0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
54 tayangan19 halaman

Belajar Bahasa Inggris untuk Pemula

Teks tersebut memberikan penjelasan tentang penggunaan Simple Present Tense dan Present Continuous Tense dalam bahasa Inggris untuk mendeskripsikan kegiatan sehari-hari dan kegiatan yang sedang dilakukan. Tenses tersebut digunakan untuk mengungkapkan kebiasaan rutin maupun kejadian yang sedang berlangsung. Contoh kalimat dan penjelasan pola pembentukannya pun diberikan.

Diunggah oleh

Fikri Firdaus
Hak Cipta
© Attribution Non-Commercial (BY-NC)
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
54 tayangan19 halaman

Belajar Bahasa Inggris untuk Pemula

Teks tersebut memberikan penjelasan tentang penggunaan Simple Present Tense dan Present Continuous Tense dalam bahasa Inggris untuk mendeskripsikan kegiatan sehari-hari dan kegiatan yang sedang dilakukan. Tenses tersebut digunakan untuk mengungkapkan kebiasaan rutin maupun kejadian yang sedang berlangsung. Contoh kalimat dan penjelasan pola pembentukannya pun diberikan.

Diunggah oleh

Fikri Firdaus
Hak Cipta
© Attribution Non-Commercial (BY-NC)
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

1 2009/06/06 1.

ENGLISH FOR YOUNG LEARNERS (1) Kebanyakan cara belajar kita selama ini memakai pola Inggris Indonesia. Materi yang ditulis dalam Bahasa Inggris itu dipelajari, diterjemahkankan ke dalam Bahasa Indonesia untuk memahaminya, lalu diekspresikan dalam output tulis atau lisan. Akibatnya kalau kita mesti bicara Bahasa Inggris jadi kesulitan. Pola pikirnya jadi: Inggris Indonesia Inggris (3 langkah). Coba kita ubah cara belajar kita dengan menggunakan pola Indonesia Inggris. Materi teks bahasa Indonesia kita pelajari dan diartikan ke Bahasa Inggris. Pola pikirnya jadi: Indonesia Inggris ( 2 langkah). Materi dalam Bahasa Indonesia dipelajari langsung diekspresikan dalam Bahasa Inggris, bisa lisan bisa tulis. Yuk kita persiapkan prasarananya, kita mulai pelajarannya: Siapkan kamus IndonesiaInggris yang cukup lengkap, termasuk cara pengucapan katanya (pronunciation) Alat-alat tulis: buku tulis, kertas dan ball point , pencil Alat perekam suara: tape recorder , VCD player, DVD (kalau punya) Sekarang kita mulai belajarnya. Langkah pertama: Tulis kegiatan rutin kamu sehari-hari dan cari padanan katanya di kamus Indonesia Inggris: Contoh: bagun tidur - get up mandi - take a bath sikat gigi - brush the teeth berpakaian - get dressed makan pagi - have breakfast minum drink pergi sekolah - go to school mulai begin menulis write membaca read mendengarkan - listen to bercerita tell menggambar draw menyanyi sing menghapus erase pulang - go home tiba arrive membantu (ibu) - help (mother) belajar study menonton televisi - watch (television) selesai finish tidur - go to bed dan seterusnya. Langkah kedua: Kalau kita akan menggunakan kata-kata itu untuk mengungkapkan kegiatan yang kita lakukan sehari-hari, maka susunanlah kata-kata itu ke dalam kalimat seperti ini: Subyek + kata kerja bentuk I (pertama), (subject + simple present tense) Seperti yang kamu tahu, subyek dalam Bahasa Inggris itu adalah: I - aku/saya orang pertama tunggal

2 You - kamu/kalian orang ke dua tunggal / jamak He - ia (laki-laki) orang ketiga tunggal, laki-laki She - ia (perempuan) orang ketiga tunggal,perempuan It - ini / itu benda We - kami / kita orang pertama jamak They - mereka orang ketiga jamak Saya bangun tidur - I get up. Saya membersihkan kamar tidur - I clean my bedroom. Saya menyikat gigi - I brush the teeth Saya berpakaian - I get dressed. Saya makan pagi - I have breakfast. Saya minum - I drink. Saya pergi sekolah - I go to school Saya menulis - I write. Saya membaca - I read. Saya mendengarkan pelajaran - I listen to the lesson. Saya bercerita - I tell Saya menggambar - I draw Saya menyanyi - I sing Saya menghapus - I erase Saya pulang - I go home Saya tiba (di rumah) - I arrive at home Saya membantu (ibu) - I help (my mother) Saya belajar -I study Saya menonton TV - I watch TV. Saya tidur - I go to bed Langkah ketiga: Bacalah kegiatan kamu itu keras-keras dan berulang-ulang! Bisa?? Nah, kalau bisa artinya kamu sudah bisa Bahasa Inggris. Tapi kok kelihatannya ceritanya kurang menarik ya? Gak usah kecil hati, Yuk kita kembangkan begini: Kegiatanku Sehari-hari Setiap hari aku bangun pagi jam 5.30. Aku langsung bersih-bersih kamar tidur. Selesai bersihbersih kamar, aku mandi. Aku tidak lupa gosok gigi. Aku perlu waktu 10 menit untuk berpakaian. Aku makan pagi jam 06.00. Minumnya segelas air putih. Jam 07.00 aku berangkat ke sekolah. Aku belajar membaca, menulis, menggambar dan bernyanyi. Ketika guru menjelaskan pelajaran, aku mendengarkan dengan sungguh-sungguh. Jam 12.30, aku pulang. dan sampai di rumah jam 13.00. Setelah istirahat sebentar, aku makan siang. Sorenya aku membantu ibu, belajar dan nonton TV. Aku tidur jam 21.00. Wah, ternyata lebih menarik ya kalau dibuat cerita. Supaya lebih keren lagi, ayo kita cerita dalam Bahasa Inggris. Pakai kamus Indonesia-Inggris-mu untuk membuat cerita ini: My Daily Activities I get up at 5.30 oclock every day. I directly clean the bedroom. After I finish cleaning the room, I take a bath. I don forget to brush the teeth. It takes me 10 minutes to get dressed. I usually have breakfast at 06.00. I drink a glass of water. At 7.00, I go to school. I learn to read, write, draw and sing. I listen to the teacher when she explains the lessons. I go home at 12.30 and arrive at home at 13.00. After I take a rest for a few minutes, I have lunch. In the evening, I help my mother, study and watch the television. I go to bed at 21.00.

