0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
15 tayangan28 halaman

Panduan Sistem Bahan Bakar Diesel

Dokumen tersebut membahas tentang perbaikan sistem bahan bakar pada motor diesel. Secara singkat, dibahas tentang sejarah motor diesel, prinsip kerjanya, perlengkapan sistem bahan bakar diesel, cara penyemprotan bahan bakar, proses kerja motor diesel 4 tak dan 2 tak, serta sistem pengisapan pada motor diesel.

Diunggah oleh

Muhammad Santowi
Hak Cipta
© Attribution Non-Commercial (BY-NC)
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
15 tayangan28 halaman

Panduan Sistem Bahan Bakar Diesel

Dokumen tersebut membahas tentang perbaikan sistem bahan bakar pada motor diesel. Secara singkat, dibahas tentang sejarah motor diesel, prinsip kerjanya, perlengkapan sistem bahan bakar diesel, cara penyemprotan bahan bakar, proses kerja motor diesel 4 tak dan 2 tak, serta sistem pengisapan pada motor diesel.

Diunggah oleh

Muhammad Santowi
Hak Cipta
© Attribution Non-Commercial (BY-NC)
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Rabu, 24 November 2010

MEMPERBAIKI KERUSAKAN PADA SISTEM BAHAN BAKAR DIESEL


1. Tujuan Khusus Pembelajaran Peserta belajar dapat: - Mengerti sejarah motor diesel - Menerangkan prinsip kerja motor diesel - Menyebutkan perlengkapan sistem bahan bakar diesel - Membedakan 2 cara penyemprotan pada motor diesel - Menerangkan proses kerja motor diesel 4 tak dan 2 tak - Menyebutkan 2 sistem pengisapan / pengisian pada motor diesel 2. Uraian Materi Pendahuluan Motor Diesel Penemu motor diesel adalah seorang ahli dari Jerman, bernama Rudolf Diesel (1858 1913). Ia mendapat hak paten untuk mesin diesel pada tahun 1892, tetapi mesin diesel tersebut baru dapat dioperasikan dengan baik pada tahun 1897. Tujuan Rudolf Diesel Menaikkan rendemen motor (rendemen motor bensin = 30%, rendemen motor diesel = 40 51%) Mengganti sistem pengapian dengan sistem penyalaan sendiri, karena sistem pengapian motor bensin pada waktu kurang baik Mengembangkan sebuah mobil yang dapat dioperasikan dengan bahan bakar lebih murah daripada bensin Kesulitan Rudolf Diesel Belum ada pompa injeksi yang dapat menyemprotkan bahan bakar dengan tekanan tinggi, karena untuk menyemprotkan bahan bakar pada silinder yang bertekanan tinggi diperlukan konstruksi pompa yang khusus. Di akhir tahun 1922, Robert Bosch mulai mengadakan penelitian, percobaan, dan pengembangan sistem penyemprotan bahan bakar pada motor diesel. Akhirnya usaha itu berhasil dengan diproduksinya seri pertama pompa injeksi pada tahun 1927.

Perlengkapan Sistem Bahan Bakar Diesel

Nama bagian: 1. Tangki bahan bakar A Bahan bakar kotor

2. Saringan kasa pada pompa mengalir B Bahan bakar bersih 3. Advans saat penyemprotan C Bahan bakar bertekanan tinggi 4. Saringan halus D Saluran pengembali 5. Pompa injeksi 6. Governor 7. Nosel 8. Busi Pemanas Penggolongan motor diesel Cara penyemprotan dan pembentukan campuran 1. Injeksi langsung (contoh: bentuk bak) Bagian bagian: 1. Injektor ( jenis lubang banyak) 2. Ruang bakar Bentuk ruang bakar: Ruang bakar ada di dalam silinder biasanya di dalam torak Macam macamnya: Bentuk bak Bentuk setengah bola Bentuk hati Bentuk bola Cara kerja: Bahan bakar disemprotkan langsung ke dalam silinder. Nosel injeksi biasanya mempunyai beberapa lubang Penggunaan: Kebanyakan motor motor besar Keuntungan: - Efisiensi dan daya tinggi - Dapat dihidupkan tanpa pemanas mula Kerugian: - Suara keras - Pompa injeksi dan injektor lebih mahal, karena tekanan penyemprotan tinggi

