Aspek Kelayakan Teknis & Finansial
Memastikan kapasitas IPA dan proyeksi kebutuhan air dalam FS
sudah sesuai dengan real demand survey dan rencana
pengembangan wilayah pelayanan.
Menguji kembali asumsi tarif, biaya operasi, dan margin
keuntungan untuk memastikan keberlanjutan pembayaran kepada
Badan Usaha tanpa membebani pelanggan atau APBD.
Memastikan perhitungan availability payment atau take-or-
pay realistis terhadap kemampuan keuangan Perumda.
Aspek Regulasi & Kontrak
Memastikan skema BOT sesuai dengan Permen PUPR
27/2016, Perpres KPBU, dan regulasi daerah.
Menganalisis draf perjanjian kerja sama untuk
menjamin pembagian risiko yang adil (risk allocation
matrix) antara Perumda dan investor.
Memastikan adanya klausul yang jelas tentang hak dan
kewajiban masing-masing pihak, termasuk mekanisme
serah terima aset dan sanksi jika target tidak tercapai.
Aspek Tata Kelola & Mitigasi Risiko
Memastikan
mekanisme monitoring dan Memastikan sumber air baku
Menyarankan uji
evaluasi kinerja selama memiliki jaminan
sensitivitas terhadap
masa konsesi, termasuk keberlanjutan (kuantitas &
fluktuasi biaya bahan baku,
indikator teknis (kualitas air, kualitas) untuk jangka
energi, dan perubahan tarif.
kontinuitas, kapasitas) dan panjang.
indikator keuangan.
Aspek Kebermanfaatan Publik
Memastikan bahwa manfaat proyek
dapat meningkatkan cakupan layanan air
minum di wilayah yang saat ini belum terlayani.
Menilai dampak sosial-ekonomi agar proyek tidak
hanya menguntungkan pihak swasta, tetapi juga
memberikan tarif yang terjangkau bagi masyarakat.
Pastikan kesesuaian skema kerja sama dengan regulasi yang
berlaku
Jika menggunakan skema Build-Operate-Transfer (BOT) atau Kerja Sama
Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU), pastikan mengacu pada:
Perpres No. 38 Tahun 2015 tentang Kerja Sama Pemerintah dengan Badan
Usaha dalam Penyediaan Infrastruktur.
Permen PUPR No. 27/PRT/M/2016 tentang Penyelenggaraan SPAM (khusus
sektor air minum).
Perlu ada kejelasan terkait bentuk kerja sama: user charge (langsung ke
pelanggan) atau availability payment (dibayar PDAM/Pemda).
Lakukan uji kelayakan dan value for money secara
independen
FS yang disampaikan oleh pemrakarsa harus diverifikasi ulang oleh
pihak independen untuk memastikan:
Asumsi teknis realistis.
Proyeksi finansial tidak terlalu optimistis.
Beban keuangan PDAM/Pemda tidak melebihi kemampuan.
Dasar hukum: Peraturan BPKP No. 6 Tahun 2022 tentang Pedoman
Probity Audit dan Pendampingan Proyek Strategis (termasuk KPBU).
Tetapkan pembagian risiko
secara proporsional
• Berdasarkan Lampiran I Perpres 38/2015, risiko
konstruksi dan pembiayaan sebaiknya ditanggung badan
usaha, sedangkan risiko perizinan dan ketersediaan lahan
ditanggung pemerintah/PERUMDA.
Mengacu pada Permendagri No. 21
Tahun 2020 tentang Perubahan atas
Permendagri No. 71 Tahun 2016
Pastikan tarif atau tentang Perhitungan dan Penetapan
biaya pengembalian Tarif Air Minum.
investasi tidak
membebani pelanggan
secara berlebihan
Kaji affordability (kemampuan bayar)
masyarakat agar tarif tetap wajar
sesuai kelompok pelanggan.
• Jika penunjukan langsung ke
Pastikan pemrakarsa dilakukan, harus
mengikuti prosedur Penawaran
kepatuhan Kompetitif Terbatas(unsolicited
terhadap project) sesuai Pasal 41–
44 Perpres 38/2015, untuk
proses memastikan value for money dan
menghindari konflik kepentingan.
pengadaan
Siapkan rencana transisi dan serah
terima aset yang jelas
• Mengatur kondisi teknis, usia pakai, dan kewajiban pemeliharaan
sebelum aset diserahkan ke PERUMDA di akhir masa konsesi.