Bab 1.
Pengenalan Wireless LAN
Kita akan mendiskusikan tentang pangsa pasar wireless LAN,
gambaran masa lalu, sekarang dan masa depan dari wireless LAN,
serta pengenalan wireless LAN standar pemerintah. Kemudian kita akan
mendiskusikan beberapa aplikasi yang sesuai untuk wireless LAN.
Menurut pengalaman dari cerita dan evolusi dari teknologi wireless
LAN merupakan bagian yang penting dari prinsip dasar wireless LAN.
Suatu pemahaman dari mana wireless LAN datang dan aplikasinya serta
organisasinya yang dapat membantu perkembangan teknologi yang
memungkinkan anda untuk mengaplikasikan wireless LAN yang lebih
baik ke dalam organisasimu atau kebutuhan klien.
1.1 Sejarah Wireless LAN
Penyebaran jaringan nirkabel, seperti kebanyakan teknologi, seperti
turun temurun dibawah naungan dari militer. Militer perlu suatu
kemudahan, yang mudah diterapkan, dan metode keamanan pertukaran
data dalam suatu lingkungan peperangan. Ketika biaya teknologi
nirkabel merosot dan mutu meningkat, itu menjadi penghematan
biaya untuk perusahaan-perusahaan yang dapat menggabungkan
bagian nirkabel ke dalam jaringan mereka. Teknologi nirkabel
menawarkan suatu jalan yang murah untuk kampus untuk
menghubungkan bangunan satu sama lain tanpa pemasangan kabel fiber
atau tembaga.
1.2 Standarisasi Wireless LAN
Karena wireless LAN mengirim menggunakan frekuensi radio, wireless
LAN diatur oleh jenis hukum yang sama dan digunakan untuk mengatur
hal-hal seperti AM/FM radio. Federal Communications Commission
( FCC) mengatur penggunaan alat dari wireless LAN. Dalam
pemasaran wireless LAN sekarang, menerima beberapa standard
operasional dan syarat dalam Amerika Serikat yang diciptakan dan
dirawat oleh Institute of Electrical Electronic Engineers (IEEE). Beberapa
Standar wireless LAN :
a. IEEE 802.11 – standar asli wireless LAN
menetapkan tingkat perpindahan data yang
paling lambat dalam teknologi transmisi light-
based dan RF.
b. IEEE 802.11b – menggambarkan tentang
beberapa transfer data yang lebih cepat dan lebih
bersifat terbatas dalam lingkup teknologi
transmisi.
c. IEEE 802.11a – gambaran tentang
pengiriman data lebih cepat dibandingkan
(tetapi kurang sesuai dengan) IEEE 802.11b, dan
menggunakan 5 GHZ frekuensi band UNII.
d. IEEE 802.11g – syarat yang paling terbaru
berdasar pada 802.11 standard yang
menguraikan transfer data sama dengan
cepatnya seperti IEEE 802.11a, dan sesuai
dengan 802.11b yang memungkinkan untuk lebih
murah.
1.3 Aplikasi Wireless LAN
1.3.1 Akses Role
Wireless LAN kebanyakan menyebar dalam suatu lapisan akses,
maksudnya mereka digunakan sebagai suatu titik masukan ke dalam
suatu kabel jaringan. Di masa lalu, akses telah digambarkan sebagai
dial-up, ADSI, kabel/telegram, selular, Ethernet, Token Ring, Frame Relay,
ATM, dan lain lain. wireless cara sederhana yang lain untuk para user
dalam mengakses jaringan tersebut. Wireless LAN adalah lapisan
jaringan Data-Link seperti cara akses semuanya hanya mendaftar
saja. Dalam kaitan dengan kecepatan, jaringan nirkabel tidaklah tepat
diterapkan dalam distributor atau sebagai inti dalam jaringan. Tentu
saja, dalam jaringan kecil, mungkin tidak ada perbedaan antara inti,
Distribusi, atau Lapisan akses dari jaringan tersebut. Lapisan inti dari
suatu jaringan harus sangat stabil dan sangat cepat, mampu menangani
suatu jumlah yang luar biasa dengan sedikit kesulitan dan pengalaman
tidak ada penurunan waktu. Lapisan distribusi suatu jaringan harus
cepat, fleksibel, dan dapat diandalkan. Wireless LAN tidak secara khusus
dibutuhkan sebagai suatu solusi perusahaan. Gambar 1.1
menggambarkan klien dengan cepat memperoleh akses dalam suatu
kabel jaringan melalui hubungan suatu alat koneksi (point access).
Gambar 1.1. Akses role dari wireless LAN
1.4.2 Perluasan Jaringan
Jaringan nirkabel dapat bertindak sebagai suatu perluasan dari suatu
kabel jaringan. Ada kemungkinan masalah dimana memperluas
jaringan akan memerlukan tambahan kabel dalam instalasinya dan
menjadi kendala dalam pembiayaannya. Wireless LAN dapat dengan
mudah digunakan untuk menyediakan konektivitas dalam suatu gedung
yang merupakan area yang jauh, digambarkan dalam denah dalam
gambar 1.2. Karena hanya sedikit diperlukan pemasangan kabel untuk
memasangan wireless LAN, biaya instalasi dan pembelian ethernet
dengan sepenuhnya dihapuskan.
Gambar 1.2. Perluasan Jaringan
1.4.3 Menghubungkan Gedung Satu dengan yang lain
Terdapat 2 perbedaan bentuk dari konektivitas antar gedung.
Pertama disebut Point-to-Point (PTP), dan yang kedua disebut Point-
to-Multipoint (PTMP). Point-to-point adalah koneksi nirkabel hanya
antar dua bangunan, seperti gambar 1.3. Koneksi PTP hampir selalu
menggunakan semi-directional atau highly-directional antenna pada
masing-masing akhir dari link.
Gambar 1.3. Koneksi antar gedung
Point-to-multipoint (PTMP) adalah koneksi nirkabel tiga atau lebih dari
beberapa gedung, bentuk penerapannya adalah “hub and spoke”
atau star topologi, dimana salah satu gedung sebagai titik pusat dari
jaringan (server).
1.4.4 Pengiriman Data Bermil-mil
Wireless Internet Service Providers (WISPs) sekarang mengambil
keuntungan dari kemajuan terbaru dalam teknologi nirkabel untuk
mengirim data bermil-mil untuk melayani pelanggan mereka. WISP
mempunyai tantangan yang unik bagi mereka. Hanya provider xDSL
mempunyai permasalahan lebih pada jarak yang jauh yaitu 18.000
kaki ( 5,7 km) dari kantor pusat dan kabel provider mempunyai
persoalan dengan kabel yang sedang dipakai bersamaan oleh user,
WISP mempunyai masalah dengan atap, pohon, kilat, pegunungan,
menara dan banyak lagi hambatan dalam konektivitas.
Gambar 1.4. Layanan Data yang jauh
1.4.5 Mobilitas
Sebagai suatu solusi lapisan akses, wireless LAN tidak dapat
digantikan dengan kabel LAN dalam kondisi kecepatan data
(100BaseTx tiap 100Mbps
versus IEEE 802.11a tiap 54Mbps). Wireless LAN melakukan
penawaran dalam peningkatan suatu mobilitas ( seperti pada gambar
1.5) sebagai awal perdagangan untuk kecepatan dan mutu layanan.
Gambar 1.5. Mobilitas
1.4.6 Small Office – Home Office
Bentuk jenis ini juga digunakan oleh banyak perusahaan yang hanya
mempunyai beberapa karyawan. Dalam perusahaan ini mempunyai
kebutuhan untuk membagi informasi antar para pemakai dan koneksi
internet tunggal untuk efisiensi dan peningkatan produktivitas. Untuk
aplikasi ini -small office-home office, atau SOHO- wireless LAN sangat
mudah dan solusi yang efektif.
Gambar 1.6. SOHO wireless LAN
1.4.7 Mobile Offices
Suatu contoh sederhana dalam menghubungkan kelas dengan cepat
yang konektivitasnya menggunakan wireless LAN yang digambarkan
dalam gambar 1.7. Ruang kantor sementara juga memanfaatkan jaringan
dengan wireless LAN. Ketika perusahaan berkembang, mereka sering
mencari kekurangan dari ruang kantor mereka, dan butuh untuk
sedikit pekerjaan untuk berpindah ke lokasi yang berdekatan, seperti
suatu kantor bersebelahan atau suatu kantor pada lantai yang berbeda
tetapi masih satu gedung.
Gambar 1.7. Suatu sekolah dengan kelas yang mobilitas
1.5 Kesimpulan
Teknologi wireless telah ada sejak dulu yang secara sederhana
diimplementasikan di dunia militer. Kepopuleran dan level teknologi
yang digunakan dalam wireless Lan bertumbuh dengan sangat pesat.
Manufactur telah menciptakan a myriad of solutions untuk berbagai
kebutuhan kita akan jaringan wireless. Kenyamanan, pupolaritas,
penyediaan, dan harga dari perangkat keras wireless LAN
menyediakan kita semua dengan banyak solusi yang berbeda. Dengan
laju perkembangan teknologi wireless, manufaktur, dan perangkat keras
yang sangat pesat, aturan dari organisasi seperti FCC, IEEE, WECA, dan
WLANA akan menjadi semakin penting untuk pembersihan gangguan
operasi antar solusi. Hukum-hukum tersebut ditetapkan oleh
organisasi yang mengaturnya seperti FCC bersama-
sama dengan organisasi pendukung lainnya seperti IEEE, WLANA, dan
WECA yang akan menjadi tumpuan bagi industri wireless LAN dan
menyediakan path yang umum bagi industri wireless LAN untuk
bertumbuh dan berkembang.
3.2.1 Wireless Local Area Networks
Wireleess Lan, WMANs, dan WWANs menggunakan spread spectrum yang
sama dengan cara yang berbeda. Sebagai contoh suatu wireless
LAN mungkin
bisa digunakan dalam bangunan untuk menyediakan penghubung
para mobile,
atau jembatan mungkin bisa digunakan untuk menyediakan building-
to-building
penghubung ke seberang suatu kampus. Ini adalah penggunaan yang
spesifik dari
teknologi spread spectrum yang tepat di dalam uraian suatu Local Area
Network
(LAN).
Penggunaan yang umum dari teknologi spread spectrum yaitu suatu
kombinasi dari Wireless 802.11 yang memenuhi Lan dan 802.15
peralatan yang
memenuhi Bluetooth. Dua teknologi ini sudah megcepture bagian pasar
yang luar
biasa, jadi merupakan ironis bahwa keduanya berfungsi dengan banyak
cara yang
berbeda, permainan di dalam FCC dengan aturan yang sama, tetapi
sangat
bertentangan satu sama lain. Riset pantas dipertimbangkan, waktu,
dan sumber
daya termasuk dalam pembuatan teknologi ini pada waktu yang sama.
3.2.2 Wireless Personal Area Networks
36
Bluetooth, paling populer dari teknologi WPAN yang ditetapkan oleh
standart IEEE 802.15. Peraturan FCC mengenai penggunaan spread
spectrum,
mengijinkan untuk berbeda tipe dari implementasi spread spectrum.
Beberapa
format dari spread spectrum memperkenalkan konsep frekwensi
hopping, yang
mengirim dan menerima system hop dari frekwensi ke frekwensi di
dalam band
frekwensi yang mengirimkan data, Bluetooth hop kira-kira 1600 kali
per detik
sedang teknologi HomeRF (luas band teknologi WLAN) hop kira-kira 50
kali per
detik. Kedua teknologi ini saling bertukar dari standart 802.11 WLAN,
yang mana
hop 5-10 kali per detik.
Masing teknologi ini mempunyai kegunaan yang berbeda di dalam
pasar,
tetapi semua tergolong dalam peraturan FCC. Sebagai contoh, ciri
802.11
frekwensi hopping WLAN boleh jadi diterapkan di lingkungan rumah
dalam
kaitan dengan pembatasan lower output power oleh FCC
3.2.3 Wireless Metropolitan Area Networks
Penggunaan spread spectrum lain, seperti link wireless yang
mengilingi
keseluruhan kota besar yang menggunakan high-power link point-to-
point untuk
membuat suatu jaringan, dalam mengenal sebagai Wireless
Metropolitan Area
Networks, atau WMANs. Menghubungkan banyak link point-to-point
Wireless ke
suatu jaringan ke seberang area yang geografisnya sangat besar
dengan
mempertimbangkan WMAN, tetapi masih menggunakan teknologi
yang sama
sebagai WMAN. Perbedaan WLAN dan WMAN, WMANs menggunakan
frekwensi yang diizinkan sebagai ganti frekwensi yan tidak diizinkan
dengan
menggunakan WLan. Alasan untuk perbedaan ini bahwa organisasi
menerapkan
jaringan yang akan mengontrol jarak frekwensi di mana WMAN
sedang
diterapkan dan tidak perlu khawatir jika orang lain menerapkan
jaringan yang
bertentangan. Faktor yang sama berlaku pada WWANs.
3.3 FCC Specification
Meskipun ada implementasi yang berbeada dari teknologi spread
spectrum, hanya
dua jenis yang ditetapkan oleh FCC. Hukum menetapkan spread
spectrum di dalam
judul 47 melalui kongress dengan judul ”Telegraf, Telepon, dan
Radiotelegraphs.”
Hukum menyediakan basis untuk peraturan dan implementasi oleh
[Link] FCC
37
dapat ditemukan di dalam kode Peraturan Pemerintah pusat (CFR).
Wireless LAN
diuraikan di dalam peraturan [Link] FCC ini uraikan dua
teknologi spread
spectrum yaitu DSSS dan FHSS.
3.3.1 Frequency Hopping Spread Spectrum (FHSS)
Frekwensi hopping spread spectrum adalah suatu teknik yang
menggunakan
kecepatan frekwensi spread spectrum yang lebih dari 83 MHz.
Kecepatan
frekwensi mengacu pada kemampuan radio untuk merubah frekwensi
transmisi di
dalam RF band frekwensi yang dapat di pakai. Dalam frekwensi hopping
wireless
Lan, bagian yang dapat dipakai dari 2.4 GHz ISM band adalah 83.5
MHz, per
peraturan FCC dan standart IEEE 802.11.
[Link] How FHSS Works ?
Dalam sistem frekwensi hopping, merubah frekwensi, atau hop, menurut
urutan pseudorandom. Urutan pseudorandom adalah daftar beberapa
frekwensi
yang akan hop pada interval waktu yang ditetapkan sebelum
mengulanginya.
Pemancar menggunkan urutan hop untuk memilih frekwensi
transmisinya.
Pengngkut akan tinggal pada frekwensi tertentu untuk waktu yang
ditetapkan
(dikenal sebagai dwell time), dan kemudian menggunakan sejumlah
waktu
kecil untuk hop kepada frekwensi yang berikutnya (hop time).
Gambar 3.2 menunjukkan frekwensi hopping sistem menggunakan
urutan hop frekwensi 5 MHz band. Di dalam contoh ini, urutannya adalah
1. 2.449 GHz
2. 2.452 GHz
3. 2.448 GHz
4. 2.450 GHz
5. 2.451 GHz
Ketika radio telah memancarkan informasi pada 2.451 GHz, radio akan
mengulangi urutan hop, start lagi ke 2.449 GHz. Proses mengulang
urutan
selanjutnya sampai informasi diterima dengan sepenuhnya. Penerima
radio
disamakan ke pemancar hop radio dalam rangka menerima
frekwensi yang
38
sesuai di proper time. Sinyal kemudian di demodulated dan
digunakan oleh
komputer yang menerima.
Gambar 3.2. Single FHSS
[Link] Effects Of Narrow Band Interference
Frekwensi hopping adalah suatu metoda data pengiriman di mana
transmisi dan sistem menerima hop sepanjang pola frekwensi dapat
diulang
bersama-sama.
Dengan semua teknologi spread spectrum, frekwensi hopping sistem
bersifat resistant tetapi tidak kebal untuk gangguan campur tangan
narrow
band. Di dalam contoh gambar 3.2, jika sinyal akan bertentangan
dengan
frekwensi sinyal hopping, pada 2.451 GHz hanya bagian dari sinyal
spread
spectrum yang hilang. Sisa dari sinyal spread spectrum akan tetap utuh,
dan
data yang hilang akan dipancarkan kembali. Pada kenyataannya, sinyal
spread
spectrum yang bertentangan boleh menduduki megahertz dari
bandwidth.
Sejak frekwensi hopping band selesai lebar 83 MHz, bahkan sinyal
yang
bertentangan akan menyebabkan sedikit penurunan dari sinyal
spread
spectrum.
[Link] Frequency Hopping Systems
Adalah menjadi pekerjaan dari IEEE untuk menciptakan standart operasi
dalam membatasi peraturan yang diciptakan oleh FCC. IEEE dan
standart
OpenAir mengenai sistem FHSS menguraikan:
39
what frequency bands may be used (frekwensi band apa yang boleh
digunakan)
hop seguences
dwell time
data rates
Standart IEEE 802.11 menetapkan tingkat data1 Mbps dan 2 Mbps dan
OpenAir (standart yang diciptakan oleh almarhum dalam wireless LAN
bentuk
interoperasi) menetapkan tingkat data 800 jbps dan 1.6 Mbps. Dalam
rangka
untuk sistem frekwensi hopping untuk 802.11 atau OpenAir, ia must
beroperasi dalam 2.4 GHz ISM band ( yang mana telah di definisikan
oleh
FCC dari 2.400 GHz ke 2.5000 GHz). Keduanya standart mengenai
operasi
dalam jarak 2.4000 GHz ke 2.4835 GHz. Sejak Wireless LAN
Interoperability
Forum (WLIF) tidak lagi mendukung standart yang di luar, system IEEE
akan
memenuhi untuk system FHSS dalam buku ini.
[Link] Channels
Suatu sistem frekwensi hopping akan beroperasi menggunakan pol suatu
channel. Sistem frekwensi hopping secara khusus menggunakan hop
standart
26 atau subnet daripadanya. Beberapa sistem frekwensi hopping
mengijinkan
hop menggunakan pola. Dan yang lain mengijinkan sinkronisasi antar
sistem
dengan menghapus collisions dalam menempatkan lokasinya.
Meskipun
mungkin untuk mempunyai sebanyak 79 poin-poin akses yang
disamakan,
dengan banyak sistem ini, masing-masing frekwensi hopping radio
akan
memerlukan sinkronisasi dengan semua dalam urutan tidak untuk
bertentangan
dengan frekwensi hopping radio yang lain dalam area. Harga system
seperti itu
menjadi penghalang dan biasanya tidak dipertimbangkan pada sustu
pilihan.
Jika radio tidak disamakan untuk digunakan, Kemudian 26 sistem
dapat
dilokasikan dalam Wireless LAN, jumlah ini dianggap sebagai
maksimum
dalam Wireless LAN medium-traffic. Lebih dari 15 sistem frekwensi
hopping
dilokasikan dalam lokasi yang bertentangan pada tingkat collisions itu
akan
mulai mengurangi kumpulan keluaran dari Wireless LAN
40
Gambar 3.3. Co-located FHSS
[Link] Dwell Time
Ketika mendiskusikan system frekwensi hopping, Kita sedang
mendiskusikan sistem yang harus memancarkan pada frekwensi yang
ditetapkan untuk sementara waktu, Kemudian hop pada suatu frekwensi
yang
berbeda unutk melanjutkan pemancaran. Ketika sistem frekwensi
hopping
memancarkan pada frekwensi, harus melakukan sejumlah waktu
yang
ditetapkan. Wkatu ini akan memanggil dwell time. Sekali ketika dwell
time
berakhir, system tombolke frekwensi yang berbeda dan mulai unutuk
memancarkan lagi. Suatu sistem frekwensi hopping memancarkan
dua
frekwensi,2.401 GHz dan 2.402 GHz. Sistem akan memancarkan
pada
frekwensi 2.401 GHz untuk durasi dari dwell time-100 miliseconds
(ms),
sebagai contoh. Setelah 100 ms radio harus berubah pemancarkan
frekwensi
pada 2.402 GHz dan mengirimkan informasi pada frekwensi untuk 100
ms.
3.3.2 Direct Sequence Spread Spectrum (DSSS)
Direect Sequence Spread Spectrum sangat dikenal luas dan merupakan
tipe
spread spektrum yang paling banyak digunakan, digunakan oleh
aplikasi yang
sangat popular, mudah penggunaan dan memiliki rate data yang
tinggi. DSSS
merupakan sebuah metode pengiriman data dimana pengiriman dan
penerimaan
data berada pada range frekuensi 22 MHz. Chanel yang lebih lebar akan
membuat
peralatan dapat mengirim informasi lebih tinggi daripada system FHSS
41
[Link] Bagaimana DSSS Bekerja
DSSS menggabungkan sebuah data sinyal pada station pengiriman
dengan kecepatan bit sequence yang tinggi dimana direferensikan
sebagai
chipping code atau penguatan prosesor. Sebuah prosesor yang tinggi
akan
menambah resistansi sinyal untuk saling berinteferensi. Proses dari
direct
sequence dimulai dengan sebuah carier dimodulasikan dengan kode
sequence.
Angka pada chips dalam kode akan menentukan bagaimana penyebaran
terjadi
dan angka dari chips serta kecepatan dari kode akan menentukan
kecepata
data.
[Link] Direct Sequence Systems
Dalam ISM band 2.4 GHz, IEEE telah menjelaskan bahwa penggunaan
DSSS pada rate data 1 atau 2 Mbps dibawah standar 802.11. Peralatan
IEEE
802.11b beroperasi pada 5.5 atau 11 Mbps yang akan mampu
berkomunikasi
dengan peralatan 802.11 yang beroperasi pada 1 atau 2 Mbps hal
ini
dikarenakan tipe 802.11 b menyediakan kemampuan untuk
berkomunikasi
dengan versi sebelumnya.
[Link] Channels
Tidak seperti frekuensi hoping system yang menggunakan rangkaian
lompatan untuk mendefinisikan chanel-chanel, direct system
menggunakan
definisi chanel yang lebih konvensional. Masing-masing chanel
merupakan
band yang saling berdekatan dengan lebar frekuensi 22 MHz dan 1
MHz
frekuensi carier digunakan hanya sebagai FHSS. Chanel 1 beroperasi
dari
2.401 GHz – 2.423 GHz dan chanel 2 operates dari 2.406 – 2.429.
3.3.3 Akibat dari Narrow Band Interfence
Seperti sistem frekuensi hop, direct sequence system selalu resistan.
Sebuah
sinyal DSSS akan lebih suspek daripada FHSS karena band DSSS
sangat kecil
42
(dengan lebar 22 MHz 79 MHz yang digunakan FHSS) dan informasi
dikirim
melalui simultan band. Dengan FHSS, frekuensi akan sulit dan lebar
frekuensi
akan mengalami interferensi.
3.3.4 Akibat Aturan FCC terhadap DSSS
Hanya karena sistem FHSS, FCC menggunakan regulasi bahwa
sistem
DSSS menggunakan 1 w untuk point to multipoint. Keluaran
maksimum yang
berdiri sendiri dari channel yang dipilih, artinya channel yang
disetujui, daya
keluaran yang sama. Regulasi ini mengaplikasikan spread spectrum
antara 2.4
GHz ISM band dan naik 5 GHz UNII band.
3.3.5 Perbandingan FHSS dan DSSS
Antara teknologi FHSS dan DSSS memiliki kelebihan dan kekurangan, dan
hal itu urusan dari administrator Wireless LAN untuk memberikan tiap
kelebihan
dan kekurangan ketika memutuskan bagaimana
mengimplementasikan Wireless
LAN. Pada bagian ini akan membahas beberapa faktor yang
seharusnya
didiskusikan ketika membandingkan teknologi yang akan
diimplementasikan pada
perusahaan kita, yaitu
• Narrowband interference
• Co-Location
• Cost
• Equipment Compability & Availability
• Data rate & Thoughput
• Security
• Standards Support
3.4 Narrowband Interference
Salah satu kegunaan system FHSS adalah resistensi yang besar untuk
narrowband
interference. System DSSS mungkin diakibatkan oleh Narrowband
interference dan
pada system FHSS karena menggunakan 22 MHz dibandingkan dengan 79
MHz FHSS .
43
3.4.1 Cost
Ketika mengimplementasikan jaringan wireless LAN, kegunaan dari
sistem
DSSS mungkin lebih murah dari pada sistem FHSS. Biaya untuk
mengimplementasikan sebuah direct sequence system sangat sulit.
Sejak sistem
frekuensi hop yang jelek .
3.4.2 Co-Location
Sebuah kegunaan dari FHSS dari DSSS adalah kemampuan yang lebih
pada
sistem frekuensi hop untuk di-co-located ke direct sequence system. Sejak
sistem
frekuensi hop disebut frekuensi yang jelek dan menggunakan 79 channel
diskrit,
yang mana memiliki c-location maksimum terhadap 3 access point.
Gambar 3.4. Perbandingan Co-location
Bagaimanapun, ketika dihitung biaya hardware pada sistem FHSS
untuk
mendapatkan sistem DSSS secara keseluruhan, kegunaan akan cepat
hilang.
Karena sistem DSSS memiliki 3 co-located access point, secara
keseluruhan
konfigurasi ini akan menjadi
3 access point x 11 Mbps = 33 Mbps
atau secara kasaran 50 % dari bandwith rate, sistem DSSS secara
keseluruhan
33 Mbps / 2 = 16.5 Mbps .
44
Home RF2.0 menggunakan lebar band frekuensi hoping teknologi
untuk
mencapai 10 Mbps kecepatan data.,dimana kira-kira pada putaran 5
Mbps
keluaran yang sebenarnya.
Penangkap membandingkan Home RF2.0 ke 802.11 atau 802.11b
system
aplles ke apples. Perbedaannya ialah HomeRF batas keluaran powernya
( 125 mW
) dibandingkan dengan 802.11 sistem ( 1 watt ).
Ketika wireless frame dipancarkan , sinyal akan berhenti antara data
frame
untuk mengontrol sinyal dan perintah over head [Link] frekuensi
system
hoping ini “interframe spacing “ lebih panjang daripada
menggunakan direct
sequence system, menyebabkan kecepatan data yang dikirim melambat.
Sebagai
tambahan ketika system frekuensi hoping dalam proses perubahan
frekuensi
pemancar , tidak ada data yang [Link] menyebabkan lebih banyak
kehilangan
output, meskipun hanya sebagian kecil. Beberapa wireless LAN
system
menggunakan phisycal layer protocol dalam beberapa macamnya
untuk
meningkatkan [Link] kerja metode ini menguntungkan keluarannya
setinggi
80 % dari keceptana transfer data, tetapi juga mengakibatkan
pengorbanan antar
kemampuan pengoperasiannya.
3.4.3 Keamanan
Kelebaran toute dan mitos bahwa frekuensi system hoping tidak
dapat
dipisahkan keamanannya dengan direct sequences system. Fakta utama
mitos ini
tidak membuktikan bahwa FHSS radio hanya dibuat oleh beberapa
perusahaan
kecil saja. Dari beberapa perusahaan ini semuanya mematuhi
standard seperti
802.11 atau OpenAir dalam usaha menjual produknya lebih efektif.
Kedua
kebanyakan perusahaan menggunakan standar dari hop sequences, yang
umumnya
digabungkan dengan daftar pre-determined , diprodusi dengan standar
organisasi (
IEEE atau WLIF ). Kedua macam bentuk itu membuat kode hop
sequences
relative sederhana.
Alasan lain yang membuat hop sequences sangat sederhana ialah
banayak
channel yang di siarkan sangat bersih dengan beberapa
[Link] MAC
address yang dipancarkan access point dapat dilihat setiap
pemancar( dengan
indikasi buatan dari pabrik radio ). Beberapa perusahaan
memperbolehkan
45
administrator lebih fleksibel dlam mendefinisikan sendiri bentuk
[Link] kejadian ini biasanya level keamanannya tidak ada
sejak alat
canggih seperti spectrum analyzer dan laptop computer dapat
digunakan untuk
jalur bentuk hopping dari FHSS radio dalam detik.
3.4.4 Standard Support (Dukungan Standar)
Dalam diskusi sebelumnya , DSSS mempunyai lebar gain yang
harus
diberikan untuk biaya rendah, kecepatan tinggi, WECA’s Wi-Fi
standar
operasioanal , dan banyak factor [Link] akan mengijinkan hanya
kecepatan
perubahan industri yang harus diberikan, DSSS system lebih cepat seperti
802.11g
baru dan 802.11 a wireless LAN hardware .WECA’s baru mengoperasikan
WiFi5
standar untuk 5GHz DSSS system operasi pada UNII band yang
membantu
pergerakan industri pada direksi yang sama. Standar baru FHSS system
terdapat
HomeRf2.0 dan 802.15 ( mendukung WPAN’s seperti Bluetooth ),
tetapi tidak
untuk advancing FHSS system pada enterprise. Semua standar itu
dan
teknologinya akan dibicarakan didepan pada bab 6.
3.5 Kesimpulan
Spread spectrum adalah sebuah teknologi komunikasi yang memberikan
karakter
kepada lebar bandwidth dan low peak power. Spread spectrum
komunikasi digunakan
berbagai macam modulasi teknologi dalam wireless Lan dan memiliki
banyak
keuntungan yaitu membatasi komunikasi Narrow Band. Suatu
pengiriman narrow band
adalah teknologi komunikasi yang hanya cukup digunakan dari
frekwensi spectrum
untuk membawa data sinyal, dan tidak lebih. Penerapan dari aplikasi
komunikasi
Wireless diantaranya wireless personal area networks (WPANs), wireless
metropolitan
area networks (WMANs), and wireless wide area networks (WWANs).
Teknologi
Spread Spektrum terbagi atas FHSS (Frequency Hoping Spread
Spectrum) dan DSSS
(Direct Sequence Spread Spectrum).
46
47
Bab 4. Perangkat untuk Infrastruktur
Pada bab dari buku ini kita akan banyak membahas bagian hadware
wireless LAN.
Seperti yang disebutkan pada bab sebelumnya, kita dapat memilih
sebuah keperluan
dasar untuk jaringan wireless SOHO (Small Office Home Office) dibawah
400 dolar,
termasuk sebuah Accesss Point, kartu wireless PC, dan mungkin
sebuah USB client.
Meskipun dengan tipe perlengkapan ini kita tidak mempunyai
pengalaman dengan
setiap bagian yang dicakup pada bab ini, kita akan memiliki ide
bagus bagaimana
mengkomunikasikan beberapa peralatan tersebut dengan kata lain
bekerja menggunakan
teknologi RF (Frekuensi Radio).
Pada bagian ini meliputi kategori berbeda dari perlengkapan infrastruktur
jaringan
wireless dan beberapa variasi didalam tiap kategori. Dengan membaca
sendiri bagian
ini, kita dapat lebih jelas mencerna implementasi terkini jaringan
wireless, walaupun
sederhana kita alan tahu semua perbedaan macam-macam perlengkapan
wireless LAN
yang kita punyai. Hal ini akan membantu kita dalam membuat atau
menambahkan ke
sebuah jaringan wireless. Materi hardware ini pembangunan secara
fisik tiap wireless
LAN.
Pada umumnya, kita akan melingkupi tiap tipe hardware pada bagian ini
pada cara
yang sama menurut topik dibawah ini :
• Mendefinisikan dan peranan hardware pada jaringan
• Pilihan umum yang mungkin termasuk dengan hardware
• Bagaimana memasang dan mengkonfigurasikan hardware
Tujuan dari bab ini adalah membuat kita mengerti akan kebutuhan
hardware yang
kita perlukan untuk banyak konfigurasi bermacam-macam wireless LAN.
4.1 Access Point
Dasar kedua kartu wireless PC, accesss point/AT, kemungkinan
peralatan paling
umum untuk Wireless LAN yang mana kita akan bekerja sebagai
administrator Wireless
LAN. Seperti nama disarankan, accesss point menyediakan client dengan
sebuah point
untuk mengakses ke dalam sebuah jaringan. Sebuah accesss point
adalah sebuah
peralatan half duplex dengan kecerdasan yang sesuai untuk
kecanggihan switch
48
Ethernet. Gambar 4.1 menunjukkan sebuah contoh dari sebuah accesss
point, dimana
Gambar 4.2 mengilustrasikan dimana sebuah accesss digunakan pada
sebuah wireless
LAN.
Gambar 4.1. Access Point
Gambar 4.2. Installasi AP di Jaringan
4.1.1 Mode Access Point
Accesss point berkomunikasi dengan wireless clientnya, dengan
jaringan
kabel dan dengan accesss point lainnya. Ada 3 macam model pada
accesss point
yang akan dikonfigurasikan:
Root Mode
Repeater Mode
Bridge Mode
49
Tiap model akan digambarkan dibawah ini
[Link] Root Mode
Root Mode digunakan ketika accesss point dikoneksikan ke sebuah
tulang punggung kabel (wired backbone) sepanjang interface kabel
(biasanya
Ethernet)/ kebanyakan accesss point mendukung model lebih dari model
root
hadir dikonfigurasikan secara default. Ketika sebuah accesss ponit
dikoneksikan ke segment kabel sepanjang port Ethernetnya,
normalnya itu
(accesss point) akan dikonfigurasikan sebagai mode root. Ketika dalam
mode
root, accesss point terkoneksi pada sistem distribusi kabel yang
sama dapat
berkomunikasi satu sama lain melalui segment kabel. Accesss point
dapat
berkomunikasi satu sama lain ke fungsi koordinat penjelajahan sama
seperti
pengassosiasian kembali. Wireless client dapat berkomunikasi dengan
wiress
client lainnya pada lokasi yang cellnya berbeda sepanjang access
point
masing-masing ke seberang segment kabel, seperti yang ditunjukkan
Gambar
4.3
Gambar 4.3. Root Mode
[Link] Repeater Mode
Dalam mode pengulangan, accesss point memiliki kemampuan untuk
mendukung sebuah koneksi wireless upstream (hulu) kedalam jaringan
kabel
lebih dari koneksi normal kabel. Seperti yang kita lihat pada Gambar 4.4,
satu
accesss point melayani sebagai accesss point root dan lainnya
melayani
50
sebagai sebuah wireless repeater. Acess point dalam mode repeter
terkoneksikan ke client sebagai accesss point dan terkoneksikan ke
accesss
point upstream root sebagai client itu sendiri. Menggunakan accesss
point
dalam mode repeater adalah tidak disarankan jika tidak benar-benar
dibutuhkan karena cell disekitar tiap accesss point pada skenario ini
harus
tumpang tindih minimal 50 %. Konfigurasi ini mengurangi secara
drastis
jangkauan pada tiap client yang apat konek ke accesss point
repeater.
Tambahan, accesss point repeater berkomunikasi dengan client sama
baiknya
pada accesss point upstream melalui koneksi wireless, mengurangi
throughput
pada wireless segment. Pengguna dapat membebankan pada koneksi
wireless
akan mengalami throughput/keluaran yang rendah dan meningkatnya
keterpendaman pada skenario ini. Pada dasarnya untuk port
Ethernet kabel
dapat dihentikan ketika dalam mode repeater.
Gambar 4.4. Repeater Mode
[Link] Bridge Mode
Pada model jembatan, accesss point bertindak tepatnya sebagai
jembatan
wireless, yang mana akan didiskusikan nanti pada bagian ini.
Kenyataannya,
mereka menjadi jembatan wireless ketika dikonfigurasikan pada cara
ini.
Hanya sebagian kecil accesss point di pasaran yang memiliki fungsi
jembatan,
yang mana ciri khasnya ditambahkan biaya tertentu untuk perlengkapan.
Kita
akan menjelaskan singkat bagaimana fungsi jembatan wireless, tetapi
kita
dapat melihat dari Gambar 4.5 bahwa client tidak diasosiasikan ke
jembatan,
51
tetapi sedikit, jembatan digunakan untuk sambungan dua atau lebih
segment
kabel bersama sama wireless.
Gambar 4.5. Bridge Mode
4.2 Fixed atau Detachable Antenna
Tergantung kebutuhan organisasi atau client, kita memerlukan
pilihan antara
memiliki accesss point dengan antenna tetap (artinya tidak dapat
berpindah-pindah) atau
antenna berpindah. Sebuah accesss point dengan antenna berpindah
memberikan kita
kemampuan untuk menyertakan sebuah antenna berbeda untuk
accesss point yang
digunakan apapun panjang kabel yang kita butuhkan. Sebagai
contoh, jika kita
memerlukan untuk memasang accesss point didalamnya dan
memberikan koneiksi
dengan user luar ke dalam jaringan. Kita dapat menertakan sebuah
kabel dan sebuah
antenna luar ruangan langsung ke accesss point dan hanya memasang
antenna luar.
Access point dapat dikirimkan dengan atau tanpa antenna berbeda.
Antenna
wireless LAN berbeda digunakan dari bermacam-macam antenna
dengan bermacam-
macam input pada satu penerima dalam rangka menyample sinyal
dari seluruh tiap
antenna. Inti sample/contoh dua antenna adalah untuk mengambil
input sinyal dari
antenna yang menerima penerimaan sinyal terbaik. Dua antenna
mungkin dapat
memiliki perbedaan penerimaan sinyal karena sebuah gejala yang
disebut multipath,
yang mana akan dibicarakan secara detail pada Bab 9.
4.3 Kemampuan Penyaringan Tingkat Lanjut
MAC atau protokol kemampuan penyaringan dapat dimasukkan
pada sebuah
accesss point. Penyaringan biasanya digunakan untuk melihat keluar
penyusup pada
52
jaringan wireless LAN kita. Seperti sebuah persyaratan dasar keamanan
(dicakup dalam
Bab 10 – Keamanan), sebuah accesss point dapat dikonfigurasikan
untuk menyaring
keluar peralatan yang tidak terdaftar pada daftar Penyaring MAC
accesss point yang
mana dikendalikan administrator.
Protokol penyaringan mengijinkan administrator untuk memutuskan
dan
mengontrol protokol yang mana yang digunakan melalui koneksi
wireless. Sebagai
contoh, jika seorang administrator hanya mengharapkan menyediakan
akses protokol
http melalui koneksi wireless jadi user dapat menjelajah web dan
mencek emailnya
melalui email, kemudian mensetting sebuah protokol http akan
mencegah semua tipe
protokol lainnya ke segment dari jaringan.
4.4 Kartu Radio (modular) Berpindah
Beberapa manufaktur mengijinkan kita menambah atau mengurangi
radio ke dan
dari slot PCMIA yang dibangun pada accesss point. Beberapa
accesss point dapat
memiliki slots PCMIA untuk fungsi spesial. Mempunyai dua slot radio
dalam sebuah
accesss point mengijinkan satu kartu radio untuk bertindak sebagai
sebuah accesss point
sementara kartu radio lainnya bertindak sebagai jembatan (pada
kebanyakan kasus
sebuah backbone wireless). Kegunaan sedikit banyak ketidaksamaan
adalah untuk
digunakan tiap kartu radio sebagai sebuah accesss point yang
berdiri sendiri
(independent). Memiliki tiap kartu bertindak sebagai accesss point
independent
mengijinkan seorang administrator untuk mengakomodasikan keduanya
seperti banyak
user pada ruang fisik yang sama tanpa pembelian sebuah accesss
point kedua, yang
lebih jauh lagi pada pengurangan biaya. Ketika accesss point
dikonfigurasikan pada cara
ini, tiap kartu radio harus dikonfigurasikan pada sebuah channel yang
tidak tumpang
tindih (non-overlapping), diharapkan idealnya channel 1 dan 11.
4.5 Variabel Output Power
Variabel output power mengijinjan administrator untuk mengontrol power
(dalam
miliwatts) dari accesss point yang digunakan untuk mengirim data
itu sendiri.
Mengontrol output power menjadi penting dalam beberapa situasi
dimana jarak node
53
tidak dapat menentukan letaknya accesss point. Itu juga dapat sederhana
menjadi sebuah
kemewahan mengijinkanmu mengontrol area yang dicakup accesss point.
Seperti output
power yang ditingkatkan pada accesss point, client akan dapat bergerak
lebih jauh dari
accesss point tanpa kehilangan konektivitas. Fitur inijuga dapat
membantu keamanan
dengan mengijinkan untuk ukuran cell frekuensi radio sehingga
penyusup tidak dapat
untuk jaringan dari luar dinding bangunan.
Alternatif fitur output variabel power adalah digunakan untuk output
accesss point
yang tetap. Dengan sebuah output tetap dari akses point, ukuran
kreatif seperti
amplifier, attenuator, panjang kabel atau penambahan ketinggian
antenna yang akan
diimplementasikan. Kedua pengendalian keluaran power dari accesss
point dan antenna
juga dianggap operasi penting didalam aturan petunjuk FCC. Kita akan
membicarakan
item ini pada Bab 5, antenna dan aksesorisnya
4.6 Berbagai Macam Tipe Sambungan Kabel
Pilihan sambungan untuk sebuah accesss point dapat termasuk
sebuah sambungan 10baseTx, 10/100baseTx,100baseTx, 100baseFx,
token ring, atau lainnya. Karena sebuah accesss point pada sepanjang
peralatan umumnya yang mana mengkomunikasikan client dengan
jaringan kabel backbone, administrator harus mengerti bagaimana
untuk sepantasnya mengkoneksikan akses point ke dalam jaringan kabel.
Desain jaringan sepantasnya dan konektisitas akan membantu
mencegah akses point menjadi sebuah bottleneck dan akan memberikan
hasil sejauh problem kecil pada tidakberfungsinya peralatan.
Menggunakan sebuah pertimbangan standar, terbatas untuk akses
point digunakan dalam sebuah perusahaan wireless LAN. Jika pada
kasus ini akses point dialokasikan 150 meter dari pengkabelan
terdekat, jalankan sebuah kategori 5 kabel ethernet untuk accesss
point kemungkinan tidak bekerja. Pada skenario ini akan ada sebuah
masalah karena Etheernet melalui kabel kategori 5 hanya khusus
untuk 100 meter. Pada kasus ini, pembelian sebuah konektor
100baseFx dan jalankan fiber dari lemari pengkabelan ke akses point
dipasang lokasi mendahului waktu akan megkonfigurasikan ke fungsi
yang seharusnya dan lebih mudah .
54
4.7 Konfigurasi dan Management
Metode atau metode yang digunakan untuk konfigurasi dan mengatur
akses point
akan berbeda pada tiap buatan pabrik. Kebanyakan merek
menawarkan paling tidak
console, telnet, USB atau sebuah web server built-in untuk akses browser,
dan beberapa
akses point akan memiliki configurasi pilihan dan management
software. Konfigurasi
akses point dari pabrik dengan sebuah alamat IP selama inisialisasi
konfigurasi. Jika
administrator memerlukan mereset peralatan ke setingan awal pabrik,
biasanya berupa
tombol reset hardware pada luar unit/alat untuk tujuan ini.
Bermacam-macam fitur ditemukan dalam akses point. Bagaimanapun,
satuhal
adalah konstan, beberapa fitur akses point yang dimiliki, beberapa
biaya akses
[Link] contoh, beberapa akses point SOHO akan memiliki WEP,
filter MAC dan
bahkan sebuah web server built-in. Jika fitur seperti melihat asosiasi
kabel, dukungan
802.1x/EAP, dukungan VPN, fungsi routing, protokol Inter-
accesssPoint, dan
kebutuhan dukungan RADIUS, yang diharapkan dalam pembayaran
yang lebih untuk
sebuah accesss point level perusahaan.
Tiap fitur yang standard pada Wi-Fi menurut akses point kadang
berbeda pada
penerapannya. Sebagai contoh, dua merek berbeda dari sebuah
accesss point SOHO
mungkin menawarkan filter MAC, tapi hanya salah satu dari
keduanya yang akan
menawarkan filtering MAC dimana kita dapat dengan tegas mengijinkan
dan dengan
jelas menolak stasiun, lebih dari satu atau lainnya. Beberapa accesss
point mendukung
full-duplex 10/100 koneksi pengkabelan dimana lainnya hanya
menawarkan koneksitas
10baseT half duplex pada sisi pengkabelan.
Mengerti fitur apa yang diharapkan pada sebuah SOHO, jangkauan
menengah,
level accesss point perusahaan adalah bagian penting dari menjadi
seorang administrator
jaringan wireless. Daftar dibawah ini dengan tidak menjelaskan secara
lengkap karena
pabrik meluncurkan sering fitur baru pada tiap level. Pada daftar ini
berarti
menyediakan sebuah ide dimana untuk memulai mencari sebuah daftar
akses point yang
sesuai. Pada daftar ini dibuat atas tiap awal lainya dengan level
SOHO access point,
berarti bahwa setiap level yang lebih tinggi termasuk fitur dari layer
dibawahnya.
4.7.1 Small Office, Home Office (SOHO)
• Penyaringan MAC
• WEP (64 atau 128 bit)
55
• Konfigurasi Interface USB atau console
• Interface konfigurasi built-in server sederhana
• Aplikasi konfigurasi pilihan sederhana
4.7.2 Perusahaan
• Aplikasi konfigurasi pilihan tingkat lanjut
• Interface konfigurasi web server built-in tingkat lanjut
• Akses Telnet
• Management SNMP
• 802.1x/EAP
• RADIUS client
• VPN client dan server
• Routing (static/dinamic)
• Fungsi Repeater
• Fungsi jembatan
Menggunakan panduan manual awal yang cepat akan mendukung
informasi
yang lebih spesifik dari tiap merek. Beberapa fungsi, seperti
memiliki yang
dilakukan untuk keamanan seperti dukungan terhadap RADIUS dan
dukungan
VPN, diduskusikan pada bagian selanjutnya. Beberapa fungsi
termasuk bagian
sebelum kebutuhan untuk membaca buku ini,seperti telnet, USB dan
web server.
Topik lainnya, seperti sebuah routing dicakup dalam buku ini.
Seperti seorang administrator wireless LAN, kita harus tahu
lingkunganmu,
mencari produk yang cocok membangun dan keamanan yang
diperlukan dan
membandingkan fitur antara 3-4 dan membuat produk untuk untuk
segment pasar.
Proses evaluasi ini niscaya akan memakan banyak waktu, tetapi
waktu yang
dihabiskan mempelajari tentang perbedaan produk pada pasar
sangat berguna.
Kemungkinan sumber terbaik untuk belajar tentang tiap persaingan
merek dalam
sebuah pasar tertentu pada tiap website pembuatnya. Ketika
memilih sebuah
accesss point, pastikan untuk mendapatkan dukungan account
pembuatnya,
sebagai tambahan fitur dan harga .
56
4.7.3 Mounting / Cara Kerja Pemasangan
• Gunakan duty zip ties untuk memasang accesss point ke kolom
atau
sorotan.
• Jangan tutupi cahaya akses point ketika memasang accesss point
dengan
zip ties
• Pasang akses point terbalik sehingga lampu indikator dapat
terlihat dari
lantai
• Beri nama accesss point
Ketika pemasangan sorotan, salah satunya menggunakan langsung
zip ties
atau mungkin pemasangan 2x4 ke sorotan dengan penjepit dengan
pemasangan
akses point kepadanya. Jangan lupa untuk memasang antenna dengan
cara yang
sama sepertisurvey yang spesifik pada situs.
Beberapa akses point dapat datang dengan pemasangan lubang
slide dan
lainya akan memiliki perlengkapan terpisah atau frame yang akan
memasangnya.
Beberapa ajangan diterapkan dengan switch untuk memasangnya.
Beberapa
jangan lakukan sesuai dengan desain yang digunakan untuk dipasang.
4.8 Tipe Wireless Bridges
Sebuah wireless bridge mendukung konektivitas antara 2 segment LAN
kabel dan
digunakan point to point atau konfigurasi point to multipoint. Sebuah
wireless bridges
adalah peralatan yang mempunyai kemampuan half duplex hanya dari
layar 2 wireless
konektivitas. Gambar 4.6 menggambarkan sebuah contoh dari sebuah
wireless bridge,
ketika diilustrasikan pada Gambar 4.8 dimana sebuah wireless bridge
digunakan pada
sebuah wireless LAN.
57
Gambar 4.6. Wireless Bridge
4.8.1 Wireless Bridges Mode
Wireless Bridges berkomunikasi dengan dengan wireless bridge
lainnya
pada salah satu dari 4 tipe:
• Root mode
• Non-root Mode
Access point Mode •
• Repeater Mode
[Link] Root Mode
Satu jembatan pada tiap grup bridge harus di set sebagai root
bridge.
Sebuah root bridge dapat hanya berkomunikasi dengan yang bukan
root
bridge dan peralatan clientnya dan tidak dapat diasosiasikan dengan
root
bridge. Gambar 4.7 diilustrasikan sebuah root bridge berkomunikasi
dengan
yang bukan root bridge.
58
Gambar 4.7. Komunikasi Root Mode
[Link] Non-root Mode
Wireless bridge pada anggapan tipe root mode, bersifat wireless, ke
wireless bridges yang ada mode root. Beberapa pabrik wireless
mendukung
konektivitas ke tipe yang bukan root bridge ketika bride pada tipe akses
point.
Mode ini biasanya sebuah tipe spesial dimana bridge bertindak sebagai
sebuah
accesss point dan sebagai sebuah bridge simultan. Peralatan client
diasosiasikan untuk accesss point (atau bridge pada tipe accesss
point) dan
bridge berkomunikasi ke bridge. Ketika menggunakan Protokol
Spanning
Treee, semua yang bukan root bridge harus terkoneksi dengan root
bridge.
[Link] Opsi Umum
Pilihan hardware dan software pada wireless bridge umumnya mirip
dengan access poit untuk tujuan tujuan sebagai berikut:
1. Fixed atau detachable antennas
2. Kemampuan filter handal
3. Removable(modular )radio card
4. Variable output power
5. Berbagai variasi jenis dari konektifitas non wireless
59
[Link] Fixed atau Detachable Antenna
Antenna Wireless bridge bisa hadir dalam bentuk yang tetap ataupun
bisa
dipisah-pisah dan juga bisa ada dengan atau tanpa
keanekaragaman. Sering
kali keaekaragaman tidak diperhatikan ketika mengkonfigurasi sebuah
wireless bridge dikarenakan baik bridge(satu pada masing-masing
akhir
link)akan bersifat ststis, dan lingkungan di sekitar wirelsess bridge
cenderung
tidak berubah terlalu sering. Untuk alasan itulah multipath tidak
mengkhususkan access point dan mobile users.
Detachable antenna adalah layanan tertentu pada wireless bridge
yang
menguntungkan karena detachable antenna memberikan kemampuan
untuk
memasanag bridge pada indoor ruangan dan menjalankan kabel outdoor
untuk
menghubungkan antenna. Pada sebagian besar kasus antenna semi-
directioal
dan detachable digunakan dengan wireless bridge. Jalan alternative
untuk
menghubungkan detachable antenna dengan wireless bridge dan
pemasangan
bridge inddor adalah dengan memasang wireless bridge outdor tepat
di atas
atap wireless bridge indoor.
Pada tahun 1926 the Electric Power Club dan The Associated
Manufacturers of Electrical Supplies memerger pekerjaan mereka dan
membentuk the National Electrical Manufacturers
Associateions(NEMA).
Walapun demikian kepemimpinan mereka kembali lagi lebih dari 75
tahun,
dari dahuku hingga sekarang NEMA telah memfokuskan untuk
memberlakukan standart terhadap peralatan listrik, pembelaan atas
nama
industri dan analisa ekonomi. Diantara hal-hal lan NEMA
mengkhususkan
pada standarisasi piranti yang digunakan di setiap industri untuk
melindungi
isinya dari efek negative dari pengaruh kondisi cuaca sekitar
[Link] Kemampuan Filter Yang Handal
Filter MAC ataupun filter protocol mungkin dibentuk dalam wireless
bridge. Untuk system keamanan dasarnya administrator bisa
mengkovigurasi
sebuah wireless bridge untuk memperbolehkan atau tidak akses jaringan
pada
peralatan tertetu berdasarkan MAC address mereka.
60
Sebagian besar wireless bridge menawarkan layanan protocol
filtering.
Protokol filtering merupakan penggunaan di layer3-7 yang
membolehkan
transfer atau tidak paket tertentu atau datagrans berdasarkan layer 3
protokol,
layer 4port atau bahkan layer 7applikasi. Protokol filter digunakan
untuk
membatsi penggunaan wireless LAN. Sebagai contoh seorang
administrator
bisa mencegah sekelompok user dari menggunakan aplikasi
bandwith-
intensive berdasarkan pada port atau protocol yang digunaakan untuk
aolikasi
itu sendiri.
