a.
Pengertian RPP
Perencanaan berasal dari kata rencana yaitu pengambilan
keputusan tentang apa yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan.
Dengan demikian, proses suatu perencanaan harus dimulai dari
penetapan tujuan yang akan dicapai melalui analisis kebutuhan serta
dokumen yang lengkap, kemudian menetapkan langkah-langkah yang
harus dilakukan untuk mencapai tujun tersebut.
Pembelajaran dapat diartikan sebagai proses kerja sama antara
guru dan peserta didik dalam memanfaatkan segala potensi dan
sumber yang ada baik potensi yang bersumber dari dalam diri peserta
didik itu sendiri seperti minat, bakat dan kemampuan dasar yang
dimiliki termasuk gaya belajar maupun potensi yang diluar peserta
didik seperti lingkungan, sarana dan sumber belajar sebagai upaya
untuk mencapai tujuan belajar tertentu.1
Perencanaan pembelajaran merupakan proses penerjemahan
kurikulum yang berlaku menjadi program-program pembelajaran yang
selanjutnya dapat dijadikan pedoman oleh guru dalam penyelengaraan
proses pembelajaran.2 Perencanaan pembelajaran meliputi kegiatan
menetapkan sasaran, tujuan, materi, metode, media dan alat evaluasi
pembelajaran.3
Rencana pembelajaran
adalah
satuan
atau
unit
program
pembelajaran terkecil untuk jangka waktu mingguan atau harian yang
berisi rencana penyampaian suatu pokok atau satuan bahasan tertentu
dalam satu mata pelajaran.4
1 Dirman & Cicih, Pengembangan Kurikulum (Jakarta: Rineka Cipta, 2014) hal.33-36
2 Wina Sanjaya. Perencanaan dan Desain Sistem Pembelajaran (Jakarta: Kencana,
2009) hal. 47
3 Dirman & Cicih, Pengembangan Kurikulum (Jakarta: Rineka Cipta, 2014) hal.39
4 Sri Anitah W, DKK, Strategi Pembelajaran di SD (Jakarta: Universitas Terbuka,
2008) hal.12
Rencana
Pelaksanaan
perencanaan
yang
pembelajaran
untuk
Pembelajaran
disusun
setiap
sebagai
kegiatan
(RPP)
adalah
pedoman
proses
program
pelaksanaan
pembelajaran.
RPP
dikembangkan berdasarkan silabus. RPP menggambarkan prosedur
dan pengorganisasian pembelajaran untuk mencapai satu kompetensi
dasar yang ditetapkan dalam standar isi dan dijabarkan dalam silabus
serta bertujuan agar peneliti mempunyai pedoman dalam pelaksanaan
proses pembelajaran.5
RPP atau
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran secara praktis
dapat disebut sebagai skenario pembelajaran. Dengan demikian RPP
merupakan
pegangan
menyelenggarakan
dan
bagi
guru
mengevaluasi
untuk
hasil
menyiapkan,
kegiatan
dan
pembelajaran.
Istilah RPP baru diperkenalkan pada akhir-akhir ini dan juga
termuat di dalam Undang-undang No: 20 Tahun 2003 tentang sistem
pendidikan Nasional, yaitu seperangkat rencana dan pengaturan
mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan
sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk
mencapai tujuan pendidikan tertentu. Sebelum itu, dokumen tersebut
dikenal dengan istilah Rencana pelajaran, satpel (Satuan Pelajaran),
kemudian Satuan Acara Pembelajaran atau SAP (Satuan Acara
Perkuliahan).6
RPP atau Rencana Pelaksanaan Pembelajaran adalah rencana
untuk menggambarkan prosedur dan manajemen pembelajaran untuk
mencapai satu atau lebih kompetensi dasar.7
5 Wina Sanjaya. Perencanaan dan Desain Sistem Pembelajaran (Jakarta: Kencana, 2009) hal.
59
6 Dirman & Cicih, Pengembangan Kurikulum (Jakarta: Rineka Cipta, 2014) hal. 7
7 Mulyasa,
E. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. (Bandung: PT Remaja Rosdakarya,
2009)
hal. 212
Dalam
pedoman
umum
pembelajaran
Kurikulum
2013
disebutkan bahwa RPP adalah program perencanaan yang disusun
sebagai
pedoman
pelaksanaan
pembelajaran
untuk
setiap
kali
pertemuan.8
Berdasarkan PP 19 Tahun 2005 Pasal 20 dinyatakan bahwa
Perencanaan proses pembelajaran meliputi silabus dan rencana
pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang memuat sekurang-kurangnya
tujuan pembelajaran, materi ajar, metode pengajaran, sumber belajar,
dan penilaian hasil belajar.9
Sesuai dengan Permendiknas Nomor 41 Tahun 2007 tentang
Standar Proses dijelaskan bahwa mencapai Kompetensi Dasar (KD).
Setiap guru pada satuan pendidikan berkewajiban menyusun
RPP
secara lengkap dan sistematis agar pembelajaran berlangsung secara
interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta
didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup
bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat,
minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik.10
Berdasarkan uraian diatas, dapat disimpulkan bahwa Rencana
Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) adalah penjabaran silabus yang
menggambarkan rencana prosedur dan pegorganisasian pembelajaran
untuk mencapai kompetensi dasar yang ditetapkan dalam Standar Isi. 11
RPP digunakan sebagai pedoman bagi guru dalam melaksanakan
pembelajaran baik di kelas,laboratorium, maupun lapangan.
8 Imas Kurniasih & Berlin Sani. Perencanaan Pembelajaran Prosedur Pembuatan
RPP. (Jakarta : Kata Pena. 2014) hal. 1
9 Dirman & Cicih, Pengembangan Kurikulum (Jakarta: Rineka Cipta, 2014) hal.30
10 Masnur Muslich, Pembelajaran Berbasis Kompetensi dan Kontekstual, (Jakarta :
Bumi Aksara, 2007) hal 53
11 Suparlan. Tanya Jawab Pengembangan Kurikulum dan Materi Pembelajarn.
(Jakarta: Bumi Aksara, 2011) hal 116
Pada dasarnya RPP terdiri dari empat bagian, yaitu:12
a. Bagian Penjelasan Umum
Berisi tentang topik, siapa yang mengajarkan, siapa yang belajar,
kapan, dan berapa lama waktu yang diperlukan.
b. Bagian Tujuan
Berisi tentang kompetensi yang akan dikuasai oleh siswa setelah
terselenggaranya kegiatan belajar dan pembelajaran.
c. Bagian Pendukung
Berisi tentang tujuan dan sarana prasarana yang diperlukan,
serta gambaran umum tentang skenario belajar dan pembelajaran
yang akan diselenggarakan. Bagian ini diperlukan oleh guru dan
atau
teknisi
untuk
menyiapkan
sarana
dan
prasarana
yang
diperlukan. Selain itu, perlu dijelaskan rujukan yang digunakan
untuk dijadikan pedoman bagi guru dan siswa ketika akan
memperoleh informasi lebih jauh tentang materi yang sedang
dipelajari.
d. Bagian Utama
Berisi rincian tentang tahapan-tahapan kegiatan belajar dan
pembelajaran berikut waktu dan metoda yang digunakan. Semakin
rinci isi bagian ini semakin baik karena kegiatan belajar dan
pembelajaran lebih terarah. Akan tetapi, dalam penerapannya
kelak, guru harus berimprovisasi sesuai dengan dinamika situasi
dan kondisi nyata di kelas.
12 Gintings, Abdurrakhman. Esensi Praktis Belajar dan Pembelajaran.(Bandung: Humaniora,
2010) hal. 224