Injeksi tak langsung (contoh: kamar pusar) Bagian bagian 1. Injektor 2. Busi pijar 3. Ruang bakar 4. Saluran penghubung

Bentuk ruang bakar: Ruang bakar berada diluar silinder Macam macamnya: Kamar pusar Kamar muka Cara kerja Udara dikompresikan ke dalam ruang bakar. Karena saluran penghubung menuju ke ruang bakar berkonstruksi miring / tangensial, maka udara menerima olakan yang mempermudah pembentukan campuran pada saat bahan bakar disemprotkan. Oleh karena itu tekanan injektor bisa lebih rendah dan nosel cukup dengan satu lubang. Penggunaan: Pada motor motor kecil dan sedang Keuntungan: Suara lebih halus daripada motor dengan injeksi langsung Perlengkapan injeksi lebih murah, karena tekanan penyemprotan lebih rendah Kerugian: Efisiensi dan daya kurang daripada injeksi langsung Memerlukan sistem pemanas mula Proses kerja Motor diesel 4 tak Kebanyakan motor diesel adalah motor 4 tak Prinsip 2 tak hanya digunakan pada motor besar, misalnya pada kereta api, kapal laut, dst. Motor diesel 2 tak Perbedaan dengan motor bensin 2 tak adalah: - Pembilasan memanjang yang memerlukan katup buang - Pengisapan dan pembilasan dijalankan dengan kompresor yang langsung menekan udara ke dalam silinder. Keterangan: 1. Injektor / nozel 2. Katup buang 3. Kompresor 4. Piston 5. Poros engkol

Keuntungan:

Daya motor besar, motor dilengkapi sistem pelumasan tekan seperti pada motor 4 tak Kerugian: Kompresor mahal, berisik dan sensitif terhadap udara kotor Sistem Pengisian / Pengisapan Isapan biasa

Pengisapan dengan turbocarjer Bagian bagian utama: 1. Rumah Kompresor 2. Roda Kompresor 3. Poros penghubung 4. Rumah turbin 5. Roda turbin a. Udara dari saringan b. Udara ditekan ke silinder c. Gas buang menggerakkan turbin d. Ke knalpot Keuntungan: Daya motor lebih besar untuk berat / ukuran motor yang sama

Proses kerja motor diesel dibandingkan dengan motor Otto 4 tak 1. Langkah isap

Motor Diesel - Yang dihisap hanya udara, silinder akan terisi penuh Motor Otto - Yang dihisap adalah campuran bahan bakar dan udara, silinder akan terisi sesuai dengan posisi katup gas

2. Langkah kompresi

Motor diesel ) = 15-23 Perbandingan kompresi ( Udara dikompresi sampai 1,5 4 Mpa (15 40 bar) Temperatur menjadi 700-900oC

Penyemprotan bahan bakar dimulai 30O 10O Sebelum TMA Motor Otto ) = 7-12 Perbandingan kompresi ( Campuran udara dan bahan bakar dikompresi sampai 0,8 1,3 Mpa (8 13 bar) Temperatur menjadi 300 600oC Saat pengapian 30O 5O sebelum TMA

3. Langkah Usaha Motor Diesel Bahan bakar terbakar dengan sendirinya akibat temperatur udara yang panas. Tekanan pembakaran 4 12 Mpa (40 120 bar) Motor Otto Bahan bakar terbakar akibat Loncatan bunga api pada busi Tekanan pembakaran 3-6 Mpa (30 60 bar) 4. Langkah buang Motor diesel TTemperatur gas buang 500 600oC Motor Otto TTemperatur gas buang 700 1000oC

Diagram indikator tekanan motor Otto 4 tak AA = Saat pengapian BB = Tekanan maksimum CC = Akhir pembakaran DD = Katup buang membuka

