0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
49 tayangan5 halaman

Teori dan Fungsi SNMP dalam Jaringan

1. SNMP merupakan protokol untuk bertukar informasi manajemen antar perangkat jaringan. 2. SNMP terdiri dari SNMP manager, perangkat jaringan, SNMP agent, dan MIB. 3. Ada tiga versi SNMP yaitu SNMPv1, SNMPv2, dan SNMPv3 dimana versi terbaru lebih menekankan fitur keamanan.

Diunggah oleh

Tri Aldamari
Hak Cipta
© Attribution Non-Commercial (BY-NC)
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
49 tayangan5 halaman

Teori dan Fungsi SNMP dalam Jaringan

1. SNMP merupakan protokol untuk bertukar informasi manajemen antar perangkat jaringan. 2. SNMP terdiri dari SNMP manager, perangkat jaringan, SNMP agent, dan MIB. 3. Ada tiga versi SNMP yaitu SNMPv1, SNMPv2, dan SNMPv3 dimana versi terbaru lebih menekankan fitur keamanan.

Diunggah oleh

Tri Aldamari
Hak Cipta
© Attribution Non-Commercial (BY-NC)
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Modul Jaringan Komputer III

Teori SNMP
Disadur, dirangkum, dan diterjemahkan oleh I Putu Hariyadi ([Link]@[Link])
dari beberapa artikel di Internet antara lain:

SNMP Tutorial - [Link]

SNMP – [Link]

SNMP - [Link]

Apa itu SNMP

Simple Network Management Protocol (SNMP) adalah sebuah protocol di lapisan aplikasi untuk
mempertukarkan informasi manajemen diantara perangkat-perangkat jaringan. SNMP merupakan
protocol yang diterima secara luas untuk mengatur dan memonitor elemen-elemen jaringan.

Komponen Dasar SNMP

SNMP terdiri dari:

a) SNMP Manager atau Network Management System (NMS), merupakan sebuah entitas yang
bertanggungjawab untuk berkomunikasi dengan SNMP agent yang diimplementasikan pada
perangkat jaringan. Umumnya berupa computer yang digunakan untuk menjalankan satu atau
lebih network management system. SNMP Manager memiliki fungsi utama sebagai berikut:
1. Melakukan query ke agent.
2. Memperoleh (GET) respon dari agent.
3. Mengatur (SET) variable di agent.
4. Melakukan acknowledge event asynchronous dari agent.
b) Managed Devices, merupakan elemen jaringan yang akan dimonitoring dan dimanajemen
seperti router, switch, server workstation, printer, UPS, dsbnya.
c) SNMP Agent, merupakan program yang dipaketkan di dalam elemen jaringan sehingga
memungkinkannya untuk mengumpulkan database informasi manajemen dari perangkat local
dan membuatnya tersedia bagi SNMP Manager. SNMP agent melakukan fungsi-fungsi utama
berikut:
1. Mengumpulkan informasi manajemen mengenai lingkungan lokalnya.
2. Menyimpan dan mengambil informasi manajemen yang didefinisikan di MIB.
3. Memberikan sinyal sebuah event ke Manager.
4. Bekerja sebagai proxy untuk beberapa node jaringan yang tidak mendukung SNMP.
d) Management Information Base (MIB), merupakan database yang dibagi pakai antara Agent
dengan SNMP Manager. MIB terdiri dari kumpulan variable-variable yang dibagi pakai antara

STMIK Bumigora Mataram Page 1


[Link]
Modul Jaringan Komputer III

NMS dan elemen jaringan. MIB bersifat extensible, sehingga vendor perangkat keras dan
perangkat lunak dapat menambahkan variable baru ke MIB.

