0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
45 tayangan4 halaman

Perbedaan Sungai dan Danau dalam Hidrologi

Dokumen ini membahas tentang analisis morfometri das (drainage basin) untuk mempelajari karakteristiknya. Morfometri melibatkan pengukuran bentuk dan sifat aliran sungai untuk mengetahui karakteristik das secara menyeluruh. Beberapa karakteristik das yang dianalisis meliputi luas das, panjang das, kemiringan das, bentuk das, dan kerapatan aliran. Analisis ini berguna untuk pemodelan hidrologi dan penelitian banj

Diunggah oleh

Syukron Elgordo
Hak Cipta
© Attribution Non-Commercial (BY-NC)
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
45 tayangan4 halaman

Perbedaan Sungai dan Danau dalam Hidrologi

Dokumen ini membahas tentang analisis morfometri das (drainage basin) untuk mempelajari karakteristiknya. Morfometri melibatkan pengukuran bentuk dan sifat aliran sungai untuk mengetahui karakteristik das secara menyeluruh. Beberapa karakteristik das yang dianalisis meliputi luas das, panjang das, kemiringan das, bentuk das, dan kerapatan aliran. Analisis ini berguna untuk pemodelan hidrologi dan penelitian banj

Diunggah oleh

Syukron Elgordo
Hak Cipta
© Attribution Non-Commercial (BY-NC)
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Hidrologi Sungai Dan Danau

Syukron Maulana
08 / 267697 / GE / 6507

Fakultas Geografi
Universitas Gadjah Mada
Yogyakarta
2011
DAS (watershed atau drainage basin) adalah suatu area dipermukaan bumi yang
didalamnya terdapat sistem pengaliran yang terdiri dari satu sungai utama (main stream) dan
beberapa anak cabangya (tributaries), yang berfungsi sebagai daerah tangkapan air dan
mengalirkan air melalui satu outlet [Ritter, 2003].
Morfometri didefinisikan sebagai pengukuran bentuk (measurement of the shape).
Morfometri dalam kajian hidrologi pertama kali dikemukakan oleh R.E Horton dan A.E. Strahler
[Pidwirny, 1999]. Tujuan utama dari kajian morfometri adalah mengetahui karakteristik aliran
secara menyeluruh berdasarkan hasil pengukuran berbagai sifat aliran. Pengukuran sifat aliran
yang pertama adalah susunan (hirarki) dari setiap segmen aliran menurut suatu sistem klasifikasi
yang disebut dengan orde aliran. Segmen-segmen aliran disusun mulai dari alur-alur (tributaries)
di bagian atas atau hulu DAS sampai dengan sungai utama di bagian bawah atau hilir DAS.
Secara numeris penyusunan orde dimulai dengan pemberian nilai 1 (selanjutnya disebut dengan
orde 1) untuk segmen pertama (alur-alur). Hasil penggabungan 2 segmen pertama selanjutnya
disebut dengan segmen orde ke 2, demikian seterusnya seperti ditunjukkan pada Gambar 2.
Horton (1940) selanjutnya mengaplikasikan analisis morfometri terhadap berbagai sifat
aliran dan dari hasil kajiannya dihasilkan beberapa aturan (law) antara lain law of stream length
dan law of basin area.

Karakteristik DAS Berdasarkan Analisis Morfometri


Beberapa karakteristik DAS yang penting dapat dikaji berdasarkan hasil analisis morfometri.
Karakteristik DAS tersebut adalah:
a. Daerah Pengaliran/Drainage Area (A)
Daerah pengaliran merupakan karakteristik DAS yang paling penting dalam pemodelan
berbasis DAS. Daerah pengaliran mencerminkan volume air yang dapat dihasilkan dari curah
hujan yang jatuh di daerah tersebut. Curah hujan yang konstan dan seragam untuk seluruh
daerah pengaliran merupakan asumsi yang umum dalam pemodelan hidrologi.
b. Panjang DAS/Watershed Length (L)
Panjang daerah aliran sungai biasanya didefinisikan sebagai jarak yang diukur sepanjang
sungai utama dari outlet hingga batas DAS. Sungai biasanya tidak akan mencapai batas DAS,
sehingga perlu ditarik garis perpanjangan mulai dari ujung sungai hingga batas DAS dengan
memperhatikan arah aliran. Meskipun daerah pengaliran dan panjang DAS merupakan
ukuran dari DAS tetapi keduanya mencerminkan aspek ukuran yang berbeda. Daerah
pengaliran digunakan sebagai indikasi potensi hujan dalam menghasilkan sejumlah volume
air, sedangkan panjang DAS biasanya digunakan dalam perhitungan waktu tempuh yang
dibutuhkan oleh air untuk mengalir di dalam DAS.
c. Kemiringan DAS/Watershed Slope (S)
Banjir merupakan besaran yang mencerminkan momentum runoff dan lereng merupakan
faktor penting dalam momentum tersebut. Lereng DAS mencerminkan tingkat perubahan
elevasi dalam jarak tertentu sepanjang arah aliran utama. Lereng diukur berdasarkan
perbedaan elevasi (ΔE) antara kedua ujung sungai utama dibagi dengan panjang DAS atau
dapat dituliskan dalam persamaan:
S = ΔE/L (1)
Beda elevasi (ΔE) tidak selalu menjadi atau mencerminkan beda elevasi maksimum dalam
DAS. Elevasi tertinggi biasanya terdapat sepanjang batas DAS dan ujung dari sungai atau
aliran utama umumnya tidak mencapai batas DAS.
d. Bentuk DAS/Watershed Shape
Bentuk DAS mempunyai variasi yang tak terhingga dan bentuk ini dianggap
mencerminkan bagaimana aliran air mencapai outlet. DAS yang berbentuk lingkaran akan
menyebabkan air dari seluruh bagian DAS mencapai outlet dalam waktu yang relatif sama.
Akibatnya puncak aliran terjadi dalam waktu yang relatif singkat. Sejumlah parameter telah
dikembangkan untuk menentukan bentuk DAS antara lain
􀂾Panjang terhadap pusat DAS (Lca):

Jarak (dalam satuan mil) yang diukur sepanjang sungai utama dari outlet hingga kesuatu titik di
pusat DAS.
􀂾Faktor bentuk /Shape Factor (Ll)

Ll = (LLca)0.3

L adalah panjang DAS (mil)


􀂾Circularity ratio (Fc):

Fc = P/(4πA)0.5
P adalah keliling DAS (ft) dan A adalah luas DAS (ft2)
􀂾Circularity ration (Rc):

Rc = A/A0

A0 adalah luas suatu lingkaran yang mempunyai keliling sama dengan keliling DAS.

􀂾Elongation Ration (Re):

Re = 2/Lm(A/π)0.5

Lm adalah panjang maksimum DAS (ft) yang sejajar dengan sungai utama.

e. Kerapatan aliran/Drainage density (Dd)


Kerapatan aliran merupakan pengukuran terhadap panjang aliran (stream length) per unit
daerah pengaliran (drainage area atau basin area). Kerapatan aliran dapat dituliskan
menggunakan persamaan :
Dd = panjang aliran / luasDAS
Selain karakteristik DAS seperti yang disebutkan di atas, penggunaan lahan dan curah hujan
merupakan karakteristik DAS yang tidak kalah pentingnya. Penggunaan lahan dan curah
hujan memang tidak terkait dengan morfometri DAS, namun dalam kajian tentang banjir
dengan menggunakan DAS sebagai unit analisis, keduanya merupakan faktor yang sangat
penting.

Anda mungkin juga menyukai