100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
48 tayangan16 halaman

Panduan Lengkap SEO untuk Pemula

Diunggah oleh

mazterijo
Hak Cipta
© Attribution Non-Commercial (BY-NC)
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
48 tayangan16 halaman

Panduan Lengkap SEO untuk Pemula

Diunggah oleh

mazterijo
Hak Cipta
© Attribution Non-Commercial (BY-NC)
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

l\JODUL 4

PENILAI AN lHSIKO J3ISNIS



Tujuun lnstruksional Umurn

tdahasiswa mempunyai kemampuan dalam ruenganalisis risiko bisnis dan dapat menyusun strategi pcngelolaan risiko.

Tujuan Instruksional Khusus

ivlahasiswa daput menjclaskun merigenai bebcrapa peni laian risiko bisnis.

Pen d ahulu an

Peluku bisnis tidak pernuh dupat mcrnrnalkan liengal1 pasti [Link] I (rl!ili/ll)

dari suatu keputusan invesrasi Setiap keputusan investasi menyajikan risiko clan

return tertentu Berdasarkan pada kenyataan rersebut, semua keputusan penting

harus ditinjau dari return yang diharapk an clan risiko yang dihadapi. Sem..kin

tinggi risiko dari suatu investasi maka sernakin tinggi tingkat pcngembalian. Hal

ini berlaku apabila pelaku bisnis mernpunyai investasi pada suatu kegiatan usaha.

Dalarn bagian ini akan dijelaskan rnengenai prosedur penilaian suatu risiko untuk

investasi.

Beberapa konsep dan istilah yang digunakan dalam risiko telah dijelaskan

dalam materi kuliah sebelumnya seperti peluang, ekspektasi, varian dan stanclar

deviasi. Demikian halnya mengenai beberapa teori yang berhuburigan dengan

analisis risiko seperti teori pengambilan kcputusan clan teori permainan igame

theory). Dalarn menganalisis risiko didasarkan pada teori pengarnbilan keputusan

dengan berriasarkan pada konsep expected utility (Robison dan Barry, 19'n).

Dalarn kaitannya dengan expected l/(ility sangat erat hubungannya dengan

probability. Probability dapat dipandang sebagai Irekuensi relatif irelative

frequencies) dan digunakan dalam perigambilan keputusan. Utility sangat sulit

diukur sehingga umumnya didekati dengan pengukuran return. Indikator adanya

risiko ditunj ukkan oleh adanya variasi atau fluktuasi dari return dengan asumsi faktor-faktor tertentu. bersifat tetap Uix) , Pelaku bisnis yang menghadapi risiko,

kemungkinan akan kehilangan uang atas suatu investasi. Sebagai gambaran pelaku bisnis yang melakukan ke giatan produksi pertanian menghadapi risiko produksi yar.g diindikasikan cleh adanya fluktuasi produksi tanarnan dari [Link] musim sernentara penggunaan input dalam setiap musim sama untuk luasan tertentu. Jika pelaku bisnis tersebut mengusahakan kornoditas kentang, ternyata produktivitas yang dihasilkan pada musim tertentu rnencapai 25 toni hektar, narnun dernikian pacla musim berikutnya procluktivitas yang dihasilkan hanya mencapai 18 ton/hektar sementara penggunaan inputnya sama. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pelaku bisnis telah menghadapi risiko produksi. Selain risiko produksi pelaku bisnis juga merighadapi -risiko harga, yang diindikasikan oleh fluktuasi harga yang diterima pelaku bisnis dari waktu ke waktu.

Penilaian risiko dilakukan dengan mengukur nilai penyimpangan yang terjadi. Menurut Anderson et al. (1977), Calkin [Link] DiPietre (1983), Elton dan Gruber (1995) terdapat beberapa ukuran risiko cliantaranya adalah nilai varian (variance), standar deviasi (standard deviation) dan koefisien variasi (coefficient variation), Ketiga ukuran tersebut berkaitan satu sama lain dan nilai variance sebagai penentu ukuran yang lainnya. Seperti misalnya standard deviation rnerupakan akar kuadrat dari variance sedangkan coefficient variation merupakan rasio dari standard deviation dengan niJai ekspektasi return dari suatu aset. Return yang diperoleh dapat berupa pendapatan, procluksi atau harga.

