0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
508 tayangan14 halaman

Pengantar Distribusi Sampling

Dokumen tersebut membahas tentang distribusi sampling. Secara singkat, distribusi sampling adalah distribusi dari rata-rata yang diambil berulang kali dari suatu populasi melalui pengambilan sampel secara acak. Terdapat beberapa jenis distribusi sampling seperti distribusi rata-rata, proporsi, selisih rata-rata, dan selisih proporsi. Dokumen ini juga menjelaskan rumus-rumus yang terkait dengan distribusi sampling tersebut.

Diunggah oleh

Eva Erisa II
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
508 tayangan14 halaman

Pengantar Distribusi Sampling

Dokumen tersebut membahas tentang distribusi sampling. Secara singkat, distribusi sampling adalah distribusi dari rata-rata yang diambil berulang kali dari suatu populasi melalui pengambilan sampel secara acak. Terdapat beberapa jenis distribusi sampling seperti distribusi rata-rata, proporsi, selisih rata-rata, dan selisih proporsi. Dokumen ini juga menjelaskan rumus-rumus yang terkait dengan distribusi sampling tersebut.

Diunggah oleh

Eva Erisa II
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB I

PENDAHULUAN
1.1

Latar Belakang
Untuk mempelajari populasi kita memerlukan sampel yang diambil dari

populasi yang bersangkutan. Meskipun kita dapat mengambil lebih dari sebuah
sampel berukuran n dari sebuah populasi berukuran N, pada prakteknya hanya
sebuah sampel yang biasa diambil dan digunakan untuk hal tersebut. Sampel yang
diambil ialah sampel acak dan dari sampel tersebut nilai-nilai statistiknya dihitung
untuk digunakan seperlunya. Untuk ini diperlukan sebuah teori yang dikenal dengan
nama distribusi sampling.
1.2 Rumusan Masalah
1. Apakah yang dimaksud dengan Distribusi Sampling?
2. Apa saja pembahasan dalam distribusi sampling?
1.3 Tujuan
Agar pembaca lebih memahami yang dimaksud dengan distribusi
sampling dan pembahasannya

BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Distribusi Sampling
1

Distribusi sampel dari rata-rata hitung sampel adalah suatu


distribusi probabilitas yang terdiri dari seluruh kemungkinan ratarata hitung sampel dari suatu ukuran sampel tertentu yang dipilih
dari populasi, dan probabilitas terjadinya dihubungkan dengan
setiap rata-rata hitung sampel. (Suharyadi)
Sedangkan menurut Sudjana, Distribusi Sampling merupakan
kumpulan nilai-nilai statistika yang sejenis lalu disusun dalam suatu
daftar sehingga terdapat hubungan antara nilai statistik dan
frekuensi statistika. (Sudjana, 2001 :87)
Distribusi sampling adalah distribusi dari mean-mean yang diambil secara
berulang kali dari suatu populasi. Bila pada suatu populasi tak terhingga dilakukan
pengambilan sampel secara acak berulang-ulang hingga semua sampel yang mungkin
dapat ditarik dari populasi tersebut. Sampel yang diambil dari populasi terbatas dan
sebelum dilakukan pengambilan sampel berikutnya sampel unit dikembalikan
kedalam populasi.
2.2 Macam-macam Distribusi Sampling
Distribusi Sampling terdiri dari:

Distribusi Sampling Rata-rata

Distribusi Sampling Proporsi

Distribusi Sampling Selisih Rata-rata

Distribusi Sampling Selisih Proporsi

1. Distribusi Sampling Rata-rata


2

Sudjana (2001 : 87) mendefenisikan Distribusi sampling rata-rata adalah


kumpulan dari bilangan-bilangan yang masing-masing merupakan rata-rata
hitung dari samplenya.
Beberapa Notasi :
n

: Ukuran Sample
x

: Rata-rata sample

: Standar deviasi sampling

: Rata-rata pada distribusi sampling rata-rata

: Standar deviasi pada distribusi sampling rata-rata

: Ukuran Populasi

: Rata-rata populasi

: Standar deviasi populasi

Rumus untuk distribusi sampling rata-rata :

Rata- Rata
Standar Deviasi

Nilai Baku

Ket :

N n
N 1

Populasi Tidak Terbatas

Populasi Terbatas

n
5
N

n
>5
N

x
x
z=

xx
x

z=

N n
N 1

xx
x

disebut juga dengan faktor koreksi.

