CISC dan RISC
Assallamuallaikum... Pada kesempatan kali ini saya akan membahas sedikit tentang CISC dan RICS, bagaimana cara kerja dan perbedaan dalam segi apa saja.
Ada dua konsep populer yang berhubungan dengan desain CPU dan set intruksi : 1. Complex Instruction Set Computing (CISC) 2. Reduce Instruction Set Computing (RISC) 1. CISC ( Complex Instruction Set Computing ) Complex Instruction Set Computing (CISC) atau kumpulan instruksi komputasi kompleks. Adalah suatu arsitektur komputer dimana setiap instruksi akan menjalankan beberapa operasi tingkat rendah, seperti pengambilan dari memori (load), operasi aritmatika, dan penyimpanan ke dalam memori (store) yang saling bekerja sama. Tujuan utama dari arsitektur CISC adalah melaksanakan suatu instruksi cukup dengan beberapa baris bahasa mesin yang relatif pendek sehingga implikasinya hanya sedikit saja RAM yang digunakan untuk menyimpan instruksi-instruksi tersebut. Arsitektur CISC menekankan pada perangkat keras karena filosofi dari arsitektur CISC yaitu bagaimana memindahkan kerumitan perangkat lunak ke dalam perangkat keras. MULT dalam hal ini lebih dikenal sebagai complex instruction, atau instruksi yang kompleks. Bekerja secara langsung melalui memori komputer dan tidak memerlukan instruksi lain seperti fungsi baca maupun menyimpan. Satu kelebihan dari sistem ini adalah kompailer hanya menerjemahkan instruksi-instruksi bahasa tingkat-tinggi ke dalam sebuah bahasa mesin. Karena panjang kode instruksi relatif pendek, hanya sedikit saja dari RAM yang digunakan untuk menyimpan instruksi-instruksi tersebut. 2. RISC (Reduced Instruction Set Computer) Reduced Instruction Set Computer Merupakan bagian dari arsitektur mikroprosessor, berbentuk kecil dan berfungsi untuk negeset istruksi dalam komunikasi diantara arsitektur yang lainnya. Proyek RISC pertama dibuat oleh IBM, stanford dan UC Berkeley pada akhir tahun 70 dan
awal tahun 80an. IBM 801, Stanford MIPS, dan Barkeley RISC 1 dan 2 dibuat dengan konsep yang sama sehingga dikenal sebagai RISC. RISC mempunyai karakteristik : One Cycle Execution Time : satu putaran eksekusi. Prosessor RISC mempunyai CPI (clock per instruction) atau waktu per instruksi untuk setiap putaran. Hal ini dimaksud untuk mengoptimalkan setiap instruksi pada CPU. Pipelining:adalah sebuah teknik yang memungkinkan dapat melakukan eksekusi secara simultan. Sehingga proses instruksi lebih efiisien. Large Number Of Registers: Jumlah register yang sangat banyak. RISC di Desain dimaksudkan untuk dapat menampung jumlah register yang sangat banyak untuk mengantisipasi agar tidak terjadi interaksi yang berlebih dengan memory.
Prosesor RISC hanya menggunakan instruksi-instruksi sederhana yang bisa dieksekusi dalam satu siklus. Dengan demikian, instruksi MULT sebagaimana dijelaskan sebelumnya dibagi menjadi tiga instruksi yang berbeda, yaitu LOAD, yang digunakan untuk memindahkan data dari memori ke dalam register, PROD, yang digunakan untuk melakukan operasi produk (perkalian) dua operan yang berada di dalam register (bukan yang ada di memori) dan STORE, yang digunakan untuk memindahkan data dari register kembali ke memori. Berikut ini adalah urutan instruksi yang harus dieksekusi agar yang terjadi sama dengan instruksi MULT pada prosesor RISC. CPU RISC yang berbasis mikroprosesor maupun yang non-mikroposesor hingga saat ini telah didesain dan dipasarkan. Berikut beberapa CPU RISC : a. b. c. d. e. f. g. IBM RS/6000 atau arsitektur POWER. Keluarga Suns SPARC. HPs PA (precision architecture). Keluarga Motorola 88000. Intel 860. Seri MIPS. PowerPC.
# Perbedaan RISC dengan CISC dilihat dari segi instruksinya : RISC ( Reduced Instruction Set Computer ). a. Menekankan pada perangkat lunak, dengan sedikit transistor. b. Instruksi sederhana bahkan single. c. Load / Store atau memory ke memory bekerja terpisah. d. Ukuran kode besar dan kecapatan lebih tinggi. e. Transistor didalamnya lebih untuk meregister memori. CISC ( Complex Instruction Set Computer ). a. Lebih menekankan pada perangkat keras, sesuai dengan takdirnya untuk pragramer. b. Memiliki instruksi komplek. Load / Store atau Memori ke Memori bekerjasama. c. Memiliki ukuran kode yang kecil dan kecepatan yang rendah. d. Transistor di dalamnya digunakan untuk menyimpan instruksi instruksi bersifat komplek.
# Adapun kelemahan dari sistem CISC & RISC : Kelemahan CISC : a. Kompleksitas CPU : desain unit kontrol menjadi kompleks karena mempunyai set intruksi yang besar. b. Ukuran Sistem dan Biaya : mempunyai banyak sirkuit hardware menyebabkan CPU menjadi kompleks. Hal ini meningkatkan biaya hardware pada sistem dan juga kebutuhan daya listrik. c. Kecepatan Clock : karena sirkuit yang besar maka propagation delay ( tunda propagasi ) lebih besar dan karena waktu siklus CPU yang besar sehingga kecepatan clock efektif menurun. d. Keandalan : dengan hardware yang besar maka cenderung mudah terjadi kegagalan. e. Mantainability : Troubleshooting dan pendeteksian suatu kegagalan mengakibatkan pekerjaan menjadi besar karena besarnya sirkuit yang ada. Penemuan microprogramming membantu menurunkan beban tersebut. Kelemahan RISC : Kelemahan utama dari RISC ialah humlah intruksi yang sedikit. Hal ini mengakibatkan untuk melakukan suatu tugas akan dibutuhkan instruksi yang lebih banyak bila dibandingkan CISC. Hasilnya ialah jumlah ukuran program akan lebih besar bila dibandingkan CISC. Penggunaan memori akan semakin meningkat dan lalu lintas instruksi antara CPU dan memori akan meningkat pula.