0% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
278 tayangan20 halaman

Memahami Magnetic Disk dan Fungsinya

Makalah ini membahas tentang pengarsipan dan akses magnetik disk. Disk magnetik adalah piringan bundar yang dilapisi bahan magnetis untuk menyimpan data secara permanen. Data disimpan dan dibaca menggunakan kepala baca yang bergerak di atas permukaan disk yang berputar. Ada beberapa jenis disk magnetik seperti floppy disk, IDE disk, dan disk magnetik lainnya.
Hak Cipta
© Attribution Non-Commercial (BY-NC)
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
278 tayangan20 halaman

Memahami Magnetic Disk dan Fungsinya

Makalah ini membahas tentang pengarsipan dan akses magnetik disk. Disk magnetik adalah piringan bundar yang dilapisi bahan magnetis untuk menyimpan data secara permanen. Data disimpan dan dibaca menggunakan kepala baca yang bergerak di atas permukaan disk yang berputar. Ada beberapa jenis disk magnetik seperti floppy disk, IDE disk, dan disk magnetik lainnya.
Hak Cipta
© Attribution Non-Commercial (BY-NC)
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Pengarsipan Dan Akses

Dosen Pengampuh Judul Makalah

: Ibnu Sani Wijaya [Link] : Magnetic Disk

Disusun Oleh :

Ira Maya Sari Rini Sri Susanti Afri yani Hartati Sirait

(8040100089) (8040100095) (8040100125) (8040100152)

Andri Abidin Hamsyah T (8040100142)

STIKOM DINAMIKA BANGSA JAMBI


1

2010/2011
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami ucapkan atas kehadirat Tuhan YME karena dengan rahmat dan karunia-Nya kami masih diberi kesempatan untuk menyelesaikan makalah kelompok ini, adapun makalah ini yang berjudul MAGNETIK DISK . Tidak lupa kami ucapkan kepada dosen pembimbing Pak Ibnu Sani Wijaya [Link] dan temanteman yang telah memberikan dukungan dan bantuan dalam menyelesaikan makalah ini. Penulis menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini masih banyak kekurangan, oleh sebab itu penulis Sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun. Dan semoga dengan selesainya makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca dan teman-teman.

Jambi 06 Desember 2011

Penulis

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Saat ini teknologi informasi telah merubah mainset dari peradaban manusia itu sendiri. Mulai dari aspek financial hingga politik. Sebut saja e-commerce yang saat ini sudah semakin membudaya pada masyarakat kita hingga fenomena facebook saat Pemilihan Presiden Amerika dan Indonesia kemaren, beberapa fakta tersebut semakin menyadarkan kita bahwa saat ini teknologi computer khususnya internet telah masuk pada kehidupan kita. Pada kesempatan kali ini saya ingin membahas tentang bagaimana sebuah data itu tersimpan pada storage dan juga cara kerja dari storage itu sendiri. Dalam konteks ini yang ingin saya bahas adalah konteks Disk magnetic dan menyimpan file dalam sebuah storage online. Pada dasarnya arsitektur memory pada computer dapat digambarkan seperti ini. Dimana pada puncak arsitektur terdapat semacam register CPU yang bisa diakses oleh CPU dengan kecepatan penuh, sementara dibawah dari memory register terdapat memory cache yang bisa diakses dengan kecepatan hingga GHz. Dibawahnya terdapat memory utama dengan ukuran Ghz dan untuk skala system parallel sudah meningkat ke ukuran [Link] lagi terdapat Disk magnetic yang hingga saat ini menjadi pilihan kita untuk menyimpan data dalam kondisi permanen dan tidak rewriteble,jika menginginkan yang rewritable mungkin bisa digunakan flash memory yang lebih efektif dan efisien. Dibawahnya lagi terdapat pita magnetic dan optical disk. Beberapa factor yang perlu diperhatikan adalah saat kita mengamati setiap level memory dari tingkatan diatas, beberapa factor mengalami perubahan, factor tersebut adalah kecepatan dari pengaksesanmemory,dan kapasitas dari Semakin kebawah, maka waktu yang dibutuhkan untuk mengakses memory akan semakin lama, mulai dari pengaksesan register oleh CPU yang hanya membutuhkan waktu dalam skala nanosekon hingga waktu yang dibutuhkan computer untuk mengakses Optical disk yang membutuhkan waktu dalam sekala detik. Parameter selanjutnya adalah parameter kapasitas dari memory itu sendiri, semakin kebawah tingkatannya maka kapasitas semakin besar, mulai dari kapasitas register yang berada pada ukuran 128 byte hingga kapasitas dari disk magnetic yangmampu hingga terabyte.