[Link] Removable (modular) Radio Cards
Mempunyai kemampuan untuk membentuk wireless backbone
menggunakan satau atau dua slot radio card yang didapat di beberapa
bridge
untuk mengurangi jumlah dari peralatan kita 4 menjadi 2 ketika ada
konektifitas client dan fungsioality bridge. Fungsi ini akan
membutuhkan
access point dan bridge pada kedua ujung link. Beberapa wireless
bridge
menunjukkan fungsi yang sama menggunakan gelombag radio tunggal.
Ketika
masih menunjukkan pekerjaan yang sama, konfigurasi ini
memberikan
troughput yang lebih sedikitdaripada apabila memisahkan gelombang
radio
yang digunakan untuk access point dan fungs bridge.
[Link] Variabel Output Power
Layanan ini memungkinkan administrator untuk mengontrol output
power(mw) yang seharusnya dimiliki oleh bridge untuk mengirimkankan
RF
sinyalnya. Fungsi ini sangat bermanfaat ketika harus melakukan survey ke
luar
kantor karena system ini memperbolehkan surveyor untuk
mengontrol
fleksibilitas dari mengontrol output power tanpa menambh\ah atau
mengurangi
amplifier,attenuator,dan panjang kabel dari rangkaian selama
pemeriksaaan.
Apabila digunaka secara bersamaan dengan amplifier, variable output
dari
bridge dapat berguna untuk jarak jauh dan mengurangi jumlah
waktu yang
dibutuhkan untuk mendapatkan frequesi yang benar. Sebagai contonya
power
61
dari bridge cukup kuat untuk membuat link dan cukup lemah untuk
tetap
berkomunikasi dengan aturan tetap dari FCC.
[Link] Berbagai Macam Koneksi dengan Koneksi tanpa
Wireless
Pilihan konketifitas dari wireless bridge bis termasuk dalam 10 baseeTX,
10/100baseTx, 100base Tx, atau 100 base FX. Selalu berusaha
untuk
mengeluarkan koneksi full-duplex ke segmet kabel dengan tujuan
memperbesar output dar wireless btidge. Hal ini penting keteika
menyiapkan
pembelian wireless bridge untuk andil dalam permasalahan tertentu
seperti
jarak dari wiring closet terdekat dengan tujuan mengkhususkan
konektifitas
dari wireless bridge.
[Link] Konfigurasi dan Management
Wireless bridge memiliki banyak kesamaan konfigurasi dengan acess
poin:konsol,telnet,HTTP,SNMP atau konfigurasi dan management
umum.
Banyak bridge yang support Power over Ethernet(PoE) sebagaimana
dibahas
pada bab5. ketika wireless bridge diimplementasikan, pengecekan
troughput
seharusnya dilakuka sesuai dengan pertauran untuk mengkonfirmsikan
bahwa
link tidak hilag karena ada bagian peralatan yang dipndah atau antenna
yang
diganti.
Wireless bridge biasanya ada dari pabrik dengan default IP address dan
dapat diakses melalui metode yang disebutkan di atsa untuk konfigurasi
awal.
Umumnya selalu ada tombol reset di luar item untuk mereset unit
dan
mengeset kembali ke setingan awal dari pabrik.
4.9 Wireless Group Bridges
Yang hamper sama dan emmbingungkan jika dibandingkan dengan
wireless
bridge adalah wireless workgroup bridge. Perbedaan yang paling besar
diantara bridge
dan workgroup bridge adalah bahwa workgroup bridge adalah piranti
untuk client.
62
Wireless workgroup bisa untuk mengumpulkan banyak peralatan
wired LAN client
dalam satu gabungan client wireless LAN.
Pada table asosiasi access point, workgroup bridge akan tampak
pada table
sebagai peralatan single client. MAC address dari peralatan
workgroup bridge tidak
akan bisa dilihat di access point. Workgroup bridge umumnya
berguna di linkungan
dengan ruang kelas mobile, kantor mobile, atau bahkan bangunan
kampus secara
remote dimana sekelompok kecil dari user membutuhkan akses ke
jaringan utama.
Bridge dapat digunakan untuk jenis fungsi ini , tetapi apabila
terdapat accesss point
daripada bridge pada site pusat, maka dengan menggunakan
workgroup bridge akan
menghindarkan administrator untuk membeli bridge tambahan untuk site
pusat. Gambar
4.8 menunjukkan contoh dari wireless workgroup bridge sementara
Gambar 4.9
mengilustrasikan dimana penggunaannya dalam konteks wireless LAN.
Gambar 4.8. Wireless Workgroup Bridge
Gambar 4.9. Contoh Aplikasi Wireless Workgroup Bridge
Dalam suatu lingkup indoor dimana sekelompok user secara fisik
dipisahkan dari
main body pengguna jaringan, workgroup bridge dapat secara ideal
menghubungkan
63
semua group kembali ke jaringan utama secara wireless. Sebagai
tambahan workgroup
bridge bisa mempunyai pemfilter protocol yang memperbolehkan
administrator untuk
mengontrol lalu lintas data melalui wireless link
4.9.1 Opsi Umum
Karena wireless workgroup bridge adalah jenis dari bridge maka banyak
opsi
yang bisa nada temukan dalam sebuah bridge--pemfilteran MAC dan
protocol,
antenna fix dan detacable, variable power output, dan berbagai jenis
konektifitas
tanpa wireless—juga ditemukan pada workgroup bridge. Ada batasan
mengenai
jumlah stasiun yang mungkin menggunakan workgroup bridge dari
segment selain
wireless. Jumlahnya berada pada range 8 sampai 128 tergatung
pada pabrikan.
Menggunakan lebih dari 30 client melalui segment wireless akan
menyebabkan
throughput drop sampai point dimana user merasa bahwa link
wireless begitu
lambat dan tdak cukup untuk menyelesaikan pekerjaan mereka.
4.9.2 Konfigurasi dan Management
Method yang digunakan untuk mengakses, mengkonfigurasi dan
mengatur
wireless workgroup bridge mirip dengan wireless bridge:console,
telnet,
HTTP,SNMP support atau software konfigurasi dan management
umum.
Workgroup bridge dikonfigurasi untuk alamat IP yang default dari
pabrikan tetapi
dapat dirubah dengan mengakses unit melalui port konsol, web
browser, telnet
atau aplikasi software umum lain. Administrator bisa mereset
peralatan ke
setingan default dari pabrik dengan menggunakan tombol reset pada
hardware
4.10 Wireless LAN Client Devices
Peralatan client dalam tujuan diskusi ini akan mencakup beberapa
peralatan
wireless LAN dimana akses point (AP) dikenali sebagai client dalam
suatu jaringan.
Peralatan ini mencakup:
1. PCMCIA dan Compact Flash(CF)
2. Ethernet dan Serial Converter
64
3. USB Adapter
4. PCI dan ISA Adapter
Client dari wireless LAN adalah pengguna akhir dari system jaringan
seperti
desktop,laptop atau computer PDA yang membutuhkan konektifitas
wireless dengan
infrastruktur jaringan wireless. Peralatan client wireless LAN yang
tertera diatas
memberikan konektifitas untuk client wireless LAN. Hal ini penting untuk
mengetahui
bahwa pihak pabrikan hanya membuat radio card(card pemancar
gelombang radio)
dalam 2 format fisik yaitu PCMCIA dan Compact Flash(CF). Semua
radio card
diciptakan pihak pabrikan dalam format card ini dan kemudian
dihubungkan ke adapter
seperti PCI, ISA, USB dsb.
4.10.1 PCMCIA dan Compact Flash Cards
Sebagian besar komponen di beberapa jaringan wireless adalah
PCMCIA
card. Lebih lanjut PCMCIA card umumnya dikenal dengan “PC card”,
peralatan
ini digunakan di notebook(laptop) dan PDA. PC card adalah
komponen yang
menyediakan koneksi antara peralatan client dan jaringan. PC card
memberikan
pelayanan sebagai modular radio di access point, bridge, workgroup
bridge, USB
adapter, PCI & ISA adapter, bahkan point server . Gambar 4.10
menunjukkan
contoh dari PCMCIA card.
Gambar 4.10. Contoh PCMCIA Card
Antenna pada PC card berbeda-beda untuk masing-masing pabrikan.
Kita
harus memperhatikan bahwa beberapa pabrikan menggunakan antenna
yang sama
sementara pabrikan lain menggunakan model yang benar-benar berbeda.
Beberapa
diantaranya kecil dan pipih sementara bentuk lainnya dapat
dipisahkan dan
terhubung dengan PC card melalui kabel pendek. Beberapa PC Card
dikemas
65
dengan banyak antenna dan bahkan aksesoris untuk memasang
antenna
detachable(dapat dipisahkan) pada laptop atau desktop dengan Velcro.
Ada 2 pabrikan utama dari chipset radio yang membuat “jantungnya”
802.11
b PC dan CF card yang terkenal: Agere System (awalnya Lucent
Techologies) dan
intersil. Atheros adalah chipset produk masal pertama untuk standar
802.11a yang
menggunakan frekwensi bands 5 GHz UNII. Pabrikan ini menjual chipset
mereka
pada pabrikan PC card dan CF radio card (perusahaan pembuatan
hardware
wireless LAN) yang menggunakan gelombang radio pada produk mereka.
Compact Flash card yang lebih umum dikenal dengan “CF card”
mempunyai
fungsi yang sangat mirip dengan wireless PC Card tetapi CF card lebih
kecil dan
khusus digunakan pada PDA. Wireless PC Card membutuhkan power
yang sangat
kecil dan seukuran dengan ukuran matchbook.
4.10.2 Wireless Ethernet dan Serial Converter
Ethernet dan serial converter digunakan dengan berbagai peralatan
yang
menggunakan Ethernet dan 9 pin serial port dengan tujuan untuk
mengkonversi
koneksi jaringan menjadi koneksi wireless LAN. Ketika anda
menggunakan
converter wireless Ethernet maka anda akan menghubungkan
gelombang radio
wireless LAN dengan peralatan kable kategori 5 secara eksternal.
Penggunaan
yang paling umum dari converter wireless Ethernet adalah sebagai
penghubung
Ethernet based print server dengan jaringan wireless.
Peralatan serial dianggap sebagai peralatan warisan(peralatan kuno )
dan
sangat jarang digunakan pada personal computer. Serial converter
khususnya
digunakan pada perlatan lama yang menggunakan port serial untuk
konektifitaas
jaringan seperti terminal, peralatan telemetri dan serial printer.
Sering kali
pabrikan akan menjual perlatan client yang mencakup baik serial maupun
Ethernet
converter dalam satu paket yang sama.
Peralatan converter Ethernet dan serial ini pada umunya tidak ditemui
pada
PC card radio. Sebagai gantinya PC card yang harus dibeli secara
terpisah dan
diinstall pada slot PCMCIA di converter. Jenis converter Ethernet
tertentu
memperbolehkan administrator untuk mengkonversi sejumlah besar
node-node
yang terhubung dengan kael menjadi wireless dalam periode yang
singkat.
66
Konfigurasi dari converter Ethernet dan serial ada berbagai macam.
dalam
sebagian besar kasus konsol akses tersedia melalui 9 pin serial port.
Gambar 4.11
menunjukkan contoh dari converter Ethernet dan serial.
Gambar 4.11. Contoh Wireless Ethernet dan
Serial Converter
4.10.3 USB Adapter
USB client menjadi begitu popular dikarenakan konektifitasnya yang
sangat
sederhana. USB client compatible dengan peralatan plug n play,
dan tidak
membutuhkan tambahan power lain selain USB port yang memang
sudah ada
pada computer. Beberapa USB client menggunakan mode modular
yang
merupakan piranti removable radio card sedangkan yang lainnya
mempunyai
internal card yang sudah fixed sehingga tidak bisa dipindah tanpa
membuka
casingnya. Ketika membeli peralatan USB client yakinlah bahwa anda
mengetahui
apakah USB adapater ada atau tidak pada PC Card Radio. Pada
contoh kasus
ketika USB adapter membutuhkan PC card, mode ini yang
direkomendasikan
walaupun tidak selalu membutuhkan PC card, anda seharusnya
menggunakan
perlatan dari vendor yang sama baik untuk adapter dan PC card .
Gambar 4.12
menunjukkan contoh dari USB client.
Gambar 4.12. Contoh USB Client
4.10.4 PCI dan ISA Adapter
67
PCI dan ISA wireless diinstal di dalam desktop atau pada computer
server.
Peralatan PCI wireless compatible dengan piranti plug n play
tetapi bisa juga
hanya berupa PCI card yang “kosong” dan membutuhkan PC Card
untuk
dimasukkan pada slot PCMCIA bersamaan dengan PCI card yang
diinstal pada
computer. Wireless ISA card tampaknya tidak compatible dengan
piranti plug n
play dan akan membutuhkan konfigurasi manual baik melalui software
maupun
pada operating system. Karena operating system tidak bisa
mengkonfigurasi
piranti ISA yang tidak compatible dengan piranti plug n play ,
administrator harus
memastikan bahwa settingan adapter dengan operating systemnya
cocok. Pabrikan
secara khusus mempunyai driver yang terpisah untuk adapter PCI atau
ISA dan
PC card akan dimasukkan pada masing-masing piranti tersebut.
Sama halnya
dengan USB adapter PCI direkomendasikan untuk menggunakan
peralatan dari
vendor yang sama untuk PCI/ISA adapter dan PC card. Gambar
4.13
menunjukkan contoh dari PCI adapter dengan PC card yang sudah
dimasukkan.
Gambar 4.13. Contoh PCI Adapter
4.10.5 Konfigurasi dan Management
Ada 2 step untuk menginstall peralatan client wireless LAN.
1. install drivernya
2. install utilities pembuat wireless(manufacturer’s wireless utilities)
4.10.6 Instalasi Driver
68
Drivernya termasuk untuk card diinstall dengan cara yang sama
dengan
penginstallan jenis PC hardware yang lain. Sebagian besar
peralatannya(selain
ISA adapter) compatible dengan peralatan plug n play yang berarti
bahwa ketika
peralatan client pertama kali diinstall , pengguna akan diminta untuk
memasukkan
CD atau disk yang berisi software driver ke dalam mesin. Langkah khusus
untuk
instalasi akan sangat beragam untuk pabrikan yang berbeda.
Yakinlah untuk
mengikuti instruksi manual merek khusus hardware anda.
Ketika membeli peralatan client, yakinlah bahwa drivernya termasuk
dalam operating system yang akan kita install. Converter serial dan
Ethernet tidak
membutuhkan driver khusus untuk bekerja namun demikian wireless LAN
client
tetap bisa diinstall dan digunakan .
4.11 Manufacture Utilities
Beberapa pabrikan menawarkan fungsilitas yang penuh dan yang
lainnya
menyediakan sebagian besar fungsi dasar untuk koneksitisitas.
Fungsionalitas yang
lengkap meliputi hal-hal berikut:
1. Site Survey Tools
2. Spectrum analyzer
3. Peralatan monitoring power dan speed
4. Profile Configuration utilities
5. Link status monitor dengan link testing fungsionality
4.11.1 Site Survey Tools
Peralatan site survey bisa dikategorikan beberapa item yan berbeda
yang
memperbolehkan user untuk menemukan jaringan , mengidetifikasi MAC
address
dari akses point, menghitung kekuatan sinyal dan perbandingan
sinyal dengan
noise juga memonitor interfering semua akses point pada waktu yang
sama selama
site survey
4.11.2 Spectrum Analyzer
69
Software penganalisa spectrum mempunyai banyak kegunaan secara
praktis
termasuk menemukan sumber interferensi dan channel wireless LAN yang
terjadi
overlapping(tumpang tindih) dalam wilayah sekitar wireless LAN anda.
4.11.3 Power Output and Speed Configuration
Peralatan monitoring power dan speed berguna untuk mengetahui
link
wireless mana yang bisa berfungsi pada periode waktu tertentu.
Sebagai
contohnya, apabila seorang user berencana untuk menransfer data
dalam jumlah
yang besar dari server ke laptop, mereka tidak perlu memulai
proses transfer
sampai koneksi wireless ke jaringan sebesar 11 Mbps sebagai ganti dari 1
Mbps.
Mengetahui lokasi dari point dimana troughtputnya naik/turun sangat
berharga
untuk meningkatkan produktifitas user.
4.11.4 Profile Configuration Utilities
Utility konfigurasi profile akan sangat mempermudah pekerjaan
administrasi
ketika berubah dari satu jaringan wireless ke jaringan wireless yang lain.
Sebagai
ganti dari penggantian secara manual konfigurasi dari semua
settingan client
wireless setiap kali kita berganti jaringan maka user bisa mengkonfigurasi
profile
untuk masing-masing jaringan wireless selama konfigurasi awal dari
peralatan
client sehingga lebih bisa menghemat waktu nantinya.
4.11.5 Link Status Monitor Utilities
Fungsi memonitor status link memudahkan user untuk melihat paket
error/kesalahaan. Transmisi yang berhasil, kecepatan koneksi,
kelangsungan link,
dan parameter berharga lainnya. Biasanya ada suatu fungsi untuk
melakukan
pengetesan konektifitas real-time link untuk demikian sebagai contohnya
seorang
administrator akan bisa melihat bagaimana kestabilan wireless link
selama
keberadaan dari interferensi yang hebat dari RF(Radio Frequency) atau
blockade
sinyal.
70
Kemampuan umum
Parameter dari kegunaan yang ditawarkan oleh pabrikan tercantum
dalam
parameter berikut yang masing-masingnya dijelaskan secara detail di
buku ini.
1. Infrastruktur mode/Ad Hoc mode
2. SSID (a.k.a nama jaringan)
3. Channel (jika dalam mode ad hoc)
4. WEP Keys
5. Tipe authentication (Open System, Shared Key)
4.12 Wireless Residental Gateways
Wireless residental gateways adalah peralatan yang didesain untuk
menghubungkan sejumlah kecil titik wireless ke satu peralatan untuk
Layer 2 (wireless
dan non wireless) dan konektifitas layer 3 ke internet atau ke
jaringan lain. Pihak
pabrikan telah memulai untuk mengkombinasikan peran access point dan
gateways ke
dalam satu peralatan. Wireless residential gateways biasanya termasuk
dalam hub atau
switch built in sebagaimana konfigursi penuh,Wi-Fi memenuhi
access point. Port
WAN pada suatu wireless residential gateways adalah Internet yang
dihadapkan dengan
port Ethernet yang dihubungkan dengan Internet melalui salah satu
dari yang berikut
ini:
1. Cable modem
2. xDSL modem
3. Analog modem
4. Satellite modem
4.12.1 Opsi Umum
Karena wireless residential gateways menjadi popular di telecommuters
dan
di bisnis keci, pabrikan telah memulai untuk menambahkan feature
yang lebih
banyak pada peralatan ini untuk membantu produktifitas dan
keamanannya. Opsi
umum dimana wireless residential gateways termasuk didalamnya adalah
sebagai
berikut:
1. Point to Point Protokol over Ethernet(PPPoE)
71
2. Network Address Translation(NAT)
3. Port Address Transalation(PAT)
4. Ethernet switching
5. Virtual Server
6. Print Serving
7. Fail-over routing
8. Virtual Private Networks(VPNs)
9. Dynamics Host Configuration Protocol(DHCP) Server dan Client
10. Configuration Firewall
Perbedaan kemampuan array membuat rumah dan kantor kecil
menjadikannya dalam peralatan single secara utuh yang mudah
dikonfiguarasi dan
mengatasi sebagian besar kebutuhan bisnis. Residential gateways
menjadi popular
untuk beberapa waktu tertentu, tetapi sekarang ini dengan
kepopuleran ekstrim
dari peralatan wireless 802.11b, wireless akan ditambahkan sebagai
tamabahan
feature. Wireless residential gateways mempunyai semua yang
diinginkan dalam
seleksi konfiguarasi akses point dari SOHO klas seperti halnya WEP, MAC
Filter,
seleksi channel, dan SSID.
Gambar 4.14. Contoh Wireless Residential Gateway
72
Gambar 4.15. Contoh Wireless Residential Gateway
4.12.2 Konfigurasi dan Manajemen
Mengkonfigurasi dan menginstall wireless residential gateways
umumnya
meliputi browing ke built-in HTTP server lewat salah satu built in port
Ethernet
dan merubah settingan konfigurasi user untuk memenuhi kebutuhan
tertentu anda.
Konfigurasi ini meliputi perubahan [Link] atau settingan VPN.
Konfigurasi dan
monitoring umumnya sama caranya yaitu dengan melibatkan
interface browser.
Beberapa unit wireless residential gateways mendukung console,
telnet, dan
konektifitas USB untuk manajement dan konfigurasi. Menu
berdasarkan teks
khususnya disediakan oleh port console dan telnet session kurang
mudah
digunakan dibandingkan dengan interface browser tetapi cukup untuk
melakukan
konfigurasi. Fungsi statistics yang memungkinkan untuk dipantau adalah
up-time,
dynamics IP address, konektifitas VPN dan asosiasi client. Settingan ini
biasanya
ditandai dengan baik atau dijelaskan untuk pengguna non teknikal dan
perkantoran
Ketika anda memutuskan untuk menginstall wireless residential gateways
di
rumah atau untuk kepentingan bisnis, waspadalah bahwa ISP anda
tidak akan
memberikan technical support untuk mendapatkan piranti anda
terhubung dengan
internet keculai mereka secara khusus meyebutkan bahwa ISP anda
bisa
memberikannya. ISP biasanya hanya support pada hardware yang anda
beli atau
yang telah diinstal. Kekurangan service ini dapat secara khusus
meresahkan user
non teknis yang harus mengkonfigurasi IP address yang benar dan
menyeting
gateway yang benar pula sehingga bisa mengakses internet. Usaha yang
bisa anda
lakukan dalam menginstall peraltan ini adalah dengan membaca manual
yang ada
pada peralatan tersebut atau pada seseorang yang baru saja sukses
menginstal unit
73
yang sama dan bisa memberi petunjuk yang [Link] residential
gateways
saat ini begitu umum dimana masing-masing individu yang
menganggap diri
mereka sendiri user nonteknis telah mendapatkan pengalaman yang
significant
untuk menginstall dan mengkonfigurasinya.
4.13 Enterprise Wireless Gateways
Enterprise Wireless Gateways adalah piranti yang memberikan
autensifikasi
khusus dan konektifitas untuk wireless client. Enterprise Wireless
Gateways cocok
untuk lingkungan skala besar wireless LAN dimana memberikan
banyak servise
wireless LAN yang bisa di atur seperti rate limiting, Quality of
Service(QoS), dan
profile management.
Hal ini penting bahwasanya piranti enterprise wireless gateway
membutuhkan
CPU yang kuat dan interface fast Ethernet karena mungkin akan support
banyak access
point, yang semuanya akan mengirim lalu lintas data ke dan melalui
enterprise wireless
gateway. Unit enterprise wireless gateway biasanya support berbagai
varietas dari
teknologi WLAN dan WPAN seperti standar peralatan
802.11,Bluetooth,HomeRF,dan
masih banyak lagi. Enterprise Wireless Gateway support SNMP dan
mengijinkan
pelebaran atau upgrade profile user enterprise secara simulatan.
Peralatan ini dapat
dikonfigurasi untuk hot fail-over(ketika diinstall sepaket), support
RADIUS, LDAP,
autentikasi database Windows NT, dan enkripsi data menggunakan tipe
jaringan VPN
standart industri. Gambar 4.16 menunjukkan contoh dari enterprise
wireless gateway
sementara Gambar 4.17 menunjukkan ketika enterprise wireless gateway
diinstal pada
suatu jaringan.
Gambar 4.16. Contoh Enterprise Wireless Gateway
74
Gambar 4.17. Contoh Aplikasi Enterprise Wireless Gateway
Teknologi autentifikasi yang disatukan dalam enterprise wireless
gateway
seringkali dibangun pada access point dengan level yang lebih
canggih. Sebagai
contohnya , konektifitas VPN dan 802.1x/EAP yang didukung pada banyak
merk dari
enterprise level access point.
Enterprise wireless gateways mempunyai banyak fasilitas seperti
Role-Based
Access Control(RBAC) yang tidak ditemukan di beberapa access
point. RBAC
memperbolehkan administrator untuk menempatkan akses wireless
pada level tertentu
pada posisi job yang tertentu pula pada sebuah perusahaan. Apabila
orang yang
melakukan pekerjaan tersebut diganti, maka orang yang baru secara
otomatis
mendapatkan hak atas system jaringan yang sama sebagai orang
pengganti. Mempunyai
kemampuan untuk membatasi akses wireless user untuk bekerja sama
memanfaatkan
sumber daya sebagai bagian dari “peran” bisa merupakan layanan
keamanan yang
berguna.
Kelas pelayanan didukung secara khusus, dan seorang administrator
dapat
menempatkan level pelayanan pada user atau peran tertentu. Sebagai
contohnya account
guest mungkin bisa menggunakan jaringan wireless sekitar 500 kbps
sementara
administrator bisa mencapai 2 Mbps.
Pada beberapa kasus Mobile IP didukung oleh enterprise wireless
gateway,
memperbolehkan user untuk menjelajahi sampai batas layer 3.
Penjelajahan user bahkan
bisa didefinisikan sebagai bagian dari kebijakan enterprise wireless
gateway,
memperolehkan user untuk menjelajah pada temapt-tempat yang
hanya diperbolehkan
oleh administrator. Beberapa enterprise wireless gateway mendukung
pengantrian paket
75
dan prioritasi, user tracking, dan bahkan pengontrolan tanggal/waktu
untuk menentukan
kapan user bisa mengakses jaringan wireless.
Pencegahan MAC Spoofing dan pembukuan sessi yang lengkap juga
termasuk
feature yang ditawarkan dan bertujuan untuk mengamankan wireless
LAN. Ada banyak
feature yang sangat beragam dan berbeda significant diantara
pabrikan. Enterprise
wireless gateways secara menyeluruh kami rekomendasikan bahwa
administrator aka
mengambil kelas training manufacturer sebelum membuat pembelian
sehingga dengan
demikian penyebaran dari enterprise wireless gateway akan maju sedikit
demi sedikit.
Seorang konsultan menempatkan diri mereka sendiri pada suatu situasi
yang harus
memberikan solusi keamanan untuk penyebaran wireless LAN dengan
banyak access
point yang tidak mendukung feature keamanan. akan mengert bahwa
enterprise wireless
gateway adalah solusi yang bagus untuk masalah mereka . Enterprise
wireless gateway
sangat mahal, tetapi mempunyai sejumlah solusi management dan
keamanan sehingga
harga bukan masalah utamanya.
4.13.1 Konfigurasi dan management
Enterprise wireless gateway dipasang pada path data utama di segment
yang
hanya melewatkan akses point seperti pada gambar yang terlihat di
4.19.
enterprise wireless gateway dikonfiguarsi melalui port console
(menggunakan
CLI) ,telnet, internal HTTP atau server HTTPS dsb, Management
secara
tersentrall pada peralatan kita adalah salah satu keuntungan besar
penggunaan
enterprise wireless gateway. Seorang administrator dari single
console dapat
secara mudah mengatur penyebaran jaringan wireless menggunakan
hanya sedikit
peralatan central sebgai ganti dari akses point yang sangat banyak.
Enterprise wireless gateway umumnya diupgrade dengan penggunaan
TFTP
dengan cara yang sama pada banyak switch dan router yang ada di
pasaran dewasa
ini. Konfigurasi backup dapat secara sering diotomasi sehingga demikian
seorang
administrator tidak akan menghabiskan waktu management
tambahan untuk
mebackup atau proses recover dari file konfigurasi yang hilang.
Enterprise
wireless gateways sebagian besar dibuat dengan tanda 1U atau 2 U
yang bisa
dipaskan dengan data saat ini pada design utama kita.
76
4.14 Kesimpulan
Pada umumnya yang perlu diperhatikan dalam penggunaan perangkat
komunikasi
Wireless meliputi pendefinisan dan peranan hardware pada
jaringan, memilih
hardware dan pemasangan dan pengkonfigurasian hardware. Perangkat
yang paling umu
dalam komunikasi Wireless adala Access Point. Sebuah accesss point
adalah sebuah
peralatan half duplex dengan kecerdasan yang sesuai untuk
kecanggihan switch
Ethernet. Yang mode nya terdiri atas Root Mode, Repeater Mode dan
Bridge Mode.
Pemasangan dari perangkat Access Point bergantung pada
kebutuhan jaringan.
Termasuk juga pemasangan Antenna pada Access Point. Untuk
mengkomunikasikan
client dengan jaringan kabel backbone, harus mengerti bagaimana
untuk sepantasnya
mengkoneksikan akses point ke dalam jaringan kabel.
4.15 SOAL
1. Sebutkan dan jelaskan beberapa mode dari Access Point ?
2. Sebutkan beberapa tahapan yang perlu diperhatikan dalam proses
pemasangan
perangkat Wireless (Access Point) ?
3. Sebutkan beberapa macam dari Wireless Client Device ?
4. Jelaskan mengenai perangkat Wireless Residential Gateways,
berikut dengan
gambar ?
5. Jelaskan mengenai perangkat Enterprise Wireless Gateways,
berikut dengan
gambar ?
77
Bab 5. Antenna dan Aksesoris
Pada bab sebelumnya, kita membahas bagian-bagian dari peralatan
wireless LAN
yang sangat banyak yang ada di pasaran saat ini untuk membuat
wireless LAN
sederhana dan rumit. Pada bab ini, kita akan membahas element
dasar dari peralatan
yang akan membuat access point, bridge, kartu pc dan peralatan
komunikasi wireless
lainnya : antennas.
Antenna adalah yang sering digunakan untuk meningkatkan jangkauan
dari system
wireless LAN, namun pilihan antenna yang sesuai juga dapat menambah
keamanan dari
wireless LAN anda. Pilihan antenna yang tepat dan posisi antenna dapat
mengurangi
kebocoran sinyal dari batasan anda, dan membuat pemotongan sinyal
amat sulit. Pada
bab ini, kami akan menjelaskan pola pemancaran sinar dari design
antenna yang
berbeda, dan bagaimana posisi antenna user membuat penerimaan sinyal
yang berbeda.
Ada 3 kategori umum yang membagi antenna wireless LAN : omni
directional,
semi-directional, dan highly-directional. Kami akan membahas
attribute dari tiap
kedalaman group ini, sebagaimana metode yang tepat untuk meng-
install tiap jenis
antenna. Kami juga akan menjelaskan polarisasi, pengumpulan pola,
penggunaan yang
tepat, dan mengalamatkan item yang begitu banyak berbeda yang
digunakan untuk
mengkoneksikan antenna ke hardware wireless LAN lain.
Mulai dari sekarang, kami akan membahas teori RF dan beberapa kategori
umum
dari peralatan wireless LAN yang akan digunakan administrator pada
dasar harian.
Pengetahuan ini merupakan dasar yang bagus, namun ini hanyalah
bernilai kecil tanpa
pengetahuan pekerjaan yang padat tentang antenna, yang mana
adalah alat yang
sebenarnya mengirim dan menerima sinyal RF.
Bab ini akan meliputi aksesori LAN seperti :
Amplifiers RF
RF attenuators
Lightning arretors
Konektor RF
Kabel RF
Pemisah Rf
Pigtails
78
Pengetahuan tentang penggunaan alat, spesifikasi, dan efek pada
penguat sinyal
RF adalah penting untuk bisa membangun wireless LAN yang berfungsi.
Power of Ethernet (PoE) telah menjadi factor penting pada jaringan
wireless saat
ini mengembangkan produk baru dan standar baru. Teknologi PoE
akan dibahas
bersama dengan peralatan PoW yang berbeda tipe yang bisa digunakan
untuk mengirim
power pada alat PoE yang enabled.
5.1 Antenna RF
Antenna RF adalah peralatan yang digunakan untuk menkonversikan
sinyal
frekuensi tinggi(RF) pada garis transmisi (kabel atau waveguide) ke
gelombang siaran
di udara. Medan elektrik dipancarkan dari antenna yang disebut
beams atau lobes.
Dibawah ini adalah 3 kategori umum dari antenna RF, yaitu :
Omni – directional
Semi – directional
Highly – directional
Tiap kategori mempunyai bermacam-macam tipe antenna, masing-
masing
mempunyai karakteristik RF yang berbeda dan penggunaan yang
tepat. Ketika
penambahan antenna meningkat, lingkup area menyempit sehingga
antenna high-gain
menawarkan lingkup area lebih luas daripada antenna low-gain pada
level masukan
(input) yang sama. Setelah mempelajari bagian ini, Anda akan mengerti
antenna mana
dan berapa jumlah yang terbaik sesuai kebutuhan anda dan kenapa.
5.1.1 Antenna Omni – directional (Dipole)
Antenna wireless LNn yang paling umum adalah antenna dipole.
Sederhana
dalam design, antenna dipole merupakan peralatan standar pada
kebanyakan
access point. Dipole adalah antenna omni-directional, karena ia
memancarkan
energinya secara bersamaan pada semua arah sekitar porosnya.
Antenna
directional memusatkan energinya dalam bentuk kerucut, dikenal dengan
“beam”.
Dipole mempunyai element pemancaran hanya 1 inchi panjangnya
yang
melakukan fungsi yang sama dengan antenna “rabbit ears” pada
seperangkat
televise. Antenna dipole yang digunakan dengan wireless LAN lebih kecil
karena
79
frekuensi wireless LAN dalam 2,4 GHz spectrum microwave sebagai ganti
dari
100 Mhz spectrum TV. Bila frekuensinya meninggi, wavelength dan
antennanya
menjadi kecil.
Gambar 5.1 Energi Radiasi Dipole
Gambar 5.1 menunjukkan bahwa energi radiasi dipole di pusatkan
pada
daerah yang tampak seperti sebuah donat, dengan dipole secara
vertical melalui
“lubang” dari “donat”. Sinyal dari antenna omni-directional memancar
dalam 360
derajat horizontal beam. Bila antenna memancar pada semua arah
secara
bersamaan (membentuk sebuah bulatan), ini disebut radiator isotropic.
Matahari
adalah contoh yang bagus dari radiator isotropic. Kita tidak bisa
membuat
isotropic radiator, yang mana secara teori merujuk pada antenna, meski
demikian,
prakteknya antenna semua mempunyai beberapa tipe gain over dari
isotropic
radiator. Semakin tinggi nilai gain-nya (penambahan), semakin keras
kita
menekan donat menjadi datar hingga ia mulai kelihatan seperti
pancake, yang
pada kasus dengan antenna yang mempunyai nilai gain sangat tinggi.
Pancaran dipole secara bersamaan pada semua arah mengelilingi
porosnya,
tapi tidak memancar bersama dengan panjang kabelnya, layaknya
pola donat.
Perhatikan tampak samping dari pancaran dipole ketika ia
memancarkan
gelombang pada gambar. 5.2 . gambar ini juga mengilustrasikan
bahwa antenna
dipole membentuk pola pancaran bila dilihat dari atas disamping antenna
vertical.
80
Gambar. 5.2. Pola pancaran dari Antenna Vertikal
Bila antenna dipole ditempatkan di tengah-tengah satu lantai dari
banyak
bangunan, kebanyakan energinya akan di pancarkan terus pada
lantai tersebut,
dengan beberapa bagian penting kecil yang dikirim ke lantai atas
dan bawah
access point. Gambar 5. 3 menunjukkan contoh dari beberapa tipe
yang berbeda
dari antenna omni-directional. Gambar 5.4 menunjukkan contoh dua-
dimensi dari
tampak atas dan tampak samping antenna dipole
Gambar 5. 3 Tipe dari Antenna Omni-Directional
Gambar 5.4. Lingkup Area Antenna Omni-Directional
81
Antenna high-gain omni-directional menawarkan jangkauan yang lebih
horizontal, namun jangkauan yang vertical dikurangi, seperti tampak
pada
gambar 5.5. karakteristik ini bisa menjadi pertimbangan penting ketika
memasang
antenna omni high-gain dalam ruangan pada langit-langit. Bila langit-
langitnya
terlalu tinggi, jangkauannya bisa tidak mencapai lantai, dimana user
berada.
Gambar 5.5 Lingkup Area Antenna high-gain omni-directional
Kegunaan
Antenna omni-directional digunkan ketika melingkupi semua arah
sekitar
poros horizontal dari antenna dibutuhkan. Antenna omni-directional
sangat efektif
dimana jangkauan besar dibutuhkan disekitar titik pusat. Sebagai
contohnya,
menempatkan antenna omni-directional di tengan-tengah sebuah
ruangan terbuka
dan besar akan melengkapi lingkupan yang bagus. Antenna omni-
directional
umumnya digunakan untuk design point-to-multipoint dengan bentuk
bintang
(Lihat gambar 5. 6). Penggunaan di luar ruangan, antenna omni-
directional harus
diletakkan di atas dari struktur (misalnya bangunan) pada
pertengahan lingkup
area. Contohnya, pada sebuah kampus, antenna bisa saja
ditempatkan di pusat
kampus untuk lingkup area yang terbesar. Ketika digunakan di
dalam ruangan,
antenna harus ditempatkan di tengah bangunan atau lingkup area yang
diinginkan,
dekat dengan langit-langit, untuk jangkauan yang optimum. Antenna
omni-
directional memancarkan jangkauan area yang besar pada pola
lingkaran dan
cocok untuk warehouse atau tradeshows dimana lingkupnya biasanya
dari satu
sudut bangunan ke sudut bangunan lain.
82
Gambar 5.6 Sambungan point-to-multipoint
5.1.2 Antenna semi-directional
Antenna semi-directional terdiri dari bermacam-macam bentuk dan
jenis.
Beberapa tipe antenna semi-directional yang sering digunakan
bersama wireless
LAN adalah antenna Patch, Panel dan Yagi (dibaca “YAH-gee”). Semua
antenna
tersebut umumnya berbentuk datar dan dirancang untuk dinding gunung.
Tiap tipe
mempunyai karekteristik jangkauan yang berbeda. Gambar 5.7
menunjukkan
beberapa contoh dari antenna semi-directional.
Gambar 5.7 Contoh antenna semi-directional
Antenna tersebut merubah energi dari pemancar lebih ke satu arah
khusus
daripada kearah yang sama., pola lingkaran yang umum dengan
antenna omni-
directional. Antenna semi-directional sering memancarkan pada
bentuk
hemispherical atau pola lingkup silinder seperti bisa dilihat pada gambar
5.8.
83
Gambar 5.8 Jangkauan Antenna Semi-Directional
Kegunaan
Antenna semi-directional idealnya cocok untuk jembatan dengan
jarak
pendek atau rata-rata. Sebagai contoh, dua bangunan kantor yang
bersebrangan
jalan satu sama lain dan perlu membagi koneksi jaringan akan menjadi
scenario
yang bagus untuk mengimplementasikan antenna semi-directional.
Pada ruang
tertutup yang luas, bila pemancar harus diletakkan di sudut atau
pada bagian
belakang bangunan, koridor, atau ruangan besar, antenna semi-
directional akan
menjadi pilihan yang baik untuk menyediakan jangkauan yang tepat.
Gambar 5.9
menggambarkan hubungan antara dua bangunan yang menggunakan
antenna
semi-directional.
Gambar 5.9 . Hubungan Point-to-Point Menggunakan Antenna Semi-
Directional
Seringkali, sebelum penelitian di tempat tertutup, para insinyur akan
secara
terus-menerus berpikir pada bagaimana cara terbaik untuk
meletakkan antenna
omni-directional. Pada beberapa kasus, antenna semi-directional
menyediakan
84
jangkauan yang amat sangat luas sehingga mereka bisa menyingkirkan
kebutuhan
pada multiple access point dalam bangunan. Sebagai contoh, pada
gang yang
panjang, beberapa access point dengan antenna omni-directional
mungkin
digunakan atau mungkin hanya satu atau dua accecc point dengan
penempatan
antenna semi-directional yang sepantasnya – menghemat sejumlah
uang
pelanggan secara signifikan. Pada beberapa kasus, antenna semi-
directional
mempunyai bagian belakang dan samping yang berbentuk bola
yang, bila
digunakan secara efektif, akan mengurangi kebutuhan akan
penambahan access
point lebih jauh. Secara spesifik, antenna Yagi sangat cocok untuk
sinyal yang
menjangkaun jalan kecil atau jalur di tempat duduk pada warehouse,
palang jalan,
toko retail atau fasilitas manufaktur.
5.1.3 Antenna highly-directional
Dari namanya sudah bisa ditebak, antenna highly-directional
memancarkan
sinyal sinyal terbatas dari tipe antenna apapun dan mempunyai gain
terbesar dari
ketiga group antenna. Antenna highly-directional secara khusus
berbentuk cekung,
peralatan berbentuk piringan, seperti bisa dilihat pada gambar
5.10 dan 5.11 .
antenna ini cocok untuk jarak jauh, hubungan wireless poin-to-point.
Beberapa
model ditujukan pada parabolic dishes karena mereka menyerupai
piringan satelit
kecil. Yang lainnya disebut antenna grid karena design mereka yang
bolong untuk
pengisian angin.
Gambar 5.10 Contoh Antenna Highly-Directional Berbentuk Parabola
85
Gambar 5.11 Contoh Antenna Highly-Directional Berbentuk Grid
Gambar 5.12 Pola Radiasi Antenna Highly-Directional
Kegunaan
Antenna high-gain tidak mempunyai jangkauan area yang peralatan
klien
bisa digunakan. Antenna ini digunakan untuk hubungan komunikasi point-
to-point
dan bisa memancarkan pada jarak hingga 25mil (42km).
Kemampuan antenna
highly-directional adalah bisa menghubungkan dua bangunana yang
tepisah
beberapa mil satu sama lain dan tidak punya hambatan jarak penglihatan
diantara
mereka. Ditambah pula, antenna ini bisa ditujukan secara langsung satu
sama lain
melalui bangunan dengan tujuan untuk “meledak” melalui sebuah
hambatan.
Susunan ini bisa digunakan dengan tujuan untuk mendapatkan
sambungan
jaringan ke tempat yang tdak bisa dilewati kabel dan dimana
jaringan wireless
normal tidak bisa bekerja.
Note : antenna higly-directional mempunyai beamwidth yang sangat
terbatas
dan harus ditujukan secara akurat satu sama lain.
5.1.4 Konsep antenna RF
Ada beberapa konsep yang merupakan pengetahuan penting ketika
mengimplementasikan solusi yang membutuhkan antenna RF.
Diantaranya yang
akan dibahas adalah:
Peng-kutuban (Polarization) •
86
Gain •
Beamwidth •
Free space path loss •
Daftar diatas tidak didasari sebuah daftar yang luas dari semua
konsep
antenna RF, tapi lebih pada seperangkat kebutuhan fundamental
yang
membolehkan administrator untuk mengerti bagaimana fungsi
peralatan wireless
LAN disekeliling perantara wireless. Pengertian utuh dari dasar
antenna secara
kegunaan adalah kunci untuk memindahkan kedepan dalam
mempelajari konsep
RF lebih lanjut.
Mengetahui dimana antenna ditempatkan , bagaimana posisi mereka,
seberapa jauh kekuatan mereka memancar, jarak kekuatan pancaran, dan
seberapa
banyak kekuatan tersebut dapat diterima oleh receiver, seringkali,
merupakan
bagian pekerjaan administrator yang paling rumit.
5.2 Polarization
Gelombang radion sebenarnya terdiri dari dua bagian, satu electric
dan satunya
lagi magnetic. Dua bagian ini tersusun secara vertical satu sama
[Link] dari dua
bagian ini disebut dengan bagian electro-magnetic. Energi ditransfer dari
dan ke bagian
lain satu sama lain, pada prosesnya dikenal sebagai “oscillation”. dataran
yang parallel
dengan elemen antenna merupakan “dataran-E” sementara dataran yang
secara vertical
dengan elemen antenna adalah “dataran-H”. Mula-mula kami tertarik
dengan bidang
electric sejak posisi dan arahnya yang menunjuk pada permukaan
bumi (tanah)
menentukan gelombang kutub
Peng-kutuban adalah orientasi fisik dari antenna pada posisi
horizontal dan
vertical. Bagian electric paralle dengan element pancaran (elemen
antenna merupakan
bagian logam dari antenna yang melakukan pekerjaan memancar) jadi,
bila antennanya
vertical, maka kutubnya vertical
Kutub horizontal – bagian electric parallel dengan tanah •
Kutub vertical – bagian electric vertical dengan tanah. •
87
Kutub vertical , yang biasanya digunakan pada wireless LAN, adalah
vertical
dengan dataran bumi. Perhatikan antenna rangkap menacap secara
vertical dari banyak
access point – antenna tersebut secara vertical mengkutub pada
posisi ini – kutub
horizontal parallel dengan bumi. Gambar 5.13 mengilustrasikan
efek pengkutuban
dapat terjadi ketika antenna tidak lurus secara benar. Antenna yang tidak
ter-kutub-kan
pada cara yang sama tidak akan bisa berkomunikasi satu sama lain
secara efektif.
) Gambar 5.13 Peng-kutub-an (Polarization
Cara penggunaan :
Pembuat antenna untuk kartu PCMCIA menghadapi masalah serius. Tidak
mudah
untuk membentuk antenna menjadi papan sirkuit kecil didalam
sampul plastic yang
menancap pada kartu PCMCIA. Jarang dilakukan membangun antenna
dalam kartu
PCMCIA yang menyediakan jangkauna memuaskan, terutama ketika
client sedang
bepergian. Pengkutuban kartu PCMCIA dan bahwa access point seringkali
tidak sama,
yang karenanya merubah laptop pada posisi berbeda hanya untuk
meningkatkan
penerimaan. PDA, yang biasanya menyesuaikan secara vertical dengan
kartu PCMCIA,
secara normal mempertunjukkan penerimaan yang baik. Luar,
antenna paten yang
dibingkai dengan Velcro pada computer laptop secara vertical
hampir selalu
menunjukkan peningkatan yang bagus melalui gigitan-antenna termasuk
dengan hampir
kebanyakan kartu PCMCIA. Pada area dimana terdapat sejumlah besar
pengguna kartu
PCMCIA, sering disarankan untuk menyesuaiakn antenna access point
secara horizontal
untuk penerimaan yang lebih baik.
88
5.3 Gain
Antenna gain dispesifikasikan pada dBi, maksudnya decibel ditujukan
pada
radiator isotropic. Radiator isotropic adalah bulatan yang memancarkan
kekuatan secara
sama pada semua arah secara simulatan. Kami tidak mempunyai
kemampuan untuk
membuat radiator isotropic, tapi sebagai gantinya kami dapat membuat
antenna omni-
directional seperti dipole yang memancarkan kekuatan 360 derajat
secara horizontal,
tapi bukan 360 derajat secara vertical. Pemancaran sinar sinyal RF
pada cara ini
memberi kita pola lingkaran. Semakin kita meng-horizontal-kan secara
paksa donut ini,
semakin menyenangkan jadinya, lebih membentuk sebuah bentuk
pancake ketika gain-
nya sangat tinggi. Antenna mempunyai gain pasif, yang artinya mereka
tidak menaikkan
kekuatan yang menjadi masukannya, tapi agak berbentuk bidang
pancaran untuk
memperpanjang atau memperpendek jarak gelombang akan
menyebarluas. Semakin
tinggi gain antenna-nya, semakin jauh gelombangnya akan berjalan,
pusatkan
gelombang keluarannya secara ketat sehingga akan lebih banyak
kekuatan yang dikirim
ke tujuan (antenna penerima) pada jarak jauh.
5.4 Beamwidth
Seperti telah dijelaskan sebelumnya, terbatas, atau memfokuskan
sinar antenna
meningkatkan gain antenna (ukuran dalam dBi). Beamwidth (pelebaran
sinar) antenna
artinya seperti kedengarannya : “width = lebar” dari sinar sinyal RF yang
dipancarkan
antenna . Gambar 5.14 mengilustrasikan jangka waktu beamwidth .
89
Gambar 5.14 Beamwidth Antenna
Terdapat dua vector untuk dipertimbangkan ketika membahas beamwidth
antenna
secara vertical dan horizontal. Beamwidth vertical ditentukan pada
derajat dan terletak
secara vertical pada permukaan bumi. Beamwidth horizontal
ditentukan pada derajat
dan terletak secara parallel pada permukaan bumi. Beamwidth
sangat penting untuk
anda ketahui karena tiap tipe antenna mempunyai spesifikasi beamwidth
yang berbeda.
Table dibawah dapat digunakan sebagai paduan referensi cepat untuk
beamwidth.
Tabel 5.1 Antenna Bandwith
Tipe antenna Beamwidth horizontal Beamwidth vertical
(dalam derajat) (dalam derajat)
Omni-directional 360 Jarak antara 7-80
Patch / panel Jarak antara 30-180 Jarak antara 6-90
Yagi Jarak antara 30-78 Jarak antara 14-64
Tatanan parabolic Jarak antara 4-25 Jarak antara 4-21
Memilih antenna dengan luas yang tepat atau beamwidth yang
terbatas adalah
penting untuk mempunyai pola jangkauan RF yang diinginkan.
Sebagai contoh,
bayangkan lorong panjang dalam sebuah rumah sakit. Ada kamar di
kedua sisi lorong
tersebut, dan sebagai ganti menggunakan beberapa access point
dengan antenna omni,
anda telah memutuskan untuk menggunakan access point tunggal
dengan antenna semi-
directional seperti antenna patch (tambalan).
90
Access point dan patch antenna ditempatkan pada ujung lorong
menghadap
sebuah lorong. Untuk melengkapi jangkauan pada lantai atas dan bawah
lantai tersebut
antenna patch dapat dipilih dengan beamwidth vertical besar secara
signifikan
contohnya 60-90 derajat. Setelah beberapa percobaan , anda dapat
menemukan bahwa
pilihan anda pada patch antenna dengan 80 derajat beamwidth
vertical melakukan
pekerjaan dengan baik.
Saat ini keperluan beamwidth horizontal harus diputuskan . melalui
panjang
lorong, percobaan bisa memperlihatkan antenna high-gain harus
digunakan dengan
tujuan jangkauan sinyal yang cukup pada akhir yang berlawanan.
Mempunyai gain yang
tinggi, beamwidth horizontal dari antenna patch secara signifikan
terbatas seperti
ruangan pada tiap sisi lorong yang tidak memiliki jangkuan yang cukup.
Ditambah pula,
antenna high-gain tidak memiliki beamwidth vertical yang cukup besar
untuk menutupi
lantai atas dan bawahnya. Pada kasus ini, anda bisa memutuskan
menggunakan dua
antenna patch – satu pada ujung lorong berhadapan satu sama
lain. Keduanya akan
rendah nilai gain-nya dengan lebar beamwidth horizontal dan vertical
seakan-akan tiap
sisi ruangan pada lorong telingkpi bersama dengan lantai bawah dan
atasnya. Melaui
gain rendah, antenna mungkin hanya bisa menutupi sebagian (mungkin
setengah) dari
luas lorong.
Seperti bisa anda lihat dari contoh ini, pemilihan yang cocok dari
beamwidth
untuk mendapatkan pola jangkauan yang benar sangat penting dan
sepertinya
menentukan berapa banyak hardware (seperti access point) yang
perlu dibeli untuk
peng-install-an.
5.5 Free Space Path Loss
Free space path loss (atau hanya Path Loss) ditujukan pada
kehilangan yang
diakibatkan oleh sinyal RF yang harus dibayar karena perbesaran
pada “penyebaran
sinyal” yang mana secara alami meluas pada depan gelombang. Semakin
lebar bagian
depan gelombang, semakin sedikit kekuatan yang dapat disokong
ke dalam antenna
penerima. Seperti halnya pneyebarluasan sinyal pemancar, kekuatannya
meningkat pada
taraf kebalikannya sebanding dengan jarak yang dijalaninya dan
sebanding dengan
kelebaran sinyal. Level kekuatannya menjadi factor yang sangat
penting ketika
hubungan yang terus-menerus menjadi pertimbangan.
91
Persamaan Path loss merupakan salah satu pondasi dari perhitungan
anggaran
belanja sebuah sambungan. Path loss mempersembahkan sumber tunggal
terbesar dalam
system wireless. Dibawah ini adalah rumus untuk Path Loss.
