0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
32 tayangan21 halaman

Metode Antena Array dan Pola Radiasi

Dokumen tersebut membahas tentang antena array, yaitu pengaturan beberapa antena dalam konfigurasi tertentu untuk memperoleh gain yang tinggi. Terdapat beberapa metode untuk mendapatkan pola radiasi tertentu pada antena array, seperti mengatur konfigurasi, jarak, amplitudo, dan fase arus antara elemen-elemennya. Array factor menggambarkan pola radiasi dari suatu antena array yang merupakan hasil superposisi medan radiasi dari setiap
Hak Cipta
© Attribution Non-Commercial (BY-NC)
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPT, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
32 tayangan21 halaman

Metode Antena Array dan Pola Radiasi

Dokumen tersebut membahas tentang antena array, yaitu pengaturan beberapa antena dalam konfigurasi tertentu untuk memperoleh gain yang tinggi. Terdapat beberapa metode untuk mendapatkan pola radiasi tertentu pada antena array, seperti mengatur konfigurasi, jarak, amplitudo, dan fase arus antara elemen-elemennya. Array factor menggambarkan pola radiasi dari suatu antena array yang merupakan hasil superposisi medan radiasi dari setiap
Hak Cipta
© Attribution Non-Commercial (BY-NC)
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPT, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Antena Array

Pola radiasi antena tunggal umumnya relatif lebar, atau penguatannya


relatif kecil. Gain atau directivity antena yang besar dapat diperoleh
dengan memperbesar dimensi antena (dalam orde ). Akan tetapi cara
ini mengakibatkan munculnya lebih banyak side lobe.

Cara lain mendapatkan gain yang tinggi adalah dengan menyusun
beberapa antena dengan konfigurasi tertentu yang dinamakan antena
array. Umumnya elemen elemennya identik.

Medan radiasi total antena array adalah superposisi vektor medan
radiasi elemen-elemennya.

Pada dasarnya ada beberapa metode untuk mendapatkan pola radiasi
tertentu antena array, yaitu :
a) Mengatur konfigurasi geometri (linear, circular, spherical, rectangular,
dll.)
b) Mengatur jarak antar elemen
c) Mengatur amplitudo arus eksitasi
d) Mengatur fase arus eksitasi
e) Mimilih elemen yang memiliki pola tertentu.
Array factor untuk linear array
Selain pengaturan
amplitudo dan fase
pada pencatuannya
(I
n
), juga terdapat
perbedaan fase
relatif antara
gelombang yang
sampai di elemen-
elemen antena
karena posisinya
dalam ruang dan
arah kedatangan
gelombang.
(Stutzman, Antenna Theory and
Design,1981, John Wiley & Sons)
Array factor untuk linear array
Elemen : isotropis
Radiasi :
r
e
I
r j
t
|
4
0

Array factor dari N elemen


isotropis :
1 1 0
1 1 0
...

+ + + =
N
j
N
j j
e I e I e I AF

=fase gelombang datar
yang datang di elemen
antena array
(Stutzman, Antenna Theory and
Design,1981, John Wiley & Sons)
Contoh : mendapatkan array factor dengan cara
memeriksa radiasinya
1. Array dari 2 sumber isotropis, amplitudo dan fase arus
sama, terpisah dengan jarak /2
2. Array dari 2 sumber isotropis, amplitudo dan fase arus
berlawanan, terpisah dengan jarak /2
Array factor dari N elemen isotropis, jarak antar
elemen sama

=
= + + + =
1
0
cos cos 2
2
cos
1 0
...
N
n
nd j
n
d j d j
e I e I e I I AF
u | u | u |
o u | + = cos d
jn
n n
e A I =

=
=
1
0
N
n
jn
n
e A AF

Contoh :
Array dari 2 sumber isotropis, amplitudo dan fase arus
sama, terpisah dengan jarak /2. Dapatkan AF sebagai
fungsi dan .
Mendapatkan plot polar array factor f() dari plot f()

=
=
1
0
N
n
jn
n
e A AF

Sifat array factor dari array linier

= = = = +
+
) ( ) 2 (
2 ) 2 (
t
t t
AF e A e e A e A AF
jn
n
jn jn
n
jn
n
Array linier pada sumbu z hanya merupakan fungsi ,
mempunyai simetri putar di sumbu z
Visible region : 0 < < atau - d < < + d
Visible region dalam variabel sebesar 2d
Satu periode array factor muncul dalam visible region
jika jarak antar elemen d = /2
Array factor ternormalisasi dari array linier, jarak
sama, amplitudo arus sama
) 2 / sin(
) 2 / sin(
) (

