0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
109 tayangan21 halaman

Studi Kelayakan Pendirian Apotek

Studi kelayakan pendirian apotek membahas analisis kelayakan berdasarkan aspek hukum, sosial ekonomi, pasar, teknis, keuangan, dan proyeksi penjualan. Metode analisis yang digunakan antara lain payback period, return on investment, dan break even point untuk menentukan kelayakan bisnis apotek."

Diunggah oleh

Mad Mad
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
109 tayangan21 halaman

Studi Kelayakan Pendirian Apotek

Studi kelayakan pendirian apotek membahas analisis kelayakan berdasarkan aspek hukum, sosial ekonomi, pasar, teknis, keuangan, dan proyeksi penjualan. Metode analisis yang digunakan antara lain payback period, return on investment, dan break even point untuk menentukan kelayakan bisnis apotek."

Diunggah oleh

Mad Mad
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

STUDI KELAYAKAN

PENDIRIAN APOTEK
FRANSISCA D. KURNIASIH, [Link]., APT.

Prosedur Bertahap
Membuka Apotek
Feasibility study/ studi kelayakan diperlukan oleh:

Investor : mengetahui tingkat keuntungan investasi

Pemberi kredit: tingkat keamanan kredit yang


diberikan, kelancaran pengembalian

Pemerintah: perijinan, manfaat investasi bagi


perekonomian, kesempatan kerja.

Feasibility study >> proyek dikerjakan/ ditunda/


dibatalkan.
Orientasi : Laba, Sosial

Feasibility study
Adalah analisis yang menyangkut berbagai aspek:

hukum,

sos eko bud,

pasar & pemasaran,

teknis & teknologi,

manajemen & keuangan

yang hasilnya digunakan untuk mengambil keputusan


apakah suatu proyek/ bisnis dapat dikerjakan/
ditunda/dibatalkan.
Cara analisis : observasi langsung, searching dokumen
publik, survey (wawancara, kuesioner)

Feasibility study
Tujuan:

Mengetahui tingkat keuntungan yang ingin dicapai


melalui investasi dalam suatu proyek

Menghindari pemborosan sumber daya, yaitu dengan


menghindari proyek bisnis yang tidak menguntungkan

Menentukan prioritas investasi

Kenyataan yang sering dihadapi:

Sumber daya yang ada terbatas

Kegiatan yang sama dalam lingkungan berbeda >>


hasil berbeda

Aspek Hukum
Perijinan:

Izin lokasi: sertifikat tanah/ bangunan, bukti


pembayaran PBB terakhir, rekomendasi RT/ RW/
Kelurahan/ Kecamatan.

Izin usaha: SIA, SIPA

Aspek Sosial, Ekonomi,


Budaya
Dampak yang diberikan kepada masyarakat
karena proyek bisnis tersebut:

Sosial: Wilayah menjadi semakin ramai, adanya


jalur komunikasi, penerangan listrik, pendidikan
masyarakat setempat

Ekonomi: Proyek dapat meningkatkan


pendapatan per kapita penduduk setempat

Budaya: Dampak proyek terhadap kebiasaan


adat setempat.

Aspek Pasar &


Pemasaran
Berkaitan dengan adanya peluang pasar untuk
produk yang akan ditawarkan oleh suatu proyek
tersebut.

Jumlah konsumen potensial (jumlah dan


kepadatan penduduk, jumlah Pusksmas,
klinik,RS dalam radius 1-2 km).

Daya beli: standar hidup, perilaku, kebiasaan,


preferensi, kecenderungan permintaann masa
lalu.

Pemasaran: strategi untuk meraih sebagian


pasar potensial.

