0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
280 tayangan17 halaman

Sinusitis: Diagnosis dan Pengobatan

Dokumen tersebut membahas tentang sinusitis, termasuk anatomi sinus paranasal, fungsi sinus, patofisiologi, klasifikasi, gejala, diagnosis, dan penatalaksanaan sinusitis akut, subakut, dan kronik. Sinusitis didefinisikan sebagai inflamasi mukosa sinus yang dapat disebabkan oleh berbagai faktor seperti infeksi virus atau bakteri, atau kelainan anatomi. Diagnosis didasarkan pada gejala klinis dan pemeriksaan fisik,

Diunggah oleh

dinipn
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
280 tayangan17 halaman

Sinusitis: Diagnosis dan Pengobatan

Dokumen tersebut membahas tentang sinusitis, termasuk anatomi sinus paranasal, fungsi sinus, patofisiologi, klasifikasi, gejala, diagnosis, dan penatalaksanaan sinusitis akut, subakut, dan kronik. Sinusitis didefinisikan sebagai inflamasi mukosa sinus yang dapat disebabkan oleh berbagai faktor seperti infeksi virus atau bakteri, atau kelainan anatomi. Diagnosis didasarkan pada gejala klinis dan pemeriksaan fisik,

Diunggah oleh

dinipn
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

SINUSITIS

Dini Pratiwi Nasruddin


110 210 0074

Sinus Paranasal
Sinus
Sinus
Sinus
Sinus

maksila
frontal
etmoidal
sfenoid

Komplek Ostio Meatal


(KOM)
Sistem Mukosiliar

Fungsi sinus paranasal


Sebagai pengatur kondisi udara (air
conditioning)
Sebagai penahan suhu (termal insulators)
Sebagai pengatur kondisi udara (air
Membantu
keseimbangan kepala
conditioning)
Membantu resonansi suara
Sebagai peredam perubahan tekanan udara
Membantu produksi mukus

Sinusitis
Inflamasi mukosa sinus paranasal.
Disertai/dipicu oleh rhinitisrinosinusitis
Mengenai beberapa sinusmultisinusitis
Semua sinus pansinusitis
Paling sering: sinus etmoid dan maksila
Sinus maksila (antrum highmore) letak
akar gigi rahang atas infeksi gigi
menyebar ( sinusitis dentogen)

Etiologi dan faktor predisposisi


Etiologi dan
predisposisi :
Obsrtuksi mekanik :
deviasi septum, benda
asing di hidung, tumor
dan polip
ISPA akibat virus
bermacam rhinitis
kelainan anatomi
infeksi tonsil, infeksi gigi
kelainan imunologik
lingkungan berpolusi

Patofisiologi
Dipengaruhi oleh patensi ostium2 sinus dan
lancarnya mucociliary clearance di dalam KOM
Edema
(KOM)

Silia tidak bisa


bergerak, ostium
tersmbat

Menetap
Terapi
gagal

Multipikasi
bacteri
Inflamasi
berlanjut

Tindakan
operasi

Sembuh tanpa
pengobatan beberapa
hari
Rinosinusi
purulen
tis
bacterial

Transudasi,
awal serous
Rinosinusitis
nonbacterial
Terapi
antibiotic

Hipoksia, bacteri anaerob


berkembang
Hipertrofi,
polifoid/polip/kista

Mukosa
bengkak

Klasifikasi
Berdasarkan
perjalanan
penyakit

Sinusitis akut : infeksi beberapa hari 4


mingggu
Sinusitis subakut : infeksi 4 minggu 3
bulan
Sinusitis kronik : ifeksi lebih dari 3 bulan

Berdasarkan
letaknya

Berdasarkan
penyebabny
a

Rhinogenik
Dentogenik / odontegenik

Sinusitis
Sinusitis
Sinusitis
Sinusitis

maksilaris
ethmoidalis
frontalis
sphenoidalis

Diagnosis
ANAMNES
IS Sinusitis
Maksilaris

Demam, malaise,
nyeri kepala,
wajah terasa
bengkak, penuh,
dan gigi terasa
nyeri pada
gerakan kepala
mendadak,
misalnya sewaktu
naik atau turun
tangga

Sinusitis
Ethmoidalis

Sinusitis
Frontalis

Sinusitis
Sphenoidalis

Nyeri di pangkal
hidung dan
kantus medius,
nyeri di bola mata
atau di
belakangnya,
terutama bila
mata digerakkan.
Nyeri alih di
pelipis, post nasal
drip dan
sumbatan hidung

Nyeri di atas alis


mata, pada pagi
hari, memburuk
menjelang tengah
hari, kemudian
perlahan-lahan
mereda hingga
menjelang malam.
Pasien biasanya
menyatakan
bahwa dahi terasa
nyeri bila
disentuh dan
mungkin terdapat
pembengkakan
supra orbita

Nyeri kepala yang


mengarah ke
verteks kranium

Pemeriksaan Fisik
Rhinoskopi Anterior
Tampak mukosa konka hiperemis dan edema. Pada
sinusitis maksila, frontal dan ethmoidalis anterior
tampak mukopus di meatus medius. Pada sinusitis
ethmoidalis posterior dan sfenoidalis, tampak nanah
keluar dari meatus superior

Rhinoskopi Posterior
Tampak mukopus di nasofaring (post nasal drip). Pada anak
dengan demam tinggi (>39C), ingus purulen dan sebelumnya
menderita infeksi saluran napas atas, patut dicurigai adanya
sinusitis akut, terutama jika tampak edema periorbital yang
ringan.

