0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
22 tayangan25 halaman

Variabel Random dan Distribusi Probabilitas

Variabel acak dan distribusi probabilitasnya dibahas dalam dokumen ini. Variabel acak dapat berupa diskrit atau kontinu, dan beberapa contoh distribusi probabilitasnya dijelaskan seperti binomial, Poisson, dan normal (paragraf 1-2 dan 10-12). Karakteristik setiap distribusi seperti rata-rata, variansi juga dijelaskan beserta contoh perhitungannya (paragraf 3-9).

Diunggah oleh

fitriantoanto57
Hak Cipta
© Attribution Non-Commercial (BY-NC)
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPT, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
22 tayangan25 halaman

Variabel Random dan Distribusi Probabilitas

Variabel acak dan distribusi probabilitasnya dibahas dalam dokumen ini. Variabel acak dapat berupa diskrit atau kontinu, dan beberapa contoh distribusi probabilitasnya dijelaskan seperti binomial, Poisson, dan normal (paragraf 1-2 dan 10-12). Karakteristik setiap distribusi seperti rata-rata, variansi juga dijelaskan beserta contoh perhitungannya (paragraf 3-9).

Diunggah oleh

fitriantoanto57
Hak Cipta
© Attribution Non-Commercial (BY-NC)
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPT, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Definisi dan Contoh

 Var random X adalah fungsi dari S ruang sampel ke


bilangan real R X : S  R
 Contoh : Menjawab soal multipel choice 2 kali
S = {SS, SB, BS, BB}
 X : VR Banyaknya jawaban benar, maka X = {0,1,2}

S X R
BB
0
SB
1
BS
2
SS
Probabilitas dan Distribusinya
 P(X=0) =1/4  P(X) >= 0
 P(X=1)= 2/4  Total Prob = 1
 P(X=2)=1/4  Distribusi Peluang
adalah tabel yang
berisi nilai dari
 P(X  x )  1
xX
i
variabel random dan
peluangnya
X 0 1 2 Total
P(X) 1/ 2/ 1/2 1
4 4
Karakteristik Dist
 Rata-rata  E(X)+SD(X)
(Expektasi) dari X
E(X)   x P(X  x )
x i X
i i

 E(X)
 Variansi (Ukuran X

Dispersi )
V(X)  E (X  E (X)) 2
 E (X 2 )  E(X) 2  E(X)-SD(X)
Contoh Dari Data Lapangan
 Distribusi probabilitas penjualan
komputer perbulan
X 5 6 7 8 Total
P(X=x) 20/10 30/100 40/100 10/10 1
0 0
X.P(X=x) 1 1.8 2.8 0.8 6.4
X2.P(X=x) 5 10.8 19.6 6.4 41.8
E( X )   XP ( X  x )  6.4
V ( X )  41.8  6.4 2  0.84 ; S ( X )  0.9165
VARIABEL RANDOM
X

DISKRIT KONTINU
1. P( X  x)  0 1. f  x   0

2.  P( X  x)  1 2.  f  x dx  1
x A
xX
b

 f  x dx
b
3. P(a  X  b)   P ( X  x) 3. P ( a  X  b) 
a
xa
VARIABEL RANDOM DALAM STATISTIKA

DISKRIT BERNOULLI
BINOMIAL
MULTINOMIAL
GEOMERIK
VARIABEL HIPERGEOMETRIK
POISSON
RANDOM

KONTINU NORMAL
UNIFORM KONTINU
BETA
GAMMA
EXPONENTIAL
WEIBULL
CAUCHY
DOUBLE EXPONENTIAL
Distribusi Binomial
 Gabungan dari n kejadian bernoulli yang
saling independen
 Kejadian bernoulli : Suatu kejadian
dengan dua hasil yang mungkin :
 Sukses (S) : peluang p atau
 Gagal (G) dengan peluang 1-p
 Diperhatikan var random X = banyaknya
sukses dalam n trial
Var Rand Binomial
 Diperhatikan
 X = banyaknya S dalam n trial ;
 Harga X yang mungkin : 0,1,2,…,n
 Ada x kejadian sukses dengan peluang
px dan n-x kejadian sukses gagal
dengan peluang (1-p)n-x
 n  x n x
f ( x )  P(X  x )    p q , x  0,1,..., n
x
Lambang
 X~Bin(n;p)
 n parameter banyaknya percobaan
 P adalah parameter peluang sukses
 ~ simbol untuk distribusi
 E(X) = np ; rata-rata (mean) nilai X
 V(X) = npq ; besarnya variansi
Contoh
 Dari lima saham yang diperdagangkan berapakah
peluang :
 Tepat saham A dan B akan naik
 Lebih dari 3 saham naik

X = jumlah saham naik ; p = 0.5 (fifty-2)


X~Bin(5;0.5) ; E(X) = 2.5
 5
 P(2 saham naik ) = f  2    
 2 0 . 5 2
0.5 3

 
 P(X>=3) = 1-P(X<=2)

