0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
67 tayangan11 halaman

Pengantar Integral dan Aplikasinya

1. Integral adalah cara untuk menemukan fungsi jika turunannya diketahui, atau sebaliknya dari diferensial. Integral tak tentu menggunakan notasi ∫ dan hasilnya adalah fungsi asli ditambah konstanta. Integral tertentu mengintegralkan fungsi antara batas dan hasilnya adalah nilai numerik.

Diunggah oleh

Edo Vandima
Hak Cipta
© Attribution Non-Commercial (BY-NC)
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
67 tayangan11 halaman

Pengantar Integral dan Aplikasinya

1. Integral adalah cara untuk menemukan fungsi jika turunannya diketahui, atau sebaliknya dari diferensial. Integral tak tentu menggunakan notasi ∫ dan hasilnya adalah fungsi asli ditambah konstanta. Integral tertentu mengintegralkan fungsi antara batas dan hasilnya adalah nilai numerik.

Diunggah oleh

Edo Vandima
Hak Cipta
© Attribution Non-Commercial (BY-NC)
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd

1

INTEGRAL

[Link] INTEGRAL

Integral adalah cara mencari suatu fungsi jika turunannya di ketahui atau kebalikan dari
diferensial (turunan) yang disebut juga anti derivatif atau anti diferensial. Untuk menentukan
integral tidak semudah menentukan turunan. Agar memperoleh gambaran yang jelas perhatikan
turunan beberapa fungsi berikut:

f(x) f ’(x) f(x) f ’(x)


x 1 3x2 6x
½x2 x 3x2+3 6x
⅓x3 x2 3x2-5 6x
¼x4 x3 3x2-23 6x

Dengan memperhatikan hal di atas tampak bahwa jika f ’(x) = xn maka f (x) = n11 x n+1 akan tetapi
jika f ’(x) = 6x maka f(x) berasal dari berbagai macam fungsi 3x2 + c dengan c suatu konstanta.
Dengan melihat beberapa contoh diatas dapat kita peroleh suatu aturan :

1
Jika f ’(x) = x n maka f(x) = n 1 x n+1 + c.

[Link] TAK TENTU.

Rumus Integral Tak Tentu


Bila dx/dy merupakan notasi untuk turunan maka notasi untuk integral adalah  Misalkan suatu
fungsi f(x) diintegralkan terhadap x maka di tulis sebagai berikut:

 f(x) dx. Dibaca Integral dari f(x) terhadap x.


Bila F(x) anti derivatif dari f(x) maka F(x) + c juga anti derivatif dari f(x) ,dengan c adalah suatu
konstanta.
Secara umum integral f(x) terhadap x dapat ditulis :
 f(x) dx. = F(x) + c.
Jika f(x) = xn maka  f(x) dx

 xn dx = 1
xn+1 + c. untuk n ≠ 1 Inilah Rumus INTEGRAL TAK TENTU
n 1
Contoh Hitunglah :
1.  x7dx 2.  (4x3-`12x2+4x-7)dx
Jawab:
1.  x7dx = 711 x7+1 +c
1
= 8 x8 + c
2.  (4x3-`12x2+4x-7)dx = 4
4x4- 12 3 4 2
3 x + 2 x -
7
1 x0+c
= x4-4x3+2x2-7x+c
LATIHAN 1
Tentukan hasil dari setiap pengintegralan berikut ini:
1.  x2 dx
2.  x4 dx
3.  2x5 dx
4.  8x7 dx

5.  (3x2-2) dx
6.  (5-x) dx
7.  (2x2-5x+3) dx
2

8.  (4x3 – 6x2+3x-6) dx
9.  x2(x+6) dx
10.  (3x+4)2 dx
11.  (1-x) x dx
12.  (4x-3)(2x-7)dx

[Link] INTEGRAL TAK TENTU

Dalam menentukan anti diferensial suatu fungsi turunan masih mengadung nilai konstanta c yang
belum tertentu. Jika kita akan menentukan fungsi f dari suatu fungsi turunan maka harus ada data
lain berupa nilai fungsi tertentu agar konstanta c dapat kita cari.

