0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
237 tayangan7 halaman

Pengertian dan Jenis-Jenis Monitor

Monitor merupakan perangkat keras yang digunakan untuk menampilkan output video dari komputer. Terdapat beberapa jenis monitor seperti CRT, LCD, dan TFT LCD. Monitor memiliki berbagai tombol pengatur seperti brightness, contrast, dan lainnya. Monitor juga dibedakan berdasarkan sinyal pengiriman datanya, seperti analog, digital, dan multi scanning.

Diunggah oleh

Akbar Yoga Prastya
Hak Cipta
© Attribution Non-Commercial (BY-NC)
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
237 tayangan7 halaman

Pengertian dan Jenis-Jenis Monitor

Monitor merupakan perangkat keras yang digunakan untuk menampilkan output video dari komputer. Terdapat beberapa jenis monitor seperti CRT, LCD, dan TFT LCD. Monitor memiliki berbagai tombol pengatur seperti brightness, contrast, dan lainnya. Monitor juga dibedakan berdasarkan sinyal pengiriman datanya, seperti analog, digital, dan multi scanning.

Diunggah oleh

Akbar Yoga Prastya
Hak Cipta
© Attribution Non-Commercial (BY-NC)
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

MONITOR

Pengertian Monitor : Monitor merupakan salah satu perangkat keras (Hardware) yang digunakan
sebagai penampilan output video dari pada sebuah komputer, dan kegunaannya tersebut tidak dapat
dipisahkan dalam pemakaian suatu komputer, sehingga dikarenakan monitor itu sebagai penampilan
gambar maka tentunya komputer sangat sulit digunakan dan bahkan sama sekali tidak dapat digunakan
tanpa menggunakan komputer.

Jenis-Jenis Monitor

1. Monitor Catoda Ray Tube (CRT)

Monitor ini merupakan monitor yang mempunyai tabung yang memproduksi elektron untuk menembak
layar, sehingga tercipta gambar di layar seperti cara kerja televisi. Monitor ini memakai port 15 pin
dengan 3 baris.

2. Monitor Liquid Crystal Display (LCD)


Cara kerja monitor ini adalah dengan memberikan stimulasi arus listrik dari luar kepada luquid crystal
(materi bipheny). Sehingga akan mengubah properti dari cahaya yang dilewatkan crystal.

3. Monitor TFT LCD

Berupa Liquid Crystal yang diisikan diantara dua pelat gelas, yaitu colour filter glass dan TFT glass. Colour
filter glass mempunyai filter warna yang bertugas memancarkan warna, sedangkan TFT glass
mempunyai thin film transistor sebanyak pixel yang ditampilkan. Liquid crystal bergerak sesuai dengan
perbedaan voltase antara colour filter glass dengan TFT glass. Jumlah cahaya yang dipasok oleh back
light ditentukan oleh jumlah pergerakan liquid crystal yang pada gilirannya akan membentuk warna.

Jenis Monitor Berdasarkan Signal pengiriman data.

1. Berdasarkan signal pengiriman data monitor dibedakan menjadi 3 yaitu :

a. Monitor Analog

Pengertian dari analog berarti sinyal-sinyal yang masuk pada monitor adalah berupa arus yang dapat
berisi sembarang nilai antara sinyal maksimal dan minimum. Sistem pengolahan data pada monitor
analog adalah secara langsung tanpa menggunakan proses digital (data 0 dan 1). Monitor analog
biasanya mempunyai ciri khas pada semua pengaturan manualnya (H-Size, V-Size, Contrast, dan
Brightness)menggunakan Potensiometer.
b. Monitor Digital

Monitor digital adalah monitor yang menggunakan sinyal digital dalam pengiriman datanya yaitu
menggunakan logika 1 dan 0 (data digital). Monitor digital biasanya mempunyai ciri seluruh
pengaturannya gambar manualnya menggunakan saklar tekan.

c. Monitor Multi Scanning

Monitor multi scanning adalah monitor yang dapat menerima dua bentuk sinyal (data) baik digital
maupun analog. Hebatnya monitor ini ini dapat menggabungkan dua kegunaan yang dimiliki monitor
analog dan digital sehingga sanggup dipasngkan video card yang bermacam-macam.
2. Jenis monitor adapter card, resolusi warna, dan jumlah pin dapat kita lihat pada :

Tipe Monitor Adapter Card Resolusi Jumlah Warna Jumlah Pin

Monocrome MDA, EGA 80*25 2 9


(digital) Hercules
640*480 16/2 9
Cga (digital dan CGA, EGA
analog) 640*480 16/2 9
XGA, CGA, EGA
800*600 16 9
EGA (digital dan
analog) VGA
1024*768 256 15
VGA
VGA (analog) 16 Juta 15
SVGA

