0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
2 tayangan50 halaman

6 RK3K

Dokumen ini menjelaskan tentang Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang diterapkan oleh PT.Nadiputra Pratama KSO PT.Segoro Kidul dalam proyek Supervisi Rehabilitasi D.I Kelingi Tugumulyo. Tujuan utama dari SMK3 adalah untuk meningkatkan perlindungan keselamatan dan kesehatan kerja serta mencegah kecelakaan dan penyakit akibat kerja. Selain itu, dokumen ini juga mencakup berbagai definisi dan kebijakan terkait K3 yang harus dipatuhi dalam pelaksanaan pekerjaan konstruksi.

Diunggah oleh

almahyraassyakirah
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
2 tayangan50 halaman

6 RK3K

Dokumen ini menjelaskan tentang Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang diterapkan oleh PT.Nadiputra Pratama KSO PT.Segoro Kidul dalam proyek Supervisi Rehabilitasi D.I Kelingi Tugumulyo. Tujuan utama dari SMK3 adalah untuk meningkatkan perlindungan keselamatan dan kesehatan kerja serta mencegah kecelakaan dan penyakit akibat kerja. Selain itu, dokumen ini juga mencakup berbagai definisi dan kebijakan terkait K3 yang harus dipatuhi dalam pelaksanaan pekerjaan konstruksi.

Diunggah oleh

almahyraassyakirah
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

[Link] Pratama KSO [Link] Kidul Page | 1.

1
[Link] No.4 Bandung 40262,Telp/Fax + 62 (22) 730-5239,7302067
E-mail :nadi_putra_pratama@[Link]
[Link] PRATAMA
(KSO) [Link] KIDUL
Jl..Leat No.4 Bandung 40262,Telp/Fax : + 62 (22) 730-5239,730-
2067 E-mail : nadi_putra_prtama@[Link]

BAB. 1 PENDAHULUAN
Kuasa KSO atas nama [Link] Pratama KSO [Link] Kidul, Manajemen Keselamatan dan
Kesehatan Kerja (K3) dalam melaksanakan kegiatan pekerjaan di Supervisi Rehabilitasi D.I Kelingi
Tugumulyo [Link] Rawas Tahap II Paket 1 dan Paket 2 pada pekerjaan Supervisi Rehabilitasi
D.I Kelingi Tugomulyo Tahap II Paket 1 dan Paket 2 Tahun Anggaran 2022.

1.1 Umum
Dalam rangka mewujudkan tertib penyelenggaraan pekerjaan kontruksi, maka penyelenggara
pekerjaan konstruksi wajib memenuhi syarat-syarat tentang keamanan, keselamatan, dan
kesehatan kerja pada tempat kegiatan Supervisi Rehabilitasi D.I Kelingi Tugumulyo [Link]
Rawas Tahap II Paket 1 dan Paket [Link] dan Kesehatan Kerja Konstruksi (K3
Konstruksi) adalah segala kegiatan untuk menjamin dan melindungi keselamatan dan kesehatan
tenaga kerja melalui upaya pencegahan kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja pada
pekerjaan konstruksi.

1.2 Maksud dan Tujuan SMK3


Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja Konstruksi Bidang Pekerjaan Umum
(SMK3 Konstruksi Bidang Pekerjaan Umum) adalah bagian dari sistem manajemen organisasi
pelaksanaan pekerjaan Supervisi Rehabilitasi D.I Kelingi Tugumulyo [Link] Rawas Tahap
II Paket 1 dan Paket 2 dalam rangka pengendalian risiko K3 pada setiap pekerjaan konstruksi
bidang Pekerjaan Umum.

Tujuan SMK3 konstruksi Bidang Pekerjaan Umum dapat diterapkan secara konsisten untuk:

 Meningkatkan efektifitas perlindungan keselamatan dan kesehatan kerja yang terencana,


terukur, terstruktur dan terintegrasi
 Dapat mencegah dan mengurangi kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja

Menciptakan tempat kerja yang aman, nyaman dan efisien, untuk mendorong produktifitas

[Link] Pratama KSO [Link] Kidul Page | 1.1


[Link] No.4 Bandung 40262,Telp/Fax + 62 (22) 730-5239,7302067
E-mail :nadi_putra_pratama@[Link]
[Link] PRATAMA
(KSO) [Link] KIDUL
Jl..Leat No.4 Bandung 40262,Telp/Fax : + 62 (22) 730-5239,730-
2067 E-mail : nadi_putra_prtama@[Link]

1.3 SMK3 Konstruksi Bidang Pekerjaan Umum dan


Perumahan Rakyat
Sesuai dengan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik
Indonesia Nomor 10 2021 tentang Pedoman Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan
Kerja (SMK3), meliputi:

1. Jasa Konstruksi adalah layanan jasa Konsultansi Konstruksi dan/atau Pekerjaan


Konstruksi.

2. Pekerjaan Konstruksi adalah keseluruhan atau sebagian kegiatan yang meliputi


pembangunan, pengoperasian, pemeliharaan, pembongkaran, dan pembangunan kembali
suatu bangunan.

3. Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi yang selanjutnya disingkat SMKK adalah


bagian dari sistem manajemen pelaksanaan Pekerjaan Konstruksi untuk menjamin
terwujudnya Keselamatan Konstruksi.

4. Standar Keamanan, Keselamatan, Kesehatan, dan Keberlanjutan adalah pedoman teknis


keamanan, keselamatan, kesehatan tempat kerja konstruksi, dan perlindungan sosial
tenaga kerja, serta tata lingkungan setempat dan pengelolaan lingkungan hidup dalam
penyelenggaraan Jasa Konstruksi.

5. Penjaminan Mutu dan Pengendalian Mutu Pekerjaan Konstruksi yang selanjutnya


disebut PMPM Pekerjaan Konstruksi adalah bagian dari SMKK yang menjamin
terlaksananya keselamatan keteknikan konstruksi guna mewujudkan proses dan hasil Jasa
Konstruksi yang berkualitas.

6. Pekerjaan Konstruksi Terintegrasi adalah gabungan Pekerjaan Konstruksi dan jasa


Konsultansi Konstruksi.

7. Pengguna Jasa adalah pemilik atau pemberi pekerjaan yang menggunakan layanan Jasa
Konstruksi.

8. Penyedia Jasa adalah pemberi layanan Jasa Konstruksi

9. Sub penyedia Jasa adalah pemberi layanan Jasa Konstruksi kepada Penyedia Jasa.

10. Kontrak Kerja Konstruksi yang selanjutnya disebut Kontrak adalah keseluruhan

[Link] Pratama KSO [Link] Kidul Page | 1.2


[Link] No.4 Bandung 40262,Telp/Fax + 62 (22) 730-5239,7302067
E-mail :nadi_putra_pratama@[Link]
[Link] PRATAMA
(KSO) [Link] KIDUL
Jl..Leat No.4 Bandung 40262,Telp/Fax : + 62 (22) 730-5239,730-
2067 E-mail : nadi_putra_prtama@[Link]

dokumen kontrak yang mengatur hubungan hukum antara Pengguna Jasa dan Penyedia
Jasa dalam penyelenggaraan Jasa Konstruksi.

11. Keselamatan Konstruksi adalah segala kegiatan keteknikan untuk mendukung Pekerjaan
Konstruksi dalam mewujudkan pemenuhan Standar Keamanan, Keselamatan, Kesehatan,
dan Keberlanjutan yang menjamin keselamatan keteknikan konstruksi, keselamatan dan
kesehatan tenaga kerja, keselamatan publik dan keselamatan lingkungan.

12. Rancangan Konseptual SMKK adalah dokumen telaah tentang Keselamatan Konstruksi
yang disusun pada tahap pengkajian, perencanaan dan/atau perancangan.

13. Identifikasi Bahaya, Penilaian Risiko, Penentuan Pengendalian Risiko, dan Peluang yang
selanjutnya disebut IBPRP adalah proses mengidentifikasi bahaya, menilai dan
mengendalikan risiko, serta menilai peluang.

14. Rencana Keselamatan Konstruksi yang selanjutnya disingkat RKK adalah dokumen telaah
tentang Keselamatan Konstruksi yang memuat elemen SMKK yang merupakan satu
kesatuan dengan dokumen Kontrak.

15. Analisis Keselamatan Konstruksi yang selanjutnya disingkat AKK adalah metode
dalam mengidentifikasi dan mengendalikan bahaya berdasarkan rangkaian pekerjaan
dalam metode pelaksanaan kerja (work method statement).

16. Risiko Keselamatan Konstruksi adalah risiko Konstruksi yang memenuhi 1 (satu) atau
lebih kriteria berupa besaran risiko pekerjaan, nilai kontrak, jumlah tenaga kerja, jenis alat
berat yang dipergunakan dan tingkatan penerapan teknologi yang digunakan.

17. Penilaian Risiko Keselamatan Konstruksi adalah perhitungan besaran potensi


berdasarkan kemungkinan adanya kejadian yang berdampak terhadap kerugian atas
konstruksi, jiwa manusia, keselamatan publik, dan lingkungan yang dapat timbul dari sumber
bahaya tertentu, terjadi pada Pekerjaan Konstruksi.

18. Program Mutu adalah dokumen rencana penerapan Keselamatan Konstruksi yang memuat
perencanaan kegiatan penjaminan dan pengendalian mutu yang disusun oleh Penyedia
Jasa Konsultansi Konstruksi dan merupakan satu kesatuan dalam Kontrak.

19. Rencana Mutu Pekerjaan Konstruksi yang selanjutnya disingkat RMPK adalah
dokumen telaah tentang Keselamatan Konstruksi yang memuat uraian metode pekerjaan,
rencana inspeksi dan pengujian, serta pengendalian Subpenyedia Jasa dan pemasok, dan
[Link] Pratama KSO [Link] Kidul Page | 1.3
[Link] No.4 Bandung 40262,Telp/Fax + 62 (22) 730-5239,7302067
E-mail :nadi_putra_pratama@[Link]
[Link] PRATAMA
(KSO) [Link] KIDUL
Jl..Leat No.4 Bandung 40262,Telp/Fax : + 62 (22) 730-5239,730-
2067 E-mail : nadi_putra_prtama@[Link]

merupakan satu kesatuan dengan dokumen kontrak.

20. Rencana Kerja Pengelolaan dan Pemantauan Lingkungan Hidup yang selanjutnya
disingkat RKPPL adalah dokumen telaah tentang Keselamatan Konstruksi yang memuat
rona lingkungan, pengelolaan dan pemantauan lingkungan yang merupakan pelaporan
pelaksanaan pengelolaan dan pemantauan lingkungan.

21. Rencana Manajemen Lalu Lintas Pekerjaan yang selanjutnya disingkat RMLLP adalah
dokumen telaah tentang Keselamatan Konstruksi yang memuat analisis, kegiatan dan
koordinasi manajemen lalu lintas.

22. Masa Pemeliharaan adalah kurun waktu dalam Kontrak untuk melakukan pemeliharaan
sejak tanggal serah terima pertama pekerjaan sampai dengan tanggal serah terima akhir
pekerjaan.

23. Unit Keselamatan Konstruksi yang selanjutnya disingkat UKK adalah unit pada
Penyedia Jasa Pekerjaan Konstruksi yang bertanggung jawab terhadap pelaksanaan SMKK
dalam Pekerjaan Konstruksi.

24. Pengadaan Langsung Jasa Konsultansi adalah metode pemilihan untuk mendapatkan
Penyedia Jasa konsultansi yang bernilai paling banyak Rp 100.000.000,00 (seratus juta
rupiah).

25. Harga Perkiraan Sendiri yang selanjutnya disingkat HPS adalah perkiraan harga
barang/jasa yang ditetapkan oleh pejabat pembuat komitmen yang telah memperhitungkan
biaya tidak langsung, keuntungan, pajak pertambahan nilai.

26. Biaya Penerapan SMKK adalah biaya yang diperlukan untuk menerapkan SMKK dalam
penyelenggaraan Jasa Konstruksi.

27. Kecelakaan Konstruksi adalah suatu kejadian akibat kelalaian pada tahap Pekerjaan
Konstruksi karena tidak terpenuhinya Standar Keamanan, Keselamatan, Kesehatan dan
Keberlanjutan, yang mengakibatkan kehilangan harta benda, waktu kerja, kematian, cacat
tetap dan/atau kerusakan lingkungan.

28. Ahli Keselamatan dan Kesehatan Kerja Konstruksi adalah tenaga ahli yang mempunyai
kompetensi khusus di bidang keselamatan dan kesehatan kerja konstruksi dalam
merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi SMKK yang dibuktikan dengan Sertifikat
Kompetensi Kerja Konstruksi.
[Link] Pratama KSO [Link] Kidul Page | 1.4
[Link] No.4 Bandung 40262,Telp/Fax + 62 (22) 730-5239,7302067
E-mail :nadi_putra_pratama@[Link]
[Link] PRATAMA
(KSO) [Link] KIDUL
Jl..Leat No.4 Bandung 40262,Telp/Fax : + 62 (22) 730-5239,730-
2067 E-mail : nadi_putra_prtama@[Link]

29. Ahli Keselamatan Konstruksi adalah tenaga ahli yang mempunyai kompetensi khusus di
bidang Keselamatan Konstruksi dalam merencanakan, melaksanakan dan mengawasi
penerapan SMKK yang dibuktikan dengan Sertifikat Kompetensi Kerja Konstruksi.

