0% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
162 tayangan8 halaman

Pengembangan Adaptive Software (ASD)

Dokumen tersebut merangkum dua metode pengembangan perangkat lunak yaitu Adaptive Software Development (ASD) dan Dynamic System Development Method (DSDM). ASD menekankan pada kerja sama tim, belajar berkelanjutan, dan penyelesaian tugas dalam waktu terbatas. Sedangkan DSDM dikembangkan untuk melengkapi kelemahan Rapid Application Development dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan dan menjamin kualitas hasil akhir proyek. Kedua metode ini

Diunggah oleh

Fitri Yani
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
162 tayangan8 halaman

Pengembangan Adaptive Software (ASD)

Dokumen tersebut merangkum dua metode pengembangan perangkat lunak yaitu Adaptive Software Development (ASD) dan Dynamic System Development Method (DSDM). ASD menekankan pada kerja sama tim, belajar berkelanjutan, dan penyelesaian tugas dalam waktu terbatas. Sedangkan DSDM dikembangkan untuk melengkapi kelemahan Rapid Application Development dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan dan menjamin kualitas hasil akhir proyek. Kedua metode ini

Diunggah oleh

Fitri Yani
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

ADAPTIVE SOFTWARE DEVELOPMENT (ASD)

&
DYNAMIC SYSTEM DEVELOPMENT (DSMD)
Diajukan untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Analisis Desain
& Sistem Informasi
Dosen : Geraldi Capa Pamuji. S, Kom

Disusun Oleh :
Rizkika Adam Pratama /
Dimas Permadi /
Fitri Yani /
Muhammad Naufal Ridwan /

UNIVERSITAS KOMPUTER INDONESIA


FAKULTAS TEKNIK DAN ILMU KOMPUTER
Tahun Ajaran 2013 / 2014

ADAPTIVE SOFTWARE DEVELOPMENT (ASD) &


DYNAMIC SYSTEM DEVELOPMENT (DSMD)
Adaptive software development (ASD) dan Dynamic System Development Method
(DSDM) merupakan beberapa model proses dari Agile method. Dimana Agile
method

merupakan

sekelompok

metodologi

pengembangan

software

yang

didasarkan pada prinsip-prinsip yang sama atau pengembangan system jangka


pendek yang memerlukan adaptasi cepat dari pengembang terhadap perubahan
dalam bentuk apapun Metode ini dikembangkan karena pada metodologi tradisional
terdapat banyak hal yang membuat proses pengembangan tidak dapat berhasil
dengan baik sesuai tuntutan user. Konsep Agile method dicetuskan oleh Kent Beck
dan

16

rekannya

membangun

dengan

software

menyatakan

dengan

bahwa

melakukannya

Agile
dan

method

membantu

adalah

cara

orang

lain

membangunnya sekaligus.

Adaptive Software Development (ASD)


Adaptive Software Development (ASD) merupakan suatu model yang tergolong
dalam pendekatan agile yang diusulkan oleh Jim Highsmith. ASD menekankan pada
pengorganisasian tim secara mandiri, kolaborasi antar-perseorangan, dan terus
belajar, baik secara individu maupun secara tim. ASD menggunakan tools yang
disebut "time-boxing" - yaitu berupa aktifitas yang menentukan jangka waktu
tertentu yang dialokasikan untuk menyelesaikan berbagai macam tugas. Apabila
waktu yang ditentukan tersebut selesai, maka pembangunan sistem akan pindah ke
tugas berikutnya, dengan harapan bahwa sebagian besar dari critical work telah
berhasil diselesaikan sebelum waktu keseluruhan tugas berakhir.
System kerja adaptive software development :
1. Speculation
Menggunakan adaptive cycle planning Pada tahapan ini, didefinisikan visi
dan misi pengguna terhadap sistem yang akan dibuat, batasan proyek
dan kebutuhan dasar untuk mendefinisikan rangkaian software increment

(produk software yang secara berkala diserahkan) atau yang akan


dilakukan dalam satu cycle.

Menggunakan user mission statement, project constraints misalnya waktu


delivery.

Setelah siklus pertama,rencana dikaji ulang dan disesuaikan agar


proyeknya sesuai dengan realita dimana team ASD bekerja

2. Collaboration
Meliputi komunikasi dan kerjasama antar team tetapi tetap menekan
individualis. Orang-orang yang bermotivasi tinggi bekerja sama yaitu
saling melengkapi, rela membantu, kerja keras, trampil di bidangnya, dan

komunikasikan masalah untuk hasilkan penyelesaian yang efektif.


Mengumpulkan kebutuhan dengan spesifikasi yang minimalisir.

3. Learning
Pada tahap Learning, terdapat tiga aktifitas yaitu: pelanggan atau end-user
menyediakan

feedback

terhadap

hasil

incremental

delivery,

tim ASD

melakukan review terhadap komponen perangkat lunak untuk memperbaiki


dan meningkatkan kualitas perangkat lunak yang sedang dibuat. Tim
pembangun sering merasa sudah tahu semua hal tentang proyek, padahal
tidak selamanya begitu. Karena itu proses ini membuat mereka belajar lebih
tentang proyek melalui 3 cara:
o

Focus group: klien dan pengguna memberi masukan terhadap

o
o

software
Formal Technique Reviews: Tim ASD lengkap melakukan review
Postmortems: Tim ASD lakukan instrospeksi pada kinerja dan proses.

