Lesson Study untuk Profesional Guru
Lesson Study untuk Profesional Guru
UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN PROFESIONAL GURU PADA PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SEKOLAH DASAR MELALUI KEGIATAN LESSON STUDY DI SEKOLAH DASAR NEGERI 1 PETAHUNAN PADA SEMESTER I TAHUN PELAJARAN 2010/2011
KATA PENGANTAR
yang
dilimpahkan sehingga laporan penelitian yang berjudul Upaya Meningkatkan Kemampuan Profesional Guru Pada Pembelajaran Bahasa Indonesia di Sekolah Dasar Melalui Kegiatan Lesson Study di Sekolah Dasar Negeri 1 Petahunan Pada Semester I Tahun Pelajaran 2010 /2011 dapat selesai tersusun. Laporan penelitian ini disusun berdasarkan pada kegaiatan penelitian yang dilaksanakan di sekolah Dasar yang merupakan sekolah binaan Peneliti sebagai pengawas . Kegiatan penelitian dimaksud dilaksanakan selama Bulan Juli sampai dengan bulan Oktober 2010. Dengan tersusunnya laporan penelitian ini peneliti mengucapkan terima kasih kepada : 1. Kepala Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Banyumas 2. Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Banyumas. 3. Kepala Unit Pendidikan Kecamatan Pekuncen. 4. Semua pihak yang membantu dalam kegiatan penelitian ini. Laporan penelitian ini masih jauh dari kesempurnaan , untuk itu kritik dan saran yang membangun sangat kami harapkan. Harapan Peneliti mudah-mudahan penelitian ini ada manfaatnya.
Peneliti
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Kemampuan professional Guru pada pembelajaran mata Pelajaran Bahasa Indonesia melalui kegiatan Lesson Study. Metode yang digunakan adalah deskriptif komparatif. Data diambil dengan menggunakan observasi, dan dokumentasi. Populasi sebanyak 6 orang guru kelas di Sekolah dasar Negeri 1 Petahunan UPKPekuncen Kabupaten Banyumas. Hasil Penelitian menunjukan bahwa kemampuan professional guru sebelum diadakan kegiatan Lesson Study masih tidak tampak maksimal dengan rata-rata 1,6 poin. Setelah melakukan kegiatan Lesson Study hasilnya meningkat menjadi rata-rata 2,7 point dan ketika pengawas bertindak sebagai nara sumber pada siklus II hasilnya meningkat menjadi rata-rata 2,81 poin. Dari hasil kegiatan penelitian ini disarankan agar kepala sekolah membuat kegiatan Lesson Study di sekolah bagi para guru untuk membentuk komunitas belajar. Guru hendaknya selalu berusaha memecahkan persoalan pembelajaran dengan diskusi pada teman sejawat. Pengawas sekolah hendaknya memotivasi sekolah-sekolah binaannya untuk terbentuknya komunitas belajar yang baik demi peningkatan profesionalitas secara berkelanjutan.
DAFTAR ISI
BAB JUDUL ................................................................................................ KATA PENGANTAR ABSTRAK ......................................................................................... DAFTAR ISI ....................................................................................... DAFTAR TABEL ............................................................................... DAFTAR LAMPIRAN ......................................................................
Hal i ii iii iv v vi
I.
PENDAHULUAN .............................................................................. A. Latar Belakang ............................................................................. B. Rumusan Masalah dan Rencana Pemecahannya .......................... C. Tujuan Penelitian .......................................................................... D. Manfaat Penelitian ........................................................................
1 1 3 3 4
II.
KAJIAN TEORI ........................................................................... A. Kajian Teori .................................................................................. B. Kerangka Pikir .............................................................................. C. Hipotesis Tindakan ........................................................................
5 5 8 9 13
III.
PROSEDUR PENELITIAN .............................................................. A. Setting Penelitian .......................................................................... B. Sumber Pengumpul Data ............................................... C. Alat Pengumpul Data .................................................................. D. Proses Triangulasi Data E. Validasi Data F. Prosedur Penelitian ........................................................................ Siklus I ......................................................................................... Siklus II ........................................................................................
10 10 12 13 15 15 15 16 17
IV.
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN .................................. A. Lokasi Penelitian B. Hasil Penelitian ............................................................................ B. Pembahasan ..................................................................................
19 19 19 28
V.
