BASIC TRAINING
Sasaran Toyota Production System
Membuat produk : 1. Kualitas sebaik mungkin 2. Harga pantas 3. Tersedia pada saat dibutuhkan dengan lead time sesingkat mungkin
(membuat produk sesuai pesanan customer saja)
Yang diinginkan Konsumen
Toyota Production System
( Falsafah Toyota ) Produk :
1. Kwalitas sebaik mungkin
Jidouka Tidak membuat dan meneruskan produk cacat
Menghilangkan segala bentuk pemborosan ( Produksi hanya mobil sejumlah yang terjual ) ( Berfikir laba dengan cara COST REDUCTION )
2. Harga pantas
3. Tersedia pada saat dibutuhkan
JUST IN TIME production
( Produksi dengan lead time sesingkat mungkin )
1. Membuat produk dengan kwalitas sebaik mungkin
1. Idea dasar : Proses berikut adalah pelanggan
Membangun kwalitas disetiap proses ( Built In Quality )
Tidak membuat dan meneruskan part cacat.
2. Prinsip dasar
: Stop produksi jika terjadi kondisi abnormal
Jidouka
TMC,Toyota Way 2001
1.2. JIDOUKA
Kemampuan suatu line untuk menghentikan aktivitas-nya
bila terjadi problem mesin atau problem kwalitas.
Dilakukan secara otomatis oleh mesin, atau oleh operator
Cacat lagi
Prinsip : Machine Human Automotion Otomatisasi peralatan yang bekerja secara harmonis dengan operatornya
Sasaran JIDOUKA
1. Membuat produk yang kualitasnya 100% bagus (Zero Defect) 2. Mencegah kerusakan Mesin 3. Man Power Saving (Tidak perlu orang yang mengawasi)
Sarana Jidouka :
1. Andon 2. Fixed Position Stop System 3. Pokayoke
Standard Kerja & Kaizen
2. Membuat mobil dengan pantas
Prinsip Harga dan Biaya
Laba = ( Harga Biaya ) x Volume
Bagaimana meningkatkan Laba ?
TOYOTA MOTOR MANUFACTURING INDONESIA
Cara Meningkatkan Laba
1. Menaikan Harga Jual 2. Meningkatkan Volume Produksi 3. Menurunkan Biaya
Usaha untuk Menurunkan Cost
Menekan biaya dengan meng-eliminir segala bentuk pemborosan ( MUDA ) Bedakan apa yang benar-benar diperlukan dan tidak diperlukan Dengan penerapan STANDARDIZED WORK ( Standar Kerja )
TUJUAN UTAMA TPS :
Mengurangi Cost dengan menghapuskan Muda secara tuntas
TMC, Toyota Production System 1987, 1994,1998 TMC,Toyota Way 2001
3. Tersedia pada saat customer membutuhkan
dengan lead time sesingkat mungkin
Just In Time Production
Memproduksi dan mengirim Hanya apa yang dibutuhkan Hanya pada saat dibutuhkan Sesuai jumlah yang dibutuhkan
TMC, Toyota Production 1998 TMC,Toyota Way 2001
10
Jika kondisi Just in time dapat dijalankan dalam semua proses, akan dicapai :
Minimum stock Lead time dapat dipersingkat
Penghematan biaya
Kwalitas terjaga Motivasi karyawan
11
Tiga Prinsip Operasi Dasar Just In Time
1. Pull System 2. Continuos Flow Processing 3. Menetapkan Takt time
12
System Produksi Konvensional
Proses sebelum mengirim part ke proses sesudah
(menggunakan pola Skedul, DWO, MRP)
Proses Sebelum
Proses Berikut
Warehouse
Customer
13
Pull System ( System Tarik )
Proses sesudah mengambil (Ato Kotei) Proses sebelum mengganti (Mae Kotai)
Inspection Assembly
Proses Sebelum
Proses Sesudah
Welding
Painting
Stamping
Supplier
14
Kanban
Fungsi KANBAN 1. Alat pemberi instruksi untuk memproduksi (PI) dan mengirim (PW) 2. Alat Visual Kontrol
* Mencegah produksi berlebihan * Monitor progres & alat deteksi adanya keterlambatan atau proses terlalu cepat
