0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
27 tayangan15 halaman

Sistem Informasi Perpustakaan dengan Debian

Linux Debian dan database PostgreSQL dipilih untuk membangun sistem informasi perpustakaan karena merupakan perangkat lunak gratis dan terbuka yang dapat menangani kebutuhan perpustakaan secara fleksibel dan aman serta memungkinkan pustakawan belajar tentang teknologi terbaru.

Diunggah oleh

Bayu Iman
Hak Cipta
© Attribution Non-Commercial (BY-NC)
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
27 tayangan15 halaman

Sistem Informasi Perpustakaan dengan Debian

Linux Debian dan database PostgreSQL dipilih untuk membangun sistem informasi perpustakaan karena merupakan perangkat lunak gratis dan terbuka yang dapat menangani kebutuhan perpustakaan secara fleksibel dan aman serta memungkinkan pustakawan belajar tentang teknologi terbaru.

Diunggah oleh

Bayu Iman
Hak Cipta
© Attribution Non-Commercial (BY-NC)
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd

BERANDA > ARTIKEL ILMIAH

Linux Debian dan PostgreSQL Database Sebagai


Pilihan Untuk Membangun Sistem Informasi
Perpustakaan Berbasis Open Source
Thu, 15 Oct 2009 08:34:00
Rate

5 / 5 (2 Votes)

Oleh Aroem Andajani Pustakawan Penyelia

I. LATAR BELAK

1. Penda

Sistem informasi pada era Teknologi Informasi (TI) seperti sekarang ini memiliki peranan penting
berbagai bidang kehidupan, baik dalam dunia industri maupun dunia pendidikan. Salah satu implem
sistem informasi dalam dunia pendidikan adalah pada sistem informasi perpus

Dalam kaitan ini yang perlu dipikirkan, sebelum menentukan pilihan dan menerapkan perangkat lunak
membangun sistem informasi perpustakaan adalah, dalam hal penggunaan sistem operasi, bahasa pemrog
sampai database apa yang tepat dipergunakan untuk mengelola data maupun dokumen perpus

Sebagai unit yang memberikan layanan informasi kepada masyarakat luas yang bersifat nirlaba, perpus
merupakan tempat yang baik untuk mempromosikan perangkat lunak yang legal dan murah, namun
barang tentu harus didukung oleh adanya rasa keingintahuan dari para pustakawannya untuk me
berkreasi dalam hal memanfaatkan berbagai aplikasi perangkat lunak, yang banyak tersedia di p
Mengapa ini penting untuk dilakukan ?, karena selama ini para pengelola perpustakaan selalu sering diri
oleh kurang bahkan tidak adanya dana, untuk membangun dan mengembangan aplikasi perangkat

Mengeluh dan merenung tidaklah cukup, perlu keberanian untuk menentukan pilihan yaitu memanf
perangkat lunak legal dan berlisensi misalnya memanfaatkan produk Windows atau memanfaatkan pera
lunak yang berbasis open source, salah satunya, dengan distro Debian Linux sebagai sistem opera
PostgreSQL yang merupakan sarana pengolah pangkalan data dan dokumen perpustakaan. Dip
perangkat lunak tersebut, selain bebas biaya, cara memperolehnya mudah, dapat dilakukan dengan
download melalui internet. Selanjutnya pada tahap instalasi sistem operasi di beberapa komputer perpus
perlu dipilih salah satu komputer yang spesifikasi perangkat kerasnya dapat diperlakukan sebagai serv
perpustakaan telah menyiapkan satu unit perangkat komputer yang memiliki spesifikasi server, sem
untuk komputer yang lain dapat diinstalasi sebagai client. Namun demikian pada instalasi komputer
tidak harus selalu menggunakan distro Debian Linux, sebagai variasi dapat diinstalasi dengan memanf
distro linux yang lain, seperti IGOS Nusantara, Suse Linux, Kubuntu bahkan, dalam satu komputer
dapat pula diinstalasi lebih dari satu sistem operasi, yaitu terdiri dari berbagai distro Linux dan sistem o
Windows.

