan Lingkungan Kerja
- Tidak ada pencemaran lingkungan AMDAL / UKL-UPL

Hal >> 26
Tata Graha (Housekeeping)
Pengolahan Sampah dan Limbah
…………
D Kinerja Pengamanan

- Tidak ada gangguan keamanan yang Petugas Keamanan


mengakibatkan berhentinya
Koordinasi dengan pihak terkait
pelaksanaan pekerjaan
.......
*Format tabel dapat mengikuti contoh.

2. Sasaran khusus dan Program Khusus

Memuat tabel sasaran khusus dan program khusus berdasarkan identifikasi bahaya, penilaian
resiko, dan peluang yang bersifat khusus.

DUKUNGAN KESELAMATAN KONSTRUKSI

C.1 Sumber Daya

Peralatan

a. Surat Ijin Kelaikan Operasi (SILO)

Memuat Surat Ijin Kelaikan Operasi (SILO) pesawat angkat & angkut

(alat berat) yang digunakan pada Pelaksanaan Pekerjaan Konstruksi.

b. Sertifikat kelaikan peralatan konstruksi lainnya

Memuat sertifikat kelaikan peralatan konstruksi lainnya yang digunakan pada


Pelaksanaan Pekerjaan Konstruksi.

c. Daftar Peralatan Utama

Memuat daftar peralatan utama yang akan digunakan pada pelaksanaan


pekerjaan konstruksi sekurang-kurangya terdiri dari jenis peralatan, merk & tipe
peralatan, kapasitas peralatan, jumlah peralatan, kondisi peralatan, lokasi
peralatan, dan status kepemilikan peralatan yang dibuktikan dengan surat

Hal >> 27
kepemilikan maupun surat perjanjian. Daftar peralatan utama ditandatangani oleh
Kepala Pelaksana Pekerjaan Konstruksi.

Tabel 11 Contoh Daftar Peralatan Utama*

No Jenis Merk & Lokasi Kapasitas Jumlah Kepemilikan


Tipe / Status

*Format tabel dapat mengikuti contoh.

Material

a. Lembar Data Keselamatan Bahan (LDKB)

Memuat Informasi terkait dengan pengendalian Bahan Berbahaya dan Beracun


(B3) berupa Lembar Data Keselamatan Bahan (LDKB) dari pemasok.

b. Daftar Material Impor

Memuat daftar material impor yang akan digunakan pada pelaksanaan pekerjaan
konstruksi sekurang-kurangya terdiri dari jenis material, jumlah material, negara
asal, dan jadwal pengiriman barang. Daftar material impor ditandatangani oleh
Kepala Pelaksana Pekerjaan Konstruksi.

Tabel 12 Contoh Daftar Material Impor*

No Nama Barang / Uraian Spesifikasi Satuan Jumlah Harga Negara Asal

*Format tabel dapat mengikuti contoh.

Biaya

Perhitungan Biaya SMKK mengacu pada Sub lampiran huruf E.

C.2 Kompetensi

a. Daftar Personil

Memuat daftar personil yang ikut dalam Pelaksanaan Pekerjaan

Hal >> 28
Konstruksi. Kebutuhan personil disesuaikan dengan ketentuan yang sebagai berikut:

1. Ahli K3 Konstruksi/Petugas Keselamatan Konstruksi:

a. Penanggung Jawab Keselamatan Konstruksi memiliki sertifikat

- Ahli Utama K3 Konstruksi untuk Pelaksanaan Pekerjaan sesuai


dengan ketentuan batang tubuh;

- Ahli Madya K3 Konstruksi untuk Pelaksanaan Pekerjaan sesuai


dengan ketentuan batang tubuh;

- Ahli Muda K3 Konstruksi untuk Pelaksanaan Pekerjaan sesuai


dengan ketentuan batang tubuh;

- Petugas Keselamatan Konstruksi untuk Pelaksanaan Pekerjaan


Konstruksi risiko kecil.

b. Jumlah Anggota Unit Keselamatan Konstruksi berdasarkan tingkat risiko


Keselamatan Konstruksi sesuai dengan Tabel 14.

2. Petugas Medis

Dibutuhkan petugas medis untuk pekerjaan konstruksi yang memiliki risiko besar
dan akses terbatas menuju fasilitas kesehatan.

3. Petugas P3K bersertifikat sesuai dengan peraturan yang berlaku.

4. Petugas peran kebakaran sesuai dengan peraturan yang berlaku.

5. Pemberi aba-aba (flagman)

Setiap melakukan pekerjaan pengangkatan atau pekerjaan yang berhubungan


dengan lalu lintas dibutuhkan 1 orang personil pemberi aba-aba (flagman)

6. Petugas Keamanan (security) sesuai dengan kebutuhan pengendalian risiko


keamanan.

7. Supervisor perancah/ Teknisi perancah (scafolder)

8. Tukang las (welder)

Memiliki sertifikat tukang las (welder) berdasarkan jenis pekerjaan.

Hal >> 29
9. Juru Ikat (Rigger)

Setiap melakukan pekerjaan pengangkatan dibutuhkan 1 orang personil Juru Ikat


(rigger) bersertifikat.

10. Operator

Terdapat bukti Surat Izin Operator (SIO) berdasarkan peralatan yang

dioperasikan.

11. Kepala tukang (mandor)

Terdapat bukti sertifikat kepala tukang (mandor) sesuai jenis

pekerjaan dan kebutuhan.

Tabel C-1 Contoh Daftar Personil Pelaksana Pekerjaan Konstruksi

Nama Sertifikat
No Jabatan Pendidikan Pengalaman
Personil Kompetensi Kerja
Ahli K3
1 Konstruksi/Petugas
Keselamatan Konstruksi
2 Petugas medis
3 Petugas P3K
Petugas peran
4
kebakaran
Pemberi aba-aba
5
(flagman)
Petugas Keamanan
6
(security)
Supervisor perancah/
7 Teknisi perancah
(scafolder)
8 Tukang Las (Welder)
9 Juru Ikat (Rigger)
10 Operator
11 Kepala Tukang(Mandor)

b. Sertifikat Personil

Memuat sertifikat personil yang ikut dalam Pelaksanaan Pekerjaan Konstruksi


pada Tabel 12 Contoh Daftar Personil Pelaksana Pekerjaan Konstruksi.

Hal >> 30
C.3 Kepedulian

a. Prosedur dan/atau petunjuk kerja peningkatan kepedulian

Keselamatan Konstruksi

Memuat prosedur dan/atau petunjuk kerja peningkatan kepedulian Keselamatan


Konstruksi berdasarkan tingkat risiko yang ditandatangani oleh Kepala Pelaksana
Pekerjaan Konstruksi dan Ahli Teknik Terkait. Prosedur dan/atau petunjuk kerja
peningkatan kepedulian Keselamatan Konstruksi sekurang-kurangnya berisi:

a. Terdapat jadwal pelatihan dan sosialisasi SMKK kepada para pekerja yang
ditandatangani oleh Kepala Pelaksana Pekerjaan Konstruksi dan Penanggung
Jawab Keselamatan Konstruksi.

b. Terdapat komitmen untuk mencegah perilaku tidak selamat dalam rangka


pencegahan kecelakaan.

c. Terdapat program pembinaan budaya Keselamatan Konstruksi yang


ditandatangani oleh Kepala Pelaksana Pekerjaan Konstruksi dan Penanggung
Jawab Keselamatan Konstruksi untuk seluruh tingkatan termasuk pekerja.

b. Analisis kebutuhan pelatihan dan sosialisasi SMKK

Memuat analisis kebutuhan pelatihan dan sosialisasi SMKK.

c. Pelatihan

Memuat jenis pelatihan yang akan dilaksanakan selama pelaksanaan

pekerjaan konstruksi.

Hal >> 31
Tabel C-2 Daftar Hadir Komunikasi Keselamatan Konstruksi

No Nama Topik yang dibahas Tanda Tangan

Tabel C-2 Contoh Rencana Pelatihan Keselamatan Konstruksi*

C.4 Komunikasi

Program komunikasi disampaikan secara lisan sekurang-kurangnya melalui safety talk


yang terdiri dari safety morning, toolbox meeting/safety briefing, HSE meeting, safety
induction dan secara tertulis melalui sarana seperti spanduk, rambu, banner, billboard,
sticker, pamflet, majalah dinding, papan pengumuman, dll.

a. Prosedur dan/atau petunjuk kerja induksi Keselamatan Konstruksi

(safety
induction)

Memuat prosedur dan/atau petunjuk kerja Induksi Keselamatan Konstruksi (safety


induction) yang ditandatangani oleh Penanggung Jawab Keselamatan Konstruksi
dan Kepala Pelaksana Pekerjaan Konstruksi. Induksi Keselamatan Konstruksi
(construction safety induction) dilakukan untuk pekerja baru/pekerja yang dipindah
tugaskan, tamu, pemasok, dan pihak-pihak terkait pada pelaksanaan pekerjaan
yang akan masuk ke dalam area Pelaksanaan Pekerjaan Konstruksi.

➢ Untuk pekerja baru/pekerja yang dipindah tugaskan dijelaskan

mengenai komitmen dan kebijakan keselamatan konstruksi, risiko dan bahaya


yang dihadapi dalam melakukan pekerjaan, pengendalian risiko yang dapat
dilakukan serta program penerapan SMKK pada Pelaksanaan Pekerjaan
Konstruksi.