3. Alat untuk melaksanakan Kaizen
KANBAN Pemasok KANBAN Signal
15
Continuous Flow Processing Sistem Konveyor
Sasaran Continuous Flow Processing
Untuk meng-eliminir Stop dan Start yang ciri khas System Produksi secara umum Mempercepat Production Lead Time dengan menurunkan Non Processing - Time
Kondisi Ideal : One Piece Flow Processing
16
Aliran Kanban Tarik (PW)
Pos Kanban
Aliran Kanban Proses (PI)
Pos Kanban
Assy Line
Machining Line 1
Machining Line 2
Aliran Kanban Supplier
E-Kanban
Line
Part Supply
17
Separately Positioned Processing
( Proses dengan posisi terpisah )
Continuos Flow Processing
( Sistem Konveyor, Proses mengalir )
18
Takt time
Takt Time : Standard Waktu yang ditetapkan untuk membuat satu unit produk tertentu
Operating time Takt Time = Unit produksi per shift
Operating time (T/T)part = Order part tertentu per shift (T/T)line =
Operating time Semua part yg diproses di Line tertentu per shift
= Sales Speed
TMC, Toyota Production System 1987, 1994,1998
19
Kondisi awal agar Prinsip Operasi Dasar bisa dijalankan secara efektif adalah :
HEIJUNKA
Pemerataan : level produksi , volume produksi dan urutan model & type produk
20
Unleveled Production atau Lot Production
( Produksi tidak merata ) Konsentrasi pekerjaan dalam proses yang berbeda-beda pada waktu berbeda
kerja keras menunggu menunggu
Proses Sebelum Tempat Penyimpanan
Proses Berikut
21
Leveled Production ( Pemerataan Produksi atau Heijunka )
Heijunka mendistribusikan pekerjaan diantara step sesuai urutan produksi untuk waktu keseluruhan
Proses Berikut
Proses Sebelum
Tempat Penyimpanan
22
Hubungan Proses Sebelum Dengan Proses Berikut
Orang Barang
Equipment
1000 Unit / Hari
Jumlah
Muda
Muda Heijunka
Standar
Muda Muda
Hari
23
Fluktuasi dalam Beban Pekerjaan
Waktu kapasitas Produksi Maksimum Beban Kerja Waktu Kapasitas Produksi Paling Rendah
Tanggal
24
POLA PIKIR DAN WAWASAN KAIZEN
Muda
Segala sesuatu
yang tidak menghasilkan nilai tambah, hanya meningkatkan biaya saja
* Sebagian besar proses KERJA yang ada :
Terdiri dari 20% kerja murni dan 80% pemborosan
25
Kerja dan Muda Perincian Gerakan Kerja
( Work Motion Breakdown )
Kerja menghasilkan
MOTION
Muda ( Waste )
Kerja sia-sia
Work
Incidental Achieved
Kerja Pendukung Tidak ada nilai tambah tapi saat itu diperlukan 26
Macam-macam MUDA
a. MUDA kerja ulang ( perbaikan, reparasi ) b. MUDA Kelebihan Produksi c. MUDA dalam Proses d. MUDA dalam pengangkutan e. MUDA dalam stok f. MUDA dalam gerakan g. MUDA dalam menunggu
27
a. MUDA kerja ulang ( perbaikan, reparasi )
Repair part defect
Pekerjaan ulang service kendaraan ( return job )
Dan lain-lain
Repair Tidak menambah nilai dari suatu produk Menurunkan kualitas Meningkatkan biaya
28
b. MUDA Kelebihan Produksi
Dua type Produksi berlebih 1. Memproduksi melebihi jumlah yang dibutuhkan 2. Memproduksi lebih cepat dari yang dibutuhkan
Produksi berlebih mengakibatkan MUDA lain
Orang untuk menangani Penggunaan part/ material Pemborosan energi Penambahan tempat
Pengangkutan
space stok bunga dll
29
c. MUDA dalam Proses
Over specifikasi Memproses sesuatu yang sebenarnya tidak diperlukan
Contoh : Support radiator ( Assy plant) over spec.