Diagram indikator tekanan motor Diesel 4 tak

A= Mulai penyemprotan B= Mulai penyalaan C= Tekanan maksimum D= Akhir penyemprotan E= Akhir pembakaran F= Katup buang membuka

Kesimpulan: 1. Perbedaan pembentukan campuran

Motor Diesel Pembentukan campuran bahan bakar dan udara berada di dalam ruang bakar Motor Otto Pembentukan campuran bahan bakar dan udara beradadi luar silinder (karburator, manifold isap)

2. Perbedaan cara penyalaan

Motor Diesel Terjadi dengan sendirinya akibat temperatur akhir kompresi yang tinggi dan titik penyalaan bahan bakar yang relatif rendah Motor Otto Terjadi akibat dari loncatan bunga api pada busi 3. Perbedaan proses pembakaran A = Mulai penyemprotan B = Mulai penyalaan B= Saat pengapian C = Tekanan Maksimum C= Tekanan maksimum

D = Akhir penyemprotan E = Akhir pembakaran E= Akhir pembakaran F = Katup buang membuka F= Katup buang membuka

Motor Diesel - Tekanan pembakaran maksimum jauh lebih tinggi daripada motor Otto - Proses pembakaran dapat dikendalikan oleh sistem injeksi (misalnya: lama penyemprotan menentukan lama pembakaran) Motor Otto - Tekanan pembakaran maksimum lebih rendah daripada motor Diesel - Proses pembakaran tidak dapat dikendalikan

4. Perbedaan perbandingan campuran Putaran idle Beban menengah Beban penuh Otto Kaya 1:10 Sedikit kurus 1:17 Sedikit kaya 1:12 Diesel Kurus sekali 1:300 Kurus 1:30 Sedikit kurus 1:17

1. Perbedaan momen putar, putaran, daya & efisiensi (motor isapan biasa) Momen putar/ dm3 volume silinder Putaran maksimum Daya/ dm3 volume silinder Efisiensi Otto 70-90 Nm/dm3 5000-6000 rpm 25 40 kw/dm3 20-30% Diesel 80-90 Nm/dm3 2000-5000 rpm 20 30km/dm3 30-50%

Pemakaian bahan bakar motor diesel lebih hemat daripada motor Otto karena: Perbandingan kompresi yang tinggi

Perbandingan campuran selalu kurus Daya motor diesel lebih rendah daripada motor Otto, karena: Putarannya lebih rendah Injeksi langsung dan tak langsung Injeksi langsung

Cara kerja: Pada akhir langkah kompresi, torak mendekati kepala silinder, udara akan tertekan kedalam ruang bakar dan menerima pusaran yang cepat. Kemudian bahan bakar disemprotkan melalui lubang lubang nosel injeksi dan akan dibagikan dalam ruang bakar. Akibat temperatur tinggi dan pusaran bahan bakar cepat menguap dan menyala dengan sendirinya. Catatan Kebanyakan motor besar menggunakan sistem ini Memerlukan injektor jenis lubang banyak dengan tekanan pembukaan yang tinggi Tidak memerlukan sistem pemanas mula, pada saat motor dingin temperatur akhir langkah kompresi masih cukup tinggi untuk penyalaan diri Perbandingan kompresi tinggi Macam macam bentuk ruang bakar

Bentuk bak Bentuk setengah bola

Bentuk bola Bentuk hati Cara memperoleh pusaran Contoh: ruang bakar bentuk hati Selama langkah isap Saluran isap dikonstruksi sedemikian rupa, supaya terjadi pusaran radial

Selama langkah kompresi Sewaktu torak mendekati TMA udara ditekan kedalam ruang bakar, sehingga terjadi putaran arah aksial

Hasil pada saat penyemprotan Udara yang berputar (pusaran radial dalam ruang bakar, dalam waktu yang bersamaan terjadi pusaran aksial)