Langkah dan kebijaksanaan itu baik untuk dilaksanakan, agar para pustakawan dapat mempunyai kesem
belajar lebih banyak dari berbagai sistem operasi yang ada. Satu hal yang perlu digarisbawahi disini,
adanya keragaman sistem instalasi pada masing-masing komputer client, tidak berpengaruh pada sistem
ada pada komputer server, tetapi sebaliknya komputer server yang telah diinstalasi dengan Debian
mampu berinteroperasi dengan berbagai distro Linux atau Wi

Membangun suatu aplikasi berbasis web membutuhkan suatu database yang berkinerja tinggi, amp
fleksibel. Dan dipilihnya PostgreSQL karena merupakan Object Relational Database Management S
(ORDBMS), sehingga dapat menampung database untuk kebutuhan yang lebih besar dan komplek, sel
PostgreSQL didukung oleh berbagai bahasa pemrog

2. Permas

Berdasarkan latar belakang diatas, penulis ingin mengangkat permasalahan, tenta

a. Bagaimana membangun sebuah sistem informasi perpustakaan yang mampu untuk menangani be
kebutuhan

(requirement), baik dari pengguna maupun admin


b. Mengapa perangkat lunak Linux Debian dan PostgreSQL database, dipilih untuk membangun
informasi

perpus

3. Tujuan dan M
Secara umum, tujuan penggunaan perangkat lunak distro Debian Linux dan PostgreSQL database, s
upaya

penerapan teknologi tepat guna pada sistem informasi di perpustakaan, sehingga diharapkan
meningkatkan

peran pustakawan dalam ikut serta mempromosikan dan memasyarakatkan penggunaan perangkat
berbasis
open source yang legal dan murah, dan dalam konteks pelaksanaannya dapat berfungsi se

1. Sarana penyelesaian masalah budget perpustakaan, dengan memilih perangkat lunak apa yang
dimanfaatkan

untuk membangun sistem informasi perpustakaan, yang selama ini selalu dianggap beban berat bag

perpus
2. Adanya peningkatan kemampuan di bidang sistem informasi bagi para pustakawannya, sehingga m
tim yang

handal untuk, melakukan kegiatan disain, mengedit dan me- update data maupun dokumen perpus
3. Menjamin keamanan, kestabilan dan kontinuitas keberadaan semua data maupun dokumen perpus
dari

berbagai gangguan, utamanya adanya serangan virus atau adanya gangguan dari kelompok yang tida

bertanggung
4. Adanya kemudahan dan kecepatan pada input atau saat akses data serta dokumen pada sebuah
informasi
perpus

II. KAJIAN PUS

1. Mengapa Memakai Debian


Salah satu produk Open Source yang sekarang sedang berkembang pesat adalah Linux, secara teknik
adalah

suatu sistem operasi bertipe Unix yang bersifat multi user dan multi tasking yang dapat berjalan pada
platform

(Wiryana : 2001).Salah satu ditro Linux yang baik untuk sistem instalasi server adalah Debian, hal in
dilihat

pada perkembangan dan posisinya yang sangat bagus dalam beberapa integrasi manajemen pake
memiliki

akses yang luas ke banyak aplikasi perangkat lunak bebas. Sebagai hasilnya, Debian telah berke
menjadi

salah satu distro GNU/Linux yang [Link] mengapa digunakan Debian Linux menurut (A
2004) a

a. Free Software, artinya dapat mengambil/ menyalin source program GNU/ Linux tanpa dikenai biay
dapat
memperbanyak, memodifikasi serta menyebarluaskan secara

b. Open Source, artinya semua listing program dari source code sistem operasi tersebut dapat dilihat da

dimodifikasi tanpa adanya larangan dari sia


c. Kestabilan program yang telah teruji, sistem tidak mudah mengalami hang, walaupun telah menja
program

secara terus menerus dalam kurun waktu yang relatif lama yaitu lebih dari satu bulan, dengan
harus

melakukan
d. Debian GNU/ Linux merupakan sistem operasi cross platform yang dapat dijalankan pada hampir
jenis/

tipe komputer yang ada saat

Dapat dijabarkan disini untuk kebutuhan spesifikasi perangkat kerasnya, Debian Linux mendukung
semua

jenis/ tipe komputer, yaitu mulai generasi processor sekelas intel 80386, 80486, sampai Pentium d
berbagai

klasnya. Sedangkan kapasitas hardisk yang dibutuhkan untuk menginstalasi Debian Linux pada
minimal 1,6