30
d. MUDA dalam Pengangkutan ( Pemindahan )
Pengangkutan barang Pengiriman Informasi
Jarak jauh MUDA
Ada stok sementara MUDA
31
e. MUDA dalam stok ( persediaan )
Stok berlebihan Parts Spare Part Mesin Uang di peti Cash Man Power Dokumen, Materi Training
Alat-alat tulis etc
32
f. MUDA dalam gerakan
Kerja menghasilkan
MOTION
Muda ( Waste )
Kerja sia-sia
Work
Incidental Achieved
Tidak ada nilai tambah tapi saat itu diperlukan
33
g. MUDA dalam menunggu
Mesin-A persiapan MAN
Mach. - A
MACHINE
MAN
Mesin Stop Operator sibuk
Mach. - B
Mesin-B & Mesin-C operasi Operator hanya menunggu
tidak melakukan sesuatu
Mach. - C
KERJA MANUSIA
KERJA MESIN 34
MUDA, MURA, MURI
MUDA , sesuatu yang Tidak menghasilkan Nilai Tambah ( ADDED VALUE ) MURA , ketidak teraturan MURI , membebani mesin atau orang melampaui batas kemampuan
35
Contoh Muda-Mura-Muri
X 6 = MUDA 12 TON X 2 = MURI
Bagaimana mengirimnya ?
= MURA
4 tons
No Muda
Capacity : 4 tons
X 3 = No Mura
No Muri
36
MURA
Ketidak teraturan
Aliran pekerjaan yang selalu berubah , sehingga : 1. Equipment 2. Material 3. Pekerja
Beban pekerjaan yang bervariasi
Pemakaian/hasil bervariasi dari hari kehari
Dan lain-lain
disesuaikan dengan kondisi puncak , walaupun kondisi tsb hanya terjadi sewaktu-waktu .
37
MURI
Beban yang berlebihan terhadap mesin, peralatan , pekerja
MURI terhadap peralatan
MURI terhadap pekerja
Penempatan operator kurang mampu dalam pekerjaan yang sangat sukar .
38
Langkah-langkah menghilangkan MUDA
1. Hilangkan aktivitas yang tidak perlu 2. Kombinasikan aktivitas yang berkaitan
3. Rubah urutan aktivitas yang tidak teratur
4. Sederhanakan / ganti pekerjaan yang rumit atau tidak efisien
39
5 S Dasar untuk Menghilangkan MUDA
5S
Seiri
Seiton Seiso Seiketsu Shitsuke
5R
Ringkas
Rapi Resik Rawat Rajin
5P
Pemilahan
Penataan Pembersihan Pemantapan Pembiasaan
40
Evaluasi Training :
1. Apa sasaran/tujuan TPS dalam membuat produk; a) Kualitas terbaik b) Harga pantas c) Sesuai pesanan Customer (JIT) d) a, b, & c, benar e) a, b, & c, salah semua 2. Apa yang dilakukan TPS dalam upaya mengurangi COST di lini proses; a) Menghapus semua MUDA secara tuntas e) Meningkatkan skill operator 3. Apa fungsi kanban; a) Identifikasi Part, Alat visual, Alat Inspeksi benar e) a, b, & c, salah semua 4. Ada 7 macam MUDA atau pemborosan, yang paling buruk adalah; a) Muda karena menunggu d) Muda dalam gerakan 5. a) Menjaga level stock order b) Muda dalam proses c) Muda kelebihan stock e) Salah semua b) Meratakan level & volume produksi c) Mengatasi fluktuasi e) Benar semua b) Perintah Produksi, Perintah kirim part, Alat visual c) Perintah Produksi atau kirim, Alat visual, Alat untuk Kaizen d) a, b, & c, b) Menerapkan sistim JIDOKA c) Membuat Standarisasi Kerja d) Meratakan level produksi
Heijunka adalah alat kontrol yang berguna untuk; d) Menjamin part OK
41