Setelah ketiga tahap tersebut telah selesai maka tahap berikutnya adalah
meluncurkan produk secara incremental. Yang di maksud incremental disini
adalah produk yang dihasilkan masih berupa perangkat lunak yang masih
perlu dievalusi dan diberi masukkan dan jika ada kesalahan diperbaiki
[Link] menerima

Gambar Tahapan Adaptive Software Development (ASD)

Dynamic System Development Method (DSDM)


Dynamic System

Development Method (DSDM) dikembangkan oleh Konsorsium

yang tersusun atas perwakilan dari beragam

vendors dan para ahli di bidang

sistem informasi (IS Experts) (Stapleton, 1997). DSDM lahir sebagai respon dari
ketidak-puasan

akan

metodologi

Rapid

Application Development (RAD) yang

berimej quick but dirty (Avison & Fitzgerald,


2006). Yang menjadi kritikan adalah sebuah metodologi tidak hanya dituntut
mewujudkan

proses

pengembangan

yang

cepat

namun

juga

harus

tetap

menjaga kualitas dari sistem informasi yang dikembangkan.


Pada DSDM, kelemahan RAD yang hanya memberikan perhatian pada sebagian
komponen

pengembangan mulai diakomodasikan. DSDM menyediakan

melengkapi

RAD

dengan

suatu

framework yang

dan

mengontrol proses

pembangunan dan pemeliharaan sistem yang menjamin kesuksesan proses iterasi


pada RAD dengan batasan waktu yang ketat dan sumber daya yang tetap.
Pengembangan sistem tidak hanya menggunakan sudut pandang pengembang
tetapi juga meliputi pihak terkait lainnya seperti user, manajer (owner),
personil

dari

quality

assurance.

Sehingga

kontrol

dan

dan pengawasan

pengembangan sistem lebih bersifat objektif. Kondisi ini juga, menjadikan DSDM
memiliki fleksibelitas pada

aspek

skalabilitas.

DSDM dapat

digunakan

untuk

pengembangan sistem dengan skala kecil sampai dengan skala besar.


Tahapan Proses Dynamic System Development Method (DSDM)

Feasibility Study(Studi Kelayakan)


Pada tahapan ini tim pengembang akan mengkaji apakah sistem yang akan
dikembangkan

cukup

layak

untuk

dikembangkan

berdasarkan

keterbatasan

waktu dan sumber daya yang telah ditentukan. Selain itu pada tahapan ini
juga

meliputi

peninjauan

kembali

apakah

metodologi

DSDM cukup

relevan

untuk digunakan bagi pengembangan sistem. Tahapan ini dikerjakan secepat


mungkin untuk mendukung pengiriman spesifikasi sistem secara cepat.
Business Study(Studi Aspek Bisnis)
Pada tahapan ini tim pengembang akan mempelajari aspek bisnis dari sistem yang
akan dikembangkan. Pengkajian pada tahapan ini merupakan pengkajian pada high
level. Pada tahapan ini akan ditentukan business rules yang akan diterapkan pada
sistem. Tahapan ini membutuhkan suatu teknik pengumpulan data dan informasi
akan spesifikasi kebutuhan sistem. Teknik interview dan observasi pada metodologi
tradisional dianjurkan untuk tidak digunakan, karena cenderung lama. Teknik yang
disarankan untuk digunakanadalah JAD (Joint Application Development) workshop.
Pada

tahapan

ini akan ditentukan fungsional utama apa saja yang akan

diprioritaskan untuk diakomodasi pada keseluruhan arsitektur sistem. Selain itu


akan dirancang juga

gambaran

umum

rencana

kerja

pengembangannya.

Rencana

kerja meliputi

juga

pengembangan prototyping.

strategi

Rencana

apa

kerja

yang
ini

akan

akan

digunakan

mengalami

pada

perbaikan

(refinement) selama tahapan proses pengembangan, seiring dengan semakin


banyaknya informasi spesifikasi kebutuhan dan fungsional sistem yang dapat
terdefinisikan. Satu komponen penting lainnya yang dihasilkan pada tahapan ini
adalah, definisi dari area bisnis. Definisi area bisnis biasanya terdiri dari pemodelan
proses dan data. Perlu diketahui bahwa DSDM dirancang untuk bersifat independen
terhadap pendekatan teknologi pemodelan proses dan data. Baik pendekatan
terstruktur maupun berorientasi objek, keduanya dapat digunakan pada DSDM.
Yang menjadi penekanan pada hal ini adalah bahwa ketika, katakanlah pendekatan
terstruktur yang digunakan maka pemodelan proses

dan

data

dengan

pendekatan terstruktur harus secara konsisten digunakan. Sebagai contoh untuk


pemodelan proses dapat digunakan DFD, sedangkan untuk pemodelan data dapat
digunakan ERD.
Functional Model Iteration (Iterasi Model Fungsional).
Pada tahapan
study akan

ini

informasi

mengalami

yang

berhasil

refinement.

di-capture pada

Fungsional

prototype

tahapan business
dari

sistem akan

dihasilkan untuk sekaligus di-evaluasi. Fungsional prototype adalah fungsi-fungsi


apa saja yang harus diakomodasikan oleh sistem, pada tahapan reviewakan dikaji
bagaimana seharusnya sistem mengakomodasikan fungsi - fungsi

tersebut.

