0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
13 tayangan21 halaman

Materi Risk Assessment

Angka kecelakaan kerja di Indonesia meningkat 12% pada awal tahun 2025, dengan 47.300 kasus tercatat, terutama di sektor konstruksi dan manufaktur. Proses penilaian risiko (risk assessment) diperlukan untuk mengidentifikasi bahaya dan mengelola risiko terkait keselamatan kerja secara efektif. Organisasi harus menentukan apakah risiko dapat diterima dan melakukan pemantauan berkelanjutan untuk memastikan keselamatan di tempat kerja.

Diunggah oleh

Arief Arisyarvi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
13 tayangan21 halaman

Materi Risk Assessment

Angka kecelakaan kerja di Indonesia meningkat 12% pada awal tahun 2025, dengan 47.300 kasus tercatat, terutama di sektor konstruksi dan manufaktur. Proses penilaian risiko (risk assessment) diperlukan untuk mengidentifikasi bahaya dan mengelola risiko terkait keselamatan kerja secara efektif. Organisasi harus menentukan apakah risiko dapat diterima dan melakukan pemantauan berkelanjutan untuk memastikan keselamatan di tempat kerja.

Diunggah oleh

Arief Arisyarvi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

RISK ASSESSMENT

- Arief A (KAN251000199)
Latar
Belakang
Review Insiden Indonesia 2025 1

Angka kecelakaan kerja di Indonesia mengalami peningkatan signifikan di awal tahun 2025. Berdasarkan data
terbaru yang dirilis oleh Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), hingga April 2025 tercatat 47.300 kasus
kecelakaan kerja, atau meningkat sekitar 12% dibandingkan periode yang sama tahun lalu

Rincian Kasus Kecelakaan Kerja


Dari 47.300 kasus yang tercatat:
• 29% terjadi di sektor konstruksi
• 26% di sektor manufaktur
• 18% di sektor transportasi dan logistik
• Sisanya di pertambangan, pertanian, dan sektor
lainnya.

Jenis kecelakaan yang paling banyak terjadi antara lain:


• Terjatuh dari ketinggian
• Tertimpa material atau alat berat
• Terpapar bahan berbahaya
• Kecelakaan lalu lintas saat perjalanan dinas
• Keracunan gas di ruang terbatas
ACCIDENT RATIO STUDY – Frank E. Bird (1969) 2
PEME – TEORI GUNUNG ES 3

Sistem: Manusia-Alat-Material- $1 BIAYA KECELAKAAN DAN PENYAKIT


Pengobatan/ Perawatan
Gaji (Biaya Diasuransikan)

Tempat Kerja

P
- Kerusakan gangguan
MANUSIA -Kerusakan peralatan dan perkakas
- Kerusakan produk dan material
$5 HINGGA $50 - Terlambat dan ganguan produksi

E
- Biaya legal hukum
BIAYA DALAM - Pengeluaran biaya untuk
PEMBUKUAN: penyediaan fasilitas dan
KERUSAKAN PROPERTI peralatan gawat darurat
(BIAYA YANG TAK - Sewa peralatan
PRODUK/ - Waktu untuk penyelidikan
TASK DIASURANSIKAN)
JASA - Gaji terus dibayar untuk waktu
yang hilang
$1 HINGGA $3
BIAYA LAIN - Biaya pemakaian pekerja
EQUIPMENT
MATERIAL YANG pengganti dan/ atau biaya
melatih
TAK DIASURANSIKAN

M
- Upah lembur
- Ekstra waktu untuk kerja
Kecelakaan terjadi dalam administrasi
LINGKUNGAN - Berkurangnya hasil produksi
KERJA proses interaksi antara PEME akibat dari sikorban

E - Hilangnya bisnis dan nama baik


Dasar – Dasar K3 4

HAZARD RISK CONTROL

(IDENTIFY) (ASSESS) (IMPLEMENT)


Bahaya dan Resiko
Bahaya / Hazard Resiko Contoh lain:

Segala sumber yang Kemungkinan suatu


berpotensi menyebabkan bahaya menyebabkan
kerusakan, cedera, atau kerugian (seperti cedera,
dampak buruk terhadap kerusakan alat dll)
manusia atau aset.
Seekor hiu di laut → Kemungkinan dan akibat
bahaya diserang hiu→ resiko

Mesin kompresor yang


Kemungkinan
bising Petir → bahaya Kemungkinan dan
seseorang mengalami
gangguan pendengaran akibat disambar
petir → resiko