30 30 31
32 33
DAFTAR TABEL
Tabel 1 2 Daftar Kepala Sekolah dan Guru . Rekap TarafSerap Kurikulum Semester II Th 2009/2010 SDN 1 Petahunan 3 4 5 6 7 8 Instrumen Supervisi Guru Daftar Hasil Kinerja guru sebelum kegiatan Lesson Study Daftar Hasil Kinerja Guru Siklus I Perbandingan data awal dan siklus I Data hasil kinerja guru siklus II Perbandingan Data Awal, Siklus I dan Siklus II
Hal 10 11
14 20 20 24 24 27
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Mendidik dan mengajar adalah suatu proses yang berkelanjutan. Keberhasilan seorang guru dalam mengajar dan mendidik siswa-siswanya tergantung pada banyak factor baik dari dalam diri siswa maupun kemampuan dan kesiapan guru bertatap muka dalam kegiatan belajar mengajar di hadapan siswa. Kemampuan guru berinteraksi dengan siswa dalam proses belajar mengajar sangat dipengaruhi oleh kemampuan kepala sekolah dan pengawas sekolah dalam melakukan pembinaan terhadap guru-guru yang ada di lingkungan kerjanya. Kepala sekolah yang selalu melaksanakan supervise terhadap guru dalam kegiatan belajar mengajar akan menemukan permasalahan yang dihadapi oleh guru dan akhirnya guru akan mengetahui apa yang menjadi kekurangan guru tersebut dalam proses pelaksanakaan pembelajaran di hadapan para siswanya. Sulit kiranya guru mengetahui akar permasalahan yang dihadapi oleh diri para guru dalam mengetahui kelemahan-kelemahan yang ada dalam diri sendiri. Dari hasil supervise pengawas sekolah ketika melaksanakan kunjungan ke sekolah sekolah sering memperoleh keluhan dari para guru sulitnya mengajar Bahasa Indonesia karena materi pembelajarannya yang ada di buku sangat sedikit. Guru sering mengalami kesulitan mengajar dan kehabisan bahan ajar pada kompetensi yang diajarkan kepada siswanya. Siswapun sering merasa jenuh ketika diajar oleh guru yang selalu memberikan tugas-tugas . Banyak keluhan siswa yang sering didengar oleh guru dari siswa LKS lagi, LKS lagi! itu kata sebagian siswa yang memang mau mengungkapkannya. Gurupun sering terjebak pada pembelajaran bahasa Indonesia yang mengarah pada teori-teori bahasa dan bukan pada pengembangan kemampuan penguasaan berbahasa Indonesia yang lancar.
Guru jarang di supervise dan diberi pembinaan kemampuan mengajar dan mengembangkan pembelajaran yang baik dan berkualitas. Pihak atasan seperti Kepala sekolah dan pengawas jarang melakukan diskusi pembinaan professional terhadap para guru sebagai wilayah kerjanya. Hal ini juga diiyakan oleh pengawas sebagai peneliti. Pengawas sekolah mensupervisi guru ketika ada peristiwa penting seperti kegiatan
kenaikan angka kredit bagi guru yang mengajukan. Kegiatan penilaian oleh pengawas dalam pengajuan angka kredit ini dilaksanakan atas dasar pengusulan pada PNS yang bersangkutan dalam kenaikan tingkat atau pangkat. Kegiatan ini otomatis tidak terjadi proses pembinaan guru karena pada kegiatan ini hanya berlaku penilaian pada guru yang akan memperoleh rekomendasi lolos atau tidak. Penilaian professional guru pada kegiatan belajar-mengajar banyak disimpulkan
bahwa kategori kemampuan guru dalam mengajar masih dalam kategori cukup. Penilaian ini akan berakibat pada kebijakan pengawas yang tidak meloloskan guru dalam pengajuan angka kreditnya dan ditunda pada semester berikutnya. Keadaan yang demikian ini akhirnya mendorong peneliti untuk melakukan kajian awal melelui kegiatan supervise penilaian kemampuan professional guru dalam mengajar. Pada penilaian ini peneliti memfokuskan pada penilaian pembelajaran Bahasa Indonesia yang ada di salah satu sekolah Dasar yaitu Sekolah Dasar Negeri 1 Petahunan Unit Pendidikan Kecamatan Banyumas. Pekuncen Kabupaten
B. Rumusan Masalah Dari latar belakang permasalahan di atas dapat di kelompokan latar belakang sebagai berikut : 1. Rendahnya kemampuan guru dalam mengembangakan
kemampuan professional pada proses Belajar Mengajar mata pelajaran Bahasa Indonesia. 2. Kurangnya kegiatan diskusi antar guru dalam mengembangkan profesionalitas dalam pembelajaran. 3. Kurangnya pembinaan professional terhadap para guru di sekolah menyangkut pengembangan potensi guru. 4. Nilai kemampuan guru dalam mengajar bahasa Indonesia masih dalam kategori rendah. Karena keterbatasan peneliti maka membatasi masalah sebagai berikut: Apakah melalui kegiatan Lesson Study dapat meningkatakan kemampuan professional guru dalam pembelajaran mata pelajaran Bahasa Indonesia pada Kegaiatan Belajar Mengajar Bahasa Indonesia di Sekolah Dasar Negeri 1 Petahunan Kecamatan Pekuncen ?
C. Tujuan Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan kegaiatan pengembangan profesiaonal guru dalam belajar dengan teman sejawat di lingkungan kerjanya.
D. Manfaat Manfaat dari penelitian ini bagi peneliti adalah peneliti menjadi tahu apakah kegiatan lesson study dapat meningkatkan kemampuan guru dalam meningkatkan professional pembelajaran Mata Pelajaran Bahasa Indonesia pada proses belajar mengajar. Apabila hasil penelitian ini positif maka peneliti akan mengembangkan di sekolah lain yang menjadi derah binaanya. Manfaat tindakan ini bagi guru, dapat meningkatkan kemampuan dalam mengembangkan bahan ajar mata pelajaran bahasa Indonesia dalam kegiatan Belajar Mengajar , sehingga akan berdampak bagi siswa yaitu tercipta pembelajaran yang berkualitas dengan mengedepankan pada kegiatan belajar yang menyenagkan bagi siswa dan meningkatkan prestasi belajar siswa-siswanya.