3 Langkah keempat: Mungkin untuk membuat cerita itu kamu mesti nulis dulu di kertas. Itu gak masalah. Sekarang hafalkan cerita itu dan coba ceritakan kembali. Atau kalau kamu punya alat perekam, rekamlah saat kamu menceritakannya. Putar kembali rekaman itu dan banggalah dengan dirimu. 2009/06/08 2. ENGLISH FOR YOUNG LEARNERS (1) - LANJUTAN Pada pelajaran yang lalu kita sudah berlatih bagaimana mengungkapkan kegiatan kita seharihari dalam Bahasa Inggris. Kamu dapat mengembangkan sendiri dengan kegiatan-kegiatanmu yang lain. Umpamanya mau bilang : setiap hari aku bermain badminton, ya tinggal cari di kamus apa padanan kata bermain itu. Bermain = to play, jadi kalimatnya kita buat : I play badminton every day. Demikian seterusnya, semakin banyak kamu berlatih semakin mudah dan cepat untuk dapat berbicara. Dalam pelajaran kali ini kita sedikit membahas mengenai tensis (tense) yang digunakan untuk mengungkapkan kegiatan kita sehari-hari. Tense adalah perubahan bentuk kata keja (verb) menurut waktunya. Tense yang dipakai untuk mengungkapkan kegiatan yang terjadi berulang-ulang adalah simple present tense. SIMPLE PRESENT TENSE Dalam pelajaran yang lalu juga sudah disinggung rumus / pola kalimat yang menggunakan simple present tense, yaitu: subject + verb / kata kerja bentuk I (pertama) Saya pergi sekolah berjalan kaki -> I go to school on foot. Kami makan malam jam 19.00 -> We have dinner at 19.00. Yang perlu diperhatikan adalah bila subyek itu berupa orang ketiga tunggal atau benda, maka kata kerja bentuk pertama / simple present tense itu harus ditambah s. --Ia mengecat rumah > He paints the house. --Ia (perempuan) menulis surat > She writes a letter. --Kucing itu makan ikan > The cat eats fish. Ada catatan nih: untuk kata kerja /verb yang berakhiran : o, ch, x, tidak ditambah s , tapi harus ditambah es, misalnya: go, catch, match, fix, menjadi: goes, catches, matches, fixes. Kapan simple present tense ini digunakan? Jika kita ingin mengungkapkan kegiatan rutin yang terjadi setiap hari, kegiatan yang sudah menjadi kebiasaan (habitual actions). Juga kejadian-kejadian yang sudah menjadi kebenaran umum (general truth). Setiap hari aku pergi ke sekolah - I go to school every day (dilakukan sehari-hari) Ibuku memasak di dapur - My mother cooks at the kitchen (kebiasaan). Matahari terbit dari timur The sun arises at the east. (sudah menjadi kebenaran umum) Bumi itu bundar The earth is round (sudah diyakini demikian). Kalau kita ingin mengatakan: saya tidak pergi ke sekolah bagaimana? Tinggal menambahkan kata bantu do not atau disingkat dont. Aku tidak suka mancing I do not like fishing. Kita tidak membuang sampah di jalan We do not throw any garbage at streets. Yang perlu diperhatikan adalah kalau subyeknya: he , she, it, maka tidak ditambahkan do not tapi does not. Christ tidak makan pisang itu karena ia tidak menyukainya. Christ does not eat the banana because he does not like it. Tina tidak menemui adiknya karena ia tidak punya cukup waktu. Tina does not meet her sister because she does not have enough time.

4 Kambing tidak suka mandi. Goat does not like taking a bath. Kalau kita mau membuat kalimat tanya dengan menggunakan simple present tense ini, caranya mudah saja, tinggal menambahkan kata do atau does (untuk he, she, it) di depan kalimat dan menaruh tanda tanya di belakang kalimat. Apakah kamu makan tiga kali sehari? Do you eat three times a day? Apakah Tono setia pada janjinya? Does Tono keep his promise? Apakah jogging membuat kita sehat Does jogging make us healty? Rangkuman tentang Simple Present Tense: -Digunakan untuk mengungkapakna kegiatan sehar-hari atau sesuatu yang sudah menjadi kebenaran umum -Rumus kalimatnya : subject + verb bentuk pertama -Untuk membuat kalimat negatif : ditambahkan 'do not' atau 'does not' di depan verb -Untuk membuat kalimat tanya: Tambahkan 'Do' atau 'Does' di awal kalimat dan akhiri dengan tanda tanya. 2009/06/12 3. ENGLISH FOR YOUNG LEARNERS (2) Kali ini kita akan membahas bagaimana mengungkapkan kegiatan kita yang sedang kita lakukan. Misalnya: Sekarang aku sedang membaca artikel Bahasa Inggris di sebuah website. Maka, dalam Bahasa Inggris-nya kamu bisa bilang: Now, I am reading an English article in a website. Kalau kita perhatikan kata kerja (verb) membaca yang dalam kamus itu write, bentuknya kemudian menjadi am + reading. Dalam tata bahasa bentuk kata kerja yang demikian disebut Present Continuous Tense. PRESENT CONTINUOUS TENSE Bentuk kata kerja dengan present continuous tense ini mempunyai pola seperti ini to be + kata kerja bentuk ing. To be terdiri dari: am, is, are, was, were. Penggunaanya dalam kalimat seperti berikut ini: I am singing. You are working. He is sleeping. She is crying. It is raining. You are all kidding. We are swimming. They are talking. Contoh lain: Saya sedang menulis surat untuk adikku perempuan I am writing a letter to my younger sister. Martina sedang membaca puisi di depan kelas Martina is reading poetry in front of the class. Pak Raden sedang mencuci mobilnya dengan air Mr. Raden is washing his car with water. Kami sedang memanjat gunung Merbabu We are climbing Mount Merbabu. Penggunaan present continuous tense: 1. Untuk melukiskan peristiwa yang sedang terjadi pada saat pelaku berbicara I am reading an English article. ( saat ini sedang membaca)