4d
PathLoss = 20LOG [ ] {dB}
10
Rumus PathLoss
Note: Anda tidak akan bisa mencoba rumus Path Loss pada tugas CWNA,
namun
ini disediakan sebagai refernsi administrative anda.
5.6 Peraturan 6 dB
Penyelidikan terturup pada persamaan Path loss menghasilkan
hubungan yang
tidak berguna berkaitan dengan hal hubungan anggaran belanja.
Tiap 6 dB
meningkatkan EIRP setara dengan 2 kali jarak. Sebaliknya,
pengurangan 6 dB pada
EIRP berarti memotong jaraknya hingga setengah. Dibawah ini
adalah table yag
memberi Anda perkiraan secara kasar dari Path Loss untuk memberi
jarak anara
pemancar dan penerima pada 2,4 GHz.
Tabel 5.2. Tabel Perbandingan Jarak dan Loss
Jarak Loss (dalam 6dB)
100 meters 80.23
200 meters 86.25
500 meters 94.21
1000 meters 100.23
2000 meters 106.25
5000 meters 114.21
10000 meters 120.23
92
5.7 Instalasi Antenna
Sangatlah penting untuk memiliki installasi antenna yang benar dalam
wirelsess
LAN. Installasi yangtidak tepat dapat membawa pada kerusakan atau
kehancuran dari
peraltan anda dan juga dapat membawa pada kerugian seseorang.
Pekerjaan yang baik
dari system wireless LAN sama pentingnya dengan keselamatan
seseorang, yang
dicapai melalui penempatan yang benar, pemasangan, pengarahan
dan penyesuaian.
Pada bagian ini kita akan meliputi :
Penempatan (placement) •
Pemasangan (mounting) •
Penggunaan yang tepat (appropriate use) •
Pengarahan (orientation) •
Penyesuaian (alignment) •
Keamanan (safety) •
Pemeliharaan (maintenance) •
5.7.1 Penempatan (placement)
Memasang antenna omni-directional berkaitan dengan access point
didekat
pertengahan dari jangkauan area yang diinginkan dimanapun berada.
Menempatkan antenna setinggi mungkin untuk meningkatkan
jangkauan area,
berhati-hati bahwa user meletakkan sesuatu dibawah antenna masih
dapat
menerima. Terutama ketika menggunakan omni antenna high-gain.
Antenna diluar
ruangan harus dipasang diatas rintangan seperti pepohonan dan
bangunan seakan-
akan tidak ada objek yang melanggar batas Zone Fresnel
5.7.2 Pemasangan (mounted)
Sekali anda telah menghitung betapa pentingnya kekuatan output,
gain,
dan jarak yang anda perlukan untuk memancarkan sinyal RF, dan telah
memilih
antenna yang tepat untuk pekerjaan tersebut, anda harus
memasang antenna
tersebut. Terdapat beberapa pilihan untuk memasang antenna
didalam maupun
diluar ruangan.
93
Gambar 5.15 . Pemasangan antenna
Pilihan pemasangan antenna
Pemasangan pada langit-langit – biasanya tergantung di palang
pada •
bawah langit-langit.
Pemasangan pada dinding – memaksa sinyal pergi dari permukaan
•
vertical
Pemasangan pillar(tiang penyangga) – memasang sama rata pada •
permukaan vertical
Dataran tanah – didudukkan datar pada tanah •
Pemasangan tiang layar – antenna dipasang pada ujungnya •
Pemasangan penyambungan – pemasangan pada tiang layar yang
bisa •
dipindah-pindah.
Pemasangan pada cerobong asap / semrong lampu – berbagai jenis
•
hardware yang membolehkan antenna dipasang pada cerobong asap
/
semrong lampu.
Penyanggah tiang – antenna didudukkan diatas penyanggah. •
Tidak ada jawaban sempurna untuk dimana memasanag antenna secara
tepat.
Anda akan belajar pada bab 11 (Dasar Meninjau Tempat) bahwa
penempatan yang
disarankan dan memasang antenna akan menjadi bagian dari
meninjau tempat
yang tepat. Tidak ada pengganti untuk dalam-masa-latihan –
pekerjaan, yaitu
dimana anda seringnya belajar bagaimana memasang antenna
wireless LAN
menggunakan berbagai jenis tipe hardware pemasang. Tiap tipe dari
pemasang
94
akan ada bersama dengan instruksi (petunjuk) dari pabrik tentang
bagaimana
meng-install dan mengamankannya. Terdapat berbagai jenis yang
berbeda dari
tiap tipe pemasang karena tiap pabrik memiliki cara tersendiri dalam
merancang
alat pemasang.
Beberapa hal yang perlu diingat dalam memasang antenna adalah :
Seringkali penopang yang dikirimkan dengan antenna tidak bisa bekerja
•
untuk situasi tertentu. Memodifikasi penopang atau merakit ulang
penopang mungkin diperlukan.
Jangan menggantung antenna dengan kabelnya dan pastikan •
pemasangannya kokoh dan aman. Kabelnya bisa putus dan goyangnya
kabel bisa menghasilkan pergerakan pada pusatnya.
Sesungguhnya bagaimana antenna dipasang harus dispesifikasikan
untuk •
tiap antenna pada laopran tinjauan tempat.
Memasang dengan ilmu keindahan
Antenna biasanya tidak kelihatan dan harus disembunyikan. Beberapa
pabrik
membuat langit-langit untuk menyisipkan antenna. Ketika keindahan
penting,
antenn patch atau panel mungkin lebih digunakan daripada antenna
omni. Jika
mungkin, antenna harus disembunyikan untuk menghidari kerusakan
oleh anak-
anak dan juga oleh orang dewasa yang secara sengaja merusak
komponenya.
5.7.3 Penggunaan yang tepat (appropriate use)
Gunakan antenna untuk dalam ruangan(indoor antenna) di dalam
bangunan
dan antenna untuk luar ruangan(outdoor antenna) diluar bangunan
kecuali area
dalam ruangan secara signifikan sangat besar untuk membenarkan
penggunaan
antenna untuk luar ruangan (outdoor antenna). Antenna untuk luar
ruangan
(outdoor antenna) paling sering disegel untuk mencegah air
memasuki daerah
element antenna dan dibuat dari plastic untuk menahan perubahan
panas dan
dingin yang ekstrim. Antenna untuk dalam ruangan (indoor antenna) tidak
dibuat
untuk penggunaan di luar ruangan dan umumnya tidak bisa menahan
elemennya.
95
5.7.4 Orientation
Orientasi antenna membutuhkan pengkutuban, yang telah dibahas
sebelumnya sebagai pemilik dampak berpengaruh pada penerimaan
sinyal. Bila
antenna diarahkan dengan bagian electric parallel dengan permukaan
bumi, maka
client (jika antenna dipasangn pada access point) juga harus
mempunyai
pengarahan yang sama untuk penerimaan ang maksimum.
Kebalikannya juga
berlaku dengan keduanya memiliki bagian electric yang diarahkan secara
vertical
dengan permukaan tanah. Keluaran dari jembatan penguhubung
akan secara
drastic berkurang bila tiap akhir hubungan tidak memiliki orientasi
antenna yang
sama.
5.7.5 Penyesuaian (Alignment)
Penyesuaian antenna terkadang kritis dan lain waktu tidak. Beberapa
antenna
mempunyai beamwidth horizontal dan vertical yang sangat lebar
sehingga
memungkinkan administrator untuk membidik dua antenna pada
lingkungan
jembatan bangunan-ke-bangunan pada tiap arah umum lain dan
mendapatkan
penerimaan yang hapir sempurna. Penyesuaian (alignment) lebih
penting ketika
mengimplementasikan hubungan jarak jauh menggunakan antenna
highly-
directional. Jembatan wireless dating dengan software penyesuaian
(alignment)
yang membantu administrator mengoptimalkan penyesuaian antenna
untuk
penerimaan yang terbaik, yang mengurangi paket yang hilang dan
perhitungan
berulang yang tinggi ketika kekuatan sinyal membesar.
Ketika menggunakan access point dengan antenna omni-directional
atau
semi-directional, penyesuaian (alignment) yang tepat biasanya adalah
masalah
menutupi area yang tepat seperti client wireless bisa berhubungan
pada tempat
dimana hubungan diharapkan.
5.7.5 Keamanan
Antenna RF, seperti peralatan listrik lainnya, bisa menjadi berbahaya
untuk
diimplemetasikan dan dioperasikan. Petunjuk dibawah ini harus
dipelajari
kapanpun anda atau salah satu dari perkumpulan anda meng-install atau
dengan
kata lain bekerja dengan antenna RF.
96
Ikuti petunjuknya
Secara hati-hati ikuti instruksi yang disediakan semua antenna.
mengikuti semua
instruksi yang disediakan akan mencegah kerusakan oleh antenna dan
kerusakan
perorangan. Kebanyakan pencegahan keaman yang ditemukan pada
petunjuk
pabrik antenna masuk akal.
Jangan disentuh ketika powernya m asih terpasang
Jangan pernah menyentuh antenna high-gain dengan bagian tubuh
anda yang
mana saja atau tunjuklah melalui badan anda ketika ia memancar.
FCC
membolehkan kekuatan RF dalam jumlah yang sangat tinggi untuk
dipancarkan
pada band bebas yang di-license ketika mengkonfigurasi hubungan point-
to-point.
Meletakkan bagian tubuh anda yang mana saja didepan antenna highly-
directional
2.4 GHz yang sedang memancar pada kekuatan tinggi akan sama
dengan
meletakkan tubuh anda pada oven microwave.
Installer professional
Untuk kebanyakan peng-installan antenna di tempat tinggi,
pertimbangkan
menggunakan installer professional. Pemanjat professional dan
installer dilatih
dalam pemanjatan tepat yang aman, dan akan bisa meng-install dengan
lebih baik
dan mengamankan antenna wireless LAN anda jika dipasang di
ujung, menara,
atau tipe bangunan tinggi lainnya.
Hambatan logam
Jauhkan antenna dari hambatan logam seperti pemanas dan saluran
air-
conditioning. Penyangga langit-langit yang besar, susunan bangunan
super, dan
aliran kabel power utama. Tipe hambatan metal ini menciptakan
sejumlah jalan
kecil yang signifikan. Dan, sejak tipe hambatan logam ini
memantulkan bagian
sinyal RF yang besar, jika sinyalnya di siarkan pada kekuatan penuh,
sinyal yang
dipantulkan akan bisa berbahaya untuk orang yang melihat.
97
Garis kekuatan (Power lines)
Menara antenna harus diletakkan pada jarak aman dari power lines
terdekat. Jarak
aman yang disarankan adalah dua kali tinggi antenna. Berhubung
antenna wireless
LAN umumnya kecil, pada prakteknya saran ini biasanya tidak
digunakan.
Bukanlah hal yang bagus mempunyai antenna wireless LAN didekat
sumber
power karena arus listrik pendek antara sumber kekuatan (power)
dan wireless
LAB bisa berbahaya untuk personil yang berkerja pada wireless LAN
dan bisa
menghancurkan peralatan wireless LAN.
Pasak (grounding rods)
Gunakan pasak khusus dan ikuti Kode Listrik Nasional (National Electrical
Code)
dan kode listrik local untuk antenna outdoor yang tepat dan pasak
menara. Pasak
harus secara umum mempunyai kurang 5 ohms dari permukaan tanah.
Resistansi
yang disarankan adalah 2 ohms atau kurang. Pasak dapat
mencegah kerusakan
pada peralatan wireless LAN dan mungkin juga menyelamatkan hidup
siapapun
yang memanjat menara bila menara tidak disoroti cahaya.
5.7.6 Pemeliharaan (maintenance)
Untuk mencegah embun memasuki kabel antenna, segel semua
kabel
konektor luar menggunanakan produk komersial seperti coax compatible
electrical
tape atau coax-seal. Embun yang telah memasuki konektor dan kabel
sangat sulit
dihilangkan . biasanya lebih hemat untuk mengganti kable dan
konektornya
daripada menghilangkan embun tersebut. Konektor dan kabel dengan
sejumlah air
didalamnya akan membuat sinyal RF tidak menentu dan bisa
menyebabkan
penurunan sinyal secara signifikan karena kehadiran sebuah air akan
merubah
impedansi kabel, dan karennya merubah VSWR.
Ketika menginstall kabel RF diluar ruangan, pastikan untuk
memasang
konektor saling menghadap dan gunakan lem pada kabel sehingga
air akan
langsung menjauh dari titik dimana embun tampaknya akan memasuki
konektor.
Cek segel secara teratur. Segel pada material terkadang dapat
mengering ketika
terkena matahari dalam jangka waktu yang lama dan mungkin perlu
menggantinya
dari waktu ke waktu.
98
5.8 Peralatan Power over Ethernet (PoE)
Power Over Ethernet (PoE) adalah metode yang mengirim voltase DC
pada access
point, jembatan wireless, atau jembatan wireless workgroup melalui kabel
Ethernet Cat5
dengan tujuan memberi daya pada unit. PoE digunakan ketika
penyiman AC power
tidak tersedia dimana peralatan infrastruktur wireless LAN harusnya
berada, kabel
Ethernet digunakan untuk membawa baik data dan power dari sebuah
unit.
Mempertimbangkan warehouse dimana access point perlu untuk
dipasang pada
langit-langit sebuah bangunan. Biaya kerja yang akan berpengaruh
untuk memasang
jalur listrik melaui langit-langit bangunan untuk memperkuat access
point perlu
dipertimbangkan . Mempekerjakan seorang ahli listrik untuk melakukan
tipe pekerjaan
ini akan menghabiskan banyak uang dan waktu.
Ingatlah bahwa kabel Ethernet hanya bisa membawa data sejauh 100
meter dan,
untuk jarak lebih dari 100 meter, PoE bukanlah solusi yang bagus.
Gambar 5.16
menggambarkan bagaimana peralatan POE akan menyediakan power ke
aeccess point.
Gambar 5.16 Pemasangan PoE
Seringkali tempat terbaik untuk memasang access point atau
jembatan untuk
konektivitas RF tidak memiliki sumber AC power. Makanya, PoE bisa
merupakan
penolong yang hebat untuk mengimplementasi jaringan wireless
dengan rancangan
yang baik . beberapa pabrik membolehkan hanya untuk PoE untuk
memperkuat
peralatan meraka, bukan AC power standar.
99
5.8.1 Pilihan Umum PoE
Peralatan PoE tersedia dalam beberapa tipe
Single-port DC voltage injectors •
Multi-port DC volatage injectors •
Ethernet switches yang dirancang untuk memasukkan voltase DC
pada •
tiap port pada bagian tertentu dari pin.
Meskipun konfigurasi dan manajemen secara umum tidak penting
untk
peralatan PoE, ada beberapa protes yang harus diwaspadaiketika
anda mulai
mengimplementasikan PoE.
Pertama, tidak ada standar industri dalam mengimplementasi PoE.
Artinya
bahwa pabrik dari peralatan PoE tidak mempunyai kerjasama dan setuju
tentang
bagaimana peralatan ini harus berhubungan dengan peralatan lain.
Bila anda
menggunakan peralatan wirelss seperti access point dan akan di power-in
dengan
PoE, sangat disarankan agar anda membeli peralatan PoE dari pabrik
yang sama
dengan access point. Saran ini juga berlaku pada semua peralatan
manapun ketika
mempertimbangakan ingin di-power-in dengan PoE.
Kedua, dan sama dengan sifat dari protes pertama, adalah bahwa
output
voltase dibutuhkan untuk memperkuat peralatan wireless LAN yang
berbeda dari
pabrik ke pabrik. Protes ini adalah alasan lain untuk menggunakan
peralatan dari
penjual (pabrik) yang sama ketika menggunakan PoE. Ketika ragu,
Tanya pada
pabriknya atau penjualnya tempat dimana peralatan tersebut dibeli.
Akhirnya, pin yang tidak terpakai digunakan untuk membawa arus
listrik
melalui Enthernet bukanlah hal yang standar. Satu pabrik bisa saja
membawa
power pada pin 4 dan 5, padahal yang lainnya membawa power pda pin7
dan 8.
bila anda mengkoneksikan kabel dengan membawa power pada pin4 dan
5 untuk
access point yang tidak menerima power pada pin tersebut, maka aceess
pont tidak
akan dialiri arus
[Link] Pengalir single-port volatase DC (Single-port DC voltage
Injectors)
Access point dan jembatan yang secara khusus wajib menggunakan PoE
termasuk single-port DC voltage injetors intuk mengaliri unit. Lihat
gambar
5.17 dibawah untuk contoh dari single-port DC voltage injetors,
Injector
100
single-port ini diterima ketika digunakan dengan sejumlah kecil
peralatan
wireless infrasctructure, tapi secara cepat menjadi beban, membuat
berantakan
mengabeli lemari, ketika membangun jaringan wireless menengah atau
besar.
Gambar 5.17 Sebuah injector single-port
[Link] Injector multi-port DC voltage
Beberapa pabrik menawarkan injector multi-port termasuk model port-4,
6 atau
12. model ini mungkin lebih ekonomis atau cocok untuk pemasangan
dimana banyak
peralatan harus dialiri listrik melaui kabel Cat5 menghasilkan dalam
lemari
pengkabelan tunggal atau dari satu switch. Injector multi-port DC
voltage secara
khusus ,mengoperasikan dengan cara yang tepat sama seperti
rekannyam single-port.
Lihat gambar 5.19 untuk contoh dari injector PoE multi-port . Sebuah
injector multi-
port DC voltage tampak seperti switch Ethernet dengan dua kalo seperti
banyak port.
Injector multi-port DC voltage adalah peralatan pass-through dimana
anda
berhubungan dengan switch Ethernet (atau hub) ke port masukan,
dan kemudian
menghubungkan peralatan PoE client ke peralatan output, keduanya
melaui kabel
Cat5. injector PoE menghubungkan ke sumber AC power pada ruang
pengkabelan.
Injector multi-port ini cocok untuk installasi jaringan wireless ukuran
sedang dimana
50 access point keatas dibutuhkan, namun pada perusahaan besar,
bahkan injector
multi-port DC voltage terpadat. Dikombinasikan dengan hub ethrenet
atau switche
bisa menjadi cluttered ketika dipasang pada lemari pengkabelan.
[Link] Swicth Ethernert Active
Langkah selanjutnya untuk pemasangan pada perusahaan besar dari
access point adalah implementasi switches etehrnet active. Peralatan
ini
menyatukan injeksi DC voltage pada switch Ethernet sendiri
memperbolehkan
sejumlah besar peraltan PoE tanpa hardware tambahan di jaringan.
Lihat
gambar 5.20 untuk contoh dari switch Active Ethernet. Lemari
pengkabelan
101
tidak akan mempunyai hardware tambahan lain daripada switches
Ethernet
yang telah ada untuk sebuah jaringan non-PoE. Beberapa pabrik
membuat
switches ini dalam berbagai konfigurasi yang berbeda (sejumlah
port). Pada
banyak switch active Ethernet, switch dapat secara otomatis
merasakan
peralatan client PoE pada sebuah jaringan. Bila switchnya tidak
mendeteksi
peralatan PoE pada sambungan tersebut, DC voltage-nya tidak diaktifkan
pada
port tersebut.
Seperti Anda lihat pada gambar, sebuah switch Active Ethernet tampak
tidak ada bedanya dengan switch Ethernet umumnya. Satu-satunya
perbedaan
adalah ditambahkannya kemampuan bagian dalam dari mensuplai DC
voltage
pada tiap port.
5.8.2 PoE Compatibility
Peralatan yang bukan termasuk “PoE Compatibility” dapat
dikonversikan
pada Power-over-Ethernet dengan cara DC “picker” atau “tap”.
Terkadang ini
disebut Active Ethernet “splitter”. Peralatan ini mengambil DC voltage
yang telah
di-injeksi-kan ke dalam kabel CAT5 oleh injector dan membuat nya
available
untuk peralatan melalui tuas power DC biasa.
Dengan tujuan untuk menggunakan Power-over-Ethernet satu dari 2
kombinas peralatan ini dibutuhkan :
(Injector) + (peralatan kompatibel dengan PoE)
atau
(Injector) + (peralatan yang tidak kompatibel dengan PoE ) + (Picker)
5.8.3 Types dari Injector
Ada 2 type basic dari Injector yang tersedia, passive dan fault
protected.
Setiap type yang tersedia memiliki berbagai tingkatan tegangan dan port.
Passive injector menempatkan tegangan DC menjadi kabel CAT5.
Pelatan-
peraltan ini menyediakan tidak adanya short-circuit atau proteksi
terhadap arus
yang berlebih.
Fault protected injector menyediakan monitoring fault secara
berkesinambungan dan proteksi untuk mendekteksi adanya short
circuit dan
kondisi arus yang berlebih di kabel CAT5.
102
5.8.4 Types dari Picker/Taps
2 basic tipe dari picker dan tap adalah : passive dan regulated. Passive
tap,
secara sederhana membawa tegangan dari CAT5 dan menyalurkannya
ke dalam
peralatan untuk menyambungkan ke koneksi. Oleh karena itu, jika injector
meng-
inject48 VDC (Volts of Direct Current) , maka 48 VDC akan tetap
diproduksi di
output dari passive tap.
Regulated tap membawa tegangan ke CAT5 kabel dan
mengkonversikannya
ke tegangan yang lain. Beberapa tegangan regulated yang tersedia
( 5 VDC, 6
VDC, & 12 VDC) mengijinkan variety yang lebar dari peralatan non-
PoE yang
dikuatkan melewati kabel CAT5.
5.8.5 Tegangan dan Standart Pinout
Meskipun IEEE bekerja pada standartnya seperti 802.3af untuk PoE,
sebuah
definisi standard belum dikenalkan. Pada sekarang ini, vendor
peraltan yang
berbeda menggunakan tegangan PoE yang berbeda dan konfigurasi
pin CAT5
untuk menyediakan power DC. Oleh karena itu , sangat penting untuk
menyeleksi
peralatan PoE yang yang cocok untuk setiap peralatan yang anda
rencanakan
untuk menguatkan melewati kabel CAT5. IEEE mempunyai
standarisasi pada
penggunaan 48 VDC sebagai tegangan PoE yang di-inject-kan.
Penggunaan dari
tegangan yang sangat tinggi akan mengurangi arus yang mengalir
melewati kabel
CAT5 dan maka akan menaikkan beban dan menaikkan batas panjang
dari kabel
CAT5. Dimana maksimum panjang kabel belum merupakan
pertimbangan yang
utama , beberapa vendor telah memilih 24 VDC dan juga 12 VDC
sebagai
tegangan injeksi.
5.8.6 Fault Protection
Tujuan utama dari fault protection adalah melindungi kabel, peralatan ,
dan
power supply dalam suatu kesalahan atau terjadinya short-circuit. Selama
operasi
normal, sebuah kesalahan mungkin tidak akan pernah terjadi dalam kabel
CAT5.
Bagaimanapun juga, ada banyak cara sebuah fault akan dikenalkan ke
dalam kabel
CAT5, meliputi beberapa contoh di bawah ini:
103
• Peralatan attached akan sangat tidak compatible dengan PoE dan
tidak
mempunyai non-standard atau koneksi defective bahwa short-circuit
konduktor PoE. Sekarang ini, kebanyakn dari peralatan non-PoE tidak
mempunyai koneksi pada pin PoE.
• Pemasangan kabel CAT5 yang tidak tepat. Memotong atau crushed
kabel
CAT5, dimana insulasi pada satu atau lebih konduktor akan
menyebabkan kontak dengan beberapa atau material konduktor lainnya.
Selama kondisi fault , circuit fault-protection mematikan tegangan DC
yang
di-inject-kan ke dalam kabel. Operasi sirkuit fault-protection varies dari
model ke
model. Beberapa model secara bersambungan me-monitor kabel dan
menyimpan
kembali power secara otomatis , ketika sekali fault di pindahkan.
Beberapa model
laninnya harus secara manually di-reset dengan menekan tombol
reset atau
memutar power.
5.9 5.9 Wireless LAN Accessoris
Ketika waktu berjalan untuk mengkoneksikan semua peralatan wireless
LAN anda
secara bersama-sama, anda akan memerlukan untuk mem-purchase
kabel yang sesuai
dan aksesoris yang akan memaksimalkan throughput anda ,
meminimalkan loss-sinyal
anda , dan yang paling penting mengijinkan anda untuk membuat koneksi
secara tepat.
Dalam section ini akan mendiskusikan beberapa type dari aksesoris dan
dimana mereka
akan fit ke dalam design wireless LAN. Berikut ini adalah tipe2
aksesoris yang akan
didiskusikan dalam section ini :
• RF Amplifier
• RF Attenuator
• Lighting Arrestors
• RF Connectors
• RF Cables
• RF Splitters
Setiap dari peralatan ini adalah sangat penting untuk membangun
wireless LAN
secara sukses. Beberapa item yang digunakan lebih dari yang lain , ada
beberapa item
yang wajib , dimana yang lainnya adalah optional. Ini seperti
bahwasanya seorang
104
administrator harus akan menginstall dan menggunakan semua dari item
beberapa kali
ketika mengimplementasi dan mengatur sebuah wireless LAN.
5.9.1 RF Amplifier
Sebagai namanya yang disarankan , sebuah RF Amplifier akan
digunakan
untuk amplify atau menaikkan amplitude dari sebuah sinyal RF. Kenaikkan
positif
dalam power biasa disebut GAIN dan diukur dalam +dBi. Sebuah amplifier
akan
digunakan ketika mengganti kerugian untuk loss yang terjadi oleh
sinyal RF ,
meskipun kaitan jarak antara antenna atau panjang dari kabel dari
peralatan
infrastruktur wireless ke antenna itu sendiri. Kebanyakan RF Amplifier
digunakan
dengan wireless LAN yang dikuatkan dengan menggunakan tegangan
DC yang
diberikan kepada kabel RF dengan injector DC di dekat sumber dari sinyal
RF (
seperti access point atau bridge)
Kadang-kadang tegangan DC digunakan untuk menguatkan RF
amplifier
yang disebut “phantom voltage” karena RF amplifier kelihatan seperti
power up
secara magic. Injector DC dikuatkan menggunakan tegangan AC dari wall
outlet ,
jadi akan kelihatan seperti di lokasikan di wiring-closet. Pada scenario ini ,
kabel
RF membawa kedua-duanya yaitu sinyal RF frekuensi tinggi dan
tegangan DC
yang diperlukan untuk menguatkan in-line amplifier , dimana in-turn,
boosts
amplitude sinyal RF. Gambar dibawah ini depicts both sebuah RF
amplifier dan
DC power injector
Gambar 5.18 . RF Amplifier
105
RF amplifier dibagi menjadi 2 tipe yaitu unidirectional dan bi-
directional.
Unidirectional amplifier compensate untuk sinyal loss incurred over
long kabel
RF dengan menaikkan level dari sinyal sebelum akan di-inject-kan
ke dalam
antenna transmitting. Amplifier bidirectional menaikkan sensitifitas secara
efektif
dari receiving-antenna dengan mengeraskan sinyal yang diterima
sebelum
diberikan ke access-point, bridge,atau client device. Amplifier
bidirectional
seharusnya diletakkan sedekat mungkin dengan antenna sehingga
akan
memungkinkan penggantian kerugian secara efektif untuk kabel yang
loss antara
antenna dan receiver (access-pint atau bridge) untuk penerimaan
sinyal.
Kebanyakan amplifier digunakan dengan wireless-LAN yang bi-directional.
5.9.2 Common Options
Sebelum anda mendapatkan ide untuk memutuskan amplifier mana
yang
anda beli , ada baiknya anda harus tahu kebutuhan dari spesifikasi
amplifier itu
sendiri. Sekali anda sudah mengetahui dari spesifikasi tersebut,
misalnya
impedansi (ohms), gain (dB), respon frekuensi (range dalam GHz), VSWR,
input
(mW atau dBm) dan output (mW atau dBm), maka anda sudah siap
dalam
memilih RF Amplifier.
Respon frekuensi adalah spesifikasi pertama yang harus anda
putuskan
terlebih dulu. Jika wireless-LAN menggunakan spectrum frekuensi 5GHz,
sebuah
amplifier akan bekerja hanya pada 2.4 GHz spectrum frekuensi yang tidak
bekerja.
Menentukan seberapa besar gain, input, dan power output adalah
diperlukan
dengan menampilkan kalkulasi dari RF yang diperlukan. Amplifier
seharusnya
sesuai dengan impedansi dengan semua keperluan hardware dari
wireless-LAN
antara transmitter dan antenna. Secara umum, komponen wireless-
LAN
mempunyai impedansi 50 ohms, tapi bagaimanapun juga akan
sangat baik jika
memeriksa impedansi dari setiap komponen dari wireless-LAN.
Amplifier seharusnya disambungkan ke dalam jaringan , jadi amplifier
akan
dipilih dengan beberapa konektor yang sama sebagai kabel dan/
antenna untuk
amplifier akan disambungkan. Secara typically, RF Amplifier akan
mempunyai
sifat yang sama dengan SMA atau konektor N-Type. Konektor SMA dan N-
Type
melakukan dengan baik dan digunakan secara luas.
106
5.9.3 Configuration & Management
RF amplifier yang digunakan dengan wireless-LAN di-instalasi secara
seri
dengan path dari sinyal utama seperti terlihat pada Gambar 5.19 .
Amplifier secara
typicallydisusun ke permukaan yang solid menggunakan sekrup melalui
piringan
dari amplifier.
Gambar 5.19 . RF Amplifier dengan Access Point
5.9.4 Syarat-syarat Khusus
FCC CFR menyatakan bahwa setiap sistem yang diguanakn dalam ISM dan
UNII harus bersertifikasi sebagai sistem yang lengkap dan diberikan
nomor
sertifikat oleh FCC. Keterangan ini akan disertai oleh sertifikat yang
akan
mendaftar keperluan berbagai peralatan dan pengenal FCC mereka aka
diijinkan
untuk menggunakan sistem wireless-LAN yang khusus. Semua bagian
dari
wireless-LAN setup yang digunakan akan dilist di dalam sertifikat.
Memahami
keperluan ini akan menjadikan krusial ketika menyetujui dengan
amplifier.
Sebuah ”sistem” yang didefinisikan sebagai perlatan transmitting,
pengkabelan,
konektor, amplifier, attenuator,splitter dan antenna. Perusahaan
memperoleh
persetujuan FCC atau ”sertifikasi” atas hardware mereka yang dijual ke
end-user
atas perlatan radio dan antenna dan menggunakan mereka sebagai
suatu sistem
tanpa melakukan konfirmasi dengan FCC untuk testing dan
sertifikasi. Ketika
peralatan tambahan seperti amplifier ditambahkan ke dalam sistem,
sertifikasi
perusahaan tidak akan lama diterapkan dan user harus memperoleh
sertifikasi atas
sistem mereka. Ini akan menghabiskna biaya sebesar $12,000 tiap
sistem. Jawaban
untuk permasalahan ini adalah menjual sistem yang telah bersertifikasi
FCC dari
vendor yang bereputasi yang menyediakan kebutuhan jaringan wireless.
107
CFR 15.204 tidak memperbolehkan amplifier dipasarkan atau dijual
ketika
tidak merupakan bagian dari sistem yang bersertifikasi. FCC memelihara
database
dari sistem yang bersertifikasi dan perusahaan yang memegang
sertifikasi ini.
Database ini dapat anda cari pada
alamatweb:[Link]
/[Link]/prod/oet/forms/reports/Search_Form.hts & ?form=Generic_Search
FCC memelihara website ini dengan sangat cermat sekali dan selalu
beredar.
Update dilakukan setidaknya seminggu sekali. End-user dapat
dikenakan denda
untuk pelanggaran aturan FCC sementara mereka menggunakan
peralatannya.
Pelanggaran FCC sekali denda berkisar antara $27,500 - $1,200,000.
FCC
biasanya mengijinkan pelanggar waktu ( 10 hari ) untuk mengoreksi
masalahnya
dan melaporkan ke FCC bagaimana pelanggaran tersebut telah
[Link]
bukan hal yang tidak biasa untuk FCC dalam meng-audit Wireless
ISP untuk
mencari pelanggaran sistem bersertifikasi.
Banyak perusahaan tidak memproduksi amplifier yang digunakan
dengan
sistem mereka. Untuk alasan ini, perusahaan yang memproduksi
amplifier ( tpi
bukan unutk hardware wireless-LAN ) yang mendapatkan sertifikasi
FCC ke
dalam sistem wireless-LAN menggunakan amplifier mereka dan
beberapa
hardware wireless-LAN dari perusahaan lainnya secara bersamaan.
Hati-hati
dalam tipe apakah amplifier yang anda beli, beberapa amplifier
menyebabkan
FCC hanya untuk sistem yang bersertifikasi agar dapat
menggunakan DSSS
channel 2-10 daripada 1-11 seperti sistem yang tidak teramplifier.
Berkaitan
dengan bagaimana sinyal RF di diperkuat dan mengeluarkan ke dalam
spektrum
frekuensi RF yang terlisensi dimluar dari ISM dan UNII
FCC CFR 15.203 menyatakan bahwa installer yang bertaggung jawab
unutk
menyakinkan bahwa radiator intentional yang digunakan dengan
antenna yang
disahkan. Antenna dibuat supaya mereka dapat diperbaiki, tapi dipasang
ke non-
certified radiator intentional.
Satu pertanyaan bahwa kita ingin mengalamatkan yang berkaitan
CFR
15.204 bahwa satu antenna dari perusahaan tidak dapat digunakan
dengan raiator
intentional perusahaan lainnya ( bridge, PC Card, atau access-point )
tanpa
sertifikasi FCC sebagai sistem. Peraturan ini secara langsung
mempengaruhi
indivudual yang ingin menyambungkan sebuah antenna Pringles ke
PC Card
untuk tujuan dari pengendalian perang.
108
Ketika membeli RF Amplifier untuk digunakan sebagai bagian dari
wireless-
LAN , tanyalah bagian dari dokumentasi sertifikasi FCC untuk sebuah
amplifier
sebelum anda membelinya. Ada 2 kelas perubahan yang dapat dibuat
ke dalam
sertifikasi FCC. Kelas pertama adalah kelas yang saya rubah. Tipe ini,
perubahan
dapat dibuat oleh perusahaan yang menginginkan perubahan dokumen
yang tidak
mempengaruhi negatif pada perkembangan RF atau density sinyal
( kenaikkan
interferensi dengan sistem lain di dalam lingkungan anda ) dengan
catatan pada
sertifikat FCC dan menulis sebuah sinopsis tentang bagaimana
perubahan dapat
dilibatkan dan kenapa hal tersebut tidak mempunyai pengaruh
negatif. Kelas
kedua adalah perubahan yang mempunyai pengaruh negatif
terhadap
perkembangan RF atau density sinyal dan membutuhkan bahwa
sistem harus di
resertifikasi kembali oleh FCC
5.9.5 RF Attenuator
RF Attenuator adalah peralatan yang menyebabkan loss (dalam dB)
dapat
diukur secara teliti dalam sebuah sinyal RF. Sementara sebuah
amplifier akan
menaikkan sinyal RF , maka sebuah attenuator akan mengurangi hal itu.
Mengapa
anda perlu atau menginginkan untuk mengurangi sinyal RF ?
Pikirkan sebuah
kasus dimana acess-point memiliki ouput sebesar 100mW, dan
antenna yang
tersedia hanyalah omni-directional dengan gain sebesar +20 dBi.
Menggunakan
peralatan ini secara bersamaan dapat melanggar aturan FCC unutk power
output,
jadi attenuator dapat ditambahkan untuk mengurangi sinyal RF yang
turun sebesar
30mW sebelum memasuki antenna. Konfigurasi ini meletakkan output
power
dalam parameter FCC. Gambar 5.20 menampilkan sebuah contoh dari
fixed-loss
RF attenuator dengan konektor BNC ( kiri ) dan konektor SMA(kanan).
Gambar
5.25 menampilkan contoh dari RF step attenuator .
Gam bar 5.20 RF attenuator dengan konektor BNC
109
5.9.6 Common Options
RF attenuator tersedia untuk fixed-loss atau variabel loss. Seperti
variabel
amplifier, variabel attenuator mengijinkan administrator untuk
mengkonfigurasi
banyaknya loss yang disebabkan dalam sinyal RF dengan tepat.
Variabel RF
attenuator tidak digunakan dalam sistem wireless-LAN yang berkaitan
dengan
peraturan FCC pada sistem tersertifikasi. Secara tipically, digunakan
di tempat
survey supaya untuk menentukan antenna gain, keperluan amplifier, dll.
Gambar 5.21 Attenuator dengan Access Point
Pemilihan macam dari attenuator yang dibutuhkan , perhatikan item
yang
sama ketika pemilihan RF amplifier (lihat atas). Tipe dari attenuator
( fixed atau
variabel loss ) , impedansi, rating ( input, power, loss, dan respon
frekuensi) dan
tipe konektor seharusnya dapat dijadikan bagian dari proses
pengambilan
keputusan.
5.9.7 Konfigurasi dan Management
Gambar 5.22 dibawah menunjukkan bahwa peletakkan dalam
wireless-
LAN yang sesuai untuk sebuah RF attenuator , dimana dipasang
secara seri
dengan path sinyal utama. Yakinlah, attenuator coaxial akan
disambungkan secara
langsung di antara 2 point koneksi antara transmitter dan antenna.
Sebagai contoh,
antenna coaxial mungkin akan disambungkan secara langsung pada
output dari
access-point, pada input ke antenna, atau dari manapun di antara 2 point
jika kabel
RF yang multiple digunakan.
Konfigurasi dari RF attenuator tidak wajib dilakukan kecuali variabel
attenuator sedang digunakan, dalam kasus ini jumlah dari
pelemahan yang
110
dikonfigurasikan berdasarkan pada kalkulasi RF. Instruksi dari konfigurasi
untuk
setiap bagian dari attenuator akan dimasukkan ke dalam user
manual buatan
perusahaan. Untuk mengulangi pernyataan tersebut, anda akan
seperti tidak
melihat sistem yang bertanda dari FCC yang mempunyai variabel
attenuator.
Gambar 5.22 Peletakkan dalam wireless-LAN sebuah RF attenuator
5.9.8 Lighting Arrestors
Sebuah lighting arrestor digunakan untuk melangsir arus transient ke
dalam
tanah yang disebabkan karena petir. Lighting arrestor digunakan untuk
melindungi
hardware wireless-LAN anda seperti access-point, bridges, dan
kelompok dari
bridge yang tercantum ke line transmisi Lighting arrestor dapat
melangsir
gelombang secara tidak langsung dari 5000 Amperes hingga 50 volts.
Fungsi dari
lighting arrestor ( tergantung tipenya )adalah sebagai berikut :
1. Petir menyambar object yang dekat.
2. Arus transient yang di induksikan ke dalam antenna atau Line
transmisi
coaxial.
3. Lighting arrestor mengenali arus ini dan secara cepat mengurai
udara
secara internal untuk menyebabkan hubungan pendek secara
langsung
ke tanah.
Gambar 5.23 menunjukkan beberapa tipe dari lighting arrestor.
Pertama
pada sebelah kanan , melangsir arus transient ke tanah dengan
karakteristik fisik
dari lighting arrestor itu sendiri selama mengijinkan sinyal RF yang cocok
untuk
melewatkannya.
111
Gam bar 5.23 Contoh Ligthning Arrestor
Gambar 5.24 menunjukkan bagaimana lighting arrestor yang di-
install ke
wireless-LAN. Ketika objek terkena oleh petir elektrik yang dibangun di
sekitar
objek hanya untuk sesaat. Ketika petir berhenti untuk menginduksi
elektrik ke
objek, bangunan menjadi roboh. Ketika bangunan roboh, akan
menginduksi arus
tinggi dalam jumlah yang banyak ke objek terdekat, dimana dalam
kasus ini,
kemungkinannya adalah wireless-LAN anda atau line transmisi
coaxial. Petir
dibuang sebagai pulsa DC tapi lalu menyebabkan komponen AC terjadi
resonansi
sebesar 1 GHz, Tapi bagaimanapun juga, kebanyakan dari power tersebut
dibuang
dari DC ke 10 MHz.
Gam bar 5.24 Installasi Lightning Dalam Jaringan
5.9.9 Common Options
Ada beberapa opsi pada lighting arrestor, dan biaya yang berkisar
antara
$50-$150 untuk setiap merk-nya. Tapi bagaimanapun juga, ada
beberapa atribut
yang harus dipertimbangkan untuk lighting arrestor dalam pembelian:
Harus sesuai dengan standar IEEE <8 s
112
Reusable
Gas tube breakdown voltage
Tipe konektor
Respon frekuensi
Impedansi
Insertion loss
VSWR rating
Garansi
5.9.10 IEEE standart
Kebanyakan dari lighting arrestor dapat untuk memicu ke tanah dalam
waktu
kurang dari 2 s tapi IEEE menspesifikasikan bahwa proses ini dapat
terjadi
dalam waktu kurang dari 8 s. Ini sangat penting bahwa lighting
arrestor yang
anda pilih setidaknya sesuai dengan standar IEEE.
5.9.11 Reusable Unit
Beberapa lighting arrestor dapat digunakan kembali setelah adanya
sambaran
petir, tetapi ada juga yang tidak. Ini akan membutuhkan biaya yang
efektif untuk
memiliki sebuah arrestor yang dapat digunakan dalam beberapa kali.
Beberapa
model reusable unit, mempunyai elemen tube gas yang dapat
diganti sehingga
lebih murah dalam menggantinya daripada sepenuhnya lighting
arrestor. Model
lainnya mempunyai karakteristik fisik yang mengijinkan lighting
arrestor untuk
melakukan pekerjaannya secara tepat dalam beberapa kali pemakaian
tanpa harus
mengganti bagian-bagiannya.
5.9.12 Voltage Breakdown
Beberapa lighting arrestor support dalam pelewatan tegangan DC
untuk
penggunaan dalam powering RF amplifier dan lainnya tidak. Lighting
arrestor
harus dapat melewatkan tegangan DC yang digunakan dalam
powering RF
amplifier jika anda menginginkan untuk meletakkan RF amplifier lebih
dekat ke
arah antenna daripada ke lighting arrestor. Gas tube breakdown voltage
( tegangan
113
yang terjadi ketika adanya pemendekan arus dari arrestor ke dalam
tanah) harus
lebig tinggi daripada tegangan yang disyaratkan untuk mengoperasikan
in-line RF
amplifier. Hal ini disarankan bahwa anda meletakkan lighting
arrestor sebagai
komponen terakhir dalam line RF transmission sebelum antenna sehingga
lighting
arrestor dapat melindungi amplifier dan attenuator sejalan dengan
bridge atau
access-point anda .
5.10 Tipe Konektor
Yakinkan bahwa tipe konektor dari lighting arrestor yang anda pilih cocok
dengan
kabel yang anda rencanakan untuk anda gunakan dalam wireless-
LAN anda. Jika
mereka tidak cocok satu sama lain, lalu adapter juga harus digunakan ,
menyisipi lebih
banyak loss ke dalam RF sirkuit dan itu yang perlu.
5.10.1 Respon Frekuensi
Spesifikasi respon frekuensi dari lighting arrestor setidaknya harus
sebesar
frekuensi yang digunakan dalam wireless-Lan. Sebagai contoh, jika
anda
menggunakan hanya 2.4 GHz wireless-LAN, maka lighitng arrestor
yang
dispesifikasikan untuk digunakan adalah sebesar lebih dari 3 GHz, dan
itu yang
terbaik.
5.10.2 Impedansi
Impedansi dari arrestor harus cocok dengan semua peralatan yang ada
dalam
sirkuit yang terletak di antara transmitter dan antenna. Impedansi yang
ada dalam
kebanyak wireless-LAN adalah sebesar 50 Ohms.
5.10.3 Insertion Loss
Insertion loss harus dalam keadaan yang benar-benar rendah
( mungkin
sekirat 0.1 dB) sehingga tidak menyebabkan amplitudo sinyal RF
yang tinggi
berkurang sebagaimana sinyal melewati arrestor.
114
5.10.4 VSWR Rating
VSWR rating dari lighting arrestor yang memiliki kualitas yang baik adalah
sebesar 1.1:1 tapi beberapa malah lebih tinggi sebesar 1.5:1.
Perbandingan ratio
yang rendah dari peralatan, yang baik, dapat merefleksikan menurunnya
tegangan
utama dari sinyal RF .
5.10.5 Garansi
Tanpa memperhatikan kualitas dari lighting arrestor , maka unit
dapat
berfungsi tidak baik. Carilah perusahaan yang menawarkan garansi
yang bagus
dalam lighting arrestornya. Beberapa perusahaan menawarkan impian
yang tinggi
”No Matter What” tipe dari garansi .
5.10.6 Konfigurasi dan Pemeliharaan
Tidak ada konfigurasi yang diperlukan untuk lighting arrestor .
Lighting
arrestor di-install secara seri dengan path sinyal RF utama, dan koneksi
grounding
yang harus disalurkan ke dalam tanah yang diukur dengan
resitansi sebesar 5
Ohms atau kurang dari itu. Direkomendasikan bahwa anda
melakukan test ke
sebuah koneksi tanah dengan tester koneksi yang sesuai sebelum
anda
memutuskan bahwa installasi dari lighting arrestor berhasil dengan
baik. Buat
sebuah point,sejalan dengan tugas pemeliharaan secara periodik, untuk
mengecek
resistansi dari tanah dan tube gas buangan secara teratur .
5.11 RF Splitter
RF Splitter adalah perlatan yang mempunyai konektor single input dan
konektor
multipel output. RF splitter digunakan untuk tujuan membagi sinyal
single menjadi
sinyal RF multiple independent. Kegunaan dari RF splitter dalam
keseharian dari
implementasi wireless-LAN tidak direkomendasikan. Kadangkala 2 120
derajat panel
antenna atau 2 90 derajat panel antenna mungkin akan di kombinasikan
dengan sebuah
splitter dan kabel yang cukup panjang ketika antenna berada pada
posisi yang
berlawanan. Konfigurasi ini akan memproduksi bi-directional coverage
area , maka
akan sangat ideal untuk menutupi area sepanjang sungai atau jalan raya.
Back-to-back
90 derajat panel mungkin akan dipisahkan sebesar 10 inches atau
sebanyak 40 inches
115
pada tiap sisi dari tiang atau [Link] panel dari konfigurasi
mempunyai
mechanical down [Link] gain dari tiap radiasi utama yang di kurangi
dengan 3-4
dB dalam konfigurasi ini.
Ketika menginstall RF splitter, konektor input harus selalu berada di
atas
permukaaan dari sinyal RF. Output konektor disebut ”taps”, di
hubungkan ke tujuan
dari sinyal RF( antenna ) . Gambar 5.29 menunjukkan 2 contoh dari RF
splitter. Gambar
2.30 mengilustrasikan bagaimana RF splitter dapat di gunakan dalam
instalasi wireless-
LAN.
Splitter dapat digunakan untuk menyimpan track dari power output
dalam link
wireless-LAN. Dengan menyertakan power meter ke salah satu output dari
splitter dan
RF antenna pada salah satu sisinya, maka seorang administrator
dapat memoinitor
secara aktif output setiap saat. Dalam skenario ini, power meter,
antenna dan splitter
harus mempunyai impedansi yang sama..Meskipun bukan praktek
yang biasanya,
memindahkan power meter dari satu output splitter dan
menggantikannya dengan 50
Ohm beban yang tidak penting, yang akan mengijinkan administrator
untuk
memindahkan power meter dari satu conecction point ke yang lainnya
melalui wireless-
LAN sementara juga memebuat pengukuran power output.
Power splitter , peralatan yang belum dapat digunakan sebagai
bagina dari
wireless-LAN. Tetaplah ingat bahwasanya splitter HARUS merupakan
bagian dar
sistem yang bersertifikasi jika ingin digunakan dalam wireless-LAN anda.
Gambar 5.25 Contoh RF Splitter
116
Gam bar 5.26 Installasi RF Splitter Dalam Jaringan
5.11.1 Memilih RF Splitter
Di bawah ini, terdapat beberapa hal yang harus dipertimbangkan
ketika
memilih sebuah RF Spiltter :
Insertion loss
Respon frekuensi
Impedansi
VSWR Rating
High isolation Impedansi
Power Ratings
Tipe konektor
Report Kalibrasi
Mounting
DC voltage passing
[Link] Insertion loss
Insertion loss yang rendah ( loss yang didatangkan hanya dengan
mengenalkan item ke dalam sirkuit ) adalh penting karena secara
sederhana
meletakkan splitter dalam RF sirkuit yang dapat menyebabkan
penurunan
amplitudo sinyal RF secara berarti. Insertion loss dari 0.5 dB
117
[Link] Respon Frekuensi
Spesifkasi respon frekunsi dari splitter setidaknya setinggi dari frekuensi
yang digunakan dalam wireless-LAN anda. Sebagai contoh,, jika anda
menggunakan hanya dengan 2.4 GHz wireless-LAN , sebuah splitter
dimana
di spesifikasikan untuk digunakan di atas 3 GHz akan jauh lebih baik.
[Link] Impedansi
Impedansi dari splitter , dimana biasanya 50 Ohms dalam
kebanyakan
wireless-LAN, seharusnya cocok dengan semua peralatan di dalam sirkuit
di
antara transmitter dan antenna.
[Link] VSWR Rating
Sebagaimana peralatan RF lainnya, VSWR rating seharusnya
mendekati 1:1. Tipe dari VSWR rating pada RF splitter adalah < 1.5:1.
VSWR
rating yang rendah pada splitter akan jauh lebih kritis daripada
peralatan
lainnya pada RF sistem karena refleksi power RF pada splitter akan
di
refleksikan dalam berbagai arah di dalam splitter, mempengaruhi sinyal
input
splitter dan seluruh sinyal output splitter.
[Link] High Isolation Impedansi
High isolation impedansi antara port pada RF splitter sangatlah penting
untuk beberapa alasan. Pertama, beban pada salah satu port output
seharusnya
tidak mempengaruhi power output pada port output splitter lainnya.
Yang
kedua,, sinyal yang datang ke port output dari splitter seharusnya di
arahkan ke
port input daripada ke port output lainnya. Persyaratan ini di
selesaikan
melalui impedansi yang tinggi antara output konektor. Typical isolation
adalah
sebesar 20dB atau lebih di antara portnya.
[Link] Power Rating
Splitter yang di rata-rata untuk maksimum power input, dimana yang
berarti bahwasanya anda di ijinkan dalam sejumlah power yang
anda dapat
118
kerjakan ke dalam splitter anda. Pelebihan perusahaan dalam hal power
rating
akan menghasilkan kerusakan pada RF splitter.
[Link] Tipe Konektor
Secara umum, RF splitter mempunyai konektor N-type dan SMA. Ini
sangat pentign untuk membeli sebuah splitter dengan tipe konektor yang
sama
dengan kabel yang kita gunakan. Melakukan pemotongan pada
adapter
konektor , akan mengurangi sinyal amplitudo RF. Pengetahuan ini,
sangatlah
penting ketika menggunaksan splitter yang sudah terpotong sinyal
amplitudonya dalam sistem RF.
[Link] Report Kalibrasi
Semua RF splitter harusnya dengan report kalibrasi yang menunjukkan
adanya insertion loss, respon frekuensi, melalui loss pada tiap konektor ,
dll.
Mempunyai splitter yang telah di kalibrasi sekali dalam setahun adalah
tidak
mudah dikerjakan maka akan sangat penting bahwa administrator
mengetahui
sebelum instalasi awal apakah splitter sesuai dengan spesifikasi
perusahaannya
atau tidak. Kalibrasi yang berlanjut membutuhkan wireless-LAN yang off-
line
untuk perode waktu yang lama, dan mungkin tidak praktis dalam
beberapa
situasi.
[Link] Mounting
Mounting sebuah RF splitter biasanya sebuah masalah dalam
meletakkan sekrup melalui piringan ke dalam permukaan apapun ,
dimana
anda ingin splitter tersebut di-mounted. Beberapa model dengan
hardware
pole-mounting menggunakan baut ”U”, piringan mounting dan ukuran
standar
dari mur. Berdasarkan pada perusahaannya, splitter seharusnya tahan
terhadap
air, ini berarti dapat saja di lakukan mounting di luar dari pole tanpa takut
akan
air, dimana hal ini akan menyebabkan permasalahan. Ketika ini
merupakan
suatu permasalahan, yakinlah untuk menyegel koneksi kabelnya dan
gunakan
simpulan drip.
