100% menganggap dokumen ini bermanfaat (2 suara)
527 tayangan7 halaman

2-Simple Random Sampling

Diunggah oleh

Tiurma Tambunan
Hak Cipta
© Attribution Non-Commercial (BY-NC)
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (2 suara)
527 tayangan7 halaman

2-Simple Random Sampling

Diunggah oleh

Tiurma Tambunan
Hak Cipta
© Attribution Non-Commercial (BY-NC)
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Materi Kuliah m.a.

Inventarisasi Sumberdaya Hutan

Pokok Bahasan
Apa itu SRS? Bagaimana contoh dipilih? Rancangan sampling di lapangan Pendugaan parameter
Teladan 1

Simple Random Sampling (SRS) (penarikan contoh acak sederhana)


Disiapkan oleh : Tim Pengajar M.a. Inventarisasi Sumberdaya Hutan

Penentuan ukuran contoh


Teladan 2 Teladan 3

Bagian Perencanaan Kehutanan Departemen Manajemen Hutan Fakultas Kehutanan IPB


DEPARTEMEN MANAJEMEN HUTAN

Keuntungan & kelemahan


1
DEPARTEMEN MANAJEMEN HUTAN 2

Apa itu SRS?


Simple random sampling (SRS): = pengambilan contoh berukuran n dari populasi berukuran N sedemikian rupa sehingga setiap kemungkinan contoh (berukuran n tersebut) memiliki peluang yang sama untuk terpilih Setiap kombinasi contoh yg mungkin terbentuk memiliki peluang yang sama untuk terpilih Teknik sampling paling sederhana dasar bagi pengembangan teknik sampling lainnya

Bagaimana contoh dipilih?


Contoh harus diambil secara acak (random): Tanpa pengembalian (without replacement): Suatu unit contoh hanya terambil satu kali Umum diterapkan Banyaknya kemungkinan susunan contoh: N! N Cn = ( N n )! n ! Dengan pengembalian (with replacement): Suatu unit contoh dapat terambil lebih dari satu kali Banyaknya kemungkinan susunan contoh:

Pn = N n N
DEPARTEMEN MANAJEMEN HUTAN 3 DEPARTEMEN MANAJEMEN HUTAN 4

Bagaimana contoh dipilih(2)


Misalkan: pengambilan n unit contoh dari N unit dalam populasi
Populasi: N unit contoh

Bagaimana contoh dipilih(3)


Untuk menghindari subjektivitas, pemilihan contoh acak dapat dilakukan dengan: Undian/lotere Tabel angka acak, tersedia di buku-buku sampling atau statistics Pembangkit angka acak (random number generator): Kalkulator, tekan tombol: Ran# Komputer, misal pada program:
MS Excel gunakan fungsi: RAND() atau RAND()*(b-a)+a (untuk angka acak antara a dan b) Minitab (versi 14): klik menu Calc>Random Data> Sample From Columns
5 DEPARTEMEN MANAJEMEN HUTAN 6

Sampling frame? Bagaimana unit contoh dipilih secara acak?

Contoh: n unit contoh


DEPARTEMEN MANAJEMEN HUTAN

Undian/lotere
Bu Zenal., siapa yang dapet arisan minggu lalu???

Tabel Angka Acak


Unit contoh terpilih: C = A k(N) dimana: A = angka acak, k = 0, 1, 2

Misal: N=50, n=5 Maka: C1=54-(1)(50)=4 C2=15-(0)(50)=15 C3=85-(1)(50)=35 C4=61-(1)(50)=11 C5=05-(0)(50)=5


DEPARTEMEN MANAJEMEN HUTAN 7 DEPARTEMEN MANAJEMEN HUTAN 8

Kalkulator

MS Excel

Tekan tombol SHIFT RAN#

DEPARTEMEN MANAJEMEN HUTAN

DEPARTEMEN MANAJEMEN HUTAN

10

Rancangan Sampling di Lapangan


Umumnya unit contoh berbentuk plot (mengapa?) Sampling frame dapat dibuat:

Dalam inventarisasi hutan, bagaimana pemilihan contoh acak dilakukan???

dengan bantuan peta, potret udara, citra satelit, dsb. menggunakan sistem koordinat (x,y)

Lakukan pengacakan pada sumbu X dan Y

DEPARTEMEN MANAJEMEN HUTAN

11

DEPARTEMEN MANAJEMEN HUTAN

12

Pendugaan Parameter
Tujuan sampling:
Menarik kesimpulan tentang karakteristik populasi (parameter) berdasarkan contoh yang diambil dari populasi tersebut

Pendugaan Parameter(2)
Rumus-rumus pendugaan parameter dalam SRS:

Parameter populasi diduga dari statistik contoh:


Nilai tengah/rata-rata (mean) Ragam (variance) Populasi:
Catatan: n/N disebut pula intensitas sampling (IS)

Contoh:

DEPARTEMEN MANAJEMEN HUTAN

13

DEPARTEMEN MANAJEMEN HUTAN

14

Pendugaan Parameter(3)
Rumus-rumus SRS (lanjutan):

Sedikit Review

Apa yang dimaksud selang kepercayaan 95% atau 99% atau (1-).100%...??? Mengapa nilai dugaan perlu dinyatakan dalam bentuk selang kepercayaan???