Injeksi tak langsung 1. Kamar muka Cara kerja Pada langkah kompresi, sebagian besar udara ditekan kedalam kamar muka, kemudian bahan bakar disemprotkan terhadap bola penyala. Bagian tersebut terikat dengan jembatan yang relatif tipis, maka menjadi sangat panas selama motor hidup. Oleh karena itu, dengan cepat akibat pembakaran, sebagian bahan bakar ditiup keluar dari kamar muka dan ikut terbakar dengan udara yang masih didalam silinder. Catatan Saat ini sistem tersebut hanya digunakan Mercedes Benz Memerlukan injektor jenis Nozel pasak dengan bentuk penyemprotan khusus, tekanan pembukaan Nozel 110 150 bar / 11 15 Mpa Memerlukan sistem pemanas mula untuk menghidupkan motor, bila suhunya lebih rendah dari 50oC 2. Kamar Pusar

Cara kerja Pada langkah kompresi, sebagian besar udara ditekan kedalam kamar pusar. Udara menerima pusaran yang sangat cepat, karena saluran penghubung yang menuju secara kedalam kamar pusar dikonstruksi miring / tangensial. Akibatnya bahan bakar yang disemprotkan cepat menguap dan menyalakan diri. Dari hasil

pembakaran sebagian bahan bakar ditiup keluar dari kamar pusar dan ikut terbakar dengan sisa udara yang masih didalam silinder. Catatan Kebanyakan motor kecil sedang menggunakan sistem ini Menggunakan injektor nozel pasak dengan tekanan pembukaan nozel 110 150 bar / 11 15 Mpa Jika kondisi motor baik, sistem pemanas mula hanya perlu pada temperatur dibawah 25oC Sistem pemanas mula (Busi pijar) Fungsi Untuk memanasi ruang bakar kamar muka / pusar dengan aliran listrik untuk memungkinkan bahan bakar mudah menyala terbakar, sehingga motor bisa hidup pada saat dingin. Macam macam busi pijar: Busi pijar bentuk kawat 1. Pol luar 2. Isolator 3. Pol dalam 4. Kawat pemanas Pemasangan busi pijar bentuk kawat dirangkai seri

Busi pijar bentuk batang 1. Rumah 2. Keramik 3. Koil pemanas 4. Tabung pemanas Pemasangan busi pijar bentuk batang dirangkai paralel

Rangkaian sistem pemanas mula Beri warna jalannya arus saat kunci kontak pada posisi G!

Kunci kontak posisi G motor dapat distarterBusi pijar dinyalakan 2 10 detik, setelah kawat pijar membara

Kunci kontak posisi ST Selama motor distarter sistem pemanas tetap berfungsi Bagian bagian khusus motor diesel Persyaratan dan tuntutan Persyaratan Tuntutan 1. Perbandingan kompresi tinggi 2. Campuran harus dibentuk dengan cepat 3. Tekanan pembakaran tinggi 4. Pembebanan panas tinggi Ruang bakar harus kecil Ruang bakar dikonstruksi supaya terjadi pusaran Mekanisme engkol harus kuat Pendingin harus merata

Kepala silinder Motor motor dengan injeksi tak langsung dilengkapi dengan kamar muka atau kamar pusar, yang terbuat dari baja atau keramik. Kamar pusar Kamar ini selalu dipres waktu pemasangan supaya tidak bergeser posisinya, dijamin dengan alur dan pasak / peluru.

Kamar muka Kamar ini ditahan dengan menggunakan cincin sekrup. Posisinya juga dijamin dengan alur / pasak 1. Kamar muka 2. Dudukan injektor 3. Dudukan busi pijar 4. Cincin sekrup 5. Cincin perapat

Hal hal yang perlu diperhatikan pada reparasi kepala silinder Tebal paking kepala silinder Penggantian paking kepala silinder selalu dengan ketebalan asli, juga untuk permukaan kepala silinder baru digerinda (karena kepala silinder motor diesel rata, oleh karena itu penggerindanya tak mempengaruhi pada volume ruang bakar) Jarak antara katup, mulut kamar muka dan bagian atas torak Pada kepala silinder yang digerinda, jarak tersebut berkurang. Untuk menghindari tumbukan antara torak dan katup (atua kamar muka), maka jarak asli harus disesuaikan

disesuaikan denganJarak standar penggerindaan dudukan katup

disesuaikan dengan menambah ketebalan paking perapatJarak standar

Kepala silinder sendiri sendiri Gesekan pada paking kepala silinder, perbedaan pemuaian panas antara blok motor dan kepala silinder menjadi kecil Jika salah satu retak, penggantian mudah dan relatif murah Konstruksi lebih ringan dan murah