Contoh soal :
ABC

Company

memproduksi

Remote

Control

dengan

menggunakan dua baterai. Rata-rata umur baterai yang digunakan


di produk ini adalah 35 jam. Distribusi umur baterai mendekati
distribusi probabilitas normal dengan standar deviasi 5,5 jam.
Sebagai bagian dari program pengujian, diambil sampel sebanyak
25 baterai. Hitunglah probabilitas umur baterai lebih dari 36 jam?
Penyelesaian :
x ==35

Dik :

=5,5
n=25

P ( x >36 ) ?

Dit :

Jawab :
x=

z=

5,5
=
=1,1
n 25

xx 3635
=
=0,91
x
1,1

Lihat tabel z :
Luas sebelah kanan 0 = 0,5000
Luas antara 0-z

= 0,3186-

Luas sebelah kanan z = 0,1814


Kesimpulan : Jadi, 25 baterai yang dipilih, probabilitas umur baterai lebih dari 36
jam adalah sebesar 0,1814 atau 18,14%
2. Distribusi Sampling Proporsi
Menurut Sudjana (2001 : 95), distribusi sampling proporsi adalah kumpulan
atau distribusi semua perbandingan samplenya untuk suatu peristiwa.
Notasi Dalam Distribusi Sampling Proporsi :
x`
: Rata-rata pada distribusi sampling proporsi
n
x
n

: Standar deviasi pada distribusi sampling proporsi

Rumus Distribusi sampling proporsi :


Populasi Tidak Terbatas

Rata-rata

n
5
N

n
>5
N

x =

x =

Standar Deviasi

x=
n

Nilai Baku

Populasi Terbatas

(1 )
n

x
x
n
n
z=
x
n

x=
n

(1 ) N n
n
N1

x
x
n
n
z=
x
n

Jika nilai

dari populasi tidak diketahui, dalam hal ini

dianggap sama

dengan 0,5 yaitu nilai (1 ) yang maksimum.


Contoh Soal :
Sebuah Bakery Store BT menemukan bahwa pembelian dilakukan oleh 20%
dari pelanggan yang memasuki tokonya. Suatu pagi terdapat sampel acak sebanyak
180 orang memasuki toko. Berapa probabilitas pelanggan yang membeli kurang dari
15%?
Penyelesaian:
Dik : n = 180
(membeli) = 20% = 0,20

( nx <15 ) ?

Dit : P

Jawab :

x = =0,20
n

x=
n

z=

(1 )
0,20 (0,80)
=
=0,029814239
n
180

x
x
n
0,150,20
n
=
=1,68
x
0,029814239
n

lihat tabel z:

luas sebelah kiri 0

0,5000

luas antara

0,4535-

0,0465

z-0

luas sebelah kiri z


Kesimpulan :

Jadi, probabilita bahwa diantara 180 orang yang masuk ke toko, pelanggan
yang membeli kurang dari 15% adalah sebesar 0,0465 atau 4,65%
3. Distribusi Sampling Selisih Rata-rata
Distribusi sampling selisih rata-rata adalah distribusi probabilitas yang dapat
terjadi dari selisih rata-rata dua sampel yang berbeda berdasarkan pada dua
sampel tertentu dari ukuran parameter dua populasinya.
Untuk ukuran sampel n1 dan n2 yang cukup besar (n1, n2 > 30), maka
distribusi sampling selisih rata-rata sangat mendekati distribusi normal, untuk
mengubahnya ke dalam bentuk normal standar maka diperlukan rumus :
(x 1x 2) x x
Z=
x x
1

Dimana :
a. Rata-rata (Mean)
x x = 12
1

b. Simpangan Baku (Standart Deviation)


21 22
x x =
+
n1 n2
1

Jika 1 dan 2

tidak diketahui, maka dapat menggunakan standar

deviasi dari sampel.


Contoh Soal :
Pegawai perusahaan Global Network Inspectionpada Divisi Inspeksi
Pembongkaran mempunyai gaji rata-rata sebesar $4300/bulan, sedangkan
Divisi Inspeksi Pengangkutan mempunyai gaji $3750/bulan. Setelah dihitung,

diperoleh rata-rata hitung dari deviasi kuadrat setiap gaji terhadap gaji ratarata Divisi Inspeksi Pembongkaran $52.000, sedangkan Divisi Inspeksi
Pengangkutan sebesar $19.500. Bila diasumsikan diambil sampel random
pada Divisi Inspeksi Pembongkaran sebanyak 90 orang dan Divisi Inspeksi
Pengangkutan75, berapakah probalilita selisih rata-rata gaji dari dua sampel
lebih besar dari $ 500 ?
Penyelesaian :
Dik