Keterangan :

MDA = Monochrome Display Adapter CGA = Coulur Grapics Adapter

EGA = Enhanced Graphics Adapter XGA = X-Grapics Adapter

VGA = Video Grapics Adapter SVGA = Super Video Grapics Aray

TOMBOL PENGATUR PADA MONITOR

Pada umumnya, monitor memiliki tombol pengatur sebagai berikut:

1. Saklar ON/OFF yang berfungsi untuk menghubungkan dan memutuskan sumber daya listrik.

2. Brightness Control, yaitu untuk mengatur cerah dan redupnya layar.

3. Contrast Control, yaitu untuk mengatur cerah dan redupnya obyek pada layar.

4. Vertical Size Control (V. Hold), yaitu untuk mengatur area layar pada bagian bawah dan atas.

5. Vertical Line (V. Line), yaitu untuk mengatur tinggi rendahnya obyek pada layar.

6. Horizontal Size Control (H. Hold), yaitu untuk mengatur area layar pada bagian kiri dan kanan.

Monitor disebut juga layar penampil atau penampil video adalah salah satu perangkat komputer yang
berfungsi untuk menampilkan segala jenis data/informasi yang diproses oleh komputer baik itu data
yang masuk maupun keluar ke/dari komputer. Agar monitor dapat menampilkan teks dan grafik harus
dihubungkan dengan Video Graphic Adapter card (VGA card).

Bentuk Monitor

Layar Penampil

Type Layar

 CRT (Cathode Ray Tube) Display

 Flat Panel Display

CRT Display

Cathode Ray Tube (CRT)

Penampil Cathode Ray Tube (CRT), adalah tipe yang paling umum digunakan sebagai penampil pada
komputer. Bentuknya sama dengan televisi, namun kemampuan penampilan gambar ataupun teks lebih
tinggi resolusinya. Untuk menampilkan warna pada layar terbagi dalam tiga warna dasar pixel yang
berbentuk titik atau plat strip yang terbuat dari pospor yaitu: warna dasar merah, hijau dan biru. Ukuran
atau pitch dari setiap titik atau palat strip tergantung dari ketajaman penampilan yang diinginkan.
Monitor dengan kualitas baik (high-quality) memiliki pitch 0,26 atau lebih rendah lagi.

Pitch Layar Warna

Flat Panel Display

CRT memiliki image yang sangat bagus, namun ukurannya besar dan berat, maka komputer portable
menggunakan plat panel display. Layar monitor plat panel pertama kali diperkenalkan untuk komputer
desktop. Monitor ini sangat ringan dibanding dengan monitor CRT, dan tidak membutuhkan tempat
yang luas.

Flat Panel Display

Dengan perkembangan teknolgi plat panel, tidak menutup kemungkinan, bahwa monitor CRT, akan
ditinggalkan dan hanya sebagai sejarah.
Teknologi Flat Panel

Ada empat macam teknologi meonitor plat panel yang masing-masing memiliki kelebihan dan
kekurangan yaitu:

1. Liquid Crystal Display (LCD) 


Pada jenis ini warna dihasilkan dari film yang berwarna merah, hijau dan biru yang berbentuk
lapisan balok (sandwched), yang ditempatkan diantar lampu belakang (backlighting) dan panel
LCD. Ada beberapa tipe LCD yaitu:

 Passive-matrix LCD, termasuk di dalamnya Twisted Nematic LCD (TN-LCD) dan


Supertwisted Nematic LCD (STN-LCD).

 Active-matrix LCD, termasuk di dalamnya Thin-Film-Transistor LCD (TFT-LCD) dan Active-


Addressed LCD (AA-LCD).

Monitor dengan tipe ini memiliki konsumsi listriknya sangat rendah (irit), kontras rasionya tinggi,
kecepatan tinggi, dan dapat dibaca dengan jelas walaupun langsung berhadapan dengan datangnya
cahaya.

2. Plasma Display Panel (PDP) 


Lebar layar penampil PDP bias mencapai 60 inchi tetapi ketebalannya hanya beberapa inchi saja
(tipis). Hal ini memungkinnya dapat digantung pada dinding. Beratnya jauh lebih ringan dari CRT
monitor. Sebagai perbandingan, jika CRT monitor dengan ukuran 35 inchi adalah ? 240 pound,
sedangkan untuk ukuran 42 inchi PDP monitor beratnya adalah ? 80 pound. PDP menggunakan
teknologi gas yang diisi diantara dua panel kaca yang diaktifkan oleh electron. Gas akan
menguraikan sinar ultrafiolet untuk mensimulasikan phospor menjadi warna hijau, merah dan
biru..