Pelaku bisnis harus berhati-hati dalam menggunakan varian dan stanclar deviasi untuk mernperbandingkan risiko, karena keduanya rnerupakan uki ran

"

absolut dan tidak mempertimbangkan risiko dalam hubungannyu dengan hasil yang diharapkan. Untuk membanclingkan aset clengan return yang diharapkan berbeda, pelaku bisnis dapat menggunak an Coefficient variation. Coefficient varia lion merupakan ukuran yang san gat tepat bagi perigarnbi I keputusan khususnya dalam mernilih salah satu alternatif dari beberapa kegiatan usaha clengan mempertimbangk an risiko yang dihadapi dari setiap kegiatan usaha untuk seti ap return yang diperoleh. Jib nilai variance at an standard deviation digunakan untuk mengarnbil keputusan dalam mernbandingkan risiko ;. ~mg dihadapi pada beberapa kegiatan usaha maka dikhawatirkan akan terjadi keputusan yang kurang tepat. Dalam menganalisis suatu perbandingan antara kegiatan usaha harus dilakukan dengan satuan yang sarna, seperti untuk setiap return dalam hal ini produksi, harga atau pendapatan. Nilai variance atau standard

deviation yang rendah dapat menghasilkan nilai coefficient variation yang tinggi, demikian sebaliknya nilai variance atau standard deviation yang tinggi dapat menghasilkan nilai coefficient variation yang rendah. Dengan ukuran coefficient variation, perbandingan diantara kegiatan usaha sudah dilakukan clengan ukuran yang sama yaitu risiko untuk setiap return.

Kegiatan usaha yang dilakukan pelaku bisnis dapat dikelornpokkan ~ ada kegiatan yang bersifat spesialisasi (tunggal) clan diversifikasi usaha (portofolio). Di bawah ini akan dijelaskan penilaian risiko pada kegiatan usaha baik yang bersifat spesialisasi maupun portofoiio. Selanjutnya akan dijelaskan mengenai beberapa model risiko dan mengukur tingkat risk aversion dari peluku bisnis.

I

. \

Penilaian Risiko pad a Kegiatan Usah a Spesialisasi

Penilaian risiko cliclasarkan pada pengukuran penyimpangan (deviaton)

terhadap return clari suatu aset Beberapa ukuran yang dapat digunak an untuk

mengukur penyimparigan diantaranya adalah varian (variance), stanclar deviasi

istttndard deviation) dan koefisien variasi (coefficient variation). Ukuran- ukuran

tersebut rnerupakan ukuran statistik. Penjelasan dibawah ini mcngirigatkan

kernbali pada materi sebelurnnya mengenai beberapa ukuran sebagai berikut :

1. Variance

Seem-a praktis, pengukuran variance dari return rnerupakan penjumlahan

selisih kuadrat dari return clengan ekspektasi return dikalikan clengan peluang dari

setiap kejadian. Nilai variance dapat dituliskan dengan rumus sebagai berikut

(Elton dan Gruber, 1995) :

In

0) = L Pij (R;j- Ri)2

i=v

Rumus variance dari return tersebut dapat juga dituliskan dalam bentuk sebagai berikut :

Sernentara itu untuk memperoleh nilai ekspektasi retum dapat dihitung den gall

rumus sebagai berikut :

OJ

I~= ~ p .. R··

1 L_. IJ IJ

i=i

Penjabaran dari rurnus ekspektasi return dapat dituliskan sebagai berikut :

~ Ri = Pil Ril + Pi2 IZi2 + Pi] RiJ + .... + pim Rim

dim ana :

2 V.. I·

0i = artance c an return

jJU = Peluang dari suatu kejadian (i = aset .i = kejadian) Rij = Return

Ri == Ekspektasi return

Peluang dari suatu kejadian pada kegiatan usaha dapat diukur berdasarkan

pada pengalaman yang telah dialami pelaku bisnis dalam menjalankunkegiatau .