Contoh 1:
Tentukan rumus fungsi f (x) jika diketahui f’(x) = 6x2-2x+6 dan nilai fungsi
f(2) = -7.
Jawab:
f(x) =  f ' ( x ) dx
 (6 x  2 x  6) dx
2
=
2 1
11
= 63 x  22 x  6 x  c
= 2x3  x 2  6x  c
Mengingat f(2) = -7 maka : f(2) = 2(2)3 – 22 +6(2)+ c
-7 = 16 – 4+12 + c
-7-24 = c
-31 = c Jadi f(x) = 2 x 3  x 2  6 x  31 .
Contoh 2:
Sebuah kurva y = f(x) melalui titik (2,0).
Tentukan persamaan kurva jika persamaan gradien garis singgung di titik
tersebut Adalah dy/dx = 2x-4.
Jawab:
Jika dy/dx = 2x-4  y =  dy/dx  y =  (2x-4) dx  y = x2-4x + c.
Titik (2,0) dilalui oleh kurva y = x2-4x + c
 0 = 22-4(2)+c .
c=4
Jadi persamaan kurva tersebut adalah y = x2-4x +4

LATIHAN 2:

Tentukan rumus fungsi jika diketahui memiliki sifat-sifat sebagai berikut:

1. f’(x) = 2x dan f(4) = 10.


2. f’(x) = 6x2 dan f(0) = 8
3. f’(x) = 3(x2 – 3) dan f(1) = 12
4. f’(x) = 6√ x dan f(4) = -7
2
5. f’(x) = x - dan f(2) = 9
x2

Tentukan persamaan kurva pada tiap titik (x,y) yang memenuhi kondisi di bawah ini:

dy
1. = 8x – 3 dan kurva melalui titik (-1,10)
dx
dy 1 1
2. = x2 - dan kurva melalui titik (1, )
dx x2 3
dy
3. = 6x2 - 6 x + 3 dan kurva melalui (0,0)
dx
3

dy 1
4. = dan kurva melalui titik (9,4)
dx x
dy
5. = 6x2- 4 x + 3 dan kurva melalui titik (0,1)
dx

4. INTEGRAL TERTENTU

Berdasarkan teorema Fundamental


Jika f adalah fungsi kontinu pada interval [a,b] dan F adalah anti derivatif f pada [a,b]
b

 f ( x)dx = [F(x)]
b
maka a = F(b) – F(a)
a
b

Penulisan Integral dalam notasi  f ( x)dx


a
disebut Integral Tertentu karena hasil yang diperoleh

berupa suatu nilai tertentu, sedang a disebut sebagai batas bawah dan b disebut sebagai batas atas
integral.

Contoh :Hitunglah :
3 4

1.  (3 x  2 x  1)dx  (4 x  6
2
2. . x )dx
2 1
Jawab:
3

 (3x  2 x  1)dx = [x3+x2+x]


2 3
1. 2
2
= (33+32+3)-(23+22+2)
= (27+9+3) – (8+4+2)
= 25
4

 (4 x  6
4
2. . x )dx = [2x 2- 4x3/2] 1
1
= (2.42- 4.43/2) – (2.12-4.13/2)
= 0-(-2)
=2

LATIHAN 3

Hitunglah nilai setiap integral tertentu berikut ini:


3 5 2

 (4 x)dx  (7  x)dx  ( x  5)
2
1. 6. 11. dx ..
0 0 2
1 3 2

 (6 x )dx  (4 x  3 x 2 ) dx  (3x  6)(2 x  5)dx


2 3
2. 7. 12.
2 1 1
9 1 2

 (3 x )dx  (5  2 x  6 x  (1  3x)(1  x)dx


2
3. 8. ) dx 13.
1 1 1
4 4 1
2
 (12 x  (6 x   2 x( x  1)( x  1)dx
2
4. x )dx 9. )dx 14.
0 1 x2 1
6 1 4
6 4
  (4 x  3) dx x
2
5. dx 10. 15. 3
dx
1 x2 0 2

