WAVEGUIDE
(PART 1)
Kadek Dwi Pradnyana
Atika Rizkyutami W.
Kresna Devara
Aswin Tresna N.
Guntur Kuntoro Prayogo
Ibnu Chasyim A. N.
Bima Dipantara
Rabil Ramadhan
Naufal Mukhsin
Josua Christanto
Kurnianto Joyonegoro
OUTLINE
Rec. Wave Guide Fundamental
Wave Propagation
Waveguide Impedance
Practical Application: Microwave Oven
7.1
7.2
Waveguide Field Equation
TM Mode
TE Mode
7.3
Dielectric Wave Guide
TE Mode
TM Mode
Field Equation
WaveGuide
Waveguide adalah suatu struktur
dapat memandu suatu gelombang
elektromagnetik dari suatu titik
tempat ke tempat lain.
Waveguide tidak untuk propagasi
mode TEM, karena TEM
memerlukan sepasang konduktor
untuk merambat.
Waveguide memiliki cut-off
frequency.
Jenis Struktur Waveguide
1.
Metallic Struktur
Rectangular waveguide
Circular waveguide
2.
Dielektrik Struktur
Dielektrik slab waveguide
Fiber optic waveguide
rectangular waveguide
Dinding penghubung ini biasanya
terbuat dari kuningan, tembaga atau
alumunium.
Ketebalannya sekitar 1- 3 mm,
tujuannya agar dinding terebut
menjadi kaku secara mekanis.
Dibagian dalam dinding di poles
dengan mulus untuk mengurangi
kerugian (loss).
rectangular waveguide (CONT.)
Dimensi a untuk menentukan range
frekuensi yang dominan atau orde
yang
paling
rendah
dari
mode
perambatannya.
Jika semakin tinggi orde maka semakin
tinggi atenuasi.
Dimensi b mempengaruhi attenuasi
juga. Semakin kecil b maka atteunasi
semakin kecil. Namun apabila semakin
besar b, maka akan mengurangi range
dari frekuensi. Jadi ideal nya b = a/2
rectangular waveguide (CONT.)
Waveguide mendukung mode TE dan TM. Pada mode TE, medan listrik
merambat tegak lurus pada arah perambatan gelombang. Pada mode
TM, medan magnet merambat tegak lurus pada arah perambatan
gelombang.
Mode order mengacu pada configurasi dari subskrip TE mn dan TMmn.
Subskrip m mengacu pada banyaknya variasi setengah gelombang
arah x. Sedangkan subskrip n mengacu pada gelombang pada arah y
Subskrip m dan n digunakan untuk menentukan frekuensi cutoff.
rectangular waveguide (CONT.)
Untuk rectangular waveguide konvensional
yang diisi dengan udara, dimana a = 2b,
dominan atau lowest order modenya
adalah TE10 , dengan frekuensi cutoff
sebesar fc10 = c/2a
Gambar disamping memperlihatkan
frekuensi cutoff relative dari 12 mode
waveguide ini
Perhatikan bahwa terdapat
beberapa
frekuensi ada lebih dari satu mode.
Untuk mudahnya pada kondisi waveguide
tertentu a = 2b, TE20 dan TE01 memiliki
frekuensi cutoff yang sama
Figure 7-3 (p. 341)
Location of modes relative to the dominant TE10 mode in standard rectangular
waveguide where a = 2b.
Fundamentals of Electromagnetics With Engineering Applications by Stuart M. Wentworth
Copyright 2005 by John Wiley & Sons. All rights reserved.
Figure 7-4
(p. 342)
The field patterns and associated field intensities in a cross section of rectangular
waveguide for (a) TE10 and (b) TE20. Solid lines indicate electric field; dashed lines
are the magnetic field.
Fundamentals of Electromagnetics With Engineering Applications by Stuart M. Wentworth
Copyright 2005 by John Wiley & Sons. All rights reserved.
Batas dari frekuensi yang bermanfaat yang dicuplik dimulai dari suatu titik
diatas nilai fc10 dan berakhir pada suatu titik dibawah nilai mode berikutnya.
Pada kasus tersebut nilai E hanya bervarisi ketika berada pada sumbu x,
ketika nilai n = 0 maka medan listrik akan konstan pada sumbu y.
Untuk TE10 medan magnet memiliki pola setengah gelombang sinus, dimana
untuk TE20 sebuah pola gelombang sinus penuh yang diamati.
Example 1
Hitunglah frekuensi cutoff untuk
empat mode pertama dari WR284
waveguide?
