Simple face mask
Digunakan untuk konsentrasi oksigen rendah sampai sedang. Merupakan alat pemberian
oksigen jangka pendek, kontinyu atau selang seling. Aliran 5 8 liter/mnt dengan konsentrasi
oksigen 40 60%. Masker ini kontra indikasi pada pasien dengan retensi karbondioksida
karena akan memperburuk retensi. Aliran O2 tidak boleh kurang dari 5 liter/menit untuk
mendorong CO2 keluar dari masker. Prosedur Tindakan : Membebaskan jalan nafas dengan
menghisap sekresi bila perlu (syarat terapi oksigen adalah jalan nafas harus bebas, jalan nafas
yang bebas menjamin aliran oksigen lancar) Atur posisi pasien (meningkatkan kenyamanan dan
memudahkan pemasangan) Membuka regulator untuk menentukan tekanan oksigen sesuai
dengan kebutuhan 5-8 liter/menit (Mencegah kekeringan pada membran mukosa nasal dan
membran mukosa oral serta sekresi jalan nafas, menjamin ketepatan dosis, dan mencegah
penumpukan CO2) Atur tali pengikat sungkup menutup rapat dan nyaman jika perlu dengan
kain kasa pada daerah yang tertekan ( mencegah kebocoran sungkup, mencegah iritasi kulit
akibat tekanan) Memasang kapas kering pada daerah yang tertekan sungkup dan tali pengikat
untuk mencegah iritasi kulit.
Masker Rebreathing
Masker rebreathing adalah masker wajah yang terdapat sebuah kantung reservoir dan
maskernya tanpa klep. Kantong reservoir oksigen yang terhubung memungkinkan klien
mengambil nafas kembali sekitar sepertiga dari udara yang dihembuskan bersamaan dengan
oksigen. Masker rebreathing mengalirkan oksigen dengan kecepatan aliran O2 8-15 liter/menit
dan konsentrasi O2 65-80 %. Digunakan untuk pasien dengan hipoksia sedang hingga berat.
Prosedur tindakan: Mempersiapkan peralatan Mengkaji adanya tanda dan gejala klinis dan
sekret pada jalan napas Menyambungkan masker ke selang dan ke sumber oksigen
Memberikan aliran oksigen sesuai dengan kecepatan aliran pada progam medis dan
memastikan bahwa berfungsi dengan baik. Selang tidak tertekuk dan sambungan paten. Ada
gelembung udara pada humidifier. Terasa oksigen keluar dari masker. Memastikan kantong
reservoir tidak terlipat atau mengempis total saat inspirasi Mengarahkan masker ke wajah klien
dan pasang dari hidung ke bawah (sesuaikan dengan kontur wajah klien). Melingkarkan pita
elastik ke kepala pasien agar nyaman dan tidak sempit Memeriksa masker, aliran oksigen
setiap 2 jam atau lebih cepat, tergantung kondisi dan keadaan umum pasien Mempertahankan
batas air pada botol humidifier setiap waktu. Memeriksa jumlah kecepatan aliran oksigen
Mengkaji membran mukosa hidung dari adanya iritasi dan memberi jelly untuk melembapkan
membran mukosa jika diperlukan.
