MODUL TEKNIK DIGITAL
MODUL X ENKODER & DEKODER
YAYASAN SANDHYKARA PUTRA TELKOM SMK TELKOM SANDHY PUTRA MALANG 2007
Modul Teknik Digital
MODUL
ENKODER & DEKODER Mata Pelajaran : Teknik Digital Kelas Semester Alokasi Waktu : I (Satu) : 2 (Dua) : 10 x 45 menit(5x Pertemuan)
A. STANDAR KOMPETENSI Menguasai Elektronika Digital B. KOMPETENSI DASAR Enkoder & Dekoder C. TUJUAN PEMBELAJARAN Setelah mengikuti kegiatan Pembelajaran siswa diharapkan dapat : Mengerti Mengerti Mengerti Mengerti dan dan dan dan memahami memahami memahami memahami cara cara jenis-jenis jenis-jenis membuat membuat dan dan karakteristik Enkoder karakteristik Dekoder rangkaian rangkaian Enkoder Dekoder
Laboratorium Teknik Digital SMK Telkom Sandhy Putra Malang
Modul Teknik Digital
D. URAIAN MATERI Pada menyatakan untuk umumnya angka. orang menggunakan kode desimal digital yang untuk dalam
Rangkaian angka. Banyak
elektronika kode lain
kalkulator atau komputer kebanyakan menggunakan kode biner menyatakan digunakan dalam elektronika sering digunakan digital untuk menyatakan angka, bahkan dalam perlengkapan elektronika digital.
huruf dari alfabet. Bab ini meliputi beberapa kode yang Penterjemahan elektronika, yang mengubah kode satu ke kode yang lain, digunakan kuas dalam elektronika digital. Bab ini memperkenalka beberapa pengkode, dan dekode yang sangat umum digunakan dan untuk menterjemahkan untuk proses dari kode ke kode. segmen Susunan operasi (display) seven
juga dibahas. 1. ENCODER Sebuah aktif encoder menjadi n mengkonversikan output input, aktif dari signal suatu dan input yang encoder. salah output encoder signal Dimana satunya yang Pada ada yang
dikodekan.
gambar mengilustrasikan sejumlah input biner Enkoder jalur
hanya
aktif. Internal logic di dalam yang disusun sebanyak m bit.
mengkonversikan kode-kode logika yang
menjadi
gerbang-gerbang
Laboratorium Teknik Digital SMK Telkom Sandhy Putra Malang
Modul Teknik Digital
menghasilkan keluaran biner sebagai tanggapan adanya dua atau lebih variabel masukan. Hasil keluarannya dinyatakan dalam aljabar boolen, tergantung pada kombinasi gerbanggerbang yang digunakan. persyaratan Sebuah enkoder m <= harus 2n. memenuhi/mempunyai perancangan
Variabel m adalah kombinasi masukan dan n adalah jumlah bit keluaran sebuah enkoder. Satu kombinasi masukan hanya boleh mewakili satu kombinasi biner.
Gambar Encoder. DECIMAL TO BCD ENCODER Encoder encoder. tombol Jika pada 1. yang Switch kalkulator tombol jalur Oleh C 3 dan itu sudah dengan umum yaitu decimal mirip tegangan input to BCD Vcc. OR
penekan maka
tombol dengan
dengan
dihubungkan ditekan, D akan maka
gerbang-gerbang
mempunyai
bernilai
karena
outputnya menjadi :
ABCD = 0011 Dan selengkapnya dapat dilihat pada tabel dibawah ini :
INPUT 4 5 0 0 0 0 0 0 OUTPUT B C 0 0 0 0 0 1
0 1 0 0
1 0 1 0
2 0 0 1
3 0 0 0
6 0 0 0
7 0 0 0
8 0 0 0
9 0 0 0
A 0 0 0
D 0 1 0
Laboratorium Teknik Digital SMK Telkom Sandhy Putra Malang
Modul Teknik Digital
0 0 0 0 0 0 0
0 0 0 0 0 0 0
0 0 0 0 0 0 0
1 0 0 0 0 0 0
0 1 0 0 0 0 0
0 0 1 0 0 0 0
0 0 0 1 0 0 0
0 0 0 0 1 0 0
0 0 0 0 0 1 0
0 0 0 0 0 0 1
0 0 0 0 0 1 1
0 1 1 1 1 0 0
1 0 0 1 1 0 0
1 0 1 0 1 0 1
Gambar Decimal to BCD encoder. Cara merancang sebuah enkoder yaitu dengan mencari tabel fungsi keluaran dan masukannya kemudian mencari fungsi aljabar boolen keluarannya. Begitupun sebaliknya, dari suatu rangkaian enkoder dapat dicari fungsi keluarannya dengan memperhatikan rangkaian gerbang-gerbang pada tiap keluaran. Membuat sebuah enkoder dapat dilakukan dengan dua cara yaitu pertama, menggunakan fungsi gerbang-gerbang enkoder, dan dasar yang yang kedua disusun membentuk
menggunakan IC enkoder yang banyak terdapat dipasaran, contohnya IC 74LS147 dan 74LS148. IC enkoder ini sangat
Laboratorium Teknik Digital SMK Telkom Sandhy Putra Malang
Modul Teknik Digital
fleksibel variabel sebagainya.