119
[Link] DC Voltage Passing
Beberapa RF splitter mempunyai pilihan untuk melewati tegangan DC
yang di syaratkan untuk semua port output secara paralel. Ciri ini
sangat
membantu ketika terdapat RF amplifier, dimana power internal
sirkuitnya
dengan tegangan DC dari injektor tegangan DC dalam wiring-closet,
dilokasikan pada output di tiap port splitternya
5.12 RF Connectors
RF connector adalah tipe spesifik dari peralatan koneksi yang
digunakan untuk
menghubungkan kabel ke peralatan atau peralatan ke peralatan.
Secara
tradisional,konektor N, F, SMA, BNC, & TNC ( atau turunannya ) telah
digunakn pada
wireless-Lan.
Pada taun 1994, FCC dan DOC ( sekarang Industry Canada )
memberi aturan
bahwa konektor yang digunakan dengan peralatan wireless-LAN
seharusnya
disesuaikan di antara beberapa perusahaan. Untuk alasan ini,
berbagai macam tipe
konektor yang muncul , seperti :
N-type
Reverse polarity N-type
Reverse threaded N-type
Gambar 5.27 . Contoh Konektor Tipe N dan SMA
120
5.12.1 Memilih RF Connector
Ada 5 hal yang harus dipertimbangkan ketika membeli dan meng-
install
konektor RF, dan mereka adalah sama dalam kriteria untuk memilih RF
amplifier
dan attenuator.
1. RF connector harusnya sesuai dengan impedansi dengan semua
komponen wireless-LAN ( biasanya 50 Ohms ). Ini bukannya suatu
permasalahan sejak ketika anda membeli konektor dengan impedansi
yang berbeda, mereka tidak akan cocok jika bersama-sama karena
ukuran dari pin-center-nya.
2. Kenali seberapa banyak insertion loss dari tiap konektor yang di
sisipkan
ke dalam path sinyal. Jumlah dari loss akan menyebabkan faktor ke
dalam kalkulasi dari kekuatan sinyal yang anda inginkan dan juga jarak
yang dibolehkan.
3. Kenali kenaikan batas frekuensi (respon frekuensi) yang di
spesifikasikan untuk tiap konektor. Point ini akan sangat penting sebesar
5GHz wirelessLan menjadi lebih dan lebih. Beberapa konektor yang di
hitung hanya sebesar 3 GHz, dimana ini baik di gunakan dengan 2.4 GHz
wirelessLan, tapi akan tidak berjalan dengan baikuntuk 5GHz
wirelessLan. Beberapa konektor yang di hitung hanya diatas 1 GHz dan
akan sama sekali tidak berjalan dengan baik dengan wirelessLan, yang di
legalkan hanya 900MHz wirelessLan.
4. Hati-hati dengan kualitas konektor yang buruk. Pertama, selalu
pertimabngkan dari perusahaan yang bereputasi. Kedua,, belilah
hanya
konektor dengan kualitas tinggi yang dibuat oleh perusahaan yang
terkenal. Bagian dari pembelian ini akan membantu anda untuk
mengurangi permasalahan dengan sinyal RF yang sporadik, VSWR dan
koneksi yang buruk.
5. Yakinlah bahwa anda mengetahui tipe dari konektor(N,F,SMA,dll) yang
anda butuhkan dan jenis kelamin dari konektor itu sendiri. Konektor
mempunyai 2 jenis kelamin, yaitu male dan female. Konektor male
mempunyai pin center, sedangkan konektor female mempunyai
receptable center.
121
5.13 RF Cables
Pada beberapa cara yang sama yang harus anda pilih, kabel yang
sesuai untuk
infrastrukture backbone wired 10Gbps, anda harus memilih kabel
yang sesuai untuk
menghubungkan antenna ke access-point atau wireless-bridge.
Dibawah ini ada
beberapa kriteria yang harus di pertimbangkan dalam memilih kabel yang
cocok untuk
jaringan wireless anda.
Kabel mengenalkan loss ke dalam wirelessLAN, jadi yakinlah
panjang
pendek kabel sangat dibutuhkan
Rencanakan untuk membeli kabel yang pre-cut length dengan
konektor
pre-installed. Meminimalkan kemungkinan terburuk antara konektor dan
kabel. Perusahaan yang profesioanl mempraktekkan bahwa hampir selalu
superior untuk kabel manufactured oleh individual yang tidak terlatih.
Carilah kabel lowest loss yang tersedia pada keterangan range
harga.
Tabel 5.3 mengilustrasikan loss yang dikenali dengan
menambahkan
kabel pada wirelessLAN.
Belilah kabel yang mempunyai impedansi yang sama dengan
semua
komponen wireless LAN anda.
Respon frekuensi dari kabel , seharusnya di pertimbangkan sebagai
factor pengambilan keputusan yang sangat utama dalam pembelian.
Dengan 2.4 GHz wirelessLAN, kabel yang di hitung setidaknya 2.5 GHz.
. Dengan 5 GHz wirelessLAN, kabel yang di hitung setidaknya 6 GHz.
Satu hal yang diperlukan untuk pemanjangankabel ketika access-pint
dan
remote antenna jauh terpisah ( seperti instalasi outdoor ). Pada kasus ini,
berhati-hatilah bahwa konektor dapat drop ~0.25dB dan kabel dapat loss
secara berarti. Penggunaan kabel Cat5 secara lama, kadang dapat
mengualng situasi dengan mengijinkan access-point dipindah mendekati
antenna. Kabel RG-58 harusnya tidak pernah dipakai untuk perpanjangan
kabel yang berkaitan dengan respon frekuensi yang buruk. LMR, Heliax,
atau kabel high-frekuensi lainnya seharusnya diguankan untuk perluasan.
Jika FCC mengeluarkan perintah pada wirelessLAN anda ( dimana,
mereka
menginginkan untuk melakukannya setiap saat ) , mereka akan
mengambil catan tentang
122
perusahaan, nomor model,panjang dan tipe dari konektor pada kabel RF
anda. Bagian
dari informasi ini, seharusnya di dokumentasikan dalam sistem FCC anda.
Tabel 5.3. . Coaxial cable attenuation ratings ( dalam dB/foot pada X
MHz)
5.13.1 5.13.1 RF ”Pigtail” Adapter Cable
Kabel Pigtail adapter di gunakan untuk menghubungkan kabel yang
mempunyai konektor standar-industri ke peralatan wirelessLAN. Pigtail
di
gunakan untuk adaptasi konektor pemilik ke konektor standar industri
seperti N-
tipe dan konektor [Link] dari kabel pigtail adalah konektor
pemilik ,
sementara akhir lainnya berada pada konektor standar industri.
123
Gambar 5.28 Contoh RF Pigtail Adapter
Peraturan DOC dan FCC (United States Federal Communications
Commission) pada 23 Juni 1994, menyatakan bahwa konektor yang di
buat setelah
23 June 1994, harus di buat sesuai konektor antenna pemilik. Aturan
tahun 1994
akan mengecilkan penggunaan amplifier, antenna high-gain atau
sarana lainnya
dalam menaikkan radias RF secara berarti. Aturan ini akan
mengecilkan untuk
sistem ”home brew” dimana di lakukan instalasi oleh user yang
kurang
pengalaman dan tidak menuruti aturan FCC dalam penggunaan ISM band.
Sejak aturan itu di buat, konsumer harus menaati konektor pemilik
dari
pengusaha pabrik untuk menghubungkan konektor standar industri.
Ulang tahun
ketiga pengusaha telah memulai kebiasaan dalam membaut kabel
adapter ( disebut
pigtail) dan menjualnya murah di pasaran. Tetapi tetaplah ingat,
bahwasanya FCC
CFR 15.204 tidak mengijinkan sistem ”home brew”sama sekali.
Semua sistem
haruslah bersertifikasi, dan sistem di definisikan sebagai sebuah
radiator
intentional, an antenna dan semuanya yang berada di antaranya.
Individu ini
menggunakan security seperti Netstumber dengan Pringles can
antenna adalah
pelanggran dalam aturan FCC. Ini telah di sebutkan untuk menjawab
pertanyaan
yang selalu sama dan sebagai contoh dari bagaimana pertaturan di
tejemahkan
oleh FCC. Pigtail atau antenna yang di gunakan dengan wireless LAN di
ISM atau
UNII bands harus menjadi bagian dari sistem yang tersertifikasi dan
terdokumentasi oleh FCC.
124
5.14 Frequency Converter
Frekuensi converter digunakan untuk menkonversi 1 range frekuensi
ke lainnya
untuk tujuan menghilangkan frekuensi bands. Kira-kira banyak
perusahaan yang di
lokasikan pada multi-tenant office building mempunyai wirelss LAN.
Tiap dari
perusahaan tersebut menginginkan konektivitas wireless building-to-
building dengan
buildingnext door karena tiap perusahaan mempunyai kantor di
dalam gedung yang
berdekatan. Ini sangat mudah untuk melihat hanya ada 3
perusahaan yang akan
menggunakan wirelss LAN building-to-building bridging berkaitan dengan
nomor yang
terbatas dari non-overlapping channels. Dalam kasus ini, frekunesi
konverter diterapkan
bahwa akan menggunakan peralatan 2.4 GHz, tapi akan
mengkonversi frekuensi
tersebut ke band yang padat ( seperti 5.8 GHz diatas UNII band) untuk
segmen wireless
bridge.
. Gambar 5.29 Contoh Frekuensi Konverter
Antenna dan kabel harus di gunakan ketika menggunakan frekuensi
konverter
berkaitan dengan antenna dan kabel yang mempunyai respon frekuensi
yang terbatas,
tapi itu akan merupakan alasan ekonomi pada area yang padat.
Alternatif yang dapat
menggantikan semua hardware wireless LAN dengan hardware 5
GHz yang baru.
Gambar 5.30 menggambarkan bagaimana frekuensi konverter di
install ke dalam
konfigurasi wireless LAN.
125
Gambar 5.30 . Penggunaan Frekuensi Konverter
5.15 Bandwidth Control Units
W ireless LAN adalah medium shared dengan throughput yang low
jika di
bandingkan dengan teknologi wireless yang sekarang. Untuk alas an ni,
bandwidth pada
wireless harus di konservasi dan di lindungi, terutama pada lingkungan
luar seperti yang
kita temukan pada Wireless Internet Service Provider (WISPs) bandwidth
harusnya di
control dalam berbagai cara yang mana tiap user mempunyai
kepercayaan dan
pengalaman konektivitas yang konsisten dan mendapatkan sesuai
dengan apa yang
mereka bayarkan. Dengan instalasi wireless LAN indoor , maka ini bukan
sesuatu yang
biasa untuk menggunakan Bandwidth Control Units (BCU) karena
banyak user yang
menginginkan untuk mempunyai pengalaman yang sama
sebagaimana yang mereka
dapat pada wired LAN. Sesederhana ini , tidak mugkin di kerjakan
dengan mudah
berdasarkan perbedaan bandwidth yang ekstrim. Tapi, bagaimanapun
juga administrator
berusaha untuk memberikan indoor LAN kepada user sebanyak bandwidth
dengan tidak
melebihi beban dari access-point. Dalam wireless LAN, BCU diletakkan
antara access-
point atau bridge dan jaringan, sebagaimana gambar 5.31
126
Gambar 5.31 Using a bandwidth control unit
Tipe BCU bekerja dengan mem-filter pada MAC address supaya untuk
men-drop
tiap user ke dalam antrian pre-assigned. Tiap antrian mempunyai
keterangan properties
seperti bandwidth upstream dan dowmstream. Multiple user mungkin
akan di masukkan
ke dalam satu antrian yang sama. Ini mengijinkan untuk control
bandwidth secara
presisi dan menghitung per user. BCU di kelola melalui berbagai
software packages,
seperti yang ada pada bawah ini...
Gam bar 5.32 Aplikasi manager untuk BCU
127
5.16 Test Kits
Ada beberapa macam test kits yang beredar di pasaran. Salah satu
yang sangat
berharga dari tipe test kits pada industry wireless LAN adalah yang
digunakan untuk
mengetes kabel dan konektor. Kit terdiri dari sinyal RF generator
dan through-line
power meter. Sinyal generator yang di belokkan secara langsung ke
power meter untuk
mendapatkan pengukuran baseline. Ketika meletakkan kabel dan
konektor di antara
sinyal generator dan power meter , ini dapat di tentukan jika merek
sesuia dengan
spesifikasi perusahaan dan jika mereka intermittent. Konektor pada kabel
dapat menjadi
usang dan loose membuat sesuatu menjadi buruk atau koneksi
intermittent yang buruk.
Mereka juga akan mengambil tes di air, dimana tingkat kerusakan dari
karakteristik RF.
Ini sangat penting untuk mengetes kabel dan konektor sebelum di
sebarkan.
Gambar 5.33 Contoh dari tes kit
5.17 Kesimpulan
Antenna adalah yang sering digunakan untuk meningkatkan jangkauan
dari system
wireless LAN. Pilihan antenna yang tepat dan posisi antenna dapat
mengurangi
kebocoran sinyal dari batasan anda, dan membuat pemotongan sinyal
amat sulit. Ada 3
kategori umum yang membagi antenna wireless LAN : omni
directional, semi-
128
directional, dan highly-directional. Kami akan membahas attribute dari
tiap kedalaman
group ini, sebagaimana metode yang tepat untuk meng-install tiap jenis
antenna. Kami
juga akan menjelaskan polarisasi, pengumpulan pola, penggunaan
yang tepat, dan
mengalamatkan item yang begitu banyak berbeda yang digunakan
untuk
mengkoneksikan antenna ke hardware wireless LAN lain. Dalam
komunikasi Wireless
aksesori jaringan yang digunakan meliputi Amplifiers RF, RF
attenuators, Lightning
arretors, Konektor RF, Kabel RF, Pemisah Rfdan Pigtails.
5.18 SOAL
1. Sebutkan tiga kategori umum dari perangkat Antenna Wireless LAN ?
2. Jelaskan pengertian mengenai antenna Omni Directional beserta
gambar ?
3. Hal – hal apa saja yang perlu diperhatikan dalam pemilihan RF
Splitter ?
4. Hal – hal apa saja yang perlu diperhatikan dalam pemilihan RF
Connector ?
5. Apakah kegunaan dari Frequency Converter ?
129
Bab 6. Organisasi Wireless LAN Standart
6.1 FCC (Federal Communications Commisions)
Federal Communications Commission (FCC) adalah agen pemerintah
US yang
langsung bertanggung jawab pada konggres. FCC didirikan oleh
Communication Act
pada tahun 1934, yang mengatur komunikasi menggunakan radio,
televisi, kawat, satelit
dan kabel. Aturan FCC meliputi tidak hanya 50 negara bagian dan District
of Columbia
tetapi juga Puerto Rico, Guam dan Kepuluan Virgin.
6.2 6ISM dan UNII Band
FCC membuat batasan peraturan dimana frekuensi wireless LAN
dapat
menggunakan output power untuk masing-masing frekuensi band. FCC
telah membagi
bahwa untuk wireless yang digunakan oleh Industrial, Scientific dan
Medical (ISM)
menggunakan license free. Band ISM terletak pada lokasi mulai 902 MHz,
2,4 MHz dan
5,8 GHz dan bermacam-macam lebarnya dari 26MHz sampai 150 MHz.
Gambar 6.1. Perbandingan ISM dan UNII Band
6.3 Keuntungan dan Kerugian Band License-Free
Ketika mengimplementasikan beberapa sistem wireless pada band
license-free
maka tidak ada persyaratan ketentuan tentang bandwidth dan power dari
FCC. Batasan
130
transmisi power ada tapi tidak ada prosedur untuk harus menerima
ijin untuk
mentransmit pada power tertentu
Seperti kebebasan dari membawa license tetapi juga ada faktor
kerugiannya yaitu
semua orang juga mempunyai hak yang sama dalam menggunakan
frekuensi sehingga
akan menyebabkan interferensi. Cara mengatasinya, dua sistem yang
bersaing tidak
perlu menggunakan channel yang sama atau bahkan tidak
menggunakan spread
spectrum yang sama .
6.4 Industrial Scientific Medical (ISM) Band
Ada 3 license-free ISM band FCC telah menetapkan bahwa wireless LAN
boleh
digunakan. Mereka adalah 900 MHz, 2,4 GHz dan 5,8 GHz.
6.4.1 900 MHz ISM Band
Band 900 MGz didefinisikan sebagai range frekuensi dari 902 HGz sampai
928 MHz. Dalam band ini sebagai tambahan didefinisikan sebagai 915
MHz +- 13
MHz.
.
6.4.2 2,4 GHz Band
Band ini digunakan oleh semua 802.11, 802.11b dan compliant
802.11g.
Band 2.4 GHz dibatasi oleh 2,4GHz dan 2.5 GHz seperti yang didefinisikan
oleh
FCC.
6.4.3 5,8 GHz Band
Band ini juga disebut 5 GHz ISM band dan dibatasi oleh 5.725 dan
5.875.
Frekuensi band ini tidak banyak digunakan oleh peralatan wireless LAN
sehingga
cenderung menimbulkan kebingungan. Band ini juga overlap dengan
bagian dari
license-free yang lain .
6.5 6Unilicensed National Information Infrastructure (UNII) Band
5 GHz UNII band terbuat dari 3 bagian yang terpisah 100 MHz lebarnya.
Ketiga
bagian itu disebut lower, middle dan upper band. Dalam masing-masing
ketiga band ini
131
ada 4 non-overlapping channel OFDM yang masing-masing dipisahkan
oleh 5 MHz..
Karena access point kebanyakan digunakan di indoors, band ini akan
memperbolehkan
8 non-overlapping access point menggunakan kedua lower dan middle
UNII band.
6.5.1 Lower Band
Lower band dibatasi oleh 5.15 GHz dan 5.25 GHz dan ditentukan oleh FCC
untuk mempunyai maximum output power 50 mW. Ketika
diimplementasikan
802.11a compliant devices, the IEEE telah menyebutkan bahwa maximum
output
hanya 40mW (80%).
6.5.2 Middle Band
Middle band dibatasi oleh 5.25 GHz dan 5.35 GHz dan ditentukan
pada
250mW output oleh FCC. Power output telah disebutkan oleh IEEE untuk
middle
UNII band adalah 200 mW.
6.5.3 Upper Band
Upper band digunakan untuk link outdoor dan dibatasi oleh FCC sampai
1
watt sebagai ouput power.
6.6 Aturan Output Power
FCC melaksanakan peraturan tertentu berdasarkan radiasi power oleh
elemen
antenna tergantung pada apakah implementasinya adalah point-to-
multipoint atau point-
to-point. Istilah yang digunakan untuk power yang diradiasikan oleh
anten adalah
Equivalent Isotropically Radiated Power (EIRP).
6.6.1 Point-to-Multipoint (PtMP)
Link PtMP mempunyai central point koneksi dan dua atau lebih non-
central
koneksi. Link PtMP dasarnya dikonfigurasikan sebagai topologi star.
Koneksi
central bisa menggunakan antenna omnidireksional. Berdasarkan susunan
dari link
PtMP, FCC membatasi EIRP sampai 4 Watts baik untuk 2.4 GHz ISM band
dan
upper 5 GHz UNII band.
132
Tabel 6.1 Point-to-Multi Point Power Limit
6.6.2 Point-to-Point (PtP)
Link PtP termasuk single directional transmitting antenna dan single
directional receiving antenna. Koneksi ini biasanya digunakan untuk
building-to-
building atau link yang mirip dan harus ada oleh peraturan yang khusus.
Tabel 6.2 Point-to-Point Power Limit
Power at Antenna Max Antenna Gain EIRP EIRP
(dBm) (dBi) (dBm) (watts)
30 6 36 4
29 9 38 6.3
28 12 40 10
27 15 42 16
26 18 44 25
25 21 46 39.8
24 24 48 63
23 27 50 100
22 30 52 158
Informasi yang spesifik yang terdapat di Tabel 6.2 tidaklah
dicakup di
ujian CWNA. Informasi disajikan sebagai sumber daya untuk tugas
yang
administratif. Fcc mempunyai suatu aturan yang berbeda untuk PtP
hubungkan di
UNII band yang bagian atas. Alat UNII Point-To-Point yang yang ditetapkan
yang
beroperasi dalam 5.725 - 5.825 regu GHz boleh mempekerjakan
antenna
pemancar dengan keuntungan yang directional sampai ke 23 dBi
tanpa
bersesuaian pengurangan di daya keluaran puncak pemancar. Untuk
ditetapkan,
pemancar UNII point-to-point yang mempekerjakan suatu antenna
terarah
memperoleh lebih besar dari 23 dBi, suatu 1 pengurangan dB di
pemancar puncak
133
menggerakkan untuk masing-masing 1 dBi dari antenna lebih dari
23 dBi
diperlukan. Berpesan bahwa oleh mempunyai;nikmati suatu daya
keluaran yang
maksimum dari + 30 dBm di radiator yang disengaja, dan mempunyai
maksimum
23 bati antenna dBi di depan pengurangan apapun di daya keluaran
pemancar
diperlukan, ini mengijinkan ini 5 sistem GHz UNII untuk mempunyai
suatu
keluaran dari 200 Watts EIRP.
6.7 Institute of Electrical and Electronics Engineers
Institute of Electrical and Electronics Engineers (IEEE) adalah
pembuat kunci
yang baku untuk kebanyakan berbagai hal berhubungan dengan teknologi
informasi di
Amerika Serikat. IEEE menciptakan standard nya di dalam hukum yang
diciptakan oleh
FCC. Pokok-Pokok IEEE banyak teknologi baku seperti Public Key
Cryptography
(IEEE 1363), Firewire (IEEE 1394), Ethernet (IEEE 802.3), dan Wireless
Lan (IEEE
802.11).
Itu menjadi bagian dari misi dari IEEE untuk dikembangkan standard
untuk
operasi LAN wireless di dalam kerangka dari peraturan dan aturan
FCC itu. Berikut
adalah empat standard IEEE yang utama untuk Lan wireless yang
adalah salah satu
digunakan atau di format draft
• 802.11
• 802.11b
• 802.11a
• 802.11g
6.7.1 IEEE 802.11
Standard 802.11 adalah standard yang pertama gambarkan
pengoperasian
Wireless LAN. Standard ini yang dimasukkan semua teknologi
transmisi yang
yang tersedia yang mencakup Direct Sequence Spread Spectrum (DSSS),
Hopping
Spread Spectrum frekwensi (FHSS), dan inframerah.
Penguasaan pasar LAN yang inframerah wireless adalah sungguh kecil
dan
teknologi adalah sangat dibatasi dengan kemampuannya. Dalam
kaitan dengan
ketiadaan ketenaran dari inframerah teknologi di pasar LAN wireless,
IR akan
tersebut, tetapi tidak tercakup secara detil dalam buku ini.
134
Standard IEEE 802.11 menguraikan sistem DSSS yang beroperasi
pada 1
Mbps dan 2 Mbps saja. Jika suatu sistem DSSS beroperasi pada
daftar biaya
pengiriman barang-barang data yang lain juga, seperti 1 Mbps, 2 Mbps,
dan 11
Mbps, kemudian dapat tetap suatu sistem 802.11-compliant. Jika,
bagaimanapun,
sistem sedang beroperasi bagaimanapun juga selain dari 1 atau 2 Mbps,
kemudian
sistem adalah 802.11-compliant oleh karena kemampuannya
mempekerjakan pada
1 & 2 Mbps. Itu bukanlah yang beroperasi dalam suatu gaya 802.11-
compliant dan
tidak bisa diharapkan untuk berkomunikasi dengan alat 802.11-
compliant yang
lain.
IEEE 802.11 adalah salah satu dari dua standard yang menguraikan
pengoperasian frekwensi yang meloncat sistem LAN wireless. Jika suatu
pengurus
LAN wireless menghadapi suatu frekwensi yang meloncat sistem,
kemudian
kemungkinan untuk salah satu suatu sistem atau 802.11-compliant
OpenAir yang
memenuhi (yang dibahas di bawah). Standart 802.11 menguraikan
penggunaan
dari sistem FHSS pada 1 dan 2 Mbps. Ada sistem FHSS banyak orang di
pasar
yang meluas kemampuan ini dengan menawarkan gaya kepemilikan
yang
beroperasi pada 3-10 Mbps, hanya sebagai dari DSSS, jika sistem
sedang
beroperasi pada kecepatan selain dari aku & 2 Mbps, itu tidak bisa
diharapkan
untuk secara otomatis berkomunikasi dengan alat 802.11-compliant yang
lain.
802.11 produk memenuhi beroperasi dengan keras di 2.4 regu GHz
ISM
antara 2.4000 dan 2.4835 GHz. Inframerah, juga yang dicakup oleh
802.11, adalah
light-based technology dan tidak jatuh masuk ke 2.4 regu GHz ISM.
6.7.2 IEEE 802.11b
Meskipun demikian, standard 802.11 adalah sukses dalam
membiarkan
DSSS seperti halnya sistem FHSS ke interoperate, teknologi telah
membesar
standard. Segera setelah implementasi dan persetujuan dari 802.11,
Lan DSSS
wireless sedang menukarkan data pada sampai ke 11 Mbps. Tetapi,
standard terus-
menerus, dengan tak ada hentinya untuk memandu pengoperasian alat
seperti itu,
disana menjadi permasalahan meskipun demikian standard 802.11
adalah sukses
dalam membiarkan DSSS seperti halnya sistem FHSS ke interoperate,
teknologi
telah membesar standard. Segera setelah implementasi dan
persetujuan dari
802.11, Lan DSSS wireless sedang menukarkan data pada sampai ke
11 Mbps.
135
Tetapi, standard terus-menerus: dengan tak ada hentinya untuk
memandu
pengoperasian alat seperti itu, disana menjadi permasalahan.
IEEE 802.11b, dikenal sebagai " High-Rate" dan Wi-Fi, specifies
direct
sequencing ( DSSS) sistem yang beroperasi pada 1, 2, 5.5 dan 11
Mbps. 802.1
standard lb tidak menguraikan sistem FHSS yang manapun, dan
802.11b-
compliant alat adalah juga 802.1 1-compliant dengan tak hadir,
maksud mereka
adalah mundur dapat dipertukarkan dan kedua-duanya dukungan 2
dan 1 data
Mbps daftar biaya pengiriman barang-barang. Kecocokan yang
mundur adalah
sangat penting sebab itu mengijinkan suatu LAN wireless untuk
diupgrade tanpa
ongkos menggantikan perangkat keras inti. Ini murah menonjolkan,
bersama-sama
dengan data yang tinggi menilai, telah buat 802.1 perangkat keras
lb-compliant
yang sangat populer.
Data yang tinggi tingkat alat 802.11b-compliant adalah hasil dari
menggunakan suatu teknik persandian yang berbeda. Meskipun
demikian sistem
masih suatu mengarahkan sistem peruntunan, cara chip adalah
coded (CCK
dibanding/bukannya Barker Code) bersama dengan cara informasi diatur
(QPSK
pada 2, 5.5, & 11 BPSK dan Mbps pada 1 Mbps) mempertimbangkan suatu
lebih
besar jumlah data untuk ditransfer di batasan waktu yang sama.
802.11b produk
memenuhi beroperasi hanya di 2.4 GHz bands ISM antara 2.4000
dan 2.4835
GHz. persandian dan Modulasi adalah dibahas lebih lanjut di Bab 8
(MAC &
Physical Layers) .
6.7.3 IEEE 802.11a
Standard IEEE 802.11a menguraikan operasi alat LAN wireless di 5
GHz
UNII bands. Operasi di UNII bands yang secara otomatis membuat
802.11a alat
tidak cocok/bertentangan dengan semua alat yang lain mentaati yang
lain 802.11
rangkaian dari standard. Alasan untuk ketidakcocokan ini adalah
sederhana::
sistem yang menggunakan 5 frekwensi GHz tidak akan
berkomunikasi dengan
sistem yang menggunakan 2.4 frekwensi GHz.
Menggunakan UNIT bands, kebanyakan alat bisa mencapai daftar
biaya
pengiriman barang-barang data dari 6, 9. 12, 18, 24. 36. 48, dan
54 Mbps.
Sebagian dari alat yang memanfaatkan UNII bands sudah mencapai
daftar biaya
pengiriman barang-barang data dari 108 Mbps dengan menggunakan
teknologi
136
kepemilikan, seperti tingkat tarip yang menggandakan. Daftar biaya
pengiriman
barang-barang yang paling tinggi dari sebagian dari alat ini adalah
hasil dari
teknologi lebih baru tidak yang ditetapkan oleh standard 802.11a. IEEE
802.11a
menetapkan daftar biaya pengiriman barang-barang data dari saja 6.
12, dan 24
Mbps. Suatu alat LAN wireless harus mendukung sedikitnya daftar
biaya
pengiriman barang-barang data ini di UNII bands untuk 802.11a-
compliant.
Tingkat tarip data yang maksimum yang ditetapkan oleh standard
802.11a adalah
54 Mbps.
6.7.4 IEEE 802.11g
802.11g menyediakan yang sama kecepatan maksimum dari
802.11a,
menggabungkan dengan kecocokan mundur untuk alat 802.11b.
Kecocokan yang
mundur ini akan membuat Lan upgrading wireless yang sederhana
dan murah.
Karena teknologi 802.11g adalah baru, 802.1 alat 1g waktu itu
belum yang
tersedia mulai dari ini menulis.
IEEE 802.11g menetapkan operasi di 2.4 GHz ISM hand. Untuk mencapai
daftar biaya pengiriman barang-barang data yang lebih tinggi
menemukan di
802.11a, 802.11g alat memenuhi menggunakan Orthogonal
Frequency Division
Multiplexing (OFDM) teknologi modulasi. Alat ini dapat secara otomatis
tombol
ke modulasi QPSK untuk tujuan berkomunikasi dengan 802.11b yang
lebih
lambat dan 802.11 alat yang yang compatable. Dengan semua
keuntungan yang
nyata, penggunaan dari penuh sesak 802.11g's 2.4 GHz band bisa
membuktikan
untuk menjadi kerugian.
Mulai dari penulisan ini, standard 802.11g telah disetujui sebagai
standard,
hanyalah spesifikasi standard masih di draft membentuk. Spesifikasi
akhir untuk
802.11g diharapkan di pertengahan untuk akhir-akhirnya 2002.
6.8 Major Organizations
Sedangkan FCC dan IEEE bertanggung jawab atas penjelasan standard
dan hukum
sebagai mereka berlaku bagi/meminta kepada Lan wireless di
Amerika Serikat, ada
beberapa organisasi yang lain, baik dalam U.S. dan di negara-negara
yang lain, yang
137
berperan untuk pendidikan dan pertumbuhan di pasar LAN wireless. Di
bagian ini, kita
akan memperhatikan sebanyak tiga organisasi ini:
- Wireless Ethernet Compatibility Alliance (WECA)
- European Telecommunications Standards Institute (ETSI)
- Wireless LAN Association (WLANA)
6.8.1 Wireless Ethernet Compatibility Alliance
Wireless Ethernet Compatibility Alliance (WECA) mempromosikan dan
menguji untuk interoperabilas LAN wireless dari alat 802.11b dan
802.11a. MISI
WECA's adalah untuk menjamin interoperabilas dari Wi-Fi (IEEE 802.11)
produk
dan untuk mempromosikan Wi-Fi ketika standard LAN global wireless
ke
seberang semua segmen pasar. Sebagai suatu pengurus, anda harus
memecahkan
konflik antar alat LAN wireless yang diakibatkan oleh gangguan campur
tangan,
ketidakcocokan, atau permasalahan yang lain.
Ketika suatu produk temu persyaratan interoperabilas seperti
diuraikan di
acuan test WECA's, WECA mewujudkan produk adalah suatu
sertifikasi dari
intero0perabilas, yang mengijinkan penjual untuk gunakan logo Wi-Fi
di
mengiklankan dan pengemasan untuk produk yang bersertifikat. Segel
Wi-Fi dari
persetujuan meyakinkan pemakai akhir dari interoperabilas dengan
alat LAN
wireless yang juga membawa logo Wi-Fi.
Antar WECA's daftar cek interoperabilas adalah penggunaan dari
kunci
WEP 40-bit. Yang catat bahwa 40 dan 64-bit adalah sama hal.
Suatu 40-bit
"rahasia" kunci adalah concatenated dengan suatu Initialization Vector
24-bit (IV)
untuk menjangkau 64-bits. Di cara yang sama, 104 dan 128-bit menyetem
adalah
sama. WECA tidak menetapkan interoperabilas dari kunci 128-bit;
karenanya,
tidak ada kecocokan diharapkan untuk diharapkan antara penjual
yang
mempertunjukkan segel Wi-Fi ketika menggunakan 128-bit kunci
WEP.
Meskipun demikian, banyak sistem 128-bit dari penjual yang berbeda
adalah
interoperable.
Ada banyak orang lain faktor di samping penggunaan dari kunci WEP 40-
bit
yang diperlukan untuk temu ukuran-ukuran WECA's, faktor meliputi
dukungan
dari pemecahan menjadi kepingan, gaya PSP, pemeriksaan SSID
meminta dan
orang yang lain. Sebagian dari topik ini akan dibahas di bab yang
kemudiannya.
138
6.8.2 European Telecommunications Standards Institute.
European Telecommunications Standards Institute (ETSI) mencarter
dengan
memproduksi standard komunikasi untuk Europe dengan cara yang
sama bahwa
IEEE adalah untuk Amerika Serikat. Etsi yang baku telah mendirikan,
HiPerLAN/2 sebagai contoh, secara langsung bersaing melawan terhadap
standard
yang diciptakan oleh IEEE seperti 802.11a. Telah ada banyak diskusi
tentang
ETSI dan IEEE mempersatukan di teknologi tertentu yang wireless,
tetapi tidak
ada apapun mempunyai materialized mulai dari penulisan ini. Usaha
ini adalah
dikenal sebagai "5UP" prakarsa untuk "5 GHz Unified Protocol". IEEE'S
mencoba
pada interoperabilas dengan standard ETSI's Hiper LAN/2 adalah
standard
802.11h baru yang mendatang.
HIPERLAN asli ETSI's yang baku untuk Hiper LAN/1 wireless, yang
digelari, daftar biaya pengiriman barang-barang yang didukung dari
sampai ke 24
Mbps yang menggunakan teknologi DSSS dengan bidang kira-kira 150
kaki (45.7
meter). HiperLAN/1 menggunakan menurunkan dan UNII band
pertengahan,
seperti halnya HiperLAN/2, 802.11a dan standard 802.11h yang baru.
Standard
HiperLAN/2 yang baru mendukung daftar biaya pengiriman barang-
barang dari
sampai ke 54 Mbps dan penggunaan adalah semua sebanyak tiga UNII
band.
Standard HIPERLAN/2 ETSI's mempunyai lapisan pemusatan yang
yang
dapat bertukar tempat, mendukung untuk QoS, dan mendukung DES
dan 3DES
encryption. Lapisan pemusatan yang didukung adalah ATM, Ethernet,
PPP, Fire
Wire dan 3G. Kesadaran QoS didukung meliputi 802.1p, RSVP dan
DiffServ-FC.
6.8.3 Wireless LAN Association
Misi Wireless LAN Association's adalah untuk mendidik dan
menaikkan
kesadaran konsumen mengenai ketersediaan dan penggunaan dari
Lan wireless
dan untuk mempromosikan industri LAN wireless secara umum.
Wireless LAN
Association (WLANA) adalah suatu sumber daya yang bidang
pendidikan bagi
mereka yang mencari cara belajar lebih banyak tentang Lan wireless.
WLANA
dapat juga membantu jika anda sedang mencari suatu layanan atau
produk LAN
spesifik yang wireless.
WLANA mempunyai mitra banyak orang di dalam industri yang
menyokong
isi kepada direktori WLANA dari informasi. Itu adalah direktori ini,
bersama
dengan banyak kasus dan laporan resmi belajari bahwa WLANA
menyediakan, itu
139
menawarkan anda informasi yang berharga untuk membuat
keputusan tentang
implementasi LAN wireless.
6.9 Competing Technologies
Ada beberapa teknologi yang bersaing dengan 802.11 keluarga dari
standard.
Sebagai kebutuhan bisnis dan teknologi meningkatkan, akan ada melanjut
untuk standar
baru diciptakan untuk mendukung pasar seperti halnya penemuan
yang baru yang
memandu perusahaan yang membelanjakan. Lain standard dan teknologi
LAN wireless
yang digunakan meliputi:
- HomeRF
- Bluetooth
- Infrared
- OpenAir
6.9.1 HomeRF
Homerf beroperasi di 2.4 frekwensi penggunaan dan GHz band yang
meloncat teknologi. HomeRF alat meloncat pada sekitar 50 loncatan
saban sekitar
detik 5 sampai 20 kali lebih cepat dari kebanyakan alat HISS 802,11-
compliant.
Versi yang baru tentang HomeRF, HomeRF 2.0 gunakan yang baru
"band yang
lebar" frekwensi yang meloncat aturan yang disetujui oleh FCC, dan
adalah yang
pertama untuk melakukannya. Ini adalah kata bahwa IEEE belum
diadopsi
frekwensi yang band lebar/luas yang meloncat aturan ke dalam 802.11
rangkaian
dari standard. Adalah mengingat bahwa aturan ini, menerapkan setelah
08/31/00,
meliputi:
- Maximum of 5 MHz wide carrier frequencies
- Minimum of 15 hops in a sequence
- Maximum of 125 mW of output power
Sebab HomeRF mengijinkan suatu peningkatan di atas yang
terdahulu 1
frekwensi pengangkut MHz yang lebar dan fleksibilitas dalam menerapkan
kurang
dari yang sebelumnya memerlukan 75 loncatan, satu kekuatan berpikir
meloncat
140
frekwensi band yang lebar itu akan sungguh populer antar penjual dan
korporasi
mirip. Ini, bagaimanapun, bukanlah kasus. Sebagai menguntungkan
sebagai yang
hasilnya 10 tingkat tarip data Mbps adalah itu tidak menaungi kerugian
dari 125
mW dari daya keluaran, penggunaan batas yang dari frekwensi band
lebar yang
meloncat alat kepada mendekati cakupan dari 150-300 kaki (46-92
meter). Hasil
ini membatasi penggunaan dari frekwensi wideband yang meloncat alat
terutama
kepada lingkungan SOHO.
HomeRF unit gunakan Shared Wireless Access Protocol (SWAP) protokol,
yang mana adalah suatu kombinasi dari CSMA (used in local area
networks) dan
TDMA (used in cellular phones) protokol. SWAP adalah suatu bastar dari
802.11
dan standard DECT dan dikembangkan oleh kelompok kerja HomeRF.
HomeRF
alat adalah satu-satunya alat sekarang ini di pasar yang diikuti frekwensi
wideband
yang meloncat aturan. HomeRF alat dipertimbangkan lebih
menjamin/mengamankan dibanding 802.11 produk yang menggunakan
WEP oleh
karena garis vektor initialisasi 32-bit (IV) HomeRF penggunaan
(berlawanan
dengan IV 24-bit 802.11's). Apalagi, HomeRF telah menetapkan
bagaimana IV
diharapkan untuk terpilih selama encryption, sedangkan 802.11 tidak,
sisa-sisa
802.11 membuka untuk serangan dalam kaitan dengan implementasi
yang lemah.
Beberapa liputan yang terutama sekali menarik tentang HomeRF 2.0
adalah:
- 50 hops per second
- Uses 2.4 GHz ISM band
- Meets FCC regulations for spread spectrum technologies
- 10 Mbps data rate with fallback to 5 Mbps, 1.6 Mbps and 0.8 Mbps
- Backwards compatible with OpenAir standard
- Simultaneous host/client and peer/peer topology
- Built-in security measures against eavesdropping and denial of service
- Support for prioritized streaming media sessions and toll-quality two-
way
voice connections
- Enhanced roaming capabilities
6.9.2 Bluetooth
Bluetooth adalah frekwensi lain yang meloncat teknologi yang beroperasi
di
2.4 GHz ISM band. Loncatan tingkat alat Bluetooth akan berbuat 1600
loncatan
141
per detik (sekitar 625us tinggal waktu), sehingga mempunyai dengan
sangat lebih
banyak ongkos exploitasi dibanding frekwensi 802.11-compliant yang
meloncat
sistem. Tingkat tarip loncatan yang tinggi juga memberi pembalasan
teknologi
yang lebih besar ke suara gaduh regu palsu yang sempit. Bluetooth
sistem tidaklah
dirancang untuk throughput yang tinggi, tetapi lebih untuk
penggunaan yang
sederhana, tenaga yang rendah, dan cakupan yang singkat (WPANS).
IEEE
802.15 yang baru draft untuk WPANs meliputi spesifikasi untuk Bluetooth.
Suatu kerugian yang utama dari menggunakan teknologi Bluetooth
adalah
bahwa itu sepenuhnya mengganggu lain hingga 2.4 GHz jaringan.
Loncatan yang
tinggi tingkat Bluetooth di atas keseluruhan yang dapat dipakai 2.4
GHz band
membuat isyarat Bluetooth nampak bagi semua sistem yang lain
sebagai band
semua suara gaduh atau semua band gangguan campur tangan.
Bluetooth juga
mempengaruhi sistem FHSS yang lain. All-Band gangguan campur tangan,
seperti
nama menyiratkan, mengganggu isyarat di atas cakupan dari frekwensi
yang bisa
gunakan keseluruhannya, menyumbangkan isyarat yang utama sia-sia.
Gangguan
campur tangan yang disajikan oleh LAN wireless bertentangan dengan
Bluetooth
tidak berdampak pada alat Bluetooth ketika Bluetooth berdampak
pada 802.11
LAN wireless. Sekarang umum untuk plakat untuk menjulang di area
LAN
wireless yang dibaca "No Bluetooth" di cetakan yang menyolok.
Bluetooth alat beroperasi di tiga kelas tenaga: 1 mW, 2.5 mW, dan 100
mW.
Sekarang ini ada sedikit bila ada implementasi dari Class 3 (100
mW) alat
Bluetooth, sehingga data cakupan tidaklah siap tersedia
bagaimanapun, Class 2
(2.5 mW) alat Bluetooth mempunyai suatu cakupan yang maksimum dari
33 kaki
(10 meter). Secara alami, jika diperluas bergerak diinginkan,
penggunaan dari
antenna terarah adalah suatu kemungkinan pemecahan, meskipun
kebanyakan alat
Bluetooth adalah alat yang gesit (mobile).
6.10 Infrared Data Association (IrDA)
IrDA bukanlah suatu standard Bluetooth, HomeRF dan 802.11
rangkaian dari
standard melainkan, IrDA adalah suatu organisasi. yang ditemukan pada
bulan Juni dari
1993, IrDA adalah suatu organisasi dibiayai anggota piagam siapa
adalah "untuk
menciptakan suatu interoperable murah, low-cost, low-power, half-
duplex, standard
142
interkoneksi data yang serial yang mendukung suatu gedung tanpa
lift point-to-point
model pemakai yang adalah dapat menyesuaikan diri suatu cakupan
luas dari alat
komputer. "Inframerah transmisi data dikenal dengan paling untuk
penggunaannya di
kalkulator, pencetak, beberapa yang building-to-building dan ruang di
jaringan
komputer dan sekarang di komputer handheld.
6.10.1 Infrared
Inframerah (IR) adalah suatu teknologi transmisi didasarkan cahaya
dan
tidaklah tersebar teknologi spektrum tersebar spektrum adalah semua
radiasi RF
penggunaan. IR alat dapat mencapai suatu data yang maksimum
tingkat 4 Mbps
dari dekat mencakup, hanyalah suatu teknologi didasarkan cahaya,
lain sumber
cahaya dapat bertentangan dengan transmisi IR. Data yang khas tingkat
suatu alat
IR akan berbuat 115 kbps, yang mana adalah baik untuk menukarkan
data antara
alat handheld. Suatu keuntungan yang penting tentang jaringan IR
adalah bahwa
mereka tidak bertentangan dengan tersebar jaringan RF spektrum.
Karena alasan
ini keduanya adalah komplementer dan kaleng dengan mudah digunakan
bersama-
sama.
6.10.2 Security
Keamanan dari alat IR adalah dengan tak terpisahkan sempurna untuk
dua
pertimbangan yang utama. yang pertama IR tidak bisa bepergian
meskipun
demikian dinding pada kuasa yang rendah seperti itu (2 mW
maksimum) dan
detik, suatu pemasang telinga atau mencincang harus secara
langsung
menginterupsi cahaya untuk tujuan akses keuntungan informasi
ditransfer.
Jaringan tunggal yang memerlukan connectivas wireless harus dijamin
keamanan
bermanfaat bagi dari jaringan dan. Dengan komputer dan PDAs, IR
digunakan
untuk connectivas point-to-point pada cakupan yang sangat pendek
sehingga
keamanan akan hampir tidak relevan di kejadian ini.
143
6.10.3 Stability
Meskipun demikian IR tidak akan menerobos dinding, itu akan
memantul
langit-langit dan dinding, yang membantu di networking kamar
tunggal.
Inframerah adalah diganggu oleh isyarat yang electromagnetis, yang
mempromosikan stabilitas dari suatu sistem IR. Menyiarkan alat IR ada
tersedia
dan dapat menjulang di langit-langit. Suatu IR menyiarkan alat (yang
mana adalah
dapat disamakan kepada suatu antenna RF) akan memancarkan
informasi dan
pengangkut IR di segala jurusan sedemikian sehingga isyarat ini
dapat diambil
oleh klien IR yang dekat. Karena pertimbangan konsumsi tenaga, IR siaran
adalah
secara normal diterapkan di atau ke dalam rumah. Point-To-Point
pemancar IR
dapat digunakan keluar rumah dan mempunyai suatu cakupan yang
maksimum
dari sekitar 3280 kaki (1 km), tetapi cakupan ini mungkin
dipendekkan oleh
kehadiran dari cahaya matahari. Cahaya matahari adalah kira-kira 60%
inframerah
cahaya, yang sungguh melemahkan isyarat IR siaran. Di hari yang
cerah ketika
memindahkan data antara PDAs atau komputer laptop, dua alat
mungkin telah
untuk memegang semakin dekat bersama-sama untuk baiknya
perpindahan data
IR.
6.11 Wireless LAN Interoperability Forum (WLIF)
Standard OpenAir adalah suatu standard yang diciptakan oleh
Wireless LAN
Interoperability Forum, di mana sistem LAN banyak orang wireless
diciptakan untuk
mematuhi sebagai suatu alternatif untuk 802.11 diluar ketetapan Dua
kecepatan - 800
kbps dan 1.6 Mbps diluar dan 802.11 sistem tidaklah dapat
dipertukarkan dan tidak
akan interoperate. Karena sekarang ini beberapa lini produk namun yang
tersedia yang
mematuhi standard OpenAir, adalah penting bahwa pengurus LAN
wireless mengetahui
bahwa OpenAir ada, bagaimanapun, OpenAir adalah dengan cepat
dukungan
kehilangan antar penjual dan tidak ada produksi baru dibuat itu mematuhi
standard ini.
Diluar adalah usaha yang pertama pada standardisasi dan
interoperabilas antar Lan
wireless. Diluar dipusatkan Di alat FHSS beroperasi hanya pada dua
kecepatan.
144
6.12 Kesimpulan
Federal Communications Commission (FCC) adalah agen pemerintah
US yang
langsung bertanggung jawab pada konggres. FCC didirikan oleh
Communication Act
pada tahun 1934, yang mengatur komunikasi menggunakan radio,
televisi, kawat, satelit
dan kabel. FCC membuat batasan peraturan dimana frekuensi
wireless LAN dapat
menggunakan output power untuk masing-masing frekuensi band. FCC
telah membagi
bahwa untuk wireless yang digunakan oleh Industrial, Scientific dan
Medical (ISM)
menggunakan license free. Band ISM terletak pada lokasi mulai 902 MHz,
2,4 MHz dan
5,8 GHz dan bermacam-macam lebarnya dari 26MHz sampai 150
MHz. Seperti
kebebasan dari membawa license tetapi juga ada faktor kerugiannya
yaitu semua orang
juga mempunyai hak yang sama dalam menggunakan frekuensi
sehingga akan
menyebabkan interferensi. Cara mengatasinya, dua sistem yang
bersaing tidak perlu
menggunakan channel yang sama atau bahkan tidak menggunakan
spread spectrum
yang sama .
6.13 SOAL
1. Jelaskan secara singkat mengenai FCC ?
2. Jelaskan perbedaan antara standar dari ISM dan UNII dari segi
pengelompokan
bandwidth ?
3. Apa yang anda ketahui tentang IEEE ?
4. Jelaskan secara singkat mengenai IrDa ?
5. Sebutkan pembagian kelas dari Bluetooth ?
145
Bab 7. Arsitektur Jaringan
Pada bab ini akan membahas beberapa konsep kunci yang ditemukan
pada 802.11
arsitektur jaringan. Kebanyakan topiknya didefinisikan secara
langsung pada standar
802.11, dan diperlukan untuk implementasi dari 802.11-compliant
hardware. Pada bab
ini, kita akan memeriksa proses dimana klien tersambung ke sebuah
access point,
syarat-syarat untuk mengatur wireless Lan, dan bagaimana
manajemen power
disempurnakan dalam peralatan wireless LAN untuk klien.
Tanpa suatu pemahaman yang jelas dari prinsip yang dibahas pada bab
ini, akan
menjadi sangat sulit sekali untuk mendesain,mengadminister,atau
memperbaiki suatu
wireless LAN. Bab ini membahas beberapa langkah-langkah dasar yang
terpenting dari
desain dan administrasi wireless LAN. Saat anda mengadministrasi
wireless LAN,
pemahaman dari konsep-konsep ini akan memenuhi anda untuk
secara cerdik
memanage kerja secara hari perhari.
7.1 Menempatkan Sebuah Wireless LAN
Saat anda meng-install,mengkonfigurasi, dan akhirnya memulai suatu
peralatan
wireless LAN klien sebagai suatu USB klien atau kartu PCMCIA, klien
secara otomatis
“mendengar” untuk melihat apakah ada suatu wireless LAN didalam
range. Klien juga
menemukan jika dapat berhubungan dengan wireless LAN tersebut.
Proses
“mendengar” disebut juga dengan scanning. Scanning terjadi sebelum
proses lainnya,
dikarenakan scanning adalah bagaimana klien menemukan network.
Ada dua tipe scanning : pasif scanning dan aktif scanning. Di dalam
menemukan
sebuah access point, pemancar klien mengikuti sebuah jejak
breadcumbs kiri oleh
access point. Breadcrumbs ini disebut juga Service Set Identifiers (SSID)
dan rambu-
rambu. Tool ini melayani sebagai sebuah titik tengah untuk sebuah
pemancar klien
untuk mencari suatu dan semua access point.
7.1.1 7.1.1 Service Set Identifier
Service set identifier (SSID) adalah sebuah nilai unique, case
sensitive,
alphanumeric dari 2-31 panjang karakter yang digunakan oleh
wireless LAN
sebagai sebuah nama network. Penanganan nama ini digunakan
untuk men-
segmentasi jaringan, sebagai ukuran security yang bersifat
sementara, dan di
146
dalam proses penggabungan sebuah network. Administrator
mengkonfigurasi
SSID (kadang disebut dengan ESSID) di dalam setiap access point.
Beberapa
klien mempunyai kemampuan untuk menggunakan nilai SSID apapun
bahkan
hanya satu yang secara manual ditetapkan oleh administrator. Jika
klien
menjelajahi secara berlapis diantara suatu grup dari access point, maka
kliennya
dan seluruh access point harus dikonfigurasi dengan memasangkan
SSIDnya. Hal
yang terpenting dari sebuah SSID adalah SSID harus sesuai secara
tepat antara
access point dan klien. Jangan membingungkan SSID (ESSID) dengan
BSSID.
Basic Service Set Idenfier (BSSID) adalah suatu 6-byte heksa
desimal
mengidentifikasi access point dimana susunan mula-mula atau telah
di-relay,
mengingat SSID dan ESSID adalah hal-hal yang dapat ditukarkan
yang
menunjukkan nama jaringan atau identifier.