GB dan untuk client atau workstation membutuhkan space minimal 600

Untuk mendukung paparan tersebut, pada September 2005 yang lalu telah dilakukan percobaan pen
instalasi

server pada komputer desktop dengan spesifikasi

Processor : Intel Pentium 4.3.06


Memori : DDR 256 PC
Hardisk : Seagate 80
Graphics : Intel On
OS : Debian 3.1.
Webserver : Apache
DBMS : PostgreSQL
Lainnya : PHP 4.3, PostgreSQL management

Dalam percobaan tersebut selama 6 bulan sejak diinstalasi sebagai server, komputer dinyalakan terus-m
tanpa melakukan restart, yang terdeteksi tidak ada gangguan sama sekali terhadap perangkat keras m
aplikasi perangkat lunak yang dibangun, walaupun komputer yang diinstalasi sebagai server tidak m
kapasitas sebagai server. Pada tahap perkembangannya, untuk menyiasati agar umur komputer dapat be
dalam waktu yang relatif lama, maka diputuskan komputer server pada hari libur panjang tidak diny

Hasilnya sampai saat ini unjuk kerja dari komputer server tersebut masih dapat berjalan dengan baik
proses data maupun dokumen mulai dari entri, edit, update dan browsing informasi yang dimiliki perpus
melalui jaringan intranet maupun internet ([Link]

2. PostgreSQL sebagai Pangkalan Data dan Dokumen Perpus

Saat ini ada dua database dilingkungan open source yang sangat handal, yaitu PostgreSQL dan M
Kedua database tersebut memiliki beberapa perbedaan yang signifikan salah satunya, PostgreSQL meru
Object Relational Database Management System (ORDBMB). Sedangkan MySQL merupakan RDMS (
2003).

Hal ini dipertegas dalam tulisan (Utami: 2006), bahwa database relasional (RDBMD) pertam
diperkenalkan oleh Edger F “Ted” Codd, yang kemudian dikenal dengan kaidah Codd (Codd’s Rules)
menulis tentang cara mengetahui DBMS adalah relasional dengan membuat 13 aturan mulai dari 0 sam
Secara singkat kaidah tersebut dapat dijabarkan sebagai berikut

0. Sistem relasional harus memiliki fitur model rel

1. Database relasional disajikan dalam bentuk

2. Setiap datum (nilai terkecil) dalam database relasional di jamin secara logis dapat di akses d
menggunakan

tabel, primary key, dan nama

3. Nilai null merupakan type data tersendiri yang harus di dukung oleh database rel

4. Diskripsi database dijelaskan dalam level logik sama dengan data biasa, sehingga pengguna
mempunyai hak

atas data dapat menggunakan bahasa relasional sama untuk melakukan integrasi seperti pada dat

5. Sistem relasional dapat didukung oleh beberapa bahasa yang dalam kaitannya dapat mendukung d
kata,

definisi view, manipulasi data, pembatasan integritas, kewenangan dan batas-batas tra

6. Semua view yang secara teori dapat di-update harus dapat pula di-update oleh

7. Kemampuan penanganan hubungan dasar maupun turunan sebagai sebuah operand tunggal tidak
berlaku

pada pengambilan data, tetapi juga pada pemasukan (insert), pemutakhiran (update) dan pengh
(delete)