30. Petugas Keselamatan dan Kesehatan Kerja Konstruksi yang selanjutnya disebut
Petugas K3 Konstruksi adalah petugas yang memiliki Sertifikat Kompetensi Kerja
Konstruksi yang diterbitkan oleh lembaga sertifikasi profesi atau instansi yang berwenang
sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

31. Petugas Keselamatan Konstruksi adalah orang yang memiliki kompetensi khusus di
bidang Keselamatan

32. Konstruksi dalam melaksanakan dan mengawasi penerapan SMKK yang dibuktikan dengan
Sertifikat Kompetensi Kerja Konstruksi.

33. Sertifikat Kompetensi Kerja Konstruksi adalah tanda bukti pengakuan kompetensi
tenaga kerja konstruksi.

34. Menteri adalah menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang pekerjaan
umum dan perumahan rakyat.
a. Kebijakan K3
Kebijakan yang ditetapkan harus mememenuhi ketentuan:
 Mencakup komitmen untuk mencegah kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja serta
peningkatan berkelanjutan SMK3
 Mencakup komitmen untuk mematuhi peraturan perundangundangan dan persyaratan lain
yang terkait dengan K3
b. Sebagai kerangka untuk menyusun sasaran K3
Kebijakan harus dijelaskan dan disebarluaskan kepada seluruh pekerja, tamu dan semua pihak
yang terlibat dalam kegiatan Supervisi Rehabilitasi D.I Kelingi Tugumulyo [Link] Rawas
Tahap II Paket 1 dan Paket 2 Kebijakan K3 harus ditinjau ulang secara berkala untuk
menjamin bahwa kebijakan tersebut masih sesuai dengan perubahan yang [Link]
K3 dibentuk dengan Penanggungjawab K3 membawahi bidang-bidang yang terintegrasi
dengan struktur organisasi Perusahaan.
c. Perencanaan K3

Penyusunan Identifikasi Bahaya, Penilaian Risiko, Skala Prioritas, Pengendalian Risiko K3 dan
Penanggung Jawab terhadap kegiatan-kegiatan konstruksi yang [Link]
[Link] Pratama KSO [Link] Kidul Page | 1.5
[Link] No.4 Bandung 40262,Telp/Fax + 62 (22) 730-5239,7302067
E-mail :nadi_putra_pratama@[Link]
[Link] PRATAMA
(KSO) [Link] KIDUL
Jl..Leat No.4 Bandung 40262,Telp/Fax : + 62 (22) 730-5239,730-
2067 E-mail : nadi_putra_prtama@[Link]

Perundang-undangan dan Persyaratan lainnya yang dipergunakan sebagai acuan dalam


pelaksanaan [Link] umum adalah pencapaian Nihil Kecelakaan Kerja yang Fatal
(Zero Fatal Accidents) pada pekerjaan Supervisi Rehabilitasi D.I Kelingi Tugumulyo
[Link] Rawas Tahap II Paket 1 dan Paket [Link] khusus yang disusun secara rinci
guna terciptanya sasaran umum dengan pelaksanaan [Link] K3 yang
disusun harus mencantumkan sumber daya yang dipergunakan, jangka waktu, indikator
pencapaian, monitoring dan penanggung jawab serta biaya yang dianggarkan.

d. Pengendalian Operasional
Pengendalian operasional berupa prosedur kerja/ petunjuk kerja, yang harus mencakup
seluruh upaya pengendalian, antara lain:
 Menunjuk Penanggung Jawab Kegiatan SMK3 yang dituangkan dalam Struktur Organisasi
K3 beserta Uraian Tugas
 Upaya pengendalian berdasarkan lingkup pekerjaan
 Prediksi dan rencana penanganan kondisi keadaan darurat tempat kerja
 Program-program detail pelatihan sesuai pengendalian risiko
 Sistem pertolongan pertama pada kecelakaan
 Penyesuaian kebutuhan tingkat pengendalian risiko K3
e. Pemeriksaan dan Evaluasi Kinerja K3
Kegiatan pemeriksaan dan evaluasi kinerja K3 dilakukan mengacu pada kegiatan yang
dilaksanakan pada Pengendalian Operasional.
f. Tinjauan Ulang Kinerja K3.
Hasil pemeriksaan dan evaluasi kinerja K3 selanjutnya diklasifikasikan dengan kategori sesuai
dan tidak sesuai tolok ukur Sasaran dan Program K3. Hal-hal yang tidak sesuai, termasuk
bilamana terjadi kecelakaan kerja dilakukan peninjauan ulang untuk diambil tindakan
perbaikan.

1.4 Kebijakan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)


Perusahaan Konstruksi diwajibkan untuk menetapkan Kebijakan K3 pada kegiatan konstruksi
yang dilaksanakan. Kebijakan K3 berupa pernyataan tertulis yang berisi komitmen untuk
menerapkan K3 berdasarkan skala risiko dan peraturan perundang-undangan K3 yang
dilaksanakan secara konsisten dan harus ditandatangani oleh Manajer Proyek/ Kepala Proyek.

[Link] Pratama KSO [Link] Kidul Page | 1.6


[Link] No.4 Bandung 40262,Telp/Fax + 62 (22) 730-5239,7302067
E-mail :nadi_putra_pratama@[Link]
[Link] PRATAMA
(KSO) [Link] KIDUL
Jl..Leat No.4 Bandung 40262,Telp/Fax : + 62 (22) 730-5239,730-
2067 E-mail : nadi_putra_prtama@[Link]

Penyusunan kebijakan K3 dilakukan dengan mengacu kepada :


1. Tinjauan awal kondisi K3 Konstruksi yang antara lain terdiri dari:
 Identifikasi potensi bahaya, penilaian dan pengendalian risiko
 Perbandingan penerapan K3 Konstruksi dengan Proyek dan/atau Perusahaan lain
 Peninjauan sebab-akibat kejadian yang membahayakan
 Kompensasi dan gangguan serta hasil penilaiaan sebelumnya yang berkaitan dengan
K3 Konstruksi
 Penilaian efisiensi dan efektivitas sumber daya yang disediakan.
2. Peningkatan kinerja manajemen K3 Konstruksi secara terus menerus
3. Masukan dari pekerja dan/atau serikat pekerja konstruksi.

Kebijakan K3 yang ditetapkan harus memenuhi ketentuan sebagai berikut:


1. Mencakup komitmen untuk mencegah kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja serta
peningkatan berkelanjutan SMK3
2. Mencakup komitmen untuk mematuhi peraturan perundangundangan dan persyaratan lain
yang terkait dengan K3
3. Sebagai kerangka untuk menyusun sasaran K3

Penetapan Kebijakan K3 Konstruksi diharapkan dapat memenuhi :


1. Pengesahan oleh Manajer Proyek/ Kepala Proyek
2. Tertulis, tertanggal dan ditandatangani
3. Secara jelas menyatakan tujuan dan sasaran K3 Konstruksi
4. Terdokumentasi dan terpelihara dengan baik
5. Bersifat dinamis.

Komunikasi Kebijakan K3
Kebijakan K3 harus dijelaskan dan disebarluaskan kepada seluruh pekerja konstruksi,
pengawas dan tamu dalam kegiatan konstruksi. Penyebarluasan kebijakan K3 Konstruksi dapat
melalui media antara laian papan pengumuman, spanduk, brosul, verbal dalam apel atau
induksi, serta media lainnya.

[Link] Pratama KSO [Link] Kidul Page | 1.7


[Link] No.4 Bandung 40262,Telp/Fax + 62 (22) 730-5239,7302067
E-mail :nadi_putra_pratama@[Link]
[Link] PRATAMA
(KSO) [Link] KIDUL
Jl..Leat No.4 Bandung 40262,Telp/Fax : + 62 (22) 730-5239,730-
2067 E-mail : nadi_putra_prtama@[Link]

Tinjauan Kebijakan K3
Peninjauan kebijakan dilakukan secara berkala untuk menjamin bahwa kebijakan K3 masih
sesuai dengan perubahan yang terjadi dalam kegiatan Konstruksi yang dilakukan dan ketentuan
peraturan perundang-undangan.

Persyaratan Perencanaan K3
Dalam perencanaan K3 haruslah memenuhi terhadap Kebijakan yang ditetapkan, yang memuat
Tujuan, Sasaran dan Indikator kinerja, Penerapan K3 dengan mempertimbangkan penelaahan
awal sebagai bagian dalam meng-identifikasi potensi sumber bahaya, penilaian dan
pengendalian risiko atas permasalahan K3 yang ada dalam perusahaan atau di proyek atau
tempat kegiatan Kerja konstruksi [Link] mengidentifikasi potensi bahaya yang ada
serta tantangan yang dihadapi akan sangat mempengaruhi dalam menentukan kondisi
perencanaan K3 perusahaan/proyek. Untuk hal tersebut haruslah ditentukan oleh Isu Pokok
dalam Perusahaan/proyek dalam identifikasi bahaya :
 Frekewensi dan tingkat keparahan Kecelakaan Kerja
 Kecelakaan Lalu Lintas
 Kebakaran dan Peledakan
 Keselamatan Produk (Product Safety)
 Keselamatan Konsultan
 Emisi dan Pencemaran Udara
 Limbah Industri

Indikator Kinerja
Dalam menetapkan tujuan dan sasaran kebijakan Keselamatan dan kesehatan kerja
perusahaan harus menggunakan indikator kinerja yang dapat diukur sebagai dasar penilaian
kinerja Keselamatan dan Kesehatan Kerja, yang sekaligus merupakan informasi mengenai
keberhasilan pencapaian Sistim Manejemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja.

Dukungan Keselamatan Konstruksi


 Sumber Daya
 Dukungan keselamatan konstruksi berupa prosedur kerja / petunjuk kerja, yang harus
mencakup seluruh upaya Pengendalian

[Link] Pratama KSO [Link] Kidul Page | 1.8


[Link] No.4 Bandung 40262,Telp/Fax + 62 (22) 730-5239,7302067
E-mail :nadi_putra_pratama@[Link]
[Link] PRATAMA
(KSO) [Link] KIDUL
Jl..Leat No.4 Bandung 40262,Telp/Fax : + 62 (22) 730-5239,730-
2067 E-mail : nadi_putra_prtama@[Link]

 Keselamatan kerja adalah tanggung jawab moril baik karyawan maupun pimpinan
perusahaan
 Setiap personil/ pegawai harus diberikan pelatihan mengenai K3 yang sesuai dengan
lingkup dan tugasnya
 Pembekalan dan penyuluhan kesehatan dan keselamatan kerja terhadap semua
karyawan
 Dapat melakukan identifikasi bahaya/ resiko dalam melaksanakan setiap pekerjaan
 Mampu Melaksanakan prosedur penanggulangan jika terjadi kecelakaan.
 Setiap personil/ pegawai disediakan alat pelindung diri untuk kegiatan lapangan dan
kegiatan kantor
 Kompetensi
 Mengadakan rapat pengarahan secara berkala, dan menekankan pentingnya memenuhi
persyaratan pelanggan, K3, undang-undang dan peraturan yang berlaku
 Mengkomunikasikan kebijakan kepada semua orang yang bekerja dibawah kendali.
 Kompetensi
 Menetapkan dan mengesahkan kebijakan mutu dan K3
 Menetapkan dan mengesahkan sasaran mutu dan K3 (SMK3) perusahaan hingga
sasaran mutu dan K3 unit-unit kerja yang mendukungnya.

1.5 Dasar Hukum


Daftar Peraturan Perundang-Undangan dan Persyaratan K3 yang wajib dipunyai dan dipenuhi
adalah:

 UU No. 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja

 UU No. 18 Tahun 1999 tentang Jasa Konstruksi

 UU Republik Indonesia No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan

 UU Republik Indonesia No.17 tahun 2019 tentang Sumber Daya Air

 Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik No.10/PRT/M/2021


tentang Pedoman Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3)

 Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 09/PRT/M/2008 tentang Pedoman Sistem


Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3)

[Link] Pratama KSO [Link] Kidul Page | 1.9


[Link] No.4 Bandung 40262,Telp/Fax + 62 (22) 730-5239,7302067
E-mail :nadi_putra_pratama@[Link]
[Link] PRATAMA
(KSO) [Link] KIDUL
Jl..Leat No.4 Bandung 40262,Telp/Fax : + 62 (22) 730-5239,730-
2067 E-mail : nadi_putra_prtama@[Link]

 Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi R.I. No. Per.03/MEN/1978 tentang
Penunjukan dan Wewenang serta Kewajiban Pegawai Pengawas Keselamatan dan Kesehatan
Kerja dan Ahli Keselamatan Kerja

 Peraturan Menteri Tenaga Kerja R.I. No. Per.01/MEN/1998 tentang Penyelenggaraan


Pemeliharaan Kesehatan Bagi Tenaga Kerja dengan Manfaat Lebih dari Paket Jaminan
Pemeliharaan Dasar Jaminan Sosial Tenaga Kerja

 Peraturan Menteri Tenaga Kerja R.I. No. Per.03/MEN/1998 tentang Tata Cara Pelaporan dan
Pemeriksaan Kecelakaan

 Keppres Nomor 12 Tahun 2020 tanggal 13 April 2020 tentang Penetapan Bencana Non
Alam Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (COVID19) sebagai Bencana Nasional yang
dapat dikategorikan keadaan kahar.

