0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
62 tayangan8 halaman

Panduan Lengkap Penggunaan Multimeter

Multimeter adalah alat ukur listrik yang digunakan untuk mengukur berbagai besaran listrik seperti tegangan, arus, dan hambatan. Ia terdiri dari beberapa bagian utama seperti saklar pemilih, garis skala, dan pencolok. Multimeter dapat digunakan untuk mengukur besaran-besaran listrik, menguji komponen elektronika, dan melakukan diagnosa gangguan pada perangkat elektronik.
Hak Cipta
© Attribution Non-Commercial (BY-NC)
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPT, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
62 tayangan8 halaman

Panduan Lengkap Penggunaan Multimeter

Multimeter adalah alat ukur listrik yang digunakan untuk mengukur berbagai besaran listrik seperti tegangan, arus, dan hambatan. Ia terdiri dari beberapa bagian utama seperti saklar pemilih, garis skala, dan pencolok. Multimeter dapat digunakan untuk mengukur besaran-besaran listrik, menguji komponen elektronika, dan melakukan diagnosa gangguan pada perangkat elektronik.
Hak Cipta
© Attribution Non-Commercial (BY-NC)
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPT, PDF, TXT atau baca online di Scribd

MULTIMETER

PENGERTIAN MULTIMETER
Multimeter terdiri dari kata multi dan meter. Multi yang artinya banyak dan meter yang artinya ukuran. Dengan demikian multimeter dapat diartikan suatu alat ukur yang digunakan untuk banyak keperluan pengukuran atau di dalam praktek sering kita kenal dengan istilah alat AVO meter. Agar kita dapat menggunakan multimeter maka perlu kita pelajari multimeter serta cara mengoprasikannya.

BAGIAN-BAGIAN MULTIMETER
[Link] AVO meter Merupakan tempat untuk meletakkan seluruh perangkat rangkaian AVO meter. [Link] penunjuk Jarum penunjuk berfungsi untuk menunjukan angka pada garis skala, pada saat multimeter dipakai untuk mengukur atau menguji. [Link] papan skala Garis papan skala merupakan garis lengkung berbentuk busur yang dibagi dalam skala-skala tertentu. Garis skala ini ada dua: [Link] linier adalah garis skalanya dibagi dengan lebar skala yang sama. [Link] logaritmis adalah garis skalanya dibagi dengan garis skala yang tidak sama. [Link] pemilih (Selector Switch) Saklar ini diputar 360O dan dapat ditempatkan pada posisi yang sesuai dengan kegunaan multimeter. [Link] ampere meter DC Kedudukan pada multimeter berfungsi sebagai ampere meter DC. [Link] volt meter DC Kedudukan pada multimeter berfungsi sebagai volt meter DC.

BAGIAN-BAGIAN MULTIMETER
[Link] volt meter AC Kedudukan pada multimeter berfungsi sebagai volt meter AC. [Link] ohm meter Kedudukan pada saat multimeter berfungsi sebagai ohm meter. [Link] nol jarum ohm (adjusment) Diputar untuk mengatur jarum menunjuk nol sebelah kanan pada saat mengukur hambatan. [Link] nol jarum sebelah kiri Diputar untuk mengatur jarum menunjuk nol sebelah kiri pada saat mengukur arus atau tegangan. [Link] pengetes/pencolok Hantaran pengetes merupakan kaki dari multimeter, kaki berwarna merah untuk kutub positif dan kaki berwarna hitam untuk kutub negatif. Hantaran pengetes sering juga disebut dengan istilah pencolok atau probe.