Masker Non Rebreathing
Masker nonrebreathing mengalirkan oksigen dengan konsentrasi tertinggi untuk pasien non
intubasi. Pemberian Oksigen Melalui Masker nonrebreathing mencapai 99% dengan cara selain
intubasi atau ventilasi mekanis, pada volume aliran 10 sampai 12 L permenit. Katup satu arah
pada masker dan antara kantung resevoir dan masker, mencegah udara ruangan dan udara
yang dihembuskan klien masuk kedalam kantung sehingga hanya oksigen didalam kantung
yang dihirup. Untuk mencegah terbentuknya karbon dioksida, kantung nonrebreathing tidak
boleh mengempis secara total selama inspirasi. Jika terjadi, perawat dapat memperbaiki
masalah ini dengan meninggikan volume aliran oksigen. Prosedur tindakan: Persiapkan alat
Kaji adanya tanda dan gejala klinis dan secret pada jalan napas Sambungkan masker keselang
dan ke sumber oksigen Berikan aliran oksigen sesuai dengan kecepatan aliran pada progam
medis dan pastikan berfungsi dengan baik. Selang tidak tertekuk dan sambungan paten. Ada
gelembung udara pada humidifier. Terasa oksigen keluar dari masker. Arahkan masker ke
wajah klien dan pasang dari hidung ke bawah (sesuaikan dengan kontur wajah klien). Fiksasi
pengikat elastik ke sikat kepala klien sehingga masker nyaman dan tidak sempit. Berikan aliran
oksigen sesuai dengan kecepatan aliran Periksa masker, aliran oksigen setiap 2 jam atau lebih
cepat, tergantung kondisi dan keadaan umum pasien Usahakan kantung reservoir tidak
mengempis total ketika klien melakukan inspirasi Pertahankan batas air pada botol humidifier
setiap waktu Periksa jumlah kecepatan aliran oksigen dan program terapi setiap 8 jam Kaji
membran mukosa hidung dari adanya iritasi dan beri jelly untuk melembapkan membrane
mukosa jika diperlukan
Venturi Mask
Masker venturi adalah masker yang memiliki selang berukuran besar dan jet adapter yang
diberi kode warna yang berespon terhadap konsentrasi oksigen dan volume aliran yang tepat.
Dapat dipakai pada pasien COPD. Pemberian oksigen mencapai 24-50%. Prosedur tindakan:
Persiapkan alat Kaji adanya tanda dan gejala klinis dan secret pada jalan napas Sambungkan
masker keselang dan ke sumber oksigen Berikan aliran oksigen sesuai dengan kecepatan
aliran pada progam medis dan pastikan berfungsi dengan baik. Selang tidak tertekuk dan
sambungan paten. Ada gelembung udara pada humidifier. Pasang jet adapter kecepatan aliran
oksigen sesuai kebutuhan Terasa oksigen keluar dari masker. Arahkan masker ke wajah klien
dan pasang dari hidung ke bawah (sesuaikan dengan kontur wajah klien). Fiksasi pengikat
elastik ke sikat kepala klien sehingga masker nyaman dan tidak sempit. Periksa masker, aliran
oksigen setiap 2 jam atau lebih cepat, tergantung kondisi dan keadaan umum pasien Usahakan
kantung reservoir tidak mengempis total ketika klien melakukan inspirasi Pertahankan batas air
pada botol humidifier setiap waktu Periksa jumlah kecepatan aliran oksigen dan program terapi
setiap 8 jam Kaji membran mukosa hidung dari adanya iritasi dan beri jelly untuk melembapkan
membrane mukosa jika diperlukan
Bag Valve Mask Ventilation
Dikenal juga dengan nama bag valve mask (BVM), Air Mask Bag Unit (AMBU) bag valve
device, ambu bag, self inflating bag, dan manual resuscitator. BVM digunakan untuk
memberikan tekanan positif bantuan ventilasi secara manual pada pasien yang tidak dapat
melakukan ventilasi secara spontan (apnoe). Kontraindikasi dan hal yang harus diperhatikan:
Tekanan oksigen yang tidak tepat dapat menyebabkan distensi gaster. Penolong diharapkan
dapat dengan tepat memastikan posisi masker dan BVM, bila ada 2 penolong 1 penolong dapat
memegangi BVM dan penolong lainnya menjaga agar masker pada wajah pasien tidak
berpindah posisi. Prosedur tindakan: Jelaskan prosedur yang akan dilakukan pada klien, minta
persetujuan Pasang sungkup pada kantong AMBU dengan menggunakan konektor yang
sesuai, cek adanya kebocoran dan kefektifan alat Atur posisi klien (semi-fowler) atau telentang
Pasang sungkup pada mulut menutupi seluruh mulut dan hidung Perhatikan gerakan dada
kalin, saat terdapat tanda inspirsi, segera pompa kantung AMBU sehingga memberi udara
inspirasi, lepaskan untuk periode ekspirasi. Atur irama pemompaan sesuai dengan usia atau
kemampuan klien Perhatikan pengembangan paru dan reaksi klien selama tindakan Lakukan
tindakan pemberian udara melalui AMBU hingga klien dalam kondisi stabil atau hingga tindkan
berikutnya dilakukan Setelah selesai, bersihkan daerah mulut dan hidung klien dengan kasa,
dan bersihkan sungkup dengan air dan sabun