REAKTOR TANKI BERPENGADUK
PERANCANGAN ALAT PROSES TEKNIK KIMIA UNRI, 2008
REAKTOR
Reaktor adalah suatu alat proses tempat berlangsungnya suatu reaksi yaitu reaksi kimia bukan secara fisika. Syarat-syarat reaktor diantaranya : Memungkinkan adanya turbulensi massa Memungkinkan terjadinya transfer panas atau massa.
Jenis Reaktor
Stirred Reactor Bubble Column Reactor Fluidized Bed Reactor Fixed or Trickle Bed Reactor
Berdasarkan Proses
Batch Continuous Flow Semi Batch
Reaktor Tanki Berpengaduk
Jenis yang paling banyak digunakan Untuk mencampur/mereaksikan bahan2 awal Untuk menjaga bahan tetap homogen Untuk mempertinggi perpindahan panas pada jacket (selubung)
Jenis RTB
Dengan agitator dan internal heat transfer Dengan pumparound mixing dan external heat transfer Tiga stage continuous stirred tank reactor battery Tiga stage continuous stirred tank in a single shell
Aplikasi RTB
Fase cair: alkilasi, sulfonasi, esterifikasi (mis: styren, akrilonitril,etilen) Fase gas-cair: oksidasi (etilen-parafin), korinasi ([Link], dodecan), karbonilasi (methanol, propanol). Fase gas-cair-padat: Hidrogenasi(Olefin, edible oil, several kloro dan nitro aromatic) Fase cair-cair: Suspensi dan emulsi polimerisasi (styrene, vynilklorid) Fase cair-padat:kalsium hidroksida (dari kalsium oksida) Fase gas-cair-cair: bi-phasic hydromilasi, karbonilasi
Design RTB
Tidak terlepas dari perancangan pencampuran (mixing) dan pengadukan (agitation). Dasar perancangan menyangkut: Ukuran dan komposisi zat cair di tanki. Ukuran dan susunan impeller. Ukuran dan susunan baffle. Faktor internal (tujuan operasi misal: menjaga homogenitas, transfer panas atau massa)
Design RTB conti
Vessel (bejana) Bejana dengan dasar bercekungan lebih banyak digunakan karena lebih mudah untuk loading/unloading Baffle Guna: untuk mcegah vortex. width,w=Dt/12. Offset=d/12
Design Impeller
Tipe impeller diantaranya: Three-blade propeller. Untuk kecepatan > 1800rpm, viskositas fluid >4000 cP Turbin flat vertical. Untuk kapasitas dan pemompaan besar, viskositas fluid > 100.000 cP
Design Impeller conti
Ukuran Impeller: Tergantung pada jenis impeller dan kondisi pengoperasian. Dideskripsikan oleh nilai Reynolds,Froude dan Power Number.
10,75SNd N ! Q
Re 2
1,523(10 ) P N ! NdS
13 P 3 5
1,523(10 ) P N ! NdS
13 Fr 3 5
Ratio diameter (impeller : vessel) = 0,3 0,6
Lokasi Impeller Untuk padatan/suspensi 1/3 diameter impeller dari dasar vessel atau berdasarkan viskositas seperti table berikut
Design Impeller conti
Daya Pompa
Dihitung dengan grafik berdasarkan bilangan Reynolds
CONTOH PERHITUNGAN
Ukuran Impeller dan Speed: Sebuah bejana berisi 5000 gal cairan dengan spesific gravity = 0,9 dan viskositas 100 cP. Tentukan ukuran dan speed dari impeller pitched turbin untuk menghasilkan 2 HP/1000 gal. Tentukan juga kecepatan superficial linear dan waktu pencampuran. Dimensi cairan terdiri dari 9,5 ft tinggi dan 9,5 ft diameter.
Solution
Diameter impeller, d = 0,4D = 0,4(9,5)(12)= 45,6 in Power, P = 2V = 2(5) = 10 HP Nilai Reynolds,
N Re 10,75SNd 2 ! Q
10,75(0,9)(46) 2 N ! 20,47 N 1000
Nilai Power,
1,523(10) 13 P NP ! N 3D5S
821,600 1523(10) 13 (10) ! N3 0,9(46) 5 N 3
Solution continue
N dihitung dengan trial berdasarkan curva Power Number Vs NRe (Terlampir): Trial N Nre NP N 56 1146 1,3 85,8 84 1720 1,3 85,8
Solution continue
Diambil N = 84 rpm, dari grafik lampiran 2 untuk d/D = 0,4 diperoleh: Flow Number, NQ = 0,61 and Q, Q = NQNd3 = 0,61(84/60)(46/12)3 = 48,1 ft3/s 48,1 s= ! 0,68 ft/s (T / 4)(9,5) dari Lampiran 3 pada NRe, blend time diperoleh: tbN(d/D)2,3 = 17,0 atau
2
Conti
17 tb = ! 1,67 min 84(0,4)2,3
Menurut table 10.1 blind time adalah kurang dari 6 min.
Selesai
Thank You