 Memakai tabel binomial kumulatif


Contoh : jika diamati 15 orang mahasiswa, berapakah probabilitas
mendapat 9 orang dengan nilai A ? Berapakah rata yang mendapat
nilai A ?
Dengan menunjukkan bahwa
X = banyaknya yang mendapat nilai A 1
adalah variabel random binomial dengan n = 15 dan p = 5

9 159
15   1  4
f (9)  P(X  9)       
 9  5 5
9 6
15!  1   4 
    
9! 6!  5   5 
 P X  9   P(X  8) dihitung langsung
 ...
menggunakan tabel distribusi binomial

  np
1
 15 .
5
Dist Poisson
 Var X~Pois(µ)  Contoh
 x e 
 Banyaknya telepon
f ( x; )  ; x  0,1,2,... dalam periode ttt
x!
 Banyaknya pelanggan
 X = jumlah kejadian
pada counter
tertentu dalam satuan
unit waktu atau ruang
 Banayknya kcelakaan
 µ = rata-rata kejadian
 Banyaknya mesin
rusak
 E(X) = V(X) = µ
 dll
Contoh
 Rata-rata banyaknya kecelakaan disuatu
persimpangan jalan raya adalah 2
perminggu. Anggap mengikuti poisson
 Peluang tidak ada kecelakaan selama 1
mingguP(X  0)  2 0e!  0,135
0 2

 Peluang paling banyak 3 kecelakaan dlm 2


minggu
P(X  3)  P(X  0)  ...  P(X  3)
 0,433
Distribusi Normal
 Fungsi Probabilitas
X ~ N(;  2 )
2
1  x  
1  
2  

 f (x)  e ;    x,    ;  2  0
22

0,5 X
Sifat-Sifat
 Simetris terhadap rata-  Masalah
rata µ  Menghitung
 Rata-rata = median = P(a<X<b)
modus  Dengan integral
analitis : terlalu sukar
 σ sebagai titik belok kurva
 Dengan metode
 34 % data dalam jarak 1 numerik : tidak praktis
σ : tapi sekarang ada
 68 % data dalam jarak 2 kalkulator
σ  Membuat tabel yang
khusus : tabel normal
 97 % data dalam jarak 3
standar
σ
Normal Standart
 Transformasi
z2
X  1 
Z  f (z )  e ;
2
 2
E ( Z)   z  0 ; V( Z)   2z  1

 Diperoleh distribusi normal yang khusus


sehingga tabelnya efisien
Tabel normal standart

0 z Z
0 zo
zo 0 1 2 … 7 8 9
0,0 0,5000 0,5004 0,5080 0,5279 0,5319 0,5359
0,1 0,5398 0,5348 0,5478 0,5675 0,5714 0,5754
0,2 0,5793 0,5832 0,5871 0,6064 0,6103 0,6141
.
.
.
1,0 0,8413 0,8438 0,8461 0,8577 0,8599 0,8621
1,1 0,8643 0,8665 0,8686 0,8790 0,8810 0,8830
1,2 0,8849 0,8869 0,8888 0,8980 0,8997 0,9015
.
.
.
2,5 0,9938 0,9940 0,9941 0,9949 0,9951 0,9952
2,6 0,9953 0,9955 0,9956 0,9962 0,9963 0,9964
2,7 0,9965 0,9966 0,9967 0,9972 0,9973 0,9974
Permasalahan
Probabilitas di
bawah luasan
kurva P c  X  d  ?

f(X)

X
c d
Contoh
 Penghitungan
 P(Z<1,96)=0,975

0 1,96 Z

 P(-1,645<Z<1,96)=P(Z<1,96)-P(Z<-1,645)
= 0,975-0,05

-1,645 0 1,96 Z
Contoh
 Penghitungan
 P(Z>2,33) = 1-P(Z<2,33) = 1- 0,99

0 Z
2,33
Contoh Nyata
 Produk resistor berdistribusi N(5;1). Jika resistor
yang terpakai dengan hambatan 4,5 s/d 5,5.
Hitunglah produk resistor yang terpakai

5 X~N(5;1)
4,5 5,5

P(4,5  X  5,5)  P( 4,515  X 5


1  5, 5 5
1 )
 P(0,5  Z  0,5)
Contoh Nyata
• Hasil ujian mahasiswa berdistribusi normal dengan
mean = 72 dan variansi = 81 dan diketahui bahwa
5% mendapat nilai A, tentukan nilai terendah
mahasiswa yang mendapat nilai A.
5%

72 X

P( X  a )  P( Z  a  72
9
)  0,95 a = minimal nilai A
a  72
9  1,645 ; a  86,805
Distribusi Exponential
 P(waktu kedatangan < X ) = 1-e-λX ; X>0

 X : Sebarang nilai dari variabel random X


 Λ : rata-rata jumlah kedatangan perunit waktu
 1/λ : rata-rata waktu antar kedatangan

 Contoh :
 Sopir datang di jembatan tol
 Nasabah datang pada mesin ATM
Contoh
x
Contoh : Kedatangan
1 
customer 30 per
f  x  e 
 jam. Berapa
f(X)
peluang waktu
= kedatangan antar
0.5 = customer lebih dari
2.0 P(antar kedatagn
5 menit ?  60 )
5

Λ1= 30
P( X  5)
X

Anda mungkin juga menyukai