usaha. Misalkan sap dalam menjalankan kegiatan produksi, pelaku bisnis

menghadapi produktivitas yang tinggi, rendah dan normal. Hal itu menunjukkan

terdapat tiga kej adian yang dihadapi pelaku bisnis dalam menj al ankan kegi: .tan

bisnis. Selanjutnya dari masing-masing kejadian tersebut harus dihiturig peluang

kejadiannya. Pada kondisi aktual, mengukur peluang kejadian dapat dilak ukan

c1engan melihat frekuensi dari masing-masing kejadian untuk periode waktu

tertentu. Kembali pada eontoh eli atas, jika pelaku bisnis telah rnelakukan kegiatan

usaha selarna 10 kali waktu clengan frekuensi kejadian produktivitas tinggi, rendah

dan normal masing-masing sebesar 2 kali, 3 kali dan 5 kali rnaka peluang

. produktivitas tinggi, rendah dan normal masing-rnasing sebesar 0.2 (20 persen) ;

0.3 (30 persen ) dan 0.5 (SO persen). Total peJuang dari beberapa kejadian

berjumlah satu, dan secara matematis dapat dituliskan sebagai berikut :

/JI

I PU= 1

j=1

Atau dapat juga dituliskan sebagai berikut :

Pil + Pi2 + PiJ + ..... + ]Jim = I

Dari ni lai variance dapat menunjukkan bahwa semakin kecil nilai variance maka

semakin kecil penyimparigannya sehingga sernakin keeil risiko yang dihadapi

dalarn melakukan kegiatan usaha tersebut.

2. Standard Deviation

Standard deviation dapat eli ukur dari akar kuadrat dari nil ai variance. S ecara

maternatis standard deviation dapat dituliskan sebagai berikut :

Makna dari ukuran standard deviation seperti halnya variance, artinya

semakin keeil nilai standard deviation maka sernakin renclah risiko yang dihadap:

dalarn kegiatan usaha.

3. Coefficient Variation

Coefficient variation diukur dari rasio standard deviation dengan return

yang diharapkan atau ekspektasi return (expected return). Secara maternatis

coefficient variation (CY) dapat dituliskan sebagai berikut :

CY = 0;/R;

Semakin keeil nilai coefficient variation maka semakin rendah risiko yang

dihadapi.

Aplikasi dari ukuran diatas dapat dilihat pada kasus bisnis produksi

kentang dan kubis terkait dengan risiko harga produk seperti terlihat pacla Tabel 1.

Tabel 1. Perbandingan Risiko Harga pada Bisnis Kentang dan Kubis

Ukuran Bisnis Kentang Bisnis Kubis
Variance 286708.042 152074.643
iStandard Deviation 522.007 364.372
Coefficient Variation 0.209 0.351 Sumber : Fariyanti (2007)

Pada Tabel 1 menunjukkan bahwa clilihat dari nilai variance mcnunjukkan

bahwa pada bisnis kentang mernpunyai nilai variance yang lebih tiiggi

dibandingkan dengan bisnis kubis. Demikian halnya dengan nilai standard

deviation pada bisnis kentang mernpunyai nilai lebih tinggi dibandingkan bisnis

kubis. Namun demikian dilihat dari nilai coefficient variation menunjukkan

bahwa bisnis kentang mempunyai nilai lebih rendah dibandingkan dengan bisnis

kubis. Hal rersebut menunjukkan bahwa untuk setiap rupiah harga yang

>,

diharapkan temyata bisnis kubis menghadapi risiko harga yang lebih tinggi

dibandingkan kentang. Jika pelaku bisnis dihadapkan pada kendala anggaran clan

akun mengernbangkan salah satu bisnis dari dU::I alternati f tersebut maka pelaku

bisnis dapat memilih bisnis kentang untuk dikernbangkan karen a risiko [Link]

yang dihadapi lebih rendah dibandirigkan bisnis kubis.

Pcnilaian Risiko pad a Kegiatan Usah a Diversifik asi

Pelaku bisnis mernpunyai banyak alternatif dal am mclakukun investasi.

Salah satu alternatif yang dapat dilakukan pelaku bisnis dalarn mcnginvestasikan

dananya clengan melakukan kombinasi dari beberapa kegiatan usaha atau aset.