guru akan berpengaruh pada prestasi kerjanya yaitu melaksanakan tugas mengajar dihadapan para siswanya sesuaidengan potensi yang dimilikinya. Dikatakan Hoppeci, bahawa kepuasan kerja merupakan penilaian dari pekerja yaitu seberapa jauh pekerjaannya secara keseluruhan memuaskan kebutuhannya( Anoraga, 2001:81) Potensi guru yang diharapkan muncul adalah kemampuan-kemampuan yang dibutuhnan sebagai [Link] Arikunto ( 1993: 293-295 ) guru membutuhkan
kemampuan : ( 1 ) memahami perkembangan dan cara berpikir siswa, ( 2 ) Memahami perbedaan siswa, (3) berkomunikasi dan mengkomunikasikan hasil didikan siswa kepada guru lain, ( 4 ) melakukan eksperimen, (5 ) melakukan demonstrasi dalam mengajar, ( 6 ) membimbing siswa dalam menggunakan alat secara individual ( 7 ) memilih atan atau membuat alat-alat pelajaran, ( 8 ) melakukan metode proyek, dan ( 9 ) melaksanakan program remedial. Jika guru dimotivasi dan memiliki motivasi intrinsic yang kuat maka diharapkan guru dapat memenuhi kebutuhannya dalam pelaksanaan tugasnya di hadapan para siswa yaitu ketika melakukan pembelajaran. Orang yang memiliki kewajiban untuk mendorong motivasi guru adalah pembina guru yang salah satunya adalah pengawas sekolah. Salah satu kegiatan atau tugas dalam unsure kepengawasan bagi pengawas sekolah atara lain memberikan contoh pelaksanaan tugas guru dalam meleksanakan proses pmbelajaran / bimbingan ( : (1) Observasi dan analisa kinerja, (2 ) menyarankan wilayah perkembangan, ( 3 ) menunjukan metode yang menarik, ( 4 ) menyuruh bawahan mencoba metode yang menarik, ( 5 ) melanjutkan bimbingan atau terus melakukan bimbingan ( Cullen, 2004 : 120-140 ). Langkah langkah yang baik tersebut untuk dicobakan kepada para guru untuk terus belajar dan diharapkan dapat membentuk komunitas belajar secara kolaboratif. Slamet Mulyana ( 2007 ) memberikan rumusan tentang lesson Study sebagai salah satu model pembinaan professional pendidik melalui pengkajian pembelajaran secara kolaboratif
dan berkelanjutan berlandaskan pada prinsip-prinsip kolegalitas dan mutual learning untuk membangun komunitas belajar. Bill Cerbin & Bryan Kopp (Goglle :2010) mengemukakan bawa lesson Study memiliki empat tujuan utama, yaitu untuk : (1) memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana siswa belajar dan guru mengajar; ( 2 ) Memperoleh hasil-hasil tertentu yang dapat dimanfaatkan oleh para guru lainnya, diluar peserta lesson Study; ( 3 ) meningkatkan pembelajaran secara sistematis melalui inkuari kolaboratif ( membangun sebuah pengetahuan pedagogis, dimana seseorang guru dapat menimba pengetahuan dari guru lainnya. Jika kesulitan para guru dalam melakukan pembelajaran didiskusikan dan dicari alternative pemecahan di sekolah antar para guru maka proses Belajar Mengajar di suatu sekolah akan terpecahkan. Guru akan melakukan yang terbaik untuk para siswanya demi suksesnya pembelajaran.
B. Kerang Kerangka Berfikir Dalam penelitian ini peneliti mengambil langkah langkah kerja berdasarkan teori yang tertera diatas adalah sebagai berikut :
Kondisi awal
Siklus I Action Pengawas melaksanakan tindakan Menerapkan kegiatan leasson Study tanpa nara sumber
Siklus II Menerapkan kegiatan leasson Study dengan pembimbingan pengawas sebagai nara sumber
Kondisi Akhir
Diduga melalui kegiatan leasson study dapat meningkatkan hasil kinerja Guru dalam Kegiatan Pengembangan bahan ajar pada KBM
Keterangan : 1. Kondisi awal pengawas dan guru belum melaksanakan tindakan leasson study sehingga hasil kinerja sekolah rendah. 2. Kepala Sekolah dan guru melaksanakan kegiatan Lesson Study pada siklus I 3. Hasil dari perbaikan siklus I belum mencapai hasil yang diharapkan maka pengawas merevisi kembali rencana tindakan untuk perbaikan siklus II. 4. Pada siklus II pengawas melaksanakan langkah dan strategi perbaikan dari siklus sebelumnya yaitu siklus I dan pengawas bertindak sebagai nara sumber .Instrumen yang digunakan adalah instrument penilaian yang sama dengan siklus sebelumnya.
C. Hipotesis Tindakan Berasumsi pada kerangka berfikir yang didasari dari kajian teori yang tertulis di atas , maka peneliti mengajukan hipotesis : Melalui kegiatan leasson study secara efektif dapat meningkatkan kinerja guru dalam meningkatkan profesionalitas pembelajaran pada mata pelajaran Bahasa Indonesia dalam kegaitan belajar mengajar di kelasnya.
