100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
96 tayangan15 halaman

Jenis dan Prinsip Sensor Aliran

Sensor aliran digunakan untuk mengukur material fluida yang melewati titik tertentu dalam pipa. Terdapat tiga jenis sensor aliran yaitu berdasarkan tekanan, turbin, dan magnetik. Pitot tube adalah sensor aliran berdasarkan tekanan yang bekerja dengan mengukur selisih tekanan statis dan stagnasi untuk menentukan kecepatan aliran melalui persamaan Bernoulli.

Diunggah oleh

Muza Beib
Hak Cipta
© Attribution Non-Commercial (BY-NC)
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPT, PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
96 tayangan15 halaman

Jenis dan Prinsip Sensor Aliran

Sensor aliran digunakan untuk mengukur material fluida yang melewati titik tertentu dalam pipa. Terdapat tiga jenis sensor aliran yaitu berdasarkan tekanan, turbin, dan magnetik. Pitot tube adalah sensor aliran berdasarkan tekanan yang bekerja dengan mengukur selisih tekanan statis dan stagnasi untuk menentukan kecepatan aliran melalui persamaan Bernoulli.

Diunggah oleh

Muza Beib
Hak Cipta
© Attribution Non-Commercial (BY-NC)
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPT, PDF, TXT atau baca online di Scribd

SENSOR ALIRAN

Ir. Arief Suwandi, M.T


Pengantar
Sensor aliran :

mengukur jumlah dari material fluida yg melewati


sebuah titik pada suatu waktu.

Material tersebut biasanya gas atau cairan yang lewat


pada sebuah pipa tertutup atau terbuka.
Jenis sensor aliran
Kelompok sensor aliran:

1. pressure-based flow sensors

2. turbine flow sensors

3. magnetic flowmeters
Jenis sensor aliran (1)
1. Pressure-based flow sensors (berdasarkan perbedaan tekanan)
a. Orifice plate

Pembatas(penghalang) sederhana di dalam pipa menyebabkan tekanan jatuh pada aliran.


Seperti pada resistor yang menyebabkan terjadinya tegangan jatuh pada rangkaian.

[Link]

Penyempitan bertahap pada pipa menyebabkan kecepatan fluida meningkat. Daerah yang
memiliki kecepatan tinggi akan memiliki tekanan rendah. Aliran sebanding dengan
perbedaan tekanannya. Sensor ini cenderung menjaga aliran agar laminer (halus), tapi
orifice dan venturi menyebabkan tekanan jatuh pada pipa dimana mungkin tidak dapat
disetujui.

[Link] tube
Jenis sensor aliran (2)
2. Turbine flow sensors
Disebut juga flow meter, menggunakan tongkat roda (paddle wheel) atau baling-baling
yang diletakkan pada garis aliran. Kecepatan rotasi dari roda berbanding langsung
dengan kecepatan aliran.

Aliran medium akan mengeliminasi tipe sensor ini untuk beberapa aplikasi, khususnya
temperatur tinggi atau fluida tipe abrasive.

3. Magnetic flow meters


Jika sebuah cairan bersifat konduktif, maka magnetic flow meter dapat digunakan.
Magnetic flow meter tidak memiliki bagian yang bergerak dan hadir tidak untuk
mengganggu atau menghalangi aliran. Sebuah bagian nonconducting dari pipa
ditempatkan pada medan magnetik. Fluida yang mengalir pada pipa seperti
perpindahan konduktor pada sebuah generator yang menghasilkan tegangan. Tegangan
sebanding dengan kecepatan fluida, dimana dideteteksi dari elektrode yang
ditempatkan pada sisi dari pipa.
Pipa pitot (pitot tube)
Pitot tube ialah pipa terbuka kecil dimana permukaannya bersentuhan

langsung dengan aliran. Terdiri dari 2 pipa, yaitu :


• Static tube (untuk mengukur tekanan statis)

Pipa ini membuka secara tegak lurus sampai ke aliran sehingga dapat

diketahui tekanan statisnya.


• Impact/stagnation tube (untuk mengukur tekanan stagnasi = velocity

head)

Impact pressure selalu lebih besar daripada static pressure dan

perbedaan antara kedua tekanan ini sebanding dengan kecepatan.


SKEMA PIPA PITOT (1)
SKEMA PIPA PITOT (2)
Cara kerja pitot tube :
1
p0  pstat V 2 , ( Bernoulli) Pipa yang mengukur tekanan statis
2 terletak secara radial pada batang yang
V  2( p0  pstat ) /  dihubungkan ke manometer (pstat)
V  C 2( p0  pstat ) /   Tekanan pada ujung pipa di mana fluida
masuk merupakan tekanan stagnasi(p0)
P0 = stagnation pressure
Pstat = static pressure
 Kedua pengukuran tekanan tersebut
dimasukkan dalam persamaan Bernoulli
Prinsip dari pitot tube :
untuk mengetahui kecepatan alirannya
Energi kinetik
 Sulit untuk mendapat hasil pengukuran
dikonversikan menjadi
tekanan stagnasi secara nyata karena
static pressure head. adanya friksi pada pipa. Hasil pengukuran
selalu lebih kecil dari kenyataan akibat
faktor C (friksi empirik)
Kegunaan pipa pitot
- mengukur tekanan fluida pada wind tunnel

- menghitung profil kecepatan aliran pada pipa


Kegunaan Pipa pitot (2)
V

z1-z2

y
Aplikasi pipa pitot
Mengukur kecepatan pada pesawat (airspeed)

Altimeter pesawat

Mengukur tekanan fluida pada wind tunnel

(terowongan angin)
Kelebihan dan Kekurangan
Kelebihan :
 Susunan sederhana

 Relatif mudah dan murah

 Tidak perlu adanya kalibrasi

 Pressure drop aliran kecil

Kekurangan :
 Keakuratan rendah untuk beberapa aplikasi

 Pipa harus lurus dengan kecepatan aliran untuk mendapatkan hasil yang baik

 
Kesimpulan
Sensor aliran berfungsi untuk mengukur jumlah dari

material fluida yang melewati sebuah titik pada suatu


waktu dalam pipa
Jenis sensor aliran ada 3 yaitu : pressure-based flow

sensors, turbine flow sensors, dan magnetic flowmeters


Pitot tube merupakan sensor aliran jenis pressure-based

flow sensors. Sensor ini menggunakan prinsip perbedaan


tekanan untuk mengetahui kecepatan aliran dengan
persamaan Bernoulli.
TERIMA KASIH
ATAS
PERHATIANNYA

Anda mungkin juga menyukai