3. Electroluminescent Display (EL) 


Teknologi EL hampir sama dengan teknologi LCD yang menggunakan electron berbentuk row
dan kolom. Monitor ini adalah yang paling tipis diantara semua monitor plat panel, tetapi sangat
sulit membuatnya dan harganyapun mahal.

4. Field Emission Display (FED) 


Monitor ini sepertinya terdiri dari ribuan CRT yang disusun dalam grid, dan setiap fixelnya terdiri
dari satu CRT. Elektron akan mengakselerasikan phospor untuk menghasilkan cahaya.

Penjelasan Monitor : Pada awalnya semua monitor adalah dari jenis tiub sinar katod(CRT) sama seperti
yang digunakan pada tiub televisyen, namun kini monitor jenis LCD semakin digemari kerana monitor
LCD menggunakan ruang yang kecil, ringan serta lebih menjimatkan tenaga elektrik berbanding monitor
[Link] "mod paparan" merujuk kepada ciri-ciri paparan komputer, khususnya bilangan warna
maksimum dan peleraian imej maksimum (dalam piksel lintang dan piksel lajur). Terdapatnya banyak
mod paparan yang boleh di dapati dalam sistem komputer peribadi pada hari ini.

Paparan komputer peribadi yang terawal merupakan Monitor monokrom yang digunakan
untuk pemproses kata dan sistem komputer berdasarkan teks pada dekad 1970-an. Pada
tahun 1981,IBM memperkenalkan sistem paparan Penyesuai Grafik Warna (CGA). Sistem paparan ini
berupaya memberikan empat warna, dan mempunyai peleraian maksimum 320 piksels datar dan 200
piksel tegak. Walaupun CGA mencukupi untuk kegunaan permainan komputer yang mudah
seperti permainan solitaire dan permainan dam, ia tidak mencukupi untuk pemprosesan
kata, penerbitan atas meja ataupun penggunaan grafik yang canggih.

Pada tahun 1984, IBM memperkenalkan sistem paparan Penyesuai Grafik Tertingkat (EGA) yang dapat
memberikan sehingga 16 warna yang berlainan dan peleraian sehingga 640 x 350. Ini memperbaiki
kelihatannya berbanding paparan yang lebih awal, dan memungkinan pembacaan teks dengan mudah.
Bagaimanapun, EGA tidak memberikan peleraian imej yang mencukupi untuk kegunaan-kegunaan tahap
tinggi seperti reka bentuk grafik dan penerbitan atas meja. Mod ini kini sudah usang, walaupun ia
kekadang masih boleh didapati di pemprosesan lama dan komputer peribadi di rumah kediaman.

Pada tahun 1987, IBM memperkenalkan sistem paparan Tatasusunan Grafik Video (VGA). Kini, ini telah
merupakan piawai minimum yang dapat diterima untuk komputer peribadi. Peleraian maksimum
tergantung kepada bilangan warna yang dipaparkan. Pengguna boleh memilih antara enam belas warna
pada 640 x 480, ataupun 256 warna pada 320 x 200.

Pada tahun 1990, IBM memperkenalkan sistem paparan Tatasusunan Grafik Terluas (XGA) sebagai waris
untuk paparan 8514/A. Versi yang berikut, iaitu XGS-2, memberikan peleraian 800 x 600 piksel dalam
warna yang benar (16 juta warna) dan peleraian 1024 x 768 dalam 65,536 warna. Kedua-dua tahap
peleraian imej ini mungkin merupakan jenis yang terpopular di kalangan individu dan perniagaan kecil
pada hari ini.

Persatuan Piawai-Piawai Elektronik Video (VESA) telah mengasaskan antara muka pengaturcaraan
piawai untuk paparan Tatasusunan Grafik Video Super (SVGA) yang digelarkan Sambungan BIOS VESA
("VESA BIOS Extension"). Lazimnya, paparan SVGA dapat mendukung palet sehingga 16 juta warna,
tergantung kepada jumlah ingatan video yang tersedia dalam sesuatu komputer yang akan menghadkan
bilangan warna yang dapat dipaparkan. Spesifikasi peleraian imej berbeza-beza. Pada umumnya, lebih
besar skrin Monitor SVGA, lebih banyak piksel dapat dipaparkan secara datar dan tegak.