8. Aktivitas program aplikasi maupun terminal tidak terganggu oleh perubahaan data representasi tem

penyimpanan data maupun metode ak

9. Aktivitas program aplikasi maupun terminal tidak terganggu oleh segala perubahaan informasi
yang

mungkin secara teori dii

10. Pembatasan integritas pada database relasional tertentu harus dapat didefinisikan dalam sub
relasional dan

tersimpan dalam sistem k

11. Suatu Database Management System tidak memiliki tergantungan dis

12. Jika sistem relasional memiliki bahasa tingkat rendah (satu record dalam satu waktu), bahasa tidak d

dipergunakan untuk menghalangi atau mem-bypass aturan integritas yang ditetapkan oleh bahasa
tinggi

relasional (multiple record dalam satu w

Sejalan dengan kaidah tersebut seperti layaknya sebuah bangunan, PostgreSQL atau sering disebut P
merupakan salah satu dari sejumlah database besar yang menawarkan skalabilitas, keluwesan dan kinerj
tinggi. Penggunaan yang begitu meluas diberbagai platform dan didukung oleh banyak bahasa pemrog

Sebagai bagian dari kajian ini, pada aktualisasinya telah dicoba membuat aplikasi web yaitu d
memanfaatkan bahasa pemrograman PHP untuk koneksi ke database PostgreSQL dan Ajax (Asynch
Javascript And XML) yang bertugas untuk menangani perubahan yang terjadi pada halaman web da
proses update pada server saat bersamaan, serta Apache sebagai instalasi server web. Visualisasi pemrog
database tersebut dapat dilihat pada sistem informasi perpustakaan ([Link]

Bagi masyakarat TI (Teknologi Informasi) di Indonesia, Postgres sudah digunakan untuk berbagai a
seperti web, system billing dan sistem informasi besar lainnya, yang salah satunya perpus

Menurut (Arif: 2007), banyak hal unik yang bisa ditemukan dari database ini, ide awal para program
adalah membuat suatu database yang kaya akan feature dengan keluwesan yang tinggi. Prioritas ini
membuat Postgres dianggap sebagai database SQL yang tidak sesuai dengan standar ANSI-SQ
sebagaimana yang lazim ditemui pada database berslaka besar. Namun kini secara perlahan tapi pasti P
telah menjawab tantangan tersebut, ANSI – SQL 92 memang sebuah standar handal, dan menawarkan s
yang lebih

Satu hal yang penting dari beberapa keunggulan yang ada, selain sebagai database relasional, Postgres t
source code-nya dan dapat di-download tanpa pembebanan biaya (gratis). Tidak mengherankan kalau
Arward sempat menobatkan Postgres sebagai database pilihan dan Oracle sebagai runner u

3. Pengertian Sistem Informasi Perpus

Sistem dapat diartikan sebagai kumpulan dari komponen yang saling berkaitan untuk bersam
menghasilkan satu tujuan (Suryadi : 2007). Adapun pengertian informasi juga menurut (Suryadi: 2007),
sebagai hasil pengolahan data atau dokumen yang digunakan untuk suatu keperluan, sehingga peneri
akan mendapat rangsangan untuk melakukan tin

Sementara pengertian secara konvensional perpustakaan adalah kumpulan buku atau bangunan fisik
buku dihimpun dan disusun menurut sistem tertentu untuk kepentingan pemakai (Syihabuddin: 2003). M
kontek pengertian tersebut, dalam kerangka ini, bahwa sistem informasi perpustakaan dibangun sebagai
dari upaya

a. membantu dan memudahkan kepada pengelola informasi dalam melakukan input dat
menyebarluaskannya

tanpa harus mengulang-ulang kegiatan yang bersifat ru

b. membantu dan memudahkan kepada para pencari atau pemakai informasi untuk cepat menem
informasi

yang diinginkan, selain memberikan pilihan terhadap topik yang dicari yaitu melalui hadirnya b
ragam

data maupun dokumen yang

Sehingga dalam tataran ini, konsep dibangunnya sistem infomasi perpustakaan pada akhirnya dapat d
dengan kinerja, dengan indikasi motif, pengembangan pengetahuan dan ketrampilan yang m
karakteristik individu yang bekerja pada perpustakaan dan, dampak positifnya akan dirasakan oleh pen
perpustakaan atau pencari info