➢ Untuk tamu, pemasok, dan pihak-pihak terkait dijelaskan mengenai

Hal >> 32
peraturan Keselamatan Konstruksi yang berlaku di loaksi pekerjaan, prosedur
evakuasi dalam keadaan darurat, dan menjelaskan area-area yang berbahaya.

b. Prosedur dan/atau petunjuk kerja pertemuan pagi hari (safety morning)

Memuat prosedur dan/atau petunjuk kerja pertemuan pagi hari (safety


morning) yang ditandatangani oleh Penanggung Jawab Keselamatan
Konstruksi dan Kepala Pelaksana Pekerjaan Konstruksi. Pertemuan pagi
hari (safety morning) diikuti oleh seluruh pekerja setiap pagi sebelum
pekerjaan dimulai untuk menyampaikan masalah-masalah tentang
Keselamatan Konstruksi secara umum pada pelaksanaan konstruksi hari itu.

c. Prosedur dan/atau petunjuk kerja pertemuan kelompok kerja (toolbox


meeting)

Memuat prosedur dan/atau petunjuk kerja pertemuan kelompok kerja (toolbox


meeting) yang ditandatangani oleh Penanggung Jawab Keselamatan
Konstruksi dan Kepala Pelaksana Pekerjaan Konstruksi. Pertemuan kelompok
kerja (toolbox meeting) diikuti oleh kelompok pekerja sebelum pekerjaan
dimulai untuk menyampaikan masalah- masalah tentang Keselamatan
Konstruksi secara khusus pada pelaksanaan konstruksi yang akan dilakukan.

d. Prosedur dan/atau petunjuk kerja Rapat Keselamatan Konstruksi

Memuat prosedur dan/atau petunjuk kerja Rapat Keselamatan

Konstruksi (construction safety meeting) yang ditandatangani oleh


Penanggung Jawab Keselamatan Konstruksi dan Kepala Pelaksana
Pekerjaan Konstruksi. Rapat Keselamatan Konstruksi (construction safety
meeting) dipimpin oleh Penanggung Jawab Keselamatan Konstruksi dan/atau
Kepala Pelaksana Pekerjaan Konstruksi dan diikuti oleh seluruh Kepala Unit
Kerja.

e. Prosedur dan/atau petunjuk kerja penerapan informasi bahaya- bahaya

Hal >> 33
Tabel C-3 Contoh Jadwal Program Komunikasi

No Jenis Komunikasi PIC Waktu Pelaksanaan

Induksi Keselamatan Konstruksi


1
(safety induction)
Pertemuan pagi hari
2
(safety morning)

Pertemuan kelompok kerja


3
(toolbox meeting)

Rapat Keselamatan Konstruksi


4
(construction safety meeting)

5 HSE Statistic Board

Papan Pengumuman
6
Keselamatan Konstruksi
..................

C.5 Informasi Terdokumentasi

a. Seluruh pekerjaan harus memiliki informasi terkait dengan pengendalian pekerjaan


baik berupa prosedur, petunjuk kerja, petunjuk teknis operasi, dan lain-lain yang
terdokumentasi.

b. Memuat prosedur dan/atau petunjuk kerja pengendalian dokumen atas semua


dokumen yang dimiliki dan ditandatangani oleh Kepala Pelaksana Pekerjaan
Konstruksi.

D.1 Perencanaan dan Pengendalian Operasi

Struktur Organisasi Pelaksana Pekerjaan Konstruksi

a. Struktur Organisasi Pelaksana Pekerjaan Konstruksi

Memuat bagan struktur organisasi Pelaksana Pekerjaan Konstruksi

beserta tugas dan tanggung jawabnya. Dalam struktur organisasi Pelaksana


Pekerjaan Konstruksi harus memiliki Unit Keselamatan Konstruksi yang berada
langsung di bawah Kepala Pelaksana Pekerjaan Konstruksi.

Hal >> 34
No Jabatan Tugas Dan Tanggung Jawab
1 Pimpinan 1) Menetapkan sasaran dan program keselamatan konstruksi
Tertinggi 2) Memimpin pelaksanaan penerapan manajemen keselamatan konstruksi
Pekerjaan 3) Mempromosikan keselamatan konstruksi
Konstruksi 4) Memantau dan mengevaluasi penerapan manajemen keselamatan konstruksi
5) dst
2 Manager 1) Memberi masukan dalam perumusan sasaran dan program keselamatan konstruksi
Teknik 2) Memberi dukungan dan kepercayaan pada program keselamatan konstruksi
3) Memastikan metode dan prosedur kerja memperhatikan keselematan konstruksi
4) dst
3 Manager 1) Memberi masukan dalam perumusan sasaran dan program keselamatan konstruksi
Produksi 2) Memantau pelaksanaan keselematan konstruksi di lapangan bersama Bagian
Keselamatan Konstruksi
3) Memberikan pengarahan pada supervisor, mandor dan sub kontraktor terkait tanggung
jawab pelaksanaan keselamatan konstruksi
4) Memastikan supervisor dan sub kontraktor telah melakukan penilai risiko pekerjaan dan
memasukkan dalam pengajuan persetujuan ijin kerjanya.
5) dst
4 Manager 1) Memberi dukungan dan kepercayaan pada program keselamatan konstruksi
Keuangan 2) Memastikan bahwa seluruh pekerja telah mendapatkan jaminan sosial
ketenagakerjaan (BPJS dan asuransi lainnya)
3) Melakukan kerjasama dengan rumah sakit terdekat dalam rangka memnuhi fasilitas
pelayanan kesehatan pekerja
4) dst
5 Pimpinan 1) Menyiapkan Sasaran dan Program keselamatan konstruksi untuk ditetapkan oleh
UKK Direktur yang menangani keselamatan konstruksi
2) Menyiapkan rencana sosialisasi, pelatihan, dan simuliasi sebagai tindak lanjut
pelaksanaan program keselamatan konstruksi
3) Menyiapkan prosedur Tanggap Darurat
4) Bertanggung jawab atas pelaksanaan inspeksi harian keselamatan konstruksi.
5) Mengkoordinasikan penerapan Keselamatan Konstruksi kepada seluruh lini organisasi.
6 Supervisor 1) Memastikan bahwa pekerjaan yang dilaksanakan telah mengikuti prosedur kerja yang
dan Mandor ditetapkan
2) Memastikan bahwa peralatan dan yang digunakan oleh pekerja telah lulus
pemeriksaan/inspeksi sesuai persyaratan keselamatn konstruksi.
3) Memastikan bahwa semua pekerja di bawah pengawasannya memakai
APD dan perlengkapan keselamatan sesuai persyaratan.
4) dst
7 Seluruh staf, 1) Mengikuti prosedur yang berlaku serta berperan aktif dalam menjaga diri sendiri
karyawan dan maupun kelompok kerjanya
pekerja 2) Menghadiri orientasi keselamatan konstruksi, safety talk, tool box meeting dan
training-training yang diselenggarakan
3) Mengikuti instruksi dan pengarahan keselamatan kerja yang diberikan oleh atasan
atau petugas keselamatan konstruksi
4) Memakai APD dan peralatan keselamatan kerja yang sesuai
5) Segera melaporkan apabila ditemukan kerusakan pada peralatan konstruksi
yang digunakan
6) Segera melaporkan apabila terdapat perilaku yang tidak aman di area kerjanya.
7) dst

Hal >> 35
b. Struktur Organisasi Unit Keselamatan Konstruksi

Memuat bagan struktur organisasi Unit Keselamatan Konstruksi beserta tugas dan
tanggung jawabnya. Unit Keselamatan Konstruksi yang sekurang-kurangnya terdiri
dari unit kesiagaan tanggap darurat, Pengawas Pekerjaan terkait alat berat, tim
keamanan, serta hubungan masyarakat terkait dampak sosial dan lingkungan

NO TIM TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB


1 Pimpinan 1) Mengkoordinasikan terlaksananya program
UKK keselamatan konstruksi
2) Melaksanakan inspeksi metode, peralatan, dan
lingkungan kerja
3) Dst
2 Tim P3K 4) Memberikan pertolongan pertama bagi korban kecelakaan
kerja atau sakit yang diakibatkan oleh hubungan kerja
5) Memberikan bantuan medis dan non medis (bila dibutuhkan)
terhadap korban kecelakaan kerja dengan membawa/dirujuk ke
rumah sakit yang telah ditunjuk
6) Menyediakan obat-obatan ringan untuk P3K, di clinic on site, dan
tempat-tempat yang telah ditentukan
7) Melakukan pendataan atas korban, kondisi korban, kronologis
kejadian dan sebab-sebab kecelakaan.

8) Dst
3 Tim 1) Menjaga dan memelihara keamanana dan ketertiban proyek
Keamanan secara keseluruhan
2) Menjaga terjadinya tindakan-tindakan criminal di lokasi proyek
3) Mengatur keluar masuk kendaraan dan mengontrol keluar
masuk barang dari dan keluar proyek
4) Menjaga dan memproteksi terhadap kemungkinan masuknya
pihak-pihak luar yang tidak berkepentingan
5) Dst
4 Dst

Hal >> 36
Pengelolaan Keamanan Lingkungan Kerja

Melakukan kegiatan mendukung keandalan bangunan serta mendukung terciptanya


tempat, suasana, kegiatan, dan aset kerja yang aman dari gangguan huru-hara dan
anarkisme, tindak kriminal, termasuk tindak terorisme di dalam pelaksanaan
pekerjaan konstruksi melalui cara:

a. Pengelolaan Pendukung Keandalan Bangunan

➢ Mutu bahan

Material/bahan yang akan digunakan pada Pelaksanaan Pekerjaan Konstruksi


harus melalui tahapan inspeksi yang dilakukan oleh Petugas yang berwenang
dan mendapat persetujuan oleh Pengawas Pekerjaan.

➢ Metode pekerjaan konstruksi

- Memuat prosedur dan/atau petunjuk kerja sesuai dengan tahapan


pekerjaan konstruksi yang ditandatangani oleh Penanggung Jawab
Teknik.

- Memuat Analisis Keselamatan Pekerjaan (AKP/JSA) yang ditandatangani


oleh Ahli Teknik terkait dan Penanggung Jawab Keselamatan Konstruksi.

➢ Izin kerja (Permit to Work/PTW)

- Memuat prosedur dan/atau petunjuk kerja sistem permohonan izin


kerja/PTW berdasarkan persyaratan Keselamatan Konstruksi sesuai
dengan tahapan Pekerjaan Konstruksi yang ditandatangani oleh
Penanggung Jawab Keselamatan Konstruksi dan Kepala Pelaksana
Pekerjaan Konstruksi. Izin kerja harus dilengkapi dengan dokumen
sebagai berikut:

• Analisis keselamatan pekerjaan (AKP)/Job Safety Analysis (JSA) yang


ditandatangani oleh Ahli Teknik terkait dan Penanggung Jawab
Keselamatan Konstruksi.

• Prosedur dan/atau petunjuk kerja sistem keamanan bekerja


berdasarkan persyaratan Keselamatan Konstruksi sesuai lingkup

Hal >> 37
pekerjaan dalam tahapan pekerjaan yang ditandatangani oleh
Penanggung Jawab Teknik.

• Lembar periksa yang telah ditandatangani oleh petugas yang


berwenang sesuai hasil inspeksi yang telah dilakukan.

- Memuat formulir izin kerja yang sekurang-kurangnya terdiri dari

3 lembar rangkap untuk didokumentasikan oleh masing-masing unit terkait.