Pemeriksaan
Transluminasi

Pada pemeriksaan
transiluminasi, sinus yang
sakit akan menjadi suram
atau gelap. Pemeriksaan
transiluminasi bermakna bila
salah satu sisi sinus yang
sakit, sehingga tampak lebih
suram dibandingkan dengan
Pemeriksaan
Radiologi
sisi yang normal.
Dengan posisi ini maka
pada sinusitis akan tampak
perselubungan atau
penebalan mukosa dan
gambaran air fluid level.

Kriteria Diagnosis
Kriteria mayor
Nyeri

atau

rasa

Kriteria minor
tertekan

pada Sakit kepala

wajah
Sakret nasal dan post nasal purulen Rasa lelah
Kongesti nasal

Halitosis

Obstruksi nasal

Nyeri gigi

Hiposmia atau anosmia

Nyeri atau rasa tertekan/ penuh


pada telinga

Gejala
Nyeri wajah
Waktu

Sinusitis akut
Ada, berat

Sinusitis kronik Rhinitis alergi


Ada, tidak terlalu
Jarang

Lebih dari 10-14

dominan
Lebih dari 12

Tidak pasti,

hari, < 4 minggu

minggu,

kambuh bila

Common cold
Tidak ada

ISPA Bakteri
Tidak ada

7-10 hari

10-14 hari

biasanya hilang terdapat pajanan


Kental, putih-

timbul
Kental, tebal,

alergi
Encer, tipis,

Agak encer,

Kental, putih;

kuning- hijau

banyak. Putih-

bening

bening- putih

kuning- hijau

Jarang
Tidak ada
Kadang
Tidak ada

Jarang
Kadang
Ada
Jarang

Ada
Ada
Ada
Kadang

Sakit gigi
Napas berbau
Hidung

sinusitis akut terasa lebih sakit


Pada sinusitis maksilaris
Ada
Kadang
Ada
Ada

Tidak ada
Tidak ada
Kadang

Tidak ada
Tidaka ada
Ada

Tidak ada
Kadang
Ada

tersumbat
Bersin-bersin
Ciri khas

Tidak ada
Tidak ada
Gejala pada hidung cenderung

Kadang
Timbul gejala di

Ada
Ada
Gejala pada hidung cenderung

bilateral, inflamasi berat

tempat lain

unilateral

Sekret

kuning- hijau
Post nasal drip Ada karena sekret sangat kental
Demam
Ada
Kadang
Batuk
Kronik
Kronik
Sakit kepala
Ada, bertambah ketika menunduk,
nyeri spesifik sesuai sinus yang
meradang, biasanya unilateral dan
timbul pada pagi hari. Pada kasus

padansinusitis bakteri

Prinsip Penatalaksanaan
Mempercep
at
Mencegah
penyembuh
komplikasi
an
Mencegah
perubahan
menjadi
kronik

Penatalaksanaan
Sinusitis akut
Antibiotik Lini I. golongan penisilin
Terapi tambahan : dekongestan oral+topikal, mukolitik dan analgetik
Pada pasien atopi, diberikan antihistamin/kortikosteroid topikal
Perbaikan antibiotic teruskan 10-14 hari
Jika tidak ada perbaikan antibiotik lini II amoxicilin klavunat / ampisilin
sulbaktam, cephalosporin generasi II. Perbaikan teruskan 10-14 hari .

Sinusitis Subakut
antibiotika berspektrum luas/ yang sesuai dengan
resistensi kuman selama 10 14 hari. Terapi
simptomatis
Ultra Short Wave Diathermy sebanyak 5-6 kali daerah
sinus yg sakit
Pada sinusitis maksilaris dapat dilakukan pungsi irigasi.
Pada sinusitis ethmoid, frontal atau sphenoid yang letak

Sinusitis Kronik
Temukan faktor predisposisitatalaksana sesuai dan
terapi tambahan
Tidak ditemukanterapi sesuai episode akut Lini II +
terapi tambahan
Ultra Short Wave Diathermy
Pada sinusitis maksila dilakukan pungsi dan irigasi
sinus, sedang sinusitis ethmoid, frontal atau sfenoid
dilakukan tindakan pencucian Proetz.
OPERATIF

Radikal
Sinus maksila dengan operasi Cadhwell-luc
Sinus etmoit dengan etmoidektomi
Sinus frontal dan sphenoid dengan operasi killian
Non Radikal
Bedah Sinus Endoskopik Fungsional (BSEF)

Komplikasi
Komplikasi lokal
a. Osteomielitis (Potts puffy tumor)

b. Mukokel

c. Kelainan paru

-Bronchitis
kronik
- Bronkiektasis

Komplikasi intrakranial
[Link]
[Link] Subperiosteal

Komplikasi orbital
[Link] edema
[Link] orbital
[Link] subperiosteal
[Link] sinus cavernosus

Thank you

Anda mungkin juga menyukai