Jawaban :
1. Konversikan satuan inchi ke
cm, dari table kita dapat melihat
dimensi a = 2.840 inchi dan b =
1.340 inchi, lalu konversikan a =
7.214 cm dan b = 3.404 cm
Waveguide
Designation
a
(in)
b
(in)
t
(in)
fc10
(GHz)
freq range
(GHz)
WR975
9.750
4.875
.125
.605
.75 1.12
WR650
6.500
3.250
.080
.908
1.12 1.70
WR430
4.300
2.150
.080
1.375
1.70 2.60
WR284
2.84
1.34
.080
2.60 3.95
WR187
1.872
.872
.064
3.16
3.95 5.85
WR137
1.372
.622
.064
4.29
5.85 8.20
WR90
.900
.450
.050
6.56
8.2 12.4
WR62
.622
.311
.040
9.49
12.4 - 18
10
Example 1 (cont.)
fc10
fc01
Kemudian, fc20
11
Wave propagation
Pada
gambar
A
memperlihatkan
gelombang TEM merambat pada arah
Z,
sedangkan
pada
gambar
B
memperlihatkan
tampak
depan
gelombang.
Gelombang
merambat
pada arah Z dengan kecepatan u, garis
yang tebal sebagai medan maximum
(E+) dan garis bisa sebagai medan
minimum (E-)
12
Wave propagation (cont.)
Untuk melihat sepasang
gelombang TEM kita memisalkan
dalam u+ dan u.
Dapat dilihat bahwa pada
konduktor sempurna E=0 maka
mengganti dengan garis
horizontal medan nol dengan
dinding konduksi yang sempurna
sehingga u+ dan u- direfleksikan
pada dinding sebagai
perambatnya.
13
Wave propagation
(cont.)
field lines digantikan dengan
Zero
conducting walls.
Pada gambar B, kedua gelombang memiliki
sudut
Kecepatan dari medan yang tersuperposisi
atau kecepatan group adalah UG
sin
m 2
a
2a
m
sin
uu
f
14
Wave propagation
(cont.)
Waveguide dapat
digunakan untuk propagasi
yang panjangnya
gelombangnya lebih kecil
dari c, itu terjadi saat =
2 a uu
90
c
m
fc
Hubungan sudut
terhadap operating
frequency dan cutoff
frequency.
f
sin
c
c
f
Analogy!
Beach
Point of contact
up
uu
up
1
fc
Wave velocity
uu
u G uu 1
fc
uG
Group velocity
fc
Phase velocity
Ocean
uu
15
PROBLEM 1
Tentukan ukuran a dan b (dalam cm) waveguide
WR975 pada table 7.1
Tentukan frekuensi cut-off pada mode TE10
Tentukan uu, up, dan uG dengan
uu
up
1
fc
uG u u 1
fc
16
Waveguide Impedance
Merupakan rasio dari transverse electric
field (TE) dengan transverse magnetic
field
(TM)
untuk
sebuah
mode
perambatan pada frekuensi tertentu.
Waveguide Impedance disebut
transverse wave impedance.
TE
Z mn
f c
juga
Dimana adalah impedansi intrinsik media
perambatan. Di udara = =120 .
TM
Z mn
u
f
1 c .
f
17
Waveguide Impedance
(cont.)
Zo bernilai 120 .
Semakin tinggi
frekuensi maka
impedansi TE maupun
TM akan mendekati
nilai impedansi ruang
hampa.
18
Example 2
Let's determine the TE mode impedance looking into a 20 cm long section
of shorted WR90 wave-guide operating at 10 GHz .
Dari table 7.1 kita
mengetahui bahwa , a =
0.9 inch atau 2.286 cm and
b = 0.450 inch atau 1.143
2
2
cm
c m n
f cmn
2 a b
Mode Cutoff Frequency
Mode Cutoff Frequency
TE10
TE10
6.56 GHz
TE01
13.12 GHz diurutkan TE01
13.12 GHz
TE11
14.67 GHz
TE20
13.13 GHz
TE20
13.13 GHz
TE11
14.67 GHz
TE02
26.25 GHz
TE02
26.25 GHz
6.56 GHz
19
Example 2
(cont.)
TE10
TE01 TE20
TM11
TE11
6.56 GHz 13.12 GHz
14.67 GHz
13.13 GHz
TE02
26.25 GHz
Pada10 GHz, hanya mode TE10
yang didukung.
120
Z10TE
6.56GHz
10GHz
1-
500.