Kombinasi dari beberapa kegiatan

usaha atau aset dinamakan dengan

eli versi fikasi

Seperti halnya kegiatan usaha spesialisasi, kegiatan usaha diversifikasi

juga tidak terlepas dari risiko usaha. Risiko yang terdapat pada k egiatan investasi

dengan diversifikasi dinamakan risiko portofolio (portfolio risk). Pada kegiatan

diversifikasi, risiko yang diadapi pelaku bisnis tidak tunggal tetapi gabungan atau

portofolio. Untuk mengukur risiko portofolio dapat dilakukan dengan menghitung

variance gabungan dari beberapa kegiatan usaha atau aset. Jika ivesiasi digunakan

untuk dna aset maka variance gabungan dapat dituliskan sebagai bcrikut (Elton

clan Gruber, 1995) :

dirnana :

2

CYp = Variance portofolio untuk investasi aset i dan j

CY;j = Covariance an tara investasi aset i dan j

k Fraction portofolio pada investasi aset i

(l-k) = Fraction portofolio pada investasi a..et j

Jib 0ij = Pij o, 0i dimana Pij merupakan koefisien korelasi antara investasi aset i

clan j maka persarnaan variance portofolio dari dua aset dapa: dituliskan menjadi

sebagai berikut :

2 2 2 2 2 '

0p = k 0j -I- (l-k) 0j + 2 Pu I< (l-k) 0i 0j

Nilai variance portofolio (0/) menunjukkan ukuran risiko portofolio yang

dihadapi dalam menjalankan kombinasi dari beberapa kegiatan usaha at au

diversifikasi. Nilai variance portofolio sangat ditentukan korelasi diantara aset i

clan j. Nilui koefisien korelasi investasi aset i dan j (PIJ) mernpunyai i.i la:

maksimum positif satu (+1) dan minimum negatif satu (-1).

Beberapa

kemungkinan korelasi diantara dua aset diantaranya sebagai berikut :

1. Nilai koefisien korelasi positif satu (+1) mempunyai arti bahwa kombinasi

dari dua aset i dan j selalu bergerak bersama-sarna.

2. Nilai koefisien korelasi negatif satu (-1) mempunyai arti bahwa kornbinasi

dari dua aset i dan j selalu bergerak berlawanan arah.

3. Nilai koefisien korelasi sarna clengan nol (0) mempunyai arti bahwa kombinasi

clari cIua aset i dan j tidak ada hubungan satu sama lain

4, Nilai koefisien korelasi sama clengan 0.5 mempunyai arti bahwa kombiiasi

dari dua aset i dan j tidak ada hubungan satu santa lain,

'Beberapa nilai koefisien korelasi tersebut dapat menunjukkan bagaimana

risiko portofolio yang dihadapi dibandingkan dengan risiko masing-rnasing aset

at au spesialisasi. Garnbaran mengenai risiko portofolio dengan asumsi koefisien

korelasi sama dengan satu clan risiko pada masing-masing uset dapat dilihat pada

kasus seperti yang terlihat pada Tabel 2,

"

Tabel 2. Perbandingan Risiko Produksi Kentang, Kubis dan Portofolio Kentang dan Kubis

.-
Ukuran Kentang Kubs Portofolio Kentaug
dan Kubis
Variance 0.01834947 0.00257933 0.008505170
Standard Deviation 0.13398440 0.04506870 0.090714934
Coefficient Variation 0.0000000028 0.00000000097 0.00000000089 Dari Tabel 2 rnenunjukkan bahwa nilai variance portofolio bisnis kcntang clan

kubis lebih rendah dari [Link] kentang tetapi lebih tinggi dari bisnis kubis 1 arnun

demikian coefficient variation pada portofolio kentang dan kubis lehih [Link]

dibandingkan dengan bisnis kentang atau kubis. Kondisi tersebut menunjukkan

bahwa diversifikasi mampu untuk mengurangi risiko, meskipun risiko yang

dihadapi dalam melakukan kornbinasi beberapa kegiatan usaha tidak mungkin

sama dengan nol.

