0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
251 tayangan3 halaman

Rangkaian Kontrol Motor Forward Reverse

Kontrol forward-reverse memungkinkan motor listrik berputar maju dan mundur dengan mengubah urutan fasa motor. Komponen utamanya terdiri dari fuse, main breaker, thermal overload relay, circuit breaker, dan dua contactor untuk putaran maju dan mundur. Putaran maju menggunakan urutan fasa L1-L2-L3 sementara putaran mundur menggunakan urutan L2-L1-L3. Kontrol dilakukan dengan tombol maju, mundur, dan stop.

Diunggah oleh

Herdi Heryadi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
251 tayangan3 halaman

Rangkaian Kontrol Motor Forward Reverse

Kontrol forward-reverse memungkinkan motor listrik berputar maju dan mundur dengan mengubah urutan fasa motor. Komponen utamanya terdiri dari fuse, main breaker, thermal overload relay, circuit breaker, dan dua contactor untuk putaran maju dan mundur. Putaran maju menggunakan urutan fasa L1-L2-L3 sementara putaran mundur menggunakan urutan L2-L1-L3. Kontrol dilakukan dengan tombol maju, mundur, dan stop.

Diunggah oleh

Herdi Heryadi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Forward Reverse Starte

Bisa juga kau jawab ya. Coba kau terangkan kontrol forward-reverse!
Nah, inilah pertanyaan kedua setelah saya berhasil menjawab pertanyaan kontrol DOL.
Sekarang saya akan mencoba untuk menyampaikan dengan bahasa yang lebih formil
daripada sebelumnya.
Definisi
Dari segi bahasa forward-reverse berarti maju-mundur. Sesuai dengan namanya, kontrol
motor ini menawarkan fitur dua arah putaran motor yaitu searah jarum jam clockwise atau
biasa disingkat CW dan berlawanan arah jarum jam counter-clockwise atau biasa disingkat
CCW. Kontrol forward-reverse (untuk selanjutnya disingkat FR) sering ditemukan pada
aplikasi yang membutuhkan dua arah seperti: conveyor.
Prinsip Kerja
Sebagai contoh kasus pembicaraan kali ini kita menggunakan sebuah motor arus bolak-balik
tiga fasa (misal: motor induksi) yang akan dikontrol menggunakan rangkaian kontrol
forward-reverse. Bagi yang pernah kuliah tentang motor listrik pasti masih ingat akan
bagaimana mengubah putaran. Putaran searah jarum jam menggunakan urutan standard U-VW atau L1-L2-L3. Untuk motor 3 fasa kali ini putaran motor diubah dengan menukar urutan
fasa ke motor yaitu menjadi V-U-W. Silahkan merujuk ke halaman berikut untuk lebih
jelasnya [Link] .
Komponen penyusun utama kontrol FR tidak begitu jauh berbeda dari DOL melainkan hanya
di jumlah contactor yang digunakan (silahkan baca di:
[Link] sehingga
paling tidak membutuhkan komponen sebagai berikut:
1. Fuse 3 buah
2. Main breaker (MCCB) 1 buah
3. Thermal overload relay 1 buah dengan minimal 1 auxiliary contact NC (2 buah jika
4. Circuit breaker (CB) 1 buah
5. Contactor
6. Tombol tekan (push button) untuk tombol start dan stop
Berikut gambar sederhana dari sebuah rangkaian FR.

forward-reverse starter
Keterangan simbol:
F1 = fuse
Q1 = main breaker
F2 = thermal overload relay
F10 = circuit breaker
K1 = forward contactor coil
K2 = reverse contactor coil
Putaran searah jarum jam (forward)
Saat tombol FWD ditekan DAN circuit breaker F10 ditutup DAN anak kontak TOL F2 masih
dalam kondisi tutup, koil kontaktor K1 akan mendapatkan energi listrik energized. Pada saat
yang bersamaan kontak utama K1 akan segera berubah ke posisi tutup. Jika fuse F1 tidak
putus DAN main breaker Q1 sudah ditutup, motor akan mendapatkan suplai arus dari sumber
daya sehingga berputar. Karena urutan fasanya adalah L1-L2-L3 maka putaran motornya
adalah searah jarum jam. Sebagai tambahan agar operator tidak capek terus menahan tombol
FWD, sebuah anak kontak dari K1 akan mengunci rangkaian kontrol tetap dalam kondisi
close-loop untuk memastikan suplai ke koil K1 tetap ada.
Putaran berlawanan arah jarum jam (reverse)
Karena kita menggunakan kontrol yang sederhana, kita mesti matikan terlebih dahulu motor
jika sebelumnya dijalankan dengan putaran arah jarum jam dengan menekan tombol STOP.
Seperti langkah sebelumnya, koil K2 akan aktif saat tombol REV ditekan dan rangkaian akan
tetap tertutup meskipun tombol REV dilepas karena dikunci oleh anak kontak K2. Kontak
utama K2 akan mengalirkan arus dari suplai ke motor dengan urutan fasa yang berbeda dari

rangkaian FWD yaitu L2-L1-L3. Hal ini akan mengakibatkan motor berputar ke arah yang
berlawanan dari sebelumnya (yaitu: berlawanan arah jarum jam).
Untuk kedua arah putaran, motor akan berhenti jika koil yang bersangkutan tidak
mendapatkan energi listrik lagi (de-energized). Dengan kata lain, terbukanya rangkaian
kontrol akan memutus aliran arus ke motor. Pada rangkaian di atas, berikut penyebab
hilangnya rangkaian kontrol motor:
1. Tombol STOP ditekan
2. Anak kontak TOL bekerja saat motor bekerja melebih arus kerjanya
3. Circuit breaker trip
4. Masalah lain: suplai daya kontrol hilang, kabel kontrol putus, dll.
Sebagai alasan keamanan agar motor tidak rusak atau adanya daya balik ke sumber suplai,
anak kontak NC lawan dari masing-masing koil diserikan terhadap koil lawannya. Anak
kontak K1 untuk putaran FWD akan menghambat koil K2 untuk aktif selama motor masih
dalam kondisi putaran searah jarum jam. Begitu juga sebaliknya, anak kontak K2 untuk
putaran REV akan memutus koil K1 agar tidak energized saat motor masih dalam putaran
berlawanan arah jarum jam.
Kontrol yang menggunakan tombol bisa digantikan dengan dua anak kontak relai jika anda
menginginkan kontrol jarak jauh misal dari DCS atau PLC.
Tidak ada yang tidak bisa kita lakukan selagi orang lain juga bisa melakukannya, bukan
begitu?

Anda mungkin juga menyukai