5 2. Untuk melukiskan peristiwa yang masih berlangung, tetapi tidak harus terjadi saat ada pembicaraan. I am writing a short story. (pada saat pembicaraan belum tentu sedang menulis, tapi proyek menulisnya memang belum selesai, masih berlangsung) 3. Untuk melukiskan peristiwa yang sedang berlangsung ketika suatu peristiwa terjadi When I come in to the class, she is crying in the corner. (ketika saya masuk kelas, ia sedang menangis di sudut ruangan, menangisnya terjadi duluan) PAST CONTINUOUS TENSE Sekalian saja, ayo kita pelajari bagaimana kalau kita ingin mengungkapkan peristiwa yang sedang terjadi tapi waktunya sudah lewat, bukan saat ini. Misalnya: Jam 7.00 kemarin, aku sedang menyanyi. Itu gampang saja. Gantilah to be am dengan bentuk lampaunya, yaitu was, sehingga kalimatnya menjadi: At 7.00 oclock, I was singing yesterday. Untuk kalimat yang subject-nya you, we, they, tidak menggunakan was, tetapi menggunakan were. Were ini adalah bentuk lampau dari are. I was singing. You were working. He was sleeping. She was crying. It was raining. You were all kidding. We were swimming. They were talking. Penggunaan Past Continuous Tense: 1. untuk melukiskan peristiwa yang sedang terjadi pada waktu yang sudah lewat, jadi bukan saat pembicaraan terjadi. I was listening to the radio all day long. (mungkin mendengarkannya seharian itu kemarin, bukan hari ini) 2. Untuk melukiskan peristiwa yang sedang terjadi diwaktu lampu, ketika peristiwa yang lain terjadi Ina was finishing the exercises when he suddenly knocked the door. (sedang menyelesaikan latihan- mungkin kemarin- ketika ia mengetuk pintu. Coba kita ambil cerita dari pelajaran yang kemarin, dan kita kembangkan dengan menambahkan beberapa kalimat yang menggunakan present continuous tense dan past continuous tense biar lebih menarik. I get up at 5.30 oclock every day, but I wake up early this morning. It is 5.00 oclock in the morning now. I open the window and the stars are still shinning. Not like the stars, the moon is getting fade. As usual, I clean the bedroom and then I take a bath. I dont forget to brush the teeth. While I am taking a bath, my mother is preparing my breakfast. It takes around 10 minutes to get dressed. I usually have breakfast at 06.00. If I am in hurry, just take a slice of bread and drink a glass of water. I go to school at 06.30. I often take the same route to go to school. There was an accident in this street yesterday. When I passed this location, people were crowding here. But there are no more people now. There are many things to do in school. I learn to read, write, draw and sing. I listen to the teacher when she explains the lessons. Sometimes, she does not allow us to write anything while she is explaining the difficult subject. I go home at 12.00 and arrive at home at 13.00. After I take a rest for a few minutes, I have lunch. In the evening, I help my mother, study and watch the television. I go to bed at 21.00. When I went to bed yesterday, my mother was still watching the television and my father was reading a news paper. Tonight, they went to bed earlier.

6 Dari cerita yang semula pendek dan sederhana karena hanya menggunakan simple present tense, kini kita telah menambahkan beberapa kalimat dengan menggunakan present continuous tense dan past continuous tense. Ceritanya menjadi lebih menarik bukan? Itu artinya dengan mempelajari bagian ini kamu lebih pinter dari pada saat kamu mempelajari pelajaran pertama. Kamu bisa lihat sendiri kan kalau semakin banyak latihan kamu semakin pinter? Tugas kamu sekarang adalah mempelajari dan berlatih membuat kalimat, bicara, atau membuat cerita dengan acuan apa yang kita pelajari dalam pelajaran 1 dan ke-2. 2009/07/12 English For Young Learners (3) Bila kamu bercerita, pada intinya kamu melukiskan pengalaman, kegiatan, ataupun kejadian yang kamu alami di waktu lampau, waktu yang belangsung sekarang, maupun waktu yang akan datang. Dalam pelajaran yang terdahulu, kita telah mempelajari bagaimana mengungkapkan peristiwa yang kita alami sehari-hari, maupun yang tengah dialami, atau sedang berlangsung. Bagaimana, gampangkan? Ayo sekarang kita belajar bagaimana menceritakan kegiatan yang terjadi pada waktu lampau, artinya kejadiannya sudah lewat waktu kita bercerita. Kita akan membahasanya dalam Simple Past Tense. Simple Past Tense. pola kalimatnya adalah: Dalam membuat kalimat, subyek diikuti dengan kata kerja bentuk II atau bentuk lampau, contohnya: Aku menjenguknya kemarin. I visited her yesterday Ia menyapaku dengan ramah. She called me friendly. Aku pulang tengah hari. I went to home at noon. Aku merasa bahagia. I felt happy. Dalam contoh di atas I diikuti dengan visited, she diikuti called, I diikuti dengan went dan I diikuti dengan felt. Visited, called, went, dan felt merupakan bentuk ke-2 atau bentuk lampau dari: visit, call, go, dan feel. Lebih jelasnya begini: Bentuk I (present) Bentuk II (past) visit visited call called go went feel felt Mungkin timbul pertanyaan, kenapa kata visit dan call menjadi bentuk lampau dengan hanya menambahkan ed, sedangkan kata go dan feel berubah bentuknya? Ya, itu pertanyaan yang cerdas. Benar. Dalam Bahasa Inggris, kata kerja ada yang beraturan (regular) dan ada yang tidak beraturan (irregular). Untuk menjadikan kata kerja yang beraturan ke dalam bentuk II atau lampau, cukup dengan menambahkan ed di belakang. mengunjungi visit visit + ed visited menyapa call call + ed called berbicara talk talk + ed talked bekerja work workk + ed worked Beberapa ketentuan untuk membentuk Simple Past Tense kata kerja yang beraturan / regular verb: Kata kerja yang berakhiran pe, hanya ditambah dengan d saja hope hoped note noted Kata kerja / verb yang berakhiran y, bila di depan huruf y itu huruf mati (consonant), maka y menjadi i baru ditambahkan ed.