Prototype dihasilkan untuk menelaah beragam aspek fungsional dari sistem yang
terdiri dari:
a) Business - Bagaimana kesesuaian fungsional

sistem

terhadap fungsional

bisnis yang telah ditetapkan untuk diakomodasikan?


b) Usability - Seberapa mudah penggunaan sistem?
c) Performance and capacity - Dapatkah sistem menangani suatu ukuran
volume dan intensitas transaksi yang telah ditetapkan?
d) Technique - Terkait teknik terbaik apa yang dapat

ditempuh

untuk

mengakomodasikan kebutuhan fungsional sistem ini?


Design And Build Iteration(Iterasi Perancangan dan Pembangunan)
Tahapan untuk merancang

prototype yang siap dikirimkan pada

user. Pada

tahapan ini setidaknya ada beberapa kebutuhan sistem yang sudah dapat
dijalankan (terakomodasikan) pada prototype yang dihantarkan. Secara bertahap

spesifikasi

kebutuhan

dengan

kebutuhan

dengan prioritas

prioritas

must

have dan

beberapa spesifikasi

should have akan mulai dikirimkan kepada

user.

Proses awal pada tahapan ini akan meliputi rancangan dan pembangunan perarea

fungsional yang telah

didefinisikan pada tahapan pemodelan

fungsional.

Ketika area terkait dapat dibangun maka dengan


segera prototype-nya dihasilkan untuk selanjutnya dihantarkan kepada user. Akan
tetapi jika terkait atau membutuhkan fungsional area lainnya yang belum
didefinisikan diperlukan

back transition kepada tahapan pemodelan fungsional

untuk melengkapi kebutuhan fungsional dari area yang tidak lengkap tadi.
Secara

detail rancangan algoritma, rancangan

interfacesistem, dan

rancangan

fisik database akan dihasilkan pada tahapan ini. Seluruh rancangan ini secara
cepat akan diwujudkan dalam bentuk
pengujian

prototype yang

merupakan

fokus

dibutuhkan

pengujian

merepresentasikan

perhatian,
secara

prototypesistem. Pada

mesekipun
parsial

sistem keseluruhan

pada

untuk

tahapan

beberapa area

suatu

ini

bukan

terkadang

area rancangan

sistem

tertentu. Pada kebanyakan kasus pengembangan, pada tahapan ini merupakan


tahapan dimana untuk pertama kalinya representasi spesifikasi

sistem

secara

keseluruhan mulai dapat difungsikan untuk digunakan.


Implementation(Implementasi)
Tahapan ini merupakan tahapan terakhir dari DSDM. Pada tahapan ini meliputi
penghantaran

produk

akhir

hasil

[Link]

secara keseluruhan

berdasarkan rancangan spesifikasi kebutuhan pada tahapan design and build.


Pada tahapan inilah sistem keseluruhan akan diujikan dan di-reviewkesesuaiannya
terhadap aspek bisnis. Selain itu aktifitas melengkapi dokumentasi pengembangan
serta manual penggunaan sistem merupakan salah satu aktifitas yang dilakukan
pada tahapan ini. Idealnya yang membuat manualpenggunaan sistem adalah user.
Perlu diingat userdisini adalah user yang terlibat aktif pada pengembangan sistem,
stakeholder yang berperan sebagai user. Sebagai akhir pada tahapan ini akan
dihasilkan

Project Review Document, komponen utama dari isi pada dokumen

tersebut adalah penilaian terkait dengan apakah pengembangan sistem dinyatakan


telah selesai karena dianggap telah memenuhi seluruh spesifikasi kebutuhan
atau sebaliknya masih membutuhkan iterasi pengembangan.

Kelemahan DSDM
DSDM dinilai lemah dari sisi tahapan pemrograman. Pada DSDM tidak dilakukan
penekanan secara detail pada aspek pemrograman. Implikasinya tidak ada kontrol
yang menjamin aktifitas pemrograman terlaksana dengan baik. Kenyataannya
monitoring aktifitas pemrograman pada rentang waktu yang ketat merupakan suatu
hal yang penting. Pada tahapan implementasi, kode program yang diterapkan
hanya merupakan rangkaian kode program yang baru teruji pada prototipekondisi
ini memiliki potensi kegagalan hasil implementasi ketika diterapkan pada sitem
sesungguhnya.

Anda mungkin juga menyukai