0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
8 tayangan11 halaman

Klasifikasi dan Perencanaan Jalan Raya

Dokumen tersebut membahas tentang pengantar perencanaan jalan raya yang mencakup klasifikasi dan fungsi jalan, karakteristik jalan, tahapan perencanaan jalan, perencanaan geometrik jalan, dan contoh perhitungan perkerasan jalan.

Diunggah oleh

neldos
Hak Cipta
© Attribution Non-Commercial (BY-NC)
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPT, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
8 tayangan11 halaman

Klasifikasi dan Perencanaan Jalan Raya

Dokumen tersebut membahas tentang pengantar perencanaan jalan raya yang mencakup klasifikasi dan fungsi jalan, karakteristik jalan, tahapan perencanaan jalan, perencanaan geometrik jalan, dan contoh perhitungan perkerasan jalan.

Diunggah oleh

neldos
Hak Cipta
© Attribution Non-Commercial (BY-NC)
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPT, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PENGANTAR PERENCANAAN

JALAN RAYA

SO324 - REKAYASA TRANSPORTASI


UNIVERSITAS BINA NUSANTARA
2006
KLASIFIKASI DAN FUNGSI JALAN

• KLASIFIKASI FUNGSIONAL
– Sistem Jaringan Primer
• Arteri Primer
• Kolektor Primer
• Lokal Primer
– Sistem Jaringan Sekunder
• Arteri Sekunder
• Kolektor Sekunder
• Lokal Sekunder

• KLASIFIKASI JALAN
• Klasifikasi Fungsi Jalan
• Kelas Jalan
• Medan Jalan
• Wewenang Pengelolaan
KARAKTERISTIK JALAN
• BAGIAN-BAGIAN JALAN
– DAMAJA (Daerah Manfaat Jalan)
– DAMIJA (Daerah Milik Jalan)
– DAWASJA (Daerah Pengawasan Jalan)
• POTONGAN MELINTANG JALAN
– Jalur Lalu Lintas
– Lajur
– Bahu Jalan
– Median
– Fasilitas Pejalan Kaki
• VOLUME LALU LINTAS
– S M P (Satuan Mobil Penumpang)
– Volume Lalu Lintas Rencana
• VLHR (Volume Lalu Lintas Harian Rencana)
• VJR (Volume Jam Rencana)  VJR = VLHR * K/F
– Kecepatan Rencana
• JARAK PANDANG
– Jarak Pandangan Henti (Jh)
– Jarak Pandang Mendahului (Jd)
TAHAPAN PERENCANAAN JALAN
• PENENTUAN TRASE JALAN
– Metode Konvensional
– Metoda Modern Dengan Teknik Fotogrametri
• ANALISIS LALU LINTAS
– Volume dan Jumlah Lalu Lintas
– Sifat dan Komposisi Lalu Lintas
– Kapasitas
• PENENTUAN KECEPATAN RENCANA
• PERENCANAAN GEOMETRIK (HORISONTAL &
VERTIKAL)
• PERHITUNGAN KUANTITAS PEKERJAAN TANAH
• PERENCANAAN PERKERASAN JALAN
• PERHITUNGAN ANGGARAN BIAYA
• KEAMANAN LALU LINTAS
• ANALISIS EKONOMI DAN KEUANGAN
PERENCANAAN GEOMETRIK JALAN
• STANDARD PERENCANAAN
– Peraturan Perencanaan Geometrik Jalan Raya No.
13/1970 Direktorat Jenderal Bina Marga
– Spesifikasi Standard untuk Perencanaan Geometrik
Jalan Luar Kota, SubDit Perencanaan Teknik,
Direktorat Jenderal Bina Marga, 1990
– Tata Cara Perencanaan Geometrik Jalan Antar Kota
No. 038/BM/1997, Direktorat Jenderal Bina Marga
– Standard Perencanaan Geometrik untuk Jalan
Perkotaan, Direktorat Jenderal Bina Marga, 1992
LANGKAH-LANGKAH PERENCANAAN GEOMETRIK JALAN

1. Penyediaan Gambar Situasi, Skala 1:1000


2. Penentuan Trace Jalan
3. Penentuan Koordinat PI
4. Kriteria Perencanaan:
• Alinyemen Horisontal
• Alinyemen Vertikal
• Pelebaran Pada Tikungan
• Kebebasan Samping
5. Penentuan Jenis Tikungan
• Full Circle (FC)
• Spiral – Circle – Spiral (SCS)
• Spiral – Spiral (SS)
6. Penggambaran Hasil Rencana
• Plan (Alinyemen Horisontal)
• Profil Memanjang (Alinyemen Vertikal)
• Penampang Melintang (Cross Section)
Gambar Situasi
Skala 1:1000