TE
Z IN jZ10
tan l
2
2 f
f
1 c
c
f
2 10 x109 Hz
3 x108 m
Pers. 6.56
fc
1
f
Pers. 7.11
rad
6.56GHz
1
158
m
10GHz
Z IN j 500 tan 158
0.2m
m
rad
Z IN j 500 tan 31.6 j100
20
PRACTICAL APPLICATION:
MICROWAVE OVENS
Figure 7-9 (p. 349)
Depiction of a microwave oven.
Fundamentals of Electromagnetics With Engineering Applications by Stuart M. Wentworth
Copyright 2005 by John Wiley & Sons. All rights reserved.
21
22
Practical Application:
Microwave Ovens
cont.
Magnetron mengkonversi daya DC menjadi
radiasi gelombang mikro 2.45 GHz.
Radiasi tersebut akan mematangkan
makanan dan merubah komposisi molekus
air pada makanan (kentang tersebut)
Beda potensial sebesar 3 KV antara anoda
dan katoda menghasilkan medan listrik
yang besar.
Magnetron
23
24
WAVEGUIDE
FIELD EQUATION
Waive guide field equation
Dengan menggunakan persamaan Maxwell, kita dapat mengembangkan persamaan medan pada waktuharmonik untuk rectangular waveguide dimana guide diisi tanpa rugi-rugi, bebas muatan, dan dindingnya
merupakan konduktor sempurna. Bentuk fasor persamaan Maxwell menjadi :
(7.17)
untuk waveguide cross section dari
gambar 7.2, komponen medan di
Koordinat Kartesius yaitu :
(7.18)
Figure 7-2 (p. 340)
Cross section of rectangular waveguide.
Fundamentals of Electromagnetics With Engineering Applications by Stuart M. Wentworth
Copyright 2005 by John Wiley & Sons. All rights reserved.
Dari penurunan rumus yang dilakukan didapatkan
H z
Ez
j
j
x
y
Ey
u2 2
H z
Ez
j
j
y
x
Ex
u2 2
(7.2
7)
(7.2
9)
Dimana untuk lossless propagating media
Ez
H z
j
j
y
x
Hx
u2 2
Ez
H z
j
j
x
y
Hy
u2 2
(7.2
8)
(7.3
0)
TM MODE
RECTANGULAR
WAVEGUIDE
TM mode, Hz = 0, dan ekpresi untuk Ez
Dari penurunan rumus didapatkan
(7.40
)
(7.3
9)
(7.3
8)
Didapatkan waveguide phase
constant
(7.4
1)
Penyelesaian umum untuk medan listrik arah-z untuk TM mode propagasi :
(7.4
2)
Derrivative terhadap y
Derrivative terhadap x
Sehingga dapat hasil derivative dapat dimasukan ke persamaan 7.27 7.30
dengan nilai Hz = 0 maka :
(7.4
3)
(7.44)
(7.4
5)
(7.46)
Mencari Instantaneous expression untuk TM11 mode untuk air-filled waveguide :
Dengan
Ke persamaan (7.42), diperoleh
Untuk menemukan Ey, ingat bahwa j bisa ditulis e-j90 sehingga
Komponen lainnya adalah ditemukan dengan cara yang sama :
, didapatkan
TE mode
Sama dengan TM mode, TE mode dimulai dari persamaan persamaan
helmholtz
Persamaan umum untuk medan magnet pada arah z
(7.6
7)
Sama seperti TM mode dengan menerapkan persaman 7.67 ke
persamaan 7.27-7.30 Ez = 0didapatkan
(7.68)
(7.69)
Komponen yang lainnya juga bisa dapatkan
(7.70)
(7.71)
Contoh untuk TE10 dimana n = 0 sehingga hanya terdapat
DIELECTRIC
WAVEGUIDE
Dielectric : Sebuah material yang bukan termasuk logam, sehingga tidak
bersifat konduktif. Ex : fiber glass
Dielectric waveguide : wavaeguide yang terbuat dari bahan dielektrik,
yang dikelilingi oleh bahan dielektrik lain. Spt : udara,kaca,plastik
Dielectric slab waveguide
Dielectric Waveguide
Untuk menghilangkan rugi-rugi daya yang besar pada waveguide
logam, digunakan bahan dielectric sebagai waveguide.