7.1.2 7.1.2 Beacons
Beacons (kependekan untuk beacon management frame) adalah
frame
pendek yang dikirim dari access point ke pemancar (Mode
Infrastruktur) atau
pemancar ke pemancar (Mode ad Hoc) yang digunakan
mengorganisir dan
mensinkronkan wireless pada LAN wireless itu. Beacon mempunyai
beberapa
fungsi, mencakup berikut
[Link].[Link] [Link] Time Synchronization
Beacon mensinkronkan klien melalui suatu time-stamp di saat transmisi
yang tepat. Ketika klien menerima beacon, merubah clock sendiri
untuk
merefleksikan clock dari access point. Sekali ketika perubahan ini
terbentuk,
dua clock disinkronkan. Sinkronisasi clock unit komunikasi akan
memastikan
bahwa semua fungsi time-sensitive, seperti hopping dalam sistem
FHSS,
dilakukan tanpa kesalahan. Beacon juga berisi interval beacon, yang
menginformasikan stasiun bagaimana sering untuk harapkan beacon.
[Link].[Link] [Link] FH atau Ds Parameter Sets
Beacon berisi informasi yang secara rinci menghubungkan teknologi
spread spectrum sistem yang sedang digunakan. Sebagai contoh, di
dalam
147
sistem FHSS, hop dan dwell parameter waktu dan ihop squence
tercakup di
dalam. Di dalam sistem DSSS, beacon berisi informasi saluran
7.1.3 7.1.3 SSID Information
Stasiun singgah beacon untuk SSID dari jaringan gabungan. Ketika
informasi ini ditemukan, stasiun meneliti alamat MAC di mana
autentifikasi
memulai dan mengirimkan beacon meminta menghubungkan access
point. Jika
suatu stasiun mulai menerima apapun SSID, kemudian setasiun akan
mencoba
untuk bergabung dengan jaringan melalui access point yang pertama
yang
mengirimkan beacon atau dengan kekuatan sinyal yang paling kuat
jika ada
berbagai multipel access point.
7.1.4 7.1.4 Traffic Indication Map(TIM)
TIM digunakan sebagai indikator yang mana stasiun yang tidak
bekerja
mempunyai paket yang dientrikan Access point. Informasi ini dilewati
pada setiap
beacon ke semua stasiun yang berhubungkan. Selagi tidak bekerja,
Sinkronisasi
stasiun menggerakkan receivernya, membaca untuk beacon,
memeriksa TIM
untuk melihat jika terdaftarkan, kemudian, jika tidak terdaftarkan,
meghentikan
penerimanya.
7.2 Supported Rates
Dengan jaringan wireless, ada banyak kecepatan didukung
tergantung pada
standard dari perangkat keras yang digunakan. Sebagai contoh,
suatu 802.11b
kecepatan 11, 5.5, 2,& 1 Mbps. kemampuan informasi ini dilewatkan
beacon untuk
menginformasikan stasiun kecepatan berapa yang didukung pada
access point. Ada
informasi yang banyak yang dilewatkan dalam beacon, tetapi daftar
meliputi segalanya
ini bisa menjadi pertimbangan yang penting dari suatu pandangan poin
adiministrasi.
7.3 Passive scanning
Passive scanning adalah proses melacak beacon pada masing-masing
saluran
untuk suatu periode waktu yang spesifik setelah stasiun diinisialisasi
beacon ini dikirim
148
oleh access point ( model infrastruktur) atau stasiun klien ( moded
ad hoc), dan
karakteristik katalok scanning station tentang stasiun atau access
point berdasar pada
beacon ini. Stasiun mencari suatu jaringan yang melacak beacon
sampai dilacak oleh
beacon yang terdaftarkan pada SSID dari jaringan untuk bergabung.
Stasiun kemudian
mencoba untuk bergabung dengan jaringan melalui access point yang
mengirim beacon.
Passive scanning digambarkan dalam gambar 7.1 .
Gambar 7.1. Passive Scanning
Di dalam konfigurasinya di mana ada berbagai access point, SSID dari
jaringan
stasiun yang bergabung kemungkinan broadcast dengan lebih dari satu
access point ini.
Dalam situasi ini, stasiun akan mencoba untuk bergabung dengan
jaringan melalui
access point dengan kekuatan sinyal yang paling kuat dan rata-rata
bit yang paling
rendah.
Stasiun melanjut passive scanning bahkan setelah menghubungkan
access point.
Passive scanning menyinpan waktu yang menghubungkan kembali ke
jaringan jika
klien diputus (disassociated) dari access point yang mana klien
sekarang ini
dihubungkan. Dengan pengonrolan daftar access point yang tersedia
dan
karakteristiknya( saluran, kekuatan sinyal, SSID, dll), stasiun dapat
dengan cepat
menempatkan access point yang terbaik yang koneksinya diputus untuk
alasan tertentu.
Stasiun akan menjelajahi dari satu access point ke yang lain setelah
sinyal radio
dari access point di mana stasiun dihubungkan sampai kepada suatu
kekuatan sinyal
tingkat rendah tertentu. Penjelajahan diterapkan sedemikian sehingga
stasiun dapat
tinggal bertahan dihubungkan ke jaringan. Stasiun menggunakan
informasi yang
diperoleh lewat pasive scanning untuk menempatkan access point
terbaik yang
berikutnya ( atau jaringan ad hoc) untuk menggunakan konektifitas
kembali ke jaringan
149
itu. Karena alasan ini, tumpang-tindih antara sel access point pada
umumnya ditetapkan
kira-kira 20-30%. Tumpang-tindih ini membiarkan stasiun untuk secara
tanpa lapisan
menjelajahi antara access point selagi pemutusan dan penggubungan
kembali tanpa
pengetahuan pemakai.
Sebab kepekaan threshold pada beberapa radio tidak bekerja dengan
baik, kadang-
kadang administrator akan lihat suatu radio berkait dengan suatu
access point sampai
sinyal diputus dalam kaitan dengan kekuatan sinyal yang rendah
sebagai ganti
penjelajahan bagi access point yang mempunyai sinyal lebih baik.
Situasi seperti ini
adalah masalah yang dikenal dengan beberapa hardware dan harus
dilaporkan ke
pembuat jika anda mengalami masalah ini.
7.4 Active Scanning
Gambar 7.2 . Active Scanning
Active scanning melibatkan pengiriman dari suatu request
pemeriksaan (probe)
frame dari suatu pemancar wireless. Pemancar mengirim probe
frame jika mereka
secara aktif mencari suatu jaringan untuk digabungkan. Probe frame
akan berisi baik
SSID dari jaringan yang mereka ingin gabungkan atau suatu SSID
broadcast. Jika suatu
request probe di kirim dengan menspasifikasi suatu SSID, maka
hanya access point
yang melayani SSID tersebut akan merespon dengan suatu frame
respon probe. Jika
suatu frame request probe dikirim dengan suatu SSID broadcast,
maka semua access
point didalam jangkauan akan merespon dengan suatu frame respon
probe, dimana
dapat dilihat pada gambar 7.2
150
Hal yang pokok dari probing dalam penggunaan ini adalah untuk
menempatkan
access point melalui pemancar yang dapat menempel ke suatu jaringan.
Sekali sebuah
access point dengan access point yang benar dapat ditemukan, pemancar
meng-inisiasi
langkah autentifikasi dan hubungan dari penggabungan jaringan
melalui access point
tersebut. Informasinya dilewatkan dari access point ke pemancar
dalam frame respon
probe hamper sama dengan beacons tersebut. Frame respon probe
berbeda dari beacons
hanya dalam dimana mereka tidak time-stamped dan keduanya tidak
meliputi sebuah
Traffic Indication Map (TIM).
Kekuatan sinyal dari frame respon probe dimana PC Card menerima
bantuan
kembali menentukan access point dengan dimana PC Card akan
berusaha untuk
berhubungan. Pemancar secara umum memilih access point dengan
sinyal terkuat dan
bit error rate (BER) yang terendah. BER adalah rasio dari paket-aket
yang rusak ke
paket yang bagus secara khusus ditetapkan oleh rasio Sinyal-ke-Noise
dari sinyal. Jika
puncak dari sebuah RF sinyal adalah di suatu tempat yang dekat
dengan dasar noise,
penerima akan membingungkan data sinyal dengan noise
7.5 Autentifikasi & Penggabungan
Proses dari menghubungkan ke wireless LAN terdiri dari dua dub
proses yang
terpisah. Sub-proses ini selalu terjadi dalam permintaan yang sama, dan
disebut dengan
autentifikasi dan penggabungan(assosiasi) . Untuk contoh, jika kita
berbicara tentang
sebuah wireless PC card dihubungkan ke wireless LAN, kita
umpamakan bahwa PC
card telah di-autentifikasi oleh dan telah di-assosiasikan dengan access
point tertentu.
Ingatlah bahwa saat kita berbicara tentang assosiasi, kita berbicara
tentang konektivitas
Layer 2, dan autentifikasi menyinggung secara umum ke PC card radio,
tidak kepada
user. Pemahaman langkah yang terhubung dalam mendapatkan sebuah
klien terhubung
ke sebuah access point adalah penting untuk keamanan,
troubleshooting, dan
manajemen dari sebuah wireless LAN.
7.5.1 Autentifikasi
Langkah pertama dalam hubungan ke wireless LAN adalah
autentifikasi.
Autentifikasi adlah proses melalui dimana sebuah wireless node (PC
Card, USB
Client, dsb) mempunyai identitas tersendiri yang diperiksa oleh jaringan
(biasanya
151
access point) ke node yang berusaha untuk terhubung. Pemeriksaan ini
terjadi saat
access point yang ke klien terhubung memeriksa apakah klien tersebut
memang
klien yang disebut. Untuk menempatkan di tempat yang lain, access
point
merespon ke sebuah klien merequest untuk terhubung dengan
memeriksa identitas
klien sebelum ada hubungan yang terjadi. Kadang-kadang proses
autentifikasi
adalah null, yang berarti bahwa meskipun keduanya klien dan access
pointharus
memproses melalui proses ini agar dapat berasosiasi, disana tidak
ada identitas
khusus untuk berasosiasi. Ini adalah kasus saat access point baru
dan PC Card
dipasang di dalam konfigurasi default. Kita akan mendiskusikan dua
tipe
autentifikasi proses pada setelah bab ini.
Klien memulai proses autentifikasi dengan mengirim sebuah frame
request
autentifikasi ke access point (dalam Mode Infrastruktur). Access point
akan
melakukan keduanya baik menerima atau menolak request ini,
sesudah itu
memberitahukan pemancar dari keputusan ini dengan frame respon
autentifikasi.
Proses autentifikasi dapat diselesaikan pada access point, atau
access point
mungkin terlewati sepanjang responsibilitas ini ke sebuah hulu server
autentifikasi
seperti RADIUS. RADIUS server akan melakukan autentifikasi
berdasarkan
sebuah daftar dari criteria, dan kemudian mengembalikan hasilnya ke
access point
jadi access point tersebut dapat mengembalikan hasilnya ke pemancar
klien.
7.5.2 Penggabungan (Assosiasi)
Sekali sebuah klien wireless telah terautentifikasi, klien tersebut
kemudian
berasosiasi dengan access point. Terasosiasi adalah sebuah kondisi
pada saat
sebuah klien diijinkan untuk melewatkan data melalui sebuah access
point. Jika
PC Card anda terasosiasi ke sebuah access point, anda berarti terhubung
ke access
point, dan juga jaringan.
Proses untuk menjadi terasosiasi adalah sebagai berikut. Saat suatu
klien
ingin terhubung, klien mengirimkan sebuah request autentifikasi ke
access point
dan menerima kembali sebuah authentification response. Setelah
autentifikasi
telah selesai, pemancar mengirim sebuah association request frame ke
access point
yang menjawab ke klien dfengan sebuah association response
frame baik
membolehkan atau tidak mengijinkan berasosiasi.
152
7.6 Status Pengesahan& Asosiasi
Proses asosiasi dan pengesahan yang lengkap mempunyai tiga status
beda:
1. Unauthenticated and unassociated
2. Authenticated and unassociated
3. Authenticated and associated
7.6.1 Unauthenticated and Unassociated
Di dalam awal menyatakan,wireless node dengan komplet diputus
dari
jaringan dan tidak mampu untuk lewat frame melalui access point.
Access point
menyimpan tabel status koneksi klien dikenal sebagai tabel asosiasi.
Adalah
penting untuk mencatat vendor yang berbeda mengacu pada status
yang
unauthenticated dan unassociated dalam access pointnya tabel
asosiasi dengan
cara yang berbeda. Tabe ini akan secara khas menunjukkan
"unauthenticated"
untuk klien manapun yang belum menyelesaikan proses pengesahan
atau telah
mencoba pengesahan dan gagal.
7.6.2 Authenticated and Unassociated
Di dalam status detik ini, klien wireless telah lewat proses pengesahan,
tetapi
waktu itu belum dihubungkan dengan access point. Klien waktu itu
belum
diijinkan untuk mengirimkan atau menerima data melalui access
point. Tabel
asosiasi access point akan secara khas menunjukkan "authenticated."
Sebab klien
lewat langkah pengesahan dan dengan seketika berproses ke dalam
langkah
asosiasi dengan cepat ( seperseribu detik), jarang ditemui
"authenticated"
melangkah pada access point. Adalah jauh lebih mungkin akan
ditemui
"unauthenticated" atau "associated"- yang mana dibawa sampai akhir
langkah.
7.6.3 Authenticated and Associated
Di dalam status akhir ini, wireless node dengan komplet
dihubungkan ke
jaringan dan mampu mengirimkan dan menerima data melalui access
point yang
mana nodet dihubungkan. Gambar 7.3 menggambarkan suatu
klien yang
terhubung dengan suatu access point. Kita mungkin akan meihat
"associated" di
dalam tabel asosiasi access point yang menandakan bahwa klien ini
secara penuh
dihubungkan dan diberi hak untuk lewat lalu lintas melalui access
point.
153
Sepertinya anda dapat menyimpulkan dari uraian dari tiap tiga
status ini,
mengedepan ukuran keamanan jaringan wireless akan diterapkan di titik
di mana
klien sedang mencoba untuk membuktikan keaslian.
7.7 Authentication Methods
Gambar 7.3 Association
Standard IEEE 802.1 1 menetapkan dua metoda pengesahan:
Open System
authentication dan Share Key authentication . Yang lebih sederhana
dan juga semakin
menjamin kedua metode adalah Open System authentication . Untuk
suatu klien untuk
menjadi authenticated, klien harus melewati rangkaian dengan access
point. Rangkaian
ini bervariasi tergantung pada proses pengesahan yang digunakan. Di
bawah ini, kita
akan mendiskusikan masing-masing proses pengesahan yang
ditetapkan oleh standar
802.1 1, bagaimana bekerja, dan mengapa digunakan.
7.7.1 Open System Authentication
Open system authentication adalah suatu metoda pengesahan null
dan
ditetapkan oleh IEEE 802.1 1 seperti default yang ditentukan di dalam
peralatan
LAN Wireless. Penggunaan metoda pengesahan ini, suatu stasiun
dapat
berhubungan dengan access point manapun yang menggunakan
Open system
authentication berdasarkan hanya pada SSID. SSID harus sesuai pada
kedua klien
dan access point sebelum suatu klien diijinkan untuk melengkapi
proses
pengesahan. Penggunaan SSID yang berkenaan dengan keamanan akan
dibahas di
Bab 10 ( Keamanan). Proses Open Sysytem authentication digunakan
secara
154
efektif dalam keduanya menjamin/mengamankan dan lingkungan
yang tidak
menjamin.
7.7.2 Open System Authentication Process
Proses Open System Authentication terjadi sebagai berikut:
• Wireless klien membuat suatu permintaan untuk berhubungan kepada
access point
• Access point membuktikan keaslian klien dan mengirimkan suatu hal
tanggapan positif klien menjadi terhubung
Langkah-Langkah ini dapat dilihat di Gambar 7.4 .
Gambar 7.4 Sistem Autentikasi Open
Autentifikasi Open System adalah suatu proses yang sangat
sederhana.
Sebagai wireless LAN administrator, anda mempunyai pilihan untuk
menggunakan WEP (wired equivalent privacy) enkripsi dengan
autentifikasi Open
System. Jika WEP digunakan dengan proses autentifikasi Open
System, maka
masih tidak ada verifikasi dari kunci WEP dalam setiap sisi dari koneksi
selama
autentifikasi. Lebih baik, WEP key digunakan hanya untuk pen-
enkripsian data
sekali saat klien terautentifikasi dan terasosiasi. Autentifikasi Open
System
digunakan dalam beberapa skenario, tetapi ada dua alasan utama
untuk
menggunakannya. Pertama, Autentifikasi Open System
dipertimbangkan lebih
amanam dari dua metode autentifikasi yang tersedia untuk alasan
sebagai berikut.
Dua, Autentifikasi Open System mudah untuk dikonfigurasi karena
tidak
membutuhkan konfigurasi sama sekali. Semua 802.11-compliant
wireless LAN
155
hardware dikonfigurasi untuk menggunakan autentifikasi Open
System secara
default, membuatnya mudah untuk memulai membangun dan
menghubungkan
jaringan wireless LAN anda dengan benar.
7.7.3 Shared Key Authentication
Pengesahan shared key adalah suatu metoda authentification yang
memerlukan penggunaan WEP. WEP encryption menggunakan kunci
yang
dimasukkan ( pada umumnya oleh administrator) ke dalam kedua-
duanya klien
dan access point. Kunci ini harus [tanding/ temu] timbal balik untuk WEP
untuk
bekerja dengan baik. Kunci Yang bersama Pengesahan menggunakan
WEP
menyetem di (dalam) dua pertunjukan, ketika kita akan menguraikan di
sini.
7.7.4 Shared Key Authentication Process
Proses pengesahan yang menggunakan Shared Key authentication
terjadi
sebagai berikut:
1. Suatu klien meminta asosiasi kepada suatu access point- langkah
ini
menjadi sama halnya itu sistem terbuka Pengesahan.
2. Akses Titik mengeluarkan suatu tantangan kepada klien-
tantangan ini
secara acak dihasilkan text datar, yang mana adalah dikirim dari access
point klien bebas dari bahaya/kecurigaan
3. Klien bereaksi terhadap tantangan- klien menjawab dengan
mengenkripsi
tantangan teks menggunakan WEP klien menyetem dan mengirimkannya
kembali ke access point
4. Access point bereaksi terhadap tanggapan klien- Access point de-
enkripsi
tanggapan yang di-enkripsi klien untuk memverifikasi yang tantangan
teks adalah penggunaan di-enkripsi adalah mempertemukan suatu kunci
WEP menyetel.
Melalui proses ini , access point menentukan ya atau tidaknya klien
mempunyai WEP kunci yang benar. Jika WEP kunci klien benar,
access point
akan menjawab secara positif dan membuktikan keaslian klien itu.
Jika WEP
kunci klien tidak benar, access point akan menjawab secara negatif,
dan tidak
156
membuktikan keaslian klien, meninggalkan klien yang tidak
dibuktikan
keasliannya dan tidak dihubungkan.
Gambar 7.5 Proses Shared Key
Itu akan nampak bahwa Proses Shared Key authentication jadi lebih
menjamin dibandingkan dengan Open System Authentication, tetapi
seperti anda
akan segera lihat, ini bukan. Melainkan, Bagi Shared Key authentication
membuka
pintu untuk calon hackers. Adalah penting untuk memahami kedua
kemungkinan
bahwa WEP digunakan. WEP key dapat digunakan sepanjang Proses
Shared Key
authentication untuk memverifikasi suatu identitas klien, tetapi dapat
juga
digunakan untuk enkripsi dari data payload mengirimkan dengan
klien melalui
access point. WEP penggunaan jenis ini adalah dibahas lebih lanjut di
dalam Bab
10 ( Keamanan).
7.7.5 Authentication Security
Shared Key authentication tidaklah dipertimbangkan menjamin sebab
access
point memancarkan tantangan teks bebas dari bahaya/kecurigaan dan
menerima
teks tantangan yang sama yang encrypted dengan WEP kunci.
Skenario ini
mengijinkan suatu hacker menggunakan suatu sniffer untuk lihat
kedua-duanya
plaintext menghadapi tantangan dan tantangan yang
[Link] kedua-
duanya nilai-nilai ini, suatu hacker bisa menggunakan suatu program
cracking
sederhana untuk memperoleh WEP kunci. Sekali ketika WEP kunci
diperoleh,
157
hacker bisa men-dekripsi lalu lintas yang terenkripsi. Adalah untuk
alasan ini
bahwa Open System Authentication dipertimbangkan lebih menjamin
dibanding
Shared Key authentication.
Adalah penting bagi administrator wireless jaringan untuk memahami
bahwa
bukan Open System maupun Share Key authentication tipe keamanan,
dan untuk
alasan ini suatu solusi keamanan LAN wireless solusi, di atas dan di luar
standard
802.11 yang ditetapkan, adalah perlu dan penting.
7.7.6 Shared Secrets & Certificates
Shared Secrets adalah teks atau angka-angka yang biasanya dikenal
sebagai
kunci WEP. Sertifikat adalah metoda identifikasi pemakai yang lain
menggunakan dengan wireless. Sama halnya dengan kunci WEP,
sertifikat ( yang
mana dokumen telah disahkan) ditempatkan pada mesin klien sebelum
waktu yang
ditetapkan. Penempatan ini juga dikerjakan ketika berbagai keinginan
pemakai
untuk membuktikan keaslian ke jaringan wireless, mekanisme
pengesahan telah
pada tempatnya pada stasiun klien. Kedua metoda ini sudah
menurut sejarah
diterapkan di dalam suatu pertunjukan manual, tetapi ada aplikasi yang
tersedia
hari ini itu mengijinkan otomasi dari proses ini.
7.8 Emerging Wireless Security Solutions
Ada banyak protokol dan solusi keamanan pengesahan baru pada pasaran
hari ini,
mencakup VPN dan [Link] yang menggunakan Extensible
Authentication Protocol (
EAP). Banyak dari solusi keamanan ini melibatkan pengesahan
melalui server
pengesahan ke hulu dari accesssa point selagi memelihara klien
yang menunggu
sepanjang tahap pengesahan. Windows XP mempunyai pendukungan asli
untuk 802.11,
[Link], dan EAP. Manufaktur Cisco dan LAN wireless juga mendukung
standard ini.
Karena alasan ini,untuk melihat bahwa [Link] dan solusi pengesahan EAP
adalah suatu
solusi umum dalam keamanan pasar LAN wireless.
7.8.1 802.1x and EAP
[Link] (kontrol akses jaringan port-based) standard secara relatif baru,
dan
alat yang mendukungnya mempunyai kemampuan untuk mengijinkan
sekedar
158
koneksi ke dalam jaringan pada layer 2 hanya jika pengesahan
pemakai sukses.
Protokol ini bekerja baik untuk access point yang membutuhkan
kemampuan
untuk memelihara para pemakai yang memutuskan jaringan jika
mereka tidak
mendukung pada jaringan. EAP adalah, suatu protokol layer 2 yang
menggantikan
PAP atau CHAP dibawah PPP yang bekerja area jaringan lokal. EAP
mengijinkan
plug-ins manapun akhir dari suatu link dengan banyak metoda
pengesahan dapat
digunakan. Di masa lalu, PAP dan CHAP telah digunakan untuk
pengesahan
pemakaian, dan keduanya menggunakan password. Kebutuhan akan
suatu yang
lebih kuat. Alternatif yang lebih fleksibel harus jelas dengan jaringan
wireless
karena implementasi yang lebih bervariasi penuh dengan wireless
dibanding
dengan jaringan kawat.
Secara khas, pengesahan pemakaian terpenuhi menggunakan Remote
Authentication Dial-In user Service (RADIUS) server dan beberapa
bentuk
database pemakai ( Native RADIUS. NDS, Direktori Aktif, LDAP, dll.).
Proses
dalam autentifikasi menggunakan EAP ditunjukkan di dalam Gambar 7.6.
Standar
802.11i yang baru meliputi mendukun untuk [Link], EAP, AAA,
pengesahan
timbal balik, dan key generation, tidak satupun tercakup pada yang asli
standard
802.11. " AAA" adalah singkatan dari authentication
( mengidentifikasi siapa
kita), authorization ( menghubungkan dengan mengijinkan kita untuk
melaksanakan tugas tertentu pada jaringan), dan accounting
( menunjukkan apa
yang telah dilakukan dan mana yang dipunya pada jaringan).
Di dalam model standard 802. Ix, autentifikasi jaringan terdiri dari
tiga
potongan: pemohon, authenticator, dan server autentifikasi.
Gambar 7.6 802.1x and EAP
159
Sebab keamanan LAN wireless penting dan tipe autentifikasi EAP
menyediakan rata-rata pengamanan koneksi LAN wirelesst-vendor
dengan cepat
mengembangkan dan menambahkan tipe autentifikasi EAP kepada
access point
LAN wireless. Mengetahui jenis EAP yang sedang digunakan adalah
penting di
dalam pemahaman karakteristik dari metoda autentifikasi seperti kata
sandi, key
generation, mutusl authentication, dan protokol. Sebagian dari tipe
autentifikasi
EAP meliputi:
[Link] EAP-MD-5 Challenge.
Yang apaling jenis autentifikasi EAPl, ini sangat utama menyalin
perlindungan password CHAP pada suatu LAN wireless. EAP-MD5
menghadirkan semacam tingkat dasar EAP mendukung antar [Link].
[Link] EAP-CISCO Wireless.
Disebut LEAP ( Lightweight Extensible Authentication Protokol), Jenis
autentifikasi EAP ini digunakan terutama semata dalam Cisco LAN
wireless
access point. LEAP menyediakan keamanan, enkripsi transmisi data
menggunakan dinamis WEP keys yang dihasilkan, dan mendukung
mutual
authentication.
[Link] EAP-TLS (Transport Layer Security).
EAP-TLS menyediakan certificate-based,mutual autentifikasi klien dan
jaringan. EAP-TLS bersandar pada sertifikat client-side dan server-side
untuk
melaksanakan autentifikasi, penggunaan yang dinamis menghasilkan
pemakai
dan WEP keys session-based membagikan untuk mengamankan
jaringan.
Windows XP meliputi suatu klien EAP-TLS, dan EAP-TLS juga mendukung
Windows 2000.
[Link] EAP-TTLS.
Funk Software dan Certicom sudah bersama-sama mengembangkan
EAP-TTLS (Tunneled Transport Layer Security). EAP-TTLS adalah
suatu
160
perluasan EAP-TLS, yang menyediakan certificate-based, mutual
autentifikasi
jaringan dan klien. Tidak sama dengan EAP-TLS, bagaimanapun, EAP-TTLS
memerlukan hanya sertifikat server-side, menghapuskan kebutuhan
untuk
mengatur sertifikat untuk masing-masing klien LAN wireless.
Sebagai tambahan, EAP-TTLS mendukung password protokol, maka
kita dapat menyebarkannya melawan sistem autentifikasimu (seperti
Aktive
Directory atau NDS). EAP-TTLS dengan aman menerobos klien
autentifikasi
di dalam arsip TLS, memastikan bahwa sisa pemakai tanpa nama
ke
eavesdroppers pada the wireless link. Pemakai dihasilkan secara dinamis
dan
WEP kunci session-based dibagi-bagikan untuk menjamin koneksi.
EAP-SRP (Secure Remote Password), SRP adalah suatu
autentikasiberbasis password dan protokol key-exchange. Ini
memecahkan
permasalahan dalam klien yang membuktikan keaslian ke server dengan
aman
dalam keadaan dimana pemakai dari perangkat lunak klien harus
menghafal
suatu rahasia kecil ( seperti suatu kata sandi) dan tidak membawa
informasi
rahasia lain. Server membawa suatu pemeriksa untuk masing-masing
pemakai,
yang mana mengijinkan server untuk membuktikan keaslian klien.
Bagaimanapun, jika pemeriksa disepakati, penyerang tidak akan
diijinkan
untuk menyamar klien. Sebagai tambahan, SRP menukar suatu rahasia
yang
kuat sebagai byproduct dari autentikasi yang sukses, yang mana
memungkinkan kedua pihak untuk komunikasi dengan aman.
EAP-SIM ( GSM). EAP-SIM adalah suatu mekanisme untuk mobile IP
jaringan mengakses pendaftaran dan autentikasi pembangkitan key
menggunakan GSM Subscriber Identity Module(SIM). Dasar pemikiran
untuk
. yang menggunakan GSM SIM dengan mobile IP akan pengungkitan
GSM
otorisasi infrastruktur yang ada dengan user yang ada mendasarkan
dan SIM
kartu saluran distribusi yang ada. Dengan penggunaan SIM kunci
pertukaran,
tidak ada asosiasi keamanan yang lain yang dikonfigurasi terlebih
dahulu di
samping SIM kartu diperlukan pada mobile node. Gagasannya bukanlah
untuk
menggunakan teknologi GSM radio akses, tetapi untuk menggunakan
GSM
SIM otorisasi dengan mobile IP pada layer manapun, sebagai contoh
pada
akses jaringan wireless LAN.
161
Ada kemungkinan bahwa daftar autentikasi jenis EAP akan tumbuh
ketika semakin banyak penjual masuk wireless LAN keamanan pasar,
dan
sampai pasar memilih suatu standard.
Jenis EAP pengesahan yang berbeda tidaklah tercakup pada ujian
CWNA, tetapi pemahaman apa EAP adalah dan bagaimana
digunakan di
dalam umum adalah suatu unsur kunci di (dalam) menjadi efektif
sebagai
wireless network administrator
7.9 VPN Solutions
Teknologi VPN menyediakan rata-rata untuk dengan aman
memancarkan data
antar network-devices (di) atas suatu data pinjaman mengangkut
medium. Biasanya
digunakan untuk menghubungkan remote jaringan atau komputer
bagi suatu server
perusahaan via Internet. Bagaimanapun, VPN adalah juga suatu solusi
untuk melindungi
data pada suatu jaringan wireless. VPN bekerja dengan pedoman
menciptakan suatu
tunnel di atas sekali suatu protokol seperti IP. Lalu lintas di dalam tunnel
terenkripsi,
dan secara total terisolasi seperti dapat dilihat di gambar 7.7 dan
gambar 7.8 . VPN
teknologi menyediakan tiga tingkatan keamanan: pengesahan pemakai,
encryption, dan
pengesahan data.
• Autentikasi pemakai memastikan bahwa hanya memberi hak para
pemakai (
pada atas suatu alat yang spesifik) bisa menghubungkan, mengirimkan,
dan
menerima data melalui jaringan wireless.
• Enkripsi menawarkan perlindungan tambahan ketika memastikan
bahwa
sekalipun transmisi diinterupsi, mereka tidak bisa dikodekan tanpa usaha
dan
waktu penting.
• Data Pengesahan memastikan integritas data pada jaringan
wireless,
menjamin bahwa semua lalu lintas adalah dari alat dibuktikan
keasliannya
saja.
162
Gambar 7.7 Accesss Point Terintegrasi dengan VPN Server
Gambar 7.8 Access Point dengan external VPN Server
Menerapkan VPN teknologi untuk menjamin suatu jaringan wireless
memerlukan
suatu pendekatan berbeda dibanding ketika digunakan pada jaringan
wired untuk
pertimbangan berikut
• Yang tidak bisa dipisahkan fungsi repeater dari wireless access points
secara
otomatis ke depan lalu lintas antar pemancar wireless LAN yang
berkomunikasi bersama-sama dan itu nampak pada jaringan wireless
yang
sama.
• Cakupan dari jaringan wireless akan mungkin meluas di luar
secara fisik
batasan-batasan dari suatu rumah atau kantor, memberi pengganggu
rata-rata
untuk berkompromi jaringan.
Kesenangan dan scalabilas dengan mana solusi wireless LAN dapat
menyebar
membuat mereka solusi ideal untuk banyak lingkungan berbeda.
Sebagai hasilnya,
implementasi VPN keamanan akan bertukar-tukar berdasar pada
kebutuhan dari tiap
163
jenis lingkungan. Sebagai contoh, suatu hacker dengan suatu wireless
sniffer, jika ia
memperoleh WEP kunci, bisa memecahkan kode paket di dalam
waktu riil. Dengan
suatu VPN solusi, paket tidak akan hanya dienkripsi, tetapi juga
dilewatkan pada tempat
tertentu. Lapisan tambahan keamanan menyediakan banyak manfaat di
tingkatan akses.
Suatu catatan penting di sini adalah bahwa tidak semua VPN
membiarkan para
pemakai wireless menjelajahi antar subnets atau jaringan tanpa "
mematahkan" jalan
amannya, dan tidak semua VPN akan mengijinkan koneksi aplikasi dan
pengangkutan
untuk tinggal dibentuk selama penjelajahan. Blok tumbang yang lain
menjadi sistem
operasi- apa yang sistem operasi atau sistem lakukan klien yang
mobile harus
menjalankan dalam rangka mendapatkan perlindungan suatu wireless
VPN.
7.10 Service Sets
Service Sets adalah suatu istilah yang digunakan untuk
menguraikan komponen
dasar suatu operasional LAN wireless. Dengan kata lain, ada tiga cara
untuk mengatur
suatu LAN wireless, dan masing-masing cara memerlukan suatu
perangkat keras yang
berbeda . Ketiga cara konfigurasi LAN wireless adalah:
• Basic service set
• Extended service set
• Independent basic service set
7.10.1 Basic Service Set (BSS)
Ketika access point dihubungkan suatu jaringan kabel dan satu set
stasiun
wireless, konfigurasi jaringan dikenal sebagai basic service set ( BSS). BSS
terdiri
dari hanya satu access point dan satu atau lebih klien wireless, seperti
ditunjukkan
di dalam Gambar 7.9. BSS menggunkan model infrastruktur- suatu
model yang
memerlukan penggunaan dari suatu access point dan di mana
semua lalu lintas
wireless menyilang. Transmisi yang diijinkan tidak secara langsung
client-to-
client.
164
Gambar 7.9 Basic Service Set
Masing-Masing klien wireless harus menggunakan access point untuk
berkomunikasi dengan klien wireless lainnya atau manapun host pada
jaringan itu.
BSS meliput singel cell, atau RF area, di sekitar access point dengan
data yang
bermacam-macam nilai zone ( lingkaran-lingkaran konsentris) tentang
kecepatan
data berbeda. yang diukur di dalam Mbps. Kecepatan data dalam
lingkaran-
lingkaran konsentris ini akan tergantung pada teknologi yang sedang
digunakan.
Jika BSS terdiri dari peralatan 802.1 Ib, kemudian lingkaran-lingkaran
konsentris
akan membuat kecepatan data 11, 5.5, 2, dan 1 Mbps. Suatu BSS
mempunyai satu
SSID unik.
7.10.2 Extended Service Set (ESS)
Extended Service Set (ESS) digambarkan sebagai dua atau lebih layanan
dasar
menetapkan hubungan oleh suatu sistem distribusi secara umum,
seperti
ditunjukkan dalam Gambar 7.10. System distribusi dapat
dimanapun Kabel,
Wireless, LAN, WAN, atau metoda konektivitas jaringan yang lain.
ESS harus
punya sedikitnya 2 access point yang beroperasi dalam model
infrastruktur. Sama
suatu BSS, semua paket di dalam ESS harus pergi melalui salah satu dari
access
point.
165
Gambar 7.10 Extended Service Set
Karakteristik yang lain dari ESS, sesuai standar 802.11, adalah bahwa
ESS
meliputi berbagai sel, mengijinkan-tetapi tidak memerlukan-
kemampuan
menjelajah dan tidak memerlukan SSID yang sama di dalam kedua
layanan dasar.
7.10.3 Independent Basic Service Set (IBSS).
Independent Basic Service Set juga dikenal sebagai suatu jaringan
ad hoc
Suatu IBSS tidak punya access point atau akses lain untuk suatu sistem
distribusi,
tetapi menutupi singel cell dan mempunyai satu SSID, seperti ditunjukkan
dalam
Gambar 7.11. Klien di dalam suatu IBSS mengubah tanggung jawab
pengiriman
beacon karena tidak ada access point untuk melaksanakan tugas ini .
Gam bar 7.11 Independent Basic Service Set
166
Dalam rangka memancarkan data yang ada di luar suatu IBSS, salah
satu
klien di dalam IBSS harus bertindak sebagai suatu pintu gerbang,
atau penerus,
menggunakan suatu perangkat lunak solusi untuk tujuan ini. Di dalam
suatu IBSS,
buatan klien mengarahkan koneksi untuk satu sama lain ketika
pemancaran data,
dan untuk alasan ini, suatu IBSS adalah sering dikenal sebagai suatu
jaringan peer-
to-peer.
Roaming adalah kemampuan atau proses dari suatu klien wireless
untuk
pindah secara tanpa kelim dari satu sel ( atau BSS) ke yang lain tanpa
jaringan
kehilangan connectivas. Access points menyampaikan klien mulai
dari satu ke
yang lain dengan cara yang adalah tak kelihatan kepada klien,
memastikan
hubungan tak putus-putus. Gambar 7.12 menggambarkan suatu
klien yang
menjelajahi dari satu BSS ke BSS lain.
Ketika area manapun di dalam bangunan adalah di dalam cakupan
resepsi
lebih dari satu access point pemenuhan sel tumpang-tindih. Overlap
coverage
areas adalah suatu atribut penting menyangkut susunan wireless LAN,
sebab itu
memungkinkan roaming tanpa kelim antar sel yang overlap.
Roaming
mengijinkan para pemakai mobile dengan pemancar portabel untuk
pindah dengan
bebas antara sel yang overlap,secara konstan memelihara koneksi
jaringan mereka.
Gambar 7.12 Roaming di ESS
167
Ketika roaming tanpa kelim, suatu sesi pekerjaan dapat dimaintain
saat
bergerak dari satu sel ke yang lain. Berbagai access point dapat
menyediakan
pemenuhan wireless roaming untuk suatu keseluruhan bangunan atau
kampus
Ketika coverage area dua atau lebih access point tumpang-tindih,
pemancar
di dalam area overlap dapat menetapkan kemungkinan terbaik
koneksi dengan
satu dari access point saat berlangsung secara terus-menerus mencari-
cari access
point yang terbaik. Dalam rangka memperkecil kerugian paket selama
peralihan,
yang yang "tua" dan " baru" access point-access point komunikasi
untuk
mengkoordinir proses roaming. Fungsi ini adalah serupa kepada suatu
handover
telepon selular , dengan dua perbedaan utama:
• Pada sistem suatu packet-based LAN , transisi dari sel ke sel
mungkin
dilakukan antar transmisi paket, sebagai lawan teleponi jika transisi boleh
terjadi selama suatu percakapan telepon.
• Pada suatu sistem suara, suatu pemutusan hubungan temporer tidak
boleh
mempengaruhi percakapan, saat di suatu lingkungan packet-based
itu
dengan mantap mengurangi performa dikarenakan lapisan atas
protokol
kemudian memancarkan kembali data itu.
7.11 Standar
Standar 802.11 tidak menggambarkan bagaimana roaming harus
dilakukan, tetapi
menggambarkan dasar membangun blok. Blok bangunan ini meliputi
aktif & pasif
scanning dan suatu proses reasosiasi. Proses asosiasi kembali terjadi
ketika pemancar
wireless menjelajahi dari access point satu ke yang lain, menjadi
terhubung dengan
access point yang baru.
Standard 802.11 mengijinkan suatu klien untuk menjelajahi antar
berbagai access
point-access point yang beroperasi pada saluran sama atau terpisah.
Sebagai contoh,
tiap-tiap 100 m, suatu access point mungkin memancarkan suatu
rambu isyarat yang
meliputi suatu perangko waktu untuk sinkronisasi klien, suatu lalu lintas
indikasi peta,
suatu indikasi dari tingkat tarip data didukung, dan parameter lain.
Roaming klien
menggunakan rambu untuk mengukur kekuatan koneksi yang ada
pada mereka ke
access point. Jika koneksi lemah, pemancar penjelajah dapat
mencoba untuk
berhubungan sendiri dengan suatu access point baru.
168
Untuk memenuhi kebutuhan komunikasi mobile radio, 802.11b
standar harus
untuk bersikap toleran terhadap koneksi yang sedang mati dan
berhubungan kembali.
Usaha standard untuk memastikan gangguan minimum ke
penyerahan data, dan
menyediakan beberapa macam untuk caching dan menyampaikan pesan
antar BSS.
Implementasi tertentu beberapa yang lebih tinggi lapisan protokol seperti
TCP/IP
mungkin lebih sedikit bersikap toleran. Sebagai contoh, di dalam suatu
jaringan di mana
DHCP digunakan untuk menugaskan IP alamat, suatu roaming node
boleh hilang
koneksi nya ketika pindah ke seberang batasan-batasan sel. Node
kemudian harus re-
establish koneksi ketika masuk BSS atau sel yang berikutnya. Solusi
perangkat lunak
tersedia untuk masalah masalah tertentu ini.
Salah satu solusi adalah mobile IP. Mobile IP adalah suatu Internet
Engineering
Task Force ( IETF) Request for Comment ( RFC) (# 2002) itu
didokumentasikan untuk
kepentingan menjelaskan bagaimana cara terbaik mempunyai para
pemakai korset
mobile menghubungkan kepada Internet saat bergerak antar poin-
poin koneksi. Ini
terpenuhi dengan menggunakan agen rumah dan agen asing. Dua
pekerjaan ini
bersama-sama untuk meyakinkan bahwa lalu lintas yang diperuntukkan
ke mobile node
menjangkau dimanapun juga dihubungkan. Suatu agen rumah atau
agen asing bisa
merupakan suatu komputer, suatu penerus, atau alat serupa lain
yang adalah mampu
untuk menjalankan mobile IP protokol. Ada beberapa surat protes
penegakan hukum di
(dalam) banyak solusi mobile IP yang harus dengan singkat ditujukan di
dalam teks ini
sedemikian hingga pemakai memahami apa yang harus dicari di
(dalam) suatu solusi
mobile IP.
IP Pertama, mobile tidak mengijinkan agen kemampuan dan alat
mobile pada
[atas] jaringan untuk_ berbagi informasi status tentang masing-masing
sesi yang suatu
alat mobile telah menetapkan. Alat-Alat ini bahwa aplikasi tidak bisa
tetap berlaku
selama periode ketika alat yang mobile tidak bisa dicapai. Ketika
alat yang mobile
menyertakan kembali kepada jaringan, mungkin ada suatu kebutuhan
untuk menyapu
bersih sesi aplikasi rusak, batang kayu di dalam lagi, re-
authenticate, start kembali
aplikasi, dan masuk kembalinya hilang data ( lagi suatu kerugian
produktivitas, belum
lagi suatu usabilas kegagalan). Ke dua, " ketekunan sesi" berarti
lebih dari
menyampaikan paket [bagi/kepada] suatu penempatan baru pemakai.
Jika kita tidak
mempunyai ketekunan sesi aplikasi dan pengangkutan, solusi
pecah;roboh. Mengapa?
Ketika suatu protokol pengangkutan tidak bisa komunikasi ke
panutan nya, dasar
169
protokol,sepertiTCP, berasumsi bahwa gangguan layanan adalah dalam
kaitan dengan
jaringan buntu. Ketika ini terjadi, protokol ini mengundurkan diri,
mengurangi capaian
dan secepatnya mengakhiri koneksi .Satu-Satunya cara untuk
memecahkan masalah ini
akan mempunyai node mobile menyebar dengan suatu perangkat
lunak solusi yang
berlaku atas nama alat yang mobile ketika itu tak dapat dicapai.
Batasan-batasan. Proses ini adalah tanpa kelim kepada lapisan 3.
Bagaimanapun,
jika suatu terowongan dibangun ke access point atau memusatkan VPN
server dan suatu
lapisan 3 batas silang, suatu mekanisme beberapa sesama harus
disediakan untuk
mempertahankan jalur hidup ketika batas silang.
Gambar 7.13 Roaming dengan VPN Tunnels
7.12 Layer 2 & 3 Boundaries
Suatu batasan teknologi yang ada adalah jaringan wired itu adalah sering
terbagi-
pagi untuk cara penanganannya. Perusahaan dengan berbagai bangunan,
seperti rumah
sakit atau bisnis besar, sering menerapkan suatu LAN pada setiap
bangunan dan
kemudian menghubungkan LAN ini dengan router atau switch-
routers. Lapisan 3
segmentasi mempunyai dua keuntungan utama. Pertama, berisi
siaran yang secara
efektif, dan detik/second itu mengijinkan akses mengendalikan antar
segmen pada
jaringan itu. Segmentasi jenis ini dapat juga dilaksanakan pada lapisan
2 penggunaan
VLAN pada tombol. VLAN yang sering dilihat floor-by-floor diterapkan
di dalam
multi-floor bangunan kantor atau untuk masing-masing bangunan yang
remote di dalam
suatu kampus untuk pertimbangan yang sama itu. Segmen pada
lapisan 2 di dalam
segmen performa ini jaringan dengan sepenuhnya seolah-olah berbagai
jaringan sedang
diterapkan. Ketika penggunaan router seperti figur dilihat di
gambar 7.14 , para
170
pemakai harus mempunyai suatu metoda penjelajahan(roaming) ke
seberang batasan-
batasan penerus tanpa kehilangan koneksi lapisan 3 mereka. Koneksi
Lapisan 2 masih
di-maintain oleh access point-access point, tetapi sejak IP subnet
telah berubah saat
penjelajahan, koneksi ke server, sebagai contoh, akan jadi rusak. Tanpa
subnet-roaming
kemampuan ( seperti dengan penggunaan suatu IP solusi mobile
atau menggunakan
DHCP), wireless LAN access point-access point harus semua
dihubungkan ke subnet
tunggal ( alias. " suatu jaringan flat/kempes"). Work-Around ini bisa
dilakukan putus
bicara fleksibilitas manajemen jaringan, tetapi pelanggan mungkin
berkeinginan
membuat biaya ini jika mereka merasa bahwa nilai dari sistem akhir
cukup tinggi.
Gambar 7.14 Roaming across Layer 3 boundaries
Banyak lingkungan jaringan (e.g., multi-building campus, multi-floored
high rises,
atau older atau historical building) tidak bisa mengambil solusi single
subnet sebagai
pilihan praktis. Arsitektur Kabel berselisih dengan teknologi LAN
wireless baru-baru
ini. Access point tidak bisa menyampaikan suatu sesi ketika suatu alat
remote pindah
melewati batasan router sebab persimpangan rute merubah alamat
IP klien. Sysytem
Wired tidak lagi mengetahui di mana untuk mengirimkan pesan itu.
Ketika suatu
pergerakan alat menyertakan kembali ke jaringan, semua aplikasi
hilang dan para
pemakai wajib login lagi, re-authenticate, menampung diri mereka di
dalam aplikasi,
dan membangun ulang data hilang. Jenis masalah yang sama
terjadi ketika
menggunakan VLAN. Tombol lihat para pemakai sebagai penjelajah
melewati batasan-
batasan VLAN.
171
Gambar 7.15 Roaming Across VLan
Suatu solusi hardware pada masalah ini akan menyebar semua access
point pada
Single VLAN yang menggunakan suatu flat subnet IP untuk semua
access point
sehingga tidak ada perubahan alamat IP untuk penjelajahan para
pemakai dan suatu
solusi mobile IP yang diperlukan. Para pemakai kemudian yang
ditetapkan sebagai
kelompok kembali ke jaringan menggunakan suatu firewall, suatu
router, suatu
gateway, dan lain lain. Solusi Ini sulit untuk menerapkan di dalam
banyak kejadian,
tetapi berlaku umum seperti " standard" metodologi. Ada banyak lagi
kejadian lainnya
di mana suatu perusahaan harus membatalkan penggunaan suatu
LAN wireless
semuanya sebab solusi seperti itu tidak praktis.
Sama dengan semua access point pada subnet tunggal, para mobile
user masih
menghadapi permasalahan pemenuhan. Jika seorang pemakai pindah
dari batasaa, ke
dalam suatu lubang pemenuhan, atau sederhananya memenjarakan
alat untuk
memperpanjang hidup baterei, semua aplikasi hilang dan para pemakai di
dalam situasi
ini lagi juga dipaksa untuk membukukan lagi dan menemukan jalan
kembali di mana
mereka berhenti.
Ada beberapa solusi layer 3 pada pasar mulai dari ini penulisan.
Satu solusi
seperti itu adalah suatu access point telah dibangun di dalam
server VPN dan
melaksanakan routing penuh, termasuk yang merouting protokol
seperti RIP. Solusi
yang lain diterapkan pada satu rangkaian server menggunakan
Mobile IP standard
(RFC 2002). Banyak dari solusi perangkat lunak diterapkan di alam
sedikitnya cara
yang sama.
172
7.13 Load Balancing
Area terlampau banyak dengan banyak para pemakai dan lalu lintas lebat
memuat
per unit memerlukan suatu struktur multi-cell. Di dalam suatu
struktur multi-cell,
beberapa access point " illuminate" area yang sama yang
menciptakan suatu area
pemenuhan umum, yang mana meningkatkan kumpulan throughput.
Stasiun di dalam
area pemenuhan yang umum yang secara otomatis berhubungan dengan
access point itu
adalah lebih sedikit terisi dan menyediakan mutu sinyal yang terbaik.
Seperti digambarkan di dalam Gambar 7.16 , stasiun yang sama
dibagi antara
access point dalam rangka sama-sama berbagi beban antara semua
access point.
Efisiensi dimaksimalkan
Gambar 7.16 Load Balancing
7.14 Fitur Manajemen Power
Klien wireless beroperasi di dalam salah satu dari dua gaya manajemen
power
yang ditetapkan oleh IEEE 802.11 standar. Mode manajemen power ini
adalah mode
aktif, dimana biasanya disebut called continuous aware mode (CAM) dan
power save,
yang mana biasanya disebut po\w save polling ( PSP) mode.
Memelihara power
menggunakan suatu mode power-saving terutama bagi para pemakai
mobil yang laptops
atau PDAS berjalan pada baterei. Memperpanjang hidup baterei ini
mengijinkan
pemakai untuk tetap bangun dan menjalankan lebih panjang tanpa
suatupengisian ulang.
Wireless LAN cards dapat menarik suatu jumlah penting power dari
baterei saat di
dalam CAM yang mana mengapa penyimpanan power fitur adalah
tercakup di standard
802.11 .
173
7.14.1 Continuous aware mode
Continuous aware mode menjadi pengaturan selama yang mana
klien
wireless menggunakan power penuh, tidak " tidur," dan secara konstan di
(dalam)
komunikasi reguler dengan access point. Suatu komputer yang tinggal
bertahan
diisi ke dalam suatu ARUS BOLAK-BALIK menggerakkan saluran [yang]
secara
terus-menerus seperti suatu server atau desktop harus di-set untuk
CAM. Di
bawah keadaan ini, tidak ada alasan untuk mempunyai PC Card
memelihara
power.
7.14.2 Power Save Polling
Penggunaan mode power save polling( PSP) mengijinkan suatu klien
wireless untuk " tidur." Dengan tidur, berarti bahwa klien yang benar-
benar mati
powernya untuk jumlah waktu sangat pendek, barangkali suatu
pecahan kecil
suatu detik. Tidur ini adalah cukup waktu untuk menyimpan suatu penting
jumlah
power pada klien wireless dalam putaran, power yang disimpan oleh
klien
wireless memungkinkan suatu laptop komputer pemakai, sebagai
contoh, untuk
bekerja untuk suatu periode waktu yang lebih panjang pada baterei,
membuat
pemakai lebih produktif. Ketika menggunakan PSP, klien wireless
bertindak
dengan cara yang berbeda di dalam ketetapan layanan dasar dan
ketetapan layanan
dasar mandiri. Satu persamaan di dalam perilaku dari suatu BSS ke
suatu IBSS
mengirimkan dan menerima rambu. Proses yang beroperasi selama mode
PSP, di
keduanya BSS dan IBSS, diuraikan di bawah. Ingatlah bahwa proses ini
terjadi
berulang kali per detik. Fakta itu mengijinkan wireless LAN anda
untuk
memelihara hubungannya, tetapi juga menyebabkan suatu jumlah
ongkos
exploitasi tambahan. Seorang administrator perlu mempertimbangkan
ongkos
exploitasi ini dalam perencanaan untuk kebutuhan dari para
pemakai wireless
LAN.