Lembar asli (pertama) disimpan sebagai bagian dari informasi
terdokumentasi oleh Pengguna Jasa, lembar kedua disimpan oleh
Penyedia Jasa, lembar ketiga disimpan oleh Pengawas Pekerjaan.
Formulir izin kerja dibagi sesuai dengan lingkup pekerjaan dalam tahapan
Pekerjaan Konstruksi yang ditandatangani oleh Unit Keselamatan
Konstruksi diantaranya adalah sebagai berikut:

• pekerjaan panas (hot work) yaitu seluruh pekerjaan yang berpotensi


menghasilkan sumber api;

• pekerjaan galian (excavation) yaitu untuk pekerjaan galian yang akan


dilakukan;

• pekerjaan pengangkatan (lifting) yaitu untuk pekerjaan yang


menggunakan alat angkat;

• pekerjaan di ruang terbatas (confined space) yaitu untuk pekerjaan di


dalam ruangan yang mungkin ventilasinya secara alami kurang,
mengandung gas mudah terbakar

dan/atau mengandung gas beracun;

• pekerjaan menyelam (diving) yaitu untuk pekerjaan di bawah


permukaan air;

• pekerjaan dingin (cold work) yaitu seluruh pekerjaan lain yang tidak
tercakup pada pekerjaan di atas;

• pekerjaan di malam hari (working at night) yaitu jika terdapat


pekerjaan yang dilakukan melebihi jam kerja normal;

Hal >> 38
• pekerjaan di ketinggian;

• pekerjaan menggunakan perancah;

• pekerjaan dengan menggunakan radiography (x-ray);

• pekerjaan bertegangan listrik (electrical work); dan/atau

• pekerjaan penggalian atau kedalaman (excavation work).

b. Pengelolaan Pendukung Keandalan Bangunan

➢ Pengamanan Lingkungan Kerja

- Prosedur dan/atau petunjuk kerja pengamanan lingkungan Memuat


prosedur dan/atau petunjuk kerja pengamanan lingkungan yang
ditandatangani oleh Ahli Teknik terkait dan Kepala Pelaksana Pekerjaan
Konstruksi/Wakil Manajemen yang sekurang-kurangnya mencakup:

• Petugas keamanan dengan jumlah sesuai dengan kebutuhan pada


pengendalian risiko keamanan.

• CCTV yang digunakan untuk pekerjaan dengan tingkat risiko besar.


CCTV ditempatkan pada lokasi yang telah teridentifikasi memilki risiko
bahaya besar dan berpotensi terhadap tindakan kriminal.

• Pagar pengaman yang digunakan pada lokasi yang berbatasan


langsung dengan masyarakat sekitar dan berpotensi terjadinya
kecelakaan.

• Tanda pengenal (ID Card) yang digunakan untuk seluruh pekerja,


tamu, pemasok, dan pihak-pihak terkait pada pelaksanaan pekerjaan
yang masuk ke dalam area pekerjaan konstruksi.

➢ Manajemen keselamatan lalu lintas (Traffic Management)

Memuat prosedur dan/atau petunjuk kerja dalam melakukan manajemen


keselamatan lalu lintas (traffic management) pada lokasi pekerjaan yang
berdampak pada kelancaran lalu lintas pengguna jalan yang ditandatangani

Hal >> 39
oleh Penanggung Jawab Keselamatan Konstruksi dan Kepala Pelaksana
Pekerjaan Konstruksi.

➢ Izin Keluar/Masuk Barang

- Memuat prosedur dan/atau petunjuk kerja sistem permohonan izin


keluar/masuk barang yang ditandatangani oleh Ahli Teknik terkait dan
Kepala Pelaksana Pekerjaan Konstruksi/Wakil Manajemen.

- Memuat formulir izin keluar/masuk barang yang ditandatangani oleh


Penanggung Jawab Keselamatan Konstruksi dan Kepala

Pelaksana Pekerjaan Konstruksi.

Pengelolaan Keselamatan Kerja

Melakukan kegiatan untuk menghilangkan/mengurangi bahaya atas risiko pekerjaan


melalui cara:

a. Mutu Peralatan

➢ Prosedur/petunjuk kerja penggunaan peralatan

Memuat prosedur/petunjuk kerja penggunaan pesawat angkat & angkut (alat berat)
dan peralatan konstruksi lainnya yang ditandatangani oleh Penanggung Jawab
Peralatan dan Kepala Pelaksana Pekerjaan Konstruksi. Seluruh alat berat dan
perkakas yang akan digunakan di area Pelaksanaan Pekerjaan Konstruksi harus lolos
tahapan inspeksi yang dilakukan oleh Penanggung Jawab Keselamatan Konstruksi
dan memiliki sticker “Laik Operasi”

b. Prosedur dan/atau petunjuk kerja sistem keamanan bekerja

➢ Memuat prosedur dan/atau petunjuk kerja sistem keamanan

bekerja berdasarkan program kerja yang ditandatangani oleh

Penanggung Jawab Keselamatan Konstruksi.

➢ Memuat prosedur dan/atau petunjuk kerja penggunaan alat pelindung diri (APD) yang
ditandatangani oleh penanggung jawab

Hal >> 40
[Contoh Prosedur/Instruksi Kerja]

Penyedia Jasa membuat prosedur dan Instruksi Kerja, antara lain:

1. Prosedur induksi Keselamatan Konstruksi

2. Prosedur identifikasi bahaya, penilaian risiko, dan peluang

3. Prosedur pengukuran kinerja Keselamatan Konstruksi

4. Prosedur inspeksi Keselamatan Konstruksi

5. Prosedur komunikasi

6. Prosedur tinjauan manajemen

7. Prosedur pemenuhan peraturan perundangan Keselamatan Konstruksi

8. Instruksi Kerja bekerja di ketinggian

9. Instruksi Kerja pemasangan perancah

10. Instruksi Kerja Alat Pelindung Kerja (APK)

11. Instruksi Kerja Alat Pelindung Diri (APD)

[Contoh Instruksi Kerja]

Revisi Ke 00
Nomor Kode WBS dan Nama
Dokumen Pekerjaan
Tanggal Revisi
Logo Perusahaan
Tanggal
Tanggal, bulan, tahun Halaman 1 Dari …
Berlaku
INSTRUKSI KERJA PENGGALIAN

PENGGALIAN

1. Tidak diperkenankan mengerjakan pekerjaan galian sebelum mendapat ijin dari pihak
yang berwenang.
2. Galian yang lebih dalam dari 1,5 meter diberi pengaman atau digali dengan kemiringan
tertentu dan harus dilakukan pemeriksaan sebelum melanjutkan pekerjaan galian.

Hal >> 41
3. Seluruh galian harus diberi tanda – tanda dan pengahalang disekeliling galian
tersebut.
4. Setiap galian harus disediakan sebuah tangga untuk naik dan turunnya pekerja.
5. setiap tumpukan/timbunan bekas tanah galian harus diletakan minimal 1 meter dari
tepi/pinggir galian.
6. Semua galian harus diperiksa ulang/ kembali apabila pada saat pekerjaan berhenti
karena turun hujan sebelum dilanjutkan pekerjaan kembali.
c. Pengendalian Subkontraktor dan Pemasok

Memuat uraian pengendalian subpenyedia jasa dan pemasok dalam

mendukung pelaksanaan kontrak sesuai dengan kontrak yang telah disetujui dan menjelaskan
hubungan koordinasi antara subpenyedia jasa/pemasok dengan penyedia jasa dalam rangka
pengelolaan keselamatan kerja. Penyedia Jasa harus memastikan bahwa di dalam kontrak
antara Penyedia Jasa dan Subkontraktor serta Pemasok telah menganggarkan Biaya
Penerapan SMKK.

Pengelolaan Kesehatan Kerja

Melakukan kegiatan untuk untuk memperoleh derajat kesehatan setinggi- tingginya


bagi tenaga kerja konstruksi dan masyarakat di sekitar lokasi penyelenggaraan jasa
konstruksi dengan melakukan pencegahan gangguan kesehatan dan penyakit akibat
melalui cara:

a. Pemeriksaan
Kesehatan

➢ Memuat prosedur dan/atau petunjuk kerja pengelolaan kesehatan

kerja mencakup: pemeriksaan kesehatan berkala, pemeriksaan kesehatan


khusus, pencegahan penyakit menular dan penyakit akibat kerja yang
ditandatangani oleh Ahli terkait dan Kepala Pelaksana Pekerjaan Konstruksi
/Wakil Manajemen. Prosedur dan/atau petunjuk kerja pengelolaan kesehatan
kerja sekurang- kurangnya mencakup:

Hal >> 42
- Pemeriksaan kesehatan bagi seluruh pekerja dilakukan sebelum atau
beberapa saat setelah memasuki masa kerja pertama kali dan secara
berkala sekurang-kurangnya sekali dalam setahun.

- Terdapat klinik yang dilengkapi dengan sarana dan prasarana


kesehatan yang dibutuhkan untuk pekerjaan konstruksi yang memiliki
risiko besar dan akses terbatas menuju fasilitas kesehatan.

- Data yang diperoleh dari pemeriksaan kesehatan harus dicatat dan


disimpan untuk referensi.

- Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K)

• Terdapat peralatan P3K dengan jumlah 1 kotak P3K untuk setiap


25 pekerja dan ditempatkan di area yang mudah dilihat dan dijangkau.

• Isi kotak P3K sekurang-kurangnya sesuai dengan peraturan yang


berlaku.

• Isi kotak P3K harus diperiksa secara teratur dan harus dijaga supaya
tetap berisi (tidak boleh kosong).

- Pemberantasan penyakit menular dan berbahaya

Dilakukan identifikasi bahaya kesehatan dengan melakukan tindakan


pencegahan di antaranya:

• Demam berdarah dengan melakukan kegiatan Fogging yang


berkoordinasi dengan puskesmas terdekat.

• HIV/AIDS dengan melakukan tindakan pencegahan melalui


sosialisasi sesuai peraturan yang ada.

• Penyakit epidemik lainnya.

- Peningkatan kesegaran jasmani untuk menjamin kebugaran pekerja.