 SE No.02/SE/KM/2020 tentang Pedoman Pelaksanaan Kegiatan Masa Pademik Corana Virus


Disease 2019 (COVID 19) dibadan Pengembangan SDM

[Link] Pratama KSO [Link] Kidul Page | 1.10


[Link] No.4 Bandung 40262,Telp/Fax + 62 (22) 730-5239,7302067
E-mail :nadi_putra_pratama@[Link]
[Link] PRATAMA
(KSO) [Link] KIDUL
Jl..Leat No.4 Bandung 40262,Telp/Fax : + 62 (22) 730-5239,730-
2067 E-mail : nadi_putra_prtama@[Link]

1.6 Komitmen Keselamatan dan Kesehatan Kerja


RENCANA KESELAMATAN KONSTRUKSI (RKK) KONSULTANSI
KONSTRUKSI PENGAWASAN/ MANAJEMEN PENYELENGGARAAN
KONSTRUKSI
Supervisi Rehabilitasi D.I Kelingi Tugomulyo Tahap II Paket 1 dan Paket 2
Supervisi Rehabilitasi D.I Kelingi Tugomulyo Tahap II
Nama Pekerjaan : Paket 1 dan Paket 2

Nomor Kontrak :

Tanggal :

11 (Sebelas) Kalender terhitung sejak dikeluarkannya


Waktu Pelaksanaan :
Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK)

Bandung, ../ …………2021


[Link] Pratama KSO [Link] Kidul

(XXX)

[Link] Pratama KSO [Link] Kidul Page | 1.11


[Link] No.4 Bandung 40262,Telp/Fax + 62 (22) 730-5239,7302067
E-mail :nadi_putra_pratama@[Link]
[Link] PRATAMA
(KSO) [Link] KIDUL
Jl..Leat No.4 Bandung 40262,Telp/Fax : + 62 (22) 730-5239,730-
2067 E-mail : nadi_putra_prtama@[Link]

Fakta Komitmen Keselamatan dan Kesehatan Kerja

Saya bertanda tangan di bawah ini :


Nama :
Jabatan : Direktur
Bertindak untuk dan Atas Nama : Kuasa KSO ([Link] Pratam KSO [Link] Kidul)

Dalam pelaksanaan Kerja (Kontrak) Nomor xxxxxxxxxx Tanggal xxxxxx antara [Link] Pratama
KSO [Link] Kidul dengan Pejabat Pembuat Komitmen,Satuan Kerja, Balai Besar Wilayah Sungai
Sumatarera VIII , dengan nama paket pekerjaan Supervisi Rehabilitasi D.I Kelingi Tugomulyo Tahap
II Paket 1 dan Paket [Link] melaksanakan keselamatan dan kesehatan kerja demi terciptanya
zero accident, dengan memastikan bahwa seluruh pelaksanaan pekerajaan :

1. Memenuhi ketentuan keselamatan kerja


2. Menggunakan tenaga kerja kompeten bersertifikat
3. Menggunakan peralatan yang memenuhi standart kelaikan
4. Menggunakan standart operasi dan prosedur (SOP)

Bandung, ../ …………2021


[Link] Pratama KSO [Link] Kidul

(XXX)

[Link] Pratama KSO [Link] Kidul Page | 1.12


[Link] No.4 Bandung 40262,Telp/Fax + 62 (22) 730-5239,7302067
E-mail :nadi_putra_pratama@[Link]
BAB.2 STRUKTUR ORGANISASI
Supervisi Rehabilitasi D.I Kelingi Tugomulyo Tahap II Paket 1 dan
Paket 2
1.
2.

[Link] PRATAMA KSO


[Link] KIDUL
[Link] No.4 Bandung 40262
Telp/Fax : + 62 (22) 730-5239,730-2067
Email:nadi_putra_pratama@[Link]
[Link] PRATAMA
(KSO) [Link] KIDUL
Jl..Leat No.4 Bandung 40262,Telp/Fax : + 62 (22) 730-5239,730-
2067 E-mail : nadi_putra_prtama@[Link]

BAB. 2 STRUKTUR ORGANISASI


2.1 Umum
Pihak-pihak yang terlibat dalam rangka pelaksanaan pekerjaan konstruksi,terdiri dari:

1. Penyelenggara Infrastruktur
2. Penyelenggara Proyek

Penyelenggara Infrastruktur merupakan pengguna jasa yang memiliki fungsi penjaminan


keselamatan konstruksi.

Penjamin Keselamatan konstruksi pada Unit Organisasi merupakan unsur pendukung pada
struktur penyelenggara proyek dan tidak terlibat secara langsung dalam pengambilan keputusan
terkait pelaksanaan pekerjaankonstruksi, yang memiliki fungsi:

a. Perumusan kebijakan
b. Pembinaan teknis
c. Pengawasan pelaksanaan kebijakan
Penjamin keselamatan Konstruksi memiliki tugas sebagai berikut:

a. Menyusun standar dan pedoman teknis yang berlaku pada masing-masingunit organisasi

b. Melakukan bimbingan teknis

c. Melakukan pemantuan dan evaluasi serta pelaporan.

Penyelenggara Proyek merupakan pengguna jasa dan penyedia jasa yang melakukan penjaminan
dan/atau pengendalian keselamatan konstruksi, yaitu unit organisasi atau orang yang terlibat
secara langsung dalam pengambilan keputusan terkait pelaksanaan konstruksi, yang memiliki
fungsi:

a. Penanggung Jawab penyelenggaraan


b. Fasilitasi dan Koordinasi Penerapan SMKK
c. Penjaminan dan Pengendalian Penerapan SMKK di Pekerjaan Konstruksi
Penjamin mutu dalam proyek memiliki tugas sebagai berikut:

a. Melakukan Penerapan dan Pelaporan penerapan SMKK

b. Melakukan Pengendalian proses penerapan SMKK

[Link] Pratama KSO [Link] Kidul Page | 2.1


[Link] No.4 Bandung 40262,Telp/Fax + 62 (22) 730-5239,7302067
E-mail :nadi_putra_pratama@[Link]
[Link] PRATAMA
(KSO) [Link] KIDUL
Jl..Leat No.4 Bandung 40262,Telp/Fax : + 62 (22) 730-5239,730-
2067 E-mail : nadi_putra_prtama@[Link]

c. Melaksanakan Pengawasan Pekerjaan

2.2 Struktur Organisasi


Struktur organisasi dan pembagian para pihak yang terlibat dalam penjaminandan pengendalian
Keselamatan Konstruksi untuk penerapan SMKK dapat dilihatpada Gambar 2.1.

UNIT ORGANISASI
PENYELENGGARA UNIT PEMBINA JASA
INFRASTRUKTUR KONSTRUKSI

UNIT KERJA
PELAKSANA PEMILIHAN
UNIT KERJA PELAKSANA UNIT KERJA PELAKSANA BARANG DAN JASA
KEGIATAN KEGIATAN

PENANGGUNG PENANGGUNG PENANGGUNG PENANGGUNG

PENGENDALI PENGENDALI

PENGAWAS PENGAWAS

PEYEDIA PEYEDIA
Garis Instruksi
PEKERJAAN
PEKERJAAN
KONSTRUKSI Garis Koordinasi & Pembinaan
KONSTRUKSI

Gambar 2. 1 Struktur Organisasi Penjaminan dan Pengendalian KeselamatanKonstruksi

Dalam lingkup Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat pihak- pihak yang terlibat dalam
rangka pelaksanaan pekerjaan konstruksi, terdiri dari:

1. Penyelenggara Infrastruktur meliputi Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Direktorat Jenderal
Bina Marga, Direktorat Jenderal Cipta Karya, DirektoratJenderal Penyediaan Perumahan, PA dan
KPA. Dalam perumusan kebijakan keselamatan konstruksi, Direktorat Jenderal Bina Konstruksi
[Link] Pratama KSO [Link] Kidul Page | 2.2
[Link] No.4 Bandung 40262,Telp/Fax + 62 (22) 730-5239,7302067
E-mail :nadi_putra_pratama@[Link]
[Link] PRATAMA
(KSO) [Link] KIDUL
Jl..Leat No.4 Bandung 40262,Telp/Fax : + 62 (22) 730-5239,730-
2067 E-mail : nadi_putra_prtama@[Link]

dan balai/unitpelaksana pemilihan.


2. Penyelenggara Proyek meliputi Kepala Unit Eselon III/Kepala Satuan Kerja, Pejabat Pembuat
Komitmen, Pengendali Pekerjaan (Direksi Lapangan atau Konsultan MK), Pengawas Pekerjaan
(Direksi Teknis atau Konsultan Pengawas), dan Penyedia Jasa Pekerjaan konstruksi.

Struktur Organisasi dan pembagian para pihak yang terlibat dalam penjaminanmutu dan pengendalian
mutu pekerjaan konstruksi dapat dilihat pada Gambar 2.2.

Gambar 2. 2 Struktur organisasi penjaminan dan pengendalian KeselamatanKonstruksi di Kementerian PUPR

2.3 Tugas dan Fungsi Para Pihak


2.3.1 Pengguna Jasa
1. Unit Pembina Jasa Konstruksi
Unit Pembinaan Jasa Konsruksi adalah unit organisasi yang menyelenggarakan urusan
pembinaan jasa konstruksi. Dalam lingkup Kementerian PUPR unit Pembina Jasa Konstruksi
adalah Direktur Jenderal Bina Konstruksi, Tugas, Tanggung Jawab dan Wewenang Unit Pembina
Jasa Konstruksi meliputi:

a. Merumuskan Kebijakan tentang Keselamatan Konstruksi


b. Menyusun Petunjuk Pelaksanaan Pemantauan dan Evaluasi Kinerja Keselamatan

[Link] Pratama KSO [Link] Kidul Page | 2.3


[Link] No.4 Bandung 40262,Telp/Fax + 62 (22) 730-5239,7302067
E-mail :nadi_putra_pratama@[Link]
[Link] PRATAMA
(KSO) [Link] KIDUL
Jl..Leat No.4 Bandung 40262,Telp/Fax : + 62 (22) 730-5239,730-
2067 E-mail : nadi_putra_prtama@[Link]

Konstruksi
c. Melaksanakan pemantauan dan evaluasi secara acak terhadap penerapan Keselamatan
Konstruksi pada Pekerjaan Konstruksi, apabila ditemukan hal- hal yang sangat berbahaya,
maka dapat memberi peringatan atau meminta Penanggung jawab kegiatan untuk
memberhentikan pekerjaan sementara sampai dengan adanya tindakan perbaikan.
d. Melaporkan hasil pemantauan dan evaluasi kinerja Keselamatan Konstruksi kepada
Menteri
e. Melakukan tugas pembinaan penyelenggaraan Keselamatan Konstruksi di instansi terkait
f. Memberikan rekomendasi perbaikan untuk peningkatan kinerja Keselamatan Konstruksi
kepada Menteri dan Unit Organisasi penyelenggara Teknis/Unit Organisasi Eselon I.
2. Pimpinan Unit Organisasi Penyelenggara Infrastruktur
Unit Organisasi Penyelenggara Infrastruktur adalah unit organisasi teknis yang
menyelenggarakan urusan di bidang pengelolaan sumber daya air, penyelenggaraan jalan,
penyelenggaraan sistem penyediaan air minum,pengelolaan air limbah domestik, pengelolaan
drainase lingkungan, pengelolaan persampahan, penataan bangunan gedung, dan
penyelenggaraan perumahan.

Dalam lingkup Kementerian PUPR, pimpinan Unit Organisasi Penyelenggara Infrastruktur


adalah Pimpinan Tinggi Madya dan Pimpinan Tinggi Pratama padaDirektorat Jenderal teknis.

Tugas, Tanggung Jawab dan Wewenang Pimpinan Tinggi Madya pada Unit Organisasi
Penyelenggara Infrastruktur meliputi:

 Bertanggung jawab dalam penerapan SMKK untuk Pekerjaan Konstruksi di Unit Organisasi
penyelenggara infrastruktur/Unit organisasi Eselon I yang bersangkutan
 Menetapkan norma, standar, prosedur dan kriteria sesuai kebutuhan penerapan SMKK di
unit organisasinya, mengacu pada ketentuan teknis yang berlaku
 Melakukan koordinasi hasil penerapan SMKK di unit organisasinya dengan Direktorat
Jenderal Bina Konstruksi untuk selanjutnya diteruskan kepada Menteri
 Apabila ditemukan hal-hal yang sangat berbahaya, maka dapat memberi peringatan atau
meminta PPK untuk memberhentikan pekerjaan sementara sampai dengan adanya
tindakan perbaikan.