5. PENGGUNAAN INTEGRAL TERTENTU

A. MENGHITUNG LUAS DAERAH ANTARA KURVA DAN SUMBU X

Menentukan luas dari suatu daerah antara kurva dan sumbu x dengan menggunakan integral tertentu .
Jika daerah dibatasi oleh kurva y= f (x) , sumbu x pada [a,b] maka untuk menentukan luasnya
dengan menggunakan integral tertentu adalah sebagai berikut:
b

L =  f ( x )dx = [F(x)] ba = ‌F(b) –F(a ) ‌ diambil nilai mutlak


a
4

Contoh:
Hitunglah luas daerah yang dibatasi oleh kurva y=x2 sumbu x ,garis x=1 dan garis x=2.
Jawab:

x
2
L = dx
1

1
= [ x 3 ]12
3
1 1
= ( .2 3 )  ( .13 )
3 3
8 1
= (  )
3 3
7
. =
3
1
= 2 satuan luas.
3
1
Jadi luas daerahnya adalah 2 satuan luas.
3

LATIHAN 4

I. Tentukan luas daerah yang diarsir pada soal - soal berikut ini dengan
menggunakan pengintegralan.
5

1. 2

3. 4.

5. 6.

II. Hitunglah dengan menggunakan rumus luas geometri. Untuk soal I.1 dan I.3

III. Tentukan luas daerah yang dibatasi oleh kurva y dan sumbu koordinat
atau garis yang disebutkan.

1. y = x2 , sumbu x , garis x = 0 dan x = 2


2. y = x2 + 2x +4 , sumbu x , sumbu y , garis x = 3.
3. y = x(x-4) dan sumbu x.
4. x = 3y2- 9 garis x = 0, y = 0 dan y = 1..
5. y = x2 – 5x. dan sumbu x.

6. y = x3 sumbu x , garis x = -1 dan garis x = 3.


7. y = √ x sumbu x garis x = 1 dan x = 4.
8. y = x3- 3x2 + 2x sumbu x, garis x = 0 dan garis x = 2
9. y = x 3- x2–6x sumbu x.
10 y = x2 –1 sumbu x.
11. y = (x – 5) 2 sumbu y, sumbu x.
12. y = x 3 - 9x sumbu x
13. y = x(5-x) dan sumbu x
14. y = 12 – 4x - x2 dan sumbu x.
15. y = 9 - x2 dan sumbu x

B. MENGHITUNG LUAS ANTARA DUA KURVA


6

Jika f dan g dua fungsi yang kontinu pada interval [a,b] dan f(x) ≥ g(x) dalam [a,b] dengan syarat
f(x) dan g(x) tidak berpotongan pada [a,b].
Maka luas daerah yang dibatasi oleh kurva f dan g dalam [a,b] adalah :
b

 ( f ( x)  g ( x))dx
a
rumus ini berlaku untuk : * f dan g non negatip (gambar 1)

* f dan g negatif (gambar 2)


* f positif dan g negatif (gambar 3)

ga m ba r1 ga m ba r2 ga m ba r3
Contoh:
Hitunglah luas daerah yang dibatasi oleh kurva y = x2 + 3x dan y = 2x + 2
Jawab:
*) Tentukan dahulu koordinat titik potong kedua kurva sebagai batas integral
dengan cara sebagai berikut:

x2 + 3x = 2x + 2
x2 + 3x - 2x –2 = 0
x2 + x – 2 = 0
(x + 2)(x – 1) = 0
x = -2 atau x = 1
-2 -1 1 .
Jadi x = -2 dan x = 1 sebagai batas integral.

*) Menentukan luas daerah yang dibatasi kurva y = x2 + 3x dan y = 2x + 2


dengan batas bawah x = -2 dan batas atas x = 1 sebagai berikut:

 [(2 x  2)  ( x  3 x)]dx
2
L=
2
1

 (2  x  x
2
= )dx
2
1 2 1 31
= [2 x 
x  x ] 2
2 3
1 1 8
= ( 2   )  ( 4  2  )
2 3 3
1
= 4
2
1
**)Jadi luasnya adalah 4 satuan luas
2

LATIHAN 5
:A Hitunglah luas daerah yang dibatasi oleh dua kurva yang ditentukan:

1. y = x2 dan y = 2x + 1 6. y = x3 dan y =½ x2
2. y = x2 dan y = 2x - x2 7. y = 9 - x2 dan x – y +3 = 0
3. x = y2 dan x – y – 2 = 0 8. y = x2 – 7x + 10 dan y = 2 – x
4. y = x dan y = x2 9. y = x2 dan y = 2 - x2
5. y = 2 - x2 dan x + y = 0 10. y =. x2 – 4 dan y = 8 - 2x2

B. Hitunglah luas daerah yang diarsir berikut ini


7

1. 2

3. 4.