- Perlindungan sosial tenaga kerja

Seluruh pekerja memiliki BPJS Ketenagakerjaan dan Kesehatan;

Hal >> 43
Pengelolaan Lingkungan Kerja

a. Pengukuran Kondisi Lingkungan

➢ Prosedur dan/atau petunjuk kerja pengelolaan lingkungan kerja

Memuat prosedur dan/atau petunjuk kerja pengelolaan lingkungan kerja terkait


pencegahan pencemaran (terhadap air, tanah, dan udara) yang
ditandatangani oleh Penanggung Jawab Keselamatan Konstruksi dan Kepala
Pelaksana Pekerjaan Konstruksi /Wakil Manajemen. Pengukuran kondisi
lingkungan sekurang-kurangnya terdiri atas sebagai berikut:

Contoh

Nilai Ambang Peraturan perundang- Periode


No Jenis Pengukuran
Batas (NAB) undangan Pengukuran
1 Debu
2 Kebisingan
3 Getaran
4 Pencahayaan
5 Udara
6 Air
7 Gas Berbahaya
8 Uji Emisi Kendaraan

b. Tata Graha
(Housekeeping)

➢ Prosedur dan/atau petunjuk kerja pengelolaan tata graha

(housekeeping)

Memuat prosedur dan/atau petunjuk kerja pengelolaan Tata Graha


(Housekeeping) terkait Program 5R (Ringkas, Rapih, Resik, Rawat, Rajin)
yang ditandatangani oleh Penanggung Jawab Keselamatan Konstruksi dan
Kepala Pelaksana Pekerjaan Konstruksi /Wakil Manajemen. Program tata
graha (housekeeping) yang dilakukan sekurang-kurangnya satu kali sehari di
akhir pelaksanaan pekerjaan.

Hal >> 44
c. Pengolahan Sampah dan Limbah

➢ Prosedur dan/atau petunjuk kerja pengelolaan sampah/limbah

Memuat prosedur dan/atau petunjuk kerja pengelolaan sampah/limbah yang


ditandatangani oleh Penanggung Jawab Keselamatan Konstruksi dan
sekurang-kurangnya mencakup:

- Terdapat tempat sampah yang dipisahkan berdasarkan jenis sampah yaitu


sampah organik, sampah anorganik, sampah B3 sekurang-kurangnya 1
tempat sampah di setiap area pekerjaan.

- Terdapat tempat penampungan sampah sementara berdasarkan jenis


sampah yaitu sampah organik, sampah anorganik dan sampah B3.

D.2 Kesiapan dan Tanggapan Terhadap Kondisi Darurat

Daftar Induk Prosedur dan/atau Instruksi Kerja

Memuat daftar induk prosedur dan/atau instruksi kerja yang ditandatangani oleh Ahli
Teknik terkait dan Kepala Pelaksana Pekerjaan Konstruksi /Wakil Manajemen. Seluruh
pekerjaan konstruksi dan penerapan SMKK pada pelaksanaan pekerjaan konstruksi
harus memiliki prosedur dan/atau petunjuk kerja yang telah ditandatangani. Prosedur
dan/atau instruksi kerja sekurang-kurangnya memuat dokumen sebagai berikut:

Tabel 16 Contoh Daftar Induk prosedur dan/atau Instruktif kerja

Daftar dokumen (Prosedur,


No Nomor Dokumen Disahkan oleh
Instruksi Kerja)
Mekanisme Organisasi
Prosedur dan/atau Direktur Utama
instruksi Penyedia Jasa
kerja yang
menggambarkan
hubungan kerja antara
Pelaksana Pekerjaan
Konstruksi dengan Kantor
Pusat Penyedia Jasa
Sumber Daya
Prosedur dan/atau Penanggung Jawab
petunjuk penggunaan Peralatan dan Kepala
pesawat angkat & angkut Pelaksana Pekerjaan
Konstruksi

Hal >> 45
Daftar dokumen (Prosedur,
No Nomor Dokumen Disahkan oleh
Instruksi Kerja)
(alat berat) dan peralatan
konstruksi lainnya
Kepedulian
Prosedur dan/atau Kepala Pelaksana
petunjuk Pekerjaan Konstruksi dan
kerja peningkatan Ahli Teknik terkait
kepedulian Keselamatan
Konstruksi berdasarkan
tingkat risiko
Komunikasi
Prosedur dan/atau Penanggung Jawab
petunjuk Keselamatan
kerja induksi Keselamatan Konstruksi dan Kepala
Konstruksi (safety Pelaksana Pekerjaan
induction) Konstruksi
Prosedur dan/atau Penanggung Jawab
petunjuk Keselamatan
kerja pertemuan pagi hari Konstruksi dan Kepala
(safety morning) Pelaksana Pekerjaan
Konstruksi
Prosedur dan/atau Penanggung Jawab
petunjuk Keselamatan
kerja pertemuan Konstruksi dan Kepala
kelompok kerja Pelaksana Pekerjaan
(toolbox meeting) Konstruksi
Prosedur dan/atau Penanggung Jawab
petunjuk Keselamatan
kerja Rapat Keselamatan Konstruksi dan Kepala
Konstruksi (construction Pelaksana Pekerjaan
safety meeting) Konstruksi
Prosedur dan/atau Penanggung Jawab
petunjuk Keselamatan
kerja penerapan informasi Konstruksi dan Kepala
bahaya-bahaya Pelaksana Pekerjaan
Konstruksi
Informasi Terdokumentasi
Prosedur pengendalian Kepala Pelaksana
dokumen Pekerjaan Konstruksi
atas semua dokumen
yang dimiliki
Pengelolaan Keselamatan Kerja
Prosedur dan/atau Penanggung Jawab
petunjuk Teknik
kerja pelaksanaan
pekerjaan

Hal >> 46
Daftar dokumen (Prosedur,
No Nomor Dokumen Disahkan oleh
Instruksi Kerja)
Prosedur dan/atau Penanggung Jawab
petunjuk Keselamatan
kerja sistem keamanan Konstruksi
bekerja
Prosedur dan/atau Penanggung Jawab
petunjuk Keselamatan
kerja sistem izin kerja Konstruksi
Pengelolaan Kesehatan Kerja
Prosedur dan/atau Ahli terkait dan Kepala
petunjuk Pelaksana Pekerjaan
kerja pengelolaan
kesehatan kerja
Pengamanan Lingkungan Kerja
Prosedur dan/atau Ahli terkait dan Kepala
petunjuk kerja Pelaksana Pekerjaan
pengamanan lingkungan Konstruksi /Wakil
Manajemen
Pengelolaan Lingkungan Kerja
Prosedur dan/atau Penanggung Jawab
petunjuk Keselamatan
kerja pengelolaan Konstruksi dan Kepala
lingkungan kerja Pelaksana Pekerjaan
Konstruksi /Wakil
Manajemen
Prosedur dan/atau Penanggung Jawab
petunjuk kerja Keselamatan
pengelolaan Tata Graha Konstruksi dan Kepala
(Housekeeping) Pelaksana Pekerjaan
Konstruksi /Wakil
Manajemen
Prosedur dan/atau Penanggung Jawab
petunjuk Keselamatan
kerja pengelolaan sampah Konstruksi.
Kesiapsiagaan dan Tanggap Darurat
Prosedur dan/atau Penanggung Jawab
petunjuk Keselamatan
kerja kondisi tanggap Konstruksi dan Kepala
darurat sesuai dengan Pelaksana Pekerjaan
sifat dan klasifikasi Konstruksi
Pelaksanaan Pekerjaan
Konstruksi
Prosedur dan/atau Penanggung Jawab
petunjuk kerja Keselamatan
penyelidikan insiden Konstruksi dan Kepala
(kecelakaan, kejadian Pelaksana Pekerjaan
Konstruksi

Hal >> 47
Daftar dokumen (Prosedur,
No Nomor Dokumen Disahkan oleh
Instruksi Kerja)
berbahaya, dan penyakit
akibat kerja)
Inspeksi dan Audit
Prosedur dan/atau Ahli Teknik terkait atau
instruksi Penanggung Jawab
kerja inspeksi Keselamatan
Konstruksi dan Wakil
Manajemen
Prosedur dan/atau Ahli Teknik terkait atau
petunjuk kerja Patroli Penanggung Jawab
Keselamatan Konstruksi Keselamatan
Konstruksi dan Wakil
Manajemen
Prosedur dan/atau Ahli Teknik terkait atau
instruksi Penanggung Jawab
kerja audit internal Keselamatan
Konstruksi dan Wakil
Manajemen
Peningkatan Kinerja Keselamatan Konstruksi
Prosedur dan/atau Ahli Teknik terkait atau
instruksi Penanggung Jawab
kerja terkait pelaksanaan Keselamatan
tinjauan manajemen Konstruksi dan Wakil
Manajemen

Kesiap-siagaan dan Tanggap Terhadap Kondisi Darurat

a. Prosedur dan/atau petunjuk kerja tanggap darurat

Memuat prosedur dan/atau petunjuk kerja tanggap darurat sesuai dengan sifat
dan klasifikasi Pelaksanaan Pekerjaan Konstruksi yang

dikerjakan yang ditandatangani oleh Ahli Teknik terkait dan

Penanggung Jawab Keselamatan Konstruksi.

b. Prosedur dan/atau petunjuk kerja penyelidikan insiden

Memuat prosedur dan/atau petunjuk kerja penyelidikan insiden

Hal >> 48
(kecelakaan, kejadian berbahaya, dan penyakit akibat kerja) yang ditandatangani
oleh Penanggung Jawab Keselamatan dan Konstruksi Kepala Pelaksana
Pekerjaan Konstruksi.

EVALUASI KINERJA KESELAMATAN KONSTRUKSI

E.1 Pemantauan dan Evaluasi

Inspeksi dan Audit

a. Inspeksi

➢ Prosedur dan/atau petunjuk kerja inspeksi

Memuat prosedur dan/atau petunjuk kerja inspeksi yang ditandatangani oleh


ahli teknik terkait atau Penanggung Jawab Keselamatan Konstruksi dan Wakil
Manajemen.

➢ Lembar
Periksa

Memuat format lembar periksa lingkup pekerjaan, pesawat angkat

& angkut (alat berat), perkakas, bahan/material, lingkungan,

kesehatan, keamanan, dan lain-lain. Lembar periksa ditandatangani pada


satu periode waktu tertentu (harian, mingguan, bulanan). Inspeksi terdiri dari
berbagai macam bentuk lembar periksa sekurang-kurangnya mencakup:

- Lingkup pekerjaan ditandatangani oleh ahli teknik terkait, Penanggung


Jawab Keselamatan Konstruksi.