Tugas, Tanggung Jawab dan Wewenang Pimpinan Tinggi Pratama pada Unit Organisasi
Penyelenggara Infrastruktur meliputi:

[Link] Pratama KSO [Link] Kidul Page | 2.4


[Link] No.4 Bandung 40262,Telp/Fax + 62 (22) 730-5239,7302067
E-mail :nadi_putra_pratama@[Link]
[Link] PRATAMA
(KSO) [Link] KIDUL
Jl..Leat No.4 Bandung 40262,Telp/Fax : + 62 (22) 730-5239,730-
2067 E-mail : nadi_putra_prtama@[Link]

 Bertanggung jawab dalam penerapan SMKK untuk Pekerjaan Konstruksi di Unit Kerja
Eselon II yang bersangkutan
 Mengevaluasi penerapan SMKK dan melaporkannya kepada Unit Organisasi Eselon I
serta melakukan peningkatan berkelanjutan di Unit Organisasi penyelenggara
infrastruktur/Unit Kerja Eselon II yang bersangkutan
 Apabila ditemukan hal-hal yang sangat berbahaya, maka dapat memberi peringatan atau
meminta PPK untuk memberhentikan pekerjaan sementara sampai dengan adanya
tindakan perbaikan.
3. Unit Kerja Pelaksana Pemilihan Barang dan Jasa

Unit Kerja Pelaksana Pemilihan Barang dan Jasa adalah unit kerja yang melakukan pemilihan
tender/seleksi penyedia jasa pekerjaan Jasa Konstruksi. Tugas, Tanggung Jawab dan
Wewenang UKPBJ meliputi:

a. Memeriksa kelengkapan Harga Perkiraan Sendiri (HPS) dan memastikan bahwa biaya
SMKK telah dialokasikan dalam daftar kuantitas dan harga sesuai kebutuhan
b. Apabila HPS belum mengalokasikan biaya SMKK, maka UKPBJ mengusulkan perubahan
kepada penanggung jawab kegiatan untuk dilengkapi
c. Menyusun dokumen pemilihan Penyedia Jasa sesuai kriteria yang di dalamnya memuat:
 Manajemen Risiko Keselamatan Konstruksi
 Kualifikasi personil manajerial/ tenaga ahli untuk keselamatan konstruksi
 Format pakta komitmen Keselamatan Konstruksi
d. Memberikan penjelasan pada saat aanwijzing serta menuangkannya dalam berita acara
aanwijzing tentang risiko keselamatan konstruksi dari Pekerjaan Konstruksi yang akan
ditenderkan
e. RKK sebagai bagian dari dokumen usulan teknis; dan
f. Menilai pemenuhan RKK terkait dengan ketentuan dalam pelaksanaan Pengadaan Jasa
Konstruksi.
4. Unit Kerja Pelaksana Kegiatan

Unit Kerja Pelaksana Kegiatan adalah unit kerja yang mengendalikan beberapa pekerjaan
konstruksi dan melaksanakan kegiatan Jasa Konstruksi sesuai rencana kerja dan anggaran
yang telah ditetapkan.

[Link] Pratama KSO [Link] Kidul Page | 2.5


[Link] No.4 Bandung 40262,Telp/Fax + 62 (22) 730-5239,7302067
E-mail :nadi_putra_pratama@[Link]
[Link] PRATAMA
(KSO) [Link] KIDUL
Jl..Leat No.4 Bandung 40262,Telp/Fax : + 62 (22) 730-5239,730-
2067 E-mail : nadi_putra_prtama@[Link]

Dalam lingkup Kementerian PUPR, pimpinan Unit Kerja Pelaksana Kegiatan adalah Kuasa
Pengguna Anggaran (KPA)/Kepala Satuan Kerja/Atasan langsungKepala Satuan Kerja pada
Direktorat Jenderal teknis.

Pimpinan Unit Kerja Pelaksana Kegiatan, memiliki tugas, tanggung jawab dan wewenang
meliputi:

a. Melaksanakan penyusunan studi kelayakan dan perencanaan teknis atau pengembangan


desain di unit kerja yang bersangkutan
b. Melaksanakan penyusunan perencanaan teknik, pengendalian dan pengawasan
pelaksanaan perencanaan teknik, pelaksanaan konstruksi dan non-konstruksi di unit kerja
yang bersangkutan
c. Mengkoordinasikan penerapan Keselamatan Konstruksi kepada Unit Kerja di bawahnya
d. Melaksanakan pemantauan penerapan SMKK di tempat kerjanya
e. Melaporkan hasil penerapan SMKK di tempat kerjanya kepada Unit Organisasi penyelenggara
teknis/Unit Organisasi Eselon I melalui Unit organisasi eselon II yang tugas fungsinya
membidangi Keselamatan Konstruksi;
f. Memfasilitasi pegawai di tempat kerjanya untuk menjadi ahli dan/atau petugas di bidang
Keselamatan Konstruksi;
g. Melaksanakan monitoring dan evaluasi terhadap pengendalian penerapan SMKK pada paket
Pekerjaan Konstruksi yang dilaksanakan oleh Penanggung Jawab Kegiatan/PPK;
h. Melaporkan hasil monitoring dan evaluasi kepada Atasan Langsung dengan tembusan
pimpinan unit kerja dan penanggung jawab kegiatan terkait;
i. Mengalokasikan biaya Penerapan SMKK untuk organisasi Pengguna Jasa, antara lain untuk:
 Penyediaan fasilitas, sarana, prasarana, dan alat kesehatan
 Program pembinaan penerapan SMKK
j. Menetapkan risiko keselamatan konstruksi besar
k. Apabila ditemukan hal-hal yang sangat berbahaya, maka dapat memberi peringatan atau
meminta penanggung jawab kegiatan untuk berhentikan pekerjaan sementara sampai dengan
adanya tindakan perbaikan.
Dalam hal pimpinan unit kerja pelaksana kegiatan sebagai pemilik poyek pekerjaan konstruksi/
KPA, maka bertanggung jawab untuk:

a. Membentuk dan menetapkan Panitia Peneliti Pelaksanaan Kontrak sebelum pelaksanaan


tahapan pengukuran/pemeriksaan bersama
[Link] Pratama KSO [Link] Kidul Page | 2.6
[Link] No.4 Bandung 40262,Telp/Fax + 62 (22) 730-5239,7302067
E-mail :nadi_putra_pratama@[Link]
[Link] PRATAMA
(KSO) [Link] KIDUL
Jl..Leat No.4 Bandung 40262,Telp/Fax : + 62 (22) 730-5239,730-
2067 E-mail : nadi_putra_prtama@[Link]

b. Menerima hasil pekerjaan dari Pejabat Pembuat Komitmen setelah Berita Acara Serah Terima
Akhir Pekerjaan diterbitkan

c. Menyerahkan hasil pekerjaan selesai kepada penyelenggara infrastruktur.


5. Penanggung Jawab Kegiatan
Penanggung Jawab Kegiatan atau dalam lingkup Kementerian PUPR adalah Pejabat Pembuat
Komitmen (PPK) adalah pejabat yang diberi kewenangan oleh Unit Kerja Pelaksana
Kegiatan/Kuasa Pengguna Anggaran untuk mengendalikan pelaksanaan pekerjaan,
mengambil keputusan, dan/atau melakukan tindakan yang dapat mengakibatkan pengeluaran
anggaran. Tugas,Tanggung Jawab dan Wewenang penanggung jawab kegiatan pada tiap-tiap
tahapan

2.4 Tata Cara Penjaminan Mutu dan Pengendendalian Mutu


(PMPM)
2.4.1 Pengertian
Dalam dokumen ini digunakan pengertian, istilah, dan singkatan sebagai berikut:

1. Pengguna Anggaran yang selanjutnya disingkat PA adalah pejabat pemegang


kewenangan penggunaan anggaran Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan
Rakyat
2. Kuasa Pengguna Anggaran yang selanjutnya disingkat KPA adalah pejabat yang
memperoleh kuasa dari PA untuk melaksanakan sebagian kewenangan dan tanggung
jawab penggunaan anggaran pada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan
Rakyat
3. Pejabat Pembuat Komitmen yang selanjutnya disingkat PPK adalah pejabat yang
diberi kewenangan oleh PA/KPA untuk mengambil keputusan dan/atau melakukan
tindakan yang dapat mengakibatkanpengeluaran anggaran belanja negara/ anggaran
belanja daerah
4. Panitia Peneliti Pelaksanaan Kontrak adalah panitia yang bertugas atas pelaksanaan
evaluasi atau penelitian dalam pemeriksaanbersama dalam membandingkan spesifikasi
kontrak dan mengusulkan tindak lanjut yang perlu dilakukan oleh penanggung jawab
kegiatan apabila terjadi perubahan kontrak
5. Surat Perintah Mulai Kerja yang selanjutnya disingkat SPMK adalah surat yang

[Link] Pratama KSO [Link] Kidul Page | 2.7


[Link] No.4 Bandung 40262,Telp/Fax + 62 (22) 730-5239,7302067
E-mail :nadi_putra_pratama@[Link]
[Link] PRATAMA
(KSO) [Link] KIDUL
Jl..Leat No.4 Bandung 40262,Telp/Fax : + 62 (22) 730-5239,730-
2067 E-mail : nadi_putra_prtama@[Link]

diterbitkan oleh penanggung jawab kegiatan kepada penyedia barang/jasa untuk


memulai melaksanakan pekerjaan
6. Rapat Persiapan Pelaksanaan Kontrak (Pre-Construction Meeting/PCM dan/atau Kick
Off Meeting) merupakan rapat awal persiapan pekerjaan konstruksi dan/atau konsultansi
konstruksi pengawasan/manajemen konstruksi yang dihadiri penanggung jawab
kegiatan, Pengendali Pekerjaan, Pengawas Pekerjaan, Penyedia, tim perencana serta
pihak terkait
7. Masa Kontrak adalah jangka waktu berlakunya kontrak ini terhitung sejak tanggal
penandatanganan Kontrak sampai dengan Tanggal Penyerahan Pekerjaan
8. Masa Pelaksanaan adalah jangka waktu untuk melaksanakan pekerjaan dihitung
berdasarkan tanggal mulai kerja yang tercantum dalam SPMK sampai dengan serah
terima pertama pekerjaan.

2.4.2 Penerapan PMPM dalam tahapan Pelaksanaan Pekerjaan Konstruksi


Penjaminan mutu dan pengendalian mutu pekerjaan konstruksi menjadi bagian dalam
keselamatan konstruksi. Dalam pelaksanaan kontrak pekerjaan konstruksi, PMPM Pekerjaan
konstruksi dan penerapan SMKK, terbagi dalam 3 tahapan, yaitu:

1. Tahap Persiapan Pelaksanaan Pekerjaan Konstruksi


2. Tahap Pelaksanaan Pekerjaan Konstruksi
3. Tahap Penyelesaian Pekerjaan Konstruksi

Gambar 2. 3 Tahapan Pelaksanaan Kontrak Pekerjaan Konstruksi

[Link] Pratama KSO [Link] Kidul Page | 2.8


[Link] No.4 Bandung 40262,Telp/Fax + 62 (22) 730-5239,7302067
E-mail :nadi_putra_pratama@[Link]
[Link] PRATAMA
(KSO) [Link] KIDUL
Jl..Leat No.4 Bandung 40262,Telp/Fax : + 62 (22) 730-5239,730-
2067 E-mail : nadi_putra_prtama@[Link]

Tanggal

Penerbitan

Penyerahan
Penawaran

Penyerahan

Gambar 2. 4 Tahapan Persiapan Pelaksanaan Kontrak Pekerjaan Konstruksi

[Link] Penyerahan Lokasi Kerja


1. Penyerahan lokasi kerja dilakukan sebelum penerbitan SPMK, denganterlebih dahulu
melaksanakan Peninjauan Lapangan Bersama.
2. Peninjauan lapangan bersama bertujuan untuk memastikan kesiapanlokasi kerja yang
akan diserahterimakan, serta untuk melakukan inventarisasi seluruh bangunan yang ada
serta seluruh aset milik pengguna jasa.
3. Penanggung jawab kegiatan wajib menyerahkan lokasi kerja sesuai dengan kebutuhan
Penyedia Jasa Pekerjaan Konstruksi yang tercantum dalam rencana kerja yang telah
disepakati dalam Rapat Persiapan Penandatanganan Kontrak.
4. Hasil peninjauan dan penyerahan dituangkan dalam Berita Acara Penyerahan Lokasi
Kerja

[Link] Pratama KSO [Link] Kidul Page | 2.9


[Link] No.4 Bandung 40262,Telp/Fax + 62 (22) 730-5239,7302067
E-mail :nadi_putra_pratama@[Link]
[Link] PRATAMA
(KSO) [Link] KIDUL
Jl..Leat No.4 Bandung 40262,Telp/Fax : + 62 (22) 730-5239,730-
2067 E-mail : nadi_putra_prtama@[Link]

[Link] Surat Perintah Mulai Kerja


1. Penerbitan SPMK dilakukan paling lambat 14 hari sejak tanggal penandatanganan
kontrak atau 14 (empat belas) hari kerja sejakpenyerahan lokasi kerja pertama kali.
2. Dalam SPMK dicantumkan Tanggal Mulai Kerja.
3. Penetapan Tanggal Mulai Kerja setelah serah terima lapangan dilaksanakan atau paling
cepat dilaksanakan bersamaan dengan tanggal SPMK.