7 belajar study studied membawa carry carried menjelaskan clarify clarified Kata kerja / verb yang berakhiran y, bila di depan huruf y itu adalah huruf hidup (vowel) dan huruf hidup itu mengikuti satu huruf mati, maka y berubah menjadi i dan ditambahkan d membayar pay paid berbaring lay laid Kata kerja / verb yang berakhiran y, bila di depan huruf y itu adalah huruf hidup (vowel) dan huruf hidup itu mengikuti lebih dari satu huruf mati, maka y tidak berubah dan ditambahkan ed bermain play played tinggal stay stayed Perubahan kata kerja yang tidak beraturan (irregular verb), dapat dilihat di kamus atau di buku mengenai grammar. Biasanya disitu disertakan daftar irregular verb-nya. Penggunaan Simple Past Tense: Untuk melukiskan peristiwa yang terjadi di waktu lampau dan berakhirnya juga di waktu lampau. Sejam yang lalu aku makan pisang. I ate banana one hour ago.(makannya sudah satu jam yang lalu, sekarang tidak lagi) Ia melempar bukunya. She threw the book. (melempar bukunya sudah lewat, sekarang tidak lagi) Untuk melukiskan dua peristiwa yang terjadi bersamaan atau hampir bersamaan di waktu lampau. Peristiwa yang terjadi pada klausa yang dimulai dengan when terjadi lebih awal. Aku menulis surat dan adikku menonton TV. I wrote a letter and my brother watched the TV. ( peristiwa membaca dan menonoton TV terjadi bersamaan) Susunya tumpah ketika ia memecahkan gelas. The milk spilled out when she broke the glass. (gelas pecah duluan, baru susunya tumpah) Kita lihat hasil karya kita sejak pelajaran I dan kita tambahkan beberapa kalimat yang meggunakan semple past tense. Hasilnya seperti ini. I get up at 5.30 oclock every day, but I wake up early this morning. It is 5.00 oclock in the morning now. I open the window and the stars are still shinning. Not like the stars, the moon is getting fade. As usual, I clean the bedroom and then I take a bath. I dont forget to brush the teeth. While I am taking a bath, my mother is preparing my breakfast. It takes me around 10 minutes to get dressed. I usually have breakfast at 06.00. If I am in hurry, just take a slice of bread and drink a glass of water.I go to school at 06.30. I often take the same route to go to school. But yesterday I took another way, as there was an accident in Jl. Antasari, the way I usually go through. I car hit a motorist from the behind. Since the motorist wounded seriously, some nearest residents sent him to the hospital. When I passed the location this morning, no more people crowded. They all went away. There are many things to do in school. I learn to read, write, draw and sing. I listen to the teacher when she explains the lessons. Sometimes, she does not allow us to write anything while she is explaining the difficult subject. Yesterday, Ms. Anne got upset because while she was explaining, some students talked to one to another. I go home at 12.00 and arrive at home at 13.00. After I take a rest for a few minutes, I have lunch. In the evening, I help my mother, study and watch the television. I go to bed at 21.00. When I went to bed yesterday, my mother was still watching the television and my father was reading a newspaper. Tonight they went to bed earlier; I got so tired. I did may works the whole day.

Dengan menambahkan satu tenses lagi dalam cerita itu kini ceritanya menjadi lebih hidup. Jadi semakin lengkap kamu memahami tenses, maka selain menulis lebih gampang dan lancar, cerita yang kita tulis juga lebih hidup dang manarik. 2009/08/07 English For Young Learners (4) Dalam pelajaran terdahulu kita sudah membahas bagaimana mengungkapkan peristiwa yang kita alami, mulai dari peristiwa yang sudah lewat / lampau, peristiwa yang sedang berlangsung, maupun peristiwa yang menjadi kebiasan atau sudah menjadi kebenaran umum. Kali ini kita akan membahas tenses yang kita pakai untuk melukiskan peristiwa yang akan terjadi atau akan berlangsung. Nah, tenses ini kita sebut the future. Ayo kita bahas lebih lanjut tentang the future ini, yang akan meliputi pembahasan mengenai simple future, future progressive dan future perfect, dan future perfect progressive. Untuk melukiskan suatu peristiwa yang belum terjadi dan baru akan terjadi beberapa saat kemudian biasanya kita memakai kata akan. Kata akan ini dalam bahasa Inggris kita memakai will. Umpamanya kita mau bilang: Besok aku akan mendaki Gunung Merapi. Dalam Bahasa Inggris kita ucapkan: Tomorrow, I will climb the Mount Merapi. Tenses seperti ini kita sebut sebagai Simple Future. Simple future Pola kalimat yang menggunakan simple future adalah Subject + will + kata kerja bentuk pertama. Contoh: Saya akan melanjutkan belajar Bahasa Inggris. I will continue learning English. Ia akan menulis artikel di sini. She / he will write an article here. Berita itu akan membuatnya kaget. The news will make him surprised. Bila kita tidak berbuat sesuatu, akan mati tanpa arti. If we dont have something, we will die nothing. Coba kita perhatikan! Untuk subject he, she, it, kata will diikuti dengan kata kerja bentuk pertama, tidak perlu menambahkan s. Jadi bukan, She will writes, tetapi She will write. Berlatihlah untuk mengungkapkan kegiatan-kegiatan yang akan kamu lakukan dengan memakai simple future ini sebanyak-banyaknya. Bila kamu akan membuat kalimat negatifnya, letakkanlah kata not di belakang kata will. Kata will not dapat digabung dan disingkat menjadi wont. Contoh pemakaian: Hari ini kita tidak akan berlayar karena cuaca buruk. We will not (wont) sail today because of the bad weather. Kami tidak akan pulang sebelum diijinkan oleh guru. We will not (wont) go home until our teacher allows us. Lakukan atau kita tidak akan punya apapun! Do or we wont get anything! Lalu bagaimana kalau kita akan membuat kalimat tanya? Gampang saja! Tinggal memindahkan letak kata will di awal kalimat dan menambahkan tanda tanya di akhir kalimat. Akankah hari ini kutemukan hal baru dalam hidupku? Will I see something new in my life? Akankah kau beli sebuah Mercedes bila kau dapatkan cukup uang. Will you buy a Mercedes if you get enough money?