Blook motor & mekanisme engkol Batang torak dibagi miring Karena tekanan pembakaran pada motor diesel tinggi, diameter bantalan harus besar Supaya dapat dipasang / dibongkar melalui diameter sislinder, maka pangkal batang torak dibuat miring

Tabung silinder basah

Supaya pendinginan merata dan overhoul dapat dilaksanakan dengan mudah, pada motor diesel sering digunakan tabung silinder basah

Jarak A, B penting sebab supaya paking kepala silinder rapat Lubang pelepas yang menuju ke udara luar berfungsi untuk menghindari air pendingin masuk ke ruang engkol pada waktu cincin perapat / oring bocor Konstruksi torak (contoh: Injeksi langsung)

Fungsi cincin baja / keramik: a). Mengatasi pemuaian panas b). Mengatasi keausan alur cincin torak paling atas

Pendingin torak

Digunakan pada motor diesel yang memakai turbo (kadang juga dipakai pada motor diesel tanpa turbo) Pendinginan dengan semprotan oli menahan torak menjadi lunak, cincin atau pena torak macet KEGIATAN BELAJAR 2 SISTEM BAHAN BAKAR DIESEL 1. Tujuan Khusus Pembelajaran Peserta belajar dapat: - Menyebutkan nama dan kegunaan masing masing komponen sistem bahan bakar diesel - Mengerti sistem aliran solar - Mengerti elemen pompa dan pengatur volume - Menyebutkan fungsi dan nama bagian dari macam macam nosel dan katup penyalur - Mengerti fungsi dari pengatur putaran (Gavernor) - Mengerti fungsi, konstruksi dan cara kerja Gavernor Sentrifugal - Mengerti fungsi, konstruksi dan cara kerja Gavernor Pneumatik - Mengerti fungsi, konstruksi dan cara kerja sistem pemanas mula 2. Uraian Materi

Komponen komponen sistem bahan bakar diesel

Tangki bahan bakar Fungsi: sebagai tempat penampung bahan bakar

Pompa Pengalir Fungsi: mengalirkan solar dari tangki ke pompa injeksi

Advans saat penyemprotan Fungsi: Memajukan saat penyemprotan ketika putaran motor naik

Saringan Fungsi: Membersihkan solar dari kotoran Memisahkan air yang terbawa dalam aliran solar

Pompa Injeksi Fungsi: Memberikan tekanan pada solar yang akan diinjeksikan / disemprotkan oleh nozel

Jenis jenis: Pompa Inline / sebaris Keterangan: Setiap silinder motor dilayani oleh satu elemen pompa

Pompa Distributor / Rotary Keterangan: Satu elemen pompa melayani semua silinder motor

Pompa injeksi tanpa poros nok Keterangan: Gerakan pompa diperoleh langsung dari poros nok motor biasanya digunakan pada motor diesel tunggal (kecil) dan motor diesel besar (kapal laut, PLTD)

Governor Fungsi: Mengatur putaran motor dengan cara mengatur volume bahan bakar yang disemprotkan

Jenis jenis: Governor Sentrifugal / Mekanis Keterangan: Informasi putaran diperoleh secara langsung dari sentrifugal yang dipasang

Governor Pneumatis / vakum Keterangan: Informasi putaran diperoleh secara tidak langsung dari trotel dan vakum

Nozel Fungsi: Mengabutkan solar ke dalam ruang bakar Keterangan: Bentuk semprotan tergantung dari bentuk ruang bakar

Busi pijar Busi pijar Bentuk kawat bentuk batang Busi pemanas / Busi Pijar Fungsi: Memanaskan udara didalam ruang bakar waktu start dingin

Keterangan: Pada waktu start dingin temperatur akhir kompresi masih kurang untuk pembakaran sendiri