KEGUNAAN MULTIMETER
Multimeter dapat digunakan sebagai berikut:
[Link] mengukur besaran listrik (arus, tegangan AC/DC,hambatan) [Link] mengetes/menguji komponen elektronika, apakah dalam keadaan baik atau rusak. [Link] gangguan pada rangkaian/alat-alat elektronika. Disini kita pelajari tentang penggunaan multimeter untuk mengukur besaran listrik, di dalam pengukuran ini multimeter kita fungsikan sebagai berikut: [Link] mengukur hambatan listrik. [Link] mengukur tegangan listrik DC [Link] mengukur arus listrik DC

[Link] mengukur hambatan listrik


Yang perlu diperhatikan pada saat mengukur hambatan listrik adalah:
[Link]/alat yang akan diukur besar hambatannya harus diputus dari sumber tegangan. [Link] switch/saklar pemilih ditempatkan pada posisi ohm x1, x10, x100 atau x1k. [Link] skala yang dibaca adalah garis skala nomor 1 (satu) dari atas yang berskala logaritmis.

Langkah-langkah pengukuran hambatan listrik adalah :


[Link] saklar pemilih pada posisi ohm meter yang sesuai. Bila memungkinkan usahakan jarum menunjuk sekitar pertengahan lebar garis skala dengan cara memindah -mindahkan posisi saklar pemilih. [Link] multimeter/pencolok merah dan hitam kita hubungkan, kemudian jarum multimeter kita atur menunjuk nol disebelah kanan dengan memutar ohm adjusment bila kita memindahkan posisi saklar pemilih, maka jarum kita atur kembali menunjuk nol. [Link] lakukan pengukuran dengan cara memasang paralel antara ohm meter dengan rangkaian/alat yang akan kita ukur besar hambatannya. [Link] tentukan hasil pengukuran dengan Rumus : Hasil pengukuran=posisi ohm meter x penunjuk jarum

Hp=pss x PJ

[Link] tegangan listrik DC


Yang perlu siperhatikan pada saat pengukuran tegangan DC adalah :
[Link] pemilih tempatkan pada posisi volt meter DC. Pada posisi ini dapat kita pilih batas ukur yang ada antara lain 10 V, 50 V atau 1.000 V. [Link] ukur yang kita pilih tidak lebih rendah dari tegangan yang kita ukur. [Link] kaki multimeter/pencolok tidak boleh terbalik polaritasnya. [Link] skala yang dibaca adalah garis skala nomor dua dari atas yang berskala linier dan mempunyai skala 0-50 dan 0-250.

Langkah-langkah pengukurannya adalah sebagai berikut :


[Link] saklar pemilih pada batas ukur yang sesuai dengan tegangan yang akan diukur. [Link] terlebih dahulu jarum sudah menunjuk nol sebelah kiri atau belum, bila belum menunjuk nol, putarlah sekrup pengatur nol jarum sebelah kiri. [Link] lakukan pengukuran dengan cara memasang paralel antara volt meter dengan sumber tegangan atau bagian yang akan kita ukur besar tegangannya. [Link] tentukan hasil pengukuran dengan rumus : Hasil pengukuran =
Batas Ukur

x Pj

Skala maksimum

Hp = BU x Pj
SM

[Link] arus listrik DC


Yang perlu diperhatikan pada waktu mengukur arus DC adalah :
[Link] pemilih tempatkan pada posisi ampere meter DC (DCMA). Batas ukur yang ada adalah 0,25 mA, 25 mA, dan 500 mA. [Link] ukur yang dipilih harus lebih tinggi dari arus yang diukur. [Link] skala yang dibaca adalah garis skala no 2 dari atas. [Link] kaki multimeter/pencolok tidak boleh dibolak-balik.

Langkah-langkah pengukuran adalah sebagai berikut :


[Link] pemilih kita tempatkan pada posisi DC mA dengan batas ukur yang sesuai. [Link] jarum multimeter apakah telah menunjuk nol sebelah kiri atau belum, bila belum kita atur terlebih dahulu. [Link] lakukan pengukuran dengan cara memasang seri antara ampere meter dengan rangkaian. [Link] tentukan hasil pengukuran dengan rumus yang sama seperti pengukuran tegangan listrik.

Anda mungkin juga menyukai