Membangun Model Risiko

Risiko pada umumnya berhubungan dengan adanya suatu perubahan

dalam setiap periode waktu yang ditunjukkan oJeh adanya fluktuasi atau vari asi.

Dalarn analisis risiko, adanya fluktuasi tersebut dapat dianalisis dengan

menggunakan nilai variance.

Salah satu model yang dapat mengakomoclasi adanya fluktuasi aiau variasi

yaitu Generalized Autoregressive Conditional Heteroskedasticity (GARCH )

(Verbeek, 2000; De Wet, 2005; Moschini dan Hennessy, 1999). Model GARCJ·I .

secara khusus didesain untuk model variance yang mana variance seb .ga:

variabel dependent merupakan fungsi dari variabe] dependent peri ode

sebelurnnya, clan atau variabel independent atau variabel ekso gcnous. Yang

diniaksud dengan variabel dependent adalah variabel yang dipcngaruhi aruu

sangat tergantung oleh variabel lain. Sedangkan variabel independent adalah

variabel yang memperigaruhi variabel dependent. Seeara umum model GARCH

clapat dituliskan scbagai berikut :

}', = BY'_I + C

Ii "

(5,2 = 7iJ + I aj[;'"_J + I f3i(5'"-J

j=1 j=1

Dalam prakteknya spesifikasi GARCl-I y:\I1g standar dengan ordo p = 1

dan q = 1 atau GARCH (1,1) sering dilakukan, clan model GAROI (1,1) dapat

dituliskan sebagai berikut :

dimana :

(5,2 Variance error pada periode t

1

£'--1 Error kudarat peri ode sebelumnya

1

(5'-_1 Variance error pada periode sebelumnya

CD,a, p: Parameter estimasi

Persamaan pada model GARCH (1,1) di atas menunjukkan ba. twa

variance error pada peri ode

((5,2) diteritukan oleh error kudarat peri ode

sebelumnya (&,"-1) dan variance error pada periode sebelumnya ((5,21), Model

GARCH menggunakan asumsi bahwa jib (5,211017 negative maka (1),(,( dan ~ juga

non negative. Hal tersebut menunjukkan bahwa nilai parameter estimasi (CJ.),o dan

P) harus positif dernikian halnya dengan nilai variance error pada periode t ((5,2 ).

Makna dari nilai parameter estirnasi yang positif yaitu sernakin tinggi risiko pada

periocle sebelumnya l11Z1ka risiko pada periode tertentu akan sernakin tinggi.

Terkait dengan analisis risiko, terdapat model Just dan Pope (1979) fungsi produksi tercliri dari fungsi procluksi rata-rata (mean pro luction jill/clion) clan fungsi variance produksi tvariance production function). Dalam model ini, fungsi produksi rata-rata maupun variance produksi dipengaruhi oleh variabcl input seperti lahan, benih, pupuk, tenaga kerja cl::111 pestisida. Dalum model risiko, beberapa input dapat menjadi faktor yang menirnbulknn risiko procluksi (risk inducing loclOrs) dan faktor pengurang risiko prorluksi (Fisk reiluc illg [actors], Salah satu mput seperti pestisida dapat menjadi faktor pengurang risiko prcduksi. Artinya peuggunaan pestisida dilakukan pada saat ada serangan llama dan penyakit tanaman sehingga menyebabkan kondisi produksi stabil. Jika tidak ada serangan hama dan penyakit tanarnan maka penggunaan pestisida tidak di lakukan. Sedangkan penggunaan input seperti pup uk c1apat menjadi fakror yang menimbulkan risiko produksi karen a dalarn kegiatan produksi pupuk sangat diperlukan sehingga jika penggunaan pupuk terlalu rendah atau rerlalu tinggi rnenyebabkan produksi tidak stabil. Analisis risiko produksi dilakukan dengan terlebih dahulu melakukan pendugaan terhadap fungsi proc1uksi rata-rata (mean production functions dan fungsi produksi variance ivariance production function].