Tabel 1 : Data Kepala Sekolah Dan Guru SDN 1 Petahunan No Nama Guru / NIP Jenis guru Pen didi kan Tgl Lahir Gol./ Ruan g Tuga s Men gaja r Map el PKn Ket
Gr. Kls
D.2
5/5/19 62
IV.a
KS
D.2
II.b
Supriyono,[Link] 198107232006041010
D.2
II.b
IV
D.2
II.a
VI
D.2
I G WB
D.2
II
G WB G WB
D.2
III
Keterangan : 1. Gr. Kls 2. KS 3. GWB = Guru Kelas = Kepala Sekolah = Guru Wiyata Bhakti
Data siswa dan rata-rata taraf serap Kurikulum Tahun 2009/2010 Sekolah Dasar Negeri 1 Petahunan adalah sebagai berikut : Tabel 2 : Nilai Rata-rata Taraf Serap Kurikulum Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Semester II Tahun Pelajaran 2009 / 2010 SDN 1 Petahunan No Kelas Jumlah Siswa Rata-rata Taraf Serap Ket Kurikulum Semester II Mata Pelajaran Bhs. Indonesia 58.8 66,2 62,9 57,1 61,0 67,5 373,5 62,3
1 2 3 4 5 6
33 28 31 32 25 29 178
Sedangkan subyek yang akan diberi tindakan adalah guru kelas I s.d Kelas VI Sekolah Dasar Negeri 1 Petahunan khususnya pada proses Pembelajaran Bahasa Indonesia di masing-masing kelas. Sebagai pelaku yang memberikan tindakan pemberian pembinaan adalah peneliti yaitu pengawas sekolah. Sedangkan sebagai kolaborator dan yang membantu observasi adalah kepala sekolah dan pengawas sejawat. Waktu penelitian sesudah proposal disetujui yaitu pada akhir Januari 2010 dan diharaapkan selesai awal bulan April 2010.
Jadwal penelitian adalah sebagai berikut : No Uraian Kegiatan Waktu pelaksanaan Semester I Th 2010/2011 7 01 02 03 Menyusun Proposal PTS Menyusun Instrumen Penelitian Pengumpulan Data dengan melakukan tindakan: a. Siklus 1 b. Siklus 2 Analisis Data Pembahasan/Diskusi Meyusun laporan Hasil Penelitian X X X X 7 8 9 10 10
04 05 06
X X X
B. Sumber Pengumpul Data Data diambil dari rata-rata skor lembar pengamatan yang diisi oleh kepala sekolah (selaku kolaborator) tentang tindakan pembinaan dengan partisipasi aktif yang dilakukan peneliti untuk guru kelas 1 SDN 1 Petahunan, setiap siklus, berarti ada 12 data pembinaan. Selain itu, peneliti juga mengambil data hasil pembinaan dari rata-rata skor hasil angket yang diisi oleh guru (subyek penelitian) sebagai validasi data. Jumlah data hasil pembinaan ini ada 2 siklus x 6 data = 12 data. Skor setiap komponen yang diamati pada masing-masing data tersebut terdiri dari 3 option yaitu skor 3 jika nampak maksimal, skor 2 jika nampak kurang maksimal, dan skor 1 jika tidak nampak/nampak tidak maksimal. Rata-rata skor diperoleh dari menghitung jumlah skor setiap lembar pengamatan, dibagi jumlah butir indikator pengamatan. Sehingga data tiap-tiap lembar pengamatan bergerak antara 1 sampai 3.
C. Alat Pengumpul Data Alat Pengumpul data adalah bentuk instrumen supervisi dan yang dilaksanakan melalui studi dokumen dan juga hasil wawancara pada subyek penelitian. Teknik pengumpulan data kedua variabel menggunakan teknik non tes yaitu dengan pengamatan atau observasi. Data mutu pembelajaran dan tindakan pembimbingan dengan partisipasi aktif oleh pengawas dikumpulkan dengan alat yaitu lembar pengamatan. Kisi-kisi instrumen lembar pengamatan mutu pembelajaran didasarkan pada standar isi , meliputi 15 butir indikator yang diamati, setiap butir memiliki 3 option, yaitu nampak baik skor 3, nampak sedang skor 2, dan tidak nampak/nampak tidak baik skor 1, sehingga skor maksimal 15 x 3 = 45 Kisi-kisi instrumen untuk mengamati tindakan pembinaan dengan partisipasi aktif didasarkan pada teori yang telah dikemukakan pada Bab II dan indikator keberhasilan (lihat tabel 1.1). Terdiri dari 15 butir indikator yang diamati. Masingmasing butir terdiri dari 3 option yaitu nampak maksimal skor 3 nampak kurang maksimal skor 2, dan tidak nampak/nampak tidak maksimal skor 1, sehingga skor maksimal 15 x 3 = 45. Instrumen yang digunakan adalah :
INSTUMEN SUPERVISI KINERJA GURU A. Instrumen Perencanaan KBM : No 1. 2. 3. 4. Kegiatan Penyusunan Silabus Penyusunan RPP Penyusunan Rangkuman Materi Penyusunan Soal
Lampiran 1
Kategori 1 2 3
Ket
B. Instrumen Pelaksanaan KBM No Kegiatan 1 1 2. Apersepsi Kegiatan Inti a. Penguasaan Materi b. Penggunaan Metode c. Media / Sumber d. Penggunaan Alat Peraga e. Interaksi Belajar Mengajar f. Penguatan / Motivasi 3. EVALUASI a. Prosedur b. Alat Tes c. Hasil Akhir 4 KEGIATAN AKHIR a. Kongklusi / Kesimpulan Kategori 2 3
b. Tindak lanjut 5 PENDUKUNG KBM A. Penampilan Guru b. Penggunaan Bahasa c. Bimbingan d. Ketertiban Siswa JUMLAH RATA-RATA C. Instrumen Kegiatan Evaluasi No Kegiatan 1 1. Menentukan bentuk-bentuk prosedur dan teknik Menyusun Alat penilaian Hasil Evaluasi Jumlah Rata-rata Kategori 2 3
2. 3.