9 Future progressive Penggunaan kata will sebagai terjemahan dari kata akan, hanya melukiskan bahwa suatu tindakan akan dilakukan. Di dalamnya tidak ada batasan tentang waktu yang pasti kapan pelaksanaanya: apakah itu akan sedang dilakukan, akan sudah dilakukan. Padahal dalam Bahasa Inggris akan sedang dilakukan mengunakan tenses lain dari tenses yang digunakan untuk menerjemahkan sekedar kata akan. Ayo kita perluas pemahaman kita. Pola kalimatnya adalah: Subject + will + be + kata kerja bentuk ing Bandingkan antara kalimat: Ia akan belajar Bahasa Inggris besok. (She will learn English tomorrow). dengan kalimat ini: Ia akan belajar menulis jam11.00 besok. (Karena ia mengikuti les Bahasa Inggris setiap jam 10.00-12.00, maka besok ia pada jam 11.00 sedang belajar. Hari ini kita bisa mengatakan: She will be learning English at 11.00 tomorrow) Jadi, untuk peristiwa yang akan sedang berlangung pada saat tertentu di waktu yang akan datang, kita pakai future progressive atau present continuous tense. Wah, kok kata-katanya kelihatan ruwet banget ya. Kalau dilihat dengan mata iya sih, tapi coba kita lihat pakai rasatidak juga kan? Dalam bahasa Indonesia memang makna akan ya sekedar terjadi pada waktu yang akan datang, itu saja! Dalam Bahasa Inggris lebih terperinci, apakah peristiwa itu: baru akan, akan sedang terjadi, sudah akan terjadi, ataupun akan sudah sedang terjadi. Tambah bingung? Jangan menyerah! Dalam mempelajari bahasa memang selain menggunakan nalar kita juga menggunakan rasa. Semakin peka kita menggunakan rasa semakin gampang kita menangkap makna. Belajar bahasa juga tidak lepas dari unsur estetika, maka belajar menggunakan rasa akan sangat mempengaruhi kemampuan untuk menjadi beda dan bukan sekedar rata-rata. Kembali ke masalah future progressive, bagaimana kalau kita akan membuat kalimat negatifnya? Pada jam 11.00 besok, ia tidak akan sedang belajar bahasa Ingris. At 11.00 oclock tomorrow, she will not be learning English.(mungkin khusus besok, lesnya libur) Malam ini ia tidak akan sedang menjelajah internet. Tonight, he will not be browsing the Internet. (mungkin dilarang bapaknya, biasanya setiap malam ia melakukan browsing). Untuk membuat kalimat tanya, kita pindahkan kata will ke awal kalimat dan menambahkan tanda tanya di akhir kalimat. Will she be learning English at 11.00 tomorrow? At 11.00 oclock tomorrow, will she not be learning English? Future perfect Bila pada waktu yang akan datang kita akan sudah menyelesiakan suatu pekerjaan sebelum peristiwa lain tejadi, kita gunakan future perfect. Sekali lagi coba menggunakan rasa dalam mengartikan frasa akan sudah menyelesaikan ini, maka semuanya akan terasa mudah dalam mempelajari tenses ini. Pola kalimatnya: Subject + will + have + kata kerja bentuk III (perfect) I will have already finished eating when you arrive at 12.30. (makannya biasanya jam 12.00) You will have graduated on August. (sekarang bulan Juni, ujiannya bulan July, Agustus sudah lulus kan?) Untuk membuat kalimat negatif, sama saja tinggal menambahkan not di belakang kata will. I will not have already finished eating when you arrive at 12.30. (kalau makannya biasanya jam 13.00) You will not have graduated on August. (misalnya ujiannya bulan September, pada bulan Agustus pasti belum lulus).

10 Dan untuk kalimat tanya, cukup memindahkan kata will di awal kalimat dan mengakhiri kalimat dengan tanda tanya. Will you have already finished eating when you I arrive at 12.30? Will you have graduated on August? Future perfect progressive Masih terkait dengan masalah mengungkapkan peristiwa pada masa yang akan datang, ayo kita pelajari sekalian mengenai future perfect progressive. Pola kalimatnya adalah: Subject + will + have + been + kata kerja bentuk ing Lho, koq semakin panjang saja ya. Kelihataannya begitu. Tapi coba gunakan resep rasa tadi, maka semua menjadi gampang. Tenses ini untuk melukiskan peristiwa yang sudah dimulai, sedang dan akan masih terus berlanjut pada masa mendatang. Lebih jelasnya begini: kita sudah belajar Bahasa Inggris 2 tahun yang lalu, sekarang masih belajar di tahun ke-2 ini dan tahun depan mungkin juga masih terus belajar. Nah tenses yang paling tepat, gunakan future perfect progressive ini. I will have been learning English for two years. (sudah belajar 2 tahun tapi tahun ke-2 ini masih berjalan, dan akan masih terus belajar di ahun berikutnya). Anthony will have been eating ten apples. (sudah makan 10 apel tapi belum habis, sekarang sedang makan apel ke 10 ini, dan mungkin akan terus makan apel ke-11 dan seterusnya) Bagaimana untuk membuat kalimat negatifnya ? Tidak berbeda dengan cara sebelumnya, tambahkan kata not di belakang kata will. I will not have been learning English for two years. Anthony will not have been eating ten apples. Bagaimana pula untuk membuat kalimat tanya / interrogative? Bukan hal yang susah, tinggal memindahkan kata will ke awal kalimat dan mengakhiri kalimat dengan tanda tanya. Will you have been learning English for two years? Will Anthony have been eating ten apples? Wah, rasanya sudah cukup panjang kita membahas masalah the future ini. Aku juga sudah capai nulisnya. Sementara kita sudahi dulu pelajaran kali ini dan kita lanjutkan pada kesempatan mendatang. Satu hal yang perlu diingat, coba berlatih sendiri dengan tenses di atas karena ini cara yang membuat kamu berbeda dengan mereka yang tidak / belum bisa berbahasa Inggris. 2009/07/15 Correct English (1): Noun, Pronoun & Adjective Contents dalam blog ini saya tambah dengan satu serial baru yang saya namai: Correct English. Dalam materi ini kita tidak membahas mengenai tata bahasa atau grammar yang njelimet, ruwet dan complicated tetapi lebih kepada tips menggunakan Bahasa Inggris yang baik dan benar, menghindari kesalahan-kesalahan umum yang sering terjadi. Seperti halnya serial English For Young Learners, kita tidak menekankan pembahasan rumus ketata-bahasaan, tetapi membahas penerapannya. Rumus-rumus grammar yang njlimet bisa anda temukan sendiri di toko-toko buku. Referensi yang saya pakai adalah buku Corect English, karangan B.A. Thytian, (1985). Memahami Tata Bahasa Supaya bisa memahami struktur Bahasa Inggris kita perlu memahami fungsi kata. Satu kata sederhana bisa mempunyai arti yang berbeda. Apalagi bila kata itu kemudian sudah diperluas dangan menambahkan modifier sehingga membentuk sebuah frasa (phrase). Kita ambil contoh sebagai berikut: He is sound. The sound is too loud.