Penentuan Risk Aversion

Salah satu peri laku individu dalam [Link] risiko diantaranya adalah risk aversion. Dalarn kaitannya dengan perilaku individu, sangat penting untuk menentukan perilaku individu terrnasuk risk aversion atau tidak Dcngan kala lain dapat ditentukan bagaimana derajat risk aversion dari seorang individu.

Pratt dan An-ow mengukur perilaku individu terhadap risiko dcugan menggunakan konsep aliso/we risk aversion dan relative risk aversion (Robison

dan Barry, 1987), Pada materi sebelumnya dijelaskan bahwa clalam melakukan

analisis risiko clengan rnenggunakan konsep expected utility. Pengukuran absolute

risk aversion dan relative risk aversion sangat clitentukan oleh fungsi utilitas .lari

individu. Utilitas individu merupakan fungsi dan kekayaan atau pendupatan.

Kedua konsep tersebut dapat diukur sebagai berikut :

1, Absolute risk aversion: R(y) = - U"_iy}

U'(y)

2, Relative risk aversion : Rr(y) = - UtI (_y)Y

U'(y)

Keterangan :

UtI : turunan kedua fungsi utilitas

U' : turunan pertama fungsi utilitas atau 'marginal utility Y : pendapatan

Dari hasil perigukuran tersebut terdapat beb-rapa kriteria perilaku individu

sebagai berikut :

1. Rr(y) > 0 rnenunjukkan bahwa perilaku individu dalarn menghadapi risiko

terrnasuk dalam risk aversion. Sikap pernbuat keputusan yang berperilaku risk

aversion dalam menghadapi risiko akan melakukan kegiatan bisnis yang

mernpunyai risiko tinggi selama bisnis tersebut meningkatkan utilitas atau

pendapatan. Tetapi jika utilitas at au pendapatan menurun akibat risiko bisnis

maka individu akan menghindari risiko. ,

2. Rr(y) = 0 rnenunjukkan bahwa perilaku incliviclu dalam menghadapi risiko

termasuk dalarn perilaku risk neutral. Individu yang berperilaku risk neutral ;

bersikap acuh tak acuh terhadap risiko. Adanya risiko yang tinggi atau rendah

ticlak rnenjadi perhatian bagi incliviclu yang mempunyai perilaku risk neutral,

3. Rr(y) < 0 menunjukkan bahwa perilaku individu dalam menghadapi risiko

termasuk dalam perilaku risk lover. Indiviclu yang mernpunyai perilaku risk

lover akan menurunkan utiliras dengan sernakin tingginya pendaputan yang

diperoleh akibat risiko.

Contoh :

Diketahui fungsi utilitas individu U(y) = In y. Berdasark an fungsi utilitas tersebut,

bagairnana perilaku individu dalam menghadapi risi':o ?

Rr(y) = - U" (y)Y U(y)

Rr(y) = - (-lIi) Y/(J/y) = (1/y) > 0

Berdasarkan fungsi utilitas tersebut rnenunjukkan bahwa perilaku imlividu

terrnasuk dalam risk aversion.

Selanjutnya jib terj adi perubahan tingkat pendapatan (y), bagairnana

tingkah laku indivic!u terhadap risiko ? Di bawah ini ak an clijelaskan mengenai

perilaku individu dalam menghadapi risiko sebagai akibat aclanya perubahan

tingkat pendapatan.

1. DARI\ iDecreasing Absolute Risk Aversions dergan ukuran R' (y) < O. Artinya

bila y sernakin meningkat, risk premium tersebut mcnurun. Pengambil

keputusan semakin berani berspekulasi untuk menanggung risiko. Semakin

tinggi pendapatan yang diperoleh pengambil keputusan maka ak an sernakin

menclorong pengambiJ keputusan untuk merigambil alternatif dalam. rnengatasi

, risiko, seperti keputusan untuk ikut menjadi peserta asuransi .

2. CARA (Constant Absolute Risk Aversion) dengan ukuran R' (y) = 0 . Artinya

bila y semakin meningkat, risk premium tersebut tetap. lndividu sebagai

"

pengambil keputusan tidak perhatian terhada I alternatif dalam mengatasi

risiko, seperti asuransi .