1.2 Tujuan Makalah Untuk memenuhi Tugas Mata Kuliah Pengarsipan dan Akses Untuk Mengetahui Tentang Magnetik Disk Untuk Mengetahui Bagaimana Sistem Kerja Magnetik Disk Untuk Memgetahui Jenis- Jenis Magnetik Disk

1.3 Manfaat Manfaat dari penulisan makalah ini adalah: Makalah ini diharapkan dapat menambah Ilmu pengetahuan Pembaca tentang Pengarsipan dan Akses Magnetik Disk Agar sipembaca mengetahui cara kerja Magnetik Disk

BAB II PEMBAHASAN 2.1 Pengertian Magnetik Disk Magnetik Disk adalah piringan bundar yang terbuat dari bahan tertentu (logam atau plastic) dengan permukaan dilapisi bahan yang dapat di magnetisasi. Mekanisme baca / tulis menggunakan kepala baca atau tulis yang disebut head, yang merupakan komparan pengkonduksi (conducting coil). Desain fisiknya, head bersifat stasioner sedangkan piringan disk berputar sesuai controlnya.

Contoh lain dari Media penyimpanan Magnetik : 1. Disket 2. Pita Rekaman Magnetik 3. Strip Magnetik Pada Kartu Kredit

2.1 Sistem Kerja Magnetik Disk

Mekanisme baca atau tulis menggunakan kepala baca atau tulis yang disebut head, merupakan kumparan pengkonduksi ( conducting coll ). Desain fisiknya, head bersifat stasioner sedangkan piringan disk berputar sesuai kontrolnya. Metode layout data pada disk terbagi dua, yaitu constant angular velocity dan multiple zoned recording. Disk

diorganisasi dalam bentuk cincin-cincin konsentris yang disebut track. Track pada disk dipisahkan oleh gap (gap: mencegah atau mengurangi kesalahan pembacaan maupun penulisan yang disebabkan melesetnya head atau karena interferensi medan magnet). Sejumlah bit yang sama akan menempati track-track yang tersedia. Semakin ke dalam disk maka kerapatan (density) disk akan bertambah besar. Data dikirim ke memori ini dalam bentuk blok, umumnya blok lebih kecil kapasitasnya dibandingkan track. Blokblok data disimpan dalam disk yang berukuran blok, yang disebut sector. Track biasanya terisi beberapa sector, umumnya 10 hingga 100 sector tiap tracknya. Head harus bisa mengidentifikasi titik awal atau posisi-posisi sector maupun track. Data yang disimpan akan diberi header tambahan yang menginformasikan letak sector dan track suatu data. Tambahan header data ini hanya digunakan oleh system disk drive saja tanpa bisa diakses oleh pengguna. Pada head tetap setiap track memiliki kepala head sendiri, sedangkan pada head bergerak, satu kepala head digunakan untuk beberapa track dalam satu muka disk. Pada head bergerak adalah lengan head bergerak menuju track yang diinginkan berdasarkan perintah dari disk drive-nya. Piringan magnetik yang terbuat dari plastik dan sebuah piringan disebut dengan floppy disk (micro disk dan mini disk), yang terbuat dari metal dan banyak piringan disebut hard disk. Lapiran dasar biasanya berbahan Alumunium Alumunium Alloy Kaca Bahan kaca memberikan manfaat antara lain Meningkatkan reliabilitas disk Mengurangi R/W error Kemampuan untuk mendukung kerapatan tinggi Kekakuan yang lebih baik untuk mengurangi dinamisasi disk Kemampuan menahan goncangan dan kerusakan Beberapa memory yang tergolong pada magnetic disk ini sendiri adalah Flopy Disk, IDE Disk, dan SCSI Disk. Magnetik disk sendiri terbuat dari piringan bundar yang terbuat dari logam atau plastik dimana permukaan dari bahan tersebut mempunyai sifat magnetic sehingga nanti bisa menghasilkan semacam medan magnet yang sangat diperlukan untuk