[Link] Rapat Persiapan Pelaksanaaan Kontrak


1. Rapat persiapan pelaksanaan kontrak merupakan rapat awal antara penanggung jawab
kegiatan, Pengendali Pekerjaan (Direksi Lapangan/ Konsultan MK), Pengawas
Pekerjaan (Direksi Teknis/Konsultan Pengawas), Penyedia Jasa Pekerjaan Konstruksi,
tim perencana serta pihak terkait.
2. Rapat persiapan pelaksanaan kontrak atau Pre-Construction Meeting (PCM) harus
sudah dimulai maksimal 7 (tujuh) hari setelah terbitnya SPMK dan sebelum dimulainya
pelaksanaan pekerjaan.
3. Tujuan rapat persiapan pelaksanaan kontrak:

a. Persamaan pandangan dan pemahaman terkait hal-hal yang mendasar pada


pelaksanaan proyek, seperti: jadwal, alur komunikasi dan koordinasi, alur
persetujuan, kebijakan pengendalian mutu dan Keselamatan Konstruksi serta
mekanismepelaporan dan pembayaran hasil pekerjaan
b. Untuk mendapatkan kesepakatan terhadap pelaksanaan kontrak

c. Penyesuaian seluruh kegiatan dalam RMPK dengan persyaratan-persyaratan


dalam dokumen kontrak
d. Pemenuhan terhadap kebutuhan data dan informasi terkait proyek
e. Untuk melakukan perubahan kontrak apabila diperlukan
4. Agenda pembahasan dalam rapat persiapan pelaksanaan kontrak

[Link] Pratama KSO [Link] Kidul Page | 2.10


[Link] No.4 Bandung 40262,Telp/Fax + 62 (22) 730-5239,7302067
E-mail :nadi_putra_pratama@[Link]
[Link] PRATAMA
(KSO) [Link] KIDUL
Jl..Leat No.4 Bandung 40262,Telp/Fax : + 62 (22) 730-5239,730-
2067 E-mail : nadi_putra_prtama@[Link]

[Link] Tahap Pelaksanaan Pekerjaan Konstruksi

Gambar 2. 5 Tahapan Pelaksanaan Kontrak Pekerjaan Konstruksi

[Link] Pengawaan Mutu Pekerjaan


1. Pengawasan mutu pekerjaan dilakukan melalui pemeriksaan danpengujian terkait hal-
hal berikut:
a. Metode Kerja
1) Pelaksanaan Pekerjaan sesuai dengan metode kerja yang telahdisetujui oleh
Direksi Lapangan/Konsultan MK
2) Memperhatikan titik tunggu, dimana pekerjaan dapat dilanjutkan bila tahap
pekerjaan sebelumnya telah disetujui.
b. Tenaga Kerja yang Terlibat
Pemeriksaan terkait jumlah tenaga kerja sesuai dengan rencana.
c. Peralatan yang Dibutuhkan
Pemeriksaan terkait keteersediaan SILO (Surat Izin Laik Operasi) dan SIO (Surat
Izin Operator) untuk operator masing-masing alat

d. Material yang Digunakan

[Link] Pratama KSO [Link] Kidul Page | 2.1


[Link] No.4 Bandung 40262,Telp/Fax + 62 (22) 730-5239,7302067
E-mail :nadi_putra_pratama@[Link]
[Link] PRATAMA
(KSO) [Link] KIDUL
Jl..Leat No.4 Bandung 40262,Telp/Fax : + 62 (22) 730-5239,730-
2067 E-mail : nadi_putra_prtama@[Link]

Pengawasan terkait spesifikasi dan jumlah material dasar dan material olahan
sesuai dengan dokumen pengajuan material.

e. Keselamatan Konstruksi

1) Dokumen Analisis Keselamatan Konstruksi sudah disetujui oleh Direksi


Lapangan/Konsultan MK, khususnya untuk pekerjan yang memiliki Risiko
Keselamatan Konstruksi tinggi; dan
2) Implementasi Keselamatan Konstruksi per pekerjaan pada IBPRP.
f. Jadwal Mobilisasi Tiap-Tiap Sumber Daya

Pemeriksaan terkait ketersedian sumber daya tiap pekerjaan sesuai jadwal


mobilisasi.

g. Rencana Pemeriksaan dan Pengujian (Inspection and Test Plan/ITP) Pengawasan


terhadap kegiatan pemeriksaan dan pengujian sesuaidengan rencana pada metode
kerja.
h. Hasil Pekerjaan

Pengawasan tekait hasil tiap-tiap kegiatan pekerjaan sesuai dengan persyaratan.


Jika ditemukan hasil pekerjaan yang tidak sesuai spesifikasi, Pengawas Pekerjaan
dapat memberikan peringatan dan teguran tertulis kepada pihak pelaksana
pekerjaan dan mengusulkan kepada pengguna jasa untuk menghentikan
pelaksanaan pekerjaan sementara jika pelaksana pekerjaan tidak memperhatikan
peringatan yang diberikan.

2. Pengawasan terhadap proses tiap-tiap kegiatan dilakukan berdasarkan spesifikasi dan


metode kerja yang diajukan.
3. Pengawasan terhadap hasil pekerjaaan dilakukan berdasarkan spesifikasi.
4. Pemeriksaan material pada saat penerimaan dilakukan sesuai Prosedur. Penyedia Jasa
Pekerjaan Konstruksi melakukan pemeriksaan secara visual dan pengukuran (bila
diperlukan), dan disaksikan Pengawas Pekerjaan, untuk memastikan agar materialyang
dikirim ke lapangan sesuai dengan material yang telah distujui.
5. Pemeriksaan dan Pengujian berkala material dilaksanakan sesuai dengan rencana
pengujian pada dokumen Pemeriksaan dan Pengujian (ITP) yang terkait dengan material
tersebut. Penyedia Jasa Pekerjaan Konstruksi harus memastikan pengujian berkala
memenuhi persyaratan pada kontrak dan sesuai dengan peraturan yang berlakusesuai
[Link] Pratama KSO [Link] Kidul Page | 2.2
[Link] No.4 Bandung 40262,Telp/Fax + 62 (22) 730-5239,7302067
E-mail :nadi_putra_pratama@[Link]
[Link] PRATAMA
(KSO) [Link] KIDUL
Jl..Leat No.4 Bandung 40262,Telp/Fax : + 62 (22) 730-5239,730-
2067 E-mail : nadi_putra_prtama@[Link]

dengan prosedur
6. Pemeriksaan hasil pekerjaan dilakukan pada setiap pekerjaan maupun sub pekerjaan.
Penyedia Jasa Pekerjaan Konstruksi harus melakukanpemeriksaan pekerjaan baik fisik
maupun administrasi. Jika hasil pekerjaan sudah sesuai spesfikasi, maka Penyedia Jasa
Pekerjaan Konstruksi mengajukan permohonan pemeriksaan kepada penanggung jawab
kegiatan sesuai dengan prosedur
7. Jika dalam pelaksanaan pekerjaan diperlukan adanya penyesuaian atau perubahan di
lapangan, maka perubahan di lapangan dilaksanakan sesuai Prosedur
8. Pengendalian ketidak sesuaian hasil pekerjaan dilakukan oleh Penyedia Jasa Pekerjaan
Konstruksi dan Pengawas Pekerjaan. Jika dalam pelaksanaan pekerjaan ditemukan
ketidaksesuaian dengan spesifikasi, Penyedia Jasa Pekerjaan Konstruksi dan Pengawas
Pekerjaan membuat laporan ketidaksesuaian sesuai Prosedur .
Unit Organisasi Penyelenggara Infrastruktur adalah unit organisasi teknis yang
menyelenggarakan urusan di bidang pengelolaan sumber daya air, penyelenggaraan jalan,
penyelenggaraan sistem penyediaan air minum,pengelolaan air limbah domestik, pengelolaan
drainase lingkungan, pengelolaan persampahan, penataan bangunan gedung, dan
penyelenggaraan perumahan.

Dalam lingkup Kementerian PUPR, pimpinan Unit Organisasi Penyelenggara Infrastruktur


adalah Pimpinan Tinggi Madya dan Pimpinan Tinggi Pratama pada Direktorat Jenderal teknis.

Tugas, Tanggung Jawab dan Wewenang Pimpinan Tinggi Madya pada Unit Organisasi
Penyelenggara Infrastruktur meliputi:

 Bertanggung jawab dalam penerapan SMKK untuk Pekerjaan Konstruksi di Unit Organisasi
penyelenggara infrastruktur/Unit organisasi Eselon I yang bersangkutan
 Menetapkan norma, standar, prosedur dan kriteria sesuai kebutuhan penerapan SMKK di unit
organisasinya, mengacu pada ketentuan teknis yang berlaku
 Melakukan koordinasi hasil penerapan SMKK di unit organisasinya dengan Direktorat
Jenderal Bina Konstruksi untuk selanjutnya diteruskan kepada Menteri
 Apabila ditemukan hal-hal yang sangat berbahaya, maka dapat memberi peringatan atau
meminta PPK untuk memberhentikan pekerjaan sementara sampai dengan adanya tindakan
perbaikan.
Tugas, Tanggung Jawab dan Wewenang Pimpinan Tinggi Pratama pada Unit Organisasi
Penyelenggara Infrastruktur meliputi:
[Link] Pratama KSO [Link] Kidul Page | 2.3
[Link] No.4 Bandung 40262,Telp/Fax + 62 (22) 730-5239,7302067
E-mail :nadi_putra_pratama@[Link]
[Link] PRATAMA
(KSO) [Link] KIDUL
Jl..Leat No.4 Bandung 40262,Telp/Fax : + 62 (22) 730-5239,730-
2067 E-mail : nadi_putra_prtama@[Link]

 Bertanggung jawab dalam penerapan SMKK untuk Pekerjaan Konstruksi di Unit Kerja Eselon
II yang bersangkutan
 Mengevaluasi penerapan SMKK dan melaporkannya kepada Unit Organisasi Eselon I serta
melakukan peningkatan berkelanjutan di Unit Organisasi penyelenggara infrastruktur/Unit
Kerja Eselon II yang bersangkutan; dan
 Apabila ditemukan hal-hal yang sangat berbahaya, maka dapat memberi peringatan atau
meminta PPK untuk memberhentikan pekerjaan sementara sampai dengan adanya tindakan
perbaikan.
Pimpinan perusahaan memiliki komitmen dan kepedulian terhadap Keselamatan Konstruksi yang
merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari segala operasional dan usaha perusahaan yang
pelaksanaannya merupakan tanggung jawab semua jajaran perusahaan. Perusahaan bertekad
untuk melaksanakan kegiatan operasional dengan mengutamakan Keselamatan Konstruksi yang
aman serta nyaman bagi siapapun yang berada di tempat kerja, yang dilaksanakan secara
berkesinambungan.

[Link] Pratama KSO [Link] Kidul Page | 2.4


[Link] No.4 Bandung 40262,Telp/Fax + 62 (22) 730-5239,7302067
E-mail :nadi_putra_pratama@[Link]
BAB.3 METODE SISTEM MANAJEMAN
KESELAMATAN DAN KSEHATAN KERJA
Supervisi Rehabilitasi D.I Kelingi Tugomulyo Tahap
II Paket 1 dan Paket 2

[Link] PRATAMA KSO


[Link] KIDUL
[Link] No.4 Bandung 40262
Telp/Fax : + 62 (22) 730-5239,730-2067
Email:nadi_putra_pratama@[Link]
[Link] PRATAMA
(KSO) [Link] KIDUL
Jl..Leat No.4 Bandung 40262,Telp/Fax : + 62 (22) 730-5239,730-
2067 E-mail : nadi_putra_prtama@[Link]

BAB. 3 METODELOGI SISTEM MANAJEMAN KESELAMATAN DAN


KESEHATAN KERJA

3.1 Bagan Alir Pelaksanaan Pekerjaan


Bagan alir menjelaskan tahapan aktifitas konsultan yang dimulai dari persiapan, implementasi, sampai
dengan pelaporan dan menjelaskan pemeriksaan pada aktifitas yang memerlukan pemeriksaan.