Aspek Teknis & Teknologi

Pemilihan lokasi proyek:

Bangunan berijin

Lokasi strategis (banyak dilalui orang, akses


mudah dengan transportasi umum, mudah
mendapat sambungan listrik, komunikasi, air)

Peralatan yang diperlukan

Lay out bangunan

Furniture

Etalase display obat

Alat racik

Aspek Keuangan

Sumber dana

Tabungan

Investor

Pinjaman bank

Proyeksi Biaya

Proyeksi pengembalian modal

Metode Analisis
Payback Period (PP)
Payback Period adalah pengukuran periode yang diperlukan
dalam menutup kembali biaya investasi (initial cash
investment) dengan menggunakan aliran kas (laba bersih)
yang akan diterima.
Rumus

Indikatornya adalah:

Bila PP yang diperoleh waktunya < dari maksimum PP yang ditetapkan, maka proyek tersebut
layak dilaksanakan

Bila PP yang diperoleh waktunya > lama dari maksimum yang ditetapkan, maka proyek tersebut
tidak layak dilaksanakan

Bila PP yang diperoleh waktunya = maksimum yang ditetapkan, maka proyek tersebut dikatakan
boleh dilaksanakan dan juga boleh tidak.

Metode Analisis
Return on Investment
Pengukuran
besaran tingkat return (%) yang akan diperoleh selama
(ROI)
periode investasi dengan cara membandingkan jumlah nilai laba
bersih pertahun dengan nilai investasi.
Rumus:

Indikatornya ialah:
a. Bila ROI yang diperoleh > bunga pinjaman, maka proyek
dikatakan layak dilaksanakan.
b. Bila ROI yang diperoleh < bunga pinjaman, maka proyek
dikatakan tidak layak dilaksanakan.
c. Bila ROI yang diperoleh = bunga pinjaman, maka proyek
dikatakan boleh dilaksanakan boleh juga tidak.

Analisis Break Even


Point (BEP)
BEP ialah titik yang menggambarkan
bahwa keadaan kinerja apotek
berada pada posisi yang tidak
memperoleh keuntungan dan juga
tidak memperoleh kerugian.

TC = Total biaya, terdiri dari


biaya variabel dan biaya tetap

BEP terjadi bila TR = TC

VC = biaya variabel (variable


cost)

dimana
TR = Total pendapatan (total
revenue)

TC = VC + FC
TC = Total biaya (total cost)

FC = biaya tetap (fix cost)

TR = P x Q
TR = jumlah penjualan (total
revenue)
P = harga (price)
Q = jumlah unit barang (quantity)

Laba = TR TC
Laba = Keuntungan (profit)

Proyeksi hasil Usaha

Analisis BEP : hubungan biaya tetap, biaya


variable dan laba.

THPB: Tambahan Harga Pada Barang, contoh:


embalase, ongkir.

Biaya variabel: Biaya yang berubah-ubah, biaya


untuk pembelian barang

Biaya tetap/ biaya operasional/ biaya usaha:


segala biaya di luar pembelian barang dan
THPB

Kegunaan BEP ialah untuk mengetahui batas penjualan dimana


apotek memperoleh laba atau kerugian.
Fungsi analisis BEP ialah untuk merencanakan jumlah:
Penjualan, di mana dapat diketahui pada tingkat penjualan
berapa laba dapat menutup biaya variabel dan biaya tetap
yang dikeluarkan apotek.
Laba dan rugi, di mana dapat diketahui berapa jumlah
keuntungan atau kerugian yang akan diperoleh apotek ketika
jumlah penjualan dan jumlah biaya mencapai tingkat
tertentu.
Rumus untuk menghitung break even point (BEP) adalah

Keterangan:
FC = Fixed cost (biaya tetap)
VC = Variable cost (biaya variabel)
TR = Total revenue (pendapatan)

Contoh Studi
STUDI
KELAYAKAN PENDIRIAN
Kelayakan
APOTEK LOTUS FARMA
Jln. Jend. Ahmad Yani no.168 Bandung

Lokasi berada di [Link]. Ahmad Yani no.168 Bandung. Lokasi ini


merupakan tempat yang strategis dan potensial sebagai tempat
usaha, karena 300m dari lokasi terdapat RS Santo Yusuf dan
terdapat 2 apotek yang berada 1km dan 500m dari lokasi apotek
yang akan kita bangun. Lokasi ini juga berada 200m dari
perumahan dan pemukiman penduduk.