digunakan masukan Dalam
untuk
merancang misal
enkoder 32
dengan dan yang
yang
banyak
masukan enkoder
rangkaian
elektronika,
banyak digunakan adalah enkoder keypad.
123cancel456clear789store#0*enter c c s e
ENKODER Kode biner MATRIK (4 X 4)
Penterjemahan keypad dengan enkoder matrik
2. DECODER Rangkaian dekoder mempunyai sifat yang berkebalikan dengan enkoder yaitu merubah kode biner menjadi sinyal diskrit. Syarat perancangan sebuah dekoder adalah m <= 2 n dimana m adalah kombinasi keluaran dan n adalah jumlah bit masukan. Sehingga tapi dapat harus disimplkan tetap bahwa variabel unsur jumlah keluaran kurang bebas memperhatikan bisa memiliki
efisiensi rangkaian. Misal dekoder 3 bit memiliki 8 atau kombinasi keluaran tetapi saluran keluaran lebih dari 8 (10 atau 55 atau 100 dan
Laboratorium Teknik Digital SMK Telkom Sandhy Putra Malang
Modul Teknik Digital
sebagainya).
Contoh
rangkaian
dekoder
adalah
rangkaian
dekoder dot matrik, dan dekoder seven segmen.
Gambar dekoder seven segmen menggunakan IC 74LS47 Penampilan bilangan-bilangan biner dari sandi BCD menjadi bilangan decimal selain dalm tabung angka (nixie tube)yang sudah berbentuk angka angka decimal dari 0 sampai 9 juga dapat diwujudkan oleh lampu lampu penunjuk kecil (LED:light emitting diodes). Dalam hal ini lampu lampu penunjuk kecil/LED tersebut disusun menjadi tujuh segmen, dan angka decimal dari 0 sampai 9 dapat ditampilkan dengan cara mengatur cara penyalaan dari tujuh segmen tersebut. Perlu diketahui, bahwa LED adalah suatu dioda yang bersifat mengemisi atau menyala bila mendapat suatu arus maju (forward Biased). Dengan sifatnya yang demikian, LED banyak dipakai sebagai lampu lampu penunjuk kecil yang serba guna, misalnya saja untuk menunjukkan keadaan ON dari suatu peralatan atau untuk lampu lampu test.
Laboratorium Teknik Digital SMK Telkom Sandhy Putra Malang
Modul Teknik Digital
Gambar seven segmen Bila semua segmen segmen menyala, maka dapat dibaca gambar. sebagai Untuk
angka decimal 8. Angka decimal 0 dan 3 terlihat pada menyalanya segmen sesuai penampilan huruf, hanya beberapa huruf saja yang dapat dibaca dari tujuh segmen. Tabel Kebenaran dekoder seven segmen
A 0 0 0 0 0 0 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 INPUT B C 0 0 0 0 0 1 0 1 1 0 1 0 1 1 1 1 0 0 0 0 0 1 0 1 1 0 1 0 1 1 1 1 D 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 a 1 0 1 1 0 1 1 1 1 1 1 0 1 0 1 1 b 1 1 1 1 1 0 0 1 1 1 1 0 0 1 0 0 c 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 0 0 OUTPUT d 1 0 1 1 0 1 1 0 1 1 0 1 1 1 1 0 e 1 0 1 0 0 0 1 0 1 0 1 1 1 1 1 1 f 1 0 0 0 1 1 1 0 1 1 1 1 1 0 1 1 g 0 0 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 0 1 1 1
Laboratorium Teknik Digital SMK Telkom Sandhy Putra Malang
Modul Teknik Digital
a = (m0,m2,m3,m5,m6,m7,m8,m9,m10,m12,m14,m15) b = (m0,m1,m2,m3,m4,m7,m8,m9,m10,m13) c = (m0,m1,m3,m4,m5,m6,m7,m8,m9,m10,m11,m13) d = (m0,m2,m3,m5,m6,m8,m9,m11,m12,m13,m14) e = (m0,m2,m6,m8,m10,m11,m12,m13,m14,m15) f = (m0,m4,m5,m6,m8,m9,m10,m11,m12,m14,m15) g = (m2,m3,m4,m5,m6,m8,m9,m10,m11,m13,m14,m15) Langkah-langkah atau cara merancang sebuah dekoder sama dengan merancang sebuah enkoder seperti yang telah dijelaskan diatas. Langkah-langkah tersebut berlaku dalam merancang semua jenis dekoder. Jika dengan pada hanya kita perhatikan ini tidak decoder dengan ini satu sebenarnya pengecualian data input. mirip yaitu Input demultiplexer, decoder
mempunyai
digunakan sebagai data control.