[Link] Pratama KSO [Link] Kidul Page | 3.1


[Link] No.4 Bandung 40262,Telp/Fax + 62 (22) 730-5239,7302067
E-mail :nadi_putra_pratama@[Link]
[Link] PRATAMA
(KSO) [Link] KIDUL
Jl..Leat No.4 Bandung 40262,Telp/Fax : + 62 (22) 730-5239,730-
2067 E-mail : nadi_putra_prtama@[Link]

Mulai

Pekerjaan Persiapan

Corona Virus 2019 Meliputi :


Pekerjaan Lapangan Meliputi :
1. Surat Test Rapid Agent/ PCR
1. Sepatu Safety 4. Rompi
2. Handsanitezer
[Link]/ Helm 5. Sarung Tangan
3. Masker
3. Pelampung
4. Termometer
5. Oximeter

Pengujian
` Resiko
Kecelakaan

Pekerjaan Inventarisasi : Pekerjaan Pengukuran Topografi :

Jenis Resiko Meliputi : Jenis Resiko Meliputi :


- Tertimpa Ranting Pohon - Tertimpa Ranting Pohon
- Jatuh Kejurang - Jatuh Kejurang
- Tenggelam - Tenggelam
- Dll - Dll

Pengujian Pengujian
Resiko Resiko
Kecelakaan Kecelakaan

Insiden/ Kecelakaan

Ringan Berat Meninggal

` P3K
1. Pertolongan Pertama 1. Dibawa RS/ di Visum
1. Ke RS Rawat Inap
2. Dibawa kePuskesmas/ RS Terdekat 2. Dibawa ke Keluarga Korban
2. Pengobatan Rutin
Rawat Jalan 3. Asuransi

Rekaman Data Kecelakaan

Selesai

[Link] Pratama KSO [Link] Kidul Page | 3.2


[Link] No.4 Bandung 40262,Telp/Fax + 62 (22) 730-5239,7302067
E-mail :nadi_putra_pratama@[Link]
[Link] PRATAMA
(KSO) [Link] KIDUL
Jl..Leat No.4 Bandung 40262,Telp/Fax : + 62 (22) 730-5239,730-
2067 E-mail : nadi_putra_prtama@[Link]

3.2 Bagan Alir Kegiatan


No Uraian Pekerjaan Identifikasi Bahaya Pengendalian Resiko

Menggunakan Kendaraan yang


Kecelakaan Lalu Lintas di jalan
1 Mobilisasi berstandar Keselamatan, Dilaksanakan
raya
pada Siang hari.

Pengadaan tempat Menggunakan Kendaraan yang


Kecelakaan lalu lintas di jalan
2 kerja/kantor dan berstandar Keselamatan, dilaksanakan
raya
Akomodasi pada siang hari.

Pengadaan
Menggunakan Kendaraan yang
peralatan dan Kecelakaan lalu lintas di Jalan
3 berstandar Keselamatan, dilaksanakan
perlengkapan raya
pada siang hari.
kantor.

Penyusunan Pengaturan beban kerja dan pengaturan


4 Kelelahan
dokumen jam kerja

Tertabrak kendaraan, Jatuh, Memasang rambu pengaman; memakai


5 Staking out.
digigit Ular, hanyut/ tenggelam APD

Penyelenggaraan
rapat mingguan, Penyertaan Askes/ JamKesMas,
6 Kecelakaan lalu-Lintas
rapat bulanan dan Pengaturan Jam Kerja
rapat-rapat khusus.

Penyusunan
laporan harian, Penyertaan Askes/ JamKesMas,
7 Kelelahan
laporan bulanan pengaturan jam kerja
dan laporan akhir

Penyertaan Askes/ JamKesMas,


8 Koordinasi Kelelahan
pengaturan jam kerja

[Link] Pratama KSO [Link] Kidul Page | 3.3


[Link] No.4 Bandung 40262,Telp/Fax + 62 (22) 730-5239,7302067
E-mail :nadi_putra_pratama@[Link]
BAB.4 PELAKSANAAN DAN
PENGENDALIAN KESELAMATAN
KESEHATAN KERJA (K3)
Supervisi Rehabilitasi D.I Kelingi Tugomulyo Tahap
II Paket 1 dan Paket 2

[Link] PRATAMA KSO


[Link] KIDUL
[Link] No.4 Bandung 40262
Telp/Fax : + 62 (22) 730-5239,730-2067
Email:nadi_putra_pratama@[Link]
[Link] PRATAMA
(KSO) [Link] KIDUL
Jl..Leat No.4 Bandung 40262,Telp/Fax : + 62 (22) 730-5239,730-
2067 E-mail : nadi_putra_prtama@[Link]

BAB. 4 PELAKSANAAN DAN PENGENDALIAN KESELAMATAN


DAN KESEHATAN KERJA (K3)

4.1 Umum
Penerapan Rencana Keselamatan dan Kesehatan Kerja Proyek (K3) Secara Efektif dengan
Mengembangkan Kemampuan dan Mekanisme Pendukung yg diperlukan untuk mencapai
Kebijakan, Tujuan dan Sasaran Keselamatan dan Kesehatan [Link] dilihat pada gambar
4.1 : bahwa dalam penerapan dan operasional (implementation and operation) harus
memperhatikan masukan dari Perencanaan (planning), umpan balik & pengukuran kinerja
(feedback from measuring performance), dan audit. Sehingga menghasilkan keluaran/out put
pemeriksaan dan tindakan perbaikan (checking and corrective action) sebagai masukan untuk
tinjauan manajemen (management review).

Gambar 4. 1 Bagan Elemen Penerapan dan Operasional


Pelaksanaan dari rencana keselamatan & kesehatan kerja proyek melibatkan implementasi dan
aplikasi dari praktek-praktek konstruksi yang aman dilapangan sesuai persyaratan rencana.
Walaupun baik dan sering juga diperlukan praktek praktek untuk memberikan pembelajaran
keseluruh pekerja dalam persyaratan dari rencana keselamatan & kesehatan kerja proyek, hal ini
pada umumnya tanggung jawab kewenangan Project safety officer untuk mengatur penerapan
dari praktek dan melakukan koreksi segala hal yang akan datang.

[Link] Pratama KSO [Link] Kidul Page | 4.1


[Link] No.4 Bandung 40262,Telp/Fax + 62 (22) 730-5239,7302067
E-mail :nadi_putra_pratama@[Link]
[Link] PRATAMA
(KSO) [Link] KIDUL
Jl..Leat No.4 Bandung 40262,Telp/Fax : + 62 (22) 730-5239,730-
2067 E-mail : nadi_putra_prtama@[Link]

4.2 Pelaksanaan dan Perbaikan/ Penyempurnaan K3


Diproses dengan masukan/ input sebagai berikut :

1. Rencana Keselamatan & Kesehatan Proyek


2. Persyaratan Kontrak
3. Cara dan Teknik dalam Pelaksanaan Rencana Keselamatan & Kesehatan Kerja
 Alat Pelindung Diri (APD)

Mempersiapkan peralatan/alat pelindung diri guna mengurangi cidera dan mencegah


timbulnya penyakit akibat kerja. Contohnya : Topeng Gas/masker, Pelindung Badan/jacket,
Sepatu yang sesuai, Helem, sarung tangan, kaca mata dan sebagainya.

 Peralatan keselamatan & kesehatan kerja

Atas dasar perhitungan kekuatan dari metode kerja dan kebutuhan peralatan yang akan
digunakan untuk mencegah terjadinya kecelakaan agar dipersiapkan. Contohnya : Penahan
dinding galian, Alat pemadam kebakaran, Jaring, Alat peringatan tanda bahaya dan lain
sebagainya.

 Peninjauan ulang kontrak, pembelian dan peralatan konstruksi


Tinjauan Ulang Kontrak
Pengadaan barang dan jasa harus ditinjau ulang untuk memastikan dan menjamin
kemampuan organisasi dalam memenuhi persyaratan-persyaratan K3 yang ditentukan

Pembelian
Setiap pembelian barang dan jasa termasuk didalamnya prosedur pemeliharaan barang dan
jasa harus terintegrasi dalam strategi penanganan pencegahan risiko kecelakaan dan penyakit
akibat kerja.
4. Komunikasi didalam keselamatan & kesehatan kerja

Komunikasi dua arah yang efektif dan pelaporan rutin,merupakan sumber penting pelaksanaan
SMK3, semua kegiatan ini harus didokumentasikan, prosedur yang ada harus dapat menjamin
pemenuhan kebutuhan tersebut:

a. Mengkomunikasikan hasil pelaksanaan SMK3, pemantauan, audit dan tinjauan ulang


manajemen kesemua pihak yang mempunyai tanggung jawab dalam kinerja K3.
b. Melakukan identifikasi dan menerima informasi K3 yang terkait dari luar perusahaan

[Link] Pratama KSO [Link] Kidul Page | 4.2


[Link] No.4 Bandung 40262,Telp/Fax + 62 (22) 730-5239,7302067
E-mail :nadi_putra_pratama@[Link]
[Link] PRATAMA
(KSO) [Link] KIDUL
Jl..Leat No.4 Bandung 40262,Telp/Fax : + 62 (22) 730-5239,730-
2067 E-mail : nadi_putra_prtama@[Link]

c. Menjamin informasi yang terkait dikomunikasikan kepada orang- orang diluar


perusahaan yang membutuhkannya
5. Inspeksi/pemeriksaan dan pengendalian/perbaikan Keselamatan & Kesehatan Kerja
Inspeksi dan Pengujian
Organisasi harus menetapkan inspeksi, pengujian dan pemantauan berkaitan dengan tujuan
dan sasaran K3 yang ditetapkan, frekwensi inspeksi, pengujian dan pemantauan harus
disesuaikan dengan obyeknya, Prosedur inspeksi, pengujian dan pemantauan meliputi:

 Personel yang terlibat mempunyai kompetensi dan pengalaman yang cukup


 Catatan, rekaman hasil inspeksi, pengujian, dan pemantauan dipelihara dan tersedia
dengan baik bagi tenaga kerja, kontraktor yang terkait dan manajemen,
 Penggunaan peralatan dan metode pengujian dijamin memenuhi standar keselamatan
 Tindakan perbaikan segera dilakukan atas ketidaksesuaian yang ditemukan saat
inpeksi, pengujian dan pemantauan,
 Penyelidikan yang memadai harus dilakukan untuk menemukan permasalahan
suatu insiden,
 Hasil temuan harus dianalisis dan ditinjau ulang.

Prosedur Pemeriksaan

Prosedur pemeriksaan dapat berupa inspeksi dan audit yang bersifat internal, pemeriksaan
harus dilakukan oleh petugas yang mempunyai kompetensi di bidang K3, khususnya K3
dibidang pekerjaan konstruksi.

Pemeriksaan yang bersifat inspeksi dapat dilaksanakan secara harian (daily), mingguan (weekly),
bulanan (monthly), yang harus dijalankan secara tetap dan kontinyu untuk mempertahankan hasil
yang telah [Link] yang bersifat audit tentunya dilaksanakan secara berkala tiap 2
(tiga) bulan sekali atau 6 (enam) bulan sekali, ketentuan ini berlaku mengikuti standar/ketentuan
audit yang diberlakukan pada umumnya oleh badan internal organisasi dan/atau badan
auditor.

Pemeriksaan dilaksanakan oleh petugas yang mempunyai kompetensi di bidang kerjanya dan
mendapat pengesahan serta verifikasi oleh petugas yang mempunyai kompetensi K3 atau yang
diberi kewenangan akan hal ini dalam bidang [Link] pemeriksaan dapat dimulai dari
pengendalian kegiatan pengendalian material dan pergudangan termasuk didalamnya
penerimaan barang masuk, penyimpanan/penempatan, pengambilan/pengeluaran/ pemindahan,

[Link] Pratama KSO [Link] Kidul Page | 4.3


[Link] No.4 Bandung 40262,Telp/Fax + 62 (22) 730-5239,7302067
E-mail :nadi_putra_pratama@[Link]
[Link] PRATAMA
(KSO) [Link] KIDUL
Jl..Leat No.4 Bandung 40262,Telp/Fax : + 62 (22) 730-5239,730-
2067 E-mail : nadi_putra_prtama@[Link]

pemasangan, pemeliharan, pengelolaan peralatana konstruksi dan fasilitas pekerjaan konstruksi


lainnya serta penanganan kesehatan dan tingkungan, semuanya ini harus dipastikan
terintegrasi dalam strategi pencegahan risiko kecelakaan yang akan terjadi dan/atau penyakit
akibat kerja.

Pemeriksaan yang bersifat inspeksi maupun audit keduanya mempunyai sifat yang sama yakni,
untuk memastikan bahwa peherapan pelaksanaan sistim manjemen K3 telah dijalankan
sesuai kaidah-kaidah/standar K3 Sedangkan audit lebih ditekankan pada :

Pencapaian sasaran dan target

 Penanganan ketidaksesuajan (noncorforming)


 Tindak lanjut hasil inspeksi testing dan commisioning, dan lain- lain.