III. PEMBAH

1. Membangun sistem informasi perpustakaan yang mampu untuk menangani berbagai keb
(requipment),

baik dari pengguna maupun administra


Sebelum membangun sebuah sistem informasi perpustakaan yang handal, yang memiliki flesibelita
tinggi, ada suatu rangkaian tahapan kegiatan yang harus diketahui dan dilakukan ya

1. Menginventaris kebutuhan perangkat keras yang akan dipergunakan untuk mendukung kegiatan
informasi

perpustakaan. Perangkat keras tersebut diantaranya berupa

Ø satu unit komputer server atau yang memiliki kapasitas sebagai

Ø beberapa komputer untuk client/ work

Ø Kabel UTP, Co

Ø Protokol , Wi Fi dan l

Ø Scanner dan

Ø Telpon, M

Ø Card LAN/ Ethernet Card, Hub/ Swich/ Repeater/

Ø Barcode

Ø Camera

2. Memilih dan menentukan perangkat lunak yang akan dipergunakan untuk membangun sistem inform

perpustakaan yaitu

Ø Legal dan berlisensi artinya , perangkat lunak legal yang diberikan dan instalasi saat membeli sat

komputer dan, perangkat lunak tersebut hanya untuk dipasang pada komputer tersebut, biasanya s
bukti

legalitas dari perangkat lunak tersebut berupa hologram yang ditempel pada kompu

Ø Legal dan open source artinya, perangkat lunak legal yang dapat diinstalasi melalui media har
Compact

Disk atau di-download secara bebas di internet dengan tanpa adanya pembebanan biaya serta tida

pembatasan terhadap jumlah komputer yang akan diin


3. Memilih dan menentukan disain jaringan komputer yang akan dipergunakan untuk mengakses
informasi

perpustakaan, yaitu dengan merancang jaringan sebagai

Ø LAN (Local Area Network), artinya jaringan komputer yang dirancang untuk menghubungka
komputer

dengan yang lain dalam satu lingkup ruangan yang jaraknya tidak lebih dari 20

Ø WAN (Wide Area Network), artinya jaringan komputer yang dirancang untuk menghubungka
komputer

dengan yang lain dalam ruang lingkup ruangan yang tersebar dibeberapa lokasi di

Ø LAN dan WAN (Intranet), artinya merupakan jaringan yang terhubung antara komputer yang
pada

kantor pusat dengan kantor cabang yang tersebar di lokasi – lokasi yang terpisah dengan kantor
intranet

memberikan pertukaran informasi antar internal dalam lingkup sebuah instansi te

Ø Internet, artinya sekumpulan jaringan yang berlokasi tersebar di berbagai dunia yang saling terh
membentuk

satu jaringan besar, dan sarana koneksi jaringan dapat menggunakan FTP, e-mail, Chat, mailing l
lainnya.

4. Cakupan bidang materi sistem informasi perpustakaan yang akan dibangun y

Ø Otomasi perpustakaan yang terintegrasi pada kegiatan pengadaan, pengolahan (katalogisasi, invent

penglabelan, statistik, keuangan), sirkulasi (pinjam, kembali dan perpanjangan), penyediaan k


online

(O

Ø Digitalisasi pustaka, yaitu proses input dan akses dokumen dalam bentuk file abstrak maupu
dokumen.

5. Kemampuan sumber daya manusia yang tersedia, menguasai bidang teknologi informasi seb

Ø Operator, hanya mampu mengoperasikan komputer sebagai o


Ø Programmer, mampu mengoperasikan dan paham akan seluk beluk komputer maupun audio visua
dapat

mengapresiasi analisa sistem, disain, implementasi, evaluasi dan perbaikan serta melatih kepada
sekerja

untuk sebuah sistem informasi perpustakaan yang dib

Berangkat dari hal tersebut diatas dan terkait dengan kemampuan budget maupun sumber daya manusi
dimiliki perpustakaan, maka proses membangun sebuah sistem informasi perpustakaan dapat dilakukan
bertahap, diantaranya

a. Perpustakaan bertipe menengah ke bawah, untuk hal-hal yang berhubungan den

Ø Pengadaan perangkat keras, dapat diseleksi sesuai kebutuhan minimal dari sebuah sistem inf
perpustakaan

yang akan dibangun, yaitu cukup memiliki 1 unit komputer untuk server, dan 1 atau 2 unit ko
untuk client,

printer, scanner serta dilengkapi sarana untuk jaringan komputer berupa kabel UTP, conector, s
hub.