Diagram Komunikasi Dasar dari SNMP

SNMP Message

STMIK Bumigora Mataram Page 2


[Link]
Modul Jaringan Komputer III

Pesan SNMP dapat diawali baik oleh Network Management System (NMS) atau oleh elemen jaringan.

a) SNMP TRAP, merupakan pesan yang diinisialisasi oleh elemen jaringan dan dikirim ke NMS,
sebagai contoh sebuah router mengirim pesan jika salah satu dari redundant power supply-nya
gagal bekerja atau sebuah printer dapat mengirim pesan ketika out of paper.
b) SNMP GET, merupakan pesan yang diinisialisasi oleh NMS ketika ingin menerima beberapa data
dari elemen jaringan, seperti utilitasi penggunaan jalur Wide Area Network (WAN) untuk elemen
jaringan yaitu router setiap 5 menit.
c) SNMP SET, merupakan pesan yang diinisialisasi oleh NMS ketika ingin melakukan perubahan
data pada elemen jaringan.

SNMP Community String

Adalah bentuk paling dasar dari keamanan SNMP berupa sandi (password) untuk elemen jaringan.
Umumnya terdapat sebuah community string yang digunakan untuk mengakses secara read-only ke
elemen jaringan (perangkat yang dikelola). Nilai default untuk community string ini umumnya adalah
“public”. Network Management System (NMS) menggunakan community string ini yang berupa sebuah
password untuk mengambil data dari elemen jaringan.

Terdapat pula community string read-write, dimana nilai defaultnya berupa “private”. Melalui
penggunaan community string ini, NMS dapat melakukan perubahan pada variable-variable MIB pada
elemen jaringan.

Versi SNMP

SNMPv1 dan v2c merupakan versi SNMP yang paling banyak diimplementasikan. Dukungan untuk
penggunaaan SNMPv3 telah dimulai karena memberikan dukungan keamanan yang lebih baik dari
SNMP versi sebelumnya.

a) SNMPv1
merupakan versi pertama yang didefinisikan pada RFC 1155 dan 1157

STMIK Bumigora Mataram Page 3


[Link]
Modul Jaringan Komputer III

b) SNMPv2c
Merupakan revisi protocol SNMP sebelumnya dengan peningkatan dibeberapa area seperti
performansi, keamanan, kerahasiaan (confidentiality), dan komunikasi antar manager.
c) SNMPv3
Utamanya menambahkan keamanan dan peningkatan konfigurasi remote pada SNMP.

Perbedaan ketiga versi SNMP dari aspek keamanan ditunjukkan seperti pada table berikut:

Interoperability SNMPv1 dengan SNMPv2c

SNMPv2 tidak kompatibel dengan SNMPv1 dalam dua area yaitu format pesan (message format) dan
operasi protocol. SNMPv2c menggunakan header dan protocol data unit (PDU) yang berbeda dengan
pesan SNMPv1.

Ringkasan Operasi & Perbedaan Fitur antar versi SNMP

1. SNMPv1 - Fitur dan Operasi Dasar


a) GET, digunakan oleh NMS untuk memperoleh nilai dari satu atau lebih instance objek dari
sebuah agent.
b) GETNEXT, digunakan oleh NMS untuk memperoleh nilai dari instance object berikutnya di
tabel atau daftar di dalam sebuah agent
c) SET, digunakan oleh NMS untuk mengatur nilai dari instance objek di dalam sebuah agent.
d) TRAP, digunakan oleh agent untuk secara asynchronous menginformasikan ke NMS event
yang signifikan.
2. SNMPv2 - Penambahan operasi dan fitur
a) GETBULKEDUSED, digunakan oleh NMS untuk lebih efisien untuk memperoleh blok data
yang besar.
b) INFORM, mengijinkan sebuah NMS mengirim informasi trap ke NMS lainnya dan kemudian
menerima respon.
3. SNMPv3 - Peningkatan fitur keamanan
a) User-based Security Model (USM) untuk keamanan pesan SNMP.
b) View-based Access Control Model (VACM) untuk pengontrolan akses.
c) Konfigurasi SNMP agent secara dinamis menggunakan perintah SNMP SET.

STMIK Bumigora Mataram Page 4


[Link]
Modul Jaringan Komputer III

STMIK Bumigora Mataram Page 5


[Link]

Anda mungkin juga menyukai