proses baca tulis dari memory tersebut karena saat proses baca/ tulis menggunakan kepala baca yang disebut dengan head. 2.2 Jenis-jenis Magnetik Disk A. Floppy Disk Floppy disk atau Disket adalah perangkat penyimpanan data yang terdiri dari sebuah medium penyimpanan magnetis bulat yang tipis dan lentur, dilapisi lapisan persegi yang berbentuk persegi atau persegi panjang. Sekarang sudah banyak bermunculan media penyimpanan yang lebih maju dari floppy disk, seperti : CD-R, CD-RW, Flash Disk, dan Zip drive. Walaupun sudah banyak media penyimpanan yang lain, floppy disk masih tetap bertahan. Tahun 1969 merupakan awal dari Floppy Disk. Pada awal kemunculannya Floppy Disk berukuran 8 inchi dan hanya dapat menyimpan data sebesar 79,7kb. Saat itu floppy disk hanya dapat membaca ( read only ) sehingga ketika data tersimpan tidak dapat dimodifikasi atau dihapus. Tahun 1976, hadir Floppy Disk berukuran 5 inchi. Dapat menyimpan data sebesar 110 kB. Pada perkembangannya terdapat Floppy disk 5 inchi yang dapat menyimpan data sebesar 360 kb. Pada Floppy Disk 5 inchi telah dapat memodifikasi data dan menghapus data. Pada tahun 1982 Floppy Disk ukurannya 3 inchi. Pada awal kemunculannya hanya dapat menyimpan data 264 kb. Pada perkembangan selanjutnya terdapat Floopy Disk 3 inchi yang berukuran 200 MB. Pada tahun 1990 an keberadaan Floppy Disk berukuran 5 inchi mulai lenyap dan Floppy Disk ukuran 3 inchi menjadi dominan. Jenis Ukuran: JENIS UKURAN 3,5 inci 3,5 inci 5,2 inci 8 inci KAPASITAS 1,44 MB 2,88 MB 1,2 MB 500 kb KAPASITAS RANGE 400kb-1,44MB 200kb-1,22MB 100kb-500kb PEMBUAT SONY IBM SUGHART IBM

Gambar Ploppy Disk Komponen-komponen Ploppy Disk : 1. Write-protectab 2. Hub 3. Shutter 4. Plactic housting 5. Paper ring 6. Magnetic disk dan 7. Disk sector. B. IDE Disk (Hardisk) Harddisk merupakan storage atau bisa kita bilang hardware yang berfungsi sebagai media penyimpanan data , pertama kali kita membeli harddisk , harddisk tersebut belum bisa langsung kita gunakan , kita perlu melakukan format atau partisi pada harddisk tersebut , tetapi emang ada kalanya pada beberapa toko komputer yg skrg langsung mempartisi harddisk tersebut sehingga dapat digunakan langsung oleh pembeli harddisk dikarenakan banyakna orang awam yg belum mengerti mengenai Partisi ini dan langsung melakukan Judge bahwa harddisk tersebut rusak dan tidak dapat digunakan Banyak Hal yang berhubungan dengan harddisk seperti buffer , cache , kecepatan baca ( RPM ) , kapasitas , jenis transfer data harddisk ( IDE / ATA / SATA / SATA II ) , Merk Harddisk (Brand ) , paging , allocation , segmentasi , dan yang paling penting adalah Ide Disk (Integrated Drive Electronics) merupakan standar interface antara bus data motherboard komputer dengan disk storage. IDE interface di buat berdasarkan IBM PC Industry Standard Architecture (ISA) 16bit bus. Interface dari IDE adalah interface untuk storage devices yang dapat teringrasi untuk disk atau CD-ROM drive. Walaupun IDE merupakan teknologi yang umum, kebanyakan orang menggunakan istilah IDE untuk merujuk pada spesifikasi ATA. Sedangkan AHCI (Advance Host Controller Interface) merupakan mekanisme hardware yang membolehkan

software untuk berkomunikasi dengan SATA seperti host bus adapter yang didesain untuk hot-plugin dan Native Commande Queuing ( NVQ ) yang dapat menaikan kemampuan komputer/sistem/hard disk terutama dalam lingkungan multi tasking dengan cara membolehkan drive untuk menjalankan perintah baca tulis yang dikirim secara acak dengan tujuan untuk optimalisasi perpindahan head pada proses pembacaan. AHCI telah di dukung oleh berbagai sistem operasi seperti Windows Vista dan Linux kernel