- Pesawat angkat & angkut (alat berat) ditandatangani oleh ahli teknik
terkait, Penanggung Jawab Keselamatan Konstruksi.

- Perkakas ditandatangani oleh ahli teknik terkait, Penanggung

Jawab Keselamatan Konstruksi.

Hal >> 49
- Bahan/material ditandatangani oleh ahli teknik terkait, Penanggung Jawab
Keselamatan Konstruksi dan disetujui oleh Pengawas Pekerjaan.

- Lingkungan (housekeeping, pencemaran, hygine) ditandatangani oleh


ahli terkait, Penanggung Jawab Keselamatan Konstruksi.

- Kesehatan ditandatangani oleh ahli terkait, Penanggung Jawab

Keselamatan Konstruksi.

- Keamanan/security ditandatangani oleh ahli terkait, Penanggung Jawab


Keselamatan Konstruksi.

➢ Lembar Penghentian Pekerjaan (Stop Working Form)

- Apabila pada saat pelaksanaan Pekerjaan Konstruksi ditemukan hal yang


membahayakan setiap personil dapat menyerukan untuk menghentikan
pekerjaan. Pimpinan Tertinggi Penyedia Jasa memberikan kewenangan
kepada Pimpinan Unit Keselamatan Konstruksi dan/atau Pimpinan
Tertinggi Pekerjaan Konstruksi dan/atau Ahli K3 Konstruksi dan/atau
Petugas Keselamatan Konstruksi untuk melakukan verifikasi penghentian
pekerjaan. Dalam melakukan verifikasi pihak berwenang mengisi lembar
penghentian pekerjaan ditandatangani oleh pihak-pihak yang ditunjuk
oleh Pimpinan Tertinggi Penyedia Jasa.

b. Patroli Keselamatan Konstruksi

Memuat prosedur dan/atau petunjuk kerja Patroli Keselamatan Konstruksi yang


disusun oleh Penyedia Jasa ditandatangani oleh ahli terkait atau Penanggung
Jawab Keselamatan Konstruksi dan Wakil Manajemen. Patroli Keselamatan
Konstruksi dilakukan oleh seluruh Pimpinan Perusahaan (Penyedia Jasa,
Pengawas Pekerjaan, Sub Kontraktor) dan Pengguna Jasa.

c. Audit

Memuat prosedur dan/atau petunjuk kerja audit internal yang ditandatangani oleh
ahli terkait atau Penanggung Jawab Keselamatan Konstruksi dan Wakil
Manajemen. Audit internal dilakukan dan ditetapkan secara berkala oleh Pelaksana

Hal >> 50
Pekerjaan Konstruksi dengan melibatkan auditor independen. Audit internal
dilakukan sekurang-kurangnya 1 kali dalam 1 Pelaksanaan Pekerjaan Konstruksi
dan/atau untuk pekerjaan konstruksi tahun jamak mengikuti peraturan
perundangan yang berlaku.

d. Jadwal Inspeksi dan Audit

Memuat jadwal pelaksanaan inspeksi, patrol keselamatan konstruksi dan audit.

Tabel 17 Contoh Jadwal Inspeksi dan Audit


Bulan Ke-
No Kegiatan PIC 1 2 3 4 5 6 7 8 9 1 01 11 2
1 Inspeksi Keselamatan
Konstruksi
2 Patroli Keselamatan
Konstruksi
3 Audit internal

Penanggung Jawab Keselamatan


Konstruksi ttd

(Nama Lengkap)

Hal >> 51
[Contoh Matriks Pemantauan, Pengukuran, Analisis dan Evaluasi Kinerja]

Matriks Pemantauan, Pengukuran, Analisis dan Evaluasi Kinerja Keselamatan Konstruksi


Aktivitas/
Kondisi Parameter Peraturan Penanggung Prosedur/Instruksi
No. Lokasi Frekuensi
Peralatan
Pantau/Ukur Terkait Jawab Kerja
1. Upaya Kualitas udara PP RI Area 1 tahun sekali Petugas [Isi nama dan nomor
pemantauan ambien SO2, No.41/1999 proyek dan selama tahap Keselamatan dokumen
lingkungan NO2, CO, HC, lapangan konstruksi Konstruksi prosedur/IK]
TSP

Intensitas (Kepmenkes Area 6 bulan sekali Petugas [Isi nama dan


kebisingan <85 dB genset selama tahap Keselamatan nomor dokumen
1405/MENKES
konstruksi Konstruksi prosedur/IK]
/SK/XI/2002)

dst.
2. dst.

Hal >>52
E.2 Tinjauan Manajemen
Memuat prosedur dan/atau petunjuk kerja terkait pelaksanaan tinjauan manajemen yang
ditandatangani oleh ahli teknik terkait atau Penanggung Jawab Keselamatan Konstruksi
dan Wakil Manajemen. Prosedur dan/atau petunjuk kerja terkait pelaksanaan tinjauan
manajemen memuat program yang bertujuan untuk meningkatkan kinerja keselamatan
konstruksi. Tinjauan manajemen dilakukan sekurang-kurangnya berdasarkan hasil audit
atau kecelakaan kerja pada pekerjaan konstruksi yang menyebabkan fatality.

[Contoh Risalah Rapat Tinjauan Manajemen]

Elemen XX
TINJAUAN MANAJEMEN
[Isi Logo Nomor
Perusahaan] Revisi ke
Tanggal Berlaku

RISALAH RAPAT TINJAUAN MANAJEMEN

Hari/tanggal :

Waktu :

Tempat :

Peserta :

Rencana Tindak Penanggung


No. Permasalahan Target Waktu Status
Lanjut Jawab

E.3 Peningkatan Kinerja Keselamatan Konstruksi


Memuat format tindakan perbaikan untuk pelaksanaan pekerjaan konstruksi pada
kontrak tahun jamak. Penyedia Jasa memastikan program peningkatan kinerja

Hal >> 53
keselamatan konstruksi berdasarkan hasil Tinjauan Manajemen ditindaklanjuti pada
pekerjaan konstruksi yang akan datang.
[Contoh Tabel Peningkatan Kinerja Keselamatan Konstruksi]
Skala Penilaian
Saran dan tindak
No. Uraian A B C D Catatan
Lanjut
(100-80) (79-60) (59–40) (39-0)
1. Upaya - 60 - - Ada upaya untuk Frekuensi pelatihan
Meningkatkan meningkatkan perlu ditingkatkan,
Kinerja kinerja, adanya karena
bukti masih terdapat
melaksanakan tenaga kerja yang
pelatihan terkait terkena penyakit
Keselamatan akibat kerja dari
Konstruksi. Namun laporan bulanan.
laporan mingguan
tidak dapat
disampaikan
2. Promosi dst dst dst dst dst dst
Budaya SMKK
3. Partisipasi dst dst dst dst dst dst
Pekerja
4. Komunikasi dst dst dst dst dst dst
SMKK

Keterangan:
Pemeriksaan (auditor) memberikan penilaian terhadap 4 (empat) uraian tabel diatas

Hal >> 54
E..3 .FORMAT PENILAIAN RENCANA KESELAMATAN KONSTRUKSI (RKK)

RKK yang telah dimasukkan pada tahap pemilihan penyedia jasa harus dinilai ulang untuk
memenuhi format RKK pada lampiran D. Penilaian RKK dapat dilakukan menggunakan format
ini untuk dilengkapi dan disahkan pada saat PCM.

Tabel 2 Penilaian RKK Konsultansi Konstruksi Pengawasan


HASIL
PENILAIAN
NO. KRITERIA PENILAIAN PENJELASAN
TIDAK
ADA
ADA
1 KEPEMIMPINAN DAN PARTISIPASI PEKERJA DALAM KESELAMATAN
KONSTRUKSI
1.1 Lembar Pakta Komitmen Keselamatan Konstruksi
1.1.1 Terdapat Lembar Pakta Komitmen Pada Lembar Pakta
Keselamatan Konstruksi yang Komitmen KK harus
ditandatangani oleh Kepala Pengawas diisi nama badan
Pekerjaan Konstruksi dan Pengguna usaha, paket
Jasa. pekerjaan, tanggal
penandatanganan
pakta komitmen.
2 PERENCANAAN KESELAMATAN KONSTRUKSI
2.1 Identifikasi Bahaya dan Pengendalian Risiko
2.1.1 Terdapat tabel Identifikasi
Bahaya dan Pengendalian
Risiko
2.1.2 Format tabel Identifikasi Bahaya
dan Pengendalian Risiko minimal
memuat uraian kegiatan, identifikasi
bahaya, dampak / risiko, dan
pengendalian risiko
2.1.3 Tabel Identifikasi Bahaya dan
Pengendalian Risiko dibuat oleh
Penanggung Jawab Keselamatan
Konstruksi (Pengawas Konstruksi)
2.1.4 Tabel Identifikasi Bahaya dan
Pengendalian Risiko disetujui oleh
Pimpinan Pengawas Pekerjaan
Konstruksi
2.2 Peraturan Perundang-Undangan dan Standar
2.2.1 Terdapat tabel Peraturan
Perundang-Undangan dan
Standar
2.2.2 Format tabel Peraturan
Perundang-Undangan dan
Standar minimal memuat

Hal >> 55
HASIL
PENILAIAN
NO. KRITERIA PENILAIAN PENJELASAN
TIDAK
ADA
ADA
metode pelaksanaan dan
peraturan perundangan
& persyaratan lainnya yang
menjadi acuan
2.3 Sasaran dan Program Pengawasan
2.3.1 Terdapat tabel Sasaran dan
Program Pengawasan
2.3.2 Format tabel Sasaran dan
Program Pengawasan minimal
memuat uraian kegiatan,
sasaran, dan program pengawasan.
3 DUKUNGAN KESELAMATAN KONSTRUKSI
3.1 Kompetensi
3.1.1 Daftar Personel
[Link] Terdapat tabel Daftar Personel
Pengawas Pelaksana Pekerjaan
Konstruksi
[Link] Format tabel Daftar Personel
Pengawas Pelaksana Pekerjaan
Konstruksi minimal memuat
jabatan, jumlah personel, dan nama
personel
3.1.2 Sertifikat Personel
Memuat sertifikat personel yang
ikut dalam pengawasan
pelaksanaan pekerjaan konstruksi
pada tabel Daftar Personel
Pengawas Pelaksana Pekerjaan
Konstruksi pada angka [Link]
4 OPERASI KESELAMATAN KONSTRUKSI
4.1 Struktur Organisasi Pengawasan Pekerjaan Konstruksi
4.1.1 Terdapat struktur organisasi
pengawas pekerjaan konstruksi
4.1.2 Jabatan pada struktur organisasi
pengawas pekerjaan konstruksi
terdapat Pimpinan Pengawas,
Penanggung Jawab Keselamatan
Konstruksi dan/atau Pengawas
4.1.3 Masing-masing jabatan pada
struktur organisasi pengawas
pekerjaan konstruksi dilengkapi
dengan Tugas dan Tanggung