174
7.14.3 PSP in an Independent Basic Service Set
Power menyimpan proses komunikasi di dalam suatu IBSS adalah
sangat
berbeda dibanding ketika power menyimpan mode yang digunakan di
dalam suatu
BSS. Suatu IBSS tidak berisi suatu access point, maka tidak ada alat
ke paket
buffer. Oleh karena itu, tiap-tiap stasiun harus menunjukkan paket buffer
dirinya
sendiri kepada semua stasiun yang lain di dalam Jaringan Ad Hoc.
Stasiun
mengubah pengiriman beacon pada suatu jaringan IBSS dengan
menggunakan
metoda bervariasi, masing-masing tergantung pada pabrik.
Kapan stasiun menggunakan power saving mode, ada masa waktu
menghubungi] suatu jendela ATIM , selama masing-masing stasiun secara
penuh
terjaga dan siap untuk menerima frame data. Ad hoc traffic
indication
message(ATIM) adalah fram e unicast yang digunakan oleh stasiun
untuk
memberitahu stasiun lain yang ada datanya diperuntukkan kepada
stasion itu dan
stasion itu tinggal bertahan terjaga cukup panjang untuk menerima itu.
ATIM dan
beacon kedua-duanya dikirim sepanjang jendela ATIM. Proses yang
diikuti oleh
stasiun dalam rangka melewati lalu lintas adalah:
Stasiun disinkronkan melalui beacon sehingga bekerja sebelum
jendela
ATIM mulai.
Jendela ATIM mulai, stasiun mengirimkan beacon dan kemudian
stasiun
mengirimkan frame ATIM yang memberitahu stasiun yang tentang
lalu lintas
buffer. Stasiun yang menerima frame ATIM sepanjang jendela ATIM
menerima
frame data. Jika tidak ada frame ATIM, stasiun kembali untuk istirahat.
Jendela
ATIM menutup, dan stasiun mulai mentransmisikan frame data.
Setelah frame
data yang menerima, stasiun kembali untuk istirahat menunggu
jendela ATIM
yang berikutnya. Proses PSP Ini untuk suatu IBSS digambarkan di dalam
Gambar
7.17.
175
Gambar 7.17. PSP Mode in an IBSS
Sebagai administrator LAN wireless, kita harus mengetahui apa yang
mempengaruhi fitur manajemen power yang berakibat pada
performance, hidup
baterei, lalu lintas bradcast LAN, dan lain lain Di contohkan di atas,
efek bisa
menjadi penting
7.15 Kesimpulan
Ada beberapa langkah-langkah dasar yang terpenting dari desain dan
administrasi
wireless LAN. Dalam mengadministrasi wireless LAN, pemahaman dari
konsep-konsep
ini akan membantu dalam me manage jaringan Wireless LAN. Salah satu
diantaranya
adalah menempatkan perangkat Wireless LAN. Proses “mendengar”
antara perangkat
yang dipasang disebut juga dengan proses scanning. Scanning terjadi
sebelum proses
lainnya, dikarenakan scanning adalah bagaimana klien menemukan
network. Ada dua
tipe scanning : pasif scanning dan aktif scanning. Setelah proses
scanning maka
selanjutnya adalah proses autentifikasi dan penggabungan antara
perangkat tersebut.
Teknologi VPN menyediakan rata-rata untuk dengan aman
memancarkan data antar
network-devices (di) atas suatu data pinjaman mengangkut medium.
Biasanya
digunakan untuk menghubungkan remote jaringan atau komputer
bagi suatu server
perusahaan via Internet.
7.16 SOAL
1. Jelaskan secara singkat mengenai SSID (Service Set Identifier) dan
Beacons ?
2. Jelaskan secara singkat tentang Passive Scanning dan Active
Scanning ?
176
3. Sebutkan tiga status yang berbeda dalam proses asosiasi dan
pengesahan ?
4. Sebutkan dan jelaskan tiga cara konfigurasi wireless LAN ?
5. Sebutkan tiga tingkatan keamanan dalam teknologi VPN ?
177
Bab 8. Layer MAC dan Phisik
8.1 Sasaran
- Mengerti dan memahami konsep-konsep seputar penyusunan wireless
LAN berikut :
o Perbedaaan antara wireless LAN dan penyusunan Ethernet
o Protocol layer 3 yang didukung oleh wireless LAN
- Menentukan mode operasi yang terlibat pada pergerakan trafik
data melewati
wireless LAN
o Fungsi koordinasi terdistribusi (Distributed Coordination Function DCF)
o Fungsi koordinasi titik (Point Coordination Function PCF)
o CSMA/CA dibandingkan dengan CSMA/CD
o Pembagian ruang
o RTS/CTS
o Seleksi rata-rata dinamis
o Coding dan modulasi
Kami menyebutkan dibagian awal buku ini bagaimana kebanyakan
teknologi di
semua wireless LAN itu adalah sama, tetapi dari pendekatan pabrikan dan
penggunaan
ditunjukkan bahwa teknologi tersebut berbeda. Pada bab ini kita akan
mendiskusikan
beberapa dari karakteristik layer fisik dan MAC dari wireless LAN yang
sangat umum
dipakai pada semua produk wireless LAN, berkenaan dengan
pabrikan. Kita akan
menjelaskan perbedaan antara pembagian-pembagian Ethernet dan
wireless LAN dan
bagaimana wireless LAN menghindarkan tabrakan. Kita akan
melewati bagaimana
pemancar wireless LAN berkomunikasi dengan pemancar yang lain pada
keadaan yang
normal, kemudian bagaimana penanganan tabrakan terjadi pada wireless
LAN.
Hal ini sangat penting untuk anda sebagai administrator wireless
LAN untuk
mengetahui tingakatan ini secara detail yang pada keperluannya
mampu untuk
mengkonfgurasi secara benar dan mengatur sebuah access point,
sebaik sebagaimana
mendiagnosa dan menangani permasalahan yang sangat umum pada
wireless LAN.
178
8.2 Bagaimana wireless LAN berkomunikasi
Pada tujuannya, untuk mengerti bagaimana mengkonfigurasi dan
mengatur sebuah
wireless LAN, seorang administrator harus mengerti hal-hal yang
berkaitan dengan
komunikasi yang dikonfigurasi pada alat dan bagaimana melaksanakan
hal-hal tersebut.
Pada tujuannya untuk memperkirakan keluaran melewati wireless LAN,
salah satunya
harus mengerti dampak dari hal-hal ini dan penanganan tabrakan pada
system keluaran.
Pada bagian ini akan disampaikan sebuah dasar pengertian dari berbagai
macam hal-hal
yang bisa dikonfigurasi dan dampaknya pada kecepatan jaringan.
8.3 Perbandingan Frame Wireless LAN dengan Susunan
Ethernet
Sekali sebuah wireless client bergabung dalam sebuah jaringan,
client dan sisa
dari jaringan akan berkomunikasi dengan bergerak pada susunan melalui
jaringan, pada
hampir semua cara yang sama sebagimana jaringan IEEE 802 yang
lain. Untuk
menjernihkan kesalahpahaman yang umum, wireless LAN tidak
menggunakan susunan
Ethernet 802.3. syarat wireless Ethernet adalah bagaimana agak
terjadi kesalahan
penomeran. Susunan Wireless LAN mengandung lebih banyak
informasi dari pada
susunan pada Ethernet yang umum. Struktur yang serbenarnya dari
susunan wireless
LAN dibandingkan dengan susunan Ethernet adalah melewati bidang dari
ujian CWNA
sebaik pekerjaan seorang administrator wireless LAN.
Beberapa hal untuk kita sadari bahwa banyak sekali tipe dari susunan
IEEE 802,
tetapi hanya ada satu tipe untuk susunan wireless. Dengan susunan
Ethernet 802.3,
sekali dipilih oleh administrator jaringan, tipe susunan yang sama
dipakai untuk
mengirim semua data melewati kabel sebagaimana dengan wireless.
Susunan wireless
semuanya dikonfigurasi dengan format frame yang sama secara
keseluruhan. Ethernet
802.3 mempunyai ukuran susunan maksimum 1518 bytes sebelum
pembagian yang
diperlukan secara standar, tapi bisa naik menjadi 9000 bytes
(ditujukan sebagai
“susunan jumbo”). Susunan yang lebih besar dari 1518 bytes akan
dibagi untuk
memenuhi standar. Susunan wireless LAN mempunyai ukuran
maksimum susunan
sebesar 2346 bytes sebelum standar 802.11 membutuhkan pembagian.
Bagaimanapun,
susunan wireless dibagi secara umum pada 1518 byte dengan access
point sesuai pada
transfer data antara media Ethernet kabel (802.3) dan wireless (802.11).
Sebuah pokok persoalan yang sering didiskusikan adalah preamble
dan header
dari susunan wireless. Ada sedikit bagian dari informasi yang penting
untuk diketahui –
179
terutama jika anda akan melakukan analisa protocol wireless.
Preamble (sebuah
rangakaian 1 dan 0 yang digunakan untuk sinkronisasi pada awal
dari tiap susunan)
selalu dikirimkan pada kecepatan 1Mbps untuk menyediakan data rate
yang umum yang
semua penerima bisa mengartikan. Ada dua jenis panjang dari preamble
(yang biasa di
namakan PLCP preamble) – panjang (128 bits) dan pendek (56 bits).
Sangat penting
sekali untuk menandai pada setiap akhir dari hubungan wireless
menggunakan tipe
preamble yang sama. Standar 802.11b membutuhkan dukungan dari
preamble yang
panjang dan menyediakan pilihan untuk preamble yang pendek yang
pada tujuannya
untuk memperbaiki efisiensi jaringan ketika mengirimkan traffic tipe
yang khusus
misalkan VoIP. Setelah preamble dikirim, header (yang biasa dinamakan
PLCP header)
dikirim. Untuk preamble yang panjang, pramble dan header
keduanya dikirim pada
kecepatan 1 Mbps. Untuk preamble yang pendek, preamble dikirim
pada pada
kecepatan 1 Mbps dan header dikirim pada kecepatan 2 Mbps. Data
rate atau “DR”
menempati header menentukan rata-rata pada data yang akan
ditransmisikan. Setelah
mengirim header, pengirim kemudian akan mengganti data rate pada
dimanapun header
ditentukan. Dasar pemikiran yang sama dipergunakan pada mercu
suar, yang juga
mengirimkan pada kecepatan 1 Mbps untuk alasan yang sama.
Ada tiga kategori yang berbeda dari susunan yang dihasilkan antara
batas-batas
dari format frame ini secara keseluruhan. Tiga kategori susunan ini dan
tipe dari setiap
kategori adalah :
- Management Frame
o Association request frame
o Association response frame
o Reassociation request frame
o Reassociation response frame
o Probe request frame
o Probe response frame
o Beacon frame
o ATIM frame
o Disassociation frame
o Authentication frame
o Deauthentication frame
180
- Control Frame
o Request to send (RTS)
o Clear to send (CTS)
o Acknowledgement (ACK)
o Power-Save Poll
o Contention-Free End (CF End)
o CF End + CF Ack
- Data Frame
Tipe tertentu dari susunan (yang disebutkan diatas) menggunakan bidang
tertentu
antara tipe susunan keseluruhan dari susunan wireless. Apa yang
administrator wireless
LAN perlu ketahui adalah bahwa wireless LAN mendukung secara
praktis semua
protocol-protokol layer 3-7 – IP, IPX, NetBEUI, AppleTalk, RIP, DNS,
FTP, etc.
perbedaan utama dari susunan Ethernet 802.3 diimplementasikan
pada Media Access
Control (MAC) sub layer dari Layer Data Link dan semua layer fisik.
Protocol-protokol
layer atas secara mudah betul-betul dipertimbangkan alat-alat yang
penting oleh layer 2
susunan wireless.
8.4 Penanganan Tabrakan (Collision Handling)
Sejak frekwensi radio dipakai sebagai sebuah medium yang di pakai
secara
umum., wireless LAN harus berhubungan dengan kemungkinan tabrakan
mirip dengan
wired Lan traditional juga. Perbedaannya adalah bahwa, pada wireless
LAN, tidak ada
hal yang menunjukkan melalui pemancar pengiriman mana yang
ditentukan bahwa
sebenarnya terjadi tabrakan. Hal ini sangat tidak mungkin untuk
mendeteksi sebuah
tabrakan pada sebuah wireless LAN. Untuk alasan ini, wireless Lan,
memakai protokol
Carrier Sense Multiple Access / Collision Avoidance , yang juga
dikenal sebagi
CSMA/CA. CSMA/CA adalah sesuatu yang mempunyai kemiripan
dengan protocol
CSMA/CD, yang sangat terkenal pada jaringan Ethernet.
Perbedaan yang besar antara CSMA/CA dan CSMA/CD adalah bahwa
CSMA/CA
menghindari tabrakan dan menggunakan acknowledgements (ACKs)
dari pada
mengambil keputusan untuk menggunakan medium ketika tabrakan
terjadi. Penggunaan
acknowledgement, atau ACKs, bekerja dengan cara yang sederhana.
Ketika sebuah
181
pemancar wireless mengirim sebuah paket, pemancar penerima
mengirimkan kembali
sebuah ACK sekali yang biasanya pemancar menerima paket. Jika
pemancar pengirim
tidak menerima sebuah ACK, pemancar pengirim menganggap bahwa
terjadi tabrakan
dan mengirimkan data kembali.
CSMA/CA, menambahkan sejumlah besar data control yang dipakai di
wireless
Lan, menyebabkan kelebihan yang menggunakan kira-kira 50%
bandwidth yang ada
pada wireless LAN. Kelebihan ini, ditambah dengan penambahan
kelebihan dari
protocol seperti RTS/CTS yang mempertinggi penghindaran tabrakan,
bertanggung
jawab untuk keluaran yang sebenarnya dari kira-kira 5.0-5.5 Mbps
pada sebuah tipe
wireless LAN 802.11b yang dirata-rata pada 11 Mbps. CSMA/CD juga
menghasilkan
kelebihan, tapi hanya sekitar 30% pada sebuah penggunaan jaringan
rata-rata. Ketika
sebuah jaringan Ethernet menjadi padat, CSMA/CD bisa
menyebabkan kelebihan
sampai 70%, ketika kepadatan sebuah jaringan wireless menunjukkan
beberapa angka
keluaran sekitar 50%-55%.
Protocol CSMA/CA menghindari kemungkinan dari tabrakan diantara
pemancar
yang dibagi pada medium dengan menggunakan sebuah waktu kembali
acak (random
back of time) jika fisik pemancar atau pengertian logika mekanik
menunjukkan sebuah
medium yang sibuk. Periode waktu secara cepat mengikuti medium yang
sibuk adalah
ketika kemungkinan yang tinggi dari tabrakan terjadi, terutama pada
pamakaian yang
tinggi. Pada saat ini, banyak pemancar menunggu medium pada
saat idle dan akan
berusaha memancarkan kembali pada saat yang sama. Sekali jika
medium mengalami
idle, sebuah waktu kembali acak menunda sebuah pemancar untuk
mengirimkan sebuah
susunan (frame), memperkecil kemungkinan bahwa pemancar akan
bertabrakan.
8.5 Fragmentation
Pembagian paket-paket menjadi bagian yang lebih pendek
menambah batasan
protocol dan mengurangi effisiensi protocol (menurunkan keluaran
jaringan) ketika
tidak ada error yang diamati, tetapi mengurangi waktu yang terbuang
pada pengiriman
kembali jika error terjadi. Paket-paket yang besar mempunyai
kemungkinan yang besar
untuk tabrakan pada jaringan; oleh karena itu, sebuah metode untuk
mengubah ukuran
potongan paket sangat diperlukan. Standar IEEE 802.11 menyediakan
dukungan untuk
memecah-mecah.
182
Dengan mengurangi panjang dari setiap paket, kemungkinan
gangguan selama
pengiriman paket bisa dikurang, sebagaimana diilustrasikan pada figure
8.1. ada timbal
balik yang harus dibuat antara rata-rata error paket yang rendah yang
dicapai dengan
menggunakan paket-paket pendek, dan peningkatan kelebihan dari
susunan yang lebih
Pada jaringan karena pemotongan. Setiap potong membutuhkan
header-header dan
ACK sendiri, jadi pendekatan dari pemotongan tingkatan juga
merupakan sebuah
pendekatan dari sejumlah kelebihan dengan paket yang diasosiasikan
dengan setiap
paket yang dikirimkan.
Pemancar tidak pernah memecah-mecah pancaran yang berulang dan
menyiarkan
susunan-susunan, tetapi hanya satu kesatuan pancaran dengan
tujuan untuk
memperkenalkan kelebihan yang tidak diperlukan pada jaringan.
Menemukan
pengaturan pemotongan untuk memaksimalkan keluaran pada
jaringan pada sebuah
jaringan 802.11 adalah sebuah bagian yang penting dari pengaturan
sebuah wireless
LAN. Tetap pada pikiran bahwa sebuah susunan 1518 byte adalah
susunan terbesar
yang bisa melintasi bagian wireless LAN tanpa melalui pemotongan.
Gambar 8.1 Fragmentation
Salah satu cara untuk menggunakan pemotongan untuk memperbaiki
keluaran
jaringan pada beberapa waktu dari error-error paket yang berat adalah
untuk mengawasi
rata-rata error paket pada jarigan dan mengatur tingkatan
pemotongan secara manual.
Sebagaima sebuah latihan yang direkomendasikan, anda harus
mengawasi jaringan
pada keluaran setiap waktu pada suatu hari untuk melihat apa
akibat dari dampak
183
pengaturan pemotongan yang akan dilakukan pada beberapa waktu.
Metode yang lain
untuk pengaturan adalah untuk menkonfigurasi permulaan pemotongan.
Jika jaringan anda adalah terbiasa dengan sebuah rata-rata error paket
yang tinggi
(paket-peket cacat), naikkan permulaan pemotongan pada pemancar
client dan atau
access point (tergantunga pada unit-unit mana pengaturan yang dipakai
pada peralatan
anda yang khusus). Dimulai dengan nilai maksimum dan berangsur-
angsur menurunkan
ukuran permulaan pemotongan sampai sebuah perbaikan muncul.
Jika pemotongan
digunakan, jaringan akan terbiasa dengan perubahan kecepatan karena
mendatangkan
kelebihan dengan pemotongan. Suatu waktu perubahan ini dapat diterima
dengan tujuan
untuk melawan keluaran tertinggi karena sebuah penurunan pada error-
error paket dan
pengurutan pada mengiriman sinyal kembali.
8.6 Dynamic Rate Shifting / DRS
Seleksi rata-rata yang dapat berubah (Adaptive <atau otomatis> Rate
Selection /
ARS) dan pengangkatan rata-rata secara dinamis (Dynamic Rate Shifting /
DRS) kedua-
duanya adalah syarat yang digunakan untuk menggambarkan metode
dari pengaturan
kecepatan secara dinamis pada client-client wireless LAN. Pengaturan
kecepatan ini
terjadi sebagaimana jarak antara client dan access point meningkat
atau sebagai
peningkatan ganguan. Hal ini sangat penting sekali bagi administrator
jairngan untuk
mengerti bagaimana fungsi ini bekerja dengan tujuan untuk
merencanakan keluaran
jaringan, ukuran bagian terkecil, keluaran-keluaran tenaga dari
access point dan
pemancar, serta keamanan.
Pancaran system spectrum yang moderen didesain untuk membuat
lompatan-
lompatan yang berlainan yang hanya untuk menentukan rata-rata
data, yang semisal
1,2,5.5, dan 11 Mbps. Sebagaimana jarak meningkat antara access
point dan sebuah
pemancar, panjang sinyal akan menurun pada suatu titik ketika rata-rata
data sekarang
tidak bisa diatur. Ketika penurunan kekuatan sinyal terjadi, unit
pengiriman akan
menjatuhkan rata-rata data pada rata-rata data berikutnya yang
ditentukan secara
rendah, katakan saja dari 11 Mbps menjadi 5.5 Mbps atau dari 2 Mbps
menjadi 1 Mbps.
gambar 8.2 mengilistrasikan bahwa, sebagaimana jarak dari access
point meningkat
rata-rata data akan menurun.
184
Gambar 8.2 Dynamic Rate Shifting
Sebuah system wireless LAN tidak akan pernah menjatuhkan
kecepatan dari 11
Mbps menjadi 10 Mbps, sebagai contoh, sejak 10 Mbps adalah
bukan rata-rata data
yang ditentukan. Metode dari pembuatan lompatan-lompatan yang
berbeda tersebut
biasanya dinamakan ARS atau DRS, tergantung dari pabrikannya.
FHSS dan DSSS
keduanya menggunakan DRS, dan IEEE 802.11, IEEE 802.11b, HomeRF
dan standar
OpenAir menggunakan metode tersebut.
8.7 Distributed Coordination Function / DCF
Fungsi koordinasi terdistribusi (DCF) adalah sebuah metode akses
yang
ditentukan pada standar 802.11 yang membolehkan semua
pemancar pada sebuah
wireless LAN untuk menghadapi akses pada media transmisi yang
dibagikan (RF)
menggunakan protocol CSMA/CA. Pada hal ini, media transmisi adalah
sebuah bagian
dari berkas frekwensi radio yang digunakan wireless LAN untuk
mengirim data.
Bagian-bagian pembetulan dasar (Basic Service Sets / BSS), bagian-
bagian pembetulan
yang luas (Extended Service Sets / ESS), dan bagian-bagian
pembetulan dasar yang
berdiri sendiri (Independent Basic Service Sets / IBSS) semunya bisa
menggunakan
mode DCF. Access point pada bagian-bagian pembetulan ini
bertindak dengan cara
yang sama sebagaimana dasar IEEE 802.3 kabel yang terhubung
untuk mengirimkan
datanya, dan DCF adalah mode dimana access point mengirimkan
datanya.
185
8.8 Point Coordination Function
Fungsi koordinasi titik (Point Coordination Function / PCF) adalah sebuah
mode
pengiriman yang menyediakan pengiriman susunan bebas isi
(contention-free) . pada
sebuah wireless LAN dengan menggunakan mekanisme polling. PCF
mempunyai
keuntungan dari memberikan jaminan untuk mengetahui sejumlah hal
yang tersembunyi
jadi bahwa aplikasi-aplikasi membutuhkan QoS (suara atau gambar untuk
contoh) yang
bisa digunakan. Ketika menggunakan PCF, access point pada sebuah
wireless LAN
membentuk polling. Karena alasan ini, sebuah ad hoc jaringan tidak bisa
memakai PCF,
karena sebuah ad hoc jaringan tidak mempunyai access point untuk
melakukan polling.
8.8.1 Proses PCF
Pertama kali, sebuah pemancar wireless harus memberitahukan access
point
bahwa pemancar mampu untuk menjawab mengambil pertanyaan,
kemudian
access point menanyakan, atau mengambil pertanyaan, setiap
pemancar wireless
untuk melihat apakah pemancar perlu untuk mengirimkan sebuah
susunan data
melalui jaringan. PCF, melalui polling, menghasilkan sejumlah penting
kelebihan
pada sebuah wireless LAN.
Ketika menggunakan PCF, hanya satu access point yang harus menyala
pada
setiap saluran non-overlaping untuk menghindari kecepatan degradasi
karena
gangguan [Link] bisa digunakan tanpa PCF, tapi PCF tidak
bisa
digunakan tanpa DCF. Kita akan menjelaskan bagaimana dua mode co-
exist ini
sebagaimana kita mendiskusikan penempatan susunan. DCF adalah
mudah
berubah karena desainnya yang contention-based, begitu juga PCF,
dengan desain,
membatasi penggunaan secara bebas pada jaringan wireless dengan
menambahkan
penambahan kelebihan dari susunan-susunan poling.
8.9 Interframe Spacing
Penempatan dalam susunan tidak kedengaran seperti sesuatu yang
bagi seorang
administrator perlu ketahui. Bagaimanapun, jika anda tidak mengerti
tipe dari
penempatan dalam susunan, secara efektif anda tidak akan bisa
memahami RTS/CTS,
yang sangat membantu anda untuk mengatasi permasalahan, atau DCF
dan PCF, yang
secara manual terkonfigrasi pada access point. Fungsi-fungsi ini keduanya
terintegrasi
186
pada proses komunikasi terus-menerus pada sebuah wireless LAN.
Pertama, kita akan
mendefinisikan setiap tipe dari susuna-susunan dalam ruang (InterFrame
Space / IFS),
dan kemudian kita akan menjelaskan bagaimana setiap tipe bekerja pada
wireless LAN.
Sebagaimana kita sudah kita pelajari ketika kita membahas tentang
beacons,
semua pemancar pada sebuah wireless LAN adalah sinkronisasi
waktu (time-
sincronized). Semua pemancar pada sebuah wireless LAN sangat
efektif “menandai”
waktu pada sinkronisasi satu dengan yang lain. Penyususan adalah
syarat kita
menggunakan untuk menunjukkan stadarisasi ruang waktu yang
digunakan pada semua
wireless LAN 802.11.
8.9.1 Tiga Tipe Dari Spacing
Diantaranya ada tiga interval penempatan utama (penempatan
penyusunan):
SIFS, DIFS, and PIFS. Setip tipe penyusunan tersebut digunakan oleh
wireless
LAN yang juga untuk mengirimkan tipe pesan tertentu melewati
jaringan atan
untuk mengatur interval selama pemancar mana yang dihadapi
untuk media
pengiriman. tabel 8.1 mengilustrasikan waktu yang sebenarnya
dimana tempat
penyusunan diambil untuk tiap tipe dari teknologi 802.11.
Tabel 8.1 . Interframe Spacing
IFS DSSS FHSS Diffused Infrared
SIFS 10 uS 28 uS 7 uS
PIFS 30 uS 78 uS 15 uS
DIFS 50 uS 128 uS 23 uS
Penempatan penyusunan diuukur pada microsecond dan digunakan
untuk
menunda sebuah akses pemancar ke media dan untuk menyediakan
tingkatan
prioritas yang bermacam-macam. Pada sebuah jaringan wireless,
semuanya
disinkronisasi dan semua pemancar dan access point menggunakan
setandar
sejumlah waktu (ruang) untuk membentuk bermacam-macam tugas.
Setiap titik
mengetahui penempatan ini dan menggunakannya secara tepat.
Sebuah bagian
ruang standar ditentukan untuk DSSS, FHSS, dan Infrared yang
sebagaimana anda
lihat pada tabel 8.1 . dengan menggunakan ruang ini, setiap titik
mengetahui dan
ketika hal ini harus membentuk sebuah aksi tertentu pada sebuah
jaringan.
187
[Link].[Link] [Link] Sort Interframe Space (SIFS)
SIFS adalah ruang antar susunan terpendek yang ditentukan. SIFS adalah
ruang waktu sebelum dan sesudah dimana tipe-tipe pesan-pesan
berikut
dikirim. Dibawah ini adalah sebuah daftar yang tidak lengkap.
• RTS – Request-to-Send Frame, digunakan untuk menyediakan media
oleh pemancar.
• CTS – Clear-to-Send Frame, digunakan sebagai sebuah
tanggapan
oleh access point pada susunan RTS yang dihasilkan oleh sebuah
pemancar dengan tujuan untuk meyakinkan semua pemancar sudah
menghentikan pancaran.
• ACK – Acknowledgement Frame digunakan untuk memberitahukan
pengiriman pemancar-pemancar yang datanya datang pada format
yang mudah di baca pada pemancar penerima
SIFS menyediakan prioritas tingkatan tertinggi pada sebuah wireless
LAN. Alasan untuk SIFS menggunakan prioritas tertinggi adalah
bahwa
pemancar-pemancar secara konstan mendengarkan media (indra
pembawa /
carrier sense) menunggu sebuah media yang kosong. Sekali media
telah
kosong, setiap pemancar harus menunggu sejumlah waktu yang
diberikan
sebelum melakukan proses dengan sebuah pengiriman. Lama waktu
dari
pemancar yang harus menunggu ditentukan oleh fungsi yang diperlukan
oleh
pemancar untuk membentuknya. Setiap fungsi pada sebuah jaringan
wireless
jatuh pada kategori sebuah penempatan. Tugas yang merupakan
prioritas
tertinggi jatuh pada kategori SIFS. Jika sebuah pemancar hanya
harus
menunggu sebuah periode waktu yang pendek setelah media sudah
kosong
untuk melakukan transmisinya, hal tersebut akan mempunyai
prioritas
melampaui pemancar untuk menuggu pada periode waktu yang
lama. SIFS
digunakan untuk fungsi yang membutuhkan periode waktu yang
sangat
pendek, serta belum memerlukan prioritas yang tinggi dengan tujuan
untuk
menyelesaikan sasaran.
188
[Link].[Link] [Link] Point Coordination Function Interframe
Space (PIFS)
Sebuah PIFS ruang antar susunan bukan merupakan jalur terpendek
maupun jalur terpanjang ruang antar susunan yang ditentukan, jadi
hal ini
mendapatkan prioritas yand lebih dari pada DIFS dan kurang dari
SIFS.
Access point menggunakan sebuah ruang antar susunan PIFS hanya
ketika
jaringan pada mode fungsi koordinasi titik, yang secara manual
dikonfigurasi
oleh administrator. PIFS mempunyai durasi yang lebih pendek dari pada
DIFS
(lihat tabel 8.1. ), jadi access point hanya akan mencari kendali
dari media
sebelum pemancar-pemancar yang lain berhadapan pada mode
fungsi
koordinasi terdistribusi (DCF). PCF hanya bekerja dengan DCF, tidak
sebagai
mode operasional yang berdiri sendiri maka, sekali access point telah
selesai
melakukan polling, pemancar-pemacar yang lain akan melanjutkan
untuk
menghadapi madia pengiriman dengan menggunakan mode DCF.
[Link].[Link] [Link] Distributed Coordination Function
Interframe Space (DIFS)
DIFS adalah ruang antar susunan yang paling panjang yang
ditentukan
dan digunakan secara default pada semua 802.11-pamancar-
pemancar yang
menggunakan fungsi koordinasi terdistribusi. Setiap pamancar pada
jaringan
yang menggunakan mode DCF dibutuhkan untuk menunggu sampai
DIFS
sudah habis masa waktunya sebelum semua pemancar berhadapan
pada
jaringan. Semua pemancar berpoerasi menurut DCF yang menggunakan
DIFS
untuk mengirimkan susunan datanya dan mengatur susunan-susunan.
Ruangang ini membuat pengiriman susunan ini mempunyai prioritas
yang
rendah dari pada pengiriman-pengiriman yang berdasarkan PCF.
Meskipun
semua pemancar menggap media tersebut bersih dan berubah-ubah
memulai
mengirimkan secara terus-menerus setelah DIFS (yang dapat
menyebabkan
tabrakan), setiap pemancar menggunakan sebuah algoritma memutar
kembali
secara acak untuk menentukan berapa lama waktu untuk menunggu
sebelum
mengirimkan data tersebut.
Periode waktu yang secara langsung mengikuti DIFS ditunjukkan
sebagai periode perkiraan (contention period / CP). Semua pemancar
pada
mode DCF menggunakan algoritma memutar kembali secara acak
selama
periode perkiraan. Selama proses pemutaran kembali secara acak,
sebuah
pemancar memilih sebuh angka acak dan mengalikannya dengan lubang
waktu
189
untuk mendapatkan panjang dari waktu tunggu. Pemancar-pemancar
menghitung lubang waktu ini satu-persatu, membantuk sebuah
penilaian
saluran yang bersih clear channe assessment (CCA) setelah setiap
lubang
waktu untuk melihat apakah medianya sedang sibuk. Kapanpun
waktu
memutar kembali pada pemancar telah berakhir telebih dahulu,
pemancar
tersebut mengerjakan sebuah CCA, dan menyediakan media yang kosong,
dan
kemudian memulai pengiriman.
Sekali pemancar yang pertama telah memulai pengiriman semua
pemancar-pemancar memperkirakan bahwa media tersebut sedang sibuk,
dan
mengingat sejumlah sisa waktu mundur acaknya dari CP yang
sebelumnya.
Beberapa sisa waktu ini digunakan pada penggantian pengambilan nomer
acak
yang lain selama CP yang berikutnya. Proses ini menjamin akses
yang baik
pada media diantara semua pemancar.
Sekali periode mundur secara acak berakhir, pemancar pengirim
mengirimkan datanya dan menerima kembali ACK dari pemancar
penerima.
Semua proses ini kemudian akan berulang-ulang. Karena dengan alasan
bahwa
kebanyakan pemancar-pemancar akan memilih nomer-nomer acak
yang
berbeda, menghilangkan tabrakan-tabrakan. Bagaimanapun, hal ini
sangat
penting untuk diingat bahwa tabrakan-tabrakan sering terjadi pada
wireless
Lan, tapi hal tersebut tidak bisa dideteksi secara langsung. Tabrakan
bisa
dianggap bahwa ack tidak diterima kembali dari pemancar tujuan.
8.9.2 Lubang Waktu
Sebuah lubang waktu, dimana yang diprogram sebelumnya pada radio
pada
mode yang sama sebagai SIFS, PIFS, dan susunan waktu DIFS, adalah
standar
periode waktu pada sebuah jaringan wireless. Lobang waktu
digunakan pada
metode yang sama sebagai waktu kedua yang digunakan. Sebuah
node wireless
menandai lubang waktu seperti sebuah detik-detik tanda waktu. Lubang
waktu ini
ditentukan oleh teknologi wireless LAN yang digunakan.
• Celah waktu FHSS = 50µS
• Celah waktu DSSS = 20µS
• Celah waktu Infrared = 8µS
190
Dengan catatan sebagai berikut
PIFS = SIFS + 1 lubang waktu
DIFS = PIFS + 1 lubang waktu
Dengan catatan yang lain juga bahwa FHSS telah tercatat sebagai
lubang
waktu yang lama, waktu DIFS, waktu PIFS dari pada DSSS. Waktu
lama ini
termasuk pada FHSS yang berlebih, yang menurunkan keluaran.
8.9.3 Proses Komunikasi
Setelah anda paham dengan proses PIFS yang dijelaskan diatas, hal
tersebut
sebagai pemikiran bahwa access point akan selalu mengatur media,
sejak access
point tidak harus menunggu DIFS, tetapi dilakukan oleh pemancar. Hal
ini akan
menjadi benar, kecuali dari keberadaan apa yang dsebut dengan sebuah
susunan
super, sebuah susunan super adalah sebuah periode waktu, dan hal
tersebut
mengandung tiga bagian :
1. Beacon
2. Contention Free Period (CFP)
3. Contention Period
Sebuah diagram dari susuan super (superframe) ditunjukkan pada
Gambar
8.3 . tujuan dari superframe adalah untuk memberikan ketenangan,
co-existence
yang baik antara client-client mode PCF dan DCF pada jaringan,
memberikan
QoS pada beberapa, tetapi tidak pada yang lain.
Gambar 8.3 Superframe
191
Dan juga, perlu diingant bahwa PIFS, dan karena superframe, hanya
terjadi
ketika
1. Jaringan pada mode fungsi koordinasi titik
2. Access point telah dikonfigurasi untuk melakukan polling
3. Client-client wireless telah dikonfigurasi untuk memberitahukan
pada
access point bahwa mereka telah siap dipolling.
Karena itu, jika kita mengawali dari sebuah titik awal hipotetik pada
sebuah
jaringan yang mempunyai access point yang telah dikonfigurasi pada
mode PCF,
dan beberapa client-client dikonfigurasi untuk polling, prosesnya
ditunjukkan
sebagai berikut.
1. access point memancarkan sebuah beacon.
2. selama dengan anggapan pada periode yang bebes, access point
mempolling pemancar-pemancar untuk melihat apakah ada pemancar
yang perlu untuk mengirim data.
3. jika pemancar perlu untuk mengirimkan data, maka akan
mengirimkan
satu susunan pada access point yang pada tanggapannya untuk
polling
access point.
4. jika sebuah pemancar tidak merasa perlu untuk mengirimkan data,
maka
akan kembali pada sebuah susunan yang null pada access point
yang
pada tanggapannya untuk polling access point.
5. polling akan berlanjut melalui anggapan periode yang bebas.
6. sekali periode yang bebas dinyatakan berakhir dan awal periode
dinyatakan, access point tidak bisa melakukan poll pada pemancar.
Selama periode yang dinyatakan, pemancar menggunakan mode DCF
untuk menghadapi media dan access point yang menggunakan
mode
DCF.
7. superframe berakhir dengan seketika pada CP, dan superframe yang
baru
akan berawal dengan CFP berikutnya.
Berpikir pada CFP seperti menggunakan sebuah “kebijakan akses
yang
diatur” dan CP seperti menggunakan sebuah “kebijakan akses secara
acak”.
Selama CFP, access point adalah pengaturan yang lengkanp dari
semua fungsi-
192
fungsi pada jaringan wireless, dimana selama CP, pemancar-
pemancar
memperkirakan dan mengacak pengaturan tambahan melalui media.
Access point
menggunakan PIFS, yang lebih pendek dari pada DIFS, dengan
tujuan untuk
menangkap media sebelum ada client yang menggunakan mode DCF
melakukannya. Sejak access point menangkap media dan mulai
melakukan
pengiriman polling selama CFP, client-client DCF merasakan media
yang sibuk
dan menunggu untuk mengirim. Setelah CFP dan CP berlangsung, selama
dimana
semua pamancar-pemancar menggunakan mode DCF bisa menghadapi
media dan
access point beralih pada mode DCF.
Gambar 8.4 mengilustrasikan sebuah waktu tempuh yang pendek
untuk
sebuah wireless LAN menggunakan mode DCF dan PCF.
Gambar 8.4 Waktu tempuh mode DCF/PCF
Prosesnya sederhana ketika sebuah wireless LAN hanya pada mode
DCF,
karena tidak ada polling dan, karena itu, tidak ada superframe.
Proses ini
ditunjukkan sebagai berikut :
1. pemancar menunggu DIFS sampai batas waktu
2. selama CP, yang secara cepat mengikuti DIFS, pemancar-
pemancar
memperkirakan waktu kembali acaknya berdasar pada sebuah angka
yang acak dikalikan dengan lubang waktu.
3. pemancar-pemancar menandai waktu acaknya dengan setiap
melewati
lubang waktu, mengecek media (CCA) pada akhir setiap lubang waktu.
193
Pemancar akan dengan waktu terpendek akan dapat menguasai
media
terlebih dahulu.
4. sebuah pemancar mengirimkan datanya.
5. pemancar penerima menerima data dan mengunggu sebuah SIFS
sebelum
mengembalikan sebuah ACK kembali ke pemancar yang mengirimkan
datanya.
6. pemancar pengirim menerima ACK dan proses dimulai dari awal
dengan
sebuah DIFS yang baru.
Gambar 8.5 mengilustrasikan sebuah garis waktu untuk sebuah
wireless
LAN mode DCF. Tatap dalam pikiran bahwa garis waktu ini adalah
sepanjang
beberapa milidetik. Dan proses keseluruhannya terjadi berkali-kali setiap
detik.
Gambar 8.5 Garis waktu DCF
8.10 Request to Send/ Clear to Send (RTS/CTS)
Ada 2 jenis mekanisme pembawa yang digunakan dalam jaringan
wireless. Yang
pertama adalah physical carrier sense . Fungsi dari physical carrier
sense adalah
mengecek kekuatan sinyal, disebut Received Sinyal Strength Indicator
(RSSI), pada RF
pembawa sinyal untuk melihat apakah ada sesuatu yang sedang
dipancarkan. Yang
kedua adalah, virtual carrier sense. Virtual carrier sense bekerja dengan
menggunakan
bagian yang disebut Network Allocator Vector (NAV), yang berperan
seperti waktu
pada station. Jika station akan mem-broadcast tujuannya untuk
menggunakan jaringan,
station akan mengirim frame ke station tujuan, yang akan mengeset
bagian NAV pada
semua station memeriksa frame dalam bentuk kebutuhan waktu
untuk melengkapi
transmisinya, juga mengembalikan frame ACK. Pada yang demikian,
station manapun
dapat menyediakan penggunaan jaringan untuk waktu tertentu.
Virtual carrier sense
diimplementasikan dengan protokol RTS/CTS.
Protokol RTS/CTS adalah perluasan dari protokol CSMA/CA. sebagai
administrator wireless LAN, kita dapat memanfaatkan penggunaan
protokol untuk
194
menyelesaikan masalah seperti Hidden Node (dibahas pada bab 9,
Troubleshooting).
Menggunakan RTS/CTS mengijinkan station untuk mem-broadcast
tujuannya untuk
mengirim data melalui jaringan.
Seperti yang bisa dibayangkan berdasar deskrips diatas, RTS/CTS
akan
menyebabkan masalah khusus jaringan. Untuk alasan ini, RTS/CTS
dimatikan secara
default pada wireles LAN. Jika kita telah berpengalaman dengan
sekumpulan
collision/tabrakan yang tidak biasa pada wireless LAN kita
(ditunjukkan dengan
semakin lambat dan sedikitnya througput) menggunakan RTS/CTS dapat
meningkatkan
aliran lalu lintas pada jaringan dengan mengurangi jumlah
coallision/tabrakan.
Menggunakan RTS/CTS tidak seharusnya digunakan sembarangan.
RTS/CTS harus
dikonfigurasi setelah mempelajari benar-benar collision pada jaringan,
throughput,
kelambatan, dll
.
Beberapa perusahaan tidak mengijinkan administrator untuk
mengubah setting
station RTS/CTS (dan setting-setting lainnya), kecuali mereka
memperoleh password
khusus dari perusahaan. Secara default, administrator tidak diijinkan
mengakses fitur
pada software station driver. Normalnya, tidak akan mudah
mendapatkan password
tersebut. Perusahaan biasanya akan memberikan seminar mengenai
produk mereka pada
administarator selama 1-2 hari sebelum mereka mengijinkan
administrator untuk
mengisi paperwork untuk memperoleh password yang dibutuhkan.
Proses hansdshake mempunyai 4 cara handshake menggunakan
RTS/CTS.
Pendeknya, station transmisi mem-broadcast RTS, diikuti dengan reply
CTS dari station
penerima, keduanya bersama-sama menuju akses point. Selanjutnya,
station transmisi
mengirim data sisanya melalui akses point menuju station penerima,
yang secara
langsung dijawab dengan frame acknowledgment, atau ACK. Proses
ini digunakan
untuk tiap frame yang dikirim melalui jaringan wireless.
8.10.1 Konfigurasi RTS/CTS
Ada 3 setting yang utama pada access point dan node untuk RTS/CTS :
• Off (mati)
• On (nyala)
195
• On with threshold (nyala dengan threshold)
Ketika RTS/CTS dinyalakan (on), tiap paket yang berjalan dalam
jaringan
wireless diadakan dan dibersihkan antara node utama pentransmisi dan
penerima untuk
melakukan transmisi, membentuk kumpulan yang berlebih dan
menghasilkan
throughput yang kurang. Secara umum, RTS/CTS seharusnya hanya
digunakan untuk
mendiagnosis masalah jaringan dan hanya jika ada paket yang
sangat besar yang
mengalir melalui jaringan wireless, yang jarang terjadi.
Sedang, setting “On with threshold” mengijinkan administrator untuk
mengontrol
paket mana (ukuran yang tepat disebut threshold) yang diadakan dan
dibersihkan untuk
dikirim oleh station, karena collision / tabrakan mempengaruhi paket
yang lebih besar
daripada yang lebih kecil. Kita bisa mengeset nilai threshold untuk bekerja
hanya ketika
node akan mengirim paket melalui ukuran yang tepat. Setting ini
mengijinkan kita
untuk meng-costumize setting RTS/CTS pada lalu lintas data jaringan
dan
mengoptimalkan throughput wireless LAN kita ketika mencegah suatu
masalah seperti
Hidden Node.
8.11 Modulasi
Modulasi, fungsi layer physical, merupakan proses dimana transceiver
radio
mempersiapkan sinyal digital didalam NIC untuk transmisi melalui
gelombang udara.
Modulasi adalah proses menambahkan data dengan carrier dengan
merubah ampitudo
frekuensi, atau fase dari arrier pada pengontrol setelah mengetahui
banyak perbedaan
dari bermacam-macam modulasi yang digunakan wireless LAN akan
sangat berguna
ketika berusaha membangun jaringan piece-by-piece yang compatible.
Diatas menunjukkan detail dari modulasi dan jenis spreading code
digunakan
dengan frekuensi hopping dan direct sequence wireless LAN pada band
ISM 2.4 GHz.
Differential Binary Phase Shift Keting (DBPSK), Differential Quadrature
Phase Shift
Keying (DQPSK), dan Gaussian Frequency Shift Keying (GFSK) adalah
jenis-jenis
modulasi yang digunakan oleh produk 802.11 dan 802.11b yang
dipasarkan saat ini.
Barker code dan Complimentary Code Keying (CCK) adalah jenis dari
spreading code
yang digunakan pada 802.11 dan 802.11b wireless LAN.
196
Karena kecepatan transmisi lebih tinggi dikhususkan (seperti ketika
system
menggunakan DRS), tehnik modulasi berubah agar menghasilkan data
throughput yang
lebih. Sebagai contoh, 802.11g dan 802.11a melakukan pengkususan
peralatan wireless
LAN menggunakan Orthogonal Frequency Division Multiplexing
(OFDM),
mengijinkan kecepatan sampai 54 Mbps, yang peningkatannya
mencapai 11 Mbps
ditetapkan oleh 802.11.b Gambar 8.10 menunjukkan jenia modulasi
yang digunakan
untuk jaringan 802.11a. Standard 802.11g menyediakan kemampuan
backward dengan
mendukung CCK coding dan bahkan mendukung Packet Binary
Convolution Coding
(PBCC) sebagai pilihan. Bluetooth dan HomeRF adalah dua-duanya
tehnologi FHSS
yang menggunakan tehnologi modulasi GFSK pada band ISM 2.4 GHz.
OFDM (Orthogonal Frequancy Division Multiplexing) adalah tehnik
komunikasi
yang membagi channel komunikasi ke jumlah dari space frequency
band yang sama.
Subcarrier membawa bagian dari informasi usere yang ditransmisikan
pada tiap band.
Tiap subcarrier adalah orthogonal (tidak tergantung satu sama lain)
dengan tiap
subcarrier lainnya, yang merupakan perbedaaan OFDM dengan frequency
umum yang
biasa digunakan, yaitu FDM (Frequency Division Multiplexing).
8.12 Kesimpulan
Sasaran yang ingin dicapai dalam bagian ini adalah mengerti dan
memahami
konsep-konsep seputar penyusunan wireless LAN dan Menentukan mode
operasi yang
terlibat pada pergerakan trafik data melewati wireless LAN. Sekali
sebuah wireless
client bergabung dalam sebuah jaringan, client dan sisa dari
jaringan akan
berkomunikasi dengan bergerak pada susunan melalui jaringan. Ada tiga
kategori yang
berbeda dari susunan yang dihasilkan antara batas-batas dari format
frame ini secara
keseluruhan. Tiga kategori susunan ini dan tipe dari setiap kategori
adalah :Management
Frame, Control Frame dan Data Frame. Untuk menangani tabrakan
(Collision Handling)
dalah dengan menggunakan protokol Carrier Sense Multiple Access /
Collision
Avoidance , yang juga dikenal sebagi CSMA/CA. Pembagian paket-
paket menjadi
bagian yang lebih pendek menambah batasan protocol dan
mengurangi effisiensi
protocol (menurunkan keluaran jaringan) ketika tidak ada error yang
diamati, tetapi
mengurangi waktu yang terbuang pada pengiriman kembali jika error
terjadi. Seleksi
rata-rata yang dapat berubah (Adaptive <atau otomatis> Rate
Selection / ARS) dan
197
pengangkatan rata-rata secara dinamis (Dynamic Rate Shifting / DRS)
kedua-duanya
adalah syarat yang digunakan untuk menggambarkan metode dari
pengaturan kecepatan
secara dinamis pada client-client wireless LAN.
8.13 SOAL
1. Sebutkan tiga kategori dari susunan yang dihasilkan antara batas –
batas dari
format frame secara keseluruhan berikut dengan contohnya ?
2. Apa protokol yang digunakan untuk menangani tabrakan antar
paket dalam
komunikasi Wireless ?
3. Apa pengertian Distributed Coordination Function ?
4. Jelaskan secara singkat mengenai proses Point Coordination Function ?
5. Sebutkan dan jelaskan secara singkat tiga tipe dari Interframe Spacing
?
198
Bab 9. Troubleshooting Instalasi
Seperti jaringan tradisional wired yang mempunyai tantangan selama
implementasi, Wireless LAN juga mempunyai gambaran mereka
sendiri tentang
tantangan, sebagian besar berhadapan dengan perilaku dari sinyal RF.
Di bab ini, kita
akan mendiskusikan rintangan yang semakin umum ke implementasi
yang sukses dari
suatu Wireless LAN, dan bagaimana cara troubleshoot nya. Ada metoda
yang berbeda
dari menemukan ketika tantangan ada, ini dan masing-masing dari
tantangan yang
dibahas mempunyai perbaikan nya dan workarounds.
Tantangan untuk menerapkan semua Wireless LAN yang dibahas di sini
dianggap
sebagai oleh banyak orang sebagai permasalahan yang dapat terjadi di
dalam manapun
instalasi Wireless LAN, dan, oleh karena itu, dapat dihindarkan oleh
perencanaan
saksama dan hanya sedang sadar bahwa permasalahan ini dapat dan
akan terjadi.
9.1 Multipath
Jika anda akan mengingat dari Bab 2, RF Fundamentals, ada dua jenis
garis arah
( LOS). Pertama,, ada LOS visuil, yang mana mata manusia lihat. Los visuil
adalah test
pertama dan paling dasar. jika kita dapat melihat penerima RF dari titik
instalasi dari
pemancar RF, kemudian anda mempunyai garis arah visuil. Ke dua,
dan berbeda dari
LOS yang visuil, garis arah RF. RF LOS adalah apa yang alat RF mu dapat
" lihat".
Multipath digambarkan sebagai komposisi dari suatu salinan sinyal
yang utama
yang lebih atau medan disebabkan oleh pemantulan dari object penerima
dan pemancar.
Penundaan pada saat tertentu bahwa sinyal yang utama tiba bahwa
sinyal terakhir
dicerminkan yang datang dikenal sebagai penundaan secara menyebar.
Gambar 9.1 Multipath
199
9.1.1 Effects of Multipath
Multipath dapat menyebabkan beberapa kondisi-kondisi yang
berbeda,
semua dari yang dapat mempengaruhi transmisi dari sinyal RF dengan
cara yang
berbeda. Kondisi-Kondisi meliputi:
• Sinyal Amplitude yang dikurangi (downfade)
• Korupsi
• Nulling Sinyal
• Amplitude yang ditingkatkan ( upfade)
[Link] Sinyal Amplitude
Ketika suatu gelombang RF tiba di penerima, banyak gelombang pantul
yang tiba dalam waktu yang sama dari arah yang berbeda.
Kombinasi dari
amplitudo gelombang ini adalah adiptip RF terhadap gelombang yang
utama.
Gelombang yang dicerminkan, jika tak satu fase dengan gelombang
utama,
dapat menyebabkan amplitudo sinyal akan dikurangi di penerima,
seperti
digambarkan di Gambar 9.2 . Kejadian ini adalah biasanya dikenal
sebagai
downfade dan harus dipertimbangkan dengan seksama ketika
pelaksanaan
suatu survei penglihatan dan antenna pemilihan yang sesuai.
Gambar 9.2 Downfade
200
[Link] Korupsi
Sinyal yang hilang dalam kaitannya dengan multipath dapat terjadi
sebagai hasil yang sama dari gejala yang menyebabkan amplitudo
yang
berkurang, tetapi untuk tingkat yang lebih besar. Kapan gelombang
pantul tiba
dengan tidak satu fase penerima dengan gelombang yang utama,
seperti
digambarkan di Gambar 9.3 , mereka dapat menyebabkan gelombang
tersbut
berkurang di amplitudo nya. Pengurangan amplitudo sedemikian
hingga
penerima cukup sensitif untuk mendeteksi banyaknya informasi dari
gelombang yang diteruskan, tetapi tidak semua.