DEPARTEMEN MANAJEMEN HUTAN

15

DEPARTEMEN MANAJEMEN HUTAN

16

Selang kepercayaan

Teladan 1
Suatu tim survey telah melakukan kegiatan inventarisasi di suatu petak hutan tanaman acacia mangium yang luasnya 40 ha. Kegiatan inventarisasi dilakukan dengan intensitas sampling 2,5% menggunakan unit contoh berupa plot lingkaran seluas 0,1 ha yang diletakkan secara acak dalam tegakan. Dari kegiatan tersebut, diperoleh data sebagai berikut:
Tentukanlah: 1) Rata-rata volume tegakan per plot dan per hektar! 2) Ragam rata-rata volume per plot dan per hektar! 3) Koefisien keragaman! Apa artinya? 4) Selang kepercayaan 95% bagi rata-rata volume per hektar! 5) Nilai dugaan bagi total volume tegakan! 6) Penduga selang bagi total volume tegakan! 7) Kesalahan penarikan contoh!

DEPARTEMEN MANAJEMEN HUTAN

[Link]

17

DEPARTEMEN MANAJEMEN HUTAN

18

Penentuan Ukuran Contoh


Berapa banyak contoh yang harus diambil? Faktor-faktor penentu:
Tingkat ketelitian pendugaan yang dikehendaki:
Sampling Error (%)

Penentuan ukuran contoh(2)


Ingat kembali hal ini:
t (
).

ditunjukkan oleh maksimum sampling error (SE) yang masih ditolerir apabila SE kecil maka ukuran contoh harus lebih besar

SE =

t (

.s ,df ) y

sy n .100%

.100% SE =

2 ,df

Keragaman karakteristik populasi:


apabila populasi relatif heterogen maka ukuran contoh harus lebih besar.

Prinsip : Semakin besar n

SE semakin kecil

Sumberdaya (biaya, waktu, tenaga) yang tersedia:


apabila sumberdaya terbatas maka ukuran contoh yang diambil dapat lebih sedikit
DEPARTEMEN MANAJEMEN HUTAN 19

Ukuran contoh (n)


DEPARTEMEN MANAJEMEN HUTAN 20

Penentuan ukuran contoh(3)


Secara statistik, n dapat dihitung:
Apabila fpc diabaikan:
t ( ,df ) .s y .100 n0 = 2 (SE ).y
2

Penentuan ukuran contoh(4)


Nilai-nilai y , s y dapat diperoleh melalui:
Survey pendahuluan Pendekatan dari nilai kisaran (range): Pada tingkat kepercayaan 95%:

fpc=finite population correction:

n fpc = 1 N

Apabila fpc digunakan:

y
n0 n 1+ 0 N
21

y min + y maks
2

sy

y maks y min
4

n=

N . s y .t (

(s

2 ,df

.100

.t ( 2 ,df ) .100

+ N . ( SE .y )

Atau:

n=

Pada tingkat kepercayaan 99%:

y min + y maks
2

sy

y maks y min
5
22

DEPARTEMEN MANAJEMEN HUTAN

DEPARTEMEN MANAJEMEN HUTAN

Teladan 2
Lihat kembali soal pada Teladan 1:
Anggaplah data tersebut merupakan hasil survey pendahuluan. Apabila dikehendaki kesalahan sampling (SE) maksimum setengah kali lebih kecil dari SE survey pendahuluan tersebut, berapakah besarnya ukuran contoh yang harus diambil pada survey utama nantinya? (hitunglah dengan dan tanpa fpc)
DEPARTEMEN MANAJEMEN HUTAN 23

Teladan 3
Dari hasil survey tahun sebelumnya diketahui bahwa potensi kayu rata-rata di HP Gunung Walat berkisar antara 75 sampai 150 m3/ha. Apabila pada tahun ini akan dilakukan survey potensi dengan kesalahan sampling maksimum yang dikehendaki sebesar 5%, berapakah ukuran contoh yang harus diambil ? (hitunglah pada selang kepercayaan 95%)

DEPARTEMEN MANAJEMEN HUTAN

24

Keuntungan & Kelemahan SRS


Keuntungan:
cara pemilihan unit contohnya mudah, pendugaan parameter dapat dilakukan dengan mudah dan sederhana hanya cocok diterapkan untuk populasi yang kondisinya relatif homogen, memerlukan kerangka penarikan contoh (sampling frame), kurang efisien (biaya cukup tinggi dan waktu lama) untuk populasi yang secara geografis tersebar kemungkinan terjadinya pengambilan contoh yang kurang mewakili
Contoh (sample) acak

Bahan Bacaan
Cochran, W.G. 1977. Sampling Techniques. John Willey & Sons, Inc. New York. Scheaffer, R.L., William Mendenhall, and Lyman Ott. 1990. Elementary Survey Sampling. PWS-KENT Publishing Company. Boston. Shiver, B. D., and Bruce E. Borders. 1996. Sampling Techniques for Forest Resource Inventory. John Willey & Sons, Inc. New York. De Vries, P.G. 1986. Sampling Theory for Forest Inventory : A Teach Yourself Course. Springer-Verlag. Berlin. Search di Google atau Yahoo: sampling, simple random sampling

Kelemahan:

Contoh (sample) sistematik


25 DEPARTEMEN MANAJEMEN HUTAN 26

DEPARTEMEN MANAJEMEN HUTAN

Anda mungkin juga menyukai