Hal >> 56
HASIL
PENILAIAN
NO. KRITERIA PENILAIAN PENJELASAN
TIDAK
ADA
ADA
Jawab Terhadap Keselamatan
Konstruksi
4.2 Pengelolaan Keselamatan Konstruksi
4.2.1 Terdapat daftar prosedur
dan/atau instruksi kerja
pengawasan pada proses
pelaksanaan konstruksi
4.2.2 Daftar prosedur dan/atau instruksi
kerja ditandatangani oleh Kepala
Pengawas Pekerjaan Konstruksi
dan Pengguna Jasa
5 EVALUASI KINERJA KESELAMATAN KONSTRUKSI
5.1 Terdapat Laporan Hasil
Pengawasan Pelaksanaan Pekerjaan
terkait Penerepan SMKK
5.2 Isi Laporan Hasil Pengawasan
Pelaksanaan Pekerjaan sekurang-
kurangnya mencakup formulir izin
kerja yang telah ditandatangan dan
lembar pengawasan
JUMLAH

Keterangan:
Ada =1
Tidak Ada =0

Hal >> 57
Tabel 3 Penilaian RKK Pekerjaan Konstruksi
PENILAIAN
NO. KRITERIA PENILAIAN PENJELASAN
YA TIDAK
1 KEPEMIMPINAN DAN PARTISIPASI PEKERJA DALAM KESELAMATAN
1.1 Kepedulian Pimpinan Terhadap Isu Eksternal dan Internal
1.1.1 Daftar Identifikasi Isu Internal dan Eksternal
[Link] Terdapat daftar identifikasi isu
internal dan eksternal yang
mempengaruhi pelaksanaan
pekerjaan konstruksi
[Link] Daftar identifikasi isu internal
dan eksternal minimal
mencakup isu, dampak, kategori
isu, jenis isu, jenis SWOT,
sumber isu, keinginan dan
harapan (internal dan eksternal)
[Link] Daftar identifikasi isu internal dan
eksternal ditandatangani oleh
ahli teknik terkait dan
penanggung jawab keselamatan
konstruksi
1.1.2 Organisasi Pengelola SMKK
[Link] Terdapat bagan struktur
organisasi yang dapat
menjelaskan hubungan
koordinasi antara Pelaksana
Konstruksi, Kantor Pusat dan
pengelola SMKK.
[Link] Jabatan pada bagan struktur
organisasi terdapat Direktur
Utama, Direktur HSE, Pimpinan
Tertinggi Pekerjaan Konstruksi
dan/atau Pimpinan UKK, dan ahli
teknik terkait
[Link] Masing-masing jabatan
dilengkapi dengan Tugas dan
Tanggung Jawab terhadap
Keselamatan Konstruksi
[Link] Terdapat prosedur dan/atau
petunjuk kerja yang
menggambarkan hubungan
kerja antara Pelaksana
Pekerjaan Konstruksi dengan
Kantor Pusat Penyedia Jasa
yang sekurang-kurangnya
meliputi:

Hal >> 58
PENILAIAN
NO. KRITERIA PENILAIAN PENJELASAN
YA TIDAK
1. Tugas, tanggung jawab dan
wewenang Tim Pelaksana
Pekerjaan Konstruksi dan
Kantor Pusat Penyedia Jasa;
2. Hubungan kerja antara Tim
Pelaksana Pekerjaan
Konstruksi dan Kantor Pusat
Penyedia Jasa;
3. Jadwal pelaporan kinerja
pelaksanaan pekerjaan
khususnya terkait
Keselamatan Konstruksi
pada pimpinan puncak
Penyedia Jasa di Kantor
Pusat;
4. Kendala yang dihadapi terkait
pelaksanaan pekerjaan
khususnya terkait masalah
Keselamatan Konstruksi dan
alternatif solusi pemecahan
masalah tersebut yang
membutuhkan bantuan
dukungan dari pimpinan
puncak Penyedia Jasa di
Kantor Pusat.
[Link] Prosedur dan/atau petunjuk
kerja ditandatangani oleh
Direktur Utama Penyedia Jasa
1.2 Komitmen Keselamatan Konstruksi
1.2.1 Terdapat komitmen
keselamatan konstruksi
[Link] Isi komitmen setidaknya
mencakup:
1. Memenuhi ketentuan
Keselamatan Konstruksi
2. Menggunakan tenaga kerja
kompeten bersertifikat,
3. Menggunakan peralatan yang
memenuhi standar kelaikan;
4. Menggunakan material yang
memenuhi standar mutu,
5. Menggunakan teknologi yang
memenuhi standar kelaikan,
6. Melaksanakan SOP (Standar
Operasional Prosedur),
dan

Hal >> 59
PENILAIAN
NO. KRITERIA PENILAIAN PENJELASAN
YA TIDAK
7. Memenuhi 9 (sembilan)
komponen biaya SMKK.
[Link] Komitmen ditandatangani oleh:
1. wakil sah badan usaha
(untuk badan usaha yang
tidak ber-KSO), atau
2. pimpinan masing-masing
badan usaha (untuk badan
usaha yang ber-KSO).
[Link] Komitmen menjadi
satu kesatuan di dalam
RKK
1.2.2 Terdapat Kebijakan
Keselamatan Konstruksi
[Link] Kebijakan Keselamatan
Kontraksi dibuat oleh Penyedia
Jasa dan disahkan oleh
Pengguna Jasa
1.2.3 Tinjauan Pelaksanaan
Komitmen
[Link] Terdapat jadwal kunjungan Pimpinan perusahaan
Pimpinan Perusahaan ke proyek. yaitu level dari direktur
hingga ke tingkat 1 level
di bawah direktur.
[Link] Jadwal kunjungan Pimpinan
Perusahaan ke proyek dilakukan
3 bulan sekali selama waktu
pelaksanaan proyek.
[Link] Jadwal kunjungan Pimpinan
Penyedia Jasa Pekerjaan
Konstruksi ke proyek minimal
mencakup elemen, kegiatan,
PIC, dan bulan pelaksanaan
kunjungan
1.2 Struktur Organisasi.
1.2.1 Terdapat bagan struktur pelaksana konstruksi
organisasi yang dapat dan kantor pusat
menjelaskan hubungan pejabat pembuat
koordinasi antara pelaksana komitmen
konstruksi dan kantor pusat,

pejabat pembuat komitmen.


1.2.2 Tedapat prosedur dan/atau
petunjuk kerja yang
menggambarkan hubungan
kerja antara Pelaksana

Hal >> 60
PENILAIAN
NO. KRITERIA PENILAIAN PENJELASAN
YA TIDAK
Pekerjaan Konstruksi dengan
Kantor Pusat Penyedia Jasa
yang sekurang-kurangnya
meliputi:
1. Tugas, tanggung jawab dan
wewenang Tim Pelaksana
Pekerjaan Konstruksi dan
Kantor Pusat Penyedia Jasa;
2. Hubungan kerja antara Tim
Pelaksana Pekerjaan
Konstruksi dan Kantor Pusat
Penyedia Jasa;
3. Jadwal pelaporan kinerja
pelaksanaan pekerjaan
khususnya terkait Keselamatan
Konstruksi pada pimpinan
puncak Penyedia Jasa di
Kantor Pusat;
4. Kendala yang dihadapi terkait
pelaksanaan pekerjaan
khususnya terkait masalah
5. Keselamatan Konstruksi dan
alternatif solusi pemecahan
masalah tersebut yang
membutuhkan bantuan
dukungan dari pimpinan
puncak Penyedia Jasa di
Kantor Pusat.
2 PERENCANAAN KESELAMATAN KONSTRUKSI
2.1 Identifikasi Bahaya, Penilaian Risiko, dan Peluang (IBPRP)
2.1.1 Jadwal Pelaksanaan Pekerjaan
[Link] Terdapat jadwal pelaksanaan Memuat uraian seluruh
pekerjaan item pekerjaan yang
akan dilaksanakan
sesuai dengan kontrak
dan menampilkan
jangka waktu yang
dibutuhkan setiap
pekerjaanya.
[Link] Format jadwal pelaksanaan
minimal meliputi uraian
pekerjaan, bobot, dan waktu
pelaksanaan.
2.1.2 Terdapat IBPRP
[Link] Format IBPRP minimal memuat
aktivitas pekerjaan, identifikasi

Hal >> 61
PENILAIAN
NO. KRITERIA PENILAIAN PENJELASAN
YA TIDAK
bahaya, jenis bahaya, persyaratan
pemenuhan peraturan,
pengendalian awal, penilaian
tingkat risiko (kemungkinan,
keparahan, nilai risiko, tingkat
risiko), pengendalian lanjutan,
penilaian sisa risiko
(kemungkinan, keparahan, nilai
risiko, tingkat risiko), keterangan.
[Link] Tahapan aktivitas IBPRP sesuai
dengan lingkup pekerjaan
[Link] IBPRP dibuat oleh Ahli K3
Konstruksi/Petugas K3
Konstruksi dan ditandatangani
oleh pimpinan tertinggi
pekerjaan konstruksi.
Penanggung Jawab Keselamatan
Konstruksi dan ditandatangani
oleh Kepala Pelaksana Pekerjaan
Konstruksi
2.1.3 Analisis Keselamatan Pekerjaan
(Job Safety Analysis/JSA)*

*khusus untuk pekerjaan yang


memiliki risiko besar
[Link] Terdapat JSA
[Link] JSA minimal meliputi tahapan
pekerjaan, bahaya, risiko,
pengendalian, dan tanggung jawab
[Link] JSA ditandatangani oleh Ahli K3
Konstruksi, Pengguna Jasa, ahli
teknik terkait, Penyedia Jasa
2.2 Rencana Tindakan (Sasaran dan Program)
2.2.1 Sasaran Umum dan Program Umum
[Link] Terdapat Sasaran Umum dan
Program Umum
[Link] Sasaran Umum dan Program
Umum dibuat berdasarkan
Pengendalian Risiko yang
bersifat umum
[Link] Sasaran Umum paling sedikit
mencakup:
a. Kinerja keselamatan
Konstruksi
• Severity Rate (SR) = 0