Gambar 9.3 RF Signal Corruption
Dalam . beberapa kasus, sinyal untuk menyiarkan perbandingan (SNR)
secara umum sangatlah rendah, di mana sinyal itu sendiri sangat
dekat.
Penerima tidak mampu dengan jelas menerjemahkan sinyal
informasi,
menyebabkan data yang diterima tersebut hanya ada yang hilang.
Korupsi dari
data ini akan menugaskan pemancar untuk mengirimkan kembali
data,
meningkatkan i dan mengurangi throughput di wireless LAN.
[Link] Nulling
Kondisi yang dikenal sebagai kondisi Nulling batal terjadi ketika satu
atau lebih gelombang pantul tiba di penerima out-of phase dengan
gelombang
201
yang utama dengan amplitudonya. Seperti digambarkan di Gambar 9.4 ,
kapan
gelombang pantul menuju out-of phase dengan gelombang yang
utama di
penerima, kondisi dapat membatalkan atau "null" keseluruhan dalam
sinyal
RF, mencakup gelombang yang utama.
Gam bar 9.4 RF Signal Nulling
Ketika Nulling terjadi, melakukan transimisi ulang tidak akan
menyelesaikan masalah. Transmitter, Receiver, dan obyek harus
dipindahkan.
Terkadang satu atau lebih diantaranya harus di relokasi untuk
menghindari
efek dari Nulling.
[Link] Sinyal Amplitude yang ditingkatkan.
Kondisi –kondisi mulitpath dapat juga menyebabkan amplitudo sinyal
dapat bertambah meskipun tidak adanya gelombang pantul. Upfade
adalah
istilah yang digunakan untuk menjelaskan. ketika multipath
menyebabkan
sinyal RF menjadi semakin kuat. Upfade, sebagai digambarkan di
Gambar
9.5 . terjadi pada sinyal yang dipantulkan yang datang di penerima
dengan
sinyal utama. Sama halnya dengan sinyal yang berkurang / turun,
semua
gelombang ini aditip pada sinyal utama. Selain itu multipath tidak
menyebabkan sinyal yang menjangkau penerima lebih kuat daripada
yang
202
dipancarkan sinyal ketika sinyal meninggalkan alat pemancar. Jika
multipath
terjadi demikian maka dapat membuat aditip pada sinyal utama, total
sinyal
yang menjangkau penerima akan menjadi lebih kuat dari sinyal yang
terjadi
tanpa adanya multipath.
Gam bar 9.5 Upfade
penting memahami bahwa sinyal RF yang diterima dapat tidak lebih
besar daripada sinyal yang ditransmisikan pada free space (istilah ini
sering
disebut sebagai path loss ). Parh loss merupakan akibat dari
hilangnya
amplitudo pada sinyal pada saat ditransmisikan pada ruang terbuka.
Path loss disebabkan oleh dua faktor, yang pertama yaitu jarak
antara
pemancar dan penerima, dan yang kedua adalah ukuran dari celah
yang
diperoleh.
9.1.2 Troubleshooting Multipath
Suatu tahap di atau gelombang RF tak sefase tidak bisa dilihat, sehingga
kita
harus melihat efek dari multipath untuk tujuan mendeteksi kejadian
nya. Ketika
melakukan suatu kalkulasi anggaran mata rantai, untuk tujuan
menemukan betapa
banyak keluaran tenaga anda akan harus mempunyai suatu mata
rantai yang
sukses antara lokasi, anda mungkin mengkalkulasi suatu tingkatan daya
keluaran
yang perlu bekerja, tetapi tidak. Kejadian seperti itu adalah satu
arah untuk
menentukan multipath itu sedang terjadi.
Metoda lain yang umum dari menemukan multipath adalah untuk
men/cari
lubang pemenuhan RF dalam suatu survei lokasi (dibahas di Bab 11).
Lubang ini
203
diciptakan baik melalui ketiadaan pemenuhan dan oleh multipath
pemantulan yang
batalkan sinyal yang utama. Pemahaman sumber dari multipath adalah
rumit untuk
menghapuskan barang kepunyaan nya. Multipath adalah disebabkan
oleh
dicerminkan ombak RF, sehingga rintangan yang dengan mudah
cerminkan
ombak RF, seperti metal buta,, badan tentang air, dan atap metal,
harus
dipindahkan dari atau dihindarkan di alur sinyal jika mungkin.. Prosedur
ini boleh
meliputi bergerakkan pemancaran, dan antenna penerima. Multipath
paling umum
adalah masalah wireless LAN. Pengurus dan installers berhadapan
dengan
multipath sehari-hari.
Bahkan para pemakai wireless LAN sebab mereka sering mengalami
permasalahan dengan multipath. Para pemakai boleh menjelajahi ke
dalam suatu
area dengan multipath yang tinggi, tidak mengetahui mengapa sinyal RF
mereka
telah turun.
Solusi untuk Multipath Antenna dipikirkan untuk tujuan
penyeimbangan
multipath. Dengan menggunakan berbagai antenna, masukan, dan
penerima untuk
tujuan mengganti kerugian untuk kondisi-kondisi yang menyebabkan
multipath.
Ada empat jenis, yang mana salah satunya sebagian besar digunakan di
wireless
Lan. Seperti diuraikan dibawah :
• Diversity antenna - tidak aktif.
o Antenna Multiple dengan single input.
o Jarang digunakan.
• Menswitch Diversity.
o Antenna Multiple di berbagai penerima.
o Penerima Switches berdasakanr pada kekuatan sinyal.
• Switching Diversity antenna - aktip..
o Used oleh kebanyakan pabrikan WLAN.
o Antenna Multiple di berbagai input penerima yang tunggal.
o Sinyal diterima sampai hanya satu antenna pada waktu yang sama.
• Diversity tahap.
o Paten dari teknologi.
o Tahap adjust dari sinyal untuk tujuan memelihara mutu sinyal.
• Diversity transmisi.
o Used oleh kebanyakan pabrikan WLAN.
204
o Transmits ke luar dari antenna digunakan untuk resepsi.
o Dapat mengubah antenna untuk transmisi secara beranting.
o Unit A dapat memancarkan atau menerima, tetapi bukan kedua-
duanya
secara bersamaan.
Gambar 9.6 Antenna Diversity
Keaneka ragaman antenna terdiri dari yang berikut karakteristik
yang
bekerja sama untuk mengganti kerugian untuk barang kepunyaan dari
multipath:
1) Keaneka ragaman antenna gunakan berbagai antenna di berbagai
masukan
untuk membawa suatu sinyal ke penerima yang tunggal.
2) Sinyal RF yang datang diterima sampai satu antenna pada waktu
yang
sama. Menerima radio adalah secara konstan sampling sinyal yang
berikutnya dari antenna kedua-duanya untuk menentukan sinyal
yang
menjadi suatu mutu yang lebih tinggi. Menerima radio kemudian
pilih
untuk menerima sinyal mutu yang lebih tinggi.
3) Radio memancarkan sinyal yang berikutnya nya ke luar dari antenna
yang
adalah terakhir digunakan untuk menerima suatu sinyal yang datang
sebab
diterima sinyal adalah suatu sinyal mutu yang lebih tinggi dibanding dari
antenna yang lain. Jika radio memancarkan kembali suatu sinyal,
akan
mengubah antenna sampai suatu transmisi yang sukses dibuat.
4) Akhirnya, masing-masing antenna dapat digunakan untuk
memancarkan
atau menerima, tetapi bukan kedua-duanya pada waktu yang sama.
Hanya
satu antenna mungkin digunakan pada waktu yang sama, dan antenna
itu
205
boleh hanya memancarkan atau menerima, tetapi bukan kedua-duanya,
di
setiap sekejap/saat tertentu.
Kebanyakan access point di wireless Lan masa kini dibangun dengan
antenna yang rangkap untuk persisnya tujuan ini: untuk mengganti
kerugian untuk
menurunkan multipath terhadap mutu sinyal dan throughput.
9.2 Node Tersembunyi
Berbagai protokol akses yang buka peluang alat komputasi
networked untuk
berbagi suatu medium, seperti Ethernet, sungguh baik dikembangkan
dan dipahami.
Bagaimanapun sifat alami medium yang wireless membuat metoda
tradisional dari
berbagi suatu koneksi yang umum yang lebih sulit..
Pendeteksian benturan telah menyebabkan permasalahan banyak
orang di
networking yang wired, dan bahkan lebih-lebih untuk jaringan yang
wireless. Benturan
terjadi ketika dua atau lebih berbagi suatu medium komunikasi
memancarkan data
secara serempak. Sinyal keduanya merusak satu sama lain dan
hasilnya adalah suatu
kelompok fragmen paket yang yang tak terbaca. Benturan telah selalu
suatu masalah
untuk jaringan komputer, dan protokol paling sederhana sering tidak
mengalahkan
masalah ini. Protokol yang lebih rumit seperti CSMA/CA dan CSMA/CD
memeriksa
saluran sebelum memancarkan data. CSMA/CD adalah Ethernet
protokol yang
digunakan dan melibatkan pemeriksaan voltase di kawat sebelum
pemancaran.
Bagaimanapun, proses adalah dengan sangat lebih sulit untuk sistem
yang wireless
karena benturan adalah tidak bisa mendeteksi. Suatu kondisi yang
dikenal sebagai
masalah Node yang tersembunyi telah dikenali di sistem yang
wireless dan adalah
disebabkan oleh permasalahan di pendeteksian transmisi.
Node tersembunyi adalah suatu situasi yang ditemui dengan
Wireless LAN di
mana sedikitnya satu node mampu mendeteksi satu atau lebih Node
yang lain yang
dihubungkan Wireless LAN. Di situasi ini, suatu Node dapat lihat access
point, tetapi
tidak bisa lihat bahwa ada klien lain juga menghubungkan untuk yang
sama access point
dalam kaitan dengan rintangan beberapa atau sejumlah besar jarak
antara gambar
telanjang. Situasi ini menyebabkan masalah di akses medium yang
berbagi,
menyebabkan benturan antara transmisi node. Benturan ini dapat
mengakibatkan
206
dengan mantap penurunkan throughput di Wireless LAN, seperti
digambarkan di
Gambar 9.7 .
Gambar 9.7 Hidden Node
Gambar 9.7 menggambarkan suatu dinding dengan suatu access
point yang
duduk dalam puncak. Di sisi masing-masing dari dinding adalah suatu
setasiun wireless.
Setasiun wireless ini tidak bisa dengar transmisi satu sama lain,
tetapi keduanya
mendengar transmisi dari access point itu. Jika A setasiun sedang
memancarkan suatu
bingka access point, dan setasiun B tidak bisa dengar transmisi, setasiun
ini B berasumsi
bahwa medium harus jelas dan dapat mulai suatu transmisi
tentang mengakui nya
access point. Access point akan, dalam posisi ini, jadilah menerima
transmisi yang
sudah dimulai pada dua poin-poin dan di sana akan merupakan
suatu benturan.
Benturan akan transmisi kembali oleh keduanya A setasiun & B,
dan lagi, karena
mereka tidak bisa dengar satu sama lain, mereka akan
memancarkan sesuka hati
berpikir medium harus jelas. Akan ada mungkin jadilah benturan yang
lain. Masalah ini
diperburuk dengan Node banyak orang yang aktip di Wireless LAN
yang tidak bisa
dengar satu sama lain.
9.2.1 Trubleshooting Hidden Node
Gejala yang utama dari suatu Node yang tersembunyi diturunkan
pangkat
throughput di atas Wireless LAN. Banyak kali anda akan menemukan
bahwa anda
mempunyai suatu menyembunyikan Node dengan tatap muka keluhan
dari para
207
pemakai yang dihubungkan kepada Wireless LAN untuk mendeteksi
suatu
melempem yang tidak biasa dari jaringan itu. Throughput mungkin
dikurangi
sampai 40% karena suatu masalah node tersembunyi. Karena
Wireless LAN
gunakan protokol CSMA/CA, mereka telah mempunyai suatu mendekati
ongkos
exploitasi dari 50%, tetapi, selama suatu masalah node yang
tersembunyi, itu
adalah mungkin untuk menghilangkan hampir separuh dari
throughput pada
sistem.
Sebab sifat alami suatu Wireless LAN meningkatkan mobilitas, anda
boleh
menghadapi suatu node yang tersembunyi pada setiap waktu, di
samping suatu
sempurna perancangan Wireless LAN mu. Jika seorang pemakai
memindahkan
komputer nya ke suatu konferensi ruang, kantor yang lain, atau ke
dalam suatu
data tinggal, penempatan yang baru dari node itu dapat berpotensi
tersembunyi
dari sisa node yang dihubungkan ke Wireless LAN.
Untuk secara proaktif troubleshoot suatu node tersembunyi, anda
harus
menguji untuk throughput diturunkan pangkat dan juga temukan
banyak tempat
yang potensial untuk suatu node yang tersembunyi sampai mungkin.
9.2.2 Solusi untuk Hidden Node
Once anda sudah melakukan troubleshooting dan menemukan bahwa
ada
suatu menyembunyikan masalah node, masalah node(s) harus
ditempatkan;
terletak. Temuan node(s) akan meliputi suatu manual mencari-cari
node yang
boleh jadi tidak terjangkau dari seikat yang utama tentang node. Proses
ini adalah
pada umumnya mencoba-coba paling baik. Sekali ketika node ini
ditempatkan;
terletak, ada beberapa perbaikan dan workarounds untuk masalah.
• Gunakan RTS/CTS.
• Meningkatkan power ke node.
• Mencabut rintangan.
• Pindah node
[Link] Gunakan RTS/CTS.
Protokol RTS/CTS tidaklah perlu suatu solusi untuk masalah node
tersembunyi. Sebagai gantinya, ini merupakan suatu metoda dari
mengurangi
208
dampak hal negatif yang node yang tersembunyi berakibat pada jaringan.
node
yang tersembunyi menyebabkan benturan yang berlebihan, yang
mempunyai
suatu dampak sungguh merugikan di jaringan throughput. Rts/Cts
(request-to-
send/clear-to-send) protokol melibatkan pengiriman paket kecil (RTS)
kepada
penerima yang diharapkan untuk membisikkan nya untuk
mengembalikan
suatu paket (CTS) pembukaan hutan medium untuk transmisi data
sebelum
mengirimkan muatan penghasil untung data. Proses ini
menginformasikan
manapun setasiun yang dekat yang data akan dikirim, selama
menunda
transmisinya (dan dengan demikian menghindarkan benturan). Kedua-
Duanya
RTS dan CTS berisi panjang transmisi data yang segera terjadi
sedemikian
sehingga setasiun mendengar-dengar salah satu bingkai CTS atau
RTS
mengetahui berapa lama transmisi akan mengambil dan ketika mereka
dapat
start untuk memancarkan lagi.
Ada tiga pengaturan untuk RTS/CTS di kebanyakan klien dan poin-poin
akses: Terpasang, Off, dan On dengan Threshold. Pengurus jaringan
harus
dengan tangan mengatur RTS/CTS yang menentukan. Pengaturan Off
adalah
kelalaian untuk tujuan mengurangi ongkos exploitasi jaringan tak
perlu
disebabkan oleh protokol RTS/CTS. Menunjuk secara langsung ukuran
paket
yang akan mencetuskan
Penggunaan dari protokol RTS/CTS. Sejak node yang tersembunyi
menyebabkan benturan, dan benturan sebagian besar mempengaruhi
paket
yang lebih besar, anda mungkin mampu diperdaya tersembunyi masalah
node
dengan menggunakan ambang pintu ukuran paket menentukan
untuk
RTS/CTS. Apa yang ini menentukan sangat utama mengerjakan adalah
access
point memancarkan semua paket yang adalah lebih besar di ukuran
dibanding
"x" menggunakan RTS/CTS dan untuk memancarkan semua paket yang
lain
tanpa RTS CTS. Jika node tersembunyi hanya mempunyai; nikmati
suatu
dampak throughput pada jaringan, kemudian mengaktipkan RTS CTS
mungkin dapat menimbulkan efek yang merugikan pada throughput nya.
Usaha dengan menggunakan RTS/CTS di "On" sebagai test untuk
melihat jika throughput terpengaruh. Jika RTS/CTS meningkatkan
throughput,
kemudian anda hampir bisa dipastikan menetapkan menyembunyikan
masalah
node. Anda akan menghadapi ongkos tambahan ketika menggunakan
209
RTS/CTS, tetapi throughput keseluruhan akan meningkat ketika masalah
node
yang tersembunyi terjadi.
[Link] MeningkatKan Power ke Nodes
Meningkatkan power (yang diukur milliwatts) dari node dapat
memecahkan masalah node tersembunyi dengan mengijinkan sel
disekitar
masing-masing node untuk meningkatkan ukuran, mencakup semua node
yang
lain. Maka node yang tersembunyi adalah tidak lagi tersembunyi.
Sebab
Wireless LAN gunakan protokol CSMA/CA, node akan menunggu
giliran
mereka sebelum memberitahukan access pointnya.
[Link] Mencabut Obstacles
Meningkatkan power di node yang bergerak tidak akan bekerja, sebagai
contoh, satu node yang tersembunyi terdapat dinding yang dapat
mencegah
komunikasi dengan node yang lain. Sangatlah sulit untuk
menghilangakn
obstacle, akan tetapi menghilangkan obstacle merupakan salah satu
metode
unutk mengatasi node yang tersembunyi. Metode ini dipakai berdasakan
pada
survei lokasi.
[Link] Memindahkan Node
Metoda yang lain dari memecahkan masalah node yang tersembunyi
yaitu dengan memindahkan node. Jika anda telah menemukan masalah
node
yang tersembunyi merupakan akibat dari user yang berpindah, anda
mungkin
akan memaksa user tersebut untuk berpindah lagi. Alternatif yang lain
yaitu
dengan menggunakan access point tambahan.
9.3 Near/Far
Masalah Near/Far pada implementasi Wireless LAN diakibatkan oleh
skenario di
mana ada berbagai (a) node klien yang dekat pada access point
dan (b) mempunyai
power yang tinggi; dan kemudian sedikitnya satu klien yang (a) banyak
lebih jauh dari
210
access point dibanding node klien yang tersebut diatas, dan (b)
menggunakan sangat
sedikit pancaran power dibanding node klien yang lain. Hasil dari situasi
jenis ini adalah
bahwa klien yang mana lebih jauh dari access point dan
menggunakan lebih sedikit
power, seperti digambarkan di Gambar 9.8.
Gambar 9.8 Near/Far
9.3.1 Troubleshooting Near/Far.
Troubleshooting masalah near/far adalah umumnya sederhana seperti
pada
disain jaringan, penempatan dari stasiun di jaringan yang wireless,
dan daya
keluaran transmisi dari tiap node. Langkah-langkah ini akan memberi
administrator kunci rahasia seperti apa mungkin berlangsung dengan
stasiun yang
mempunyai permasalahan koneksi. Karena near/far mencegah suatu
node dari
yang berkomunikasi, administrator perlu memeriksa jika stasiun
mempunyai
pengarah dengan baik untuk wireless card dan telah dihubungkan
dengan access
point.
Yang berikutnya adalah penggunaan dari wireless sniffer. Wireless
sniffer
akan mengambil transmisi dari semua stasiun yang mendengar. Satu
metoda yang
sederhana dari menemukan node sinyal siapa yang tidak sedang
terdengar oleh
access point adalah untuk jaringan yang mencari stasiun dengan sinyal
yang dalam
hubungan dengan node dan access point dekat access point.
Menggunakan metoda
ini, harusnya tidak terlalu memakan waktu untuk menempatkan node
seperti itu,
tergantung pada ukuran dari jaringan dan kompleksitas yang
dibangun dan
211
membandingkan kekuatan sinyalnya untuk dari itu node yang dekat
access point
dapat memecahkan masalah near/far secara wajar dengan cepat.
9.3.2 Solusi Untuk Near/Far
Walaupun masalah near/far dapat melemahkan sinyal RF, near/far
adalah
suatu masalah secara relatif mudah untuk berbagai situasi. Dengan
memahami
bahwa protokol CSMA/CA dapat memecahkan sebagian besar masalah
near/far
dengan tidak ada intervensi . Jika suatu node dapat mendengar
node yang lain
yang memancarkan, maka akan menghentikan transmisi itu sendiri.
Di bawah
adalah daftar perbaikan yang mudah diterapkan.
• Peningkatan pergerakan dari satu node ke node yang remote (node
yang
lain)
• Pengurangan daya dari node lokal
• Gerakkan node yang remote yang semakin dekat ke access point
9.4 Throughput Sistem
Throughput di suatu Wireless LAN didasarkan banyak faktor. Sebagai
contoh,
jumlah dan jenis gangguan berdampak pada jumlah data yang dapat
dengan sukses
dipancarkan. Solusi keamanan diterapkan, seperti Wired Equivalent
Privacy (WEP- di
Bab 10, Wireless LAN Security.
Jarak yang lebih besar antara penerima dan pemancar akan
menyebabkan
throughput berkurang sebab peningkatan jumlah kesalahan akan
menciptakan
kebutuhan transmisi itu kembali. Sistem spread spectrum modern diatur
untuk membuat
lompatan secara terpisah untuk ditetapkan (I, 2, 5.5, dan 11 Mbps).
Pembatasan perangkat keras akan juga mendikte tingkat tarip data. Jika
suatu alat
IEEE 802.11 sedang memberitahukan suatu alat IEEE 802.11b,
tingkat tarip data ia
dapat tidak lebih daripada 2 Mbps, di samping kemampuan 802.11b
alat untuk
komunikasi kan pada 11 Mbps. Dengan selalu berhubungan,
throughput yang nyata
akan jadilah lebih sedikit 50%, atau 1 Mbps.
Jenis teknologi spread spectrum, DSSS atau FHSS, akan
membedakan di
throughput untuk dua pertimbangan yang spesifik. Pertama adalah
data rate.. FHSS
memenuhi salah satu standard OpenAir dan dapat memancarkan pada
800 kbps atau 1.6
212
Mbps, atau standard IEEE 802.11, yang mengijinkan untuk memancarkan
pada 1 Mbps
atau 2 Mbps. Sekarang ini, sistem DSSS mematuhi salah satu
standard IEEE 802.11
atau standard 802.11b, mendukung data rate dari 1, 2, 5 5, & 11 Mbps.
Faktor lain yang membatasi throughput dari Wireless LAN meliputi
protokol pada
lapisan Data Link), dan paket ukuran. Paket yang lebih besar akan
mengakibatkan
throughput yang lebih.
9.4.1 Co-Location Throughput (Teori Vs Kenyataan)
Co-Location adalah teknik pada wireless LAN yang digunakan untuk
menyediakan lebih banyak bidang dan throughput ke pemakai,
dikombinasikan
dengan peraturan FCC. 3 saluran ini dapat digunakan untuk co-
locate berbagai
access point dengan menggunakan 802.11b , seperti dapat dilihat di
Gambar 9.9 .
Gambar 9.9 Co-location throughput
Ketika co-locating sangat direkomendasikan bahwa anda:
Gunakan teknologi spread spectrum yang sama untuk semua access
point.
Gunakan vendor yang sama untuk semua access point.
213
9.4.2 Kenyataan: Apa yang Terjadi
Gambar 9.10 DSSS Over Lap
Jika kita melakukan co-locate dengan tiga access point, lebih baik
kita
menerapkan co-location menggunakan hardware dengan merek yang
sama untuk
ketiga accses point. Hal ini telah ditengarai bahwa pada banyak lab
yang
menggunakan peralatan dari vendor yang berbeda memiliki efek
negatif pada
throughput dari salah satu atau lebih access point. Efek negative ini
bisa saja
dikarenakan perbedaan power output dan kedekatan antar accses point,
tetapi juga
bisa disebabkan oleh banyak faktor lainnya.
9.4.3 Solusi Untuk Permasalahan Throughput Co-location
[Link] Gunakan Dua Access Point
Salah satu pilihan, yang merupakan cara termudah adalah menggunakan
channel 1 dan 11 dengan dua access point, seperti yang
digambarkan pada
gambar 9.11 . Menggunakan hanya dua channel akan memastikan
bahwa kita
tidak mendapatkan overlap antara channel-channel yang dikarenakan
kedekatan antara kedua sitem ini, lagipula tidak ada efek yang merugikan
pada
throughput masing-masing access point.
214
Gambar 9.11. Menggunakan dua access point
Sebagai perbandingan dua access point berjalan pada kapasitas
maksimum yaitu 5,5 Mbps (dari kemampuan terbaik yang bisa diharapkan
dari
semua access point), memberikan total kapasitas hingga 11 Mbps dari
jumlah
throughput keduanya, sementara tiga access point menjalankan
kapasitas
mendekati 4 Mbps tiap access point (berkurang karena overlap
channel
sesungguhnya) sehingga menghasilkan total throughput hanya 12
Mbps.
Untuk beberapa tujuan, bandwith ekstra sebesar 1 Mbps mungkin
masih
berguna, tetapi didalam sebuah lingkungan kecil, hal ini mungkin tidak
praktis.
Jangan lupa bahwa skenario ini hanya digunakan untuk access point
yang
ditempatkan pada ruang fisik yang sama untuk melayani basis klien
yang
sama, tetapi menggunakan channel yang berbeda. Konfigurasi ini tidak
dapat
diaplikasikan untuk pemakaian kembali channel, dimana channel yang
berbeda
secara bergantian menyebar pada suatu area untuk menghindari
gangguan
antar channel.
[Link] Gunakan peralatan 802.11a
Pilihan kedua, kita bisa menggunakan peralatan 802.11a yang beroperasi
dengan frekuensi UNII 5 Ghz. Frekuensi UNII 5 GHz yang lebih luas
daripada
frekuensi ISM 2,4 GHz, memiliki tiga band yang dapat digunakan, dan
tiap
band memungkinkan untuk empat channel non-overlapping. Dengan
menggunakan perpaduan peralatan 802.11b dan 802.11a, maka makin
banyak
215
sistem yang bisa ditempatkan (co-located) dalam ruang yang sama tanpa
takut
adanya gangguan antar sistem. Dengan dua(atau tiga) sistem
802.11b yang
ditempatkan pada tempat yang sama dan sampai 8 sistem 802.11a yang
dapat
ditempatkan pada tempat yang sama, maka berpotensi menghasilkan
throughput yang sangat besar dalam ruang fisik yang sama. Alasan
mengapa
hanya digunakan 8 dari 12 access point yang memungkinkan dari
802.11a,
adalah bahwa hanya band lower dan middle (dengan masing-masing
4
channel) yang dapat digunakan untuk indoor. Yang mana indoor adalah
tempat
bagi kebanyakan access point, yang secara normal hanya
memungkinkan
hingga 8 akses point apabila menggunakan peralatan 802.11a.
[Link] Keterangan mengenai peralatan 802.11a
Peralatan 802.11a sekarang hanya tersedia pada beberapa vendor
saja,
dan ia lebih mahal daripada peralatan yang menggunakan frekuensi 2,4
Ghz.
Meskipun begitu frekuensi 5 GHz memiliki keuntungan pada lebih
banyaknya
channel yang tidak overlap daripada frekuensi 2,4 GHz (8 vs 3),
memungkinkan kita untuk menerapkan penempatan akses point pada
tempat
yng sama lebih banyak
Yang harus diingat adalah meskipun frekuensi 2,4 GHz memungkinkan
peralatan yang lebih murah, tetapi frekuensi ini lebih ramai, yang berarti
kita
akan dihadapkan pada masalah gangguan dari jaringan wireless
terdekat
lainnya. Ingat alat 802.11a dan alat 802.11b tidak kompatibel.
Peralatan ini
tidak melihat, mendengar atau berkomunikasi antara satu dengan
lainnya
dikarenakan penggunaan frekuensi yang berbeda dan perbedaan
teknik
modulasi.
[Link] Kesimpulan Solusi
Kenapa channel non-overlapping bisa sampai overlap? Banyak jawaban
untuk pertanyaan ini; meskipun begitu, tampaknya penyebab yang paling
besar
adalah akses point ditempatkan terlalu dekat dengan akses point
lainnya.
Dengan memisahkan akses point pada jarak yang lebih jauh, overlap
antar
non-overlaping channel bisa dikurangi. Melihat konfigurasi ini pada
sebuah
216
spectrum analyzer, kita bisa melihat bahwa untuk seperempat
penempatan
channel lebih dekat, memerlukan pemisahan channel lebih dari 3
MHz;
meskipun kita agar sebagai administrator bisa melakukan hal itu, kita
harus
melakukan suatu tindakan.
Kita bisa memisahkan secara fisik dengan penempatan yang lebih jauh
atau kita menggunakan channel yang berselisih lebih besar dari 3 MHz.
Selain
itu tampaknya penggunaan peralatan dari vendor yang berbeda juga
menimbulkan perubahan. Mengguanakn peralatan dari vendor yang
sama
ternyata mengurangi overlapping daripada menggunakan peralatan dari
vendor
yang berbeda-beda. Fenomena ini disebabkan karena ketidak akuratan
dalam
radio, atau hanya karena penerapan hardware masing-masing vendor
tidak
diketahui.
9.5 Tipe-tipe Gangguan
Dikarenakan perilaku yang tidak dapat diprediksi pada teknologi RF, Kita
harus
mengetahui macam-macam gangguan RF yang mungkin mengganggu
pada saat
implementasi dan pengelolaan sebuah jaringan wireless. Narrowband,
all-band,
berkurangnya sinyal RF, dan penempatan maupun gangguan antar
channel merupakan
sumber masalah yang umum terjadi pada saat penerapan sebuah jaringan
wireless. Pada
bagian ini, kita akan membicarakan tipe-tipe gangguan ini,
bagaimana akibatnya
terhadap jaringan wireless, bagaimana mendeteksinya, dan pada
beberapa kasus
bagaimana cara mengatasinya.
9.5.1 Narrowband
Narrowband RF pada dasarnya merupakan kebalikan dari teknologi
spread
spectrum. Sinyal Narrowband, bergantung pada power output, lebar
frekuensi
dalam spectrum, dan konsistensi, bisa mengganggu atau bahkan
merusak sinyal
RF yang dikeluarkan dari sebuah peralatan berteknologi spread spectrum
sebagai
contoh akses point. Meskipun begitu, sesuai namanya, sinyal
narrowband tidak
mengganggu sinyal RF pada keseluruhan band. Sehingga apabila
sinyal
narrowband menggangu sinyal pada channel 3, maka kita sebagai contoh
gunakan
channel 11, dimana kita tidak mengalami gangguan sama sekali.
Sepertinya hanya
217
sebagian kecil saja pada channel yang diberikan yang mungkin
terganggu oleh
sinyal narrowband. Biasanya, hanya satu frekuensi
pembawa(penambahan 1MHz
dari sebuah channel 22MHz 802.11b) yang akan terganggu karena
gangguan
narrowband. Dihadapkan gangguan seperti ini, teknologi spread
spectrum akan
dapat mengatasi permasalahan ini tanpa tambahan administrasi atau
konfigurasi.
Gam bar 9.12. Spectrum Analyzer
Untuk mengidentifikasi gangguan narrowband, kita membutuhkan
sebuah
spectrum analyzer, sperti yang ditunjukkan gambar 9.12 .
Spectrum analyzer
digunakan untuk mendeteksi dan mengukur sinyal narrowband RF.
Bahkan alat ini
bisa dibawa dengan mudah, spectrum analyzer digital dapat
diperoleh dengan
biaya mendekati $4000. Harga ini mungkin terlalu mahal untuk
mendeteksi
sumber gangguan narrowband, tetapi apabila sumber itu sungguh
mengganggu
jaringan mu, harga tersebut mungkin layak.
Sebagai alternatif, beberapa vendor jaringan wireless telah
menerapkan
sebuah software spectrum analyzer pada software driver nya.
Software ini
menggunakan kartu PCMCIA FHSS untuk memindai bagian yang bisa
digunakan
dari 2,4 GHz band ISM untuk sinyal RF. Software ini menampilkan secara
grafik
semua sinyal RF antara 2,400GHz dan 2,4835GHz, yang memberikan cara
untuk
seorang administrator ”melihat ” RF pada area tersebut, satu contoh
tampilan
visual yang disediakan spectrum analyzer ini tergambar pada gambar
9.13 .
218
Gambar 9.13. Tampilan Visual Spectrum Analyzer
Dalam rangka untuk mengatasi gangguan narrowband RF, pertama
anda
harus menemukan dimana gangguan itu berasal dengan
menggunakan spectrum
analyzer. Semakin anda berjalan mendekati sumber sinyal RF, maka
sinyal RF
pada display spectrum analyzer akan tampak membesar pada
amplitudonya
(ukuran). Ketika sinyal RF pada layar mencapai puncak, maka kita
telah
mendeteksi sumbernya. Pada tahap ini anda bisa meningkirkan
sumber,
menutupnya, atau gunakan pengetahuan anda sebagai administrator
jaringan
wireless untuk mengkonfigurasi jaringan wireless anda agar dapat
mengatasi
secara efisien gangguan narrowband. Tentu saja terdapat beberapa
pilihan untuk
kategori penyelesaian terakhir, seperti mengganti channel, mengganti
teknologi
spread spectrum (DSSS menjadi FHSS atau 802.11b menjadi 802.11a),
dan solusi
lainnya yang akan kita bicarakan pada bagian selanjutnya.
9.5.2 Gangguan All-band
Gangguan All-band adalah semua sinyal yang mengganggu band RF
dari
akhir spectrum hingga bagian lainnya. Gangguan all-band tidak
berarti hanya
mengganggu keseluruhan band ISM 2,4 GHz, tetapi lebih merupakan
istilah yang
digunakan pada semua kasus dimana gangguan mencakup keseluruhan
range yang
akan kau gunakan, tanpa memperhatikan frekuensi. Teknologi seperti
Bluetooth (
yang berlompatan pada keseluruhan 2,4 GHz band ISM lebih dari
sekali dalam
219
satu detik) bisa saja dan biasanya, secara signifikan mengganggu
sinyal RF
802.11. Bluetooth bisa disebut sebagai gangguan all-band untuk jaringan
wireless
802.11. Gambar 9.14 menunjukkan contoh gambaran sebuah
spectrum analyzer
merekam gangguan all-band.
Gam bar 9.14. S pectrum Analyzer merekam gangguan all-band
Sumber gangguan all-band yang mungkin didapatkan dalam rumah
maupun
kantor adalah sebuah oven microwave. Oven microwave tipe lama yang
memiliki
power yang tinggi bisa membocorkan power sebanyak satu watt kepada
spectrum
RF. Satu watt bukan merupakan kebocoran yang banyak untuk
sebuah oven
microwave 1000 watt, tetapi mempertimbangkan fakta bahwa satu
watt
merupakan power yang cukup besar untuk sebuah akses point
biasa, anda bisa
melihat bahwa hal ini menimbulkan akibat yang [Link]
tidak
disebutkan oven microwave akan memancarkan power kepada
keseluruhan band
2,4 GHz, tetapi itu mungkin saja, tergantung pada tipe dan kondisi
oven
microwave tersebut. Sebuah spectrum analyzer bisa mendeteksi
permasalahan
semacam ini.
Ketika gangguan all-band terjadi, solusi terbaik adalah berganti
teknologi,
contohnya dari 802.11b (yang menggunakan band ISM 2,4GHz) menjadi
802.11a
(yang menggunakan band UNII 5GHz). Jika mengganti teknologi tidak
memungkinkan karena biaya atau masalah penerapan, solusi terbaik
lainnya
220
adalah temukan sumber gangguan dan singkirkan, jika
memungkinkan.
Menemukan sumber gangguan all-band lebih sulit daripada
menemukan sumber
gangguan narrowband karena anda tidak hanya mengawasi satu
sinyal pada
spectrum analyzer. Padahal, anda mengawasi suatu jangkauan sinyal,
dengan
amplitudo yang bervariasi. Anda sepertinya memerlukan antenna
highly
directional untuk mendeteksi sumber gangguan all-band.
9.5.3 Cuaca
Beberapa kondisi cuaca yang merugikan bisa berpengaruh pada
performa
jaringan wireless. Biasanya kejadian cuaca umum seperti hujan, hujan
es, salju,
atau kabut tidak memiliki akibat merugikan bagi jaringan wireless.
Meskipun
begitu, kejadian ekstrim pada angin, kabut, dan mungkin asbut bisa
menyebabkan
penurunan atau bahkan downtime pada jaringan wireless anda.
Sebuah radome
bisa digunakan untuk melindungi antenna dari unsur tersebut. Jika
digunakan,
radome memiliki lubang kering untuk mengeringkan pengembunan.
Antenna yagi
tanpa radome akan menjadi rentan terhadap hujan, dimana tetes
hujan akan
berkumpul dan akan menurunkan performa. Tetes air sebenarnya akan
membuat
tiap element terlihat lebih panjang daripada aslinya. Kumpulan es pada
element
yang terbuka bisa menyebabkan efek detuning seperti halnya hujan;
meskipun hal
ini akan bertahan lama. Radome juga bisa melindungi sebuah antenna
dari benda
jatuh seperti es yang jatuh dari pucuk pohon.
Sinyal 2,4 GHz bisa berkurang sampai 0,05 dB/km (0,08dB/mil)
dikarenakan hujan yang sangat deras (4 inci/jam). Kabut tebal
menimbulkan
pengurangan sampai 0,02 dB/km(0,03 dB/mil). Pada 5,8GHz, hujan
deras
menghasilkan pengurangan sampai 0,5dB/km (0,8dB/mil). Dan kabut
tebal sampai
0,07 dB/km (0,11 dB/mil). Meskipun hujan sendiri tidak menyebabkan
masalah
perambatan yang besar, tetapi hujan akan terkumpul diatas daun dari
pepohonan
dan menghasilkan pengurangan hingga ia menguap.
9.5.4 Angin
Angin tidak mempengaruhi gelombang radio atau sebuah sinyal RF, tetapi
ia
bisa mempengaruhi posisi dan penempatan antenna outdoor.
Sebagai contoh,
221
misalkan sebuah hubungan wireless point-to-point yang
menghubungkan dua
gedung sejauh 12 mil(20km). Apabila dihitung kelengkungan bumi,
dan tiap
antenna hanya memiliki beamwidth vertikal dan horisontal sebesar 5
derajat, maka
penempatan tiap antenna haruslah tepat. Sebuah angin yang kuat
bisa dengan
mudah menggerakkan satu atau kedua antenna, cukup untuk
mengurangi sinyal
antara kedua antenna. Efek ini disebut ”antenna wind loading”, dan
digambarkan
pada gambar 9.15 .
Gambar 9.15 Antenna Wind Loading
Kejadian cuaca ekstrim yang mirip seperti tornado atau badai harus
juga
dipertimbangkan. Jika anda menerapkan sebuah jaringan wireless di
lokasi
geografik dimana badai atau tornado sering terjadi, anda harus
menyertakan hal itu
dalam perhitungan ketika melakukan seting terhadap semua tipe jaringan
wireless
outdoor. Pada kondisi cuaca seperti ini, mengamankan antenna,
kabel, adalah
sangat penting.
9.5.5 Stratifikasi
Ketika terdapat kabut yang sangat tebal atau bahkan kabut asap (seperti
pada
sebuah lembah), udara di sekitar kabut menjadi diam dan mulai
terpisah-pisah
menjadi lapisan-lapisan. Bukan karena kabut itu sendiri yang
menyebabkan
difraksi pada sinyal RF, tetapi lapisan-lapisan udara diantara kabut. Ketika
sinyal
222
RF menembus lapisan ini, ia akan dibelokan seperti bagaimana cahaya
dibelokkan
ketika bergerak dari udara ke air.
9.5.6 Petir
Petir bisa mempengaruhi jaringan wireless melalui dua cara. Pertama,
petir
bisa menyambar komponen jaringan wireless seperti antenna atau
mungkin
menyambar benda terdekat. Petir yang menyambar benda terdekat
bisa merusak
komponen jaringan wireless anda jika komponen ini tidak dilindungi
oleh
lightning arrestor. Cara kedua sebuah petir bisa mempengaruhi jaringan
wireless
adalah dengan mengumpulkan udara dimana gelombang RF berjalan
setelah
menyambar sebuah benda diantara pemancar dan penerima. Pengaruh
dari petir ini
hampir sama dengan cara Cahaya Utara Aurora Borealis menimbulkan
masalah
bagi transmisi RF televisi dan radio.
9.5.7 Gangguan Co-channel yang berdekatan
Memiliki pemahaman yang kuat mengenai penggunaan channel
dalam
jaringan wireless adalah sangat penting bagi seorang administrator
jaringan
wireless. Sebagai seorang konsultan jaringan wireless, anda pasti
menemukan
banyak jaringan yang mempunyai banyak akses point, semuanya
dikonfigurasi
untuk channel yang sama. Pada situasi seperti ini, pembicaraan
dengan
administrator jaringan yang menginstall akses point tersebut akan
mengungkapkan
bahwa ia pikir penting bagi semua akses point dan klien berada pada
channel yang
sama, agar jaringan wireless dapat bekerja semestinya. Konfigurasi
ini sangat
umum, dan biasanya tidak tepat. Bagian ini akan membangun
pengetahuan anda
tentang bagaimana penggunaan channel; menjelaskan bagaimana
banyak akses
poin menggunakan channel yang beragam akan menimbulkan akibat
merugikan
pada jaringan.
9.5.8 Gangguan Channel yang berdekatan
Channel yang berdekatan adalah channel didalam band RF yang dalam
artian
bersebelahan. Sebagai contoh, channel 1 berdekatan dengan channel
2, yang
berdekatan dengan channel 3 dan seterusnya. Channel yang berdekatan
ini saling
223
tumpang tindih atau overlap dikarenakan tiap channel memiliki lebar
22 MHz
sedangkan jarak antar frekuensi tengah hanya 5 [Link]
channel yang
berdekatan terjadi ketika dua atau lebih akses point menggunakan
channel yang
overlap dan terletak berdekatan hingga sel cakupan secara fisik overlap.
Gangguan
channel yang berdekatan bisa menurunkan throughput dalam sebuah
jaringan
wireless.
Hal ini khususnya penting untuk memperhatikan gangguan channel
yang
berdekatan, ketika penempatan akses point bersama dilakukan untuk
mendapatkan
throughput yang lebih tinggi dalam area [Link] point yang
dipasang
bersama pada channel non-overlapping bisa mengalami gangguan
channel
berdekatan jika pemisahan diantara channel yang digunakan tidak
cukup jauh,
saperti yang ditunjukkan pada gambar 9.16
Gam bar 9.16 Gangguan pada Channel
Dalam rangka menemukan permasalahan gangguan channel
berdekatan,
sebuah spectrum analyzer akan dibutuhkan. Spectrum analyzer akan
menunjukkan
bagaimana channel yang digunakan saling tumpang tindih atau overlap.
Hanya ada dua solusi untuk permasalahan ini. Yang pertama
pindahkan
akses point pada channel berdekatan pada jarak yang cukup jauh dari
akses point
lainnya sehingga cakupan sel tidak overlap, atau turunkan power pada
tiap akses
point agar cakupan sel tidak overlap. Solusi kedua adalah gunakan
channel yang
tidak akan overlap. Sebagai contoh , menggunakan channel 1 dan 11
dalam sistem
DSSS akan menyelesaikan permasalahan.
224
9.5.9 Gangguan Co-Channel
Untuk menggambarkan gangguan co-channel, anggap ada satu
gedung,
dengan jaringan wireless pada tiap lantainya, dan masing-masing jaringan
wireless
menggunakan channel 1. Jangkauan sinyal akses point , atau sel,
tampaknya akan
overlap pada situasi seperti ini. Karena tiap akses point berada pada
channel yang
sama, mereka akan saling mengganggu satu sama lain. Tipe gangguan ini
disebut
gangguan co-channel.
Gambar 9.17. Gangguan Co-Channel
Gambar 9.18. Gangguan Co-Channel pada Jaringan
Dalam rangka mendeteksi gangguan co-channel, sebuah sniffer
jaringan
wireless akan [Link] ini akan menampilkan paket yang datang
dari tiap
jaringan wireless yang menggunakan channel apa saja. Sebagai
tambahan, ia akan
225
menunjukkan sinyal kekuatan dari tiap paket jaringan wireless,
memberikan anda
sebuah ide bagaimana jaringan wireless saling mengganggu dengan
lainnya.
Gambar 9.19. Penggunaan Channel Kembali
Terdapat dua solusi untuk gangguan ini, pertama channel non-
overlapping
yang berbeda untuk tiap jaringan wireless, dan yang kedua
menjauhkan antar
jaringan wireless agar jangkauannya tidak overlap. Solusi ini
merupakan
penyelesaian yang sama pada gangguan channel berdekatan.
Pada situasi dimana roaming dibutuhkan, satu teknik yang disebut
daur
ulang channel, dapat digunakan yang bertujuan meringankan gangguan
co-channel
dan channel berdekatan sementara mengijinkan user untuk berkelana
pada channel
yang berdekatan. Daur ulang channel merupakan penempatan sel
yang tidak
overlapping secara bersebelahan sehingga membentuk cakupan dimana
tidak ada
sel yang menyentuh sel yang lain pada channel tersebut.
9.6 Pertimbangan Jangkauan
Ketika mempertimbangkan untuk menempatkan hardware jaringan
wireless,
jangkauan komunikasi unit tersebut tentu harus masuk perhitungan.
Biasanya, tiga hal
akan mempengaruhi jangkauan hubungan RF: power transmisi, jenis
antenna dan lokasi,
dan lingkungan. Jangkauan komunikasi maksimum dari hubungan
jaringan wireless
226
dicapai ketika, pada suatu jarak tertentu , hubungan menjadi tidak
stabil tetapi tidak
hilang atau putus.
9.6.1 Power Transmisi
Output power dari radio transmisi memiliki dampak pada jangkauan
hubungan. Output power yang semakin tinggi akan menyebabkan
sinyal
dikirimkan hingga jarak yang lebih jauh, menghasilkan jangkauan yang
lebih luas.
Sebaliknya menurunkan output power akan mengurangi jangkauan.
9.6.2 Tipe Antenna
Jenis antenna yang digunakan mempengaruhi jangkauan dengan
memusatkan energy RF kedalam pancaran yang lebih sempit akan
memancarkannya lebih jauh (seperti yang dilakukan antenna parabolic
dish); atau
dengan memancarkannya ke segala arah(seperti yang dilakukan
antenna omni-
directional), mengurangi jangkauan komunikasi.
9.6.3 Lingkungan
Lingkungan yang berisik dan tidak stabil bisa menyebabkan
jangkauan
hubungan jaringan wireless berkurang. Tingkat error paket dari sebuah
hubungan
RF akan lebih besar pada batasan jangkauan dikarenakan sebuah
sinyal noise
[Link] saja menambah gangguan secara efektif menaikkan noise,
mengurangi
kemungkinan mempertahankan hubungan yang solid.
Jangkauan hubungan RF bisa juga dipengaruhi oleh frekuensi
transmisi.
Meskipun biasanya tidak mendapatkan perhatian dalam menerapkan
jaringan
wireless, frekuensi mungkin menjadi pertimbangan ketika
merencanakan sebuah
bridge link. Sebagai contoh, sebuah sistem 2,4 GHz akan mampu
mencapai lebih
jauh pada output power yang sama dari pada sistem 5 GHz. Kenyataan
yang sama
berlaku untuk sistem 900 MHz yang lebih tua; ia akan mencapai jarak
lebih jauh
daripada sistem 2,4 GHz pada output power yang sama. Semua
band ini
digunakan dalam jaringan wireless, tetapi sistem 2,4 GHz tampaknya
yang paling
umum dipakai.
227
9.7 Kesimpulan
Ada berbagai permasalahan yang sering dihadapi dalam
implementasi Wireless
LAN, yaitu diantaranya Mulitpath, Hidden Node (Node yang
tersembunyi), Near/Far,
masalah Throughput. Sedanngkan ada beberapa tipe –tipe gangguan
pada jaringan
wireless, seperti contoh gangguan Narrowband, gangguan All-Band,
gangguan cuaca,
gangguan angin, stratifikasi, gangguan petir, dan gangguan channel
yang saling
berdekatan. Yang perlu diperhatikan pada jaringan wireless untuk
menghindari dan
menghadapi permasalah sperti diatas adalah dengan mendesain secara
cermat terhadap
jaringan wireless yang akan dibuat. Termasuk diantaranya adalah
pemilihan tempat /
lokasi, perangkat yang digunakan, user yang akan memakai jaringan
tersebut, dan
perawatan jaringan itu sendiri.
9.8 SOAL
1. Apa yang anda ketahui tentang Multipath dan efek apa yang dapat
diakibatkan
oleh Multipath ?
2. Bagaimana cara mengatasi node yang tersembunyi pada jaringan
wireless ?
3. Solusi apa yang dapat digunakan untuk mengatasi masalah
Near/Far pada
jaringan Wireless ?
4. Apa yang dapat dilakukan untuk dapat mengatasi masalah
Throughput Co-
Location Access Point ?
5. Sebutkan beberapa tipe gangguan pada jaringan wireless ? (5)
228
Bab 10. Keamanan Wireless LAN
10.1 WEP (Wired Equivalent Privacy)
WEP merupakan suatu algoritma enkripsi yang digunakan oleh shared
key pada
proses autentikasi untuk memeriksa user dan untuk meng-enkripsi data
yang dilewatkan
pada segment jaringan wireless pada LAN.
WEP digunakan pada standar IEEE 802.11. WEP juga merupakan
algoritma
sederhana yang menggunakan pseudo-random number generator
(PRNG) dan RC4
stream cipher. RC4 stream cipher digunakan untuk decrypt dan encrypt.
10.1.1 Alasan memilih WEP
WEP merupakan sistem keamanan yang lemah. Namun WEP dipilih karena
telah memenuhi standar dari 802.11 yakni
- Exportable
- Reasonably strong
- Self-Synchronizing
- Computationally Efficient
- Optional
WEP dimaksudkan untuk tujuan keamanan yakni kerahasiaan data,
mengatur
hak akses dan integritas data. Selain WEP terdapat standar lain
yakni standar
802.1x yakni EAP atau VPN.
10.1.2 WEP Keys
WEP keys diimplementasikan pada client dan infrastrukturnya
digunakan
pada Wireless LAN. WEP keys ini merupakan alphanumeric character
string yang
memiliki dua fungsi pada Wireless LAN. Pertama, WEP keys ini dapat
digunakan
untuk verifikasi identitas pada authenticating station. Kedua, WEP
keys dapat
digunakan untuk data encryption.
WEP keys terdiri atas dua tipe, yakni tipe 64-bit dan tipe 128-bit.
Untuk
memasuki static WEP keys melalui client atau infrastruktur seperti
bridge atau
access point adalah muda.
229
Berikut pada gambar 10.1 menunjukkan konfigurasi program untuk
memasuki WEP keys. Terkadang tampilan untuk memasuki WEP keys
berupa
checkbox yang menyeleksi 40-bit atau 128-bit WEP. Terkadang
tampilannya
bukan checkbox, oleh karena itu administrator harus mengetahui
berapa banyak
karakter yang ditanyakan. Pada umumnya software client akan
mengijinkan untuk
memasukkan WEP keys baik berupa format alphanumeric (ASCII)
ataupun
hexadecimal (HEX)
Gambar 10.1 Memasuki WEP keys melalui client device
10.1.3 Static WEP Keys
Untuk mengimplementasikan static WEP keys ini kita harus mengatur
secara
manual WEP key pada access point dan dihubungkan ke client. Pada
gambar 10.2
ini untuk memasuki WEP keys melalui infrastruktur.
Gambar 10.2 Memasuki WEP keys melalui infrastruktur
230
10.1.4 Centralized Encryption Key Servers
Centralized encryption key servers ini digunakan atas dasar alasan-
alasan
berikut:
- centralized key generation
- centralized key distribution
- ongoing key rotation
- reduced key management overhead
Beberapa nomor dari device yang berbeda dapat bertindak sebagai
Centralized key server. Berikut ini gambar Centralized Encryption Key
Servers:
Gambar 10.3. Centralized Encryption Key Servers
10.1.5 WEP Usage
Ketika WEP diinisialisasi, paket data akan dikirimkan dengan
menggunakan
WEP untuk meng-encrypt. Namun paket header data yang berisi MAC
address
tidak mengalami proses encrypt. Semua layer 3 yang berisi source dan
destination
mengalami encrypt.