D. Proses Triangulasi Data Untuk keabsahan data pealaksanaan penelitian, maka proses triangulasi atau validasi data dilakukan dengan mencocokkan data lebih dari satu sumber. Data mutu pembelajaran yang diperoleh melalui pengamatan oleh peneliti terhadap guru, divalidasi dengan data yang diperoleh dari pengamatan oleh kepala sekolah. Data hasil pembimbingan dengan partisipasi aktif yang diperoleh dari pengamatan kolaborator yaitu kepala sekolah terhadap peneliti, divalidasi melalui hasil pengamatan yang dilakukan oleh guru yang diteliti. Data tersebut kemudian dirata-rata.
E. Validasi Data Analisis data menggunakan cara dengan membandingkan antara skor data awal, data akhir siklus 1 dan data akhir siklus 2. Jika besar data mutu pembelajaran meningkat, berarti tindakan lesson study berperan dalam meningkatkan mutu pembelajaran. Keberhasilan dapat diketahui dengan meningkatnya skor data pengamatan proses kegiatan lesson study pada akhir siklus 2 dibanding siklus 1.
F. Prosedur Penelitian Prosedur penelitian tindakan sekolah ini akan dilakukan dalam dua siklus, lama setiap siklus kurang lebih satu bulan. Sebelumnya peneliti menyusun proposal dan instrmen penelitian. Prosedur secara lengkap per siklus sebagai berikut: Siklus I 1. a. Perencanaan tindakan Mengadakan pertemuan dengan kepala sekolah dan guru untuk membuat jadwal pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi b. c. d. Peneliti mempersiapkan materi standar proses , Contoh silabus dan, contoh RPP. Membuat dan memperbanyak instrumen baik angket maupun lembar observasi. Peneliti mencari dokumen data awal penilaian proses pembelajaran yang lalu bagi guru yang akan diberi tindakan khususnya pada pembelajaran mata pelajaran Bahasa Indonesia..
2. Pelaksanaan tindakan a. Peneliti melakukan tindakan supervise Kegiatan Belajar Mengajar secara individu terhadap guru kelas 1 s.d 6 SDN 1 Petahunan diamati kepala sekolah. b. Guru melakukan pembelajaran sesuai dengan yang direncanakan diamati oleh peneliti dan kepala sekolah. c. Guru melakukan kegiatan lesson Study bersama-sama guru yang lain dengan diamati oleh peneliti dan Kepala Sekolah. 3. Observasi dan evaluasi a. Peneliti bersama Kepala sekolah mengobservasi guru ketika melakukan tindakan Lesson Study dengan partisipasi aktif menggunakan lembar observasi (lampiran I). b. Peneliti dan kepala sekolah melakukan observasi pada kegiatan pembelajaran guru yang telah melakukan lesson Study dengan menggunakan lembar observasi (lampiran III). c. Peneliti memberikan angket kepada guru (subjek penelitian) sesuai (lampiran II) d. Dari hasil lembar observasi dan angket tersebut kemudian dianalisis dan dievaluasi. 4. Refleksi Mengadakan pertemuan antara peneliti, kepala sekolah, dan guru melakukan diskusi tentang keberhasilan dan kelemahan hasil tindakan yang telah dilakukan. Hal ini untuk menentukan langkah selanjutnya pada siklus ke 2.
Siklus II 1. a. Perencanaan Tindakan Merencanakan tindakan kegiatan lesson Study dengan Keikut sertaan Pengawas ( Peneliti sebagai nara sumber / pembimbingan) berdasarkan hasil evaluasi pada siklus I. b. c. 2. a. Mempersiapkan instrumen pengamatan dan angket. Membuat jadwal pertemuan untuk memberikan tindakan, observasi dan refleksi. Pelaksanaan Tindakan Peneliti melakukankegiatan leasson Study bersama guru dan pengawas bertindak sebagai nara sumber terhadap guru kelas 1, 2,3,4,5,dan 6 SDN 1 Petahunan diamati oleh kepala sekolah sebagai kolaborator. b. Guru menerapkan hasil kegiatan lesson Study pada kegiatan Proses Belajar Mengajar dan diamati oleh peneliti dan kepala sekolah. 3. a. Observasi dan Evaluasi Kepala sekolah melakukan pengamatan terhadap peneliti ketika berperan sebagai nara sumber pada kegiatan Lesson Study.. b. Peneliti dan kepala sekolah melakukan pengamatan kemudian memberikan angket kepada guru. c. Hasil pengamatan dari kepala sekolah dan peneliti serta hasil angket yang diisi guru dianalisis dan dievaluasi. Proses Belajar Mengajar
4.
Refleksi Pada tahap ini dapat disimpulkan bersama antara peneliti, kepala sekolah, dan guru tentang hasil kegiatan Lesson Study pada kegiatan pengembangan bahan Ajar mata pelajaran Bahasa Indonesia di kelas masing-masing.