11 Dalam kalimat yang pertama kata sound adalah kata sifat (adjective) yang memberi keterangan pada subject (he). Dalam kalimat yang kedua, sound adalah jenis kata benda (noun) yang mempunyai jabatan sebagai subyek (subject). Jenis kata ini dalam Bahasa Inggris disebut sebagai parts of speech. Mari kita coba membahas satu per satu: 1. Kata benda = nomina (noun) Nomina fungsinya untuk memberi nama pada benda atau orang. Benda di sini bisa berupa tempat, keadaan, perbuatan, kualitas, atau konsep. Mojokerto, farm, yard (tempat) happiness, sadness, calm (keadaan) works, action, innovation, invitation (tindakan) hospitality, tranquillity (kualitas) privacy, democracy, crime (konsep) Ditinjau dari bentuknya kata benda ini ada yang tunggal (singular), jamak (plural), tunggal sekaligus jamak, bahkan selalu jamak. apple, apples, fruit, pants, book, books, sheep, scissors, man, men, fish trousers mouse, mice, (tunggal (selalu dalam box boxes dan bentuk (tunggal) (jamak) jamak) jamak)

Ada juga kata benda yang digunakan untuk menamai sekelompok orang atau benda disebut collective noun, misalnya : herd, group, public. Kata benda untuk menamai orang atau benda secara unik ditulis dengan awalan huruf besar: the Prime Minister, the Mount Merapi Kata benda kadang-kadang dipakai berdampingan, yang satu menjelaskan yang lainnya, ini disebut noun in apposition (berdampingan). Mugito Mbah 2. Guido, Surip, Pronoun the the = site song keeper, write, promina is writing an is becoming = kata article rich. ganti

Kata ganti fungsinya untuk mengganti kata benda yang telah disebutkan sebelumnya (antecedent) agar tidak terjadi pengulangan beberapa kali. The car hit the tree. The car is now placed at the nearby police station. Nancy is absent now. Nancy may be at home. Untuk menghindari pengulangan kata yang sama, dua kalimat tersebut dapat ditulis: The car Nancy hit is the tree. absent It is now now. placed She at the may nearby be police at station. home.

Kata ganti dapat berbentuk tunggal : I , you (kamu), he, she, it, atau pun jamak: You (kalian) ,

12 we, Pengelompokan kata they. ganti:

1) Personal pronoun / persona / kata ganti orang: I, my, mine / he, him, his / you, your, yours / they, them, their, dan seterusnya. 2) Demonstrative (penunjuk): this, those, that, those. Misalnya : This belongs to you. 3) Interrogative (penanya): who, whose, which, what. Misalnya: Who ate my orange? 4) Indefinite (tidak tentu): anyone, no-one, each, either, 5) Relative (penghubung): who, whose, whom, what, which, that 3. Kata ganti Kata fungsinya ganti adalah = menerangkan adjektive atau sifat sifat sebagai bundar merah kata = modifier kata adjective benda. meja setan

Round table meja Red devil setan Biasanya Some interesting black Namun The ada juga girl kata sifat

bundar, kata merah, kata diletakkan di

menerangkan menerangkan yang

depan

diterangkan: nights stories shark

terrible nice giant beberapa kata looks sifat yang tired tidak ditempatkan and di

depan: pale.

Dalam kenyataanya kata-kata dalam Bahasa Inggris bisa berfungsi baik sebagai kata benda maupun kata sifat: democracy mandate, chief officer, humidity degree

Demikian Correct English kali ini membahas secara singkat mengenai jenis kata benda (noun), kata ganti (pronoun) dan kata sifat (adjective). Kita akan melanjutkan lagi dengan jenis kata yang lain dalam pelajaran yang akan datang. (bersambung) 2009/10/08 Correct English (2): Verba, Adverbia, Preposisi, Konjungsi Verba / Kata Kerja Mari kita teruskan Correct English kita. Kali ini kita akan mencoba memahami kata kerja atau verba (verb). Kata kerja atau verba adalah kata yang menunjukkan suatu tindakan atau keadaan, misalnya: climb, sing, draw, talked, wrote

13 Verba dapat terdiri dari satu maupun lebih dari satu She writes a letter. (satu She should have written a letter of her illness. (lebih dari satu kata. kata) kata).

Verb mengalami beberapa perubahan bentuk sehubungan dengan waktu kapan peristiwa itu terjadi. Bentuk perubahan kata kerja ini disebut tenses. Misalnya: Present tense: I refuse that Past tense: I refused that Future tense: I shall refuse that (Tenses selengkapnya, silakan baca postingan English For Young

proposal. proposal. proposal. Learners)

Dalam kaitannnya untuk membuat kalimat, verba / kata kerja memerlukan adanya subject. Subject (subyek) adalah sebuah kata atau selompok kata yang melakukan tindakan verba: Robert To reads too a money novel. foolish.

spend

much

is

Untuk kalimat transitif, obyek diperlukan untuk kelengkapan kalimatnya. Object (obyek) adalah kata atau kelompok kata yang dikenakan tindakan verba: My I father have lost my reminded beautiful him. pen.