10.1.6 Advanced Encryption Standard (AES)
AES merupakan pengganti algoritma RC4 yang digunakan pada WEP. AES
menggunakan algoritma Rijndale.
10.2 Filtering
Merupakan mekanisme keamanan dasar yang digunakan untuk
mendukung WEP
dan atau AES. Filtering memiliki arti menutup semua hubungan yang
tidak diijinkan
231
dan membuka semua hubungan yang diijinkan. Filtering terdiri dari tiga
tipe dasar yang
dapat diimplementasikan pada WLAN, yakni:
• SSID Filtering
• MAC Address Filtering
• Protocol Filtering
SSID Filtering merupakan metode penyaringan/ filtering yang bersifat
elementer
dan hanya digunakan untuk mengontrol hak akses. SSID merupakan
nama dari jaringan.
MAC Address Filtering merupakan metoda filtering untuk membatasi hak
akses
dari MAC Address yang bersangkutan. Berikut ini adalah gambar yang
menunjukkan
illustrasi MAC filters:
Gambar 10.4. Illustrasi MAC Filters
MAC filters ini juga merupakan metode sistem keamanan yang baik
dalam
WLAN, karena peka terhadap jenis gangguan seperti:
• Pencurian pc card dalam MAC filter dari suatu access point
• Sniffing terhadap WLAN
Protocol Filtering merupakan metoda yang memungkinkan WLAN
dapat
menyaring paket-paket yang melalui jaringan dari layer 2 hingga
layer 7. Berikut
illustrasi dari protocol filtering:
232
Gambar 10.5. Illustrasi dari protocol filtering
10.3 Attack On Wireless LAN
Seorang hacker dapat melakukan beberapa tindakan yang tujuannya
adalah untuk
memperoleh hak akses secara paksa dari suatu WLAN. Beberapa
metoda yang
digunakan hackerantara lain:
- Passive attack (eavesdropping)
- Active attack
- Jamming attack
- Man in the middle attack
10.3.1 Passive attack
Eavesdroping merupakan penyerangan ke WLAN yang paling
sederhana
dan efektif. Metode ini tanpa meninggalkan jejak dari hacker itu sendiri.
Berikut
contoh illustrasi dari Passive attack:
233
Gam bar 10.6. Illustrasi dari Passive attack
10.3.2 Active attack
Merupakan metode hacking yang memungkinkan seseorang mendapat
hak
akses yang digunakan untuk tujuan merusak. Dengan metode ini
memungkinkan
hacker dapat mengacak-acak data pada jaringan. Berikut contoh
illustrasi dari
Active attack:
Gambar 10.7. Illustrasi dari Active attack
10.3.3 Jamming attack
Merupakan metode yang dapat mematikan supply tegangan pada
suatu
jaringan. Contohnya:
234
Gambar 10.8. Illustrasi dari Jamming attack
10.3.4 Man in the middle attack
Metode yang juga dikenal dengan istilah membajak. Berikut contoh
illustrasinya:
Gambar 10.9. Illustrasi dari Man in Middle attack
10.4 Emerging Security Solution
Karena WLAN tingkat keamanannya rendah, dan karena mekanisme
keamanan WEP pada end-to-end buruk. Maka digunakan standar IEEE
802.1x.
10.4.1 WEP Key Management
Dengan menggunakan WEP sebagai sistem keamanan maka akan
dengan
mudahnya hacker menembus sistem keamanan tersebut. Solusinya
adalah dengan
memberi WEP key untuk setiap paketnya.
235
10.4.2 Wireless VPN
Merupakan salah satu teknologi yang berguna dalam keamanan
koneksi
pada Wireless LAN. Software yang digunakan untuk membangun VPN
antara
lain PPTP dan IP Sec. Berikut illustrasi VPN:
Gambar 10.10. Illustrasi VPN
10.5 Key Hopping Technologies
Merupakan teknologi yang memberikan solusi atas kelemahan WEP.
10.5.1 Temporal Key Integrity Protocol (TKIP)
Merupakan protokol yang membantu meningkatkan kerja dari WEP.
TKIP
digunakan untuk inisialisasi vektor (IV) dan menangani paket pasif
yang
mengalami proses snooping.
10.5.2 Solusi yang bedasarkan AES
Solusi yang didasarkan AES mungkin akan menggantikan WEP yang
mengunakan RC4, tetapi sementara solusi seperti TKIP sedang
diterapkan.
Walaupun sekarang ini dipasaran tidak ada produk yang menggunakan
AES, tetapi
tetapi beberapa penjual telah memiliki produk ini hanya tinggal
menunggu
keputusan release nya saja. AES memiliki tinjauan yang luas
sehungga sangat
effisien bagi harware dan software. Konsep 802.11i adalah konsep
untuk
penggunaan AES, dan merupakan sebuah pertimbangan bagi pemain
industri
Wierless LAN. AES sepertinya merupakan sebuah penyeleseian standart.
236
Teknik perubahan enkripsi data merupakan sebuah solusi yang penting,
AES akan menbuat dampak penting pada sistem keamanan WLAN, tetapi
masih
ada solusi yang msih bisa diimplementasikan pada jaringan enterprise,
contohnya
memusatkan encryption key server untuk mengotomatisasi handling out
key. Jika
radio cart pelanggan hilang, dengan AES enkripsi didalamnya, hal ini tidak
akan
berpengaruh, karena pencurinnya tidak bisa mengakses jaringan.
10.6 Wireless Gateway
Residential wireless gateway sekarang tersedia dengan teknologi
VPN, seperti
NAT, DHCP, PPPoE, WEP, MAC Filter dan bahkan sebuah built in firewall.
Device ini
cocok untuk kantor kecil atau lingkungan rumah dengan beberapa
komputer dan
jaringan ke internet. Biaya dari unit ini sangat tergantung pada servis
yang ditawarkan.
Beberapa dari unit hi-n bahkan mempunya static routing dan RIP v2.
Enterprise Wireless gateway adalah sebuah adaptasi spesial dari VPN dan
server
authehtikasi untuk jaringan wireless. Sebuah enterprise gateway berada
dalam segmen
jaringan kabel antara akses point dan jaringan wired akstrim. Sesuai
namanya, sebuah
gateway mengontrol akses dari wireless Lan ke jaringan wired, sehingga
ketika seorang
hacker mendapatkan akses ke segmen wireless, gateway akan
melindungi sistem
distribusi jaringan wired dari serangan.
Sebuah contoh dari waktu yang tepat untuk membangun sebuah
enterprise
wireless line gateway mungkin dapat dilihat pada situasi berikut.
Anggaplah sebuah
rumah sakit mempunyai 40 akses point dalam gedungnya. Investasi
mereka pada akses
point cukup penting, sehingga jika akses point tidak mendukung
ukuran keamanan,
rumah sakit bisa dalam keadaan yang sulit/bahaya dan harus
mengganti semua akses
point mereka. Malahan, rumah sakit dapat membangun sebuah wireless
line gateway.
Gateway ini dapat terhubung antara core switch dan distribution
switch (yang
terhubung pada akses point) dan dapat berfungsi sebagai sebuah
authentikasi dan VPN
server pada jaringan yang terhubung dengan semua wireless LAN
client. Malahan
daripada membangun seluruh akses point baru satu (atau lebih
tergantung dari
kebutuhan jaringan) gateway device dapat di install dibelakang
semua akses point
sebagai sebuah group. Kegunaan dari tipe gateway ini adalah untuk
menyediakan
keamanan untuk kepentingan sebuah akses point yang tidak aman.
Sebagian besar
237
entreprise wireless gateway mendukung sebuah array dari protokol VPN
seperti PPTP,
IP Sec, L2TP, Sertificate, dan bahkan QoS berdasarkan profile.
10.7 802.1x and Extensible Authentication Protocol
Standart 802.1x menyediakan spesifikasi untuk akses control jaringan
port-based.
Akses kontrol port-based sebenarnya – dan masih – digunakan dengan
eterneth switch.
Ketika sebuah user mencoba untuk terhubung ke port ethernet, port
kemudian
menempatkan koneksi user pada bloked mode untuk menunggu verifikasi
dari identitas
user dengan sebuah sistem authentikasi back end.
Gambar 10.11. 2-Logon Processor
Protokol 802.1x telah dipergunakan pada banyak sistem wireless LAN dan
hampir
menjadi sebuah latihan standart pada banyak vendor. Ketika
dikombinasikan dengan
Extensible Authentication Protocol (IEP), 802.1x dapat menyediakan
sebuah
lingkungan yang fleksibel dan sangat aman berdasarkan berbagai
macam skema
authentikasi yang digunakan sekarang.
IEP, yang dulunya didefinisikan untuk point to point protokol (ppp),
adalah
sebuah protocol untuk bernegosiasi dengan metode authentikasi. IEP
diterangkan pada
RFC 2284 dan mendefinisikan karakteristik dari metode authentikasi
termasuk
informasi user yang dibutuhkan (pasword, sertifikat, dll), protokol
yang digunakan
238
(MD5, TLS, GSM, OTP, dll), dukungan dari igeneration, dan dukungan
dari mutu
authentikasi. Mungkin terdapat beberapa tipe EAP yang berada dipasar
sejak IEEE dan
pelaku industri membuat persetujuan pada setiap single type,atau
beberapa tipe lain
untuk menciptakan sebuah standart.
10.8 Corporate Security Police
Sebuah perusahaan seharusnya memiliki sebuah hubungan dengan
security police
yang menunjukan resiko yang unik yang ditunjukkan WLAN terhadap
suatu jaringan.
Contoh, dari sebuah ukuran sel yang tidak tepat yang
memperkenankan hacker untuk
mengambil keuntungan akses jaringan pada area parkir adalah
contoh yang sangat
bagus dari sebuah item yang seharusnya termasuk dalam beberapa
hubungan security
police. Hal lain yang perlu diperhatikan dalam security police adalah
pasword yang
baik, WEP yang bagus keamanan secara fisik penggunaan solusi
keamanan yan bagus
dan keteraturan perlengkapan hardware pada wireless LAN. Semua
itu jauh dari
sempurna mengingat solusi keamanan yang akan mengalami
perubahan diantara
organisasi-organisasi. Luasnya pembahasan security policy pada
wireless LAN akan
bergantung pada perlengkapan securitas dari organisasi seperti halnya
luas dari daerah
wireless LAN pada suatu jaringan.
10.8.1 Keep Sensitive Informatio Private
Beberapa hal yang seharusnya diketahui hanya oleh administrator
jaringan
pada level yang tepat adalah :
1. Username dan password dari access point dan bridge
2. SNMP strings
3. WEP keys
4. Daftar MAC address
Point penting untuk menjaga informasi ini hanya ditangan orang
yang
terpercaya. Kemampuan individual seperti administrator jaringan
sangat penting
karena seorang hacker akan sangat mudah mengunakan bagian informasi
tersebut
untuk mengambil keuntungan pada akses jaringan.
239
10.8.2 Physical Security
Walaupun saat physical security menggunakan jaringan wired
tradisional
sangat penting tapi akan lebih penting lagi perusahaan yang
menggunakan
teknologi wireless LAN. Untuk alasan yang telah dibahas diawal seseorang
yang
memiliki sebuah wireless PC card (dan mungkin sebuah antenna)
tidak dapat
berada dalam gedung yang sama, seperti halnya suatu jaringan
mengambil
keuntungan akses pada jaringan yang lain. Bahkan software
pendeteksi
gangguanpun tak sepenuhnya cukup untuk mencegah hacker wireless
LAN untuk
melakukan pencurian informasi sensitif/penting. Serangan pasif tidak
meninggalkan jejak, karena tidak adanya koneksi yang dibuat. Sekarang
semua itu
merupakan kebutuhab pasaran yang dapat menunjukkan network
card dengan
mode yang menjanjikan, mengakses data tanpa membuat koneksi.
10.8.3 Inventaris Peralatan Wireless LAN dan Security Audits
Sebagai bagian dari physical security policy, semua peralatan Wireless
LAN
seharusnya secara teratur dicatat disahkan dan mencegah
penggunaan peralatan
WLAN yang tidak sah untuk mengakses organization’s network. Jika
jaringan
terlalu besar dan berisi sejulah peralatan Wireless yang penting, maka
inventori
peralatan secara berkala sangat tidak praktis. Jika masalahnya
seperti ini,
penyeleseian kemanan Wireless LAN sangat penting untuk
diimplementasikan,
yang tidak berdasar pada hardware tetapi berdasar pada username dan
password
atau beberapa tipe yang bukan hardware-based peneleseian keamanan.
10.8.4 Menggunakan penyeleseian keamanan tingkat lanjut
Organisasi yang menerapkan WLAN seharusnya mengambil
keuntungan
dari mekanisme keamanan yang lebih maju yang sudah tersedia
dipasaran saat ini.
Ini juga diperlukan suatu kebijakan keamanan yang
mengimplementasikan tentang
segala sesuatu yang mengedepankan mekanisme keamanan secara
menyeluruh.
Karena ini merupakan teknologi baru, hak milik, dan sering juga
digunakan dalam
kombinasi dengan protokol keamanan yang lain, mereka harus
mendokumentasikannya, sehingga jika terjadi suatu pelanggaran
keamanan,
240
network administrator dapat menentukan dimana dan bagaiman
pelanggaran itu
terjadi.
10.9 Publik Wireless Network
Ini sangat mutlak bahwa mereka (corporate users) dengan informasi yang
sensitif
pada komputer mereka akankah terhubung dengan publik wireless LAN.
Ini seharusnya
menjadi masalah bagi kebijakan peusahaan bahwa semua pengguna
wireless berjalan di
keduanya, yaitu sofware firewall pribadi dan antiviral sofware pada
labtop mereka.
Kebayakan publik wireles network hanya memiliki sedikit atau
bahkan tanpa
pengamanan pada saat membuat hubungan/konektifitas sederhana
bagi pengguna dan
mengurangi jumlah pendukung teknis diperlukan.
10.9.1 Limited dan Tracked Access
Kebanyakan perusahaan LAN memiliki beberapa metode dalam
membatasi tracking akses pengguna pada LAN. Secara khusus, sistem
pendukung
servis authentikasi, Authorisasi, dan Laporan dipekerjakan. Tindakan
pengamanan
yang sama ini seharusnya didokumentasikan dan diterapkan sebagai
bagian dari
keamanan Wierless LAN. AAA servis akan menizinkan perusahaan
untuk
menempatkan penggunaan yag tepat ke kelas user tertentu. Pengunjung
(misalnya)
hanya boleh mengakses internet, sedangkan karyawan diperbolehkan
mengakses
data-data departemen dan juga mengakses intenet.
10.10 Rekomendasi keamanan
Sebagai ringkasan pada bab ini , di bawah adalah
beberaparekomendasi untuk
pengamanan wireless LAN.
10.10.1WEP
Jangan semata-mata hanya percaya pada WEP, tidak perduli sebaaik-
baiknya
kamu mengimplementasikan sebuah solusi keamaan wireless LAN
end to end.
Suatu peralatan wireless LAN dilindungi hanya dengan WEP hal itu bukan
suatu
jaminan. Ketika menggunakan WEP, jangan menggunakan WEP keys
yang
241
dihubungkan ke SSID atau ke organisasi. Membuat WEP keys sangat sulit
untuk
di ingat di dibawa keluar. Pada banyak kasus, WEP key dapat
dengan mudah
ditebak hanya dengan melihat SSID atau nama dari organisasi.
10.10.2Cell Cizing
Dalam rangka mengurangi kesempatan eavesdropping , administrator
harus
yakin bahwa cell size dari aksess point adalah tepat. Mayoritas
hackers mencari
penempatan di mana sangat kecil energi dan waktu harus
dihabiskan untuk
memperoleh akses ke dalam jaringan tersebut. Karena alasan ini,
adalah penting
untuk tidak mempunyai access point yang memancarkan sinyal yang
kuat yang
meluas keluar daearh organisasi/perusahan kecuali jika perlu. Beberapa
enterprise-
level access point mengizinkan menkonfigurasi power output, yang
mana secara
efektif mengendalikan ukuran dari RF cell disekitar access point. Jika
pembajak
berada diarea perusahaan tidak dapat mendeteksi jaringanmu,
kemudian
jaringanmu tidak akan terbajak.
10.10.3User Authentication
Sejak user authentication adalah sebuah wireless LAN paling lemah,
dan
standart 802.11 tidak menetapkan metode apapun dari user authentikasi,
ini sangat
penting bahwa administrator secepat mengimplementasikan user-
based
authentikasi pada saat instalasi infrastruktur wireless LAN. User
authentiksi harus
berdasar pada rencana device-independent seperti, username dan
password,
biometric, smart card, sistem token-based, atau beberapa tipe yang lain
dari alat
keamanan yang mengidentifikasi user, bukan pada hardware. Solusi
yang kamu
terapkan seharusnya didukung authentikasi bi-direcsional antara
server
authentikasi dan wireless client.
10.10.4Security Need
Memilihlah suatu solusi keamanan yang sesuai dengan anggaran dan
kebutuhan organisasimu, keduanya untuk hari ni dan seterusnya.
Wireless LAN
memperoleh popularitas yang sangat cepat karena kemudahannya
dalam
pengimplementasian. Ini berarti bahwa wireless LAN yang dimulai
dari sebuah
242
access point dan 5 buah client dapat tumbuh dengan cepat menjadi
15 accesss
point dan 300 client. Mekanisme keamanan yang sama bekerja dengan
baik untuk
satu accses point tidak akan bisa diterima, atau dijamin untuk 300
user. Sebuah
organisasi bisa membuang uang untuk solusi keamanan yang akan
tumbuh dan
berkembang dengan cepat seperti perkembangan wireless LAN. Pada
banyak
kasus, organisasi sudah memiliki keamanan ditempatnya seperti
sistem deteksi
gangguan, firewall, dan RADIUS server. Ketika memutuskan pada sebuah
solusi
wireless LAN, maka peralatan yang ada menjadi pengaruh yang
sangat penting
dalam penurunan biaya.
10.10.5Use additional security tool
Mengambil keuntungan dari teknologi yang ada tersedia, seperti
VPNs,
firewalls, intrusion detection systems (IDS), standart dan protokol seperti
802.1x
dan EAP, dan client authentication dengan RADIUS dapat membantu
membuat
solusi wireless diatas dan melebihi standart 802.11 yang dibutuhkan.
Biaya dan
waktu untuk mengimplementasikan solusi ini sangat dianjurkan dari
SOHO
solution dan solusi perusahaan besar.
10.10.6Monitoring for Rogue Hardware
Untuk mengetahui penjahat accsess point, access point regular sesi
penemuan seharusnya dijadwal tetapi tidak diumumkan. Dengan aktif
menemukan
dan memindahkan penjahat access point akan seperti menjauhkan
hacker dan
mengizinkan administrator untuk merawat control jaringan dan
keamanan.
Pemeriksaan keamanan secara regular harus dilakukan untuk
menempatkan
configurasi access point yan salah, dapat menjadi resiko keamanan.
Tugas ini bisa
dilakukan selagi mengawasi jaringan dari kejahatan penjahat access
point adalah
bagian dari suatu keamanan reguler yang rutin. Kini,
konfigurasiharus
dibandingkan denga konfigurasi yang lama dalam rangka untuk
melihat jika
hacker telah meng konfigurasi ulang access point. Penguncian
access harus
diterapkan dan dimonitor bertujuan untuk menemukan semua access
yang tidak
beraturan pada segmen wireless. Type pengawasan ini bahkan dapat
membantu
menemukan hilangnya atau tercurinya peralatan wireless client.
243
10.10.7Switches, not hub
Petunjuk sederhana yang lain untuk mengikuti selalu
menghubungkan
accsess point ke switch malahan ke hub. Hub adalah peralatan
broadcast, jadi
setiap paket yang diterima oleh hub akan dikirimkan ke semua port hub
yang lain.
Jika access point terhubung dengan hub, kemudian setiap paket
dikirim melalui
segmen wired akan di broadcast menyeberangi segmen wireless.
Kemampuan ini
memberi informasi tambahan kepada hacker seperti password dan ip
address.
10.10.8Wireless DMZ
Ide yang lain untuk menerapkan keamanan untuk segmen wireless
LANadalah menciptakam WDMZ. Membuat WDMZ ini menggunakan
firewall
atau router biayanya dapat bergantung pada level implementasi.
WDMZS
biasanya diterapkan di medium dan large-scale LAN deployments.
Karena pada
dasarnya access point adalah alat yang tidak aman dan tidak
dipercaya, mereka
harus terpisah dari segmen jaringan lain oleh perlatan firewall. Dapat
digambarkan
pada gambar 10.12 dibawah ini.
Gam bar 10.12 Wireless DMZ
244
10.10.9Firmware & Software Updates
Updete-lah firmware dan driver pada access point dan wireless card
anda.
Merupakan keputusan yang tepat untuk menggunakan firmware dan
driver terbaru
pada access point dan wireless card anda. Perusahaan-perusahaan
sangat biasa
mengalami kesulitan untuk mengetahui isu, security hole dan
mengaktifkan fitur
baru dengan melakukan update tersebut
10.11 Kesimpulan
Untuk mengatasi masalah keamanan dalam jaringan wireless
digunakan WEP.
WEP (Wireless Equivalent Privacy) merupakan algoritma enkripsi yang
digunakan oleh
shared key pada proses autentikasi untuk memeriksa user dan untuk
meng-enkripsi data
yang dilewatkan pada segment jaringan wireless pada LAN. WEP
dimaksudkan untuk
tujuan keamanan yakni kerahasiaan data, mengatur hak akses dan
integritas data. Selain
WEP terdapat standar lain yakni standar 802.1x yakni EAP atau VPN.
Standar yang
banyak digunakan adalah WEP meskipun merupakan keamanan yang
lemah. Ada
beberapa alasan mengapa WEP dipilih karena memenuhi standar
802.11, yaitu
Exportable, Reasonably strong, Self-Synchronizing, Computationally
Efficient,
Optional. Sedangak Filtering adalah sisitem keamanan yang
digunakan unutk
mendukung dari sistim WEP. Dan yang terpenting dalam keamanan
jaringan wireless
adalah melakukan update terhadap software perangkat yang digunakan.
10.12 SOAL
1. Apa yang anda ketahui tentang Wired Equivalent Privacy ?
2. Jelaskan mengenai konsep Filtering pada sistim keamanan
jaringan wireless
yang mendukung WEP ?
3. Sebutkan dan jelaskan secara singkat serangan pada jaringan
wireless ?
4. Sebutkan dua software yang digunakan untuk membangun VPN ?
5. Sebutkan solusi yang dapat digunakan untuk lebih meningkatkan
keamanan
pada jaringan wireless ?
245
Bab 11. Site Survey
Survey site Radio Frekuensi (RF) adalah peta untuk keberhasilan
implementasi
jaringan wireless. Survey site tidak terlalu susah dan tekniknya cepat.
Survey site sangat
penting dalam implementasi jaringan wireless. survey site digunakan
untuk
mendefinisikan kontur cakupan radio frekuensi dari sumber radio
frekuensi (access
point/bridge) dalam banyak fasilitas. site survey digunakan untuk
mengetahui cakupan
radio frekuensi yang dibutuhkan.
11.1 Persiapan untuk survey site meliputi:
11.1.1 Pengumpulan informasi
11.1.2 Pembuatan keputusan :
Beberapa topik yang mungkin dibutuhkan sebagai pertanyaan
manajemen
jaringan sebelum survey site :
[Link] Analisa fasilitas
Jenis fasilitas di rumah sakit yang memiliki peralatan radiologi, di real
estate dengan kantor sebanyak 25 agen dalam hal ini keamanan sangat
penting
dimana cakupannya hanya 1 atau 2 central access point dan
kebutuhan
bandwith akan disebutkan sejak access internet atau transfer file.
[Link] Menampilkan Jaringan
Apakah jaringan telah siap? ,pertanyaan yang biasanya ada pada
administrator jaringan adalah sebagai berikut:
• Sistem operasi jaringan apa yang digunakan.
• Berapa banyak penggunanya yang membutuhkan access secara
bersama - sama ke jaringan wireless.
• Berapa besar kebutuhan bandwith dalam jaringan
• Protokol apa yang digunakan dalam wireless LAN
• Kanal den teknologi spread spectrum apa yang saat ini digunakan
• Pengukuran keamanan wireless LAN apa yang ada dilokasi
246
• Dimana point koneksi wired LAN diletakkan
• Apakah client menggunakana wireless LAN dalam sebuah organisasi
Gambar 11.1. Naming Conventions
[Link] Penggunaan Area dan Tower
Apakah Wireless LAN digunakan untuk indoor,outdoor atau kedua-
duanya?...
Wireless LAN menggunakan tipe outdoor dalam banyak situasi dan
potensi rintangan dalam instalasi dan perbaikan wireless LAN.
Tipe tower apa yang digunakan?...
• Apakah butuh perijinan
• Apakah butuh struktur engineer
Gambar 11.2. NEMA Enclosure
[Link] Tujuan dan Kebutuhan Bisnis
Apakah tujuan dari wireless LAN?...
247
Site surveyor harus memiliki pengetahuan darimana jaringan yang akan
digunakan dan untuk tujuan apa. dengan mengetahui bagaimana
effect
jaringan wireless untuk tujuan bisnis, site surveyor akan dapat
membuatnya
lebih baik. site surveyor harus mengetahui kebutuhan bisnis untuk
efisiensi
survey site
[Link] Kebutuhan Bandwidth dan Roaming
Apakah dibutuhkan bandwith dan roaming?...
Dengan implementasi teknologi dan penggunaannya saat survey site
sebagai contoh jika client di perumahan hanya menggunakan
wireless LAN
sebagai tujuan untuk scanning data dari box label dan mengirim
data ke
server maka bandwith yang dibutuhkan sangat kecil. pengumpulan data
hanya membutuhkan 2 MBPS.
Gambar 11.3. 2 Mbps Data Rate
Berapa banyak pengguna?...
248
Dengan memahami berapa banyak pengguna yang akan dialokasikan
dibutuhkan untuk menghitung besar data throughput masing-masing
pengguna.
Tipe aplikasi apa yang akan digunakan wireless LAN?...
Jaringan digunakan hanya untuk transmit data non-time sensitive
atau
data time sensitive seperti suara atau video. Aplikasi bandwitdh besar
seperti
suara atau video membuthkan throughput yang lebih besar tiap
pengguna.
Gambar 11.4. 5.5 Mbps Data Rate
[Link] Sumber yang Digunakan
Sumber yang digunakan berdasarkan pada budget project, waktu
pengalokasian project, dan apakah administrator pernah ditraining
tentang
jaringan wireless.
Gambar 11.5. Contoh Blueprint Jaringan Wireless
249
[Link] Kebutuhan Keamanan
Level keamanan jaringan apa yang dibutuhkan?....
Diskusi dengan pelanggan akan menyediakan informasi untuk solusi
pelanggan oleh designer.
11.2 Persiapan Latihan
Apakah pelanggan bergerak menggunakan fasilitas seperti komputer
portable atau desktop
Berapa jauh koneksi yang dibutuhkan oleh pelanggan
Level akses apa yang dibutuhkan pelanggan untuk sensitivitas data
dalam
jaringan, apakah membutuhkan keamanan, dan tipe keamanan
seperti apa
yang dibutuhkan
Apakah pelanggan dapat mengambil laptop nya ketika card wireless
LAN
nya dicuri
Apakah pelanggan menggunakan intensive bandwidth, sensitive
time, atau
aplikasi connection oriented.
Berapa sering pelanggan melakukan perpindahan
Apakah pelanggan memiliki akses internet
Apakah perangkat pelanggan sering dirubah untuk event khusus yang
dapat
mengganggu kerja wireless LAN
Siapa yang biasanya mendukung pelanggan dalam pengadaan jaringan,
dan
apakah mereka berkualitas untuk mendukung pelanggan wireless
Jika pelanggan bergerak, tipe peralatan mobile computing apa yang
mereka
gunakan
Berapa sering dan berapa jauh pelanggan bekerja dengan laptop tanpa
daya
AC
11.3 Persiapan Check List
Dokumentasi sumber daya
Dokumentasi survey site wireless LAN
Pemetaan topologi
Pertemuan dengan administrator jaringan
250
Pertemuan dengan manager building
Pertemuan dengan security officer
Akses ke semua area fasilitas yang diakibatkan oleh wireless LAN
Akses ke wiring closet
Akses ke roof
Rencana konstruksi masa depan
11.4 Peralatan Survey Site
Access Point
Digunakan selama survey site dengan power output yang bervariasi
dan
konektor antenna ekstenal.
PC Card
Laptop dan PDA
Paper
Spectrum analyzer
11.5 Menganalisis Jaringan (Sniffer)
Sniffer adalah perangkat yang digunakan untuk mencari wireless Lan
lain yang
telah ada pada suatu area. Bekerja dengan mengambil paket yang
dipancarkan oleh
Wireless lan tersebut lalu memuat data informasi terperinci mengenai
wireless Lan yang
telah ada pada area tersebut.
11.5.1 Kit check survey site
Perangkat yang termasuk dalam kit site survey
• Laptop dan/atau PDA.
• Wireless PC card dengan drivernya & software utility yang
dibutuhkan.
• Bridge atau accsess Point jika dibutuhkan.
• Baterei kemasan & DC-TO-AC konvertor.
• Software utility site survey ( dibuka dari laptop atau PDA).
• Alat tulis menulis.
251
• Cetak biru & diagram jaringan.
• Antenna dalam dan luar ruangan.
• Kabel & connectors.
• Teropong dan radio dua arah.
• Payung dan/atau perlengkapan hujan.
• Hardware atau software khusus seperti sniffer dan spectrum analyzer.
• Peralatan, selotip dan perlengkapan lain untuk perpindahan
hardware
sementara.
• pengamanan dan tempat sebagai isi hardware untuk computer
rumah,
peralatan, dan keamanan dokumen selama survei dan perjalanan
dari
lokasi survey.
• Kamera digital untuk mengambil gambar dari tempat tertentu di dalam
suatu fasilitas.
• Pengisi baterei.
• Attenuator antenna .
• Roda untuk pengukuran.
• Tas travel atau cara lain untuk mengangkut peralatan & dokumentasi.
11.5.2 Mengadakan Survey Site
Mensurveilah ditempat dengan toolkit yang lengkap, berjalan beberapa
miles
sepanjang;seluruh client’s fasilitas umum. RF site survey adalah 10%
survey dan
90% berjalan, gunakan sepatu yang nyaman saat dilokasi yang besar.
[Link] Survey indoor
Untuk survey dalam ruang, menempatkan dan merekam materi pada
suatu copy, cetakbiru atau suatu gambar menyangkut fasilitas itu.
[Link] Survey outdoor
Sebelum memulai, perhatikan hal – hal berikut ini :
• Siapa yang akan memasang dan memindahkan accsess point
pada
tempat – tempat yang tinggi.
252
• Apakah ada seseorang yang mau memindahkan pohon yang
menghalangi
pemasangan sesuai zona freznel.
• Jika diperlukan tower baru, apakah izinnya sudah siap.
• Apakah diperlukan izin untuk pemasangan antenna pada tower.
• Apakah bangunan memerlukan kode plenum rate untuk peralatan
yang
digunakan
11.5.3 Pengumpulan Informasi RF
Informasi yang perlu dikumpulkan
• Range dan pola cakupan
• Data rate yang dinilai
• Dokumentasi
• Tes menyeluruh dan perencanaan kapasitas
• Sumber interferensi
• Kabel koneksi data dan power AC yang dibutuhkan
• Penempatan antenna diluar ruang
• Pemeriksaan dadakan
11.5.4 Laporan Site Survey
Setelah secara menyeluruh mendokumentasikan fasilitas pelanggan,
perlu
disediakan data untuk menyiapkan suatu laporan yang tepat untuk
klien itu.
Laporan akan bertindak sebagai peta untuk implementasi
menyangkut Wireless
LAN dan dokumentasi sebagai acuan kedepan untuk pengurus dan
teknisi
jaringan.
Laporan lokasi adalah puncak dari semua usaha sampai sekarang,
dan
mungkin membutuhkan harian atau bahkan mingguan untuk melengkapi
laporan.
Mungkin saja diperlukan untuk mengunjungi lokasi untuk
mengumpulkan lebih
banyak data atau untuk mengkonfirmasikan sebagian dari penemuan
awal.
Beberapa lebih banyak percakapan mungkin diperlukan untuk membuat
keputusan
dan sebagian dari orang dengan yang tidak dapat ditemukan
manakala berada
ditempat lokasi.
• Format laporan
253
• Tujuan bisnis dan laporan lokasi survey
• Metodologi
• Cakupan area RF
• Keseluruhan
• Interference
• Masalah area
• Gambar
11.5.5 Laporan Tambahan
Untuk memberitahu pelanggan tentang pelayanan terbaik. Diperlukan
tambahan data berupa Potongan informasi tambahan yang menjadi
anggota dalam
lokasi mensurvei laporan adalah penemuan gangguan interferensi, type
peralatan
yang diperlukan, dan usul penempatan peralatan.
11.6 Kesimpulan
Dalam membangun jaringan wireless, hal yang perlu diperhatikan
adalah
melakukan survei letak / lokasi, atau yang lebih dikenal sebagai Survey
[Link] (Radio
Frequency). Hal ini penting dilakukan karena merupakan peta untuk
keberhasilan
implementasi jaringan wireless. Dan menentukan cakupan frekuensi dari
sumber (access
point). Persiapannya meliputi pengumpulan informasi, pembuatan
keputusan, persiapan
check list, mempersiapkan peralatan survey site, dan melakukan
analisa terhadap
jaringan.
11.7 SOAL
1. Desain dan gambarkan jaringan wireless indoor pada sebuah
ruangan.. User
yang akan menggunakan koneksi wireless berkisar 50 – 100 orang. ?
2. Berikan rincian harga dan keterangan secara detail dari soal nomor 1 ?
3. Apa saja yang diperlukan dalam pengumpulan informasi RF ?
4. Sebutkan peralatan yang dibutuhkan untuk melakukan survey site
pada jaringan
wireless ?
254
5. Sebutkan beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan
survei jaringan
wireless outdoor ?
255
Kunci Jawaban
Bab 1.
1. Federal Communications Commission ( FCC)
2. IEEE 802.11
IEEE 802.11b
IEEE 802.11a
IEEE 802.11g
3. IEEE 802.11 :
Standar asli wireless LAN menetapkan tingkat perpindahan data
yang
paling lambat dalam teknologi transmisi light-based dan RF.
IEEE 802.11b :
Menggambarkan tentang beberapa transfer data yang lebih cepat
dan
lebih bersifat terbatas dalam lingkup teknologi transmisi.
IEEE 802.11a :
Gambaran tentang pengiriman data lebih cepat dibandingkan (tetapi
kurang sesuai dengan) IEEE 802.11b, dan menggunakan 5 GHZ
frekuensi band UNII.
IEEE 802.11g :
Syarat yang paling terbaru berdasar pada 802.11 standard yang
menguraikan transfer data sama dengan cepatnya seperti IEEE 802.11a,
dan sesuai dengan 802.11b yang memungkinkan untuk lebih murah.
4. Akses Role, Perluasan Jaringan, Menghubungkan Gedung Satu
dengan yang
lain, Pengiriman Data Bermil-mil, Mobilitas, Small Office – Home
Office,
Mobile Offices.
5. Small Office – Home Office, merupakan salah satu aplikasi dari wireless
LAN
yang banyak digunakan oleh perusahaan dan efisiensi untuk pengunaan
internet
tunggal dan peningkatan produktifitas.
Bab 2.
1. Gain, Power Loss, Refleksi, Pembiasan, Difraksi, Scattering,
Penyerapan
(Absorpsi).
256
2. Sebuah peralatan RF yang secara khusus di-design untuk meng-
generate dan
me-radiasi sinyal RF. Dalam istilah hardware, intentional radiator
meliputi
peralatan RF dan semua pengkabelan juga konektor-konektor pendukung
tetapi
tidak termasuk antenna
3. - Daya (kekuatan) pada peralatan transmisi
- Loss dan gain dari peralatan penghubung antara peralatan
transmisi dan
antenna, seperti kabel, konektor, amplifier, attenuator, dan splitters.
- Daya (kekuatan) pada konektor terakhir sebelum sinyal RF masuk
pada
antenna ( intentional Radiator).
- Daya pada element antenna (EIRP)
4. 10.825 feet.
5. 6.021 db.
Bab 3.
1. Teknologi komunikasi yang hanya cukup digunakan dari frekwensi
spectrum
untuk membawa data sinyal, dan tidak lebih. Misi FCC untuk
menjaga
penggunaan frekwensi sebanyak mungkin, hanya membagi-bagikan
apa yang
diperlukan untuk melakukan pekerjaan.
2. Teknik yang menggunakan kecepatan frekwensi spread spectrum yang
lebih dari
83 MHz. Kecepatan frekwensi mengacu pada kemampuan radio untuk
merubah
frekwensi transmisi di dalam RF band frekwensi yang dapat di pakai.
3. Merupakan sebuah metode pengiriman data dimana pengiriman dan
penerimaan
data berada pada range frekuensi 22 MHz. Chanel yang lebih lebar
akan
257
membuat peralatan dapat mengirim informasi lebih tinggi daripada
system
FHSS.
4. Narrowband interference
Co-Location
Cost
Equipment Compability & Availability
Data rate & Thoughput
Security
Standards Support
5. DSSS menggabungkan sebuah data sinyal pada station
pengiriman dengan
kecepatan bit sequence yang tinggi dimana direferensikan sebagai
chipping code
atau penguatan prosesor. Sebuah prosesor yang tinggi akan menambah
resistansi
sinyal untuk saling berinteferensi. Proses dari direct sequence dimulai
dengan
sebuah carier dimodulasikan dengan kode sequence. Angka pada
chips dalam
kode akan menentukan bagaimana penyebaran terjadi dan angka dari
chips serta
kecepatan dari kode akan menentukan kecepata data.
Bab 4.
1. Root Mode
Root Mode digunakan ketika accesss point dikoneksikan ke sebuah
tulang
punggung kabel (wired backbone) sepanjang interface kabel
(biasanya
Ethernet)/ kebanyakan accesss point mendukung model lebih dari model
root
hadir dikonfigurasikan secara default.
Repeater Mode
Dalam mode pengulangan, access point memiliki kemampuan untuk
mendukung sebuah koneksi wireless upstream (hulu) kedalam jaringan
kabel
lebih dari koneksi normal kabel. Satu access point melayani sebagai
access
point root dan lainnya melayani sebagai sebuah wireless repeater.
Bridge Mode
Pada model jembatan, acces point bertindak tepatnya sebagai
jembatan
wireless, yang mana akan didiskusikan nanti pada bagian ini.
Kenyataannya,
mereka menjadi jembatan wireless ketika dikonfigurasikan pada cara
ini.
Hanya sebagian kecil acces point di pasaran yang memiliki fungsi
jembatan,
258
yang mana ciri khasnya ditambahkan biaya tertentu untuk
perlengkapan.
Kita akan menjelaskan singkat bagaimana fungsi jembatan wireless.
2. - Gunakan duty zip ties untuk memasang access point ke kolom atau
sorotan.
- Jangan tutupi cahaya akses point ketika memasang access point dengan
zip ties
- Pasang access point terbalik sehingga lampu indikator dapat terlihat dari
lantai
- Beri nama access point
3. - PCMCIA dan Compact Flash(CF)
- Ethernet dan Serial Converter
- USB Adapter
- PCI dan ISA Adapter
4. Peralatan yang didesain untuk menghubungkan sejumlah kecil titik
wireless ke
satu peralatan untuk Layer 2 (wireless dan non wireless) dan konektifitas
layer 3
ke internet atau ke jaringan lain.
5. Piranti yang memberikan autensifikasi khusus dan konektifitas untuk
wireless
client. Enterprise Wireless Gateways cocok untuk lingkungan skala besar
wireless LAN dimana memberikan banyak servise wireless LAN yang bisa
di
atur seperti rate limiting, Quality of Service(QoS), dan profile
management.
259
Bab 5.
1. - Omni – directional
- Semi – directional
- Highly – directional
2. - Antenna memancarkan energinya secara bersamaan pada semua
arah sekitar
porosnya. Antenna directional memusatkan energinya dalam bentuk
kerucut,
dikenal dengan “beam”. Antenna omni-directional digunakan ketika
melingkupi
semua arah sekitar poros horizontal dari antenna dibutuhkan.
Antenna omni-
directional sangat efektif dimana jangkauan besar dibutuhkan
disekitar titik
pusat.
260
3. Insertion loss, Respon frekuensi, Impedansi, VSWR Rating, High
isolation,
Impedansi, Power Ratings, Tipe konektor, Report Kalibrasi, Mounting,
DC
voltage passing
4. - RF connector harusnya sesuai dengan impedansi dengan semua
komponen
wireless-LAN ( biasanya 50 Ohms ). Ini bukannya suatu permasalahan
sejak
ketika anda membeli konektor dengan impedansi yang berbeda, mereka
tidak
akan cocok jika bersama-sama karena ukuran dari pin-center-nya.
- Kenali seberapa banyak insertion loss dari tiap konektor yang di
sisipkan ke
dalam path sinyal. Jumlah dari loss akan menyebabkan faktor ke
dalam
kalkulasi dari kekuatan sinyal yang anda inginkan dan juga jarak
yang
dibolehkan.
- Kenali kenaikan batas frekuensi (respon frekuensi) yang di
spesifikasikan
untuk tiap konektor. Point ini akan sangat penting sebesar 5GHz
wirelessLan
menjadi lebih dan lebih. Beberapa konektor yang di hitung hanya
sebesar 3
GHz, dimana ini baik di gunakan dengan 2.4 GHz wirelessLan, tapi akan
tidak
berjalan dengan baikuntuk 5GHz wirelessLan. Beberapa konektor
yang di
hitung hanya diatas 1 GHz dan akan sama sekali tidak berjalan dengan
baik
dengan wirelessLan, yang di legalkan hanya 900MHz wirelessLan.
- Hati-hati dengan kualitas konektor yang buruk. Pertama, selalu
pertimabngkan
dari perusahaan yang bereputasi. Kedua,, belilah hanya konektor
dengan
kualitas tinggi yang dibuat oleh perusahaan yang terkenal. Bagian
dari
pembelian ini akan membantu anda untuk mengurangi permasalahan
dengan
sinyal RF yang sporadik, VSWR dan koneksi yang buruk.
- Yakinlah bahwa anda mengetahui tipe dari konektor(N,F,SMA,dll) yang
anda
butuhkan dan jenis kelamin dari konektor itu sendiri. Konektor
mempunyai 2
jenis kelamin, yaitu male dan female. Konektor male mempunyai pin
center,
sedangkan konektor female mempunyai receptable center.
5. Untuk menkonversi 1 range frekuensi ke lainnya untuk tujuan
menghilangkan
frekuensi bands.
Bab 6.
1. Federal Communications Commission (FCC) adalah agen pemerintah
US yang
langsung bertanggung jawab pada konggres. FCC didirikan oleh
261
Communication Act pada tahun 1934, yang mengatur komunikasi
menggunakan
radio, televisi, kawat, satelit dan kabel.
2. - ISM Band
900 MHz ISM Band
2,4 GHz ISM Band
5,8 GHz. ISM Band
- UNII Band
Lower Band
Middle Band
Upper Band
3. Institute of Electrical and Electronics Engineers (IEEE) adalah
pembuat kunci
yang baku untuk kebanyakan berbagai hal berhubungan dengan
teknologi
informasi di Amerika Serikat. IEEE menciptakan standard nya di dalam
hukum
yang diciptakan oleh FCC. Pokok-Pokok IEEE banyak teknologi baku
seperti
Public Key Cryptography (IEEE 1363), Firewire (IEEE 1394), Ethernet
(IEEE
802.3), dan Wireless Lan (IEEE 802.11).
4. IrDA adalah suatu organisasi untuk menciptakan suatu
interoperable murah,
low-cost, low-power, half-duplex, standard interkoneksi data yang
serial yang
mendukung suatu gedung tanpa lift point-to-point model pemakai
yang dapat
menyesuaikan diri suatu cakupan luas.
5. - Class 1 1 mW
- Class 2 2.5 mW
- Class 3 100 mW
Bab 7.
1. - SSID sebuah nilai unique, case sensitive, alphanumeric dari 2-31
panjang
karakter yang digunakan oleh wireless LAN sebagai sebuah nama
network.
- Beacons adalah frame pendek yang dikirim dari access point ke
pemancar
(Mode Infrastruktur) atau pemancar ke pemancar (Mode ad Hoc)
yang
digunakan mengorganisir dan mensinkronkan wireless pada LAN wireless
itu.
2. - Passive Scanning proses melacak beacon pada masing-masing
saluran untuk
suatu periode waktu yang spesifik setelah stasiun diinisialisasi
beacon ini
262
dikirim oleh access point ( model infrastruktur) atau stasiun klien
( moded ad
hoc
- Active Scanning Active scanning melibatkan pengiriman dari suatu
request
pemeriksaan (probe) frame dari suatu pemancar wireless. Pemancar
mengirim
probe frame jika mereka secara aktif mencari suatu jaringan untuk
digabungkan.
Probe frame akan berisi baik SSID dari jaringan yang mereka ingin
gabungkan
atau suatu SSID broadcast.
- 3. Unauthenticated and unassociated
- Authenticated and unassociated
- Authenticated and associated
- 4. Basic service set BSS terdiri dari hanya satu access point dan satu
atau lebih
klien wireless.
- Extended Service Set sebagai dua atau lebih layanan dasar
menetapkan
hubungan oleh suatu sistem distribusi secara umum.
- Independent basic service set
5. Pengesahan pemakai, Encryption, dan Pengesahan data.
Bab 8.
1. - Management Frame Association request frame, Association
response
frame, Reassociation request frame, Reassociation response frame,
Probe
request frame, Probe response frame, Beacon frame, ATIM frame,
Disassociation frame, Authentication frame, Deauthentication frame
- Control Frame Request to send (RTS), Clear to send (CTS),
Acknowledgement (ACK), Power-Save Poll, Contention-Free End (CF End),
CF
End + CF Ack
- Data Frame
2. Carrier Sense Multiple Access / Collision Avoidance CSMA/CA
3. Distributed Coordination Function sebuah metode akses yang
ditentukan
pada standar 802.11 yang membolehkan semua pemancar pada sebuah
wireless
LAN untuk menghadapi akses pada media transmisi yang dibagikan
(RF)
menggunakan protocol CSMA/CA.
263
4. Sebuah mode pengiriman yang menyediakan pengiriman susunan
bebas isi
(contention-free) . pada sebuah wireless LAN dengan menggunakan
mekanisme
polling. PCF mempunyai keuntungan dari memberikan jaminan untuk
mengetahui sejumlah hal yang tersembunyi jadi bahwa aplikasi-
aplikasi
membutuhkan QoS (suara atau gambar untuk contoh) yang bisa
digunakan.
Ketika menggunakan PCF, access point pada sebuah wireless LAN
membentuk
polling. Karena alasan ini, sebuah ad hoc jaringan tidak bisa
memakai PCF,
karena sebuah ad hoc jaringan tidak mempunyai access point untuk
melakukan
polling.
5. - Sort Interframe Space (SIFS) adalah ruang antar susunan
terpendek yang
ditentukan. SIFS adalah ruang waktu sebelum dan sesudah dimana
tipe-tipe
pesan-pesan berikut dikirim.
- Point Coordination Function Interframe Space (PIFS) merupakan ruang
antar
susunan bukan merupakan jalur terpendek maupun jalur terpanjang ruang
antar
susunan yang ditentukan, jadi hal ini mendapatkan prioritas yand lebih
dari pada
DIFS dan kurang dari SIFS. Access point menggunakan sebuah ruang
antar
susunan PIFS hanya ketika jaringan pada mode fungsi koordinasi
titik, yang
secara manual dikonfigurasi oleh administrator. PIFS mempunyai
durasi yang
lebih pendek dari pada DIFS.
- Distributed Coordination Function Interframe Space (DIFS) adalah ruang
antar
susunan yang paling panjang yang ditentukan dan digunakan secara
default pada
semua 802.11-pamancar-pemancar yang menggunakan fungsi
koordinasi
terdistribusi.
Bab 9.
1. Multipath digambarkan sebagai komposisi dari suatu salinan sinyal
yang utama
yang lebih atau medan disebabkan oleh pemantulan dari object
penerima dan
pemancar. Penundaan pada saat tertentu bahwa sinyal yang utama
tiba bahwa
sinyal terakhir dicerminkan yang datang dikenal sebagai penundaan
secara
menyebar. Efek yang dapat ditimbulkan antara lain : Sinyal
Amplitude yang
dikurangi (downfade), Korupsi, Nulling Sinyal, dan Amplitude yang
ditingkatkan ( upfade).
264
2. Solusi yang dapat digunakan untuk mengatasi Node yang
tersembunyi yaitu
dengan menggunakan RTS/CTS, meningkatkan power ke node,
mencabut
rintangan dan pindah node
3. - Meningkatkan mobilitas ke node yang lain
- Pengurangan daya dari node lokal
- Gerakkan node semakin dekat ke access point
4. - Gunakan Dua Access Point
- Gunakan peralatan 802.11a
5. Gangguan Narrow band, Gangguan Allband, Cuaca, Angin,
Stratifikasi, Petir
dan Gangguan Channel yang berdekatan.
Bab 10.
1. WEP merupakan suatu algoritma enkripsi yang digunakan oleh shared
key pada
proses autentikasi untuk memeriksa user dan untuk meng-enkripsi
data yang
dilewatkan pada segment jaringan wireless pada LAN.
2. Merupakan mekanisme keamanan dasar yang digunakan untuk
mendukung
WEP dan atau AES. Filtering memiliki arti menutup semua hubungan
yang
tidak diijinkan dan membuka semua hubungan yang diijinkan. Filtering
terdiri
dari tiga tipe dasar yang dapat diimplementasikan pada WLAN,
yakni SSID
Filtering, MAC Address Filtering dan Protocol Filtering.
3. * Passive Attack Eavesdroping merupakan penyerangan ke WLAN
yang
paling sederhana dan efektif. Metode ini tanpa meninggalkan jejak dari
hacker
itu sendiri.
* Active Attack Merupakan metode hacking yang memungkinkan
seseorang
mendapat hak akses yang digunakan untuk tujuan merusak. Dengan
metode ini
memungkinkan hacker dapat mengacak-acak data pada jaringan.
* Jamming Attack Merupakan metode yang dapat mematikan supply
tegangan pada suatu jaringan
* Man in the Middle Attack Metode yang juga dikenal dengan
istilah
membajak.
4. PPTP dan IP Sec
5. - WEP
- Cell Cizing
265
- User Autentification
- Menggunakan software Security tambahan
- Monitoring Hardware
- Menggunakan Switch (bukan Hub)
- Wireless DMZ
- Software update
Bab 11.
1. ----------------------
------------------- 2.
3. - Range dan pola cakupan
- Data rate yang dinilai
- Dokumentasi
- Tes menyeluruh dan perencanaan kapasitas
- Sumber interferensi
- Kabel koneksi data dan power AC yang dibutuhkan
- Penempatan antenna diluar ruang
- Pemeriksaan dadakan
4. - Access Point
- PC Card
- Laptop dan PDA
- Paper
- Spectrum Analyzer
5 - Siapa yang akan memasang dan memindahkan accsess point pada
tempat –
tempat yang tinggi
- Apakah ada seseorang yang mau memindahkan pohon yang
menghalangi
pemasangan sesuai zona freznel.
- Jika diperlukan tower baru, apakah izinnya sudah siap.
- Apakah diperlukan izin untuk pemasangan antenna pada tower.
- Apakah bangunan memerlukan kode plenum rate untuk peralatan
yang
digunakan
266
Daftar Pustaka
1. Certified Wireless Network Administraror. Official Study Guide, Exam
PWO-100,
Objective-by-Objective coverage of the CWNA certification exam.
2. [Link]
267
Buku ini ditulis oleh mahasiswa D4 Telekomunikasi PENS-ITS
Dan disupervisi oleh :
Sritrusta Sukaridhoto
268