Pompa pengalir dan saringan solar

b. Pompa pengalir kerja tunggal a). Langkah antara Cara kerja: Penumbuk rol ditekan kebawah oleh eksentrik, volume dibawah torak menjadi kecil, katup tekan membuka Solar mengalir keruang diatas torak karena, volume diatas torak menjadi lebih besar Pada langkah ini tidak terjadi pengisapan dan penekanan solar

b). Langkah isap dan tekan Cara kerja: Eksentrik tidak menekan penumbuk rol, torak ditekan keatas oleh pegas, Volume dibawah torak menjadi besar katup hisap membuka Solar dihisap dari tangki lewat saringan kasa, volume diatas torak menjadi lebih kecil, katup tekan menutup, solar ditekan kesaringan halus

c. Pompa pengalir kerja ganda a). Langkah melawan pegas

KT = katup tekan KI = katup hisap

Cara kerja: Penumbuk rol ditekan oleh eksentrik volume dibawah orak menjadi lebih kecil, solar mengalir keluar melalui KT1 volume diatas torak menjadi lebih besar Solar mengalir melalui KI2 kedalam ruang atas torak

b). Langkah pengembali Cara kerja: Torak bergerak keatas karena tekanan pegas, volume diatas torak menjadi lebih kecil, solar mengalir keluar melalui KT2 volume dibawah torak menjadi lebih besar, solar mengalir dari tangki melalui KI1 keruang dibawah torak Pompa ini digunakan untuk motor diesel besar

d). Pompa pengalir sistem membran 1. Tuas 2. Pegas 3. Katup masuk / hisap 4. Katup buang / tekan 5. Membran

Langkah hisap Cara kerja: Tuas ditekan oleh eksentrik, membran turun ke bawah, volume diatas membran menjadi besar, katup hisap membuka, solar masuk keruang diatas membran

Langkah tekan Cara kerja: Membran bergerak keatas karena tekanan pegas, volume diatas membran menjadi kecil, katup tekan akan membuka, solar ditekan keluar melalui katup tekan

Saringan solar a). Saringan kasa dalam tangki

Saringan kasa langsung dipasang pada pipa isap Saringan ini perlu dibersihkan setiap tahun bersama-sama mengeluarkan kotoran dan air yang terdapat didalam tangki solar

b. Saringan kasa dalam pompa pengalir Saringan ini menyaring kotoran dan air yang mempengaruhi fungsi dari pompa injeksi dan pompa pengalir Saringan ini dibersihkan pada setiap servis mobil

c). Saringan halus Saringan ini adalah saringan yang dipasang antara pompa pengalir dan pompa injeksi, pada pompa injeksi model distributor digunakan saringan yang mempunyai pori pori sebesar 0,004 0,005 mm. Untuk pompa jenis lain sebesar 0,008 0.010 mm. Saringan halus ini harus diganti apabila kendaraan sudah berjalan 30.000 km, atau sekitar 300 00 jam kerja. Interval penggantian tergantung besar filter, kwalitas solar dan jumlah solar yang disaring.

1. Rumah saringan 2. Saringan halus 3. Tutup saringan 4. Katup pengalir 5. Nipel keluar 6. Nipel masuk 7. Sekrup pembuang udara

Macam macam saringan halus a). Saringan kertas model bintang Solar kotor masuk dari bagian luar, karena bentuk sudut saringan model V (model bintang) sehingga bagian luar lebih besar dan mampu menampung banyak kotoran. Untuk stabilitas diberi pembungkus berlubang-lubang yang ada diluar dan didalam yang terbuat dari besi plat.

b). Saringan kertas model gulung

Solar yang kotor masuk dari atas, kertas digulung dan dilem pada akhirnya

c. Saringan kain Saringan ini diisi dengan benang-benang yang dipres Kalau ada dua saringan halus, saringan kain berfungsi sebagai saringan kasar

Pemisah air

Air mempunyai berat jenis yang lebih besar dari solar Setelah solar disaring, solar bersih naik lagi. Air yang lebih berat turun ke lantai saringan. Bagian bawah dari rumah saringan terbuat dari bahan gelas Untuk membuang air, bagian bawah dilengkapi dengan sekrup pembuang air