Namun demikian tidak semua verba harus mempunyai object. Dalam kalimat intransitif verba tidak memerlukan object / obyek. He They Contoh My He lain was struggling transitif yang verba-nya dreaming. survive. sebuah = = object. object). object).

are kalimat

to memerlukan (a

younger daughter is writing a has to shoot the target.

letter. (the

letter target

Promina bisa memiliki bentuk yang berbeda, tergantung apakah ia berkedudukan sebagai subject atau object. I called him loudly but he did not hear me.

Saya / orang pertama tunggal, sebagai subyek menggunakan I , sedangkan sebagai obyek menggunakan me. Demikian juga ia (laki-laki) sebagai orang ketiga menggunakan he sebagai subyek, dan him sebagai obyek. Verba to be (am, is, are) dan bentuk lampaunya (was, were), tidak dapat memiliki object tetapi memerlukan pelengkap atau complement. Verba yang memerlukan pelengkap ini kadangkadang disebut linking verb, kopula, atau verba penghubung karena fungsinya menghubungkan

14 subyek dengan pelengkap (complement).

He is one of my friends (is = linking verb, one of my friends = complement). Her farther is a dentist. (is = linking verb, a dentist = complement). Verba tertentu (finite verb), adalah verba yang subyeknya sudah tertentu. Meskipun subject tidak disebutkan secara eksplisit, tetapi dapat dipahami subject kalimat itu sudah tentu. Do not smoke at the gas station!

Meskipun tidak disebutkan tetapi subject-nya dapat diartikan sebagai kamu, kalian, atau siapa pun (sudah tentu). Verba tidak tentu (non-finite verb) adalah verba yang tidak memiliki subject, tetapi verba itu malah berfungsi sebagai subject dalam kalimat. To To delay solve the landing problem would would take be much fatal. energy.

Verba juga dapat berfungsi sebagai nomina (kata benda) dan adjektiva (kata sifat). Reading Standing would lead party tends you to the wider world to be the new style now (reading (standing = nomina) = adjektiva)

Verba dapat berbentuk aktif maupun pasif. Verba aktif apabila subject melakukan tindakan verba, sedangkan verba pasif apabila subject dikenai tindakan verba. The judges sent him for five-year imprisonment (subject/the judges melakukan tindakan). He was sent for five-year imprisonment (subject / he, dikenai tindakan verba). Bentuk verba juga dapat berbeda apabila dipengaruhi oleh bentuk subject tunggal (singular) atau jamak (plural). The The bird birds flies. fly.

Adverbia

Adverb

Kata

Keterangan

Adverbia adalah kata yang memberikan keterangan terhadap kata kerja (verba), kata sifat (adjektiva), atau pun kata keterangan (adverbia) yang lain. He cried loudly. (loudly menerangkan cried = adverbia menerangkan verba) There was a very faint cry. (very menerangkan faint = adverbia menerangkan adjektiva) He cried more loudly. (more menerangkan loudly = adverbia menerangkan adverbia) Bila adverbia menerangkan verba, biasanya adverbia ini menunjukkan bagaimana, kapan, di mana, atau mengapa tindakan verba itu dilakukan. Adverbia yang menunjukkan mengapa

15 kegiatan verba terjadi, biasanya dalam bentuk adverbial clause karena sifatnya berupa penjelasan. He is crying loudly. ( bagaimana menangisnya? loudly) He is crying at the moment. ( kapan menagisnya? at the moment ) He is crying in the classroom. ( di mana menangisnya? in the classroom) He is crying because he has lost his money. (mengapa menangis? because he has lost his money) Pada umumnya adverbia dibentuk dengan semua adverbia menambahkan loudly absolutely mengikuti ly pada adjektiva: (adverbia) (adverbia) ketentuan ini:

loud absolute Akan tetapi

(adjektiva) (adjektiva) tidak

This is the fast way (adjektiva). They run fast (adverbia). This magazine is weekly publication (adjektiva). They publish the magazine weekly (adverbia)

Preposisi

Kata

Depan

Preposition)

Preposisi / kata depan adalah kata yang menunjukkan hubungan antara nomina (kata benda) atau pronomina (kata ganti) dengan bagian lainnya dalam kalimat. She jumped into the water. The carpenter took the nail from the wood. Preposisi biasanya mendahului dan bertalian erat dengan nomina, pronomina, atau frasa / klausa kata benda (noun phrase / noun clause). Preposisi menunjukkan hubungan tempat:

You must walk around the jungle, not through it (antara around dan through the jungle, menunjukkan hubungan tempat yang berbeda) Preposisi menunjukkan hubungan waktu:

They came before / during / after the rain (before/during/after menunjukkan hubungan waktu) Preposisi They He The Kadang-kadang The rescue team shows (to) hit goes cargo menunjukkan me to was hubungan with school delivered preposisi me the way out from a on by cara: hammer. foot. hand. dihilangkan: the jungle.

16 Kata yang sama dapat berfungsi sebagai sebuah preposisi maupun sebagai adverbia: You Wait Konjungsi have to outside / put and Kata it I outside will the meet / room you! (preposisi). (adverbia). Conjunction

Sambung

Konjungsi atau kata sambung adalah kata yang menggabungkan dua kata, dua kelompok kata, atau dua klausa. red and white (menghubungkan dua take it or leave it (menghubungkan dua kelompok I was absent because I got headache yesterday (menghubungkan dua Letak konjungsi I it tidak got was harus berada di antara kata I went yang kata) kata) klausa)

dihubungkan: absent. playing.