Gambar Ide Disk C. SCSI Disk (Small Computer system interface) SCSI (Small Computer System Interface) dibaca skasi adalah standar yang dibuat untuk keperluan transfer data antara komputer dan periferal lainnya. Standar SCSI mendefinisikan perintah-perintah, protokol dan antarmuka elektrik dan optik yang diperlukan. SCSI menawarkan kecepatan transfer data yang paling tinggi di antara standar yang lainnya .Penggunaan SCSI paling banyak terdapat di hard disk dan tape drive. Namun, SCSI juga terdapat pada scanner, printer, dan peranti optik (DVD, CD, dan lainnya). Standar SCSI digolongkan sebagai standar yang device independent sehingga secara teoritis SCSI bisa diterapkan di semua tipe hardware. SCSI (Small Computer System Interface). awalnya bernama SASI ( Shugart Associate System Interface ). SCSI biasa digunakan pada komputer server karena kemampuanya yang cepat dan kemampuan multitasking yang baik. SCSI berputar lebih cepat dari pada Hardisk IDE, SCSI berputar sekitar 7200 sampai 10000 rpm, dan teknologi sekarang SCSI mampu berputar hingga 15000 rpm. Hardisk SCSI terdiri dari beberapa tipe seperti SCSI-1, SCSI-2, Ultra2 SCSI, dan Ultra3 SCSI

SCSI-1 memiliki dua macam kecepatan yaitu : 3.5 MB/detik dan 5 MB/detik, keduanya bekerja secara asinkron. Panjang kabelnya dapat mencapai 6 meter. SCSI versi 2 diluncurkan pada tahun 1989. SCSI versi 2 ini ada 2 varian yaitu : 1. Fast SCSI : memiliki kecepatan 10 MB/detik, 8 bit bus width 2. Wide SCSI : memiliki kecepatan 20 MB/detik, 16 bit bus width c. SCSI versi 3 muncul dengan 2 varian yaitu : 1. Ultra SCSI menggunakan bus width 8 bit 2. Ultra Wide SCSI menggunakan bus width 16 bit Kedua varian ini memiliki 2x lebih cepat dari versi [Link] versi ini belum stabil. Ultra-2 SCSI Versi ini diluncurkan pada tahun 1997 dengan fitur LVD ( Low Voltage Differential ) dan stabil. Versi ini memiliki 2 varian yaitu : 1. Ultra2 SCSI memiliki kecepatan 40MB/detik dengan bus width tetap 8 bit 2. Ultra2 Wide SCSI memiliki kecepatan 80MB/detik dengan bus width nya 16 bit Keduanya mampu menggunakan kabel sampai dengan 12 Meter. Ultra-3 SCSI Pada versi ini menambahkan fitur CRC (Cylic Redudancy Check) error checking. Ultra-3 disebut juga Ultra-160 karena kecepatan Ultra-3 memang 160 MB/detik. Ultra3 SCSI juga menawarkan pin SCSI yg lebih variatif.

Gambar scsi hardisk Semakin cepat putaran sebuah harddisk maka data didalamnya lebih mudah diakses. RPM harddisk SCSI lebih besar daripada harddisk ATA ini berarti data pada SCSI lebih cepat diakses daripada data di ATA.