B. Hasil Penelitian a. Kondisi Awal Data di bawah ini adalah data yang diperoleh dari hasil kolaborasi dengan Kepala Sekolah . Adapun data hasil supervise kinerja guru sebelum dilakukan penelitian adalah :
Tabel 4 :. Data sebelum diadakan kegiatan Lesson Study No Kode Guru Kelas Aspek Yang dinilai A 1 2 3 4 5 6 Guru I Guru II Guru III Guru IV Guru V Guru VI Jumlah Rata-rata 1 2 3 4 5 6 1 1 2 1 1 1 7 1,1 2 2 2 1 2 2 11 1,8 B 1 1 1 1 2 2 8 1,3 C 4 4 5 3 5 5 26 2 Jumlah Ratarata Ket
Keterangan : 1. Aspek yang dinilai : A. Menyusun Perencanaan Pembelajaran B. Melaksanakan Pembelajaran C. Menilai Hasil Pembelajaran
2. Skor Yang diperoleh 1. Tidak Tampak Maksimal 2. Tampak Cukup Maksimal 3. Tampak Maksimal
Data tersebut adalah data yang diperoleh sebelum diadakan kegiatan Lesson Study dari hasil supervise kepala sekolah dan pengawas yang dilaksanakan dimasing-masing kelas pada kegiatan pembelajaran mata pelajaran Bahasa Indonesia. Dari data tersebut diatas dileroleh gambaran bahwa kinerja guru dalam proses Belajar Mengajar Bahasa Indonesia masih tergolong rendah.
b. Deskripsi Hasil Siklus I 1. Perencanaan Berdasarkan rumusan hipotesis yang telah dibuat dan melihat hasil data yang ada maka peneliti menyiapkan rencana tinda sebagai daerah pembinaan kan untuk memperbaiki kinerja gur dalam proses Pembelajaran melalui kegiatan Lesson Study. Skenario dilakukan secara kolaboratif antara Peneliti dan Kepala Sekolah agar data yang diperoleh lebih akurat dan obyektif. Perencanaan yang lebih konkret adalah dengan cara peneliti melakukan wawancara dan diskusi dengan Kepala Sekolah SD Negeri 1 Petahunan untuk melaksanakan penyusunan rencana kerja kegiatan lesson study dalam upaya peningkatan mutu pembelajaran bagi para gurunya. Langkah-langkah yang dibuat adalah : Membuat Jadwal Pelaksanaan kegiatan Lesson Study dan kegiatan supervise pelaksanaan pembelajaran. Peneliti dan Kepala Sekolah menelaah instrument yang diperlukan dalam mengelola Kegiatan Belajar Mengajar. Terkait dengan rencana perbaikan kinerja guru dalam pelaksanaan pembelajaran peneliti perlu menyiapkan bahan-bahan yang diperlukan sesuai hipotesis yang telah dipilih seperti pada bentuk instrument supervise.
2. Pelaksanaan Kepala Sekolah menyelenggarakan rapat dewan guru untuk menjelaskan langkahlangkah program yang sudah disusun dengan peneliti. Kegiatan itu antara lain pada proses pengumpulan data dan juga bahan-bahan kegiatan lesson study. Kegiatan ini dilakukan tanpa peran pengawas sebagai nara sumber dengan tujuan guru dan kepala sekolah ada kolaborasi untuk membentuk budaya membangun komunitas belajar yang baik.
3. Observasi Observasi dilakukan peneliti pada saat proses pelaksanaan kegiatan lesson study antara guru dan kepala sekolah. Setelah melalui tahapan kegiatan sesuai perencanaan kegiatan lesson study dan kegiatan pembelajaran dengan hasil observasi Kegiatan Belajar Mengajar sebagai tertera dalam tabel 5. Tabel 5 : Data sesudah dilaksanakankegiatan Lesson Study ( siklus I ) No Kode Guru Kelas Aspek Yang dinilai A 1 2 3 4 5 6 Guru I Guru II Guru III Guru IV Guru V Guru VI Jumlah Rata-rata 1 2 3 4 5 6 2 2 3 2 2 2 13 2,2 2 2 2 2 3 3 14 2,3 B 1 2 2 2 2 3 12 2 C 5 6 7 6 7 8 39 6,5 Jumlah Ratarata 1,6 2 2,2 2 2,2 2,6 12,3 2,7 Ket
Keterangan : 1. Aspek yang dinilai : A. Menyusun Perencanaan Pembelajaran B. Melaksanakan Pembelajaran C. Menilai Hasil Pembelajaran 2. Skor Yang diperoleh 1. Tidak Tampak Maksimal 2. Tampak Cukup Maksimal 3. Tampak Maksimal Jika dilihat dari data yang telah diperoleh maka terlihat adanya perbaikan nilai pada masing-masing aspek penilaian Kegiatan Belajar Mengajar. Hasil kinerja guru dalam kegiatan Belajar Mengajar terlihat ada peningkatan dari 1,6 pada data awal menjadi 2,7 pada siklus I. Kategori yang diperoleh pada kinerja guru tampak cukup maksimal. Peningkatan ini juga tampak pada semua aspek yaitu dari penyusunan perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran dan juga pada kegiatan penilaian. Berdasarkan perubahan peningkatan yang dilaksanakan ini maka perlu diadakan tindakan lebih lanjut agar terjadi peningkatan yang lebih baik lagi.
