100% menganggap dokumen ini bermanfaat (2 suara)
1K tayangan2 halaman

Menghitung Luas Penampang Baja

Dokumen tersebut menjelaskan cara menghitung luas penampang kotor dan bersih dari suatu benda berbentuk persegi panjang dengan beberapa potongan. Luas penampang kotor dihitung dengan panjang dikali tebal, sedangkan luas bersih dihitung dengan mengurangi luas potongan dari luas kotor. Luas penampang efektif terkecil diperoleh pada potongan AC atau DE, namun luas tersebut tidak memenuhi syarat minimal 85% d

Diunggah oleh

MAWAR99
Hak Cipta
© Attribution Non-Commercial (BY-NC)
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (2 suara)
1K tayangan2 halaman

Menghitung Luas Penampang Baja

Dokumen tersebut menjelaskan cara menghitung luas penampang kotor dan bersih dari suatu benda berbentuk persegi panjang dengan beberapa potongan. Luas penampang kotor dihitung dengan panjang dikali tebal, sedangkan luas bersih dihitung dengan mengurangi luas potongan dari luas kotor. Luas penampang efektif terkecil diperoleh pada potongan AC atau DE, namun luas tersebut tidak memenuhi syarat minimal 85% d

Diunggah oleh

MAWAR99
Hak Cipta
© Attribution Non-Commercial (BY-NC)
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

MAWARDI

Soal:

I II

I II

Menghitung Luas Penampang Kotor (Bruto):


Abr = Atot = L . t
Abr = Atot = (320 mm) . (12 mm).
Abr = Atot = 3.840 mm2.

Menghitung 85% × Luas Penampang Kotor (Bruto):


85% . Abr = 85% . (3.840 mm2).
85% . Abr = 3.264 mm2.

Menghitung Luas Penampang Bersih (Netto):


Potongan I-I atau II-II
Anet = Abr – (n1 . dlob . t)
Anet = (3.840 mm2) – [1 . (25 mm) . (12 mm)].
Anet = (3.840 mm2) – (300 mm2).
Anet = 3.540 mm2.

“Berbagi ilmu demi kemajuan Indonesia”


MAWARDI

Potongan AC atau DE
Anet = Abr – (n1 . dlob . t)
Anet = (3.840 mm2) – [2 . (25 mm) . (12 mm)].
Anet = (3.840 mm2) – (600 mm2).
Anet = 3.240 mm2.

Potongan ABE atau CBD


Anet = Abr – (n1 . dlob . t) + Σ[(n2 . S2 . t) / (4 . u)]
Anet = (3.840 mm2) – [3.(25 mm).(12 mm)] + [(1.(90 mm)2.(12 mm))/(4.(100 mm))]
Anet = + [(1.(80 mm)2.(12 mm))/(4.(100 mm))].
Anet = (3.840 mm2) – (900 mm2) + (243 mm2) + (192 mm2).
Anet = 3.375 mm2.

Potongan ABC atau DFE


Anet = Abr – (n1 . dlob . t) + Σ[(n2 . S2 . t) / (4 . u)]
Anet = (3.840 mm2) – [3.(25 mm).(12 mm)] + [(2.(90 mm)2.(12 mm))/(4.(100 mm))].
Anet = (3.840 mm2) – (900 mm2) + (486 mm2).
Anet = 3.426 mm2.

Potongan DBE
Anet = Abr – (n1 . dlob . t) + Σ[(n2 . S2 . t) / (4 . u)]
Anet = (3.840 mm2) – [3.(25 mm).(12 mm)] + [(2.(80 mm)2.(12 mm))/(4.(100 mm))].
Anet = (3.840 mm2) – (900 mm2) + (384 mm2).
Anet = 3.324 mm2.

Jadi Luas Penampang Netto yang efektif adalah pada Potongan AC atau
Potongan DE, besarnya Anet = 3.240 mm2.

Syarat:
Anet ≥ (85% . Abr)
3.240 mm2 < 3.264 mm2  Tidak memenuhi syarat.

“Berbagi ilmu demi kemajuan Indonesia”

Anda mungkin juga menyukai