N
N
f =
Sifat sifat :
N semakin besar main lobe semakin sempit, tinggi
side lobe turun
Jumlah lobe total N-1, satu main lobe, N-2 side lobe
Lebar main lobe 2X2/N, lebar side lobe 2/N
Simetri pada
Contoh :
Array linier 4 elemen, jarak antar elemen /2, beda fase
/2. Dapatkan array factor dalam variabel dan , buat
sketsnya.
Main beam scanning
Array factor maximum dalam variabel terjadi pada =0.
Misalkan
0
adalah nilai saat array factor maksimum,
maka beda fase yang diperlukan agar main beam terjadi
pada =
0
adalah :
0
cosu | o d =
Ukuran lebar beam : FNBW
Ordinary endfire array
Banyak aplikasi yang memerlukan antena dengan satu
main beam yang sempit (single pencil beam). Single
pencil beam dapat diperoleh antara lain dengan disain
yang tepat dari endfire array.
Endfire array diperoleh jika :
0
=0 atau
0
=180,
berkaitan dengan =-d atau =d ordinary endfire
array
Untuk mendapatkan single pencil beam, visible region
dikurangi sedemikian hingga :
N
d
t
t | s 2 2
)
2
1
1 (
2 N
d s


Contoh :
Ordinary endfire array, 5 elemen,
0
=180, tentukan jarak
dan beda fase antar elemen, gambarkan skets array
factornya.
Hansen-Woodyard endfire array
t
t
| o < + =
N
d )
1
1 (
2 N
d <

Contoh :
Endfire array, 5 elemen,

0
=180, tentukan jarak
dan beda fase antar
elemen, gambarkan skets
array factornya.
Kurva perbandingan directivity Ordinary dan Hansen
Woodyard endfire array
Prinsip perkalian pola
Antena array umumnya dibuat dengan elemen-elemen
yang hampir identik berlaku prinsip perkalian pola
Contoh : collinier array
tersusun dari N dipole
pendek, jarak antar
elemen sama, arus tiap
elemen I
0
, I
1
, ,I
N-1
z
y
0
d 2d 3d
x
| |

A =
+ + + A =
1
0
cos
cos ) 1 (
1
cos
1 0
4

. . .
4
N
n
nd j
n
r j
d N j
N
d j
r j
z
e I z
r
e
e I e I I z
r
e
A
u |
|
u | u |
|
t
t
Medan listrik di daerah medan jauh :

A =
=
1
0
cos
sin
4

sin
N
n
nd j
n
r j
z
e I z
r
e
j
A j E
u |
|
u
u
t
e
u e
Pola elemen
Array factor
Prinsip perkalian pola :
Pola medan dari antena array dengan elemen-elemen
identik adalah hasil kali pola elemennya dengan array
factor.
) , ( ) , ( ) , ( | u | u | u f g F
a
=
Contoh :
Array collinier dari 2 dipole pendek, jarak /2, magnitudo
dan fase arus sama. Dapatkan pola radiasi array dan
buat sketsnya.
d=/2
I
0
=1 I
1
=1
z
) cos
2
cos( sin ) ( u
t
u u = F
g()
f() F()
Prinsip perkalian pola tetap berlaku pada antena array
dengan berbagai geometri.
Misalkan array linier dari sumber garis yang disusun
paralel
x
y
z
/2


s s 180 0
u cos sin cos =
Dapatkan array factor dan gambarkan sketsnya.
Directivity dari array linier dengan jarak antar
elemen sama dan eksitasi uniform
Jika elemennya isotropis :


+
=
O
=

=
1
1
2
cos sin
2 1
1 4
N
m
A
m d m
d m
m N
N
N
D
o |
|
t
Ordinary endfire :

L
D 4 ~
Hansen-Woodyard endfire :

L
D 28 , 7 ~
L=Nd
Broadside array :

Nd L
D 2 2 = ~
Directivity dari array linier dengan jarak antar
elemen sama dan eksitasi uniform
Dengan elemen non isotropis :
o | |
|
m d m a d m a
d m
m N
N
a
D
N
m
cos ) cos sin (
2
2
1
2 1
1
1
2
0
+


+
=

=
Collinear short dipole : a
0
=2/3, a
1
=2/(md)
2
, a
2
=-2/(md)
Paralel short dipole : a
0
=2/3, a
1
=1-1/(md)
2
, a
2
=1/(md)

Anda mungkin juga menyukai