5. 6.

C. MENGHITUNG VOLUME BENDA PUTAR


Bagaimana menghitung volume dari benda yang dibentuk oleh bangun berikut jika bangun diputar
mengelilingi sumbu x

Bentuk benda yang terjadi jika bangun diputar mengelilingi sumbu x adalah sebagai berikut:
8

1. MENGHITUNG VOLUME BENDA PUTAR MENGELILINGI SUMBU X

Perhatikan daerah yang dibatasi kurva y = f(x) pada [a,b] yang diputar mengelilingi sumbu x sebesar
360o pada gambar dibawah ini:

y = f(x )

0 a b x

Untuk menghitung volume dari benda tersebut maka dibuat potongan - potongan melingkar yang
sangat kecil berbentuk tabung seperti gambar dibawah ini:
Jika jari – jari tabung tersebut y dan tingginya δx
y
Maka : δV = π y2 δx Sehingga volume benda putar tersebut
merupakan jumlah potongan tabung-tabung yaitu
y = f(x )

0 a b x n

 y i2x
V = i 1 dengan n jumlah potongan tabung.

Untuk δx yang sangat kecil akan dihasilkan pendekatan volume


yang sangat sempurna yaitu :
n

x0  y i x i
2
V = δLimit
i 1
Bentuk ini dapat dinyatakan dalam integral sebagai berikut:
b

V =   y dx Ini rumus volume benda yang diputar mengelilingi sumbu x.


2

Contoh:
Hitunglah volume benda yang terjadi jika daerah yang dibatasi kurva y = 3x + 2 pada [1,4]
diputar mengelilingi sumbu x sebesar 360o.
Jawab:

V =   y dx
2
y= 3x+ 2
1
y
4

V =   (3x  2) dx
2
2

1
0 1 4
4

V =   (9 x  12 x  4)dx
x
2

V =  [3x 3  6 x 2  4 x]14
V =  (192  96  16)   (3  6  4)
V = 291
Jadi volumenya adalah 291 satuan volume.
9

LATIHAN 6
A. Hitunglah volume dari benda yang dihasilkan dari pemutaran 360o grafik berikut ini:

1. 2. 7. 8. y
y= x+ 2 y
y
y = 3 x - x2
y= x
y y = –x6

0 1 3 x
0 3 x

0 3 x 0 3 x

y y

y= x 2
y = 4 - x 2

1.
0 3 x 0 2 x

5. 6. y
y
y = x 2

y = x

0 6 x
0 6 x

B. Hitunglah volume dari benda yang terjadi jika daerah yang dibatasi oleh kurva mengelilingi sumbu
x sejauh 360o pada batas yang ditentukan:

1. y = x pada [1,10] 5. y = x 2  1 x = 0 dan x = 1


9
2. y = x2 sumbu x ,sumbu y dan garis x = 6. 6. y = ,x =1 dan x = 4
x
1
3. y = x sumbu x dan garis x = 8 7. y = 6 – x , sumbu x dan sumbu y
2
4. y = x sumbu x , sumbu y, garis x = 9

2 . VOLUME BENDA PUTAR MENGELILINGI SUMBU Y

Untuk menentukan volume benda putar mengelilingi sumbu y dengan Integral adalah sebagai
n

 xi2y
berikut : V = i 1 dengan n adalah jumlah potongan tabung.
Untuk δy yang sangat kecil akan diperoleh pendeka yang sangat sempurna yaitu:
n

x0  xi y i
2
y

x = f(y )
V = δLimit
b
i 1
Bentuk ini dapat dinyatakan dalam integral sebagai berikut
b

