Analisis On Load Tap Changer 20 kV
Analisis On Load Tap Changer 20 kV
1 Tahun 2007
Sistem tipikal tenaga listrik memiliki empat unsur Jatuh tegangan yang terjadi pada jaringan distribusi
utama yaitu; pembangkit tenaga listrik, saluran transmisi, 20 kV diakibatkan oleh nilai resistansi dan reaktansi dari
saluran distribusi dan beban atau disebut juga sebagai saluran. Gambar 1 menerangkan bahwa nilai resistansi
pengguna tenaga listrik. Perkembangan sistem terhubung seri terhadap nilai reaktansi. Sehingga besar
kelistrikan saat ini telah mengarah pada peningkatan jatuh tegangan dapat diketahui melalui analisis
efisiensi dan mutu tegangan dalam penyaluran energi perhitungan.
listrik. Peningkatan efisiensi dan mutu tersebut dapat Jatuh tegangan pada sistem distribusi mencakup
dimulai dari pembangkitan, transmisi dan distribusi. jatuh tegangan pada:
Pada sisi distribusi, peningkatan efisiensi dapat • Penyulang utama 7%
dilakukan dengan cara mengurangi terjadinya jatuh • Trafo distribusi 4%
tegangan pada saluran dan memberikan tingkat tegangan • JTR 5%
yang aman bagi peralatan pelanggan. • Sambungan Rumah 2%
Besarnya tegangan yang diterima oleh konsumen Jumlah 18%
listrik tidaklah sama, hal ini terjadi karena adanya
impedansi dari jaringan. Oleh karena itu, jatuh tegangan Sesuai dengan definisi, jatuh tegangan adalah:
selalu ada pada setiap bagian dari sistem tenaga, mulai ∆V = Vk − Vt .......................................................... (1)
dari sumber sampai ke pelanggan. Jatuh tegangan
berbanding lurus dengan besarnya arus dan sudut Dengan,
phasanya, yaitu arus yang mengalir di seluruh sistem Vk = nilai mutlak tegangan ujung kirim
tenaga. Dengan pemasangan on load tap changer pada
sistem maka tegangan pengirim dapat dinaikkan maupun Vt = nilai mutlak tegangan ujung terima
⎛ ∆V ⎞
⎟% = ∆V ×100%
Vk V
⎜
t
Beban
⎜ Vf ⎟ Vf
⎝ ⎠
(a)
Menurut persamaan (1) maka diperoleh:
∆V = Vk − Vt ≅ IR Cos ϕt + IX L Sin ϕt
V
⎛ ∆V ⎞
⎜ ⎟ % = (∆V ) % ≅ IR Cos ϕt + IX L Sin ϕt ×100 % ...... (3)
⎜ Vf ⎟ Vf
O
IR Vt
a b c e
⎝ ⎠
IR
l I
IR Cos t
f g Dengan, Vf adalah tegangan fasa nominal atau tegangan
IX L Sin f
pengenal dari sistem yang bersangkutan.
Telah dikatakan sebelumnya bahwa tegangan
dV
pelayanan yang diterima oleh pelanggan tidak dapat
V konstan yang disebabkan oleh banyak faktor.
(b)
≈ Oa + ac 190 V
sehingga:
230 V
ac = dV = IR Cos ϕt + IX L Sin ϕt
220 V
216 V
210 V
Vk ≈ Vt + dV 190 V
36
Jurnal Rekayasa Elektrika
Volume 6 No.1 Tahun 2007
distribusi primer, trafonya dilengkapi dengan peralatan dengan kompensator saluran (line drop compensation)
pengubah sadapan berbeban (On Load Tap Changer), pada saluran yang dikontrol. Fungsi kompensator
yaitu tegangan dapat diubah tanpa memutus sirkitnya. saluran adalah untuk mempertahankan tegangan disuatu
Sadapan (tap) ini dapat mengubah perbandingan belitan titik pada saluran tersebut, yang letaknya jauh dari gardu
dari trafonya, tap dapat dibuat pada belitan tegangan induk. Suatu titik yang akan dipertahankan tegangannya,
tingginya maupun disisi tegangan rendahnya. Untuk dilakukan secara otomatis dengan mengatur dudukan /
mengantisipasi tegangan masukan transformator setting dari tahanan dan reaktansi rangkaian pengendali
berubah-ubah, maka secara umum trafo dilengkapi kompensator saluran.
sadapan sehingga tegangan sekundernya konstan. Agar Pada Gambar 3, digambarkan bagan sederhana dari
peralatan kendali tegangan dapat bekerja secar benar kompensator saluran berikut dengan diagram pasor dari
diperlukan trafo tegangan untuk mendeteksi tegangan sirkit pengendalinya.
yang akan kita kendalikan. Rangkaian sekunder dari titik pengaturan
suatu alat sehingga tap dapat berubah [1]. rele pengatur tegangan
tegangan XL
RL
L
X
ER IL
I
L
R
L
(b)
Salah satu perlengkapan agar tegangan pelayanan Gambar 3. Bagan Kompensator saluran [2]
masih dalam batas-batas yang diperbolehkan, maka trafo a). Bagan sirkit kompensator saluran
distribusinya dilengkapi dengan sadapan tanpa beban b). diagram pasor
pada sisi tegangan tingginya, di samping itu pada sisi
tegangan rendahnya atau tegangan terminal sisi sekunder Pada kompensator saluran terdapat trafo tegangan
trafonya sudah dibuat 231/400 V atau +5 % di atas nilai dan arus untuk mendeteksi tegangan dan arus beban.