4. Refleksi Hasil kinerja guru pada saat kondisi awal terlihat tidak maksimal oleh karena itu dilakukan siklus I yang diharapkan mampu memperbaiki kinerja guru pada proses Pembelajaran. Setelah dilakukan analisis ternyata peningkatan yang terjadi terlalu signifikan.
Tabel dan gambar perbandingan antara sebelum kegiatan Lesson Study dengan setelah kegiatan Lesson Study ( siklus I ) Data yang dimaksud adalah : Tabel 6 : Perbandingan data awal dengan rata-rata Siklus I No 1 2 3 4 5 6 Jumlah Rata-rata Nama Guru Guru I Guru II Guru III Guru IV Guru V Guru VI Data Awal 1,3 1,3 1,6 1 1,6 1,6 8,4 1,6 Rata-rata Siklus I 1,6 2 2,2 2 2,2 2,6 12,3 2,7
Peneliti perlu melakukan tindakan lanjutan yang dilakukan dengan disertai keterlibatan pengawas sebagai nara sumber pada kegiatan lesson Study.
c. Deskripsi Siklus II Pada siklus II peneliti melakukan langkah-langkah yang sama sesperti pada kegiatan siklus I. Kegiatan-kegiatan yang dimaksud yaitu : 1. Perencanaan / Planning Berdasarkan hasil refleksi siklus pertama dan rencana tindak lanjut untuk perbaikan kinerja Guru pada proses Pembelajaran melalui kegiatan Lesson Study diadakan revisi kembali. Hasil observasi tercatat perlu adanya keterlibatan pengawas dalam kegiatan lesson Study demi peningkatan hasil kinerja guru. Dalam kegiatan siklus II ini pengawas akan bertindak sebagai nara sumber pada kegiatan Lesson Study antara guru dan Kepala Sekolah. Adanya kesempatan yang diberikan oleh pengawas untuk berkreasi bagi para guru beserta Kepala Sekolah kurang dimanfaatkan dengan sebaik-baiknyA. Karena itu pengawas terlibat langsung dalamkegaiatan Lesson Study antara para guru dan Kepala Sekolah.
2. Tindakan / Acting Pelaksanaan Lesson Stady pada siklus yang kedua pengawas terlibat secara langsung dan bertindak sebagai nara sumber. Pengawas menyediakan bahan-bahan diskusi dan juga menanggapi persoalan-persoalan yang muncul selama pelaksanaan Lesson Study. Kegiatan ini dilakukan dengan maksud akan memperjelas dan memecahkan persoalan-persoalan yang dihadapi para guru dan kepala sekolah agar mampu melaksanakan kegiatan pembelajaran secara maksimal dan juga guru termotivasi untuk melaksanakan langkah-langkah pembelajaran yang sudah direncanakan secara tepat dan benar tanpa ada keragu-raguan..
3. Pengamatan / Observasi Setelah melalui dua tahap perencanaan dan pelaksanaan, serta pengamatan langsung peneliti memperoleh data atau hasil dari pelaksanaan pembelajaran siklus II sebagai berikut :
Tabel 7 : Data hasil supervise Kegiatan Belajar Mengajar disertai pembimbingan ( siklus II )
No
Kode Guru
Kelas
Jumlah
Ket
1 2 3 4 5 6
1 2 3 4 5 6
3 3 3 3 3 3 18 3
7 9 9 8 9 9 51 8,5
Keterangan : 1. Aspek yang dinilai : A. Menyusun Perencanaan Pembelajaran B. Melaksanakan Pembelajaran C. Menilai Hasil Pembelajaran
2. Skor Yang diperoleh 1. Tidak Tampak Maksimal 2. Tampak Cukup Maksimal 3. Tampak Maksimal
4. Refleksi. Dari hasil supervise yang dilakukan pada siklus II dengan menggunakan instrument yang sama seperti pada siklus I peningkatan yang dihasilkan sangat sedikit. Ini terlihat pada data table di atas. Hal ini dimungkinkan karena para guru tidak mengalami kesulitan yang berarti pada kegiatan siklus [Link] yang dimaksud dapat terlihat secara eksplisit dalam penelitian di atas. Berikut adalah perbandingan rata-rata hasil kenerja guru pada proses Pembelajaran mata pelajaran Bahasa Indonesia secara keseluruhan ( Data Awal, Siklus I dan Siklus II ) yang terangkum dalam table di bawah ini. Tabel 8: Perbandingan Data Awal Supervisi, Siklus I dan Siklus II. No 1 2 3 4 5 6 Kode Guru Guru I Guru II Guru III Guru IV Guru V Guru VI Data Awal 1,3 1,3 1,6 1 1,6 1,6 8,4 1,6 Rata-rata Siklus I 1,6 2 2,2 2 2,2 2,6 12,3 2,7 Rata-rata siklus II 2,3 3 3 2,6 3 3 16,9 2,81
Jumlah Rata-rata
Keterangan : 1. Data Awal : 1,6 kategori Tampak Kurang maksimal 2. Data siklus I: 2,7 kategori Tampak Cukup Maksimal 3. Data Siklus II: 2,81 kategori Tampak Cukup Maksimal
B. Pembahasan Setiap Siklus 1. Kondisi Awal Kondisi awal yaitu kondisi kegiatan pembelajaran mata pelajaran Bahasa Indonesia sebelum dilaksanakannnya kegiatan Lesson Study oleh para guru dan Kepala Sekolah. Kondisi ini bias jadi berbeda antara guru kelas yang satu dengan kelas yang lain dan juga pada sekolah yang berbeda. Peneliti mengumpulkan terlebih dahulu data-data yang mencerminkan kinerja pembelajaran yang dilakukan oleh para guru di Sekolah dasar Negeri 1 Petahunan. Hal ini diperoleh dari hasil supervise yang dilakukan oleh Kepala Sekolah dan juga hasil supervise yang dilakukan oleh Pengawas Sekolah sebagai [Link] awal ini sangat penting untuk menentukan tindakan-tindakan yang akan dilakukan pada tahaptahap selanjutnya. Dari data awal yang ada terlihat kinerja guru dalam proses Belajar Mengajar pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia tidak tampak maksimal. Pengawas sbagai peneliti perlu mengadakan tindakan agar kinerja pembelajaran pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia menjadi lebih baik. Kegiatan Lesson Study menjadi alternative yang baik dan tepat dalam meningkatkan kinerja guru dan Kepala Sekolah dalam upaya meningkatkan profesionalitas guru dalam meningkatkan kegiatan Proses Belajar Mengajar.