Aspek Pemasaran
1. Observasi Lokasi
Data apotek lain: apotek Sehat dan apotek Damai jarak 1 km dan 500m
dari apotek.
Data RS: output resep RS Santo Yusuf diperkirakan 300 lembar/ hari.
Data penduduk: pemukiman penduduk dengan 750 KK.

2. Estimasi jumlah resep dan penjualan tunai yang dapat


diserap apotek
Estimasi apotek memperoleh 10% dari total resep
yang dikeluarkan oleh RS, maka jumlah resep yang
diterima apotek:
10% x 300lbr/ hr = 30lbr/ hr
30lbr/ hr x 26 hr = 780lbr/ bln
Penjualan tunai
Asumsi dari 750 KK yang terdapat di sekitar apotek
terdiri dari 4 orang, sehingga jumlah penduduk = 3000
jiwa. Yang berobat tanpa resep dokter dan membeli obat
di apotek adalah 30% x 3000 jiwa/ bln = 900 jiwa/ bln =
34 jiwa/ hr.

Modal

Sarana fisik : tanah dan bangunan dengan luas bangunan 4 x 7 m (1 lantai)


Harga : Rp 200.000.000,-

Sarana penunjang
Rak kaca etalase kecil

: Rp 3.000.000,-

Rak kaca etalase besar : Rp 4.000.000,


Meja kerja : Rp

500.000,-

Meja racik : Rp

300.000,-

Lemari narkotik

: Rp

500.000,-

Komputer 1 unit : Rp 3.000.000,Peralatan administrasi

: Rp

500.000,-

Televisi 14 inch

: Rp 1.000.000,-

Telepon

500.000,-

: Rp

Peralatan meracik

: Rp 2.500.000,-

Kulkas : Rp 1.500.000,Kipas angin

: Rp

200.000,-

Plank nama apotek +


buku wajib farmasi
Jumlah

: Rp

: Rp 18.000.000,-

500.000,-

Tenaga Personalia dan Biaya Pengelolaan (Biaya Operasional)


Biaya Personalia pertahun
Biaya & jumlah

Apoteker

Asisten

Administrasi

apoteker
Jumlah

Gaji/ bulan (Rp)

1.500.000,-

1.200.000,-

1.000.000,-

Gaji/tahun (Rp)

18.000.000,-

14.400.000,-

12.000.000,-

THR (Rp)

1.500.000,-

1.200.000,-

1.000.000,-

TOTAL (Rp)

19.500.000,

15.600.000,

13.000.000,-

Biaya pengelolaan per tahun


Biaya listrik, air dan telepon : : Rp 1.500.000,Pajak bangunan
: Rp 2.000.000,Lain-lain
: Rp 1.000.000,TOTAL
: Rp 4.500.000,

Modal total
= (modal tetap + sarana penunjang + modal
operasional)
= Rp 200.000.000,- + 18.000.000,- +
54.800.000,=

Perkiraan Penjualan
Resep

Jumlah resep /hari

: 30 lembar

Jumlah resep /bulan : 780 lembar

Jumlah resep /tahun : 9360 lembar

Harga rata-rata resep

Jumlah Penjualan /tahun : ?

: Rp. 50.000,-

Obat bebas

Harga penjualan /hari

Harga penjualan /bulan : Rp. 11.700.000,-

Harga penjualan /tahun : ?


TOTAL PENJUALAN

: Rp.

:?

450.000,-

Latihan Soal
Bila ditentukan profit margin 25%, maka
hitunglah:

Laba bersih?

PP?

ROI?

BEP?

Anda mungkin juga menyukai