Baru-baru ini, spefikasi-spefikasi baru telah muncul. Ini termasuk Tatasusunan Grafik Terluas Super
(SXGA) dan Tatasusunan Grafik Terluas Ultra (UXGA). Spesifikasi SXGA biasa digunakan untuk merujuk
kepada skrin-skrin yang mempunyai peleraian 1280 x 1024; UXGA merujuk kepada peleraian 1600 x
1200. Pada hari ini, spesifikasi yang lama (VGA and SVGA) sering digunakan untuk rujukan kepada
keupayaan peleraian tipikal.

Common questions

Didukung oleh AI

CRT monitors use cathode ray tubes to create images, whereas LCD monitors use liquid crystals that modify light passing through them . CRTs are bulkier, heavier, and consume more power, yet they offer excellent color reproduction and image quality . In contrast, LCDs are lighter, take up less space, use less power, and have advanced to offer good image quality and resolution suitable for modern computing needs .

When upgrading from CRT to LCD or Plasma displays, businesses should consider factors like space efficiency offered by the compact size of flat panels and reduced energy consumption, leading to potential long-term cost savings . They should also evaluate the upfront investment costs, given newer technologies may require substantial initial capital, and assess display quality requirements—color accuracy and resolution must meet their operational needs. Lastly, consider potential compatibility issues with existing systems and the evolving ease of integration with new software and hardware standards .

Initially, CRT monitors were common, offering robust image quality but at the expense of space and energy consumption. As user demand shifted towards more compact and energy-efficient solutions, LCD monitors gained popularity due to their smaller size and lower power usage . The subsequent introduction of further advanced technologies such as Plasma Displays and Field Emission Displays reflects ongoing improvements in image quality (e.g., higher resolutions and color depth) and practicality (lighter and slimmer designs). This evolution highlights how technological advancements are continuously aligned with improving user experience and adapting to changing consumer expectations.

Selecting between CRT and flat-panel displays depends on application-specific needs. CRT monitors offer excellent color quality and fast response times, making them suitable for color-critical work that requires accurate reproduction. However, their size and power consumption are drawbacks. Flat-panel displays, being lighter and more energy-efficient, are better suited for space-constrained environments or for users prioritizing portability and power savings . Additionally, the specific technology within flat panels, such as LCD or Plasma, may be chosen based on screen size, brightness needs, and viewing conditions .

Screen resolution, determined by the number of pixels in width and height, directly affects image clarity and detail; higher resolutions offer finer imagery. From early standards like VGA (640x480) to today's SXGA (1280x1024) and UXGA (1600x1200), advances in technology have continually increased resolution capabilities, enabling clearer and more detailed images on larger screens . This progression is supported by evolving memory capacities and interface standards such as VESA BIOS Extensions .

CRT monitors operate by using electron beams that strike a phosphorescent screen to produce images, akin to traditional television sets, thus making them quite bulky and heavy . LCD monitors, on the other hand, use liquid crystals that are stimulated by electric currents, allowing for a much slimmer and lighter design, which makes them suitable for portable devices . LCDs involve backlighting and colored filters to produce images, contrary to the self-emissive nature of CRT .

Pixel pitch, representing the distance between pixels, and resolution, the pixel count across and down the screen, significantly affect perceived image quality. A lower pixel pitch (e.g., 0.26 or less) indicates a tighter pixel arrangement, leading to crisper image detail . High resolution allows for more detailed images and text, improving clarity and reducing the appearance of individual pixels, enhancing the smoothness of visual content .

Graphical adapter standards have evolved significantly, starting with CGA in 1981 offering four colors at a 320x200 resolution . It progressed to EGA with 16 colors and 640x350 resolution for better text readability. VGA in 1987 became the minimal standard with 16 colors at 640x480 or 256 colors at 320x200. By 1990, XGA offered true-color (16 million colors) with a maximum of 1024x768 resolution, suitable for high-end graphics and small business use. This evolution illustrates the industry shift towards higher color depths and resolutions to meet increased graphical demands .

The progression from CGA to EGA and VGA marks significant advancements in color depth and resolution. CGA introduced limited four-color support at 320 x 200 resolution, primarily for simple graphics and gaming . EGA improved color capabilities with up to 16 colors and resolution at 640 x 350, enhancing text readability and graphics quality. VGA then became the minimum standard, supporting more color variations and resolutions, thus broadening the scope for graphic applications .

Advances such as SXGA and UXGA have enhanced resolution capabilities significantly, with SXGA providing resolutions of 1280 x 1024 and UXGA offering up to 1600 x 1200 pixels. These enable finer detail, greater clarity, and the ability to display more information on screen compared to older standards like VGA and SVGA, which had lower resolutions and could display fewer colors .

Anda mungkin juga menyukai