Because Although

headache raining, the

yesterday, children

was on

Sebuah kata dapat berfungsi sebagai konjungsi dalam satu kalimat, tetapi dapat juga berfungsi lain dalam kalimat yang berbeda: Wash the dishes Wash the dishes and We let you go after the rain (preposisi). after you you may eat! after! (konjungsi) (adverbia)

go

2009/10/12 Correct English (3): antara Frasa dan Klausa

Untuk memahami struktur kalimat yang sederhana memang mudah, akan tetapi tidak demikian halnya bila kita harus menghadapi kalimat yang kompleks. Dalam kalimat tunggal hanya tedapat satu susunan subyek + predikat, sedangkan dalam kalimat majemuk (compound sentence) terdapat dua atau lebih susunan subyek + predikat. Untuk mempermudah pemahaman kita mengenai struktur kalimat, kita perlu mempalajari lebih jdahulu tentang frasa, klausa, dan kalimat itu sendiri. Frasa Frasa (phrase) adalah kelompok kata yang memiliki fungsi sama seperti nomina/pronomina, adjektiva, atau pun adverbia, akan tetapi tidak merupakan susunan subyek + predikat (subject + verb) , sehingga kelompok kata ini tidak dapat berdiri sendiri baik sebagai sebuah frasa maupun sebagai sebuah kalimat. My My former daughter friend listening called to her me favorite this music morning. program.

is

17

my former friend / her favorite music program merupakan frasa sebab hanya berupa kumpulan kata, tetapi tidak mempunyai susunan subyek + predikat (subject + verb). Bandingkan dengan contoh berikut:

because he is sick kumpulan kata ini merupakan klausa sebab mempunyai unsur subject + verb ( he = subject, is = verb). Namun demikian meskipun kelompok kata ini mempunyai unsur subject + verb hanya disebut sebagai klausa, karena tidak dapat berdiri sendiri sebagai kalimat dan harus ada klausa yang diikutinya. Supaya mempunyai pengertian penuh klausa ini bisa kita lengkapi, misalnya kita menambahkan di depannya klausa lain sebagai berikut: He is absent because he is sick (klausa berubah menjadi kalimat majemuk / compound). He is sick kelompok kata ini sudah merupakan sebuah kalimat sebab memiliki unsur subject + verb. Dengan menghilangkan kata because justru yang semula sebuah klausa berubah menjadi kalimat karena dapat berdiri sendiri dan mempunyai pengertian penuh. Bedanya dengan kalimat di atasnya adalah bahwa kalimat ini merupakan kalimat tunggal (simple sentence) sebab unsur subject + verb-nya hanya satu. Berdasarkan fungsinya yang dapat sebagai nomina, adjektiva, atau pun adverbia, maka frasa ini dapat digolongkan sebagai frasa nomina/benda (noun phrase), frasa sifat (adjectival phrase), dan frasa keterangan (adverbial phrase). Frasa My ugly dog nomina/benda is always barking (noun (noun phrase sebagai phrase) subject).

The official announced the probable delay of arrival (noun phrase sebagai object). She is a friend of joy and sorrow (noun phrase sebagai complement). Dua frasa nomina/benda (atau nomina dan frasa nomina) dapat beraposisi/berdampingan. Frasa yang kedua biasanya diapit oleh tanda koma ( ,__, ) atau tanda koma dan titik ( ,___.). The local newspaper, now a national publication, always accompanies him to start the day (dua noun phrase beraposisi sebagai subject). He always reads Kedaulatan Rakyat, the biggest paper in Yogyakarta (dua noun phrase beraposisi sebagai object). The man with the greatest power is the chief of the city, the mayor of the city development (dua noun phrase sebagai pelengkap/complement). Frasa adjektiva/sifat (adjectival phrase)

The Miss. Indonesia, beautiful as ever, walked to the stage (adjectival phrase menerangkan nomina).

18 She Frasa Pay All They Klausa me cars before are the was pale with fear (adjectival phrase sebagai complement). phrase) adverbia (adverbia (adverbia waktu). tempat). cara). Clause)

adverbia/keterangan the parked fruit end in with of front a this of basket ( year the on

(adverbial (frasa building their

moved

head

Seperti halnya frasa, klausa (clause) juga dapat berfungsi untuk menggantikan nomina, adjektiva, maupun adverbia. Perbedaannya dengan frasa adalah bahwa klausa selalu memiliki susunan subyek + predikat. Sekali pun memenuhi unsur memiliki susunan subyek + predikat, klausa tidak dapat berdiri sendiri sebagai kalimat yang mandiri. She will leave the room later (adverbia).

She will leave the room after she finishes the exams (klausa adverbia /waktu) Dalam kalimat majemuk (compound sentence) di atas, kita dapati 2 (dua) susunan subyek + predikat, yaitu: She after will she leave finishes the the room, dan exams.

Klausa yang pertama dapat berdiri sendiri dan mempunyai pengertian penuh sehingga disebut klausa utama (dependent clause), sedangkan klausa kedua mempunyai ketergantungan pada klausa utama dan tidak dapat berdiri sendiri sebagai kalimat utuh, maka dinamai klausa terikat/anak kalimat (subordinate clause). 1). Anak kalimat berfungsi nomina (subordinate noun-clause)

What he decided surprised all of us (subordinate noun clause sebagai subyek) We know that he has been cheating us so far (subordinate noun clause sebagai obyek). The truth is that he does not know much about the matter (subordinate noun clause sebagai complement) 2). Anak kalimat berfungsi sebagai adjektiva (subordinate adjectival clause)

The victims, who were injured in the crash, have been evacuated (subordinate adjectival clause menerangkan subject). This course suits anyone who has limited time (subordinate adjectival clause menerangkan object).

19

3).

Anak

kalimat

berfungsi

sebagai

adverbia/keterangan

He wounded when a punch hit his head (sub. adverbial clause of time = anak kalimat keterangan waktu). He put it back where he took it (sub. adverbial clause of place = anak kalimat keterangan tempat) She learned as her teacher has taught her before (sub. adverbial clause of manner = anak kalimat keterangan cara). Demikian sedikit pembahasan kita mengenai frasa (phrase) dan klausa (clause) yang berguna sebagai dasar pemahaman sebelum kita membahas mengenai kalimat (sentences) dalam bahasan kita mendatang.

Anda mungkin juga menyukai