PROSES PERENCANAAN Penentuan Trace Jalan

GEOMETRIK JALAN
Penentuan Koordinat PI & PV

Perencanaan Alinyemen Perencanaan Alinyemen


Vertikal Horisontal

Coba Tikungan Full Circle

Pakai Tikungan
R > Rmin Yes
Full Circle

No

Coba Tikungan
Spiral – Circle - Spiral
No

Pakai Tikungan
Lc > 20 Yes
Spiral – Circle - Spiral

No

Pilih Tikungan
Spiral - Spiral

Perencanaan Super Perencanaan Pelebaran Perencanaan Kebebasan


Elevasi Perkerasan Pada Tikungan Samping

Gambar Penampang
Melintang

Yes

Gambar Perencanaan:
· Plan
· Profil Memanjang
· Penampang Melintang
PERENCANAAN GEOMETRIK
• Adalah aspek-aspek perencanaan bagian-bagian jalan
(trase, lebar, tikungan, landai, & jarak pandangan) dan
juga kombinasi dari bagian-bagian tersebut sesuai
dengan tuntutan dan sifat-sifat lalu lintas dengan tujuan
untuk menciptakan hubungan yang baik antara waktu
dan ruang dengan kendaraan agar dicapai efisiensi,
keamanan dan kenyamanan secara optimal dalam
batas-batas kelayakan ekonomi.
• Perencanaan geometrik terkait dengan arus lalu lintas,
perencanaan konstruksi jalan berkaitan dengan beban
lalu lintas.
• Perencanaan geometrik merupakan tahap lanjutan
setelah proses perancangan (planning). Proses planning
berkaitan dengan analisis pengaruh jalan terhadap
perkembangan wilayah, sifat lalu lintas yang harus
dilayani, & kualitas pelayanan.
KEADAAN FISIK DAN TOPOGRAFI MEDAN
• Sangat mempengaruhi perencanaan bagian-bagian jalan
• Keadaan tanah dasar mempengaruhi lokasi dan bentuk
geometrik jalan
• Tanah dasar jelek atau air tanah yang tinggi maka mungkin
trase harus pindah atau perlu timbunan tinggi
• Di daerah dengan curah hujan tinggi perlu lereng melintang
lebih besar atau alinyemen jauh lebih tinggi dari tanah asli.
• Untuk daerah datar perlu perencanaan drainase yang baik
• Daerah pegunungan mempengaruhi pemilihan lokasi dan
bagian-bagian jalan lainnya, bahkan type jalan.
• Daerah pertanian dan industri banyak kendaraan truk yang
berbeda dengan daerah pemukiman atau wisata dimana
banyak mobil penumpang
• Jalan di rural area banyak kendaraan kecepatan tinggi yang
perlu syarat perencanaan lebih berat dibanding jalan untuk
urban area yang didominasi kendaraan kecepatan rendah
• Pemilihan trase di rural lebih bebas dari pada di perkotaan.
LALU LINTAS
• Data lalu lintas merupakan dasar utama perencanaan geometrik dan penentuan
tingkat pelayanan jalan
• Volume lalu lintas menentukan jumlah jalur, jumlah lajur, dan lebar perkerasan
• Besaran volume lalu lintas dinyatakan dalam S M P (Satuan Mobil Penumpang)
• Data dasar adalah Lalu Lintas Harian Rata-rata (LHR)
• Dari LHR dihitung Volume Lalu Lintas Rencana yaitu:
– VLHR (Volume Lalu Lintas Harian Rencana), &
– VJR (Volume Jam Rencana)  VJR = VLHR * K/F
• Komposisi lalu lintas
• Kecepatan Rencana:
– Adalah kecepatan yang dipilih untuk perencanaan yang mengkorelasikan
bentuk-bentuk setiap bagian jalan yang mempengaruhi keamanan perjalanan
kendaraan.
– Kecepatan ini merupakan kecepatan menerus tertinggi dimana kendaraan dapat
berjalan dengan aman bila cuaca mengijinkan dan kepadatan lalu lintas rendah,
sehingga hanya bentuk jalan saja yang menentukan keamanan perjalanan
kendaraan.
– Penentuan Kecepatan Rencana harus dilakukan secara seksama dengan
mempertimbangkan:
• Sifat medan
• Type jalan
• Biaya konstruksi (pembangunan)
• Antisipasi trend perkembangan kecepatan kendaraan yang akan datang.
CONTOH PERHITUNGAN

• PERKERASAN JALAN RAYA

Anda mungkin juga menyukai