2. 4

Keunggulan dan Kelemahan Magnetic Disk : Media magnetik seperti disket floppy dan hard disk mempunya sejumlah keunggulan

dibanding dengan media lainnya. Penyimpanan data pada media ini bersifat nonvolatile, artinya data yang telah disimpan tidak akan hilang ketika komputer dimatikan. Data pada media ini dapat dibaca, dihapus dan ditulis ulang. Keunggulan lainnya ialah, media ini mudah digunakan. Selain memiliki keunggulan, media ini juga mempunyai kelemahan. Musuh utama dari media magnetik seperti disket floppy dan hard disk ialah jamur dan karat. Karena jamur dan karat ini, maka daya tahan atau umur media ini menjadi pendek. Jika dipakai secara kontinu atau terus menerus sekitar 8 jam per hari, maka umur suatu disket floppy paling lama 1 (satu) tahun, dan umur hard disk paling lama 3 (tiga) tahun. Kelemahan lain dari media magnetik ini ialah bentuknya yang bergaris-garis (track, sector), sehingga kecepatan dan kapasitas simpannya termasuk rendah jika dibanding dengan media optik.

Waktu yg dibutuhkan untuk membaca dan menulis disk dipengaruhi oleh :


1. Waktu seek (seek time) 2. Waktu tunda rotasi (ritational latency) 3. Waktu teransfer data(teransfer data time)

Faktor yg dominan

pada kinerja disk adalah seek [Link] satu cara untuk

meningkatkan kinerja keseluruhan Adalah mengurangi jumlah seek yg harus dilakukan. Beberapa hal yg dapat dilakukan untuk jumlah seek adlah:
1. Alokasikan ruang atai bolok-blok dari satu file di satu track dan /atau silinder.

Dengan demikian,pembacaan belok-belok dari file itu dapat dilakukan tanpamelakukan suatu seek setelah seek terhadap belok pertama.
2. Pergunakan

lah Harddisk yg

mempunyai

read/write heads

disemua

[Link] ini meniadakan seek.


3. Bedanya antara peroses-peroses yg I/O bound proceee dan

CPU-intensive

perocess,banyak amplikasi bisnis yg melakukan banyak pekerjaan i/o dan hanya sejumlah kecil perhitungan ,amplikasi demikian disebut i/o [Link] banyak amplikasi sains dan rekayasa yg banyak melakukan komputasi dengan sedikit operasi i/o,disebut CPU-intensive [Link] utama dalam penyelesaian Adalah berikan prioritas tinggi pada peroses i/o bound pada penjadwalan peroses

dimana i/o bound tidak memonopoli CPU. Saat peroses-peroses ini memproleh suatu waktu pendek CPU akan segera melakukan Operasi i/o yg menyebabkan peroses-peroses ini blocked(berrhenti dieksekusi CPU untuk selesainya operasi i/o) maka intensive.
4. Pengguna penjadwalan disk yg [Link] terjadi permintaan operasi

CPU dapat dialih kan untuk meneksekisikan peroses-peroses CPU-

disk,berarti mengantrikan permintaan untuk suatu [Link] ini disebabkan kemungkinan operasi disk yg sebelum nya sedang [Link] satu permintaan di antrian untuk dilayani. Terdapat beragam algoritma penjadwalan disk.
5. Instalasikan RAM [Link] ini memori utama rerlatif menjadi lebih [Link]

dapat mensimulasikan perangkat disk dengan memori utama. Dengan demikian belok-belok memori utama dialokasikan untuk menjadi RAM [Link] dapat membaca dan menulis ke disk tanpa perbedaan seprti mengemulasikan disk dengan memori. Karena semua seek dilakukan secara instan maka kinerja meningkat secara [Link] bila sistem mengalami crash(hang).. Magnetik Disk memiliki Sifat : 1. Kuantitas Penyimpanan besar 2. Mudah Di akses 3. Mendominasi Pasar 2.5 Karakteristik magnetic disk : 1. gerakan head Fixed head disk terdapat sebuah head baca/tulis per track jadi ada beberapa head baca/tulis per surface. Semua head ditempatkan pada lengan memanjang ke seluruh track. Movable head disk hanya terdapat sebuah head baca/tulis per surface. Lengan dimana head ditempatkan dapat memanjang dan memendek untuk menuju ke salah satu track. 2. portabilitas disk Disk berada pada sebuah disk drive yang terdiri dari lengan, tangkai yang dapat menggerakkan disk, dan perangkat elektronik untuk keperluan input dan output data biner.