nominalnya 220/380 V. Pengaturan sadapan tanpa beban Rele pengatur tegangan pada kompensator jaringan
pada trafo distribusi harus dikaitkan dengan pengaturan berfungsi untuk mengontrol kerja pengatur tegangan.
tegangan sadapan berbeban pada trafo utama di gardu Misalkan, tegangan pada titik dari saluran yang akan
induk yang bersangkutan [1]. dipertahankan adalah ER, maka setiap perubahan ER oleh
Dalam mengatur tegangan pelayanan dengan arus beban akan menyebabkan perubahan ERO, yaitu
menggunakan dua sadapan dari trafo utama maupun tegangan keluaran dari pengaturan tegangan di gardu
trafo distribusinya, hanya dimungkinkan pada jaringan induknya. Adanya perubahan ERO, menyebabkan rele
yang beroperasi radial. Pemanfaatan sadapan tanpa pengatur tegangan (RPT) bekerja sehingga tegangan
beban dari trafo distribusi, umumnya dilakukan pada keluaran mengatur kembali ke harga ER lagi, jadi disini
saluran udara tegangan menengah yang panjang, di ER bernilai konstan dan dari diagram pasornya. Bahwa
daerah yang kepadatan bebannya relatif masih rendah. untuk mendapatkan nilai ER yang konstan dengan arus
Terdapat trafo distribusi yang mempunyai 3 sadapan beban yang berubah-ubah, maka nilai tahanan dan
tanpa beban yaitu +5%, 0% dan -5%; pada sistem 20 kV, reaktansi dari rangkaian pengaturnya harus dirubah atau
ekivalen dengan 21 kV, 20 kV dan 19 kV. nilai RL dan XL perlu diatur kembali.
Sisi tegangan rendah (TR) dari kedua macam trafo Penyetelan atau pengaturan kembali nilai RL dan XL
tersebut diatas, tegangan terminal sekudernya (tanpa tergantung ada tidaknya beban yang disadap antara
beban) sudah dibuat 231/400 V atau +5% diatas nilai gardu induk (tempat alat pengatur tegangan) dan titik
nominalnya 220/380 V. yang menjadi pedoman (tegangan yang dipertahankan
tetap pada nilai tertentu). Bila tidak ada beban yang
disadap diantara itu, setelan R dapat ditentukan sebagai
2.4 Kompensator Saluran (Line Drop berikut :
Compensation)
TA p
Dalam mengatur tegangan primer jaringan distribusi Rset = x Reff .............................................. (4)
dengan memakai pengubah sadapan berbeban (on load ⎛N ⎞
PT ⎜⎜ 1 ⎟⎟
tap changer) pada trafo daya di gardu induknya, maka ⎝ N2 ⎠
untuk dapat bekerja secara otomatis, perlu dilengkapi
Dalam perhitungan tahanan/reaktansi efektif, tidak reaktansi induktif dari penyulang antara
termasuk tahanan dan reaktansi dari trafo-trafonya. Bila pengatur tegangan di gardu induk dan titik
antara gardu induk dan titik pengatur terdapat beban- pengaturan, V
beban sadapan, setelan R masih dapat ditentukan oleh X L ,1 = reaktansi induktif (sebagaimana ditentukan
persamaan (4), tetapi dalam menentukan Reff yang oleh persamaan (8) dari seksi ke-i dari
memadai, Lokay memberikan persamaan dalam penyulang, Ω / Km
menghitung Reff sebagai berikut:
Meskipun cara yang baru dijelaskan diatas dalam
n
∑ ∆V
i =1
R
menentukan R dan X efektif sedikit. Lokay
menyarankan sebagai alternatif dan cara praktis untuk
Reff = i
Ω .......................................... (9) menghitung arus (IL) dan tegangan pada lokasi regulator
IL dan tegangan titik pengatur.
n
Perbedaan antara dua nilai tegangan merupakan
∑ ∆V R = I L ,1 × ra ,1 × I 1 + I L , 2 × ra , 2 × I 2 + ..... jatuh tegangan antara pengatur (gardu induk) dan titik
i =1 i pengatur, yang mana dapat ditentukan sebagai berikut:
..... + L, n × ra ,n × l V
∆V = I L × Reff × cosϕ + I L × X eff × sinϕ V ........ (11)
dengan :
Dari sini nilai Reff dan Xeff dapat ditentukan dengan
mudah, bila faktor daya dari beban dan perbandingan
38
Jurnal Rekayasa Elektrika
Volume 6 No.1 Tahun 2007
rata-rata r/x dari feeder/penghantar antara pengatur primer distribusi tertinggi yang diperkenankan diluar
(gardu induk) dan titik pengatur di ketahui. beban puncak dan pada saat beban puncak.
Jadi tegangan primer yang diperkenankan di luar
beban puncak adalah:
VTT VP
150 kV 20 kV
Pengaturan
Langkah selanjutnya, memperhitungkan banyaknya
Tegangan di GI
langkah yang dibutuhkan untuk menaikkan maupun
menurunkan tegangan.
30 MVA; 12,5 %
D/y Y SP Y=1
40
Jurnal Rekayasa Elektrika