0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
20 tayangan31 halaman

Kontrol Akhir dalam Proses

Dokumen tersebut membahas tentang sistem kontrol proses yang meliputi empat bagian utama: (1) operasi kontrol akhir, (2) konversi sinyal, (3) aktuator, dan (4) unsur pengontrol. Secara ringkas, dibahas tentang berbagai jenis konversi sinyal dari listrik, pneumatik, dan digital untuk menggerakkan berbagai jenis aktuator seperti listrik, pneumatik, dan hidrolik guna mempengaruhi unsur peng

Diunggah oleh

asantoso_25
Hak Cipta
© Attribution Non-Commercial (BY-NC)
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
20 tayangan31 halaman

Kontrol Akhir dalam Proses

Dokumen tersebut membahas tentang sistem kontrol proses yang meliputi empat bagian utama: (1) operasi kontrol akhir, (2) konversi sinyal, (3) aktuator, dan (4) unsur pengontrol. Secara ringkas, dibahas tentang berbagai jenis konversi sinyal dari listrik, pneumatik, dan digital untuk menggerakkan berbagai jenis aktuator seperti listrik, pneumatik, dan hidrolik guna mempengaruhi unsur peng

Diunggah oleh

asantoso_25
Hak Cipta
© Attribution Non-Commercial (BY-NC)
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

FINAL CONTROL

1. 2. 3. 4.

Final Control Operation Signal Conversions Actuator Control Element

1. Final Control Operation


Signal control Signal Conversions Actuator Final Control Element Process

Signal Conversions Interface sinyal control->actuator Disebut juga tranducer (konversi sinyal) Merupakan rangkaian yang memberikan output energi besar dengan control berupa input sinyal energi kecil Actuator Translasi melakukan aksi pada elemen kontrol Operasi yang mengubah variabel control dalam proses

Control Element Mempengaruhi langsung pada variabel dinamika proses Merupakan bagian terintegral; dari suatu proses Contoh Sistem Kontrol Proses

1I. Signal Conversions


Objective: Mengonversi sinyal energi rendah menjadi sinyal energi tinggi untuk menggerakan aktuator Bentuk umum: 1. Sinyal listrik, mis: arus (4-20mA), tegangan (0-5V) 2. Tekanan Pneumatic, mis: 3-15psi atau 20-100kPa 3. Sinyal digital, mis: TTL level voltage

Analog Electrical Signals Yang umum digunakan: 1. Relay, sinyal listrik akan mengaktifkan relay, jika kontrol ON/OFF sudah mencukupi. Solid State Relay -> Daya besar seperti SCRs dan TRIACs 2. Amplifier, Penguatan daya besar pada AC atau DC, misalnya pada kontrol motor, dan panas

Problem: A magnetic amplifier requires a 5-10V input from a 4-20mA control signal. Design a signal conversion system. Asumse: using a resistor in the current line = 100 Ohm.

3. Motor Control, Menggunakan device low level sinyal dc untuk langsung mengontrol kecepatan motor. Dapat digunakan SCRs dan TRIACs

TRIACs

DIACs

Digital Electrical Signals Yang umum digunakan: 1. ON/OFF Control 2. DAC, dibutuhkan jika diharuskan mendapatkan control yang halus, mis: valve positioning 3. Direct Action, metoda baru dari final control. Aktuator digerakkan langsung oleh komputer, mis: motor stepper, digital motor servo

Problem: A 4 bit digital word is intended to control the setting of a 2 Ohm dc resistive heater. Heat output varies as a 0-24V input to the heater. Using a 10V DAC followed by an Amplifier and unity gain high-current amplifier, calculate: a. The settings from min to max heat dissipation. b. How the power varies with LSB changes

Pneumatic Signals Banyak aplikasi tekanan gas di industri. Gaya yang ditimbulkan oleh tekanan gas menggerakkan sebuah piston atau diafragma. Menghasilkan daya yang besar, lingkungan yang berbahaya bagi peralatan listrik. Secara umum sinyal pneumatic dibawa dalam udara kering sebagai gas dan informasi yang diatur dalam range tekanan 3-15psi Prinsip kerja Informasi dibawa oleh tekanan gas dalam pipa.

Penguatan: Pneumatic amplifier = booster or relay, menaikkan tekanan dan/atau aliran udara secara linear dari sinyal input

Nozzle/Flapper System: Konversi sinyal penting-> tekanan menjadi gerak mekanik, atau sebaliknya

Current to Pressure Converters: Biasanya digunakan saat dibutuhkan arus sinyal listrik rendah untuk bekerja, maka akan cenderung mudah dilakuakn dengan sinyal pneumatic

1II. Actuators
Menggerakkan valve, menyalakan heater dibutuhkan actuator. Bedakan dengan baik antara device dari sinyal input control dengan elemen control itu sendiri

Jenis-jenis umum yang digunakan: -Actuator listrik -Actuator Pneumatic -Actuator Hidrolik

Actuator Listrik
- Selonoid, dapat digerakkan dengan arus/tegangan AC/DC Speksifikasi: ukuran dimensi batang, gaya, dan electrical rating

- Motor Listrik, dapat digerakkan tegangan analog AC/DC, sinyal digital Speksifikasi: torsi, daya, rpm,

Motor DC

Torka awal besar, sulit dikontrol kecepatannya Aplikasi: heavy starting, nonmobile loads, speed tidak diutamakan seperti quick opening valve

Torka awal lebih kecil, lebih mudah dikontrol Kecepatannya.

Kombinasi keunggulan dari Series dan Shunt

Motor AC

Motor Induksi AC

Motor Stepper

Actuator Pneumatic
- Prinsip kerja: F=(p1-p2).A F=k x x= p. A/k

- Reverse acting:

Actuator Hidrolik
- Prinsip kerja: Hk. Pascal

1V. Control Element


Merupakan bagian dari proses itu sendiri, sehingga dapat berbentuk berbagai jenis device Mekanika

TEMPERATUR

FLUID VALVE Umumnya yg dikontrol flow rate, Q=v.A Q=K V(p2-p1)

FLUID VALVE Umumnya yg dikontrol flow rate, Q=v.A Q=K V(p2-p1)

K tergantung pada ukuran, struktur geometri valve


Tipe control valve: 1. Quick Opening (on/off) 2. Linear ( berbanding lurus Q dengan S) 3. Equal percentage (Rangeability -> R=Qmax/Qmin, Q=Qmin. Rs/smax

Control-Valve Sizing Karakterisitk non ideal fuilda, perlu faktor koreksi: Q = Cv .[(p2-p1)/SG]

Valve Size (inch) 1/4 1/2 1 1.5 2 3 4

Cv 0.3 3 14 35 55 108 174

FUILD CONTROL EXAMPLE

Anda mungkin juga menyukai