Non-removable disk secara permanen berada pada disk drive. Removable disk dapat dilepas dan diganti dengan disk lain.

[Link] Double-sided kedua sisi permukaannya dimagnetisasi single-sided hanya satu

permukaan yang dimagnetisasi (disk bermuka tunggal) 4. banyaknya piringan 1. single platter 2. multiple platter 2.6 Perbandingan Magnetik Disk dan ploppy Disk Magnetik Disk Magnetik disk sendiri terbuah dari piringan bundar yang terbuat dari logam atau plastik dimana permukaan dari bahan tersebut mempunyai sifat magnetic sehingga nanti bisa menghasilkan semacam medan magnet yang sangat diperlukan untuk proses baca tulis dari memory tersebut karena saat proses baca/ tulis menggunakan kepala baca yang disebut dengan head. Perkembangan Magnetic Disk : 1. Punch Card 2. Punch Tape 3. Selectron Tube 4. Magnetic Tape 5. Compact Cassette 6. Magnetic Drum 7. Floppy Disk 8. Hard drive

Keunggulan dan Kelemahan Magnetic Disk : Media magnetik seperti disket floppy dan hard disk mempunya sejumlah keunggulan dibanding dengan media lainnya. Penyimpanan data pada media ini bersifat nonvolatile, artinya data yang telah disimpan tidak akan hilang ketika komputer dimatikan. Data pada media ini dapat dibaca, dihapus dan ditulis ulang. Keunggulan lainnya ialah, media ini mudah digunakan. Selain memiliki keunggulan, media ini juga mempunyai kelemahan. Musuh utama dari media magnetik seperti disket floppy dan hard disk ialah jamur dan karat. Karena jamur dan karat ini, maka daya tahan atau umur media ini menjadi pendek. Jika dipakai secara kontinu atau terus menerus sekitar 8 jam per hari, maka umur suatu disket floppy paling lama 1 (satu) tahun, dan umur hard disk paling lama 3 (tiga) tahun. Kelemahan lain dari media magnetik ini ialah bentuknya yang bergaris-garis (track, sector), sehingga kecepatan dan kapasitas simpannya termasuk rendah jika dibanding dengan media optik.

Optical Disk Optical disk tidak menggunakan bahan yang bersifat magneti sama sekali. Optical disk menggunakan bahan spesial yang dapat diubah oleh sinar laser menjadi memiliki spot-spot yang relatif gelap atau terang. contohnya dar optical disk ini adalah CD-RW dan DVD-RW. teknologi optical disk ini dibagi menjadi dua yaitu: Phase-change disk. disk ini dilapisi oleh bahan yang dapat mengkristal(beku) menjadi crystalline(serpihan-serpihan kristal) atau menjadi amorphous state(bagian yang tak berbentuk). Bagian crytalline ini lebih transparan, karenanya tembakan laser yang mengenainya akan lebih terang melintasi bahan dan memantul dari lapisan pemantul. Drive Phase-change disk ini menggunakan sinar laser dengan kekuatan yang berbeda. sinar laser dengan kekuatan tinggi digunakan melelehkan disknya kedalam amorphous state, sehingga dapat digunakan untuk menulis data lagi. sinar laser dengan kekuatan sedang dipakai untuk menghapus data denga cara melelehkan permukaan disknya dan membekukannya kembali ke dalam keadaan crytalline, sedangakan sinar laser dengan kekuatan lemah digunakan untuk membaca data yang telah disimpan. Dye-Polimer disk. Dye-polimer merekam data dengan membuat bump(gelombang) disk dilapisi dengan bahan yang dapat menyerap sinar laser. sinar laser ini membakar spot hingga spot ini memuai dan membentuk bump(gelombang). bump ini dapat dihilangakan atau didatarkan kembali dengan cara dipanasi lagi dengan sinar laser. Perkembangan Optical Disk : CD DVD Blue-Ray Disk Holographic Versatile Disk

Keunggulan dan Kelemahan Optical Disk : Media optical disk seperti DVD memiliki ukuran yang jauh lebih kecil dibandingkan dengan harddisk. Harga untuk satu DVD-R lebih murah dibanding harga satu harddisk. Tapi optical disk juga memiliki kelemahan, apabila bagian bawah dari DVD tersebut tergores maka data yang adapada DVD tersebut tidak akan terbaca. Selain itu kelemahan lainnya

adalah tidak semua DVD atau CD dapat ditulis ulang hanya yang terdapat kode RW yang dapat ditulis ulang.