V =   x d y Ini rumus volume benda yang diputar


2
a
a

mengelilingi sumbu y.
0 x

1 2
Contoh: Hitunglah volume benda yang terjadi jika daerah yang dibatasi kurva y = x
2
sumbu y , garis y = 0 dan y = 2 diputar mengelilingi sumbu y sebesar 360o
Jawab:
b 2
1 2
y= x  x 2  2 y maka V =   x 2 dy  V    2 ydy
2 a 0
2

y V   0
2 ydy

y= x 2
 V   [ y 2 ]12
2

V =  (4)   (0)
V = 4 satuan volume.
0 x
10

Jadi volumenya adalah 4 satuan volume.

LATIHAN 7
Hitunglah volume benda putar bila daerah berikut diputar mengelilingi sumbu y sejauh 360o
1. y = x dan y = 6.
2. y = x dan garis y = 1.
3. xy = 1 garis y = 2 dan y = 6.
4. y = x 2  1 , y = 0 dan y = 1.
5. y = 9  x 2 ,garis y = -9 dan y = 9
6. x2=y(1-y)2, garis y = 0 dan y = 1
7. y = 1  x , garis x = 4 x = 2y dan sumbu y
8. y = x + 1 untuk 1 < y < 4
2
9 . x = y 2 , garis y = 2 dan y = 4
10. y = x1/3 dan y = 8.

3. VOLUME BENDA PUTAR ANTARA DUA KURVA.


Jika f dan g fungsi yang kontinu dan non negatip sedemikian sehingga f(x) ≥ g(x) pada [a,b] dan L
adalah daerah yang dibatasi y1  f ( x) dan y 2  g ( x) garis x = a dan x = b seperti gambar berikut ini:
Jika daerah tersebut diputar sejauh 360o mengelilingi sumbu x
y
y = f(x ) Maka volumenya dihitung dengan rumus:
y = g(x ) b

V =   ( y1  y 2 )dx
2 2

a
a
0 b x Jika diputar mengelilingi sumbu y maka rumusnya adalah:
b

V =   ( y1  y 2 )dx
2 2

Contoh: Hitunglah volume benda putar yang terjadi jika daerah


yang dibatasi kurva y = x2 dan y = x + 2 diputar
mengelilingi sumbu x satu putaran penuh.
Jawab :
Tentukan terlebih dahulu titik potong kedua kurva tersebut.
x2 = x + 2
x2 – x –2 = 0
(x – 2)(x + 1) = 0
x = 2 atau x = -1
Jadi batas – batas daerahnya adalah x = 2 dan x = -1, sehingga volumenya adalah :
b 2

V =   ( y1  y 2 )dx  V =   [( x  2) 2  ( x 2 ) 2 ]dx
2 2

a 1
2
 V =   [( x 2  4 x  4  x 4 )]dx
1
1 1 5 2
 =  [ x3  2x 2  4x  x ] 1
3 5
2 2 1 1
 =  (2  8  8  6 )   (   2  4  )
3 5 3 5
2
 = 14 
3
2
Jadi volumenya adalah 14  satuan volume.
3

LATIHAN 8
Tentukan volume benda putar yang terjadi jika daerah yang dibatasi oleh dua kurva diputar
mengelilingi sumbu yang ditentukan.
11

1. y = x2 , y = x ,garis y = 4 , dengan sumbu putar y.


2. y = x2/3, y = x3 dengan sumbu putar x.
3. x = -y2 – 3y + 6, garis x + y – 3 = 0 , dengan sumbu putar y.
4. y = x2 , y = x , dengan sumbu putar x.
5. y = (2 - x2) 2 , y = 1, sumbu putarnya adalah sumbu x.
6. y = 1 + x2 dan y = 9 - x2 dengan y sebagai sumbu putar.
7. y2 = x dan y = x2 , dengan sumbu putar x.
8. y = x2 dan y = x4 , dengan sumbu putar x.
9. y = x dan y = x2, dengan sumbu putar x.
10. y = x2 dan y = 6x - x2, dengan sumbu putar x.

Anda mungkin juga menyukai