Ø Perangkat lunak yang dipilih, sebaiknya legal dan open source, sehingga tidak ada pembebanan
dan

tersedia source co

Ø Jaringan komputer dapat memanfaatkan jaringan intranet, agar dapat mengakomodasi keb
informasi di

lingkungan institusi setempat dan, kemudian hari dapat dikembangkan dalam jaringan internet
suatu

perubahan yang

Ø Cakupan bidang materi sistem informasi perpustakaan yang akan dibangun, prinsipnya dapat dila
secara

menyeluruh, mulai dari otomasi perpustakaan yang terintegrasi antara kegiatan pengadaan, katalo
sirkulasi,

katalog online sampai digitalisasi pustaka, namun saat input data atau alih dokumen yang berhub
langsung
dengan kebutuhan camera atau sistem barcode dapat ditiadakan

Ø Sumber daya manusia yang tersedia diperpustakaan, pada saat ini harus telah memiliki kriteria ke
sebagai

operator dan programmer, karena diharapkan dengan adanya kriteria tersebut akan dapat mela
kegiatan

secara seimbang, sekalipun pada awalnya aplikasi program yang dimiliki hasil dari “penge
perangkat

lunak”, namun karena bersifat open source maka source code yang disertakan dapat dikembangkan

kebutuhan perpus

b. Perpustakaan Maju, untuk hal – hal yang berhubungan denga

Ø Pengadaan perangkat keras pastilah tidak ada kendala yang berarti karena didukung anggaran
cukup.

Ø Kebutuhan perangkat lunak, seyogyanya tetap dipilih yang berorientasi pada open source, men
penyertaan source code dari aplikasi sistem informasi perpustakaan yang dibangun akan memberika
tambah bagi kelompok pustakawannya yang melakukan kegiatan entri data ataupun ingin mengemba
program.

Ø Jaringan komputer dapat dirancang secara bersama-sama sebagai jaringan intranet maupun in

Ø Cakupan bidang materi sistem informasi perpustakaan, selain otomasi yang terintegrasi pada ke
pengolahan, sirkulasi, katalog online dan digitalisasi pustaka, tentunya dapat dikembangkan d
memasukan materi e-learning, sehingga kemasan sistem informasi yang dibangun menjadi hidup dan b
manfaatnya

Ø Sumber daya manusia, untuk perpustakaan maju sumber daya manusia sudah bukan menjadi m
karena dari awal tentu telah dipikirkan oleh para pemimpin perpustakaan yaitu dengan mengikutsertaka
pustakawannya pada setiap perkembangan ilmu kepustakaan maupun teknologi inf

2. Dipilihnya perangkat lunak Linux Debian dan PostgreSQL database untuk membangun sistem inf
perpustakaan.

Perangkat lunak open source dalam hal ini distro Debian Linux yang diinstalasi sebagai sistem o
pada sebuah sistem informasi perpustakaan, dapat memberikan keuntungan dan kemudahan yang bera
ini dapat dibuktikan pada instalasi Debian Linux pada sitem informasi perpustakaan [Link]
dalam melakukan akses maupun update data tidak pernah mengalami masalah. Keuntungan dan kemu
yang didapat dari penerapan instalasi sistem operasi Debian Linux antara
Ø Perangkat Lunak Debian Linux, diperoleh tanpa adanya pembebanan biaya (gratis), yaitu mela
download melalui in

Ø Debian Linux sebagai sistem operasi yang tahan terhadap virus, worm, Trojan dan aksi peny
dengan expoit atau security hole, dibanding sebelumnya menggunakan Dos dan Wi