2. Siklus I Siklus I merupakan tindakan kegiatan Lesson Study yang dilakukan oleh para guru dan Kepala sekolah untuk meningkatkan kemampuan Guru dalam mengajar mata pelajaran Bahasa Indonesia dihadapan Para siswa di kelas. Dalam siklus I Pengawas hanya bertindak sebagai obsever dan tidak terlibat dalam kegiatan Lesson Study. Hal ini dalam rangka memupuk kreatifitas para guru dan Kepala Sekolah untuk mengapresiasikan kreativitasnya sesuai potensi masing-masing guru dan Kepala Sekolah. Kegiatan ini terbukti meningkatkan kinerja guru dalam Proses Belajar Mengajar mata pelajaran Bahasa Indonesia walaupun belum mencapai titik maksimal.
3. Siklus II Siklus II merupakan perbaikan dari siklus [Link] yang belum maksimal dalam
kegiatan siklus I diperbaiki dengan cara meningkatkan efektivitas kegiatan Lesson Study bagi para guru dan Kepala Sekolah. Pengawas Sekolah sebagai peneliti ikut terlibat dalam kegaiatan Lesson Study dan bertindak sebagai nara sumber. Adanya kerterlibatan Pengawas Sekolah dalam kegaiatan Lesson Study pada siklus II terbukti dapat meningkatkan kinerja guru dalam Kegiatan Proses Belajar Mengajar di kelas masing-masing. Hal ini terlihat perubahan skor meningkat walaupun belum sampai pada kategori Tampak [Link] kinerja guru dalam Kegiatan Pembelajaran Bahasa Indonesia mencapai 2, 81 ( kategori Tampak Cukup Maksimal ) . ( Lihat Pada Tabel data siklus II )
BAB V
B. Saran Sesuai hasil penelitian yang telah dilakukan maka dapat disarankan : 1. Kepala Sekolah. Menciptakan suasana kerja para guru di sekolahnya menjadi sebuah
komunitas belajar dalam rangka peningkatan kemampuan professional dalam proses pembelajaran di kelas. Mengembangkan segala potensi yang ada untuk peningkatan kemampuan professional guru. 2. Guru. Melakukan komunikasi antar guru dengan baik untuk memecahkan persoalan yang dihadapi pada proses pembelajaran. Meluangkan waktu untuk berdiskusi demi membentuk komunitas belajar antar guru dalam suatu sekolah. 3. Pengawas Sekolah. Membentuk kelompok-kelompok diskusi di derah binaannya demi
membentuk komunitas belajar untuk menyelesaikan persoalan-persoalan pembelajaran yang dihadapi para guru. Melakukan pendampingan pada kegiatan Lesson Study di sekolah-sekolah untuk menjadi nara sumber dan motivator kegiatan di sekolah-sekolah.
DAFTAR PUSTAKA
Anoraga, Pandji, (2001). Psikologi Kerja. Jakarta: Rineka Cipta. Arikunto S, (1993). Manajemen Pengajaran Secara Manusiawi. Jakarta: Rineka Cipta. Cullen, Jack., Len DInnocenzo, (terjemahan), 2004. Memaksimalkan Kinerja. Yogyakarta: Tugu Publisher. Dirjendikdasmen, (2000). Keputusan Mendiknas Nomor 020/U/1998 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Jabatan Fungsional Pengawas Sekolah dan Angka Kreditnya. Jakarta: Depdiknas. Gogle (2010) Slamet Mulyana( 2007 ) Pengertian Lesson Study. Goggle ( 2010 ) Bill Cerbin & Bryan Koop : Tujuan Lesson Study Hardani Widhiastuti, (2002). Dinamika Sosial Budaya. Volume 4 Nomor 2. Keputusan Menpan Nomor 91/KEP/[Link]/10/2001 tentang Jabatan Fungsional Pengawas Sekolah dan Angka Kreditnya. Yapsir Candhi Wirawan, (1997). Insentif bagi Guru Sekolah Dasar. Yogyakarta: Dirjendikti.