Tindakan Perbaikan

Tindakan perbaikan lebih ditujukan dan bersifat perbaikan keadaan dan pencegahan situasi
terhadap bahaya yang akan timbul. Tindakan perbaikan yang dilaksanakan dilapangan secara
umum menjadi [Link] pimpinan unit kerjanya, dan perbaikan yang dilakukan
diantaranya :

 Perbaikan atas temuan ketidaksesuaian (nonconforming) K3 disemua tingkatan


aktifitas, untuk mengeliminasi penyebab ketidak sesuaian potensial.
 Pelaksanaan K3 yang tidak sesuai atau menyimpang dari ketentuan/strandar yang
ditentukan dalam sasaran dan program Kerja K3 sesuai dengan pengembangan
kondisi pekerjaan dilapangan yang sebelumnya belum di antisipasi bahayanya atau
belum ditinjau tingkat keseuaiannya, guna penyempurnaan untuk mencegah terjadinya
kesalahan penggunaan bahan/material/prosedur opersionil sehingga mengakibatkan
kecelakaan kerja.
 Rekomendasi hasil inspeksi, pengujian dan commissioning yang termasuk pada
pekerjaan fase pemindahan, penempatan, pemasangan/ perakitan dan
pelepasan/pembongkaran kembali, Pengelolaan Alat Kerja dan Peralatan Konstruksi,
pelaksanaan pengetesan/pengujian ini didasarkan pada proses dan hasil kerja
Siklus Penangan K3
 Siklus Harian K3
 Siklus Harian K3 (Daily Safety Work Cycle) adalah suatu siklus aktifitas safety yang
rnempuhyai periode ulang setiap hari. Aktifitas ini sebaiknya dilakukan oleh kelompok-

[Link] Pratama KSO [Link] Kidul Page | 4.4


[Link] No.4 Bandung 40262,Telp/Fax + 62 (22) 730-5239,7302067
E-mail :nadi_putra_pratama@[Link]
[Link] PRATAMA
(KSO) [Link] KIDUL
Jl..Leat No.4 Bandung 40262,Telp/Fax : + 62 (22) 730-5239,730-
2067 E-mail : nadi_putra_prtama@[Link]

kelompok kecil pekerja yang menangani pekerjaan sejenis, dipimpin langsung oleh
kepala grup kerja seperti gambar dibawah ini.
 Siklus Mingguan K3
 Siklus Mingguan K3 (Weekly safety work cycle) dilakukan periodik mingguan,
biasanya pada akhir minggu. Hal ini perlu dilakukan untuk tujuan :
 Evaluasi oleh manajemen proyek terhadap grup-grup kerja
 Penyampaian informasi-informasi dari manajemen proyek kepada grup-grup kerja
 Adanya interaksi satu grup kerja dengan grup kerja lainnya, sehingga akan terjadi
tukar menukar peng alaman yang diperoleh suatu grup kerja selama satu minggu
berjaian, Secara mudah weekly safety work cycle diuraikan sebagaimana
tabel pada Lampiran 3.2
Siklus Bulanan K3
Siklus Bulanan K3 (Monthly safety work cycle) dilakukan periodik bulanan,
biasanya pada akhir bulan. Hal ini perlu dilakukan untuk tujuan :
 Penyampaian informasi-informasi dari manajemen proyek kepada personil
kunci proyek,
 Evaluasi oleh manajemen proyek terhadap pelaksanaan proyek selama
satu bulan,
 Penentuan program-program kerja yang bersifat strategis.

4.3 Rencana Pelaksanaan Kegiatan Pada Saat Pademi Corana


Virus Disease 2019
Agar pekerjaantetap berjalan dengan baik sesuai dengan maksud dan tujuan yang tertuang dalam
dokumen kontrak pada saat pademi Corona Virus Disease 2019, ada beberapa hal yang disiapkan
antara lain :

1. Penggunaan Masker baik di kantor maupun di lapangan


2. Mengkomsumsi makanan mengandung vitamin
3. Sistem Koordinasi bisa dilakukan via online dan tatap muka bila memungkinkan
4. Setiap personil wajib membawa handsanitizer
5. Setiap personil wajib melakukan pengecekan uji laboratorium seperti Antigen Rapid
6. Setiap Personil apabila habis melakukan perjalanan jauh diwajibkan isolasi mandiri, Sesuai
arahan Kementerian Kesehatan RI - Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Vektor dan
[Link] Pratama KSO [Link] Kidul Page | 4.5
[Link] No.4 Bandung 40262,Telp/Fax + 62 (22) 730-5239,7302067
E-mail :nadi_putra_pratama@[Link]
[Link] PRATAMA
(KSO) [Link] KIDUL
Jl..Leat No.4 Bandung 40262,Telp/Fax : + 62 (22) 730-5239,730-
2067 E-mail : nadi_putra_prtama@[Link]

Reservoir Penyakit, berikut ini protokol kesehatan yang perlu diterapkan apabila sudah
pulang berpergian antara lain :
 Melakukan deteksi dini mandiri.
 Apabila mengalami salah satu dari gejala COVID-19, yaitu demam lebih dari 38 derajat
Celcius, pilek, batuk, dan sesak napas segera periksakan diri ke rumah sakit rujukan
COVID-19 di daerah tempat tinggal.
 Namun apabila tidak mengalami salah satu dari gejala COVID-19, maka harus tetap
melakukan karantina mandiri selama 14 hari.
 Apabila pada masa karantina 14 hari mengalami salah satu gejala COVID-19, segera
periksakan diri ke rumah sakit rujukan COVID-19.
 Jika selama 14 hari karantina tidak ada gejala COVID-19, maka masa karantina bisa
disudahi, dan dapat beraktivitas dengan tetap mengikuti protokol kesehatan pandemi
COVID-19.

Selama melakukan isolasi mandiri selama 14 hari, ada beberapa hal yang perlu perhatikan, yaitu:

 Ruangan isolasi idealnya terpisah dengan anggota yang lain.


 Jaga jarak dengan orang sehat minimal 1 atau 2 meter.
 Selalu menggunakan masker untuk mencegah penyebaran virus.
 Terapkan etika batuk dan bersin, menggunakan tisu, langsung buang ke tempat sampah
tertutup, dan cuci tangan sampai bersih.
 Hindari pemakaian barang pribadi bersama. Misalnya alat makan, alat mandi, pakaian,
dan barang pribadi lainnya.
 Cuci alat makan dengan air dan sabun hingga bersih dan kering.
 Tisu, sarung tangan, dan pakaian yang terpakai oleh pasien harus dibuang.
 Pembersihan dan desinfektan rutin area yang tersentuh.

[Link] Pratama KSO [Link] Kidul Page | 4.6


[Link] No.4 Bandung 40262,Telp/Fax + 62 (22) 730-5239,7302067
E-mail :nadi_putra_pratama@[Link]
[Link] PRATAMA
(KSO) [Link] KIDUL
Jl..Leat No.4 Bandung 40262,Telp/Fax : + 62 (22) 730-5239,730-
2067 E-mail : nadi_putra_prtama@[Link]

Pernah kontak dengan pasien positif COVID-19 (Berada 1 ruangan yang sama)
atau Pernah berkunjung ke daerah endemis COVID-19 (bersentuhan langsung
dengan masyarakat)

Ya Tidak

Geja la yang Dialami : Geja la yang Dialami :


 Deman (± 38 C)  Deman (± 38 C)
 Batuk  Batuk
 Pilek  Pilek
 Sesak Napas  Sesak Napas
 Anosmia  Anosmia
SUSPEK
Periksakan diri untuk dilakukan
pengambilan spesimen dan Karantina diri anda selama 14 hari
tatalaksana lebih lanjut

Selama 14 hari karantina diri, anda mengalami


POSITIF  Deman (± 38 C)
SEGERA Konsultasi dengan petugas  Batuk
kesehatan setempat  Pilek
 Sesak Napas
1. Ringan : Isola si Mandiri  Anosmia
2. Sedang : Isola si di UGD 2 KALI NEGATIF
[Link] : Isola si di [Link]
Tidak

DISCARDED
(BUKAN COVID-19)

Ya Anda tidak perlu memeriksakan diri ke


 Selalu jaga kesehatan
rumah sakit,selalu jaga kesehatan
 Terapakan protokol kesehatan dalam
beraktivitas

Gambar 5. 1 Alur Deteksi Dini Covid-19

[Link] Pratama KSO [Link] Kidul Page | 4.7


[Link] No.4 Bandung 40262,Telp/Fax + 62 (22) 730-5239,7302067
E-mail :nadi_putra_pratama@[Link]
LAPORAN RENCANA KESELAMATAN & KESEHATAN KERJA
Supervisi Rehabilitasi D.I Kelingi Tugomulyo Tahap II Paket 1 dan Paket 2

4.4 Identifikasi Bahaya, Penilaian Resiko, Pengendalian dan Peluang


Tabel 3. 1 Identifikasi Bahaya, Penilaian Resiko dan Penetapan Pengendalian
Diskripsi Resiko Penilaian Tingkat Resiko Penilaian Tingkat Resiko
Persyaratan Tingkat Tingkat
NO Uraian Identifikasi Jenis Kemungki Kepara Nilai Kemungki Kepara Nilai Keterangan
Pemenuhan Peraturan Pengendalian Umum Resiko Pengendalian Lanjutan Resiko
Pekerjaan Bahaya Bahaya nan han Resiko nan han Resiko
(TR) (TR)
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16
Kecelakaan Luka – luka,  Penggunaan APD  Mengecek
Lalu Lintas di Patah Tulang  UU No. 1 Tahun yang sesuai penggunaan APD
1 Mobilisasi 1970
jalan raya & Kematian standart yang sesuai standart
 UU No. 18 Tahun  Menyusun intruksi  Mengontrol
Kelelahan Sakit
1999 kerja pelaksanaan instruksi
Pengadaan Kecelakaan Luka – luka,
 Menggunakan kerja
 Peraturan Menteri
tempat kerja/ lalu lintas di Patah Tulang
metode yang tepat  Mengontrol
2 Pekerjaan Umum
kantor dan jalan Raya & Kematian
 Penggunaan APK pelaksanaan metode
No. 09/PRT/M/2008
akomodasi
Kelelahan Sakit standart kerja
 UU Republik
Pengadaan Kecelakaan Luka – luka,  Mengecek
Indonesia No. 13
peralatan dan lalu lintas di Patah Tulang penggunaan APK
Tahun 2003
3 perlengkapan Jalan raya & Kematian yang sesuai standart
 Peraturan Menteri
kantor
Kelelahan Sakit
Tenaga Kerja dan
Penyusunan Transmigrasi R.I.
4 Kelelahan Sakit
dokumen No.
Per.03/MEN/1978
Penyelenggar Luka – luka,
Kecelakaan
aan rapat Patah Tulang  Peraturan Menteri
lalu-Lintas
mingguan, & Kematian Tenaga Kerja R.I.
5
rapat bulanan No.
dan rapat- Kelelahan Sakit Per.01/MEN/1998
rapat khusus.  Peraturan Menteri
Penyusunan Tenaga Kerja R.I.
6 laporan Kelelahan Sakit No. Per.03/MEN
harian,

[Link] Pratama KSO [Link] Kidul Page | 4.8


[Link] No.1 Bandung Jawa Barat
Telp:022-5200345, Fax:022-5200345 Email: [Link].02@Direktur [Link]
LAPORAN RENCANA KESELAMATAN & KESEHATAN KERJA
Supervisi Rehabilitasi D.I Kelingi Tugomulyo Tahap II Paket 1 dan Paket 2

Diskripsi Resiko Penilaian Tingkat Resiko Penilaian Tingkat Resiko


Persyaratan Tingkat Tingkat
NO Uraian Identifikasi Jenis Kemungki Kepara Nilai Kemungki Kepara Nilai Keterangan
Pemenuhan Peraturan Pengendalian Umum Resiko Pengendalian Lanjutan Resiko
Pekerjaan Bahaya Bahaya nan han Resiko nan han Resiko
(TR) (TR)
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16
laporan  SE
bulanan dan No.02/SE/KM/2020
laporan akhir
 UU No. 1 Tahun

7 Koordinasi Kelelahan Sakit 1970

Survei Luka – luka,  UU No. 18 Tahun


Kecelakaan
Inventarisasi Patah Tulang 1999
lalu-Lintas
& Kematian  Peraturan Menteri
Jatuh Pekerjaan Umum

8 Kejurang, Luka – luka, No. 09/PRT/M/2008


Tertimpa Patah Tulang  UU Republik
Ranting dan & Kematian Indonesia No. 13
Hanjut Tahun 2003
Kelelahan Sakit  Peraturan Menteri
Survei Luka – luka, Tenaga Kerja dan
Kecelakaan
Hidrometri Patah Tulang Transmigrasi R.I.
lalu-Lintas
dan & Kematian No.
Mekanikal Per.03/MEN/1978
Jatuh
Kejurang, Luka – luka,  Peraturan Menteri
9
Tertimpa Patah Tulang Tenaga Kerja R.I.
Ranting dan & Kematian No.
Hanjut Per.01/MEN/1998

Kelelahan Sakit  Peraturan Menteri


Tenaga Kerja R.I.
Survei Luka – luka,
Kecelakaan No.
10 Topografi Patah Tulang
lalu-Lintas Per.03/MEN/1998
& Kematian