Ø Kecepatan akses informasi, dengan memanfaatkan instalasi Debian Linux pada sistem server,
informasi lebih cepat dibanding saat menggunakan Wi

Ø Dalam setiap perkembangan versi baru, Debian Linux dapat dengan mudah di upgrade, sepert
terjadi sekarang ini, server pada sistem informasi perpustakaan [Link] masih diinstalasi
Debian Linux 3.1 Sarge, tetapi untuk komputer client telah di upgrade memanfaatkan Linux Debian
Indonesia, hasilnya tidak ada masalah untuk koneksi ke

Ø Hasil pengamatan pada server [Link], sistem Debian Linux stabil, tidak pern
gangguan dan tidak mudah hang walaupun komputer dinyalakan terus menerus dalam waktu yang relati

Ø Pada Debian Linux terdapat fasilitas untuk mentransfer file dari suatu kegiatan mailing list
arsip perpustakaan secara otomatis yaitu, dengan menggunakan perintah Kmail, dengan begitu
mengontrol kapasitas e-mail yang tersedia, sehingga tidak sampai terjadi kelebihan beban yang menyeb
data tidak dapat

Ø Dalam instalasi Debian Linux mengenal sistem login dan password, yaitu sebagai administrator
dan pengguna biasa (user), sehingga tidak setiap orang dapat dengan mudah menggunakan komputer k
memiliki hak akses, disamping itu kerahasiaan data setiap pengguna dapat dijaga walaupun komputer t
terdiri beberapa pengguna

Adapun kaitan dipilihnya PostgreSQL sebagai database berdasarkan penerapan lapangan, in


PostgreSQL yang telah dilakukan pada sistem informasi perpustakaan [Link] , u

Perangkat lunak PostreSQL diperoleh secara gratis, yaitu dengan men-download melalui in

Ø Keamanan

Keamanan data terjamin, karena konsep awal dalam membangun aplikasi database , sejak awa
dipikirkan, untuk membagi dua kegiatan pokok yaitu untuk sistem penelusuran dan pengolahan admin
perpustakaan. Pada bagian penelusuran keamanan sistem hanya didasarkan pada penggunaan Internet P
(IP), namun pada bagian administrasi perpustakaan dibangun dengan menggunakan 3 sistem keamana
akses dengan menggunakan Internet Protocol (IP) yang diizinkan, Login yang diperlukan user dan pas
serta memberi batasan waktu untuk setiap login yang aktif, sehingga sistem secara otomatis akan mela
log off saat tidak ada aktivitas selama 10

Ø Konversi
Proses konversi data, PostgreSQL dapat membaca dengan mudah struktur data pada tingkatan yang
rendah dan atau setingkatnya. Sebagai contoh kasus bahwa database pada sistem informasi perpus
[Link] adalah hasil konversi data dari database Foxpro under Dos, yang pada prosesny
tersebut diubah terlebih dahulu ke database Acses kemudian baru diubah ke database PostgreSQL, ha
data dari berbagai jenis koleksi yang telah diubah ke struktur database PostgreSQL dapat dibaca
menyeluruh tanpa ada cacat atau

Ø Keluwesan Struktur

Struktur data yang dibangun dapat disusun berdasarkan struktur data inti dan pendukung, dengan
sewaktu-waktu struktur data pendukung dibutuhkan dapat dihubungkan dengan mudah dan tidak
mengulang pengentrian database untuk nama yang

Ø Lisensi Publik

Listing program dari aplikasi database yang dibangun pada sebuah sistem informasi perpustakaan meru
produk yang merupakan lisensi publik umun GNU atau sering disebut GNU General Public Lincence,
rancangan program dari suatu perangkat lunak open source dapat dengan bebas didistribusikan secara
atau dapat memberikan harga untuk jasa seandainya dikehendaki, tetapi si penerima tetap menda
source cod