Divisi Inspeksi Pembongkaran

: 1 = $ 4300

= $ 52.000

n1 = 90

Divisi Inspeksi Pengangkutan


x x > 500 ) ?
Dit : ( 1 2

: 2= $ 3750

= $ 37.000

n2 = 75

Jawab :
x x = 12=43003750=550
1

21 22
52.000 37.000
x x =
+ =
+
=32,72783389
n1 n2
90
75
1

Z=

(x 1x 2) x x
500550
=
=1,52775 1,53
x x
32,72783389
1

Luas kanan 0 = 0,5000


Luas 0-Z

= 0,4370

Luas kanan Z = 0,9370


Jadi, probabilita selisih rata-rata gaji dari dua sampel lebih besar
dari $ 500 adalah 0,9370 atau 93,70 %.
4. Distribusi Sampling Selisih Proporsi
Distribusi

sampling

selisih

proporsi

adalah

distribusi

probabilitas yang dapat terjadi dari selisih proporsi dua


sampel yang berbeda berdasarkan pada dua sampel tertentu
dari ukuran parameter dua populasinya, adapun rumus
distribusi sampling selisih proporsi dinyatakan dalam :
a. Rata-rata proporsi
x x = 1 2
1

n1

n2

b. Simpangan Baku proporsi


1 (1 1 ) 2(1 2)
x x =
+

n1
n2
n n
1

Distribusi sampling selisih proporsi inipun akan mendekati


distribusi normal bila ukuran-ukuran sampel cukup besar (n 1,
n2 > 30), maka untuk merubahnya menjadi bentuk normal
standar diperlukan rumus :
(

Z=

x 1 x2
x x
n1 n2

n n

n1

x2
n2

Jika

dan

tidak diketahui dan dianggap sama

maka nilai :
1= 2= p=

x1 x2
+
n 1 n2

Sehingga standar baku proporsinya menjadi


1 1
+
n1 n 1
p( 1p )()
x x =
1

n1

n2

Contoh soal :
Alya dan Deasy akan melakukan sebuah pertandingan
pelemparan sekeping uang logam, Deasy akan menang bila
memperoleh 8 sisi gambar lebih banyak dari pada Alya, jika
diasumsikan

mereka

diberi

kesempatan

masing-masing

melempar uang logam sebanyak 40 kali, berapa peluang


Deasy memenangkan pertandingan ini ? Berilah saran apakah
Deasy akan ikut dalam pertandingan atau tidak, jika harapan
kemenangannya harus sebesar 15% atau lebih?

10

Penyelesaian :
Dik :
1= 2=50
n1=n2=40
P=

Dit :

Jawab :
x

n1

x1 x2
>15 ?
n1 n 2

x2
n2

x2

n1 n2
1

= 1 2 =( 0,50,5 )=0

1 (1 1 ) 2(1 2)
+
n1
n2

( 0,5)(10,5) ( 0,5)(10,5)
+
=0,1346291202
40
40

Z=

x 1 x2
x x
n1 n2

n n

n1

x2
n2

0,150
=1,11
0,1346291202

Luas kanan 0 = 0,5000


Luas 0 Z

= 0,3665

Luas kanan Z = 0,1335

11

Jadi, peluang Deasy memenangkan pertandingan ini adalah 0,1335 atau 13,35%.
Karena peluang Deasy menang kurang dari harapan menangnya (13,35% <15%),
maka Deasy disarankan tidak mengikuti pertandingan ini.

12

BAB III
PENUTUP
1.1 Kesimpulan
Distribusi sampling adalah distribusi dari mean-mean yang
diambil secara berulang kali dari suatu populasi. Bila pada suatu
populasi tak terhingga dilakukan pengambilan sampel secara
acak berulang-ulang hingga semua sampel yang mungkin dapat
ditarik dari populasi tersebut. Untuk distribusi sampling, Sampel
yang diambil ialah sampel acak dan dari sampel tersebut nilainilai statistiknya dihitung untuk digunakan seperlunya. Untuk
inilah kita memerlukan distribusi sampling.
1.2 Saran
Menyadari bahwa penulis masih jauh dari kata sempurna,
kedepannya

penulis

akan

lebih

fokus

dan

details

dalam

menjelaskan tentang makalah di atas dengan sumber-sumber


yang

lebih

banyak

yang

tentunya

dapat

di

pertanggung

jawabkan.

13

DAFTAR PUSTAKA
[Link]
SAMPLING
[Link]/2014/04/[Link]
[Link]

14

Anda mungkin juga menyukai