BAB III PENUTUP 3.1 KESIMPULAN Magnetik Disk adalah piringan bundar yang terbuat dari bahan tertentu (logam atau plastic) dengan permukaan dilapisi bahan yang dapat di magnetisasi. Mekanisme baca / tulis menggunakan kepala baca atau tulis yang disebut head, yang merupakan komparan pengkonduksi (conducting coil). Desain fisiknya, head bersifat stasioner sedangkan piringan disk berputar sesuai controlnya. 3.2 SARAN Musuh utama dari media magnetik seperti disket floppy dan hard disk ialah jamur dan karat. Karena jamur dan karat ini, maka daya tahan atau umur media ini menjadi pendek. Jika dipakai secara kontinue atau terus menerus sekitar 8 jam per hari, maka umur suatu disket floppy paling lama 1 (satu) tahun, dan umur hard disk paling lama 3 (tiga) tahun. Maka sebaiknya kita harus menjaga agar tidak karatan dan tidak memakai secara terusmenerus.

DAFTAR REFERENSI

Bambang Hariyanto,ir.,MT: Sistem Pengarsipan dan Metode Akses Penerbit : Informatika Bandung,2000 Melwin syafrizal Daulay : Mengenal Hardware Software dan Pengelolaan Instalasi Komputer PENERBIT : ANDI Yogyakarta [Link] [Link] [Link]

SURAT PERNYATAAN Dengan telah selesai nya makalah ini , kami semua anggota kelompok 1 menyatakan bahwa makalah ini di buat dengan hasil kerja kelompok kami [Link] mana materi di ambil dari referensi yang telah kami cantumkan di dalam daftar [Link] ini bukan hasil Plagiat atau Lain-lain. Yang bertanda :

Andri Abidin Hamsyah T

Afri Yani

(8040100142) ___________________

(8040100125) ________________________

Hartati Sirait

Ira Maya Sari

(8040100152) _____________________

(8040100089) _________________________

Rini Sri Susanti

(8040100095) __________________________

Common questions

Didukung oleh AI

Magnetic disks use magnetic properties for data storage, leveraging a stationary read/write head and rotating disks that are either metal or plastic with a magnetic coating. This allows the data to be stored nonvolatilely, read, written, and rewritten several times . Optical disks, on the other hand, utilize laser technology to create and read spots that reflect varying amounts of light; these spots are created by altering the disk surface with laser beams . Optical disks generally offer smaller storage capacity compared to hard disks but are non-volatile, allowing data to be permanently written without power . The main difference lies in the mechanical access in magnetic disks versus non-mechanical optical reading and writing in optical disks.

The main advantages of magnetic disks include non-volatile storage, which allows data to be stored without losing it when power is switched off, and the ability to read, write, and rewrite data. Magnetic disks are also user-friendly . However, they have disadvantages such as susceptibility to damage from fungi and rust, leading to reduced lifespan. Their track and sector-based design results in lower speed and storage capacity compared to optical media . Regular use and environmental conditions can also shorten their lifespan significantly .

Reliability and performance of magnetic disks can be improved through several strategies beyond basic manufacturing enhancements. Implementing intelligent disk scheduling can optimize the order of read/write operations minimizing seek time . Alleviating seek requirements completely by allocating related blocks on contiguous tracks is another approach. Upgrading to advanced drive technologies like SCSI, which uses wider bus widths and higher RPMs compared to ATA, significantly boosts access speed . Furthermore, RAID setups can increase data redundancy and performance by using multiple disks to store data in a way that ensures data integrity even if one disk fails. Lastly, incorporating regular disk maintenance and using protective casings can prevent damage from external factors like dust and moisture that contribute to decay and performance degradation .