3. JAR,I\. (Increasing Absolute Risk Aversion) dengan ukuran R' (y) .> 0 . Artinya

bila Y semakin meningkat, risk premium tersebut meningkat.

Contoh:

Jika diketahui fungsi utilitas individu berbentuk logaritma sebagai bcrikut :

U(y) = In (y)

Bagaimana sikap individu dalam menghadapi risiko deugan scmakin

meningkatnya pendapatan ?

Jawab :

R(y) = - U" (y) U(y)

R(y)= -(-1//)/(1/y)

= (l/y)

R' (y) = - (Il/) < 0

Berdasarkan fungsi utilitas tersebut menunjukkan individu termasuk dalam

kategori DARA.

Produ ksi Optimal pad a Model dengan Risiko

Konclisi produksi optimal dapat dilihat pacta model yang pasti icertai nty

models dan model dengan risiko (risk model). Di bawah ini akan diuraikan

mengenai ke-Iua model tersebut.

1. Model yang pasti (certainty //lodel)

Jib diketahui fungsi keuntungan sebagai berikut :

Y=P.Q-C(Q)--B

Ekspektasi keuntungan dapat dituliskan sebagai berikut :

E (y) = P Q- C( Q) - B

Variance keuntungan dapa: diiuliskan sebagai berikut :

Penentuan koncJisi produk optimal pada konclisi risiko, terlebih dahulu merigetahui

certtunty equ iva/en ( d ar: keuntungan sebaga i beri ku t :

YCE = PQ- C(Q) - B - )J2 Q2 02

Maksirnum keuntungan:

ay CFjOQ = 0

FOC: P- C' (Q) - Ie Q02 = 0 P = C' (Q) + ), Q02

dimana Ie Q02 merupakan biaya sebagai akibat adanya risiko atau dapat clikatakan

besarnya keuntungan yang tersedia untuk dihilangkan. Derigan demikian dapat

dikatakan bahwa produksi optimal pada kondisi kepastian dan risiko terdapat

adanya perbedaan yaitu pada konclisi kepastian produksi optimal tercapai pada

saat harga output sama clengan marginal cost sedangkan pada kondisi adanya

risiko, produksi optimal tercapai pada saat harga output

sarna dengan

penjumlahan marginal cost dan biaya akibat risiko.

Daftar Pustaka:

Anderson, J.R, [Link] and J.B. Hardaker. 1977. Agricultural Decision

Analysis. The Iowa State University Press.U.S.A

Elton, E.] and MJ Gruber.199S. Modern Portofolio Theory and Investment Analysis. Fifth Edition. John Wiley and Sons Inc. New York.

Calkin, P.B. and [Link]. 1983. Farm Business Management Successful Decisions in a Changing Environment. Macmillan Publishing Co. Inc. New York.

Harwood, J, RHeifner, K. Coble, J. Perry and A. Sornwaru. 1999. Managing

Risk in Farming : Concepts, Research and Analysis. Agriculutural Economic Report No.774. [Link] of Agriculture.

Robison, L. J. and P.J. Barry 1987. The [Link] Firm's Response to Risk.

Macmillan Publisher. New York.

Rournasset, Boussard and Singh. 1979 Risk, Uncertainty and Agriculutral [Link] Asian Regional Centre foiGrnduate Study and Research in Agriculture Philippines.

Evaluasi :

1. Kegiatan diversifik asi usaha dapat mcngurangi risiko yang dihadapi pclaku

bisnis dibandingkan dengan kegiatan usaha yang tunggal atau spcsialisasi

Jelaskan pernyataan tersebut I

2. Mengapa ukuran coefficient variation lebih tepat digunakan bila kita

dihadapkan pada beberapa alternatif investasi 7

3. Pelak-i bisnis akan mengernbangkan usahar ya. Berdasarkan inforrnas i cli

bawah ini bantulah pelaku bisnis untuk memilih usaha yang akan

dikernbangkan.

4. Jika diketahui fungsi utilitas individu berbentuk logaritrna sebagai berikut :

U(y) = 1/y

Bagaimana sikap individu dalam menghadapi risiko dengan sernakin

meningkatnya pendapatan ?

\.._jl\ r

Anda mungkin juga menyukai