[Link] Pratama KSO [Link] Kidul Page | 4.9


[Link] No.1 Bandung Jawa Barat
Telp:022-5200345, Fax:022-5200345 Email: [Link].02@Direktur [Link]
LAPORAN RENCANA KESELAMATAN & KESEHATAN KERJA
Supervisi Rehabilitasi D.I Kelingi Tugomulyo Tahap II Paket 1 dan Paket 2

Diskripsi Resiko Penilaian Tingkat Resiko Penilaian Tingkat Resiko


Persyaratan Tingkat Tingkat
NO Uraian Identifikasi Jenis Kemungki Kepara Nilai Kemungki Kepara Nilai Keterangan
Pemenuhan Peraturan Pengendalian Umum Resiko Pengendalian Lanjutan Resiko
Pekerjaan Bahaya Bahaya nan han Resiko nan han Resiko
(TR) (TR)
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16
Jatuh  SE
Kejurang, Luka – luka, No.02/SE/KM/2020
Tertimpa Patah Tulang
 Peraturan Menteri
Ranting dan & Kematian
Pekerjaan Umum
Hanjut
dan Perumahan
Rakyat Republik
Kelelahan Sakit Indonesia
No.21/PRT/M/2019

4.5 Rencana Tindakan (Sasaran Khusus & Program Khusus)


Tabel 3. 2 Rencana Tindakan (Sasaran Khusus & Program Khusus)
Sasaran Program
No Pengendalian Resiko Jadwal Indikator
Uraian Tolak Ukur Uraian Kegiatan Sumber Daya Bentuk Monitoring Penanggung Jawab
Pelaksanaan Pencapaian
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
 Pekerja
Menggunakan
 Menggunakan
APD  Survei
APD standart  APD Lengkap
 Pekerja Inventarisasi
 Instruksi kerja (SNI)
 Penggunaan APD yang sesuai Mengikuti  Survei
standart tersedia  Dokumen
Instruksi Kerja Topografi
 Metode kerja Instruksi Kerja Sesuia Jadwal 100 % Sesuai Ahli K3 (Sesuai Dokumen
 Menyusun intruksi kerja  Sesuai dengan  Survei Check List
Pelaksanaan Standart Penawaran)
sesuai Prosedur  Dokumen
 Menggunakan metode yang tepat Metode Kerja Hidromikanika
 Menggunakan Metode Kerja
 Penggunaan APK standart  Pekerja dan Elektrikall
APK standart  APK Lengkap
Menggunakan
APK

[Link] Pratama KSO [Link] Kidul Page | 4.10


[Link] No.1 Bandung Jawa Barat
Telp:022-5200345, Fax:022-5200345 Email: [Link].02@Direktur [Link]
BAB.5 HASIL PELAKSANAAN DAN
PENGENDALIAN KESELAMATAN
KESEHATAN KERJA (K3)
Supervisi Rehabilitasi D.I Kelingi Tugomulyo Tahap
II Paket 1 dan Paket 2

[Link] PRATAMA KSO


[Link] KIDUL
[Link] No.4 Bandung 40262
Telp/Fax : + 62 (22) 730-5239,730-2067
Email:nadi_putra_pratama@[Link]
[Link] PRATAMA
(KSO) [Link] KIDUL
Jl..Leat No.4 Bandung 40262,Telp/Fax : + 62 (22) 730-5239,730-
2067 E-mail : nadi_putra_prtama@[Link]

BAB. 5 HASIL PELAKASANAAN DAN PENGENDALIAN


KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3)

5.1 Umum
Semua hasil pelaksanaan K3 di lakukan peninjauan ulang untuk tujuan peningkatan manajemen
dan dicatat sebagai [Link] Manajemen (Management review) harus dilakukan
secara teratur dengan masukan dari pemeriksaan dan tindakan perbaikan (checking and
corrective action), internal dan eksternal factor yang hasilnya akan digunakan untuk
meninjau kebijakan (policy) seperti gambar 4.1 dibawah, dan untuk Peningkatan Penerapan
SMK3 secara Berkelanjutan (continual improvement), hal ini harus dapat dipastikan dilakukan
dan didokumentasikan serta mudah ditelusur bila diperlukan untuk kepentingan pengembangan
SMK3.

5.1.1 Pencatatan dan Pelporan Hasil K3


Hasil pelaksanaan K3 Proyek diadministrasikan dengan 2 (dua) kelompok, yaitu administrasi
internal dan administrasi eksternal. Administrasi internal adalah administrasi yang digunakan
oleh organ-organ perusahaan dalam mengatur interaksi antar organ dalam perusahaan,
sedangkan administrasi eksternal adalah administrasi yang mengatur hubungan perusahaan
dengan pihak luar yang [Link] jenis administrasi tersebut merupakan dua hal yang saling
terkait dengan erat.

Adminitrasi Internal
Terdapat manfaat utama dari administrasi/dokumentasi sistim manajemen K3 , antara lain :

a. Komunikasi informasi. Dokumentasi merupakan suatu alat untuk menyalurkan dan


mengkomunikasikan! informasi. Jenis dan pengembangan dokumentasi akan tergantung
pacjajkeadaaruproduk dan proses perusahaan, derajat formalitas dari sistim komunikasi,
tingkat keterampilan komunikasi dalam perusahaan dari kultur perusahaan

b. Bukti dari kesesuaian terhadap persyaratan-persyaratan, bahwa hal- hal yang direncanakan
telah secara aktual dilaksanakan,

c. Surnbangan pengetahuan, agar menyebarluaskan dan memelihara pengalaman


perusahaan. Contoh: spesifikasi teknik dan gambar teknik yang terdokumentasi dengan

[Link] Pratama KSO [Link] Kidul Page | 5.1


[Link] No.4 Bandung 40262,Telp/Fax + 62 (22) 730-5239,7302067
E-mail :nadi_putra_pratama@[Link]
[Link] PRATAMA
(KSO) [Link] KIDUL
Jl..Leat No.4 Bandung 40262,Telp/Fax : + 62 (22) 730-5239,730-
2067 E-mail : nadi_putra_prtama@[Link]

baik, akan dapat digunakan sebagai landasan untuk design dan pengembangan inovasi
baru.

Dokumentasi dalam sistim K3, sebaiknya mencakup :


 Pernyataan kebijakan K3 perusahaan. b. Manual K3.
 Prosedur-prosedur K3
 Dokumen-dokumen lainnya,
Adminitrasi Eksternal
Dalam membangun manajemen K3, suatu perusahaan akan berinteraksi dengan pihak-pihak
luar perusahaan. Untuk mendukung aktifitas ini, perusahaan diharuskan menggunakan
administrasi yang sistimatis, sehingga kegiatan di lapangan bisa dijalankan dengan lancar dan
mempunyai kemampuan telusur yang memadai.
Pihak-pihak luar yang harus dihubungi oleh suatu perusahaan, bila perusahaan tersebut
mengerjakan pekerjaan konstruksi di suatu tempat tertentu adalah :
1. Dinas Tenaga Kerja Kantor Wilayah
Keberadaan Kantor Wilayah Dinas Tenaga Kerja ini berada di tingkat Propinsi, dalam
kaitan ini keterkaiatan kerja bipartit antara pusat perusahaan dan Kantor Wilayah Dinas
Tenaga Kerja harus selalu dijalin pembinaan dan pengawasan berjalannya K3, semua ini
bertujuan untuk membangun manajemen K3 sebagaimana yang diharapkan oleh undang-
[Link] tindak lanjut pembinaan agar pelaksanaan K3 berjalan dengan baik
diperlukan pengawasan yang baik dan terpadu Pada kondisi ini sistim administrasi yang
harus selalu dapat dipantau ke efektifannya, dan dilaporkan secara rutin semua kegiatan
penyelenggaraan kegiatan K3 kepada DINAS TENAGA KERJA KANTOR WILAYAH oleh
pusat perusahaan. Pelaporan yang dilakasanakan setiap periode tertentu (tiap tiga
bulan).Laporan ini berisi tentang data perusahaan secara umum, keberadaan dan
kegiatan P2K3 di perusahaan. Dengan cara ini, maka instansi pemerintah terkait
mempunyai data tentang K3 yang ada di wilayah kerjanya, serta dapat memantau semua
aktifitas K3.

2. Suku Dinas Tenaga Kerja (Sudinnaker)/ setempat

Sebelum melakukan aktifitas pekerjaan di lapangan, pihak proyek wajib melapor dan
mendaftar ke SUKU DINAS TENAGA KERJA setempat, karena SUKU DINAS TENAGA
KERJA adalah instansi pemerintah yang berwenang dan bertanggung jawab menangani

[Link] Pratama KSO [Link] Kidul Page | 5.2


[Link] No.4 Bandung 40262,Telp/Fax + 62 (22) 730-5239,7302067
E-mail :nadi_putra_pratama@[Link]
[Link] PRATAMA
(KSO) [Link] KIDUL
Jl..Leat No.4 Bandung 40262,Telp/Fax : + 62 (22) 730-5239,730-
2067 E-mail : nadi_putra_prtama@[Link]

masalah K3. Sebagai bukti dari kegiatan ini adalah diserahkannya Surat Pendaftaran
proyek ke SUKU DINAS TENAGA KERJA setempat dan diterimanya surat
penerimaan/konfirmasi dari SUKU DINAS TENAGA KERJA setempat.

3. Astek
Sesuai dengan ketentuan pemerintah, suatu perusahaan atau proyek yang
mempekerjakan tenaga kerja lebih dari 10 orang wajib melindungi tenaga kerjanya
melalui suatu program asuransi tenaga kerja (ASTEK). Sebagai bukti dari
peiaksanaannya adalah diterimanya polis asuransi berikut kuitansi pembayaram
preminya.

5.2 Cara dan Teknik Untuk Adminitrasi & Pelaporan K3


Catatan dan laporan inspeksi
Type catatan ini biasanya hasil inspeksi keselamatan dan kesehatan kerja yang dilakukan
oleh Safety Officer dan stafnya dan berisi penafsiran pada kegiatan pengamatan dan
beberapa tindakan pembetulan yang dibuat.
Catatan training dan rapat
Catatan harus dipelihara terkait dengan training apa dan diberikan kepada siapa,
pelaksanaan rapat-rapat keselamatan & kesehatan kerja, siapa yang hadir dan tanggal berapa
diberikan instruksi.
Catatan penyakit dan cidera
Catatan harus dipelihara seperti semua cidera yang memerlukan penyembuhan, meskipun
kecil, dan penyakit karyawan yang menghasilkan ketidak hadir ditempat pekerjaan.
Investigasi kecelakaan
Semua kecelakaan harus diinvestigasi dan didokumentasikan secara lengkap seperti
penyebab dan hasilnya, kerusakan aset/properti, kerusakan/kehilangan peralatan dan luka
luka
Catatan dokumentasi foto dan video
Bagian yang penting dari dokumentasi adanya kecelakaan dan pelanggaran keselamatan dan
kesehatan kerja adalah dokumentasi foto dan dokumentasi video. Hal ini dapat digunakan
untuk menunjukkan bukti kepada mereka yang tidak hadir di peristiwa dan siapa yang
memiliki kepentingan langsung seperti penjamin.

[Link] Pratama KSO [Link] Kidul Page | 5.3


[Link] No.4 Bandung 40262,Telp/Fax + 62 (22) 730-5239,7302067
E-mail :nadi_putra_pratama@[Link]
[Link] PRATAMA
(KSO) [Link] KIDUL
Jl..Leat No.4 Bandung 40262,Telp/Fax : + 62 (22) 730-5239,730-
2067 E-mail : nadi_putra_prtama@[Link]

Catatan ini sangat berguna bagi kontraktor yang dapat menunjukkan kronologis kejadian
terkait dengan keselamatan dan kesehatan kerja yang dilakukan di proyek yang di
kemungkinan dapat diajukan sebagai argumentasi dalam penyelesaian pengenaan denda.

5.3 Keluaran Keselamatan & Kesehatan Kerja


1. Mengurangi Cidera
Rencana Keselamatan & Kesehatan Kerja di laksanakan dengan baik akan mengurangi
cidera pada tenaga kerja dan menaikan citra moril dari jumlah tenaga kerja.

2. Biaya Asuransi Rendah


Tingkat kecelakaan dan satuan biaya pengobatan cidera rendah akan mengurangi biaya premi
asuransi.

3. Meningkatkan Reputasi
Pemilik proyek menjadi tertarik kepada Konsultan yang memiliki reputasi baik (Reputasi dari
pemilik juga ditunjukkan disini), dan pekerja juga mengingian bekerja dengan perusahaan
yang mengutamakan pada Keselamatan & Kesehatan Kerja.

4. Meningkatkan Produktivitas
Kecelakaan menghasilkan penurunan produktivitas lapangan, yang mana juga melemahkan
keuntungan perusahaan. Maka dari itu cegah terjadinya kecelakaan seminimal mungkin agar
produktivitas dan keuntungan meningkat.

[Link] Pratama KSO [Link] Kidul Page | 5.4


[Link] No.4 Bandung 40262,Telp/Fax + 62 (22) 730-5239,7302067
E-mail :nadi_putra_pratama@[Link]

Anda mungkin juga menyukai