Magnetic disks, characterized by their typical reliance on mechanical processes for data access, lag behind newer storage technologies like SSDs and NVMe drives in terms of access speed. While magnetic disks usually operate at RPM speeds determining read/write speeds, SSDs leverage flash memory, providing immensely faster data retrieval with no mechanical movement involved. In terms of capacity, magnetic disks still remain competitive, often able to store several terabytes of data due to technological advancements in platter density. However, in terms of longevity, newer technologies with fewer moving parts often exhibit longer life spans, as magnetic disks face wear from mechanical operations and environmental effects like rust . Therefore, while magnetic disks continue to be valuable for large-capacity needs at lower costs, their longevity and access speeds are outmatched by newer solid-state technologies .

On a magnetic disk, data is organized into concentric circles known as tracks, which are divided into smaller sections called sectors. Multiple tracks form a cylinder across multiple platters. The read/write head accesses data by positioning itself over the track and sector where data is stored. Head movement can be managed as fixed or movable, with fixed heads having a read/write head per track and movable heads sharing a head across multiple tracks. Headers are used by the disk system to mark every data block, detailing the precise track and sector location to assist in data retrieval. Sectors are the smallest subdivision of a track and allow for efficient data access, providing the system the capability to read blocks of data efficiently, minimizing hole formations and enhancing read/write operations .

To extend the lifespan of magnetic disks, several precautions can be adopted. These include ensuring the storage environment is dry and free from dust to prevent fungi and rust that can shorten a disk's lifespan. Avoid continuously running the disk for extended periods; instead, limiting usage to intermittent access can help. Regular maintenance like defragmentation could be beneficial in organizing files efficiently, thus reducing mechanical stress on the disk. Additionally, using protective casings during storage and transport to shield the disk from physical damage is important. An emphasis on controlled ambient temperatures can mitigate unnecessary thermal expansion and contractions that could influence wear and tear .

Magnetic disks often face data integrity issues stemming from environmental factors such as humidity and dust, leading to rust and fungi that can damage the magnetic surface and corrupt data. Physical misalignment and wear on the mechanical components like the head can cause reading/writing errors. To mitigate these issues, preventive strategies include using protective enclosures, conducting regular diagnostics, and employing error-checking protocols such as CRC (Cyclic Redundancy Check) for data verification. RAID configurations can also improve data integrity by enabling redundancy, which secures data against losses from individual disk failures. Regular maintenance and controlled operating environments are key to managing these risks effectively, ensuring durability and reliability of data stored on magnetic disks .

The material composition of magnetic disks significantly influences storage capabilities and performance. Typically, disks are made from aluminum, glass, or plastic substrates coated with a magnetic material. Aluminum offers robust base support with decent reliability, while glass substrates provide certain advantages such as enhanced disk stability, reduced read/write errors, and the capability to support higher density data storage owing to their more rigid and shock-resistant nature. The magnetic coating on these substrates is crucial as it directly interacts with the read/write heads to perform data encoding and retrieval processes. Variations in the magnetic coating's properties affect the disk's ability to securely write data and resist demagnetization over time, influencing the overall performance and durability of the disk .

Magnetic disk storage technology has evolved significantly to meet changing data storage needs. Initially, the technology started with punch cards and punch tapes, which offered basic storage solutions. As technology progressed, magnetic tapes and selectron tubes surfaced, providing enhanced capabilities albeit with limitations in portability and access speed. From these rudiments emerged floppy disks, known for their portability but limited capacity, and eventually hard drives, which leveraged stacked plates or platters to significantly increase capacity and access speed. With developments in material sciences and magnetic patterns, hard drives have achieved terabyte-level storage within the same or smaller form factor. Today, magnetic disks coexist with solid-state technologies, continuing to refine their offering through advancements in read/write head technologies and platter densities .

Seek time, rotational latency, and data transfer time are critical for magnetic disk performance. Seek time refers to the time taken by the head to reach the desired track on the disk surface, which is one of the predominant factors affecting disk performance . Rotational latency is the delay waiting for the rotation of the disk to bring the desired sector under the read-write head. Data transfer time refers to how long it takes to read or write data once the head is positioned correctly. To improve overall performance, minimizing seek time is key, which can be achieved by intelligently organizing data such that related data blocks are stored contiguously or using multi-heads per track to eliminate seek .

Anda mungkin juga menyukai