Sistem dengan dua saringan a). Sistem seri Sistem ini digunakan pada motor diesel ukuran besar Bahan kedua saringan ini biasanya berbeda yang satu dari kain sebagai saringan pertama dan yang lain dari bahan kertas sebagai saringan kedua

b). Sistem paralel Pada sistem paralel kedua saringan terbuat dari bahan yang sama Keuntungan: Interval penggantian saringan lebih panjang karena menggunakan dua saringan

Sistem aliran solar

Keterangan gambar: 1. Tangki solar 3. Pompa tangan 5. Pompa injeksi 2. Saringan pada pompa 4. Saringan halus 6. Pipa tekanan tinggi pengalir 7. Nozel A. Sistem aliran tanpa pompa pengalir Keterangan: Tangki solar terletak diatas pompa injeksi. Solar masuk ke ruang pompa injeksi karena pengaruh gravitasi. Tekanan solar tergantung tinggi tangki dan besar saluran solar. Sistem ini digunakan pada motor diesel ukuran kecil dengan tangki diatas. Keuntungan: Konstruksi sederhana Biaya perawatan lebih murah

B. Sistem aliran solar dengan pompa pengalir Pompa injeksi dengan satu lubang saluran 1. Spuyer 2. Katup pengalir Keterangan: Kelebihan solar yang mengandung udara keluar melalui katup pengalir pada saringan menuju ke tangki Sistem ini pompa injeksi tidak didinginkan. Temperatur pompa injeksi tidak boleh lebih dari 80oC Karena dapat berakibat: Pembentukan gas Penyemprotan tidak teratur Pompa injeksi dengan sistem bilas Keterangan: Katup pengalir dipasang pada pompa injeksi dengan tujuan: Menghindari pembentukan gas atau gelembung udara Sebagai pendingin pompa injeksi Sirkulasi solar dapat lebih lancar Tekanan solar dapat stabil

Dengan spuyer pada saringan solar Keterangn: Pada tutup saringan dipasang sebuah spuyer dengan tujuan:

Menghindari tekanan uap yang ditimbulkan dari pompa pengalir Membuang udara secara otomatis Mengalirkan gas atau semprotan uap ke tangki Untuk menghindari adanya pembentukan gas yang terjadi di dalam pompa injeksi, maka dipasang katup pengalir. Pompa selalu mendapat pendinginan karena adanya sirkulasi solar

Sistem aliran dengan satu saringan Keterangan: Sistem ini digunakan pada motor diesel ukuran kecil dan sedang karena volume bahan bakar yang disalurkan tidak terlalu banyak. Saringan yang digunakan biasanya model filter box. Saringan terbuat dari kertas yang digulung atau dibentuk model bintang

Sistem aliran dengan dua saringan Keterangan: Sistem ini digunakan pada motor diesel ukuran besar. Saringan ini dipasang dengan hubungan seri atau paralel. Pada hubungan paralel, kedua saringan adalah jenis halus. Pada hubungan seri, satu saringan jenis kasar dan satu lagi saringan jenis halus.

Peredam getaran solar Keterangan: Peredam getaran solar dipasang pada pompa injeksi jenis P dan pada pompa distributor CAV. Alat ini berfungsi untuk: Menahan getaran solar yang terjadi didalam ruang pompa injeksi yang dapat menimbulkan gelembung udara. Menghindari terjadinya gelembung solar

Katup pengalir Keterangan gambar: 1. rumah 2. Katup 3. Pegas katup 4. Penahan pegas katup

Fungsi dari katup pengalir Membatasi tekanan pengisian solar ke dalam ruang pompa injeksi Mengatur pengeluaran udara pada sistem aliran solar katup pengalir bekerja atas dasar tekanan pegas yang melawan tekanan pengisian solar. 1 - 1,5 [Link] solar di dalam ruang pompa injeksi