Gambar Rangkaian 1 to 8 decoder.
Laboratorium Teknik Digital SMK Telkom Sandhy Putra Malang
Modul Teknik Digital
Dalam pada karena
hal ini gambar hanya 1
adalah circuit dari 8
ABCD. jalur ABCD Y
Seperti output
yang yang
ditunjukkan bernilai ABCD 1. =
logic ini disebut 1 of 8 decoder, = 0001, maka hanya output juga yang jika mempunyai output
Sebagai contoh, ketika Y1 yang akan bernilai 1. 0100, 1 maka hanya
Begitu
4
output
dan seterusnya. pada dari saling yang decoder hubungan eksklusif, bernilai 1 dapat dijelaskan lebih
Operasi lanjut lainnya output
input-output, karena pada
seperti pada ada satu Jalur
tabel. Amatilah pada variabel output yang mana, satu sama ha nya satu waktu.
output ditunjukkan dengan minterm yang ekivalen dengan angka biner. Tabel kebenaran 1 to 8 decoder.
Input A B C 0 0 0 0 0 1 0 1 0 0 1 1 1 0 0 1 0 1 1 1 0 1 1 1
D0 1 0 0 0 0 0 0 0
D1 0 1 0 0 0 0 0 0
D2 0 0 1 0 0 0 0 0
Output D3 D4 0 0 0 0 0 0 1 0 0 1 0 0 0 0 0 0
D5 0 0 0 0 0 1 0 0
D6 D7 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 1
Dekoder dapat dibentuk dari susunan gerbang logika dasar atau menggunakan IC dekoder yang telah ada dipasaran seperti 74LS48, 74LS154, 74LS138, 74LS155 dan sebagainya.
Laboratorium Teknik Digital SMK Telkom Sandhy Putra Malang
Modul Teknik Digital
Sseperti dekoder
layaknya yang
enkoder, ada
maka
dengan
menggunakan perancang
IC
telah
dipasaran,
dapat
merancang dekoder dengan jumlah bit dan keluaran yang diinginkan. Contoh merancang sebuah dekoder 32 saluran keluaran dengan IC juga dekoder dapat enable dekoder pada sangat 8 saluran dilakukan keluaran. dengan IC Pengkaskadeanini memperhatikan dekoder. Dalam sistem digital, sering digunakan contoh: untuk dekoder matrik, seven segmen, pengontrol trafic light, pengalamatan memori I/O dan sebagainya.
sinyal
masing-masing
Lembar Kerja Alat dan Bahan 1. Buku praktikum
Laboratorium Teknik Digital SMK Telkom Sandhy Putra Malang
Modul Teknik Digital
2. 3. 4. 5.
Papan Socket IC Adaptor 3-12 V Avometer IC TTL dan kabel
Prosedur Praktikum 1. 2. Peserta Peserta kemudian socket. Langkah Kerja 1. 2. 3. 4. Siapkan alat dan bahan yang akan digunakan Periksalah semua alat dan bahan sebelum digunakan dan pastikan semua alat dan bahan dalam keadaan baik. Buat rangkaian dekoder seven segmen seperti gambar diatas Amati keluaran pada seven segmen telah membaca dan mempelajari pada ke lembar dalam materi kerja papan praktikum. merancang rangkaian diimplementasikan
Laboratorium Teknik Digital SMK Telkom Sandhy Putra Malang