Cara kerja hampir sama dengan waveguide logam, hanya saja
pemantulan terjadi di bidang perbatasan antara dua bahan dielectric
Daya pada waveguide tidak sepenuhnya terkurung, sebagian berhasil
merembes keluar bidang batas
Pemantulan sempurna
harus didapatkan,
sehingga i harus lebih
besar dari i(critical)
r1 r2
Figure 7-14 (p. 362)
(a) A wave incident at an angle i from r1 material to r2 material (r1 > r2).
(b) A critical angle for i is reached where the entire wave is reflected.
Fundamentals of Electromagnetics With Engineering Applications by Stuart M. Wentworth
Copyright 2005 by John Wiley & Sons. All rights reserved.
Contd...
akan lebih mudah dalam mengutip indeks dielectric bias n, terutama
ketika berhadapan dengan masalah optik.
Keterangan :
n : indeks bias dielektrik
C : kecepatan cahaya (3.10^8 m/s)
Uu : kecepatan dalam medium terbatas
Dalam
non magnetic material, dapat dituliskan :
Keterangan :
n=Indeks Bias Dielectric
permitivitas bahan dielektrik
Contoh soal (7.5)
A slab of dielectric with index of refraction 3.00 is
suspended in air. What is the relative permittivity of
the dielectric? At what angle from a normal to the
boundary will light be totally reflected within dielectric?
Jawab:
n= 3.00
r =9
n r
n1=3.00
n2=1.00 (di udara)
n2
)critical sin
=(i19.5
n1
1
( i ) critical
Gelombang dipantulkan di
titik A, di titik B, dan
mencapai titik C
Gelombang sebelum
mengenai titik A:
E A Eo
setelah mengenai titik
A:
j
E A E A Eo e
sebelum mengenai titik
B:
j1l AB
EB EA e
setelah mengenai titik
B:
E E 2 E e j1lAB e j 2
B
Di titik C:
EC 2 Eo e j1 ( lAB lBC ) e j 2
Figure 7-15 (p. 363)
(a) The wavefront for a supported propagation mode must have the same phase at
points A and C. (b) An expanded view of the problems geometry.
Fasa dari Ec harus sama
dengan 0 atau integral
multiple dari 2 radians,
jadi:
1 (lAB lBC ) 2 2m
lAB
cos i
lBC lAB cos 2 i
lAB lBC 2a cos i
1 2a cos i 2 2m
TRANSVERSE
ELECTRIC MODE
Symbol
= Impedansi Intrinsik (Media Magnetic)
= Fasa Konstan (l/m)
E = Medan Listrik
H = Medan Magnet
n = Snells Law (nonmagnetic Media)
= Refleksi dan Koefisien Transmisi (gamma)
Transverse Electric Wave Mode
Mode dominan dari Waveguide
Rectangle dengan a>b, karena
memiliki atenuasi yang rendah
dari semua mode. Pada m dan n
keduanya dapat bernilai nol, tapi
tidak bila dua-duanya nol.
Gelombang TE Mode
Berdasarkan
persamaan gelombang Transverse Electric pada chapter 5 |
251.
Persamaan ini digunakan untuk mencari Reflection Coefficient (gamma).
Gelombang TE Mode
Setelah
mengetahui persamaan Reflection Coefficient dalam bentuk
magnetic, kita dapat menuliskan persamaan untuk media nonmagnetic.
Untuk mencari gamma dalam bentuk nonmagnetic.
Gelombang TE Mode
Setelah
mengetahui seluruh persamaan Reflection Coefficient dalam
bentuk magnetic dan nonmagnetic. Kita dapat mencari gamma TE
dengan menggunakan Snell [Link] itu berikut terlampir Snell
Laws :
Gelombang TE Mode
Dengan
menggunakan persamaan Snell Laws, maka akan didapatkan
persamaan gamma untuk TE mode :
Gelombang TE Mode
Untuk
mencari magnitude dari gamma TE, menggunakan persamaan :
Substitusi
Masukkan
persamaan sebelumnya ke :
Sehingga menjadi
Finding TM Mode
Formula
Untuk nonmagnetic media
Field Equations
Figure 7-18 (p. 367)
Cross-sectional view of dielectric waveguide.
Fundamentals of Electromagnetics With Engineering Applications by Stuart M. Wentworth
Copyright 2005 by John Wiley & Sons. All rights reserved.
Even modes (m = 0, 2, 4, 6, .)
untuk x > a/2
untuk x < -a/2
Odd modes (m = 1, 3, 5, 7, .)
untuk x > a/2
untuk x < -a/2
Atenuasi di medium 2
Wavelength efektif
Kecepatan propagasi pada waveguide