Nozel untuk injeksi tidak langsung Pada motor injeksi tidak langsung digunakan 2 macam nozel. Nozel dan katup penyalur Nozel dan kelengkapannya Keterangan: 1. Mur pengunci 2. Saluran balik 3. Wasier 4. Rumah nozel 5. Plat penyetel 6. Pegas 7. Pasak penekan 8. Plat antar 9. Nozel 10. Rumah penahan nozel

Nozel untuk injeksi tidak langsung Pada motor injeksi tidak langsung digunakan 2 macam nozel a). Nozel jenis pintel 1. Batang penekan

2. Badan nozel 3. Jarum nozel 4. Lubang penyemprot 5. Pasak penyemprot 6. Saluran masuk 7. Konis penekan 8. Langkah pasak

Bentuk penyemprotan

Bentuk penyemprotan harus sesuai dengan bentuk kamar / ruang bakar. Tekanan pembukaan jarum nozel 100 150 bar.

Nozel jenis throttel Bentuk penyemprotan

Pada nozel jenis throttel, jarum nozel mempunyai bentuk khusus. Dengan bentuk itu terjadi penyemprotan awal (gambar b). Kalau jarum nozel membuka penuh, terjadi penyemprotan utama (gambar c). Dengan bentuk khusu ini kenaikan tekanan pembakaran dapat dibuat lebih halus dengan demikian mesin juga bersuara lebih halus. Nozel untuk injeksi langsung

Bentuk penyemprotan Ujung jarum nozel berbentuk kerucut sebagai perapat dudukan nozel, jenis ini mempunyai satu atau banyak lubang, pada umumnya banyak lubang / multiple hole. Besar dan panjang lubang mempengaruhi bentuk penyemprotan. Diameter lubang 0,2 mm. Taken pembukaan jarum nozel 150 250 bar.

Pelindung panas untuk nozel Pelindung panas untuk nozel jenis pintel dan throttel Untuk menghindari terjadinya temperatur yang tinggi pada dasar nozel dan supaya nozel bisa tahan lama, maka diantara kepala silinder dan mur penahan nozel dipasang pelindung panas. Fungsi: Dengan pelindung panas permukaan nozel yang menerima panas lebih kecil / sedikit

1. Nozel 2. Mur penahan 3. Plat pelindung panas 4. Kepala silinder

Pelindung panas ini digunakan pada nozel jenis lubang banyak dan langsung dipasang pada badan nozel. Dengan pemasangan pelindung panas ini, temperatur pada dasar nozel dapat berkurang sampai 40oC. Pelindung panas ini dbuat dari bahan baja bebas karat atau dari tembaga. 1. Nozel lubang banyak 2. Mur penahan nozel 3. Ring / perapat 4. Pelindung panas 5. Kepala silinder

Katup penyalur Bagian bagian: 1. Pemegang katup 2. Pegas katup 3. Konis katup 4. Torak pembebas 5. Celah ring 6. Batang pengantar 7. Celah panjang 8. Penyangga katup

Fungsi katup penyalur: Memisahkan hubungan solar antara pipa tekanan tinggi dengan ruang tekan pada pompa injeksi pada waktu alur pengontrol membuka lubang pemberi. Menurunkan tekanan solar setelah torak pembebas menutup saluran solar sehingga dapat mencegah tetesan solar pada nozel (pada akhir penyemprotan) Mempertahankan supaya di dalam pipa tekanan tinggi selalu terisi solar.

Spuyer pembalik aliran Bagian bagian 1. Pemegang katup 2. Pegas spuyer 3. Pelat katup / spuyer 4. Penyangga spuyer

Spuyer peredam aliran dipasang pada bagian atas kautp penyalur yang berfungsi: Menghindari terjadinya kelapukan / keausan pada sistem tekanan yang tinggi yang disebabkan oleh kecepatan aliran solar. Kelapukan / keausan dapat terjadi pada elemen pompa dan nozel pada saat langkah efektif berakhir yang disebabkan oleh getaran solar yang masih mempunyai tekanan tinggi. Tidak semua motor diesel mempunyai spuyer peredam aliran seperti ini (hanya dipakai pada motor diesel ukuran besar)

Anda mungkin juga menyukai