5
Konsep & Prinsip Dasar 6

D
C
Manager/HTS
A
Suptend/SPV
/Specialist
Staff K3L

Keterlibatan Personel dalam Project


Melakukan Risk Assessment
PEMAHAMAN RISK ASSESSMENT 7

Adalah proses meng-Identifikasi Bahaya &


kesempatan, Penilaian risiko, dan
Pengendalian Risiko (disingkat IBPPR)
dimana Perusahaan harus mengelola risiko
terkait dengan K3 secara berkelanjutan dan
se-efektif mungkin. Untuk itu terminologi lain
disebut Manajemen Risiko K3 atau Analisis
Risiko (Risk Assessment).
METODE SISTEMATIS RISK ASSESSMENT 8

Identifikasi
Potensi Kerugian
& Kesempatan

HIRARC
(IBPPR)

Tindakan Nilai/
Pengendalian, Evaluasi
Pencegahan & Risiko (+/-)
Peningkatan
Semua pekerjaan harus dinilai dan dikategorikan ke
dalam salah satu Kategori Tingkat Risiko:

L (Low) M (Medium) or H (High)


RISK ASSESSMENT 9

Need To Be Assess

1. Sifat Pekerjaan 6. Pekerjaan serentak oleh kontraktor


2. Lokasi Kerja yang berbeda
3. Bahan/Peralatan yang Digunakan 7. Durasi pekerjaan
4. Potensi Paparan Bahaya di Lokasi Kerja 8. Potensi konsekuensi insiden
5. Potensi Paparan Bahaya bagi Seluruh 9. Pengalaman kontraktor
Personel 10. Paparan publisitas negatif

➢ HSE RISK = TANGGUNG JAWAB

➢ Assessment HSE Risks :


HSE Risks to PEOPLE, ASSET, ENVIRONMENT and BUSINESS REPUTATION
CARA MENENTUKAN RESIKO ???

10
SAVERITY 11

Tingkat keparahan atau tingkat keseriusan dari suatu kejadian, kegagalan atau risiko

BAHAYA? DAMPAK?
SAVERITY 12

KERUSAKAN KERUSAKAN
CEDERA LINGKUNGAN ASSET

PERBAIKAN
RINGAN, < 500 USD
SEKETIKA,
BERAT, FATAL > 10.000 USD
MASIF

Contoh:
Meninggal 1 orang karena kontak dengan arus listrik
Cacat akibat jatuh dari ketinggian
Buta akibat terpapar bahan kimia
Kerusakan biota laut akibat tumpahan bahan kimia
Mengurangi keuntungan akibat tiang listrik tumbang
PROBABILITY 13

Peluang dari situasi atau keadaan bahaya atau kejadian sesungguhnya orang dapat cedera bilamana terpapar
bahaya, lingkungan dapat tercemar, harta benda dapat rusak, proses dapat terganggu bila sesuatu proses kerja
dan aktivitas yang tidak aman.
PROBABILITY 14

Peluang pekerja dapat terjadi saat bekerja ketinggian ?


RISK LEVEL 15

Untuk menentukan risiko membutuhkan perhitungan antara


Consequency Negatif (severity) yang mungkin timbul dan
Likelihood, yang boasanya disebut sebagai tingkat risiko
(Level Of Risk)

PxS=R
RISK LEVEL 16

SAVERITY PROBABILITY

X
MATRIK PENILAIAN RESIKO KIPP 17

Medium
High

Medium

Total diserahkan ke manajemen

ALARP (As Low As Resonably Practicabel)

Continuous Improvement
KESIMPULAN 18

Berdasarkan penilaian risiko kemudian ditentukan


apakah risiko tersebut masih bisa diterima
(acceptable risk) atau tidak (unacceptable risk) oleh
suatu organisasi

Apabila risiko tersebut tidak bisa diterima maka


organisasi harus menetapkan bagaimana risiko
tersebut ditangani hingga tingkat dimana risikonya
paling minimum/sekecil mungkin

Bila risiko mudah dapat diterima/tolerir maka


Perusahaan perlu memastikan bahwa pemantauan
terus dilakukan terhadap risiko itu.
"Masa depan Kawasan Industri Pulau Penebang
yang berkelanjutan dimulai dari kepatuhan dan
kepedulian hari ini."

Anda mungkin juga menyukai