Hal >> 62
PENILAIAN
NO. KRITERIA PENILAIAN PENJELASAN
YA TIDAK
• Penilaian Indikator Kunci
Kinerja Keselamatan
Konstruksi (Construction
Safety KPI) = 85%
b. Kinerja Kesehatan Kerja
• Tidak ada Penyakit
Akibat Kerja
(PAK)
c. Kinerja Pengelolaan
Lingkungan Kerja
• Tidak ada
pencemaran
lingkungan
d. Kinerja Pengamanan
• Tidak ada gangguan
keamanan yang
mengakibatkan
berhentinya
pelaksanaan pekerjaan
[Link] Program Umum paling sedikit
mencakup:
a. Kinerja keselamatan
Konstruksi
• Komunikasi: Induksi
Keselamatan Konstruksi,
Pertemuan pagi hari,
Pertemuan kelompok
kerja ,Rapat
Keselamatan Konstruksi
• Pelatihan / Sosialisasi
b. Kinerja Kesehatan Kerja
• Pemeriksaan kesehatan
(awal &
berkala)
• Peningkatan
kesegaran jasmani
c. Kinerja Pengelolaan
Lingkungan Kerja
• AMDAL / UKL-UPL
• Tata Graha
(Housekeepi
ng)
• Pengolahan sampah
dan limbah
d. Kinerja Pengamanan
• Petugas keamanan

Hal >> 63
PENILAIAN
NO. KRITERIA PENILAIAN PENJELASAN
YA TIDAK
• Koordinasi dengan
pihak terkait
2.2.2 Sasaran Khusus dan Program Khusus
[Link] Terdapat Sasaran Khusus dan
Program Khusus
[Link] Sasaran Khusus dan Program
Khusus dibuat berdasarkan
identifikasi bahaya, penilaian
risiko dan peluang yang bersifat
khusus yaitu memiliki skala
prioritas sedang dan tinggi
[Link] Sasaran Khusus dan Program
Khusus minimal meliputi
sasaran khusus, program
khusus, jadwal pelaksanaan,
indikator pencapaian, dan
penanggung jawab
2.3 Standar dan Peraturan Perundang-Undangan
2.3.1 Terdapat Standar dan Peraturan
Perundang-undangan
2.3.2 Format Standar dan Peraturan
Perundang-Undangan minimal
memuat pengendalian risiko,
peraturan perundangan dan
persyaratan lainnya, dan pasal
sesuai dengan pengendalian
risiko
3 DUKUNGAN KESELAMATAN KONSTRUKSI
3.1 Sumber Daya
3.1.1 Peralatan
[Link] Terdapat bukti Surat Ijin Kelaikan
Operasi (SILO) pesawat angkut
dan angkut
[Link] Terdapat bukti sertifikat
kelaikan peralatan konstruksi
lainnya yang digunakan pada
Pelaksanaan Pekerjaan
Konstruksi
[Link] Terdapat daftar peralatan utama Status Kepemilikan
yang akan digunakan pada peralatan yang
pelaksanaan pekerjaan konstruksi dibuktikan dengan surat
minimal memuat Jenis Peralatan, kepemilikan maupun
Merk & Tipe, Kapasitas, Jumlah, surat perjanjian
Lokasi, dan Status Kepemilikan

Hal >> 64
PENILAIAN
NO. KRITERIA PENILAIAN PENJELASAN
YA TIDAK
[Link] Daftar peralatan utama di
tandatangani oleh Pimpinan
Tertinggi Pekerjaan Konstruksi
3.1.2 Material
[Link] Terdapat Lembar Data
Keselamatan Bahan (LDKB) dari
pemasok
[Link] Terdapat daftar material impor
yang akan digunakan pada
Pelaksanaan Pekerjaan
PENILAIAN
NO. KRITERIA PENILAIAN YA TIDA PENJELASAN
K
Konstruksi
[Link] Format daftar material impor
minimal memuat Jenis Material,
Jumlah, Negara Asal, Jadwal
Pengiriman Barang
[Link] Daftar material impor
ditandatangani oleh Pimpinan
Tertinggi Pekerjaan Konstruksi
3.1.3 Biaya
Perhitungan Biaya SMKK
mengacu pada Peraturan ini.
3.1.4 Kompetensi
[Link] Terdapat daftar personel yang
ikut dalam Pelaksanaan
Pekerjaan Konstruksi
[Link] Format Daftar Personel minimum
memuat Jabatan, Nama
Personel, Pendidikan, Sertifikat
Kompetensi Kerja, dan
Pengalaman
[Link] Terdapat bukti sertifikat
personel yang terdaftar
3.1.5 Kepedulian
[Link] Terdapat prosedur dan/atau
petunjuk kerja peningkatan
kepedulian Keselamatan
Konstruksi.
[Link] Prosedur dan/atau petunjuk
ditandatangani oleh Pimpinan
Tertinggi Pekerjaan Konstruksi
dan ahli teknik sesuai bidang.

Hal >> 65
PENILAIAN
NO. KRITERIA PENILAIAN PENJELASAN
YA TIDAK
[Link] Terdapat analisis kebutuhan
pelatihan dan sosialisasi SMKK
[Link] Terdapat Rencana Pelatihan
Keselamatan Konstruksi
[Link] Format Rencana Pelatihan
Keselamatan Konstruksi pada
minimal memuat Jenis
Pelatihan, Target Peserta, PIC,
dan Waktu Pelaksanaan
3.1.6 Komunikasi
[Link] Tedapat Prosedur dan/atau
petunjuk kerja:
• Induksi Keselamatan
Konstru
ksi;
• Pertemuan pagi hari;
• Pertemuan
kelompok kerja;
• Rapat Keselamatan
Konstru
ksi;
• Penerapan
informasi bahaya-
bahaya;
• Jadwal Program
[Link] Format jadwal program
komunikasi minimal memuat
Jenis Komunikasi, PIC, dan
Waktu Pelaksanaan
[Link] Prosedur dan/atau petunjuk kerja
ditandatangani oleh Penanggung
Jawab Keselamatan Konstruksi
dan Pimpinan Tertinggi Pekerjaan
Konstruksi
3.1.7 Informasi Terdokumentasi
[Link] Terdapat prosedur dan/atau
petunjuk kerja pengendalian
dokumen atas semua dokumen
yang dimiliki
[Link] Terdapat Prosedur dan/atau
petunjuk kerja ditandatangani
oleh Pimpinan Tertinggi
Pekerjaan Konstruksi
5 OPERASI KESELAMATAN KONSTRUKSI
5.1 Perencanaan dan Pengendalian Operasi
5.1.1 Struktur Organisasi Pelaksana Pekerjaan Konstruksi

Hal >> 66
PENILAIAN
NO. KRITERIA PENILAIAN PENJELASAN
YA TIDAK
[Link] Terdapat struktur organisasi
Pelaksana Pekerjaan Konstruksi
[Link] Struktur organisasi dilengkapi
dengan tugas dan tanggung
jawab terhadap Keselamatan
Konstruksi
[Link] Terdapat Organisasi Unit
Keselamatan Konstruksi
[Link] Struktur organisasi dilengkapi
dengan tugas dan tanggung
jawab
5.1.2 Pengelolaan Keamanan Lingkungan Kerja
[Link] Terdapat daftar material atau
bahan yang akan digunakan
pada Pelaksanaan Pekerjaan
Konstruksi
[Link] Terdapat Analisis Keselamatan
Pekerjaan (AKP/JSA)
[Link] Analisis Keselamatan Pekerjaan
(AKP/JSA) ditandatangani oleh
ahli teknik terkait dan
Penanggung Jawab Keselamatan
Konstruksi
[Link] Terdapat prosedur dan/atau
petunjuk kerja tahapan
pekerjaan konstruksi
[Link] Prosedur dan/atau petunjuk
kerja tahapan pekerjaan
konstruksi ditandatangani oleh
Penanggung Jawab Teknik
[Link] Terdapat prosedur dan/atau
petunjuk kerja sistem
permohonan izin kerja
[Link] Prosedur dan/atau petunjuk kerja
sistem permohonan izin kerja
ditandatangani oleh Penanggung
Jawab Keselamatan Konstruksi
dan Pimpinan Tertinggi Pekerjaan
Konstruksi
[Link] Izin kerja dilengkapi dengan:
a. analisis keselamatan
pekerjaan (AKP)/Job Safety
Analysis (JSA) yang
ditandatangani oleh ahli
teknik terkait dan

Hal >> 67
PENILAIAN
NO. KRITERIA PENILAIAN PENJELASAN
YA TIDAK
Penanggung Jawab
Keselamatan Konstruksi
b. Prosedur dan/atau petunjuk
kerja sistem keamanan
bekerja yang ditandatangani
oleh Penanggung Jawab
Teknik
c. Lembar periksa yang
ditandatangani oleh petugas
yang berwenang sesuai hasil
inspeksi yang telah dilakukan
[Link] Tedapat Formulir izin kerja untuk Sekurang-
masing-masing pekerjaan yang kurangnya terdiri
ditandatangani oleh Unit dari 3 rangkap
Keselamatan Konstruksi
[Link] Terdapar prosedur dan/atau
petunjuk kerja pengamanan
lingkungan kerja
[Link] Prosedur dan/atau petunjuk
kerja pengamanan lingkungan
ditandatangani oleh ahli teknik
terkait dan Pimpinan Tertinggi
Pekerjaan Konstruksi

[Link] Terdapat prosedur dan/atau


petunjuk kerja manajemen
keselamatan lalu lintas (traffic
management) pada lokasi
pekerjaan yang berdampak pada
kelancaran lalu lintas
[Link] Prosedur dan/atau petunjuk
kerja pengamanan lingkungan
kerja ditandatangani oleh
Penanggung Jawab
KeselamatanKonstruksi dan
Pimpinan Tertinggi Pekerjaan
Konstruksi
[Link] Terdapat prosedur dan/atau
petunjuk kerja sistem
permohonan izin keluar/masuk
barang
[Link] Prosedur dan/atau petunjuk kerja
sistem permohonan izin
keluar/masuk barang
ditandatangani oleh ahli teknik
terkait dan Pimpinan Tertinggi