Ø Format

Data bibliografi koleksi perpustakaan pada sebuah sistem informasi perpustakaan dapat dikonfigurasi
format bibtex, hal ini akan bermanfaat untuk kepentingan penulisan daftar pustaka pada suatu tulisan.
itu data bibliografi koleksi perpustakaan yang dalam format bibtex dapat pula dimanfaatkan untuk penel
koleksi secara offline. Data bibliografi tersebut dapat di-download dengan gratis melalui sistem inf
perpustakaan yang telah menyediakan fasilitas file generated bibtex. Sebagai contoh pada sistem inf
perpustakaan [Link] pengguna dapat men-download file dalam format bibtex melalui
Login administrator secara

IV. PEN

Kehadiran perangkat lunas berbasis Open Source dalam konteks ini, dipergunakan Debian Linu
PostgreSQL sebagai database akan menjawab permasalahan yang dihadapi perpustakaan di tengah bany
pilihan dari sejumlah perangkat lunak yang tersedia di pasaran. Inovasi penggunaan perangkat lunak b
Open Source akan meningkatkan kridibilitas perpustakaan, yang terkait erat dengan peningkatan k
akhirnya berdampak pada kecepatan dan ketepatan dalam memberikan layanan kepada pengguna perpus

Daftar P
1. Adam, Andhie Lala. 2004. Seri Open Source PHP dan PostgreSQL. Yogyakarta:

2. Arif, Ikwan. 2006. Konsep dan Perencanaan dalam Automasi perpustakaan. Yogy
[Link]

3. Arif, Lukman dan Abidin, A. Zhainal. 2007. Lurik – Sistem Informasi Ruang Baca Fakultas Tek
Kelautan ITS : praktek kerja. Surabaya: F

4. Azikin, Askari dan Adi, Akhmat Sofanul serta Ady, Gunawan. 2004. Debian GNU/Linux. Yogy
Andi

5. Andajani, Aroem.2006. Petunjuk Operasional Administrasi Lurik Berbasis Open Source:


disampaikan pada pelatihan Otomasi Perpustakaan dan Digitalisasi Pustaka di BPLSP Reg.4 Sur

6. Nugroho, Setyo.2006. Resep Singkat Menggunakan BIBTEX dengan Pybliographic. [Link].i

7. Qulyubi, Syiabuddin. 2003. Dasar-Dasar Ilmu Perpustakaan dan Informasi. Yogyakarta : IAIN
Kalijaga Yogy

8. Suryadi, Ace. 1998. Sistem Informasi Pendidikan . [Link]


jkt/berita/9807/[Link]

9. Utami, Ema dan Raharjo, Suwanto. 2006. RDBMS dengan PostgreSQL di GNU/ Linux. Yogy
Andi dan STMIK Am

10. Wiryana, [Link]. 2001. Open Source Campus Agreement Modul Pelatihan Pengenalan
[Link]

11. [Link].i

TULISAN LAINNYA ...

» Kisah Kepahlawanan di PLN Corner


Setiap tanggal 10 November, ITS mengadakan dies natalis. Pada tahun ini 2009,...
» ISI Web of Knowledge
ISI Web of Knowledge sebagai solusi pencarian artikel yang bermutu. Dengan...
» Mencintai “Batik” sebagai warisan budaya bangsa Indonesia
Siapa bilang mahasiswa ITS tidak peduli dengan warisan budaya bangsa Indonesia...
» Workshop jabatan fungsional pustakawan “Cara mudah menjadi pustakawan yang...
Diikuti oleh 140 peserta dari berbagai lembaga, baik swasta maupun negeri, ...
» “Togetherness"…! ….“Yes we can"…!
Kegiatan defile sebagai kegiatan pembuka dies natalis ITS. Banyak kegiatan yang...
» E-REFERENCE
Alternatif aktual dalam memperoleh sumber informasi sudah mengalami...
» Pameran buku di perpustakaan ITS
Surabaya. Sejak tgl 6 Oktober 2009 di perpustakaan ITS telah diselenggarakan...
» KEBIASAAN BURUK YANG MERUSAK OTAK!!!
Otak manusia terdiri lebih dari 100 miliar syaraf yang masing-masing terkait...

UPT. Perpustakaan ITS 2009


Re-Design by Hassane
Powered by: [Link]

Anda mungkin juga menyukai