Hal >> 68
PENILAIAN
NO. KRITERIA PENILAIAN PENJELASAN
YA TIDAK
Pekerjaan Konstruksi
[Link] Terdapat formulir
izin keluar/masuk
barang
[Link] Formulir izin keluar/masuk barang
ditandatangani oleh Penanggung
Jawab Keselamatan Konstruksi
dan Pimpinan Tertinggi Pekerjaan
Konstruksi
5.1.3 Pengelolaan Keselamatan Kerja
[Link] Terdapat prosedur/petunjuk kerja
penggunaan pesawat angkat &
angkut (alat berat) dan peralatan
konstruksi lainnya
[Link] Prosedur/petunjuk kerja
penggunaan pesawat angkat &
angkut (alat berat) dan peralatan
konstruksi lainnya ditandatangani
oleh Penanggung Jawab
Peralatan dan Pimpinan Tertinggi
Pekerjaan Konstruksi
[Link] Terdapat prosedur dan/atau
petunjuk kerja sistem keamanan
bekerja berdasarkan program
kerja
[Link] Prosedur dan/atau petunjuk kerja
sistem keamanan bekerja
ditandatangani oleh Penanggung
Jawab Keselamatan Konstruksi
[Link] Terdapat prosedur dan/atau
petunjuk kerja penggunaan Alat
Pelindung Diri (APD)
[Link] Prosedur dan/atau petunjuk
kerja penggunaan Alat
Pelindung Diri (APD)
ditandatangani oleh Penanggung
Jawab Keselamatan Konstruksi
[Link] Terdapat uraian pengendalian Menjelaskan
subpenyedia jasa dan pemasok hubungan koordinasi
dalam mendukung pelaksanaan antara subpenyedia
kontrak sesuai dengan kontrak jasa/pemasok
yang telah disetujui dengan penyedia
jasa dalam rangka
pengelolaan
keselamatan kerja

Hal >> 69
PENILAIAN
NO. KRITERIA PENILAIAN PENJELASAN
YA TIDAK
[Link] Format uraian pengendalian
minimal meliputi pengendalian
subkontraktor dan pengendalian
pemasok
5.1.4 Pengelolaan Kesehatan Kerja
[Link] Terdapat prosedur dan/atau
petunjuk kerja pengelolaan
kesehatan kerja
[Link] Prosedur dan/atau petunjuk kerja
pengelolaan kesehatan kerja
paling sedikit mencakup:
pemeriksaan kesehatan berkala,
pemeriksaan kesehatan khusus,
pencegahan penyakit menular
dan penyakit akibat kerja
[Link] Prosedur dan/atau petunjuk
kerja pengelolaan kesehatan
kerja ditandatangani oleh ahli
teknik terkait dan Pimpinan
Tertinggi Pekerjaan Konstruksi
5.1.5 Pengelolaan Lingkungan Kerja
[Link] Terdapat prosedur dan/atau
petunjuk kerja pengelolaan
lingkungan kerja terkait
pencegahan pencemaran
(terhadap air, tanah, dan udara)
[Link] Prosedur dan/atau petunjuk kerja
pengelolaan lingkungan kerja
ditandatangani oleh Penanggung
Jawab Keselamatan Konstruksi
dan Pimpinan Tertinggi Pekerjaan
Konstruksi
[Link] Pengukuran kondisi lingkungan
sekurang-kurangnya terdiri atas
Jenis Pengukuran, Nilai Ambang
Batas (NAB), Peraturan
Perundang-Undangan, dan
Periode Pengukuran
[Link] Terdapat prosedur dan/atau
petunjuk kerja pengelolaan Tata
Graha (Housekeeping) terkait
Program 5R (Ringkas, Rapih,
Resik, Rawat, Rajin)
[Link] Prosedur dan/atau petunjuk
kerja pengelolaan Tata Graha
(Housekeeping) ditandatangani

Hal >> 70
PENILAIAN
NO. KRITERIA PENILAIAN PENJELASAN
YA TIDAK
oleh Penanggung Jawab
Keselamatan Konstruksi dan
Pimpinan Tertinggi Pekerjaan
Konstruksi
[Link] Terdapat prosedur dan/atau
petunjuk kerja pengelolaan
sampah/limbah
[Link] Prosedur dan/atau petunjuk kerja
pengelolaan sampah/limbah
ditandatangani oleh Penanggung
Jawab Keselamatan Konstruksi
5.2 Kesiapan dan Tanggapan Terhadap Kondisi Darurat
5.2.1 Daftar Induk Prosedur dan/atau Instruksi Kerja
[Link] Terdapat daftar induk prosedur
dan/atau instruksi kerja
[Link] Daftar induk prosedur dan/atau
instruksi kerja ditandatangani oleh
ahli teknik terkait dan Pimpinan
Tertinggi Pekerjaan Konstruksi
[Link] Prosedur dan/atau instruksi
kerja sekurang-kurangnya
memuat Nomor Dokumen,
Daftar Dokumen (Prosedur,
Instruksi Kerja) dan Pihak
yang Mengesahkan
5.2.2 Kesiap-siagaan dan Tanggap Terhadap Kondisi Darurat
[Link] Terdapat prosedur dan/atau Sesuai dengan sifat
petunjuk kerja tanggap darurat dan klasifikasi
Pelaksanaan
Pekerjaan Konstruksi
yang dikerjakan
[Link] Prosedur dan/atau petunjuk
kerja tanggap darurat
ditandatangani oleh ahli teknik
terkait dan Penanggung Jawab
Keselamatan Konstruksi
[Link] Terdapat prosedur dan/atau
petunjuk kerja penyelidikan
insiden (kecelakaan, kejadian
berbahaya, dan penyakit akibat
kerja)
[Link] Prosedur dan/atau petunjuk kerja
penyelidikan insiden
ditandatangani oleh Penanggung
Jawab Keselamatan Konstruksi

Hal >> 71
PENILAIAN
NO. KRITERIA PENILAIAN PENJELASAN
YA TIDAK
dan Pimpinan Tertinggi Pekerjaan
Konstruksi
6 EVALUASI KINERJA KESELAMATAN KONSTRUKSI
6.1 Pemantauan dan Evaluasi
6.1.1 Inspeksi dan Audit
[Link] Terdapat prosedur dan/atau
petunjuk kerja inspeksi
[Link] Prosedur dan/atau petunjuk kerja
inspeksi ditandatangani oleh ahli
teknik terkait atau Penanggung
Jawab Keselamatan Konstruksi
dan Pimpinan Tertinggi Pekerjaan
Konstruksi
[Link] Terdapat lembar periksa paling - Lingkup
minimum mencakup lembar pekerjaan
periksa: ditandatangani
• lingkup pekerjaan, oleh ahli teknik
• pesawat angkat & angkut alat terkait,
berat (ditagging dan diisolasi) Penanggung
• peralatan Jawab
• bahan/material, Keselamatan
• lingkungan, Konstruksi.
• kesehatan, - Pesawat angkat
• keamanan & angkut (alat
berat)
ditandatangani
oleh ahli teknik
terkait,
Penanggung
Jawab
Keselamatan
Konstruksi.
- Perkakas
ditandatangani
oleh ahli teknik
terkait,
Penanggung
Jawab
Keselamatan
Konstruksi.
- Bahan/material
ditandatangani
oleh ahli teknik
terkait,
Penanggung
Jawab

Hal >> 72
PENILAIAN
NO. KRITERIA PENILAIAN PENJELASAN
YA TIDAK
YA TIDAK
Keselamatan
Konstruksi dan
disetujui oleh
Pengawas
Pekerjaan.
- Lingkungan
(housekeeping,
pencemaran,
hygine)
ditandatangani
oleh ahli teknik
terkait,
Penanggung
Jawab
Keselamatan
Konstruksi.
- Kesehatan
ditandatangani
oleh ahli terkait,
Penanggung
Jawab
Keselamatan
Konstruksi.
-
Keamanan/se
curity
ditandatangani
oleh ahli terkait,
Penanggung
Jawab
Keselamatan
Konstruksi.
[Link] Terdapat prosedur dan/atau
petunjuk kerja Patroli
Keselamatan Konstruksi
[Link] Prosedur dan/atau petunjuk kerja
Patroli Keselamatan Konstruksi
ditandatangani oleh ahli teknik
terkait atau Penanggung Jawab
Keselamatan Konstruksi dan
Pimpinan Tertinggi Pekerjaan
Konstruksi
[Link] Terdapat prosedur dan/atau
petunjuk kerja audit internal

Hal >> 73
PENILAIAN
NO. KRITERIA PENILAIAN PENJELASAN
YA TIDAK
[Link] Prosedur dan/atau petunjuk
kerja audit internal
ditandatangani oleh ahli teknik
terkait atau Penanggung Jawab
Keselamatan Konstruksi dan
Pimpinan Tertinggi Pekerjaan
Konstruksi
[Link] Terdapat jadwal pelaksanaan:
• inspeksi,
• patrol
keselamatan
konstruksi, dan
• audit
[Link] Jadwal pelaksanaanminimal
mencakup Kegiatan, PIC, dan
Jadwal dalam Satuan Bulan
[Link] Jadwal pelaksanaan
ditandatangani oleh Penanggung
Jawab Keselamatan Konstruksi
6.2 Tinjauan Manajemen
6.2.1 Terdapat prosedur dan/atau petunjuk
kerja terkait pelaksanaan tinjauan
manajemen
6.2.2 Prosedur dan/atau petunjuk kerja
terkait pelaksanaan tinjauan
manajemen ditandatangani oleh ahli
teknik terkait atau Penanggung
Jawab Keselamatan Konstruksi dan
Pimpinan Tertinggi Pekerjaan
Konstruksi
6.2.3 Risalah rapat tinjauan manajemen
minimal mencakup Permasalahan,
Rencana Tindak Lanjut, Target
Waktu, Status, dan Penanggung
Jawab
6.3 Peningkatan Kinerja Keselamatan Konstruksi
6.3.1 Terdapat format tindakan perbaikan
untuk pelaksanaan pekerjaan
konstruksi pada kontrak tahun jamak
6.3.2 Format tindakan perbaikan untuk
pelaksanaan pekerjaan konstruksi
minimal mencakup Uraian, Skala
Penilaian, Catatan, serta Saran dan
Tindak Lanjut
JUMLAH

Hal >> 74

Anda mungkin juga menyukai